LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    363 research outputs found

    PENGELOLAAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS TIPE 2 MELALUI PEMBERDAYAAN PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT UNS

    Full text link
    Insidensi Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 meningkat di Indonesia seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat ke arah sedentary lifestyle. DM tipe 2 merupakan penyakit katastrofik karena angka kecacatan dan kematiannya cukup tinggi, serta memerlukan pembiayaan yang besar. Pengelolaan diabetes yang baik perlu melibatkan kemandirian penderita dalam hal diet, aktivitas fisik, pemakaian obat dan pemeriksaan gula darah berkala. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemberdayaan penderita DM tipe 2 dalam tata kelola penyakit sehingga didapatkan luaran dan kualitas hidup yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui live Instagram, webinar awam dan pelatihan melalui pembentukan Persadia. Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) merupakan organisasi mandiri yang aktif bergerak khususnya di bidang diabetes. Dalam Persadia, penderita DM dapat berinteraksi dengan penderita DM lainnya, tenaga kesehatan dan simpatisan sehingga memberikan dukungan untuk pengelolaan DM yang baik. Kegiatannya meliputi senam rutin tiap minggu, pemeriksaan kesehatan gratis, dan diskusi mengenai diabetes dan penyakit metabolik. Sebelum dan sesudah kegiatan diberikan kuesioner mengenai pengetahuan dan kepuasan penderita DM tipe 2 terhadap pelayanan yang diberikan. Didapatkan peningkatan rerata pengetahuan, kepuasan dan kunjungan penderita DM tipe 2 di poliklinik RS UNS (p<0.005). Pengabdian ini secara tidak langsung meningkatkan kualitas hidup melalui pemberdayaan penderita diabetes.    Kata kunci: diabetes mellitus, edukasi, kepuasan, persadia, pengetahuan ABSTRACT The incidence of type 2 Diabetes Mellitus (DM) is increasing in Indonesia along with changes towards a sedentary lifestyle. Type 2 DM is a catastrophic disease because the rate of disability and death is quite high, and requires an enormous funding. We involved the patient's independence in terms of diet, physical activity, drug use, and regular blood sugar checks for better management. We aim to increase the empowerment of diabetic patients in disease management to improve disease outcomes and thus, their quality of life through this service. We used educational method through live Instagram, webinar, and Persadia. Persadia (IDA/Indonesian Diabetes Association) is an independent organization that is actively engaged in diabetes. In Persadia, diabetic patient can interact with another patients, health workers, and sympathizers to provide better support. We scheduled weekly gymnastics, free medical check-ups, and discussions about diabetes and metabolic diseases. Before and after the activity, we prepared questionnaires regarding knowledge and satisfaction level of diabetic patients. There was an increase in the average knowledge, satisfaction, and visits of diabetic patients at outpatient clinic in UNS Hospital (p<0.005). This service indirectly improves the quality of life by empowering diabetic patients. Keywords: diabetes mellitus, education, satisfaction, persadia, knowledg

