LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    363 research outputs found

    ALIH TEKNOLOGI PENGASAPAN CAIR PADA KELOMPOK USAHA IKAN LELE ASAP

    Full text link
    Hasil pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan ditemukan permasalahan dari cerobong asap yang mitra gunakan menimbulkan polusi pada daerah sekitarnya. Kemudian Tim mencoba mengganti pengasapan tradisonal dengan mengunakan bahan bakar kayu yang langsung dibakar dengan mengunakan alat pirolisator melalui metode pengasapan cair, sehingga asap tidak muncul akibat pembakaran kayu. Permasalahan selanjutnya ditemukan pada mitra adalah kurangnya pemahaman tentang cara produksi produk pangan yang baik dan manajemen wirausaha mikro yang terintegrasi. Telah dilakukan penyuluhan cara produksi produk pangan yang baik (CPPB) dan manajemen wirausaha mikro yang terintegrasi untuk kedua mitra. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pelaksanaan manajemen wirausaha. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah telah dilaksanakan penyuluhan pembuatan desain pelabelan, pencetakan kemasan ikan Lele Asap dan pengurusan izin produksi (P-IRT) ditandai dengan telah diperoleh sertifikat P-IRT. Target yang hendak dicapai pada produk ikan asap yang dijual ke pasaran harus sesuai spesifikasi produk (SNI  2013) ikan asap. Kata kunci: Asap cair, ikan lele, P-IRT ABSTRACT The results of the implementation of counseling and training found problems from the chimney that partners use causing pollution to the surrounding area. Then the team tried to replace traditional smoking by using wood fuel which was directly burned using a pyrolysis device through the liquid smoking method, so that smoke did not appear due to burning wood. The next problem found in partners is the lack of understanding of how to produce good food products and integrated micro-entrepreneurial management. There has been counseling on how to produce good food products and integrated micro-entrepreneur management for both partners. The method used in this service was counseling, training and assistance on the implementation of entrepreneurial management. The conclusion of this service was that counseling has been carried out on the manufacture of labeling designs, printing of smoked catfish packaging and processing of production permits marked by having obtained Home Industry Products certificate. The target to be achieved on smoked fish products sold to the market must be in accordance with the product specifications (INS 2013) of smoked fish. Keywords: Catfish, liquid smoke, Home Industry Product (HIP

    PENYULUHAN KONSERVASI AIR DAN PEMASANGAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI HALAMAN MASJID DARUSSALAM PERUMNAS UNIB KOTA BENGKULU

    Full text link
    Musim hujan dengan curah yang tinggi  telah mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Kota Bengkulu.  Curah hujan tinggi menimbulkan genangan air hujan di halaman Masjid Darussalam, dan genangan air tersebut telah menyebabkan beberapa terpeleset dan menjadi pemandangan yang tidak indah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberi penyuluhan terhadap masyarakat di sekitar masjid tersebut terkait konservasi air hujan dan pemasangan lubang resapan biopori di halaman masjid. Penyuluhan terkait konservasi air hujan, dan dilanjutkan dengan pemasangan lubang resapan biopori. Pemasangan resapan lubang biopori mempercepat resapan air hujan ke dalam tanah. Tanggapan masyarakat sangat puas dengan berkurangnya genangan air hujan, sehingga halaman masjid lebih rapi dan tidak ada genangan air. Sehingga halaman masjid dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat, terutama tempat anak-anak yang aman untuk bermain. Harapan masyarakat, resapan biopori dianjurkan untuk diterapkan di halaman rumah dan lahan terbuka dalam rangka konservasi air hujan

