E-Journal Universitas Asahan
Not a member yet
3049 research outputs found
Sort by
SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA BAGAN ASAHAN KECAMATAN TANJUNG BALAI (Socio-Economic Community In Bagan Asahan Village, Tanjung Balai District)
Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai adalah salah satu daerah pesisir di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara. Sebanyak 69.73% penduduknya bekerja sebagai nelayan. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui banyak anggota keluarga nelayan yang tidak menempuh pendidikan tingkat atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi social ekonomi masyarakat pesisir di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung balai Provinsi Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara kemudian melakukan dokumentasi untuk mengambil gambar dilapangan. Kehidupan masyarakat Desa Bagan Asahan bergantung kepada mata pencaharian nelayan, karena mayoritas penduduk tersebut bekerja sebagai nelayan. Meningkatnya kelangkaan sumber daya perikanan di sekitar wilayah pesisir, disertai dengan kerusakan ekosistem laut dan pesisir, telah menjadi permasalahan utama bagi para nelayan. Selain itu, keterbatasan kualitas dan kapasitas teknologi penangkapan juga menjadi kendala dalam usaha mereka untuk mendapatkan hasil tangkapan yang memadai. Di samping itu, rendahnya kualitas sumber daya manusia di bidang perikanan, terutama pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan, menjadi hambatan serius bagi pengembangan sector perikanan di desa tersebut. Ketimpangan akses terhadap sumberdaya perikanan, baik dari segi distribusi maupun penggunaannya, juga menjadi masalah yang perlu ditangani secara menyeluruh agar setiap nelayan memiliki kesempatan yang adil dalam memanfaatkan sumberdaya tersebut. Kata Kunci: Nelayan, Pendidikan, Perikanan, Sumber daya manusi
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL) BERBANTUAN APLIKASI PLOTAGON
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) berbantuan aplikasi plotagon. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan partisipan siswa kelas V di SD N 010246 Banjar. Penelitian dilakukan dalam beberapa siklus, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes awal, tindakan pembelajaran PBL dengan Plotagon, dan tes akhir. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa siswa sekolah dasar kelas V memiliki hasil belajar matematika yang lebih baik. Peningkatan angka ketuntasan belajar siswa antara sebelum dan sesudah siklus sebesar 26,31% merupakan buktinya. Sementara itu, terjadi peningkatan angka ketuntasan belajar siswa antara siklus I dan II sebesar 15,79 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatanhasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) berbantuan aplikasi plotagon. Kata Kunci : Problem Based Learning, Plotago
PENERAPAN SANKSI BAGI ANGGOTA TNI PELAKU KEJAHATAN DITINJAU DARI PERATURAN BERLAKU
Setiap kegiatan atau tindakan anggota TNI yang melanggar hukum, ketertiban, dan wewenang serta menimbulkan keresahan masyarakat akan langsung dikenakan sanksi. Apabila suatu perkara pidana tidak segera diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku, sangat merugikan korban, pelaku (dalam hal ini anggota TNI sendiri) dan satuan pada umumnya yang mengembangkan personel.Kejahatan adalah tindak pidana yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan, serta ancaman (hukuman) berupa kejahatan tertentu terhadap orang yang melanggar larangan tersebut.Hukum Indonesia menyatakan bahwa tidak ada warga negara yang kebal dari hukum, bahkan jika kejahatan itu dilakukan oleh warga negara atau anggota TNI.Setiap anggota TNI harus memiliki sikap disiplin dan mengemban tugas menjadi panutan bagi masyarakat sekitar, namun TNI juga manusia biasa yang terkadang bisa melakukan tindakan pribadi yang tercela dan tercela. Setiap kegiatan