E-Journal Universitas Asahan
Not a member yet
3049 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI HAK-HAK NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B TANJUNGBALAI
Narapidana merupakan orang menjalani proses penahanan sebagai konsekuensi dari penerapan hukum dan putusan pengadilan untuk ditahan di lembaga permsayarakatan sesuai dengan tindak pidana yang diterapkan kepadanya. Disamping sebagai narapidana, narapidana merupakan subjek hukum yang memiliki hak-hak sebagai manusia, hak-hak sebagai narapidana perlu untuk diterapkan berdasarkan prinsip nondiskriminasi dan kemanusiaan. Pelaksanaan Hak-hak narapidana juga perlu dilaksanakan dalam proses masa tahanan sebagaimana Pasal 9 Undang-Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Tujuan penelitian ini bermaksud untuk mengetahui Implementasi Hak-Hak Narapidana Di Lapas Kelas II B Tanjungbalai dan Untuk mengetahui Dampak Implementasi Hak-Hak Narapidana di lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjungbalai. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris dimaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian tentang perilaku, persepsi dan tindakan. Untuk melengkapi data-data dalam penelitian ini, lokasi penelitian yang dituju ialah Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjungbalai sebagai pencarian data dalam menjawab permasalahan implementasi hak-hak narapidana di Lapas Kelas II B Tanjungbalai. Penelitian menujukan pelaksanaan hak-hak narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjungbalai telah menerapkan hak-hak kepada narapidana sesuai dengan Pasal 9 UU Pemasyarakatan dan hak-hak lain, berdasarkan hasil wawancara bahwa fakta di lapangan, kebanyakan warga binaan, tahanan atau napi yang membayar lebih banyak mendapatkan hak remisi, asimilasi, cuti, dan lainnya bahwa hal tersebut akan berdampak melanggar asas-asas dalam UU Pemasyarakatan. Dampak impelemntasi hak-hak narapidana di lembaga pemasyarkatan Kelas II B Tanjungbalai dikatakan efektif, karena telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penulis memastikan bahwa Lapas Kelas II B Tanjung Balai telah menjalankan peran dan fungsinya dengan baik sesuai Undang-Undang dan Hak Asasi Manusia.Kata Kunci : Hak Asasi Manusia, Lembaga Pemasyarakatan, Narapidan
SOSIALISASI PENYUSUNAN PERATURAN DESA TAHUN 2023
The Community Service Activity (PKM) entitled "Socialization of the Preparation of Village Regulations in 2023" aims to improve the understanding and skills of village officials and community leaders in the preparation of Village Regulations (Perdes) in accordance with legal provisions. The Perdes functions as a legal instrument in regulating development, community empowerment, and village potential management, so its preparation must be based on democratic, transparent, participatory, and accountable principles. The method of activity includes the delivery of material on the legal basis for the preparation of the Village Regulation, technical stages ranging from the identification of legal needs to ratification, as well as interactive discussions and simulations of drafting preparation. The results of the activity showed a significant increase in participants\u27 understanding of the mechanism for drafting Perdes, as well as awareness of the importance of community participation in the village policy formulation process. This activity is expected to be the first step in building quality village governance by prioritizing the principles of good governance, so as to be able to realize an independent, advanced, and prosperous village.