    EDUKASI KANDUNGAN ASI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI

    Full text link
    Pemberian ASI eksklusif pada bayi telah dianjurkan oleh semua pihak. ASI tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan energi bayi, tetapi juga memberikan makronutrien dan mikronutrien yang penting untuk tumbuh kembang bayi. Walaupun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif belum dapat dikatakan optimal. Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu mengenai kandungan nutrisi ASI dan faktor ibu yang bekerja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu menyusui mengenai kandungan ASI dan pemberian ASI perah (ASIP). Kegiatan dilakukan secara online melalui Zoom. Kegiatan berupa seminar atau penyuluhan dengan menghadirkan 3 topik dan 3 narasumber. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan menilai suasana diskusi dan memberikan pertanyaan tertutup melalui pra dan pascates. Sebanyak 29 ibu menyusui mengikuti kegiatan ini dengan rerata usia 29 tahun dan sebagian besar bekerja (80%). Para peserta antusias memberikan pertanyaan kepada para narasumber. Hasil evaluasi pra dan pascates menunjukkan ada peningkatan pengetahuan ibu menyusui sebesar 31% (p=0,000). Kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi kandungan ASI dan pemberian ASIP berhasil dilakukan dengan baik. Edukasi mampu meningkatkan pengetahuan ibu menyusui. Edukasi atau penyuluhan dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan atau pemahaman masyarakat.Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kata kunci: ASI, ASIP, edukasi, nutrisi, pengetahuan ABSTRACT Exclusive breastfeeding for babies has been recommended. It fulfills the baby's energy needs and provides nutrients that are necessary for baby's growth and development. However, the coverage of exclusive breastfeeding has not yet been sufficient, that is affected by the mother’s lack of knowledge about breast milk and the mother’s occupation. This community service aims to provide education to breastfeeding mothers about the content of breast milk and expressed breast milk to the breastfeeding mothers. The activities were performed by presenting 3 experts using online Zoom. Evaluation was done by assessing the atmosphere of the discussion and establishing closed questions through pre and post-test. A total of 29 breastfeeding mothers have participated in this activity with an average age of 29 years and most of them have job (80%). The participants were actively asking questions to the speakers. The results of the pre- and post-test evaluation showed that there was an increase in knowledge of breastfeeding mothers by 31% (p=0.000). It concludes that community service in the form of education activities on the content of breast milk and breastfeeding has been successful. Education or outreach activities has been proven to increase public’s knowledge and understanding of certain topic. Keywords: breast milk, education, expressed breast milk, knowledge, nutritio

    PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TOKO ONLINE PADA UMKM OLAHAN SINGKONG SEBAGAI ALTERNATIF PEMASARAN PRODUK

    Full text link
    Batu Busuk merupakan kampung yang memiliki potensi wisata alam, peninggalan bersejarah, agrowisata dan budaya. Tujuan kegiatan ini adalah mengangkat dan mempromosikan potensi wisata Batu Busuk melalui penjualan kuliner olahan dan kontes buah durian. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan meliputi kegiatan penyuluhan, demonstrasi, pelatihan dan pendampingan sesuai dengan pelaksanaan kegiatan yang berlangsung secara berkelanjutan. Kedua kegiatan yaitu penjualan produk olahan dan kontes buah durian memberikan pengalaman baru bagi pengunjung karena unik dan tidak ditemui pada daerah tujuan wisata lainnya di Sumatera Barat. Dengan demikian kedua atraksi wisata ini dapat menjadi salah satu aktivitas promosi wisata Batu Busuk yang efektif. Seluruh wisatawan yang berkunjung menganggap penting bahwa kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan. Khusus untuk kontes durian, seluruh responden (42 orang) baik stakeholder, pengunjung dan peserta kontes setuju bahwa kegiatan kontes seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga di masa mendatang pemerintah daerah sudah harus mengambil peran yang lebih besar untuk kemajuan wisata Batu Busuk. Kata kunci: agrowisata, keberlanjutan, kuliner, promosi ABSTRACT Batu Busuk is a village with the potential for nature tourism, historical heritage, agro-tourism and culture. This activity aims to raise and promote the tourism potential of Batu Busuk through the sale of processed culinary delights and a durian fruit contest. The community service method applied includes counselling activities, demonstrations, training and mentoring following ongoing activities. The two activities, namely the sale of processed products and the durian fruit contest, provide new experiences for visitors because they are unique and cannot be found in other tourist destinations in West Sumatra. Thus, these two tourist attractions can be one of the practical Batu Busuk tourism promotion activities. All tourists who visit consider it necessary that similar activities are carried out sustainably.  Especially for the durian contest, all respondents (42 people), including stakeholders, visitors and contestants, agreed that the contest activities should be the responsibility of the local government; hence the local government should take a more significant role in the progress of Batu Busuk tourism. Keywords: agrotourism, sustainability, culinary, promotio

    UPAYA PENGEMBANGAN MEDIA CETAK PROMOSI KESEHATAN PADA PEKERJA FORMAL DALAM MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN DI TEMPAT KERJA KOTA SAMARINDA

