Cakrawala (E-Journal)
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENGUATAN PELABUHAN TANJUNGWANGI *)
Penelitian ini bertujuan untuk mengintentarisir dan mengetahui posisi strategis pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. Posisi strategis dimaksud adalah kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dikuantitatifkan dengan menggunakan analisis SWOT. Data yang digunakan adalah data primer berupa persepsi kualitatif yang dikuantitatifkan. Hasil perhitungan dan analisa menunjukkan bahwa posisi pelabuhan Tanjungwangi berada pada kuadran IV, yaitu kompetitif. Berdasarkan kenyataan ini untuk bergerak dan menembus ke kuadran sempurna, yaitu kuadran I agesif maka pihak koordinator dan operator pelabuhan sebaiknya segera membenahi kinerjanya dengan cara mengupayakan peningkatan fasilitas peralatan bongkar muat dan teknologinya, meningkatkan kualitas SDMnya, menjalin kerjasama dengan pelanggan, mengantisipasi perubahan perundang-undangan kepelabuhan, memaksimalkan jam kerja efektifnya dari tujuh jam ke delapan jam per gangnya per hari, serta segera menyusun standardisasi kinerja pelayanan kapal dan barang
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN LINTAS WILAYAH UNTUK MENDUKUNG SISTEM INOVASI DAERAH DI KABUPATEN MAGETAN, PONOROGO, DAN PACITAN
Kabupaten Pacitan, Ponorogo, dan Magetan telah mempunyai rencana pengembangan produk unggulan sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga tahun 2020. Fokus pengembangannya hampir serupa yaitu produk unggulan yang berasal dari bidang agribisnis, olahan pangan, kerajinan, dan pariwisata. Kedekatan geografis mengakibatkan karakteristik sumberdaya alam dan sosial budayanya memiliki kesamaan, termasuk jenis produk unggulan, kendala, permasalahan, dan peluang pengembangannya. Mengingat karakteristik dan sistem penunjang dari beberapa produk unggulan yang terdapat di ketiga wilayah tersebut banyak mempunyai kesamaan dan interaksi fungsionalnya melibatkan pelaku dari lintas wilayah, maka diperlukan kebijakan pengembangan yang bersifat lintas wilayah. Strategi yang dihasilkan harus dapat menunjang pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa). Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menentukan produk unggulan lintas wilayah antara Kabupaten Pacitan; Kabupaten Ponorogo danKabupaten Magetan dalam mendukung pengembangan SIDa; 2) Mengidentifikasi potensi komoditas dan produk unggulan lintas wilayah dimaksud; 3) Mengetahui jenis produk olahan yang mempunyai potensi pasardari komoditi unggulan lintas wilayah dimaksud; 4) Merancang strategi pengembangan produk unggulan mulai dari hulu hingga hilir dalam rangka menggerakkan ekonomi lokal. Berdasarkan hasil penelitian yangdilakukan, produk unggulan lintas wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan meliputi: produk olahan janggelan; produk kerajinan kulit, anyaman bambu; batu mulia; dan batik
PEMANFAATAN SOCIAL MEDIA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM UPAYA MEMINIMALISIR PERILAKU MENYIMPANG PADA MASYARAKAT DI SURABAYA
Munculnya perilaku menyimpang yang terjadi akhir-akhir ini, sangan memprihatinkan sekali. Jenis perilaku menyimpang adalah luas, misalnya berkelahi, perjudian, pencurian, mencium dan memeluk pasangannya, membaca buku-buku yang berbau porno, menonton VCD porno, gratis seks, mengisap dan membeli dan menjual obat-obatan, minum, pemerkosaan dan tindakan tercela yang membunuh. Perilaku menyimpang ini tidak hanya dapat terjadi pada orang tua dan remaja, tetapi juga sudah mulai merangkak pada anak-anak di bawah umur. Keluarga adalah pertama dan terutama sebagai media pendidikan dan perlindungan anggota keluarga di dalamnya. Suami, istri dan anak-anak harus dapat membangun komunikasi diantara mereka dan juga untuk melakukan dengan interaksi di luar keluarga untuk menciptakan kondisi yang transparan dan