Keyword: Village Governance, Community Participation, Village Governanc
PENGARUH SELF EFFICACY, KEMAMPUAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL PEGAWAI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA KOTA TANJUNGBALAI
                             AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Komunikasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Pegawai Pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungbalai. Jumlah sampel sebanyak 45 responden dengan menggunakan sampel jenuh, teknik yang digunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil perhitungan uji simultan maka diperoleh dengan nilai fhitung sebesar (22,985) dibandingkan nilai Ftabel 3,22 atau Fhitung> Ftabel, dan sig (0,000) < 5% (0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa hasil penelitian H1 diterima dan H0 ditolak. Maka dapat dikatakan bahwa komunikasi (X1) dan lingkungan kerja (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai (Y). Sedangkan nilai thitung variabel komunikasi (X1) sebesar (3,154) > ttabel (2,01), dengan nilai signifikan untuk 0,003 < alpha 0,05. Dapat disimpulkan H2 diterima dan H0 ditolak. Maka secara parsial komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja. Sedangkan nilai thitung variabel lingkungan kerja (X2) sebesar (3,791) > ttabel (2,01), dengan nilai signifikan untuk 0,000 < alpha 0,05. Dapat disimpulkan H2 diterima dan H0 ditolak. Maka secara parsial variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja. Koefesien determinasi dalam penelitian ini adalah Adjusted R Squer dengan nilai sebesar 0,500 atau sebesar 50%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel semangat kerja dapat dijelaskan oleh variabel komunikasi dan lingkungan kerja sebesar 50% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak di teliti didalam model penelitian ini. Kata Kunci : Self Efficacy, Kemampuan Kerja Budaya Organisasi dan komitmen organisasiona
SOSIALISASI PROGRAM PENGEMASAN DAN PEMASARAN PRODUK ONLINE UMKM DESA SENGON SARI
Pengabdian ini bertujuan agar masyarakat dapat membuka usaha online secara mandiri melalui handpone yang digunakan masyarakat, sehingga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Selain itu program ini memberikan keterampilan kepada masyarakat berupa pelatihan pengemasan produk. Metode yang di gunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang strategi pengemasan produk dan  penjualan online secara masal sehingga masyarakat mendapatkan konsumen di berbagai daerah sehingga produk yang di kembangkan masyarakat dapat terjual di berbagai daerah. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Desa Sengon sari Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan. Peserta yng mengikutin kegiata ini terdiri dari 20 masyarakat yang memiliki usaha UMKM. Hasil yang di dapat dari kegiatan ini masyarakat mempunyai keterampilan dalam pengemasan dan pemasaran produk secara online di median sosial yang sedang berkembang saat ini. Kata Kunci: Pengemasan, Penjualan Online, UMK
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI PEMERINTAHAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
ABSTRAKPengaruh Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja Pegawai di Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja serta hubungan antar indikatornya. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil di 4 OPD Kabupaten Kepualauan Selayar yang berjumlah 316 responden. Kemudian diambil sampel secara proportionated random sampling berjumlah 160 responden berdasarkan perhitungan proporsi populasi dari 4 OPD tersebut. Jenis data penelitian ini adalah data sekunder yakni data yang telah diperoleh sebelumnya untuk dikonstruksi dan dianalisis lebih lanjut. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis structural equation modeling (SEM) yang terdiri atas uji validitas kovergen, diskriminan, AVE, dan uji hipotesis melalui hasil analisis path coefficient. Jumlah indikator dari setiap variabel sama besar yaitu 12 indikator. Hasil uji validitas konvergen dan diskriminan menunjukkan telah memenuhi untuk seluruh item yang diuji berdasarkan nilai loading factor dan cross loading. Nilai Average Variance Extracted (AVE) kepemimpinan adalah 0,569 dan motivasi kerja adalah 0,525 yang berarti ukuran validitas terpenuhi. Nilai alpha cronbach kepemimpinan 0,931 dan motivasi kerja 0,877 semua variabel lebih besar dari 0,7 sehingga menunjukkan ukuran reliabilitas data juga terpenuhi. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja dengan nilai p-value = 0,000 < 0,05 dan tstatistics = 18,72. Nilai path coefficient adalah 0,73 yang berarti persentase pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja sebesar 73%Â Kata Kunci : Kepemimpinan, Motivasi Kerja, SE
