E-Journal Universitas Asahan
Not a member yet
3049 research outputs found
Sort by
TINJAUAN HUKUM TERHADAP PENERAPAN DIVERSI DALAM PENANGANAN PERKARA TRANSAKSI PIDANA NARKOTIKA DI PERAIRAN KOTA TANJUNGBALAI
Diversi ialah alternatif di dasar bermacam kesepakatan hukum internasional yang mana dirativikasi dari Konvensi Hak Anak ke dalam UU nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, khususnya untuk permasalahan anak, Diversi merupakan pemindahan pelaku tindak pidana, semacam penyalahgunaan narkoba, dari proses peradilan ke proses sosial. Pergantian ini bisa dicoba dengan bermacam pertimbangan dari majelis hukum pengasuhan anak yang dititipkan kepada orang tua, Dinas Sosial serta pemerintah. Kedudukan Penyidik Polres Tanjungbalai Kota dalam Proses Diversi Polres Tanjungbalai merupakan selaku fasilitator yang melaksanakan diversi terhadap tindak pidana yang dicoba oleh pelaku anak dengan tujuan untuk menggapai keadilan restoratif, ialah sesuatu proses dimana seluruh pihak yang berkepentingan dengan pelanggaran tertentu menuntaskan akibat yang ditimbulkan. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui peranan kantor Polres Kota Tanjungbalai dalam proses penerapan diversi dalam penanganan perkara transaksi pidana narkotika di perairan Kota Tanjungbalai serta bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi oleh kantor Polres Kota Tanjungbalai dalam proses penerapan diversi dalam penanganan perkara transaksi pidana narkotika di perairan Kota Tanjungbalai. Dalam hal ini apabila dapat dimungkinkan bahwa penerapan diversi dalam penyelesaian perkara pidana, selain perkara pidana yang melibatkan anak, maka ada kesan bahwa dari gambaran mengenai prosedur dan tata cara diversi di dapati adanya kendala, hal ini dapat dijumpai pada Pasal 7 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang dirumuskan bahwa pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara anak di Pengadilan Negara, wajib diupayakan diversi, sehingga apabila ketentuan ini dapat dibaca sepintas lalu, maka upaya hukum diversi sejatinya dapat dipergunakan, sekalipun tidak wajib. Hambatan yang dialami Polres Tanjungbalai Kota dalam proses penerapan diversi dalam penindakan permasalahan tindak pidana transaksi narkotika di perairan Kota Tanjungbalai disebabkan apabila salah satu korban ataupun keluarga korban tidak muncul di hari yang diresmikan oleh penyidikPolres Tanjungbalai Kota.Â
STRATEGI PENYELIDIKAN POLRES DALAM MENINDAK KEJAHATAN PENCURIAN SEPEDA MOTOR DI KABUPATEN BATUBARA
Pencurian yang telah memenuhi perumusan Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yaitu mengambil sesuatu barang berwujud maupun tidak berwujud yang  sama sekali atau sebahagian termasuk kepunyaan orang lain, yang dilakukan dengan sengaja dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak, Tujuan Penulisan ini adalah untuk mengetahui dan memahami peran polisi batu bara dalam pencurian motor negara di batu bara serta memahami hambatan yang dihadapi dalam penyelidikan polisi Batubara terhadap kasus pencurian sepeda motor di Batubara. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan empiris untuk menganalisis hukum yang dipahami sebagai perilaku sosial dan dimodelkan oleh kehidupan manusia, selalu interaktif dan terkait dengan sifat sosial dimungkinkan untuk menafsirkan ketentuan terkait berikut ini dengan menggunakan metode deduktif. Pendekatan induktif memungkinkan informasi yang diambil dari temuan penelitian lapangan untuk menarik kesimpulan umum. Adapun hasil  penelitian ini bukti dan saksi yang cukup untuk menyelidiki kejahatan, mengungkap kejahatan yang dipublikasikan, dan mengajukan pengaduan kepada jaksa tentang orang yang melakukan kejahatan pencurian kendaraan. Peran detektif dibagi menjadi dua: investigasi dan investigasi. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat terjadi dikarenakan faktor internal dan faktor eksternal.Kata Kunci : Kepolisian; Penyelidikan; Pencurian
PELATIHAN BAHASA INGGRIS BAGI PKK DESA BUNUT SEBERANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pemahaman bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Hal ini penting karena bahasa Inggris merupakan bahasa pertukaran bagi banyak individu dari berbagai negara dan latar belakang (Posumah & F.L.Damopolii, 2021). Diperlukan lebih banyak waktu untuk mempelajari kata-kata dalam Bahasa tersebut, terutama kata-kata Bahasa Inggris. Sepuluh kata unsur bahasa tersebut di atas harus dapat dibahas dan dipelajari sebagai satu kesatuan (Rudianto & Simanjuntak, 2020). Dalam pembelajaran pembelajaran bahasa Inggris, penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari bahasa tersebut. Karena bahasa merupakan alat komunikasi, salah satu cara terbaik untuk mempelajari suatu bahasa adalah dengan menggunakannya baik