Cakrawala (E-Journal)
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Analisis Harga Komoditas Daging dan Telur Ayam di Jawa Timur dengan Pendekatan Regresi Semiparametrik
Fluktuasi harga yang terlalu tinggi pada komoditas pangan strategis seperti telur dan daging ayam telah menjadi permasalahan krusial, diantaranya disebabkan oleh harga pakan dan tingkat konsumsi masyarakat. Hal ini berdampak pada turunnya daya beli dan kesulitan akses pangan terutama bagi rumah tangga berpendapatan rendah yang mengandalkan kedua komoditas ini sebagai sumber protein utama. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga jagung sebagai bahan baku pakan ternak dan jumlah penduduk sebagai gambaran tingkat konsumsi masyarakat terhadap harga telur ayam dan harga daging ayam pada 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur tahun 2023 dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui aplikasi SISKAPERBAPO dan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah regresi semiparametrik birespon linear lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa model prediksi memiliki tingkat akurasi sangat tinggi, dengan nilai MAPE sebesar 1,103% untuk harga telur ayam dan 4,474% untuk harga daging ayam. Penelitian ini penting karena dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam upaya stabilisasi harga oleh pemerintah daerah maupun pelaku industri perunggasan di Jawa Timur
Why Gender Mainstreaming Fails at the Local Level: A Policy Capacity Analysis of Human Development Policy in Wonogiri Central Java
This study examines the failure of gender mainstreaming policies in the context of regional development in Indonesia. Using evidence from Wonogiri which has a significant gap in the Human Development Index (HDI) between men and women, this study examines the failure of gender mainstreaming policy implementation at the regional level. Qualitative research methods are applied through document analysis and in-depth interviews with local policy actors. The results show that although gender mainstreaming is a national mandate, its implementation at the regional level is symbolic, uncoordinated, and hampered by technical limitations and weak political will. These findings highlight that institutional fragmentation and decentralized governance structures are major obstacles to achieving gender equality. In conclusion, strengthening local policy capacity is needed so that gender mainstreaming can function as a substantive instrument in promoting equitable and inclusive development
Kekuatan Mengikat Hasil Pengharmonisasian dan Fasilitasi dalam Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi
Indonesia menganut sistem negara kesatuan yang memberikan kewenangan otonomi kepada pemerintah daerah, salah satunya membentuk peraturan daerah, dengan tetap menjaga keselarasan dengan aturan pada pemerintah pusat. Dalam pembentukan peraturan daerah provinsi, terdapat dua mekanisme pengawasan secara preventif yaitu mekanisme harmonisasi oleh Kementerian Hukum dan mekanisme fasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Namun dalam praktiknya, sering terjadi perbedaan hasil antara proses harmonisasi dan fasilitasi yang dilakukan oleh institusi yang berbeda dan pada waktu yang tidak bersamaan, sehingga berpotensi menciptakan ketidakpastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan implikasi hukum dari hasil harmonisasi yang dilakukan oleh Kementerian Hukum terhadap proses pembentukan peraturan daerah provinsi. Dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dalam penelitian ini ditemukan bahwa hasil dari harmonisasi Kementerian Hukum bersifat rekomendatif dan tidak mengikat, yang berdampak pada inefisiensi proses pembentukan peraturan daerah provinsi dan menghambat percepatan pembangunan di daerah
Perlindungan Hukum Aparatur Sipil Negara Sebagai Saksi Pengadu (Whistleblower) terhadap Dugaan Pelanggaran Kode Etik
Pelanggaran terhadap Pedoman Kode Etik oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan isu serius yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat. ASN yang bertindak sebagai whistleblower memainkan peran penting dalam menjaga transparansi dan integritas birokrasi. Namun, ketakutan terhadap ancaman pembalasan, pemecatan, atau intimidasi sering kali menghambat keberanian ASN untuk melaporkan pelanggaran tersebut. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas perlindungan hukum bagi ASN yang melaporkan dugaan pelanggaran kode etik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perlindungan hukum yang ada belum sepenuhnya memberikan rasa aman bagi ASN whistleblower. Hambatan utama meliputi lemahnya implementasi peraturan, minimnya sosialisasi, dan kurangnya dukungan institusional. Sebagai penutup, penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme perlindungan hukum bagi ASN whistleblower, termasuk peningkatan peran lembaga pengawas dan penyediaan jaminan non-diskriminatif bagi pelapor, khususnya di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Analisis Keberlanjutan Kebijakan Ekonomi “America First” pada Pemerintahan Presiden Biden Terhadap Perekonomian Amerika Serikat
Presiden Biden memutuskan melanjutkan beberapa elemen proteksionis dari kebijakan ekonomi “America First” dengan pendekatan lebih diplomatis, yang semakin jelas terlihat setelah satu tahun menjabat. Keputusan ini bertentangan dengan janji kampanyenya yang mengkritik kebijakan proteksionisme Presiden Trump dan berjanji akan melakukan perubahan dengan memperkuat sistem perdagangan multilateral. Namun, data dari CBP adanya peningkatkan total impor ke Amerika Serikat, sehingga penting untuk dipahami lebih dalam alasan dibalik keputusan tersebut. Dengan menggunakan teori Neoclassical Realism oleh Gideon Rose, penelitian ini akan melihat bagaimana persepsi elite melihat masalah sistem internasional dan domestik dapat mempengaruhi keberlanjutan kebijakan ekonomi “America First” sebagai respons terhadap ancaman yang diterima. Penelitian ini berargumen bahwa adanya pengaruh dari variabel-variabel tersebut menjadikan kebijakan ekonomi yang dilakukan Presiden Biden berbeda dengan janji kampanyenya. Temuan utama menunjukkan bahwa keputusan Presiden Biden mempertahankan proteksionisme ini merupakan respons terhadap dinamika global, terutama persaingan dengan China dan kondisi domestik, meskipun dilakukan dengan pendekatan polite protectionisme