PENDAMPINGAN TATA KELOLA BISNIS MELALUI DIGITAL MARKETING PADA UMK DI DESA MANIS KECAMATAN PULAU RAKYAT KABUPATEN ASAHAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan untuk masyarakat terkhusus untuk para pelaku bisnis rumahan atau UMK dan pihak terkait lainnya di Desa Manis Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi maupun pelatihan tentang pentingnya upaya peningkatan pengelolaan bisnis UMK kepada para pelaku bisnis rumahan yang ada di Desa Manis Pulau Rakyat. Dalam pelaksanaannya pelaku UMK harus memiliki manajemen yang dimana dalam prosesnya terdapat suatu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan agar UMK yang dijalankan menghasilkan produk terbaik sehingga mendapatkan profit/ keuntungan yang maksimal. Untuk itu kegiatan pengabdian ini memiliki point penting utama yaitu pendampingan dan pelatihan bisnis rumahan (UMK), pendampingan digital marketing melalui pembuatan akun google maps. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berisi tentang kemajuan pelaksanaan pengabdian, data- data yang diperoleh, serta analisis yang telah dilakukan dalam kegiatan pengabdian. Kata Kunci: Tata Kelola, Digital Marketing, UM
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT EDUKASI PENDIDIKAN TINGGI UNTUK MENINGKATKAN PEMBANGUNAN MANUSIA
Dalam pelaksanaan praktek lapangan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi kepada masyarakat yang terintegrasi untuk mengenal pendidikan tinggi dan dunia pendidikan. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat inidilakukan Mahasiswa/I didesa Aek Loba, Kec.Aek Kuasan untuk mengetahui segala potensi-potensi yang ada di desa tersebut, khususnya tingkat pendidikan yang ada agar Mahasiswa/I dan pihak-pihak yang berpengaruh didesa tersebut dapat membantu mengembangkan potensi pendidikan untuk membangun desa.Kata Kunci : Pengabdian, Pendidikan Tinggi, Pembangunan Des
SOSIALISASI DAN PENCEGAHAN PENYIMPANGAN SOSIAL PADA REMAJA DI DESA PUNGGULAN, KECAMATAN AIR JOMAN KAB ASAHAN: STUDI KASUS IMPLEMENTASI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ABSTRAKJurnal ini membahas pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Punggulan, Kecamatan  Air Joman, yang bertujuan untuk mencegah penyimpangan sosial pada remaja. Program ini menggunakan sosialisasi dan penyuluhan sebagai metode utama, dengan fokus pada menghindari pengaruh negatif teman sebaya dan mendorong keterlibatan dalam kegiatan positif. Hasil dari program ini adalah peningkatan pemahaman remaja tentang risiko penyimpangan sosial, serta penekanan pada peran penting orang tua dalam mengatasi penyimpangan sosial pada remaja. Faktor-faktor pendorong kenakalan remaja di desa ini juga dikaji, termasuk konflik keluarga, lingkungan pergaulan, dan pengaruh tren perkembangan zaman. Studi ini menggaris bawahi pentingnya pendekatan sosial dan peran aktif orang tua dalam mencegah penyimpangan sosial pada remaja.Kata Kunci : Penyimpangan Sosial, Remaja ABSTRACKThis journal discusses the implementation of a community service program in Punggulan Village, Air Joman District, aimed at preventing social deviance among teenagers. This program utilizes socialization and counseling as its primary methods, with a focus on avoiding negative peer influences and encouraging engagement in positive activities. The results of this program include an improved understanding among teenagers about the risks of social deviance, as well as an emphasis on the crucial role of parents in addressing social deviance among teenagers. Factors driving adolescent delinquency in this village are also examined, including family conflicts, peer group environments, and the influence of contemporary trends. This study underscores the importance of a social approach and the active involvement of parents in preventing social deviance among teenagers.Keywords: Social Deviance, Teenager
