E-Journal Universitas Nurul Huda
Not a member yet
    1078 research outputs found

    Arah Dan Tujuan Kebijakan Digitalisasi Pendidikan Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

    Full text link
    Digitalisasi pendidikan menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di tingkat sekolah dasar. Perkembangan teknologi mendorong perubahan dalam sistem pembelajaran, dengan kebijakan digitalisasi yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas, efektivitas, dan efisiensi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah dan tujuan kebijakan digitalisasi pendidikan serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan yang menelaah berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan akses siswa terhadap sumber belajar, mempermudah administrasi sekolah, dan memungkinkan interaksi yang lebih baik antara guru dan siswa. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses teknologi, dan kesiapan tenaga pendidik masih menjadi kendala utama dalam implementasi kebijakan ini. Jadi secara keseluruhan digitalisasi pendidikan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi perlu didukung oleh kebijakan yang memastikan kesiapan infrastruktur, pelatihan guru, serta akses teknologi yang merata agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal

    Pendidikan Holistik dan Transformatif Melalui Integrasi Ilmu dan Kesetaraan Gender: Studi Kasus Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja

    Full text link
    Pendidikan holistik dan transformatif menjadi pendekatan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam mengintegrasikan ilmu keagamaan dan ilmu umum serta mewujudkan kesetaraan gender. Penelitian mini riset ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan holistik dan transformatif melalui integrasi ilmu dan kesetaraan gender di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh pesantren, ustaz/ustazah, serta santri, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja menerapkan pendidikan holistik dengan mengintegrasikan kurikulum keagamaan dan umum secara seimbang, disertai pembinaan karakter, spiritualitas, dan keterampilan hidup. Selain itu, prinsip kesetaraan gender diwujudkan melalui kesempatan belajar yang setara bagi santri putra dan putri, keterlibatan perempuan dalam kegiatan akademik dan kepemimpinan, serta pola pengasuhan yang adil dan inklusif. Pendidikan transformatif tercermin dari perubahan pola pikir santri menuju sikap moderat, kritis, dan berkeadilan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi ilmu dan kesetaraan gender di pesantren mampu memperkuat peran pendidikan Islam dalam membentuk sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berkeadilan gender

    Ekosistem Budaya Pesantren dalam Pencegahan Radikalisasi Ideologis: Studi Etnografis di Makassar

    Full text link
    Radikalisasi ideologis merupakan ancaman serius yang dapat memengaruhi kestabilan sosial. Fenomena ini tidak hanya terkait dengan doktrin agama, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana ekosistem budaya pesantren berfungsi sebagai mekanisme pencegahan radikalisasi ideologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain etnografis yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan di Makassar. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan komunal yang terstruktur berperan sebagai mekanisme protektif terhadap penetrasi ideologi radikal. Selain itu, relasi otoritas keagamaan berbasis keteladanan juga berperan penting dalam pencegahan tersebut. Tradisi literasi keagamaan yang menghargai keragaman pandangan ulama turut mendukung upaya pencegahan radikalisasi. Di samping itu, internalisasi empat pilar moderasi beragama dalam praktik keseharian juga memainkan peran penting dalam melawan ideologi radikal. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki kapasitas internal yang kuat dalam pencegahan radikalisasi ideologis dan perlu dipahami sebagai ekosistem budaya pendidikan yang berkelanjutan

    Navigating the Integration of Content and Language in Higher Education: Key Considerations for Educators and Policy Makers

    No full text
    Integrating Content and Language in Higher Education (ICLHE) has developed rapidly in response to growing industry demand for graduates with both disciplinary knowledge and professional communicative competence. However, the successful implementation of ICLHE requires careful consideration of pedagogical and implementation-related factors. This study explores English-based ICLHE practices and derives key considerations for designing the courses. A systematic literature review (SLR) was applied along with Search, Appraisal, Synthesis, and Analysis (SALSA) design, involving 12 articles from the Scopus database. The findings demonstrate the current practices in English-based ICLHE courses, including the integration of cultural and intercultural dimensions, collaborative lesson planning and team teaching, instructional scaffolding, modelling, and task-based learning, supportive and flexible learning environments, lecturer professional development and well-being, and integrated language support within content instruction. From these practices, considerations emerge for educators and policymakers, focusing on culture, collaboration, pedagogy, and professional growth as essential components of effective implementation

    Internalisasi Dialog Nabi Ibrahim Dengan Ayahnya Dalam Surah Maryam Ayat 42-48 Perspektif Pendidikan Islam

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam dialog Nabi Ibrahim dengan ayahnya sebagaimana termaktub dalam Surah Maryam ayat 42–48. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis tafsir tematik (mawḍū‘ī), melalui telaah terhadap tafsir klasik seperti Ibn Katsir dan tafsir kontemporer M. Quraish Shihab, serta sumber-sumber akademik modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog Nabi Ibrahim mencerminkan tiga dimensi utama pendidikan Islam, yaitu nilai akhlak, dakwah, dan sosial. Nilai akhlak terlihat dari sikap hormat, kesabaran, dan kelembutan Nabi Ibrahim dalam berkomunikasi dengan ayahnya yang berbeda keyakinan. Nilai dakwah tercermin dari metode persuasif yang logis dan penuh kasih sayang, sedangkan nilai sosial tampak pada keberanian moral, toleransi, dan kemampuan menjaga hubungan meski dalam perbedaan. Penelitian ini menegaskan bahwa dialog Nabi Ibrahim merupakan model pendidikan Qur’ani yang holistik, menyeimbangkan aspek iman, akal, dan etika. Relevansinya dalam pendidikan modern terletak pada penguatan karakter peserta didik agar berpikir kritis, berakhlak mulia, serta mampu berdialog secara santun dalam konteks keberagama

    Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Literasi Digital untuk Mencegah Radikalisme Online pada Siswa SMA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis literasi digital sebagai upaya preventif terhadap radikalisme online pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur sistematis, wawancara mendalam dengan 15 guru PAI, Focus Group Discussion (FGD) dengan 30 siswa SMA, dan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI berbasis literasi digital yang dikembangkan mencakup lima komponen utama: (1) integrasi kewargaan digital dengan nilai-nilai Islam, (2) pengembangan berpikir kritis terhadap konten online, (3) penguatan karakter berbasis moderasi beragama, (4) pemanfaatan teknologi edukatif, dan (5) keterlibatan orang tua dan komunitas. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5% dengan kategori sangat layak. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka kerja komprehensif bagi pengembang kurikulum dan praktisi pendidikan dalam mengintegrasikan literasi digital ke dalam pembelajaran PAI untuk mencegah radikalisme online di kalangan siswa SMA.  

    PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER DAN APLIKASI E-LEARNING INTERAKTIF: STUDI KESENJANGAN DIGITAL DI SMP NEGERI 2 WARKUK RANAU SELATAN

    Full text link
    Integrasi teknologi dalam pendidikan menjadi urgensi global untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran, terutama di tingkat sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pola pemanfaatan dan efektivitas aplikasi e-learning interaktif serta media pembelajaran berbasis komputer di lingkungan SMP Negeri 2 Warkuk Ranau Selatan. Meskipun e-learning menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pencapaian kognitif, penerapannya di sekolah-sekolah di daerah sering menghadapi tantangan unik terkait kesiapan infrastruktur dan kompetensi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media ini berhasil meningkatkan motivasi belajar dan memberikan fleksibilitas materi, khususnya melalui penggunaan presentasi sederhana dan video edukasi interaktif. Kelebihan utamanya adalah pembelajaran menjadi lebih terpersonalisasi, namun kendala serius mencakup keterbatasan akses internet, kesenjangan digital di antara pendidik, dan perlunya pelatihan guru yang berkelanjutan. Kebaruan studi ini adalah penyediaan analisis komprehensif mengenai dinamika adopsi teknologi dengan menyoroti kendala spesifik di wilayah geografis Warkuk Ranau Selatan. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya intervensi kebijakan untuk memperkuat infrastruktur digital sekola

    The  Effectiveness of Netflix as a Digital EFL Learning for Mastering Vocabulary at Second semester of English Education University of Ma’arif Lampung

    No full text
    This study aims to examine the effectiveness of vocabulary acquisition through Netflix at 2nd semester University of Ma’arif Lampung. The researchers have identified common problems in the learning process. The difficulty of understanding vocabulary in writing subject. This is due to the lack of opportunities for them to practice using English vocabulary with their classmates, both inside and outside the classroom. As a result their vocabulary mastery is still underdeveloped, such as improper pronunciation, low vocabulary mastery, low level of motivation, and low grammar mastery. This type of research uses experimental quantitative research population refers to a specific group of objects or subjects that share certain qualities and characteristics defined by the researcher for the purpose of study and the drawing of conclusions. Data collection was carried out through testing, followed by a t-test to analyze the results. The analysis showed that the experimental group achieved an average post-test score of 83,63636, while the control group scored an average of 59,09091. The two-sample t-test under the assumption of equal variances yielded a calculated t-value of 7.961866, notably exceeding the critical threshold of 0.249. Based on the decision criteria, this result leads to the rejection of the null hypothesis (H₀) in favor of the alternative hypothesis (Hₐ). Since the calculated t-value (7.961) is higher than the critical value from the t-distribution table (2.085963), this suggests a statistically significant difference between the groups. Thus, Netflix affects the mastering vocabulary of 7.961866 while the other factor of 0.92039 is influenced by other aspects that are not studied in this study. These findings suggest that Netflix has a significant positive impact on improving vocabulary mastery among second-semester English education students

    Application of Photoelectric Effect and Electron Diffraction for Optimizing the Efficiency of Perovskite Solar Cells: A Literature Review

    Full text link
    As the next generation of photovoltaic devices, perovskite solar cells have a lot of promise. But material deterioration and instability present a serious problem. This article reviews how the photoelectric effect and electron diffraction can help improve device performance through a PRISMA-based Systematic Literature Review. The review looks at fifteen studies that were published between 2020 and 2025, with an emphasis on energy conversion processes, structural stability, and characterization techniques. The synthesis shows that electron-based methods are essential for detecting crystal defects, halide segregation, and degradation behavior under operando conditions. These methods include in situ TEM, EBSD, four-dimensional STEM, SAED, and TEM. The results highlight how crucial it is to manage microstructure, lessen ion segregation, and uphold standard characterization procedures in order to increase stability and effectiveness. Since no previous work has fully integrated photovoltaic mechanisms with electron diffraction in a single framework, this review addresses a clear research gap and encourages multimodal operando approaches with better film growth control

    Dari Kebijakan ke Praktik : Kesiapan Lembaga dan Implementasi Makan Bergizi Gratis

    Full text link
    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan prioritas pemerintah untuk mengatasi masalah gizi nasional guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. Kabupaten Jombang, sebagai "Kota Santri", memiliki peran strategis dalam implementasi program ini karena populasi santri yang besar dan pola hidup kolektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan serta pola implementasi program MBG di lingkungan pondok pesantren di Jombang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan secara kelembagaan, pesantren telah siap mengimplementasikan MBG, namun kendala finansial terkait tingginya modal pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyebabkan cakupan penerima manfaat belum menyeluruh. Implementasi program menghadapi tantangan kultural, yaitu perbedaan sistem sosial pesantren dibandingkan sekolah umum, seperti perbedaan hari libur dan tradisi tirakatan (puasa atau diet vegetarian). Berdasarkan temuan, rekomendasi kebijakan bisa dengan perluasan pemerataan manfaat bagi santri yang belum terjangkau dengan tetap menjaga standar kualitas gizi, penguatan mekanisme check and balance serta pengawasan konsisten terhadap higienitas makanan oleh pihak pesantren dan pengelola dapur. Selanjutnya juga bisa dilakukan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) nasional yang fleksibel terhadap budaya dan kearifan lokal pesantren

    1,009

    full texts

    1,078

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Nurul Huda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