    EDUKASI PENGOLAHAN KULIT KOPI PADA PETANI KOPI DI SUBAK ABIAN WANASARI KENJUNG DESA CATUR

    Full text link
    Cita rasa kopi Kintamani yang khas telah terkenal sampai dengan ke mancanegara. Budidaya kopi di Kecamatan Kintamani umumnya diintegrasikan dengan sapi Bali. Pengolahan buah kopi menghasilkan sekitar 65 % biji kopi dan 35 % limbah kulit kopi. Untuk mendukung penerapan integrasi tanaman-ternak dengan konsep tanpa limbah, maka limbah kulit kopi ini dapat diolah lagi menjadi produk pangan maupun produk pakan ternak. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani kopi arabika anggota Subak Abian Wanasari Kenjung Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali sebanyak 20 orang terhadap integrasi tanaman kopi dengan sapi Bali dengan konsep tanpa limbah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dari pendampingan kepada petani untuk berkumpul di UPP Catur Paramitha, pemberian kuesioner pretest, pemaparan materi mempergunakan powerpoint tentang pentingnya integrasi tanaman-ternak, dampak pengolahan limbah kulit kopi pada lingkungan dan peningkatan pendapatan petani, diakhiri dengan sesi tanya jawab, posttest, dan menunjukkan produk-produk pangan dan pakan yang berasal dari pengolahan limbah kulit kopi. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah petani konsisten menerapkan integrasi tanaman-ternak serta diolahnya limbah kulit kopi sebagai produk pangan dan pakan untuk meningkatkan pendapatan. Kata kunci: Integrasi tanaman-ternak, pengolahan kulit kopi, tanpa limbah ABSTRACT The distinctive taste of Kintamani coffee has been known to foreign countries. Coffee cultivation in Kintamani District is generally integrated with Bali cattle. Processing of coffee cherries produces about 65% of coffee beans and 35% of coffee husk waste. To support the application of plant-livestock integration with the concept of zero waste, this coffee husk waste can be reprocessed into food and feed products. The purpose of this service activity is to increase the knowledge and attitudes of Arabica coffee farmers, members of Subak Abian Wanasari Kenjung, Catur Village, Kintamani District, Bangli Regency, Bali Province, which amounted to 38 people towards the integration of coffee plants with Bali cattle with zero waste concept. The method of implementing this community service activity begins from mentoring farmers to gather at the UPP Catur Paramitha, giving pretest questionnaires, presenting material using powerpoints about the importance of plant-livestock integration, the impact of processing coffee husk waste on the environment and increasing farmers' income, ending with a question and answer session, posttest, and show food and feed products that come from coffee husk waste processing. The expected result of this community service activity is that farmers consistently apply plant-livestock integration and the processing of coffee husk waste as food and feed products to increase income. Keywords: Plant-livestock integration, coffee husk processing, zero wast

    PENDAMPINGAN MASYARAKAT DI DESA PANDITAN DALAM MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK BOKASHI

    Full text link
    Usaha Peternakan sapi di Kabupaten Pasuruann semakin pesat perkembangannya, salah satunya di desa panditan. Limbah peternakan merupakan produk dari usaha peternakan, yang keberadaannya tidak dikehendaki sehingga harus dibuang. Limbah peternakan terdiri dari banyak jenis sesuai ternak yang menghasilkannya. Usaha budidaya ternak (sapi) menghasilkan limbah berupa kotoran ternak (feces, urine), sisa pakan ternak seperti potongan rumput, jerami, dedaunan, dedak, konsentrat dan sejenisnya. Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Permasalahan dari ketidak efisienan pemanfaatan limbah kotoran sapi dapat dilihat dari banyaknya limbah yang hanya dibuang ke sungai, dibakar, atau di biarkan menggunung. Dari permasalahan tersebut dilakukan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik bokashi. Selain dapat meminimalisir dampak akibat limbah kotoran sapi, pupuk organik bokashi menjadikan nilai tambah karena memiliki nilai ekonomis serta mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan di desa Panditan. Berangkat dari rasa keperdulian dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka team dosen Program Studi Teknologi Hasil Petanian ITSNU Pasuruan mengadakan program pembinaan dan pelatihan pembuatan pupuk bokashi. Hasil dari program ini adalah dilakukannya pembinaan dan pelatihan pembuatan pupuk bokashi dengan metode ceramah dan praktek pembuatan pupuk bokashi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di desa Panditan. Kata kunci: bokashi, limbah, peternakan, sapi ABSTRACT Cattle farming in Pasuruan Regency is growing rapidly, one of which is in Panditan Village. Livestock waste is a product of livestock business, whose presence is not desired and must be disposed of. Livestock waste consists of many types according to the livestock that produces it. Livestock (cattle) cultivation business produces waste in the form of livestock manure (feces, urine), animal feed residues such as grass clippings, straw, leaves, bran, concentrates and the like. Every day, a cow produces 10-15 kg of manure. The problem of the inefficient use of cow dung waste can be seen from the amount of waste that is only dumped into rivers, burned, or left to build up. From these problems, cow dung was processed into organic bokashi fertilizer. Besides being able to minimize the impact of cow dung waste, organic bokashi fertilizer adds value because it has economic value and supports agricultural activities to restore land fertility in Panditan village. Departing from a sense of concern and providing greater benefits to the community, the lecturer team of the ITSNU Pasuruan Agricultural Products Technology Study Program held a coaching and training program for making bokashi fertilizer. The result of this program is coaching and training in the manufacture of bokashi fertilizer with the lecture method and the practice of making bokashi fertilizer that can be utilized by the community in Panditan village. Keywords: bokashi, waste, farm, co

    EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PENDEKATAN TERAPI KOMPLEMENTER

    Full text link
    Latar Belakang: Stunting adalah masalah yang sering ditemui pada bayi dan balita serta dapat mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Pencegahan dan penanggulangan stunting dapat dilakukan dengan terapi komplementer dengan pijat bayi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, memberikan efek lapar sehingga frekuensi menyusu lebih sering, penyerapan sari makanan akan lebih baik dan meningkatkan berat badan lebih pesat. Tujuan Kegiatan: Mengetahui pengetahuan terkait pijat bayi, mengenalkan pijat bayi dalam upaya pencegahan stunting. Metode Kegiatan: Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi, studi pendahuluan,  persiapan alat dan bahan, serta koordinasi dengan pihak terkait. Tahap pelaksanaan penyuluhan secara langsung dengan menggunakan media PPT, melakukan demonstrasi cara pijat bayi dan redemonstrasi pijat bayi oleh peserta serta memberikan booklet pijat bayi yang sudah mendapatkan HKI. Tahap Evaluasi dilaksanakan dengan mengevaluasi pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pijat bayi. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 20 peserta, hasil pretest tentang pijat bayi peserta adalah cukup (65%) dan nilai  posttest setelah pemberian materi dan demonstrasi pijat bayi, adalah  baik (90%). Kesimpulan: Edukasi stunting dengan terapi komplementer dapat meningkatkan pengetahuan ibu baik kognitif maupun psikomotor dan terapi komplementer Pijat bayi direkomendasikan untuk menstimulasi pertumbuhan anak. Kata kunci: stunting, pijat bayi ABSTRACT Background: Stunting is a problem that is often encountered in infants and toddlers and can lead to increased morbidity and mortality. Prevention and control of stunting can be done with complementary therapy with baby massage to stimulate growth and development, give the effect of hunger so that the frequency of breastfeeding is more frequent, absorption of food essence will be better and increase body weight more rapidly. Activity Objectives: Knowing knowledge related to baby massage, introducing baby massage in an effort to prevent stunting. Activity Method: The implementation of the activity is carried out in three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The preparation phase includes preliminary studies, preparation of tools and materials, and coordination with related parties. The stage of implementing direct counseling using PPT media, conducting demonstrations on how to baby massage and redemonstrating baby massage by participants and providing baby massage booklets that have obtained IPR. The evaluation phase was carried out by evaluating the knowledge and skills of participants about infant massage. Results: The activity was attended by 20 participants, the pretest result of participants' baby massage was sufficient (65%) and the posttest score after giving the material and demonstration of baby massage was good (90%). Conclusion: Stunting education with complementary therapies can increase mother's knowledge both cognitive and psychomotor and complementary therapy Infant massage is recommended to stimulate child growth. Keywords: stunting, baby massag

    DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN KACANG TANAH DI NAGARI MANINJAU KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM

    Full text link
    Nagari Maninjau merupakan sebuah Nagari di Provinsi Sumatera Barat yang merupakan ibu kota Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Komoditi utama daerah sekeliling danau Maninjau selain perikanan adalah padi, dan komoditi lainya seperti jagung, kacang tanah, dan umbi-umbian. Pengolahan kacang tanah menjadi berbagai produk olahan makanan bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomis dari kacang tanah tersebut. Dari hasil survey tim pengabdian, saat ini hasil olahan kacang tanah yang sudah dipasarkan hanya dalam bentuk ‘kacang barandang’, belum ditemukan olahan kacang tanah yang lain. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebagai mitra dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada tetapi belum termanfaatkan secara optimal yaitu kacang tanah menjadi produk yang bervariasi, dapat tahan lama serta memiliki nilai tambah, seperti bumbu pecel, kipang kacang dan selai kacang. Kata kunci: Maninjau, kacang tanah, kipang, bumbu pecel, selai ABSTRACT Nagari Maninjau is a Nagari in West Sumatra Province which is the capital of Tanjung Raya District, Agam Regency. The main commodities of the area around Lake Maninjau besides fisheries are rice, and other commodities such as corn, peanuts, and tubers. Processing peanuts into various processed food products aims to increase the added value and economic value of these peanuts. From the results of the service team survey, currently processed peanuts that have been marketed are only in the form of 'barandang peanuts', no other processed peanuts have been found. This activity aims to improve the knowledge and skills of the community as partners by utilizing the potential of the area that exists but has not been utilized optimally, namely peanuts into varied, durable and value-added products, such as pecel seasoning, peanut butter and peanut butter. Keywords: Maninjau, peanuts, kipang, pecel seasoning, ja

    SOSIALISASI TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN PADA KAUM MUDA BERBASIS LITERASI DIGITAL

    Full text link
    Kaum muda menjadi salah satu agen perubahan di masyarakat dan menjadi potensi untuk menyebarluaskan pesan maupun kebiasaan untuk menciptakan lingkungan masyarakat sehat.  Berdasarkan hal tersebut, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman kaum muda khususnya mahasiswa bidang kesehatan mengenai teknik pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan akses digital guna mendukung literasi kesehatan masyarakat yang lebih optimal. Metode pelaksanaan sosialisasi teknik pemberdayaan masyarakat berbasis digital menggunakan pendekatan model komunikasi Laswell dengan tahapan 1) persiapan, 2) pelaksanaan dan pengembangan metode sosialisasi teknik pemberdayaan masyarakat digital, 3) diskusi dan tanya jawab, 4) evaluasi berbasis permainan digital. Adapun hasil kegiatan yaitu pengetahuan teknik dan metode pemberdayaan masyarakat bebasis literasi digital sudah berada di atas 76,76% yaitu mengenai konsep dasar, tahapan pelaksanaan, aplikasi digital dan keterbatasan pemberdayaan masyarakat berbasis digital. Perlu di lakukan intervensi berupa praktik pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan pada berbagai tatanan promosi kesehatan agar kaum muda memiliki pengalaman langsung dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan adanya kolaborasi dari berbagai pihak yaitu civitas akademik, sektor-sektor terkait agar mendukung optimalisasi peran kaum muda dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: Kaum muda, pemberdayaan masyarakat, literasi digital ABSTRACT Young people are one of the agents of change in society and have the potential to spread messages and habits to create a healthy community environment. Based on this, the purpose of this activity is to increase the understanding of young people, especially students in the health sector, regarding community empowerment techniques through the use of digital access to support more optimal public health literacy. The method of implementing the socialization of digital-based community empowerment techniques uses the Laswell communication model approach with the stages by 1) preparation, 2) implementation and development of methods for socializing digital community empowerment techniques, 3) discussion and question and answers, 4) digital game-based evaluation. The results of the activity, namely knowledge of techniques and methods of community empowerment based on digital literacy are already above 76,76%, namely regarding basic concepts, stages of implementation, digital applications, and limitations of digital-based community empowerment. Interventions need to be carried out in the form of implementing community empowerment practices in the health sector in various health promotion settings so that young people have direct experience in implementing community empowerment. It is hoped that there will be collaboration from various parties, namely the academic community, related sectors in order to support the optimization of the role of young people in improving the health status of the community. Keywords: Young people, community empowerment, digital literac

    PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI PIRING RAMAH LINGKUNGAN DARI PELEPAH PINANG DI DESA TELUK KULBI KECAMATAN BETARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROPINSI JAMBI

    Full text link
    Jambi merupakan salah satu dari 14 propinsi penghasil pinang di Indonesia. Desa Teluk Kulbi Kecamatan Betara merupakan salah satu desa penghasil pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi. Perkebunan pinang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat di sana. Pelepah pinang merupakan hasil samping perkebunan pinang di Desa Teluk Kulbi. Selama ini, pelepah pinang hanya dibakar atau dibiarkan menjadi kompos di lahan.  Kandungan seluosa, hemiiselulosa dan lignin pada pelepah memberikan karakteristik pelepah yang kokoh sehingga memungkinkan untuk dicetak menjadi piring khususnya berupa piring sekali pakai (disposable plate). Piring pelepah pinang bersifat mudah terurai secara alami (biodegradable) dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan di Desa Teluk Kulbi terhadap dua kelompok sasaran, yaitu BUMDes Jadi Mulya dan Kelompok Masyarakat Peduli Gambut (KMPG) Rumpun Mas. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran dan terbentuk unit usaha produktif piring pelepah pinang. Kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan dengan fokus pada teknologi proses produksi piring ramah lingkungan dari pelepah pinang.   Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi piring pelepah pinang dan terbentuk unit dua usaha piring pelepah pinang. Kata kunci: Pelepah pinang, piring, produksi, desa Teluk Kulbi ABSTRACT Jambi is one of areca nut (Areca catechu L.) producing province in Indonesia. Teluk Kulbi village is one of areca nut producing village in Tanjung Jabung Barat Regency Jambi province. Areca nut plantations as a source of livehood for its citizens. Areca sheaths are by-product of areca nut platations in Teluk Kulbi village. All this time, areca sheats was burned and let naturally composting in plantations areas.  Cellulose, hemicellulose and lignin in areca sheath form strong structures, so it can formed plate especially disposable plate (disposable plate). Areca plate is biodegradable and eco-friendly. The empowerment program was carried out in  BUMDes Jadi Mulya dan Kelompok Masyarakat Peduli Gambut (KMPG) Rumpun Mas Teluk Kulbi village. The aims of this program were improve knowledge and skill of the participants and set up areca plate business unit.  The program gave training and mentorship focusing in production technology of areca sheath. The results showed that knowledge and skill of participants was improved and established two areca plate business unit in Teluk Kulbi village.     Keywords: Areca catechu, plate, production, Teluk Kulbi villag

    PENGEMBANGAN USAHA ITIK PETELUR “REGRA HATCHERY”DI LUBUK TAROK KABUPATEN SIJUNJUNG

    Full text link
    Pada tahun 2021 ini tim abdimas kembali turun untuk membantu pengembangan usaha  RegRa Hatchery di Lubuk Tarok Sijunjung dengan menyediakan itik petelur bibit dari strain itik ratu. Mitra tersebut sangat menunggunya karena telah membangun kandang untuk itik petelur bibit tersebut dalam kegiatan pengabdian tahun 2020. Upaya yang dilakukan tim abdimas untuk mengembangkan usaha tersebut yaitu dengan memberikan bantuan berupa itik petelur bibit dan beberapa bahan penyusun ransum itik tersebut, sehingga ke depannya dapat menghasilkan telur bibit sendiri dengan tidak mendatangkan telur bibit tetas dari tempat lain seperti yang dilakukan sebelumnya. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah memberikan masukan dan demonstrasi dalam manajemen pemeliharaan itik petelur bibit, manajemen dalam pengadukan dan penyusunan ransum sesuai dengan formulasi ransum yang telah disusun oleh tim abdimas, memperkenalkan budidaya maggot BSF sebagai bahan pakan alternatif dalam ransum.  Hasil dari pengabdian tersebut adalah mitra sangat antusias dalam melakukan semua masukan dan saran yang diberikan oleh tim abdimas, mitra mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan tentang manajemen beternak itik tersebut. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah mitra mampu menjalankan budidaya itik petelur bibit dengan pendampingan dari tim abdimas. Kata kunci: Itik petelur bibit, regra hatchery, Lubuk Tarok, maggot BSF, formulasi ransum ABSTRACT In 2021, the community service team returned to assist the development of the "RegRa Hatchery" business in Lubuk Tarok Sijunjung by providing breed layer ducks from the “ratu  duck strain. The partner was really waiting for him because he had built a cage for the breed layer ducks in the service activity in 2020. The efforts made by the community service team to develop the business were by providing assistance in the form of breed layer ducks and some of the ingredients for the duck diet so that in the future, they can produce eggs—own seeds by not bringing in hatching eggs from other places, as was done before. The method used in this service is to provide input and demonstrations in the management of laying ducks, management in mixing and compiling rations according to the ration formulation that has been prepared by the community service team introducing BSF maggot cultivation as an alternative feed ingredient in rations. The result of this service is that partners are very enthusiastic in carrying out all the input and suggestions given by the community service team; partners ask several questions about the management of raising ducks. The conclusion of this service is that partners are able to carry out breed layer duck cultivation with assistance from the community service team. Keywords: breed layer ducks, "Regra hatchery", Lubuk  Tarok, BSF maggot, ration formulatio

    PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) MEMANFAATKAN AIR BUANGAN RUMAH TANGGA DI NAGARI SAWAH TANGAH, KECAMATAN PARIANGAN, KABUPATEN TANAH DATAR, SUMATERA BARAT

    Full text link
    Kondisi berbukit dan lokasi sungai yang jauh dari pusat pemukiman pada Nagari Sawah Tangah membuat masyarakat kesulitan untuk mengakses sumber air sebagai kebutuhan pokok maupun untuk irigasi persawahan. Saat ini, sumber mata air yang berlimpah pada Jorong Tuah Sakato, Nagari Sawah Tangah, sebagian telah dialirkan dari lembah yang dalam menuju rumah-rumah warga dan persawahan dengan menggunakan pompa listrik. Namun, hal ini membuat masyarakat memiliki biaya listrik yang besar untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu biaya listrik masyarakat Nagari Sawah Tangah dengan membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan memanfaatkan air buangan yang tidak terpakai. Kegiatan dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu diawali dengan (1) melakukan peninjauan lokasi dan penyuluhan, (2) penentuan lokasi pemasangan dan rancangan pipa dan turbin crossflow, kemudian selanjutnya (3) pembuatan sistem sipil dan mekanik sistem turbin, dan (4) melakukan pengujian efisiensi sistem turbin, serta (5) pembinaan kepada masyarakat. Perbedaan ketinggian antara posisi bendungan dengan turbin crossflow sebesar 15°. Debit air yang melewati pipa menuju turbin mencapai 60 liter/detik. Keberhasilan sistem turbin ini mampu memeroleh daya sekitar 2600 W. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini mampu membuat biaya listrik yang ditanggung oleh masyarakat menjadi lebih murah. Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Turbin crossflow, Efisiensi, Jorong tuah sakato, Nagari sawah tangah ABSTRACT The hilly conditions and the location of the river which is far from the center of settlement in Nagari Sawah Tangah make it difficult for the community to access water sources as basic needs and for irrigation of rice fields. Currently, the abundant springs in Jorong Tuah Sakato, Nagari Sawah Tangah, have been partially drained from a deep valley to people's homes and rice fields using electric pumps. However, this leaves the community with large electricity costs to meet their water needs. This community service activity aims to help the electricity costs of the Nagari Sawah Tangah community by building a Micro Hydro Power Plant (PLTMH) system by utilizing unused waste water. The activity is divided into several stages, starting with (1) conducting site inspections and counseling, (2) determining the installation location and design of pipes and crossflow turbines, then (3) making civil and mechanical turbine systems, and (4) conducting testing turbine system efficiency, and (5) community development. The difference in height between the position of the dam and the crossflow turbine is 15°. The flow of water that passes through the pipe to the turbine reaches 60 liters/second. The success of this turbine system is able to obtain a power of about 2600 W. Thus, this service activity is able to make the electricity cost paid by the community cheaper. Keywords: Micro Hydro Power Plant (PLTMH), Crossflow turbine, Efficiency, Jorong tuah sakato, Nagari sawah tanga

    357

    full texts

    363

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