    Full text link
    Klaster perkantoran menjadi tak terkendalikan di tengah pandemi COVID-19 di Indonesia. Pekerjaan yang menuntut untuk tetap berada di tempat kerja, membuat pekerja mau tidak mau harus tetap pergi ke kantor dan berinteraksi dengan pekerja lainnya. Protokol kesehatan yang ketat harus terus diupayakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Salah satunya adalah dengan upaya mengembangkan media promosi kesehatan di tempat kerja. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di dua instansi yang berada di Kota Samarinda. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan pekerja dalam melakukan protokol kesehatan di kantor. Metode yang digunakan adalah dengan menerapkan delapan langkah pengembangan promosi kesehatan di tempat kerja. Kegiatan ini berupa pengembangan media cetak yakni media poster dan standing banner yang berisikan mengenai protokol kesehatan di tempat kerja. Selain membagikan media, kegiatan juga dilengkapi dengan sosialisasi media tersebut kepada para pekerja. Untuk mengukur keefektifitasan media, dilakukan pre dan post test kepada pekerja untuk melihat pengetahuan sebelum dan sesudah mengenai protokol kesehatan di kantor. Dari pengukuran pre dan post test pada para pekerja, didapatkan hasil yakni terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah dilakukannya kegiatan promosi kesehatan yang diuji dengan uji statistik wilcoxon signed rank test dengan p-value < 0.05 pada kedua pengukuran. Kata kunci: media promosi kesehatan, pekerja formal, Covid-19 ABSTRACT Office clusters have become out of control amid the Covid-19 pandemic in Indonesia.  A job that demands to remain in the workplace has forced the workers to inevitably have to keep going to the office and interacting with other workers.  Strict health protocols must be pursued to break the chain of the spread of the virus.  One way is to develop health promotion media in the workplace.  This community service activity is carried out in two agencies located in Samarinda City.  The aim is to increase workers' knowledge in carrying out health protocols in the office.  The method used is to apply eight steps of developing health promotion in the workplace.  This activity is in the form of developing print media such as media posters and standing banners containing health protocols in the workplace.  Apart from deploying the media, the activity was also complemented by socializing the media to workers.  To measure the effectiveness of the media, pre and post tests were carried out on workers to see before and after knowledge regarding health protocols in the office.  From the pre and post test measurements on the workers, the results obtained were that there was a significant difference between before and after the health promotion activity was carried out which was tested by the Wilcoxon signed rank test statistical test with p-value <0.05 on both measurements. Keywords: health promotion media, formal workers, Covid-1

    ANALISA KESADARAN KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN STYROFOAM PADA ANAK SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 BANDA ACEH

    Full text link
    Penggunaan kemasan plastik sebagai bahan kemasan pada makanan memerlukan perhatian khusus terhadap siswa di sekolah yang berada di Banda Aceh. Salah satu kemasan yang digunakan adalah styrofoam. Penggunaan kemasan styrofoam sangat banyak terutama pada pembungkus makanan, hal ini sangat dikhawatirkan apabila digunakan pada makanan yang kondisinya panas sehingga kemasan tersebut dapat bereaksi dan menghasilkan senyawa karsinogenik. Kemasan ini sangat sering digunakan oleh penjual dikarenakan mudah, ringan dan murah, namun dari sisi kesehatan menunjukkan bahwa kemasan ini kurang baik digunakan pada kemasan bahan pangan yang panas karena akan bereaksi dengan kandungan polimernya. Pengabdian ini dilakukan dengan cara sosialisasi bahaya penggunaan kemasan plastik terutama bahan dasar styrofoam pada siswa sekolah MTSN 1 Banda Aceh. Data yang dihasilkan sebelum dilakukan sosialisasi, hampir 79% siswa tersebut memahami terhadap penggunaan plastik terutama styrofoam, setelah sosialisasi dan hasil survey yang dilakukan menunjukkan bahwa 83% siswa menjadi paham terhadap bahaya penggunaan styrofoam, hal ini menunjukkan bahwa hasil ini menjadi dasar siswa dalam memahami terhadap penggunaan kemasan styrofoam. Kata kunci: styrofoam, plastik, kemasan, sosialisasi, sekolah, survey ABSTRACT The use of plastic packaging as packaging material for food requires special attention to students in schools in Banda Aceh. One of the packaging used is Styrofoam. The use of styrofoam packaging is very much, especially in food packaging. They used Styrofoam on hot food so that the packaging could react and produce carcinogenic compounds. Sellers often use this packaging because it is easy, light, and cheap, but from a health perspective, it shows that this packaging is not suitable for use in hot food packaging because it will react with the polymer content. This service is carried out by socializing the dangers of using plastic packaging, especially the primary material of Styrofoam, to students at MTSN 1 Banda Aceh. The data generated before the socialization was carried out, almost 79% of these students understood the use of plastic, especially Styrofoam, after socialization and the results of the survey conducted showed that 83% of students became aware of the dangers of using Styrofoam, this indicates that these results are the basis for students to understand the use of styrofoam packaging. Keywords: styrofoam, plastic, packaging, socialization, school, surve