lebih mudah untuk melakukan pengawasan dengan satu sama lain. Tujuan umum dari studi ini adalah untuk menentukan apakah media sosial dapat digunakan sebagai sarana komunikasi keluarga dalam meminimalkan perilaku menyimpang dalam masyarakat di Surabaya. Subyek studi terdiri dari 50 Nara sumber adalah 25 orang dan 25 orang tua. Laki-laki dan gadis remaja diambil ke dalam sampel remaja berusia antara 11-25 tahun. Sampel diambil melalui stratified random sampling teknik Sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang deskriptif dengan data Analisis kualitatif. Instrumen penyaringan data yang digunakan adalah pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil yang diharapkan dari studi ini adalah dalam bentuk penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi keluarga dalam upaya untuk mengurangi atau menghilangkan perilaku menyimpang dalam masyarakat di kota Surabaya
PEMBENTUKAN PROVINSI MADURA DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN PUBLIK
Kajian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan wacana pembentukan Provinsi Madura berdasarkan pendekatan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumentasi. Para informan penelitian meliputi para kepala daerah dan jajaran pimpinan di bawahnya, tokoh agama, kalangan akademisi dari dua kampus ternama di Madura (Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Madura), dan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana pembentukan provinsi Madura belum memenuhi berbagai persyaratan secara memadai. Baik persyaratan material kewilayahan, potensi anggaran, sumber daya manusia, dan pengelolaan sumber daya alamnya. Selain itu, komitmen kelompok elit baik pemerintah dan tokoh masyarakat menindaklanjuti wacana provinsi Madura masih belum solid dan massif hingga menyentuh akar rumput. Sementara, pemerintah Jawa Timur yang dapat melakukan langkah normatifguna mendorong terbentuknya provinsi Madura masih menunggu berbagai persyaratan pembentukan daerah baru dilengkapi terlebih dahulu. Berbagai kondisi ini membuat pembentukan provinsi Madura tampaknya sulit diwujudkan dalam waktu dekat, kecuali terdapat gerakan terobosan dari berbagai pihak yang berkepentingan bagi masa depan Madura
KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF BERBASIS INDUSTRI KERAJINAN UNGGULAN DALAM UPAYA MENGANGKAT KEARIFAN LOKAL KABUPATEN TUBAN
Tujuan Kajian ini untuk mengetahui tata kelola ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Tuban, kemudian mengetahui kapasitas dan SDM kreatif yang harus dikembangkan Lembaga Pendidikan, dan mencari solusi dari kelemahan tata kelola dan pengembangan ekonomi/ industri kreatif, merumuskan kebijakan penghargaan bagi para pelaku ekonomi/ industri kreatif baik secara fenensial maupun non-fenensial, mengevaluasi lamban-nya akselerasi tumbuhnya teknologi informasi dan komunikasi terkait pengembangan ekonomi/ industri kreatif. Hasil yang diharapkan menemukan tata kelola ekonomi kreatif yang sesuai karakterestik kabupaten Tuban, konsep kapasitas dan SDM yang kreatif yang harus dikembangkan Lembaga Pendidikan, solusi dari kelemahan tata kelola dan pengembangan ekonomi/ industri kreatif, dan menemukan rumusan kebijakan penghargaan bagi para pelaku ekonomi/ industri kreatif, serta menemukan rekomendasi terhadap lamban-nya akselerasi tumbuhnya TIK yang terkait pengembangan ekonomi/ industri kreatif. Ruang Lingkup, membahas tata kelola ekonomi kreatif di Kabupaten Tuban, memilah kapasitas dan kualitas SDM kreatif, sebagai pengembangan ekonomi/ industri kreatif di Kabupaten Tuban, memperbaiki kelemahan tata kelola dan pengembangan ekonomi/ industri kreatif, menidaklanjuti rumusan kebijakan penghargaan bagi para pelaku ekonomi/ industri kreatif, dan menerapkan rekomendasi terhadap lamban- nya ekselerasi tumbuhnya TIK yang terkait pengembangan ekonomi/ industri kreatif