PENGARUH PARKING BADAN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN ( STUDI KASUS: DEPAN PUSAT PERBELANJAAN SWALAYAN ATLANTA)
Parkir merupakan salah satu fenomena di Indonesia yang dapat mempengaruh pergerakan kendaraan dimana saat intensitas kendaraan sangat tinggi. Intensitas kendaraan tinggi akan menghambat pergerakan kendaraan terutama area parkir. Masalah kemacetan juga dapat terjadi akibat aktifitas kendaraan yang melakukan parkir pada badan jalan (On street parking) . Masalah kemacetan ini dapat kita jumpai di Swalayan atau pusat perbelanjaan, Sekolah, Perkantoran, dll. Berdasarkan penelitian diatas saya melalukan penelitian mengenai Pengaruh Parking Badan Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan Pusat Perbelanjaan Swalayan Atlanta. Pusat perbelanjaan Swalayan Atlanta memiliki fasilitas parkir yang hanya mengandalkan teras depan pusat perbelanjaan untuk parkir, masalah yang sering terjadi di depan pusat perbelanjaan Swalayan Atlanta adalah banyaknya konsumen yang berbelanja sehingga kendaraan yang cukup banyak untuk parkir tidak cukup untuk di parkirkan di depan teras pusat perbelanjaan sehingga badan jalan juga digunakan untuk parkir yang membuat ruas jalan tersebut menjadi sempit dan menimbulkan kemacetan di jalan, Pada penelitian ini penulis akan melakukan penelitian tentang Pengaruh Parkir Badan Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan Di Depan Pusat Perbelanjaan Swalayan Atlanta dengan melihat kapasitas jalan, volume, dan arus jalan. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari dengan 3 waktu tertentu (07.30- 08.00 wib, 16.00-17.00 wib, 17.00-18.00 wi
ANALISIS YURIDIS PEMASUNGAN TERHADAP PENDERITA GANGGUAN JIWA
Pemasungan kepada orang yang memiliki gangguan mental telah banyak dilakukan oleh keluarga penderita, dengan banyaknya kasus pemasungan yang melanggar hak dasar manusia, dalam hal ini medapatkan respon dari pemerintah dan juga dunia internasional agar segera diatasi. Penelitian ini memiliki suatu pencapaian dan tujuan agar dapat memecahkan masalah dan memberikan sarana masukan kepada setiap penelitia agar dapat menjadi bahan masukan. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban hukum terhadap tindakan pemasungan kepada orang yang memiliki gangguan jiwa dan upaya-upaya penanganan orang dengan gangguan kejiwaan sesuai dengan hukum positif yang ada di  Indonesia. riset dalam hukum normatif suatu tipe penelitian yang akan membawa penulis dan peneliti kedalam suatu skema yang logis dalam penelitian sehingga pada penelitian ini lebih ditekankan kepada kepustakaan untuk belajar dan menyelidiki suatu permasalahan. Pendekatan hukum untuk penelitian menyoroti aturan hukum sebagai sumber utama informasi hukum saat melakukan penelitian. Metode undang-undang biasanya digunakan untuk menyelidiki undang-undang dan peraturan yang, bahkan setelah dinormalisasi, tetap memiliki kekurangan atau bahkan mendorong anomali, baik pada tingkat teknis atau dalam hal bagaimana mereka dipraktikkan di dunia nyata. Bahan untuk penelitian dapat dijadikan suatu sumber yang utama karena dalam menyelesaikan suatu permasalahan dibutuhkan data yang akurat untuk dapat menyelesaikannya, oleh karena itu pada pelaksanaan yang hendak dihadapi. Pengumpulan data dan sumber bahan hukum sangat erat hubungannya karena melalui pendataan dapat diperoleh bahan hukum yang diperlukan untuk pemeriksaan selanjutnya sesuai dengan kehendak yang dimaksudkan.. Dikabupaten Asahan terdapat sejumlah kasus pemasungan dilakukan kepada gangguan jiwa, upaya agar dapat mencegah pemasungan kepada orang dengan gangguan jiwa merupakan kewenangan dari Dinas Kesehatan dalam pengobatan, serta dinas sosial dalam melakukan pengantaran kepanti rehabilitasi untuk mendapat pelayanan kesehatan dan pengobatan dalam pemulihan penderita untuk memulihkan trauma dan penyembuhannya