Jurnal - Universitas Bandar Lampung (UBL)
Not a member yet
2216 research outputs found
Sort by
Understanding the Potential of Implementing UI GreenMetric Standards in the Universitas Bandar Lampung Campus Area
Campus is an area that has the potential to cause significant environmental impacts from its water use, energy consumption, waste production, use of motorized vehicles, and excessive development of facilities. Therefore, a standard or assessment guide is needed to evaluate whether the development of the campus area is in accordance with the principles of sustainable development so that the resulting environmental impact can be reduced. The UI GreenMetric Standard was developed by the University of Indonesia in 2009 with the aim of assessing higher education institutions for greening and environmental sustainability efforts in their respective campuses. There are six categories in the UI GreenMetric standard, namely: Setting and Infrastructure (SI), Energy and Climate Change (EC), Waste (WS), Water (WR), Transportation (TR), and Education and Research (ED). In this study, Campus A and Campus B areas at the Universitas Bandar Lampung (UBL) were selected as the case study to understand in general the potential for implementing assessment categories in UI GreenMetric. It is known from the UI GreenMetric assessment experiment in the UBL campus area that the total score obtained was 3,035 points. The highest score of 690 points was obtained from the ED indicator, while the lowest score with 310 points was obtained from the WR indicator. The results of this study can be used as a reference for the implementation of the principles of sustainable development at UBL as a preparation for implementing the UI GreenMetric standard
ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH DAUN NANAS DENGAN PENGUJIAN KUAT TARIK BELAH BETON
Beton merupakan bahan yang banyak digunakan dan menjadi unsur utama pada bangunan. Waktu normal yang diperlukan beton untuk mencapai 100% kekuatan maksimumnya adalah 28 hari, sedangkan pembebanan dimulai pada umur beton minimal 7 hari dan 14 Hari. Dengan demikian pada penelitian ini di pilih serat dari daun nanas sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Tujuannya adalah untuk megetahui pengaruh kekuatan tarik dari pemakaian serat daun nanas terhadap campuran beton. Variasi penambahan serat daun nanas pada campuran beton adalah kuat tekan 0% beton normal dan kuat tarik 0% (beton normal), 0,6%, 0,9% dan 1,2% dari berat Total keseluruhan Campuran beton dengan ukuran 1,5 cm. Hasil percobaan dalam 14 hari menunjukkan bahwa variasi 0% mendapatkan nilai tekan 12,4575 Mpa, nilai tersebut sudah mendekati standarisasi SNI 14 hari yang di konversikan senilai 12,496 Mpa sedangkan 28 hari maksimalnya adalah 14,1225 Mpa dan sudah mendekati Standart SNI yaitu 14,2 Mpa. Hasil percobaan untuk kuat tarik belah dalam 14 hari menunjukkan bahwa variasi 0% mendapatkan nilai kuat tarik belah yang di konversikan rata-rata senilai 1.535 Mpa, , 0.6% sebesar 1,65 Mpa, 0,9% Sebesar 1,75 Mpa dan 1,2% sebesar 1,985 Mpa. Kenaikan kuat uji tarik belah dari normal ke kuat tarik belah maximum adalah 29,32 % . Sedangkan Hasil percobaan untuk kuat tarik belah dalam 28 hari menunjukkan bahwa variasi 0% mendapatkan nilai kuat tarik belah yang di konversikan rata-rata senilai 2,44 Mpa, , 0.6% sebesar 2,665 Mpa, 0,9% Sebesar 2,7 Mpa dan 1,2% sebesar 3,01 Mpa. Kenaikan kuat uji tarik belah dari normal ke kuat tarik belah maximum adalah 23,36 %. Berdasarkan hasil pengujian yang tertera dia atas baik pada umur 14 hari maupun 28 hari disini menunjukan bahwa semakin besar penambahan serat serat daun nenas maka semakin meningkat kuat tarik belah yang di hasilka
Analisis Aspek dalam Quality In Use ISO 25010 Pada Aplikasi Gojek (Go-Jek)
Jasa transportasi online atau ojol di Indonesia sangat populer dan diminati oleh semua lapisan masyarakat. Salah satunya adalah perusahaan Gojek. Para user dimudahkan dengan pemesanan dan pelayanan menggunakan aplikasi Gojek. Terdapat bermacam-macam fitur di dalam Gojek untuk memenuhi kebutuhan user. Aplikasi tersebut diukur berdasarkan lima faktor di dalam quality in use ISO 25010. Faktor tersebut adalah Effectiveness, Efficiency, Satisfaction, Freedom from risk, dan Context coverage. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk menguji dan mengukur kualitas aplikasi gojek untuk melayani keperluan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian kuantitatif deskriptif sehingga setiap data yang diolah akan dijelaskan lebih lanjut menjawab sesuai dengan fenomena yang ditemukan. Untuk mendapatkan setiap data dan informasi penelitian dilakukan dengan cara kuesioner. Adanya penilaian aplikasi Gojek dari kuisioner yang kami sebarkan diharapkan mampu mengukur kualitas dari aplikasi tersebut. Sehingga perusahaan Gojek dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. Dari hasil pengukuran aplikasi Gojek berdasarkan model Quality in Use pada ISO 25010 secara hasil ialah bagus sekali dengan persentase 17,0 persen dari 20 persen. Dengan hasil itu maka aplikasi Gojek memiliki kualitas yang bagus sekali. Untuk itu dari hasil ini diharapkan mampu menjadi dasar pengembangan serta perbaikan aplikasi gojek supaya mampu mempertahankan kualitasnya.
Kombinasi Metode Analytical Hierarchy Process dan Simple Additive Weighting dalam Penerimaan Karyawan
[id] Proses seleksi penerimaan karyawan, terutama untuk posisi Digital Marketing Specialist, yang saat ini berlangsung, dinilai kurang efisien karena masih mengandalkan metode konvensional dengan pengisian formulir penilaian manual. Hal ini menyebabkan beberapa kendala, termasuk kesalahan dalam penilaian yang disebabkan oleh perhitungan manual dan memerlukan waktu yang lebih lama. Selain itu, belum ada pemahaman tentang alternatif terbaik yang direkomendasikan. Oleh karena itu, sebuah model Sistem Pendukung Keputusan (SPK) telah dikembangkan untuk menciptakan keputusan yang lebih efektif dan efisien dalam proses seleksi. Dalam penelitian ini, terdapat enam kriteria yang digunakan, yaitu penampilan, sikap, ekspresi, pengetahuan pekerjaan, motivasi, dan kepribadian, yang diperoleh dari wawancara dengan calon karyawan di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah SPK yang dapat digunakan untuk menentukan hasil seleksi penerimaan karyawan Digital Marketing Specialist di perusahaan. Metode yang digunakan adalah Analisis Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung bobot kriteria. Selain itu, metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk menentukan peringkat prioritas alternatif karyawan yang terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan terpilih dapat diperoleh dengan mengurutkan nilai alternatif dari yang tertinggi hingga terendah. Adapun saran untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan metode yang berbeda, atau membangun implementasi sistem yang berbasis mobile.[en] The employee selection process, especially for the Digital Marketing Specialist position, which is currently underway, is considered less efficient because it still relies on conventional methods of filling out manual assessment forms. This causes several obstacles, including errors in assessment caused by manual calculations and requiring longer time. Additionally, there is no understanding of the best recommended alternative. Therefore, a Decision Support System (DSS) model has been developed to create more effective and efficient decisions in the selection process. In this research, there are six criteria used, namely appearance, attitude, expression, job knowledge, motivation, and personality, which were obtained from interviews with prospective employees at the company. This research aims to design a SPK that can be used to determine the selection results for hiring Digital Marketing Specialist employees in companies. The method used is Hierarchy Process (AHP) Analysis to calculate the criteria weights. In addition, the Simple Additive Weighting (SAW) method is used to determine the priority ranking of selected employee alternatives. The research results show that selected employees can be obtained by sorting the alternative values from highest to lowest. As for suggestions for further research, different methods could be used, or building a mobile-based system implementation
Pemetaan Desa-desa di Kabupaten Labuhan Batu Utara Menggunakan Leaflet API Berbasis WEB