    PENYULUHAN TENTANG DAGUSIBU PADA ANGGOTA PKK DI KECAMATAN SINGARAN PATI KELURAHAN LINGKAR TIMUR, KOTA BENGKULU

    Full text link
    Dampak dari kesalahan pengelolaan obat yang tidak tepat saat membuang obat akan menyebabkan Pencemaran lingkungan sehingga terganggunya keseimbangan ekosistem di sekitar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah DAGUSIBU. Cara ini menjelaskan tata cara pengelolaan obat dari awal mereka dapatkan hingga saat obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini antara lain : Untuk meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya pada anggota PKK di kecamatan singaran pati kelurahan Lingkar Timur kota Bengkulu agar tidak keliru dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode pendekatan melalui: Ceramah dan Tanya jawab, yang dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat apabila ada yang belum dipahamai untuk mengevaluasi keberhasilan penyuluhan. Dari hasil evaluasi kegiatan dan berdasarkan hasil pretest dan post tes yang dilakukan selama kegiatan menunjukkan hasil yang positif dimana terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dirumah. Kata kunci: Penyuluhan, Sosialisasi, DAGUSIBU, Anggota PKK, Singgaran Pati Kota Bengkulu   ABSTRACT The impact of mismanagement of drugs that are not appropriate when disposing of drugs will cause environmental pollution so that the balance of the surrounding ecosystem is disrupted. One way of managing drugs that is good and correct is DAGUSIBU. This method describes the procedures for managing drugs from the beginning they were obtained until the time the drug was no longer consumed and finally discarded. The objectives of this community service activity include: To increase understanding and increase public awareness, especially for PKK members in Singaran pati sub-district, Bengkulu City so that they are not mistaken in obtaining, using, storing and disposing of drugs. The method used in this activity is the approach method through: Lecture and Question and Answer, which is carried out to provide opportunities for the community if there is something that is not understood yet to evaluate the success of counseling. From the results of the evaluation of the activities and based on the results of the pretest and posttests carried out during the activity, it shows positive results where there is an increase in people's knowledge in using, storing and disposing of medicines at home. Keywords: Counseling, Sosialization, DAGUSIBU, PKK Members, Singgaran Pati at Bengkulu city                 &nbsp

    PENGELOLAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN PEMBANGUN DETERJEN RAMAH LINGKUNGAN DI DESA KUAMANG KUNING KABUPATEN BUNGO