atau tindakan anggota TNI yang melanggar hukum, ketertiban, dan wewenang serta menimbulkan keresahan masyarakat akan langsung dikenakan sanksi. Apabila suatu perkara pidana tidak segera diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku, sangat merugikan korban, pelaku (dalam hal ini anggota TNI sendiri) dan satuan pada umumnya yang mengembangkan personel.Kejahatan adalah tindak pidana yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan, serta ancaman (hukuman) berupa kejahatan tertentu terhadap orang yang melanggar larangan tersebut. Untuk berbicara tentang kejahatan, unsur-unsur berikut harus ada: 1.Tujuan. 2. Kesalahan (trick or error). 3. Melanggar hukum s. 4. Perbuatan yang dilarang atau wajib yang diancam dengan pidana. 5. Unsur objektif lainnya, seperti waktu, tempat dan keadaan. Sanksi pidana adalah konflik rasa sakit yang dijatuhkan oleh negara kepada terpidana. Kata Kunci : Penerapan, Sanksi, Anggota, TNI
TINGKAT KEBERHASILAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT ACTINOMYCETES DARI RIZHOSFER MANGROVE Rhizopora mucronata TERHADAP RESISTENSI BAKTERI Eschericia coli
Mangrove termasuk ekosistem interfase antara lingkungan pantai dan darat yang unik dan kaya hayati yang membentuk komunitas dengan istilah hutan mangrove atau hutan bakau. Struktur kimia yang amat kompleks ini diduga mikroorganisme di ekosistem mangrove mampu menghasilkan senyawa yang dapat menjadi sintesis obat baru bagi bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotic diduga mamiliki potensi sebagai antibiotik yang resisten. Oleh karena itu, untuk menanggulangi suatu infeksi penyakit perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada Actinomycetes. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu preparasi sampel, isolasi, karakterisasi morfologi koloni bakteri, purifikasi, saving bakteri, uji antibakteri, pewarnaan gram dan uji biokimia. Hasil uji antibakteri terhadap Actinomycetes menggunakan bakteri patogen E.coli menggunakan metode Agar Well Difussion. Hasil pengujian diperoleh bahwa 6 isolat Actinomycetes mampu menghambat bakteri E.coli karena ditemukan zona bening disekitar isolat. Hasil uji pewarnaan gram diperoleh 6 isolat bersifat bersifat positif, sedangkan uji biokimia menggunakan 2 jenis uji yaitu uji katalase dan uji KOH 3%. Hasil uji katalase diperoleh 2 isolat positif, sedangkan uji KOH3% diperoleh hasil 6 isolat positif. Kata kunci: Actinomycetes. Rizhosfer, Agar Well Difussio
HUBUNGAN UMUR PERUSAHAAN DAN KINERJA YANG DIHASILKAN, SERTA TATA KELOLA PERUSAHAAN SEBAGAI EFEK MODERASI
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui efek dari umur perusahaan pada kinerja perusahaan yang diukur melalui kinerja keuangan dan kinerja lingkungan, dan efek moderasi Sistem Pengendalian Manajemen melalui praktek Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG). Peneliti menggunakan model Kerangka Kerja Analitik untuk menguji efek Moderator berdasarkan Kerangka dari Ciri Moderator sebagai Variabel. Data dari penelitian menggunakan Laporan Tahunan dan Laporan berkelanjutan dari 31 BUMN dan 59 Perusahaan Swasta di Indonesia selama tahun 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh hubungan yang signifikan antara Umur Perusahaan baik dengan Kinerja Keuangan maupun Kinerja Lingkungan, serta GCG tidak mampu memoderasi atas hubungan tersebut. Hasil bukti empiris ini menunjukkan bahwa penelitian atas umur perusahaan dan kinerja perusahaan masih memberikan hasil-hasil yang berlawanan apabila dilihat dari penelitian yang lain, sehingga penelitian lanjutan sangat disarankan untuk dilakukan. Penelitian tersebut dapat berupa penambahan variabel lain seperti pengaruh dewan direksi yang berhubungan dengan pemilik atau mengganti alat ukur dengan indikator lain seperti mengukur kinerja lingkungan dengan menggunakan indikator ESG yang dapat dilakukan di negara lain. Kata Kunci: Umur Perusahaan, Kinerja Keuangan, Kinerja Lingkungan, GC