[id] Pemetaan Desa merupakan elemen penting dalam pengelolaan sumber daya dan perencanaan pembangunan di tingkat lokal. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan Pemetaan Desa menggunakan Leaflet API berbasis web di Kabupaten Labuhan Batu Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data spasial dari berbagai sumber, pengolahan data menggunakan perangkat lunak Geographic Information System (GIS), serta pengembangan antarmuka web menggunakan Leaflet API. Penggunaan Leaflet API memungkinkan informasi spasial tentang setiap desa di Kabupaten Labuhan Batu Utara dapat diakses secara mudah melalui internet. Melalui antarmuka web ini, pengguna dapat mengeksplorasi berbagai informasi penting seperti batas administratif desa, potensi sumber daya alam, dan data demografi. Selain itu, peta interaktif ini juga memberikan kemampuan untuk menampilkan data tambahan seperti infrastruktur, fasilitas publik, dan proyek pembangunan yang sedang berjalan. Hasil dari studi ini akan memberikan manfaat yang signifikan dalam perencanaan pembangunan, pengambilan keputusan, serta pemantauan perkembangan di Kabupaten Labuhan Batu Utara. Pemetaan Desa berbasis web dengan Leaflet API memberikan akses yang lebih mudah dan cepat terhadap informasi geospasial yang relevan, dan dapat menjadi alat yang berharga bagi pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat umum dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.[en] Village mapping is an important element in resource management and development planning at the local level. This study aims to develop Village Mapping using web-based Leaflet API in North Labuhan Batu Regency. The methods used in this research include collecting spatial data from various sources, data processing using Geographic Information System (GIS) software, and developing a web interface using the Leaflet API. Using the Leaflet API allows spatial information about each village in North Labuhan Batu Regency to be easily accessed via the internet. Through this web interface, users can explore various important information such as village administrative boundaries, natural resource potential, and demographic data. In addition, this interactive map also provides the ability to display additional data such as infrastructure, public facilities and ongoing development projects. The results of this study will provide significant benefits in development planning, decision making, and monitoring developments in North Labuhan Batu Regency. Web-based Village Mapping with Leaflet API provides easier and faster access to relevant geospatial information, and can be a valuable tool for local governments, non-governmental organizations, and the general public in efforts to improve the quality of life and sustainable development in the region
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN GUBERNUR LAMPUNG DALAM UPAYA PENEGAKAN SADAR TERTIB ARSIP DI PEMERINTAHAN PROVINSI LAMPUNG
The purpose of this research topic is to find out how the Lampung Provincial Government's efforts in building awareness of orderly archives through the implementation of the Lampung Governor Regulation, what are the obstacles faced by the Lampung Provincial Government in its efforts to enforce orderly archives through the implementation of the Lampung Governor Regulation, and how efforts are made by the Lampung Provincial Library and Archives Office, especially the Archival Development and Supervision Division, in overcoming existing obstacles. The method used in this research is the descriptive analysis method. Data was obtained directly from informants using interview and observation techniques. The results showed that the implementation of the Lampung Governor Regulation on Guidelines for Maintenance of Dynamic Archives and Archival Supervision has been carried out but is not yet optimal. Based on the results of the study, it indicates that communication related to information received by archive managers has not been well received. This is evidenced by the lack of maximum implementation of dynamic archive maintenance in the regional apparatus and the lack of facilities and infrastructure needed to maintain dynamic archives, both active and inactive
ANALISIS EFISIENSI BOILER MENGGUNAKAN METODE KEHILANGAN PANAS (HEAT LOSSES METHOD) - PLTU BUKIT ASAM UNIT PELABUHAN TARAHAN 2X8 MW
Boiler di PLTU Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan 2x8 MW berfungsi sebagai perangkat untuk menghasilkan uap untuk menggerakan turbin dan memutarkan generator listrik dengan membakar bahan bakar fosil dalam tungku pembakaran. Boiler di perusahaan tersebut beroperasi dari tahun 2014 hingga sampai saat ini dan setiap tahunnya sering mengalami penyusutan. Untuk itu dilakukan studi analisa perhitungan efisiensi boiler dengan menggunakan metode kehilangan panas (efficiency by heat loss method). Hal ini bertujuan untuk menetukan semua kerugian panas yang dapat dipertanggungjawabkan dan kredit panas. Kemudian, efisiensi itu sama dengan 100% dikurangi hasil bagi yang dinyatakan dalam persen. Hasil bagi terdiri dari jumlah semua kerugian yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai pembilang, dan panas dalam bahan bakar ditambah kredit panas, sebagai penyebut. Nilai-nilai hasil data diperoleh dengan studi literatur, studi lapangan dan pengolahan data yang di analisa. Berdasarkan dari data dan analisa maka diketahui nilai spesifikasi efisiensi pada boiler sebesar 88%. Dan dari penelitian ini juga, dihasilkan nilai efisiensi boiler dari total kehilangan panas sebesar 79,6%