dalam konteks formal maupun informal, baik melalui ucapan maupun tulisan (Rudianto & Simanjuntak, 2020). Dalam pembelajaran pembelajaran bahasa inggris, menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari bahasa. Karena bahasa merupakan alat komunikasi, salah satu cara terbaik untuk mempelajari suatu bahasa adalah dengan menggunakannya dalam konteks formal dan informal, baik melalui berbicara dengan suara keras atau melalui tulisan (Rudianto & Simanjuntak, 2020). Kemampuan berbahasa Inggris dengan lancar tidak hanya dimiliki oleh para profesional saja; pelajar di pendidikan umum atau sekolah militer juga memerlukannya, begitu pula ibu-ibu PKK Bunut Seberang. Oleh karena itu, dimaksudkan untuk membantu meningkatkan kemampuan pembelajar bahasa Inggris di kalangan orang tua PKK dan masyarakat umum dalam bentuk pengajaran bahasa Inggris lisan. Kata kunci: Bahasa Inggris, PKK, Pelatihan, Orangtu
METODE JARILIPAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dasar matematika siswa di SDN 010246 Banjar melalui pengabdian masyarakat dengan menerapkan metode JARILIPAN. Metode ini merupakan inovasi pembelajaran matematika yang menggabungkan Jarimatika dan Perkalian Jepang, memberikan pendekatan yang inovatif dan menarik bagi siswa dalam pembelajaran matematika dasar. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan melibatkan siswa kelas SDN 010246 Banjar sebagai subjek penelitian. Metode JARILIPAN diterapkan dalam konteks kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan pembelajaran tambahan di luar jam pelajaran reguler. Fokusnya adalah pada materi-materi matematika dasar yang dianggap sulit bagi siswa. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pemahaman konsep dasar matematika siswa. Melalui metode JARILIPAN, siswa tidak hanya meningkatkan penguasaan konsep matematika, tetapi juga menunjukkan peningkatan minat dan motivasi dalam belajar. Hasil ini menciptakan dasar yang kuat untuk penerapan metode JARILIPAN sebagai pendekatan pembelajaran yang bermanfaat di tingkat sekolah dasar. Pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif terhadap pendidikan matematika di SDN 010246 Banjar. Kata Kunci : Pembelajaran interaktif, Metode JARILIPA
PELATIHAN PENINGKATAN BAHASA INGGRIS APARAT DESA BUNUT SEBERANG KECAMATAN PULO BANDRING KABUPATEN ASAHAN
Tidak hanya anak-anak di sekolah yang membutuhkan kemahiran bahasa Inggris, tetapi juga anggota staf desa.Karena perluasan pengetahuan dan jaringan, perangkat desa harus mahir dalam teknologi dan dapat berbicara bahasa Inggris dasar untuk komunikasi sehari-hari.Untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh perangkat desa, pembinaan bahasa Inggris diperlukan. Dua puluh orang dari desa Bunut Seberang mengikuti pelatihan ini, yang berlangsung selama satu bulan. Setelah satu bulan, mereka mampu berbicara sederhana dalam bahasa Inggris. Peserta sangat antusias dan aktif dalam kegiatan. Kata kunci: apparat desa, pelatihan Bahasa inggris, Bunut Seberan
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DI SDN 010246 BANJAR
Dalam proses pelaksanaan pembelajaran, sudah menjadi tugas para pendidik untuk memberikan proses pembelajaran yang efektif. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan model pembelajaran berbasis teknologi di era digital saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 010246 Desa Banjar. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini berupa sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru di Indonesia menciptakan, mengembangkan dan mengimplementasikan media pembelajaran berbasis teknologi. Pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan guru tentang prosedur pengembangan pembelajaran berbasis teknologi. Desiminasi penelitian ini adalah guru-guru yang ada di SDN 010246 Desa Banjar. Dengan model pembelajaran berbasis teknologi yang efektif dan efesien dapat menarik dan merangsang daya kreaktivitas siswa untuk meningkatkan proses pembelajaran di sekolah pada era digital saat ini. Hasil penelitian ini menemukan bahwa model pembelajaran berbasis teknologi ini dapat meningkatkan kualitas kemampuan siswa. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dilaksanakannya pelatihan penerapan media pembelajaran berbasis teknologi menggunakan multimedia interaktif. Kegiatan pelatihan ini terdiri dari tahapan sebagai berikut: 1) survey lapangan (mitra); 2) Koordinasi dengan kepalasekolahdanguru;3)SosialisasiProgram;4)PelaksanaanProgram;dan5)Evaluasikegiatan. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Teknolog
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN UMKM DAN PELATIHAN PENGEMASAN PRODUK SERTA DIGITAL MARKETING DI DESA BUNUT SEBERANG KECAMATAN PULO BANDRING KABUPATEN ASAHAN