PENERAPAN METODE FUN LEARNING BERBANTUAN MEDIA FLASH CARD DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Metode Fun Learning yang dipadukan dengan media flash card mempengaruhi motivasi belajar matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan.. uji prasayaratnya dengan uji normalitas dan homogenitas kemudian uji hipotesisnya menggunakan uji t. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas 2 SD N 010246Banjar. Pengambilan sampel random sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel yaitu kelas II-A dan II-B. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan metode Fun Learning yang didukung dengan media flash card. Denagn Nilai uji t sebesar 5,598 dan menunjukkan signifikansi pada kolom asumsi equal variances sebesar 0,000. Kata Kunci: Fun Learning, motivasi belajar, Flash Card
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DENGAN TEPUNG IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt )
Penelitian ini telah dilaksanakan di dusun 2, Desa Mekar sari kecamatan pulau rakyat, Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara ± 12 meter diatas permukaan laut (dpl). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober - Desember 2023. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu untuk Faktor pertama ada 4 level perlakuan dan yang kedua ada 3 level perlakuan. Faktor pertama adalah Pemberian Tepung Ikan yaitu : T0 = Tanpa perlakuan pupuk (kontrol), T1 = 100 gram/plot, T2= 200 gram/plot, T3= 300 gram/plot dan Faktor ke dua adalah NPK 3 taraf yaitu : N0 = Tanpa perlakuan pupuk (Kontrol), N1 = 0,5 kg/plot, N2 = 1 kg/plot.  Hasil penelitian menunjukkan NPK terbaik terdapat pada perlakuan 1 kg/plot (N2) yaitu pada parameter produksi per tanaman sampel sebesar 818, 33 gram dan produksi per plot sebesar 2,51 kg. Perlakuan pupuk Tepung Ikan terbaik terdapat pada perlakuan 300 gram/plot (T3) yaitu pada parameter tinggi tanaman sebesar 176 cm, jumlah daun sebesar 12,81 helai, produksi per tanaman sampel sebesar 880 gram dan produksi per plot sebesar 2,73 kg. Interaksi pemberian NPK dan pupuk Tepung Ikan terbaik terdapat pada perlakuan 300 gram/plot NPK dengan 1 kg/plot pupuk tepung ikan (T3N2) yaitu pada parameter produksi per tanaman sampel sebesar 1093,33 gram dan produksi per plot sebesar 3,17 kg Kata Kunci: Jagung Manis, Pupuk NPK dan Tepung Ika
KARAKTERISTIK SEKSUALITAS SEKUNDER PADA IKAN CUPANG (Betta sp) DAN IKAN GURAME KERDIL (Trichogaster lalius)
Seksualitas adalah karakteristik yang membedakan ikan jantan dan betina. Ikan jantan memiliki organ penghasil sperma, sedangkan ikan betina memiliki organ penghasil telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seksualitas pada ikan hiasdengan melihat karakteristik seksual skunder pada ikan cupang dan ikan gurame kerdil di Laboratorium Budidaya Perairan Universitas Asahan. Seksualitas sekunder ikan hias diteliti melalui pengamatan langsung atau observasi. Ciri seksual primer (dimorfisme dan dikromatisme seksual) dan sekunder digunakan untuk menentukan jenis kelamin ikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ikan cupang jantan memiliki warna yang cerah dan menarik, bentuk perut yang ramping, dan sirip ekor dan sirip anal yang panjang, sedangkan ikan cupang betina berwarna lebih kusam, dan memiliki bentuk perut yang gemuk dan sirip ekor dan sirip anal yang pendek. Ikan gurame kerdil jantan memiliki warna yang sangat terang, berwarna biru cerah dengan garis-garis merah atau oranye tua di tubuhnya, sedangkan ikan gurame kerdil betina memiliki warna yang kurang cerah tetapi tetap menarik. Kata Kunci : Gonad, Morfologi, Ovarium, Reproduks
KAJIAN AGRONOMIS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) BAWAH NAUNGAN KELAPA SAWIT TERHADAP VARIETAS DAN PUPUK ORGANIK BERDASARKAN MORFOLOGI DAN PRODUKSI