Sistem Pendukung Keputusan Mengukur Pencemaran Udara di Kabupaten Pringsewu Metode K-Means
Decision Support System for Measuring Air Pollution in Pringsewu Regency using K-Means Method - The negative impact of residual combustion of motor vehicles or carbon dioxide gas on environmental conditions is causing noise and air pollution. This study aims to measure the level of air pollution caused by the residual combustion of motorized vehicles or carbon dioxide gas. The research data is secondary data obtained from DLH (Environmental Service) data for Pringsewu Regency in 2023 by measuring emission and noise tests on each motorized vehicle and comparing them with measurements taken in 2022. The data was analyzed using the K-Means method of nine Districts in Pringsewu Regency. The results of the calculation measuring air pollution in Pringsewu Regency using the K-Means method, obtained 2 clusters of the entire data, namely: cluster A, which is an area where it is polluted while B is not polluted. The meaning of number 1 is to focus on polluted areas and 0 is an unpolluted area. The sub-districts of Sukoharjo, Adiluwih, and Banyumas are not polluted and the sub-districts of Pringsewu, Pagelaran, Pardasuka, Gadingrejo, Ambarawa, and North Pagelaran are already polluted
PERANAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) DALAM PENYUSUNAN KEBIJAKAN DIBIDANG PEMBANGUNAN
The problems in this research are (1) How the Regional Development Planning Agency (Bappeda) Functions in Developing Policies in the Development Sector of Mesuji Regency is one of the issues with this study. (2) What factors limit the Regional Development Planning Agency's (Bappeda) ability to formulate policies for the Mesuji Regency's development sector. This research design uses qualitative research with qualitative descriptive analysis method. The research design intends to describe and qualitatively examine the Role of the Regional Development Planning Agency (Bappeda) in Formulating Policies in the Development Sector of Mesuji Regency. The findings revealed that: (1) The Regional Development Planning Agency's (Bappeda) role in developing policies for the Mesuji Regency's development sector has been carried out in accordance with its role as a formal authority. Strategic decisions, development planning based on the bottom-up principle, namely the process of compiling development plans from the District and Regional Apparatus Organizations (OPD) by taking into account the needs and aspirations that are prioritized, and top-down planning with the principle that the process of formulating development plans in the District and OPD, it needs to synergiz
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Implementasi Pembangunan Zona Integritas (Studi Kasus pada Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penataan Manajemen dan Sumber Daya Manusia dalam Pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bandung dan Apa faktor pendukung dan penghambat Penataan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam pembangunan Zona integritas sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi Republik Indonesia No.52 Tahun 2014. Berdasarkan hasil penelitian melalui pendekatan kualitatif deskriptif berupa observasi dan wawancara mendalam, bahwa upaya meningkatkan Kualitas manajemen sumber daya manusia dalam upaya pembangunan zona integritas yang dilaksanakan oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung sudah cukup baik dalam perencanaan kebutuhan pegawai yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, pola mutasi internal, penataan kinerja individu, penegakan aturan disiplin/ kode etik/ kode perilaku, sistem informasi kepegawaian, untuk Pengembangan pegawai berbasis kompetensi yang belum dapat berjalan secara optimal dengan melihat faktor yang menjadi penghambat diharapkan akan dapat berjalan dengan optimal sehingga Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung dapat memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani