Riau Journal of Empowerment
Not a member yet
110 research outputs found
Sort by
The teaching of English vocabulary through pictorial reading texts and games to a group of primary school students in East Jakarta
This community service is a free English tutorial for a group of primary schools’ students aged ten years old residing in Duren Sawit, East Jakarta and its surroundings. The program is part of a bigger tutorial program called Bimbingan Belajar Mita (Bimbel Mita) conducted by a non-profit organization that was initiated by the Maria Clarist congregation sisters around eight years ago. The participants of the six-month program were ten students. The method of the community service was teaching the basic English vocabulary through pictorial short English texts and vocabulary games. The former technique was used for the first half of the semester and the latter for the second half of the period. During the tutorial, the students have acquired a number of the targeted English nouns related to objects in the house, garden, animals, colors, professions, fruits, vegetables; verbs related to daily activities at home and adjectives related to descriptions of objects and human beings and some adverbs. In learning the English vocabulary, they show more enthusiasm for games rather than the pictorial reading texts.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh penulis berbentuk tutorial bahasa Inggris gratis untuk sekelompok murid sekolah dasar berusia sekitar sepuluh tahun yang tinggal di Duren Sawit, Jakarta Timur dan sekitarnya. Program tutorial ini merupakan bagian dari program tutorial yang diselenggarakan oleh Bimbingan Belajar Mita (Bimbel Mita) yang didirikan oleh sebuah organisasi non-profit dengan diinisiasi oleh para suster Kongregasi Maria Claris pada sekitar delapan tahun lalu. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdurasi enam bulan ini berjumlah sepuluh orang siswa. Kesepuluh siswa ini diberikan pengajaran kosakata bahasa Inggris dasar. Teknik pengajaran yang digunakan ialah pengajaran melalui teks bacaan bergambar dalam bahasa Inggris dan permainan kosakata. Teknik pertama digunakan selama tengah semester pertama dan teknik kedua selama tengah semester berikutnya. Selama tutorial ini para peserta telah memperoleh sejumlah kata benda, misalnya terkait objek di rumah, kebun, hewan, warna, profesi, buah-buahan, sayuran; kata kerja terkait kegiatan sehari-hari di rumah; dan kata sifat yang menggambarkan sifat benda dan deskripsi manusia. Dalam pembelajaran para peserta tampak lebih antusias belajar menggunakan permainan dibandingkan dengan teks bergambar berbahasa Inggris
Pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan air Sungai Batanghari menjadi air bersih menggunakan adsorben biochar
Sungai Duren is one of the villages that has concern of the local government for the provision of clean water because of the difficulty in accessing clean water in the village. The resident do not yet have access for clean water, and still very dependent on Batanghari river water. While the turbidity and water quality of Batanghari river does not have clean water requirements. Based on that facts it is necessary to provide assistance through counseling and demonstration about simple technology to treat and purify Batanghari river water into drinking water by tools and materials that easily obtained and made. Water filtration technology was easily to made and then biochar material can be used as an absorbent. Biochar does not experience further weathering so it would take a long time when it applied as a water filter. The source of biochar was from oil palm empty fruit bunches that not utilized. Some steps that need to be taken so the solution can be realized are first by providing counseling by socialization of the importance of the availability of clean water for community and the use of biochar as an adsorbent for water filtration.Sungai Duren adalah salah satu desa yang menjadi perhatian pemerintah setempat untuk pengadaan air bersih karena sulitnya akses air bersih di desa tersebut. Penduduk belum memiliki akses air bersih, dan masih sangat bergantung ke air sungai Batanghari untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sedangkan tingkat kekeruhan dan kualitas air sungai Batanghari tidak memenuhi syarat air bersih. Berdasarkan kenyataan di atas maka perlu dilakukan pendampingan melalui penyuluhan dan demonstrasi tentang teknologi sederhana untuk mengolah dan menjernihkan air sungai Batanghari menjadi air minum yang alat dan bahannya mudah diperoleh serta mudah dibuat. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah teknologi penyaringan air menggunakan biochar sebagai adsorben. Biochar tidak mengalami pelapukan lanjut sehingga apabila diaplikasikan sebagai penyaringan air akan bertahan lama. Sumber biochar yang digunakan berasal dari tandan kosong kelapa sawit yang sudah tidak termanfaatkan. Beberapa langkah yang perlu dilakukan agar solusi ini dapat terealisasi ialah pertama dengan memberikan penyuluhan berupa sosialisasi pentingnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan penggunaan biochar sebagai adsorben penyaringan air
Advokasi media lokal untuk praktisi media di Kota Bandung
The notion of local media was proposed in Broadcasting Law number 32/2002 to support the democratic process, political decentralization and to revive the local-scale media industry. In addition, local media are also expected to be a source of relevant information for residents and the community. However, various challenges and obstacles in terms of business as well as in terms of policy continue to emerge. This community service has been carried out to journalists and local media practitioners in West Java to disseminate the results of research conducted by the team from Faculty of Communication Science, Universitas Padjadjaran on media policy and the sustainability of local media in Indonesia. In addition to disseminating research results and local media advocacy, we also conducted a Focus Group Discussion (FGD) on various issues surrounding the local media industry, and also to elaborate on the possible partnership between the academics and local media practitioners to maintain the sustainability of the local media industry in West Java. In the future, it is hoped that research collaboration and various other activities can be done consistently and long-term in nature.Ide tentang media lokal tercantum dalam Undang-undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002 untuk mendukung terwujudnya demokrasi, desentralisasi politik dan menghidupkan industri media yang berskala lokal. Selain itu media lokal juga diharapkan dapat menjadi media sumber informasi yang relevan bagi warga lokal sehingga tercipta pemberdayaan masyarakat lokal. Meskipun demikian, berbagai tantangan dan hambatan dari segi bisnis maupun dari segi kebijakan terus muncul sehingga keberlangsungan media lokal menjadi terhambat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kepada jurnalis dan pengelola media lokal Jawa Barat ini dimaksudkan untuk menyebarkan hasil penelitian dari tim Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran tentang kebijakan media dan keberlangsungan media lokal di Indonesia. Selain melakukan diseminasi hasil penelitian, tim Universitas Padjadjaran juga melakukan Focus Group Discussion (FGD) perihal berbagai permasalahan yang melingkupi industri media lokal, dan juga untuk mengelaborasi kemungkinan kegiatan kolaboratif antara pihak akademisi dan praktisi media lokal terkait dengan advokasi media lokal dan untuk menjaga keberlangsungan dari Industri media lokal di Jawa Barat. Ke depannya diharapkan dapat terjalin kolaborasi riset dan berbagai kegiatan kerjasama lain yang lebih konsisten dan bersifat jangka panjang
Pengelolaan sampah dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di wilayah pesisir Bulukumba Sulawesi Selatan
Waste becomes a crucial problem in coastal areas because of the habit of people who throw garbage directly into the sea. This community service aims to manage waste by empowering assets owned by the community. This activity is carried out in 2 stages, namely the preparation and implementation stages. The preparation phase is carried out by inventorying assets owned by the community, conducting socialization, preparing materials and materials needed for waste management training. The identified assets owned by the community consist of physical assets, human assets, social assets, financial assets, and natural assets. The results of the activity showed that the participants who were present did not reach the target due to the sea fishing activities carried out by residents. Participants who took part in the waste management activities were quite enthusiastic in participating in the material and simulation. It is expected that participants who follow the training can process their garbage and motivate other residents to handle their waste.Sampah menjadi masalah yang krusial di daerah pesisir karena kebiasaan masyarakat yang membuang sampah langsung ke laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengelola sampah dengan memberdayakan aset yang dimiliki oleh masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahap persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan dilakukan dengan menginventarisi aset yang dimiliki oleh masyarakat, melakukan sosialisasi, mempersiapkan materi dan bahan yang dibutuhkan untuk pelatihan pengolahan sampah. Aset yang teridentifikasi dimiliki oleh masyarakat terdiri dari aset fisik, aset manusia, aset sosial, aset finansial, dan aset alam, berupa lahan perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber sampah organik sekaligus sebagai tempat mengaplikasikan pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta yang hadir tidak mencapai target karena kegiatan melaut yang dilakukan warga. Peserta yang mengikuti kegiatan pengolahan sampah cukup antusias mengikuti materi dan simulasi. Diharapkan peserta yang mengikuti pelatihan dapat mengolah sampahnya sendiri dan memotivasi warga lain untuk mengolah sampahnya masing-masing
Peningkatan literasi dan keahlian perbankan pada masyarakat pra kerja melalui simulasi mini bank dan praktik hitung uang 3 jari
In the face of industrial development in the industrial revolution era 4.0, the need for reliable preparation of Human Resources, so that no less competitive with the rapid growth of information and technology. Community service activities are carried out with themes by the latest developments in the industrial world aimed at the pre-employment community as participants to have theoretical and applicable knowledge, insights and expertise in the banking sector. The method of this activity is in the form of training with a mini bank simulation and the practice of counting money using 3 fingers. Participants are given knowledge in the world of banking and are guided to practice some basic skills that must be possessed by a banker. This activity involves academics and practitioners in the field of banking. From the results of the training provided, the achievement of the objectives of service activities can be seen from the understanding of participants in explaining some of the terms of funds, credit, other bank services and bank work systems as well as the ability of participants to simulate work at the bank. With this knowledge and expertise, it is expected to create human resources who are ready to work in banking and reduce the unemployment rate.Dalam menghadapi perkembangan industri di era revolusi industri 4.0, perlunya persiapan Sumber Daya Manusia yang handal, sehingga tidak kalah bersaing dengan pertumbuhan informasi dan teknologi yang begitu pesat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tema yang sesuai dengan perkembangan terkini dunia industri yang ditujukan kepada masyarakat pra kerja sebagai peserta agar memiliki pengetahuan, wawasan dan keahlian di sektor perbankan secara teoritis dan aplikatif. Metode kegiatan ini berupa pelatihan dengan simulasi mini bank serta praktik menghitung uang dengan menggunakan 3 Jari. Peserta diberikan pengetahuan dalam dunia perbankan dan dibimbing untuk mempraktikkan beberapa keahlian dasar yang harus dimiliki oleh seorang bankir. Kegiatan ini melibatkan akademisi dan praktisi di bidang perbankan. Dari hasil pelatihan yang diberikan, ketercapaian tujuan kegiatan pengabdian dilihat dari pemahaman peserta dalam menjelaskan beberapa istilah dana, kredit, jasa bank lainnya dan sistem kerja bank serta kemampuan peserta dalam mensimulasikan pekerjaan di bank. Dengan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang siap kerja pada perbankan dan mengurangi tingkat pengangguran
Pembuatan sistem informasi inventarisasi tanaman berbasis QR code untuk identifikasi tanaman Taman Hutan Kota HM Sabki Kota Jambi
The Urban Forest of HM Sabki has great potential as a tourist destination, not only as a recreation area but also as a center for research and plant conservation. For this reason, the Urban Forest of HM Sabki is expected to be able to provide adequate information about its plants. This community service program creates a plant inventory information system and QR code as a marker of plants that can be scanned using a smartphone. This technology enables visitors to access detailed information about plants. QR code is a printed 2-dimensional image code that can store data. This technology can display information about plants that have been previously entered by the manager into the plant inventory information system. Through this application, the Urban Forest management can easily manage all information about plants.Taman Hutan Kota HM Sabki mempunyai potensi yang besar sebagai destinasi tujuan wisata, tidak hanya sebagai tempat rekreasi tetapi juga sebagai pusat penelitian dan konservasi tanaman. Untuk itu, Taman Hutan Kota HM Sabki diharapkan mampu menyediakan informasi yang memadai mengenai tanamannya. Program pengabdian pada masyarakat (PPM) ini membuat sistem informasi inventarisasi tanaman dan QR code sebagai penanda tanaman yang dapat dipindai menggunakan smartphone. Dengan begitu pengunjung dapat mengakses informasi detail mengenai tanaman. QR code adalah kode gambar 2-dimensi tercetak yang dapat menyimpan sejumlah informasi. Teknologi ini dapat menampilkan informasi mengenai tanaman yang sebelumnya telah dimasukkan oleh pengelola ke sistem informasi inventarisasi tanaman. Melalui aplikasi ini pengelola dapat dengan mudah mengelola semua informasi tentang tanaman
Meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mendidik anak di era digital di Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak Provinsi Riau
This community service activity aims to improve the knowledge of parents in educating children in the digital era. It is important to be done so that parents can respond to technological developments and adjust parenting for children, so technology which is essentially created for the ease and goodness of human life, will not give negative affect children and adolescents. Therefore, parents need to have adequate information and knowledge. Through this activity, we convey a variety of materials on how to educate children in the digital age with the hope that young children will be able to socialize, empathize, speak well, and be healthy, both physically and spiritually. The activities are divided into two parts, socialization, and training, while the participants of this activity are mothers in Koto Gasib District Siak Regency, which has young children. From the implementation of this community service, it can be concluded. There was an improvement in parent’s knowledge. Pretest results were 47.61% and increased to 76.90% on posttest. This indicates that the community service activity went well and effectively.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mendidik anak di era digital. Hal ini dirasakan penting untuk dilakukan agar orang tua bisa menyikapi perkembangan teknologi dengan baik dan menyesuaikan pola pengasuhan dengan perkembangan zaman, sehingga teknologi yang pada dasarnya diciptakan untuk kemudahan dan kebaikan hidup manusia, tidak malah memberi dampak negatif terutama pada anak-anak dan remaja. Untuk itu orang tua perlu memiliki informasi dan pengetahuan yang memadai. Melalui kegiatan ini disampaikan berbagai materi mengenai cara mendidik anak di era digital dengan harapan terwujudnya anak usia dini yang mampu bersosialisasi, berempati, berbahasa dengan baik, serta sehat jasmani dan rohani. Kegiatan dibagi pada dua bagian, yakni sosialisasi dan pelatihan, sedangkan yang menjadi peserta kegiatan ini adalah para ibu di Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak yang memiliki anak usia dini. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan orang tua di mana sebelum mengikuti kegiatan hasil pretest adalah 47.61% lalu menjadi 76.90% pada posttest. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan efektif
Pemberdayaan ibu-ibu Desa Manukan Bojonegoro dalam mengembangkan Batik Jonegoroan sebagai rintisan industri kreatif
Manukan is a village in Bojonegoro Regency which is located in Gayam, Bojonegoro, East Java. The lack of family income from farmer profession requires the community to be more creative in increasing family income. Though Bojonegoro has the potential of Jonegoroan batik, which is attractive and much in demand, not many Bojonegoro people have batik knowledge and skills. Therefore, it is necessary to empower women in developing the Jonegoroan Batik creative industry. It’s carried out through four stages: socialization of Batik Jonegoroan, training on how to make batik, training on developing the creative industries of batik and batik marketing. In this training, participants are trained to understand and practice the process of making batik with four technical coloring and differences between printed batik and written batik. The coloring techniques studied included colekan, semok, kelengan and laseman. Jonegoroan batik products are exhibited and sold online in marketplaces and social media, while offline in batik bazaars and exhibitions. This knowledge and skills can be used as provisions to open up business opportunities for batik craftsmen to increase family income.Manukan adalah salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang terletak di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur. Minimnya penghasilan keluarga dari profesi petani menuntut masyarakat untuk lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Bojonegoro memiliki potensi batik Jonegoroan yang menarik dan banyak diminati. Namun, tidak banyak masyarakat Bojonegoro yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan membatik. Sehingga, perlu dilakukan pemberdayaan Ibu-ibu dalam mengembangkan industri kreatif Batik Jonegoroan. Pemberdayaan ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu sosialisasi Batik Jonegoroan, pelatihan cara membatik, pelatihan pengembangan industri kreatif batik dan pemasaran hasil batik. Dalam pelatihan ini, peserta dilatih untuk memahami dan mempraktikkan proses membatik dengan empat teknis pewarnaan dan perbedaan antara batik cap dan batik tulis. Teknis pewarnaan yang dipelajari meliputi teknik coletan, semok, kelengan dan laseman. Hasil pelatihan berupa kain batik Jonegoroan dipamerkan dan dijual secara online di marketplace dan media sosial, sedangkan secara offline di bazar dan pameran batik. Pengetahuan dan ketrampilan ini dapat dijadikan bekal untuk membuka peluang usaha pengrajin batik oleh ibu-ibu desa Manukan sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan keluarga
Membangun siswa literat melalui edukasi dan proyek literasi
Reading literacy competence is an educational problem that requires special attention and needs continuously improved. Reading literacy should begin earliest in the family environment. After entering the school, teachers need to work together with parents to raise a reading culture. Public of Elementary School (SDN) Pulau Kelapa 01 Pagi has not involved parents yet before in encouraging students to read. Therefore, the purposes of this activity are to educate parents about the importance of reading literacy and evaluating the Literacy Project assigned to parents. This community service activity uses the method to educate parents with tutorials, discussion, and experience sharing techniques. After opening the mindset and giving the knowledge about literacy reading, participants, namely the parents of 29 fourth grade students, were given a Literacy Project assignment for a week. This activity has increased the attention of parents about the importance of reading and fostering reading through the family environment. However, in fact, in the implementation of the Literacy Project, parents have not yet fully carried out. Parents still need to implement reading habits at home. In this case, the school needs to collaborate with parents in creating a pleasant literacy atmosphere through various literacy activities in a sustainable manner. Universities can help realize these programs.Kemampuan literasi membaca merupakan urgensi pendidikan yang perlu mendapat perhatian khusus dan terus-menerus dibina. Literasi membaca seyogianya dimulai sejak dini dari lingkungan keluarga. Setelah masuk ke jenjang pendidikan, sekolah perlu bersinergi dengan orang tua untuk membantu membangkitkan budaya membaca di kalangan siswa. SDN Pulau Kelapa 01 Pagi di Kepulauan Seribu belum melibatkan orang tua dalam mendorong siswa untuk gemar membaca. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi orang tua siswa akan pentingnya literasi membaca dan menjalankan serta mengevaluasi Proyek Literasi yang ditugaskan kepada orang tua. Untuk mencapai tujuan itu, metode yang digunakan adalah edukasi, diskusi, dan sharing pengalaman. Sesudah mengedukasi literasi membaca, peserta, yaitu orang tua siswa kelas IV yang berjumlah 29 orang, diberikan tugas Proyek Literasi selama seminggu. Kegiatan ini telah menumbuhkan rasa peduli orang tua akan pentingnya membaca dan membudayakan membaca melalui lingkungan keluarga meskipun dalam waktu penugasan yang sangat singkat. Namun, dalam pelaksanaan proyek, hanya separuh orang tua yang menjalankannya. Orang tua masih membutuhkan pendampingan dalam menerapkan kebiasaan membaca di rumah. Dalam hal ini pihak sekolah perlu bekerja sama dengan orang tua untuk menciptakan suasana literasi yang menyenangkan melalui berbagai kegiatan literasi secara berkesinambungan. Adapun pihak perguruan tinggi dapat membantu merealisasikan program
Perlindungan pohon induk jernang (Daemonorops spp.) di Mandiangin, Jambi
Jernang rattan is one of the superior products of Jambi Province, besides palm and rubber, unlike most rattan which is used from the stem, but the used of jernang is the red resin. Jernang has the potential to be integrated in rubber plantations, so it is the right solution to improve the economy of rubber farmers in Liam Lestari Village Mandiangin District, Sarolangun District. The difficulty of getting old seeds as a source of seedlings is a major obstacle in jernang cultivation. In Liam Lestari village, one rubber farmer was found who had made clear integration, but the jernang fruit was often stolen, so that no old seeds were used for seedlings. Community Service Activities with a scheme of Regional Superior Product Development Program (PPPUD) is one solution to overcome the difficulties of seedlings in Mandiangin. The service method used is Participatory Rural Apraisal. PPPUD activities involve the Jernang Lestari farmer group. Based on the results of dedication by protecting the parent tree through fencing with bulian wood, it can overcome the problem of theft of jernang fruit.Rotan jernang termasuk salah satu produk unggulan Provinsi Jambi, disamping sawit dan karet, tidak seperti kebanyakan rotan dimana yang dimanfaatkan dari bagian batang, tetapi yang dimanfaatkan dari jernang adalah resin merah yang ditemukan pada buah. Jernang berpotensi untuk diintegrasi di kebun karet, sehingga merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian petani karet di Desa Liam Lestari Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, karena petani dapat memperoleh keuntungan ganda yaitu dari getah karet dan getah resin merahnya. Sulitnya mendapatkan biji tua sebagai sumber bibit merupakan kendala utama dalam budidaya jernang. Di Desa Liam Lestari ditemukan satu orang petani karet yang telah melakukan integrasi jernang namun buah jernangnya sering dicuri orang, sehingga tidak diperoleh biji tua untuk bibit. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat dengan skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan bibit di Mandiangin. Metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA). Kegiatan PPPUD melibatkan kelompok tani Jernang Lestari. Berdasarkan hasil pengabdian dengan melakukan perlindungan pohon induk melalui pemagaran dengan kayu bulian, dapat mengatasi masalah pencurian terhadap buah jernang