    Full text link
    Provinsi Jambi merupakan salah satu Provinsi penyumbang hasil perkebuan kelapa sawit dengan luas areal lahan mencapai 10 – 15 ton/ha/tahun ha dan mampu memproduksi 0.55% berupa limbang cangkang kelapa sawit dan tempurung kelapa sawit. Abu cangkang kelapa sawit mengandung banyak mineral seperti SiO2 58,02%; Al2O3 8,7%; CaO 12,65%; Fe2O3 2,6%; Na2O 0,41%; MgO 4,32%; K2O 0.72%; H2O 1,97%; serta hilang pijar 8.59%, unsur K 7,5%; Ca 1,5%; Cl 1,3%; CO3 1,9%; Mg 2,8%; Na 1,1%, N 0.05%; PO4 0,9% dan SiO2 61%. Tujuan pengabdian ini memberikan pelatihan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Kuamang Kuning dalam memanfaatkan abu cangkang kelapa sawit menjadi material zeolite 4A sebagai bahan pembangun deterjen ramah lingkungan, yang mampu menurunkan tingkat kesadahan air akibat pencemaran limbah rumah tangga. Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang potensi limbah abu cangkang kelapa sawit, pengolahnnya sebagai bahan pembangun deterjen berbasis zeolite 4A, dan melakukan pelatihan. Pelatihan ini memberikan peningkatan kompetensi bagi masyarakat, sebanyak 90% masyarakat peserta pelatihan yang hadir merasakan manfaat program ini untuk menambah pengatahuan dan wawasan, 100% merasakan ada pengaruh peningkatan pengetahuan tentang deterjen sintesis dan bahayanya terhadap lingkungan, serta pengetahuan tentang potensi limbah abu cangkang kelapa sawit dan sekitar 80% masyarakat berminat untuk mengelola abu cangkan kelapa sawit sebagai salah satu alternatif peluang usaha, serta 75% berniat untuk meneruskan program ini. Kata kunci: Sawit, Cangkang Kelapa Sawit, Zeolit 4A, Pembangun Deterjen ABSTRACT Jambi Province is one of the contributing provinces to oil palm plantation products with a land area of ​​10-15 tons/ha/years and is capable of producing 0.55% in the form of palm oil shells and oil palm shells. Oil palm shell ash contains many minerals such as SiO2 58.02%; Al2O3 8.7%; CaO 12.65%; Fe2O3 2,6%; Na2O 0.41%; MgO 4.32%; K2O 0.72%; H2O 1.97%; and loss of glow 8.59%, K elements 7.5%; Ca 1.5%; Cl 1.3%; CO3 1.9%; Mg 2.8%; Na 1.1%, N 0.05%; PO4 0.9% and SiO2 61%. This program aims to provide training and skills to the people of Kuamang Kuning Village in utilizing oil palm shell ash into zeolite 4A material as a building block for environmentally friendly detergents, which can reduce water hardness levels due to household waste pollution. The activity was carried out by providing counseling on the potential for oil palm shell ash waste, processing it as a building block for zeolite 4A-based detergents, and conducting training. This training provides increased competence for the community, as many as 90% of the training participants who attended felt the benefits of this program to increase knowledge and insight, 100% felt that there was an effect of increasing knowledge about synthetic detergents and their dangers to the environment, as well as knowledge about the potential waste of oil palm shell ash and about 80% of the community are interested in managing the ash of the oil palm kernel as an alternative business opportunity, and 75% intend to continue this program. Keywords: Palm Oil, Palm Shell, Zeolite 4A, Detergent Builde

    PEDULI DAN TANGGAP ANAK JALANAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI PEKANBARU

    Full text link
    Jumlah anak jalan di Indonesia menunjukkan angka yang memperihatinkan mencapai 135.983 jiwa dan Provinsi Riau tergolong tinggi mencapai 256 orang anak terlantar.Komunitas Bahu Jalanan (KBJ) merupakan salah satu komunitas sosial  peduli anak jalanan yang ada di kota pekanbaru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak jalanan tentang menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak untuk memutus mata rantai penularan penyakit corona.Program ini dilaksanakan selama 2 kali tanggal 24 Januari dan 29 April 2020 dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada anak jalanan dan KBJ dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang diakhiri dengan Tanya jawab.Tim pengabdi mengharapkan partisipasi KBJ dalam melakukan pendampingan kepada anak jalanan untuk tetap disiplin menjaga kesehatan terutama selama pandemic covid-19. Kata Kunci: Peduli, Tanggap, Anak Jalanan, Covid-19 ABSTRACT The number of street children in Indonesia show an alarming number reaching 135.983 people and Riau Province is classified as high, reaching 256 neglected. Komunitas Bahu Jalanan (KBJ) is a social community that cares for street children in the city of Pekanbaru. This community service activity aims ti increase the knowledge and awareness of street children about using masks, washing hands, maintaining distance to break the chain of transmission of the corona disease. This program was implemented 2 time on January 24 th and April 29 th  2020 in the form of health education to street children and KBJ with a total of 20 participants ending with a question and answer. The service team hopes that KBJ’s participation in providing assistance to street children to remain disciplined in maintaining health, especially during the covid-19 pandemic. Keywords: Care giving, Responsive, Street Children, Covid-1