Peningkatan potensi dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menjadi fokus strategis dalam pengembangan ekonomi di Desa Bunut Seberang, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan. Metode penelitian yang di gunakan dengan metode Assets Bassed Community Development (ABCD), yakni pendekatan dengan metode pengembangan masyarakat yang menekankan pada segala potensi yang di miliki oleh masyarakat itu sendiri. Inovasi kemasan produk dan penerapan digital marketing dapat membantu meningkatkan daya saing dan keberhasilan pemasaran produk UMKM. Pendampingan dan pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat iklim usaha di tingkat lokal. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari pemerintah, lembaga terkait, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kesinambungan dan perluasan program ini guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan UMKM di Desa Bunut Sebrang dan sekitarnya. Kata kunci: UMKM, Pengemasan produk, digital marketin
UPAYA PENCEGAHAN TINDAK PIDANA CYBER BULLYING OLEH PELAJAR MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH 2 KISARAN
The phenomenon of cyber bullying among students has become one of the most concerning negative impacts of rapid technological development. Acts of digital harassment such as insults, slander, and defamation through social media may cause serious consequences in psychological, social, and legal aspects. This study discusses the prevention efforts of cyber bullying carried out by students at Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2 Kisaran. The findings indicate that prevention is carried out through several strategic measures, including moral and Islamic values education, improving digital literacy, enforcing strict school regulations, legal counseling related to the Electronic Information and Transactions Law, and collaboration with parents in monitoring gadget use. These efforts are further strengthened by character building through religious activities and student organizations. With this comprehensive approach, the madrasah has succeeded in creating a safe, healthy, and character-based learning environment, while reducing the potential occurrence of cyber bullying among students.
Keyword: Socialization, Women’s Empowerment, Village Development, Participation, Inclusivenes
PENINGKATAN PEMAHAMAN HUKUM TENTANG PENYELESAIAN SENGKETA LINGKUNGAN HIDUP MELALUI JALUR LUAR PENGADILAN PADA MASYARAKAT DESA TOMUAN HOLBUNG KECAMATAN BANDAR PASIR MANDOGE
The legal counseling program in Tomuan Holbung Village, Bandar Pasir Mandoge Subdistrict, was carried out as part of the university’s Tri Dharma commitment to enhance community understanding of non-litigation environmental dispute resolution. Field observations revealed key issues, including limited legal awareness, absence of local conflict resolution forums, restricted access to information, and lack of active roles from village officials and community leaders. Through lectures, case studies, and mediation simulations, the program succeeded in raising legal awareness, encouraging multi-stakeholder participation, and opening opportunities for community-based mechanisms in resolving environmental conflicts.
Keyword: Environmental Disputes, Legal Awareness, Non-Litigation Resolution, Community Empowerment, Mediatio
PENGARUH KESIAPAN BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS EKONOMI DI KELAS VII SMP NEGERI 4 SINJAI KABUPATEN SINJAI
ABSTRAKPengaruh kesiapan belajar dengan hasil belajar IPS Ekonomi siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Sinjai Kabupaten Sinjai. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini ada 2 yaitu kesiapan belajar sebagai variabel X dan hasil belajar IPS Ekonomi siswa sebagai variabel Y.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kesiapan belajar siswa berada pada kategori tinggi yaitu 23 orang (74,19%) dengan skor tertinggi 79 dan skor terendah 56, skor rata-rata 71,52 dan standar deviasi 0,92. Sedangkan variabel hasil belajar siswa berada dalam kategori sangat tinggi yaitu 26 orang (83,88%) dengan skor tertinggi 90, skor terendah 65, skor rata-rata 81,45 dan standar deviasi 1,02.Hasil analisis pengujian data pada uji normalitas diperoleh populasi yang berdistribusi normal. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kesiapan belajar dengan hasil belajar IPS Ekonomi siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Sinjai Kabupaten Sinjai dimana taraf signifikan α = 0,05 dengan   = 0,82 dan thitung=7,73 sedangkan ttabel=t(0,05)(29)=2,045, karena thitung > ttabel. Sehingga dapat diindikasikan bahwa pengaruh kesiapan belajar dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPS Ekonomi siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Sinjai Kabupaten Sinjai sebesar 74,19 %.Kata Kunci : Kesiapan Belajar, Hasil Belaja