Model Integrasi Pengembangan Kompetensi ASN dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
Penelitian ini bertujuan untuk menawarkan kebaruan desain model integrasi dokumen Human Capital Development Plan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang sejalan dengan desain kualitatif creswell. Hasil dari penelitian ini menunjukkan model integrasi dilakukan melalui 5 tahapan yaitu pemetaan Indikator Kinerja Utama, identifikasi program prioritas setiap Indikator Kinerja Utama, analisis perangkat daerah sebagai kontributor utama, penentuan nama jabatan, dan penyusunan peta jalan pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara. Pembobotan pada 3 faktor yaitu prioritas pembangunan daerah, kesenjangan kompetensi, dan kesenjangan kinerja juga dilakukan untuk menentukan prioritas dalam pengembangan kompetensi ASN yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah
Pola Komunikasi dalam Mempertahankan Keharmonisan Rumah Tangga pada Pasangan Suami Istri Involuntary Childlessness
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal pada pasangan belum memiliki keturunan. Komunikasi interpersonal mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyelesaian konflik dan upaya mempertahankann keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menitikberatkan pada komunikasi interpersonal dalam menyelesaikan konflik dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam disertai observasi terhadap informan. Pada penelitian ini digunakan Teori Penitrasi Sosial untuk melihat komunikasi interpersonal yang terjalin sebagai aspek penting dalam membentuk keluarga yang harmonis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang baik di sertai self-disclosure dan empati terhadap pasangan, mempengaruhi keharmonisan dan mempererat komitmen pada pasangan involuntary childlessness. Komunikasi Interpersonal yang mendalam dan terbuka akan menimbulkan hubungan yang lebih lekat dan menciptakan harmonisasi pada pasangan involuntary childlessness. Hal ini akan menjadi sangat penting dalam menghadapi konflik yang muncul akibat dari dampak negative yang muncul dari keadaan involuntary childlessness.Semakin terbuka self-disclosure yang diterapkan dan semakin baik empati yang ada, maka semakin harmonis rumah tangga dari pasangan involuntary childlessness
Peran Dana Perimbangan dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan Daerah di Kabupaten Lombok Tengah
Studi ini membahas peran dana perimbangan dalam meningkatkan kinerja keuangan daerah. Selain itu studi ini menekankan bagaimana dana perimbangan dapat meningkatkan sumber pendapatan serta peningkatan pelayanan public di Kabupaten Lombok Tengah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan beberapa data LKPD 5 tahun terakir dari tahun 2019-2023. Studi ini menemukan bahwa Meskipun dana perimbangan sangat membantu, Kabupaten Lombok Tengah masih menghadapi masalah besar karena ketimpangan fiskal dan sumber pendapatan yang terbatas. Untuk meningkatkan PAD dan mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari pusat, pemanfaatan potensi pariwisata yang melimpah harus menjadi fokus utama. Ini adalah situasi di mana Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat digunakan untuk membantu pembangunan infrastruktur pariwisata yang lebih baik, yang pada gilirannya akan meningkatkan ekonomi daerah. Selain itu mengelola dana perimbangan secara jelas dan akuntabel. Untuk itu, pemerintah daerah harus memastikan bahwa dana digunakan sesuai dengan prioritas pembangunan yang tepat dan bermanfaat langsung bagi masyarakat melalui pengawasan yang baik dan evaluasi berkala. Dengan demikian, dana perimbangan dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemandirian fiskal Kabupaten Lombok Tengah
Kolaborasi Multisektoral dalam Penanganan Anak Tidak Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kediri, menilai efektivitas program bantuan sosial dalam penanganan ATS, serta memberikan rekomendasi tindak lanjut kebijakan. Penelitian menggunakan metode campuran melalui wawancara dengan OPD terkait, FGD, studi dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Instrumen penelitian mencakup pedoman wawancara dan kuesioner yang disusun berdasarkan sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama ATS meliputi kondisi ekonomi keluarga yang lemah, rendahnya pemahaman tentang pentingnya pendidikan, praktik pernikahan dini, serta hambatan geografis. Berbagai intervensi seperti pendidikan alternatif, bantuan biaya, dan pendampingan sosial telah dilakukan, namun efektivitasnya masih perlu diperkuat.Diperlukan kolaborasi multisektoral lintas OPD untuk meningkatkan penanganan ATS. Rekomendasi kebijakan meliputi penguatan pendataan terpadu berbasis komunitas, peningkatan literasi pendidikan, pemanfaatan pendidikan nonformal yang lebih fleksibel, kerja sama dengan LSM dan dunia usaha, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan
Analisis Pengaruh Intervensi Employee Coaching pada Peningkatan Self Efficacy dan Penyesuaian Kerja
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak intervensi employee coaching terhadap self-efficacy dan penyesuaian kerja alumni IPDN Tahun 2023 Kontingen Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yang berjumlah 10 orang yang menerima intervensi coaching menggunakan model GROW, sedangkan kelompok kontrol (10 orang) tidak menerima intervensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Independent Samples t-Test dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi employee coaching memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan self-efficacy dan penyesuaian kerja peserta. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya peran coaching dalam mendukung adaptasi pegawai baru di lingkungan kerja