Penelitian ini bertujuan ulntulk melngeltahuli kajian agronomis tanaman jagulng dibawah naulngan kellapa sawit telrhadap varieltas dan pulpulk organik belrdasarkan karaktelr morfologi. Pelnellitian ini melnggulnakan Rancangan Acak Kellompok (RAK) faktorial yang telrdiri dari 2 tarap delngan 4 lelvell pelrlakulan ulntulk faktor pelrtama dan 3 lelvell pelrlakulan ulntulk faktor keldula, yaitul: Faktor belrbagai varieltas jagulng (V) telrdiri dari 4 taraf yaitul :V1 = varieltas Elksotik Pelrtiwi, V2= varieltas Paragon, V3= varieltas Bonanja F1, V4= varieltas Bisi. Faktor pelmbelrian pulpulk kandang ayam (K) telrdiri dari 3 taraf yaitul : K1 = 5 ton/ha (1.2 kg/ha), K2= 10 ton/ha (2.4 kg/ha) dan K3= 15 ton/ha (3.6 kg/ha).Parameter pengamatan duiantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, Produksi per sampel dan Produksi per plot. Pelrlakulan belrbagai varieltas jagulng dan pelmbelrian pulpulk organik melnulnjulkan tidak belrpelngarulh nyata telrhadap sellulrulh parameltelr tanaman jagulng. Intelraksi belrbagai varieltas jagulng dan pelmbelrian pulpulk organik tidak melnulnjulkan pelngarulh yang nyata telrhadap selmula parameltelr yang di amati. varieltas jagulng dan pulpulk organik bellulm mampul saling melmpelngarulhi. Kelmulngkinan dari faktor lular selpelrti dari tanaman itul selndiri dan pelrelbultan hara delngan tanaman lain selhingga kulrang melndulkulng aktivitas dari keldula pelrlakulan Kata kunci: Tanaman Jagung, Naungan, Varietas, Pupuk Organik Cair
PELAKU USAHA YANG TIDAK MEMILIKI IZIN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya untuk melakukan tindakan pengawasan terhadap suatu aktivitas yang dilakukan oleh setiap orang terutama pelaku usaha/kegitan yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan dalam hal ini dampak lingkungan hidup diartikan sebagai pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan atau kegiatan. bahwa lingkungan hidup adalah Kesatuan ruang dengan semua benda daya keadaan dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, dengan yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 pasal 1 butir (1). pemerintah dan seluruh unsur masyarakat wajib melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan Agar lingkungan hidup Indonesia tetap menjadi sumber daya dan penunjang hidup bagi rakyat Indonesia serta makhluk hidup lainnya. Dokumen Upaya pengelolaan Lingkungan Hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup diberikan kepada pelaku usaha yang tidak berdampak terlalu peting bagi lingkungan.Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan hukum bagi pelaku usaha yang tidak memiliki dokumen Upaya Pegelolaan Lingkungan Hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup serta penerapan sanksi hukum bagi pelaku usaha yang mengakibatkan perubahan lingkungan serta meberikan solusi atas penerapan sanksi hukum yang diberikan.Penelitain yang dilakukan menggunakan jenis penelitian Yuridis Normatif dengan mengumpulkan data peraturan perundang-undangan sebagai data awal serta pengumpulan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perizinan Kabupaten Padang Lawas Utara sebagai data skunder dan melakukukan teknik wawancara sebagai data pendukung dengan data primer yang ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian maka ditemukan bahwa peran pemerintah daerah kabupaten Padang Lawas Utara dalam menerapkan hukum akibat perubahan lingkungan yang dilakukan oleh pelaku usaha dan atau kegiatan serta tidak memilki izin lingkungan berupa UKL-UPL yaitu dengan memberikan fungsi pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha untuk segera membuat dokumen lingkungan hidup dan menjaga lingkungan agar tidak mengakibatkan perubahan terhadap lingkungan, meberikan sanksi administrasi, Perdata dan Pidana bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan yang tersedia.Kata kunci: Lingkungan Hidup, Pemerintah Daerah, Sanksi Huku