    PENDAMPINGAN MANAJEMEN WAKTU ANAK PADA MASA NORMAL BARU DI DUSUN DESEKAN KABUPATEN MAGELANG

    Full text link
    Tatanan Hidup Baru (New Normal) dimasa pandemi COVID-19 memberikan pengalaman yang benar-benar baru bagi dunia pendidikan khususnya siswa Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Kewajiban untuk taat protokoler kesehatan yang salah satu klausulnya adalah tidak berkerumun dan menjauhi krumunan menjadikan kegiatan belajar mengajar sangat tidak biasa. Tidak ada tatapmuka baik dengan guru ataupun teman, semua dilakukan secara daring (online). Hal tersebut membuat pelajar mempunyai waktu luang yang banyak dan cenderung tanpa pengawasan baik dari orang tua maupun guru. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan waktu luang siswa dengan manajemen waktu di masa normal baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Tahapan penting dalam PAR adalah Research (pemetaan masalah), Action (rencana aksi dalam penyelesaian masalah) and Participatory (orang tua dan siswa SD di Desa Desekan). Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, dokumen dan wawancara. Pendampingan diharapakan dapat membantu siswa memahami pentingnya manajemen waktu dengan membuat jadwal kegiatan harian sehingga siswa dapat memanage waktunya dengan efektif dan efisien. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah para siswa belum memahami dengan baik mengenai manajemen waktu dan banyak menghabiskan waktu dengan dawai dan bermain yang tidak berhubungan dengan pendidikan. Kata kunci: Tatanan Hidup Baru, COVID-19, Manajemen Waktu, PAR ABSTRACT The New Living Order (New Normal) during the COVID-19 pandemic provided a completely new experience for the world of education, especially elementary school students in Indonesia. The obligation to comply with the Health protocol makes learning without face-to-face either with teachers or friends and everything is done online. This makes students have a lot of free time and tends to be without supervision from either parents or teachers. The aim of this service is to optimize students' free time with time management in the new normal. The method used in this study uses the Participatory Action Research (PAR) method. The important stages in PAR are Research (mapping problems), Action (action plans in solving problems) and Participatory (participation of parents and elementary students in Desekan village). The technique of collecting data was carried out by observation, surveys, documents and interviews. It is hoped that mentoring can help students understand the importance of time management by scheduling daily activities so that students can manage their time effectively and efficiently. The conclusion of this dedication is that the students do not understand well about time management and spend a lot of time with strings and games that are not related to education. Keywords: New Normal, COVID-19, Time Management, PA

    PARTISIPASI KOMUNITAS PEDULI WARGA TERDAMPAK COVID-19 DI NAGARI PULAKEK KOTO BARU KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN

    Full text link
    Pademi global Covid-19 telah menyebar ke banyak Negara dan benua, termasuk Indonesia. Salah satu Provinsi yang menerapkan PSBB dalam mengurangi dampak penyebaran Covid-19 adalah Provinsi Sumatera Barat. Dalam penangaanannya tidak hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah sendirian dan mesti melibatkan berbagai element masyarakat untuk berpartisipasi di lingkungan masing-masing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui partisipasi komunitas peduli warga terdampak Covid-19 di Nagari Pulakek Koto baru Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.  Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi dan pengumpulan serta penyerahan donasi kepada warga terdampak. Hasil kegiatan yaitu terlaksananya persiapan pelaksanaan kegiatan yaitu pertemuan dengan wali nagari, relawan desa dan perwakilan komunitas peduli. Pengumpulan donasi yang berasal dari warga peduli sebanyak  Rp. 6.000.000.- dan penyerahan paket sembako kepada warga terdampak  sebanyak 60 paket sembako kepada 60 kepala keluarga terdampak yaitu 56 KK dari warga sekitar komplek perumahan bukit pematang permai Jorong Mantirai Indah dan 4 KK berasal dari luar Jorong Mantirai Indah namun sehari-sehari bekerja di keluarga yang tinggal di Perumahan Bukit Pematang Permai. Bantuan diserahkan seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 H sehingga terasa sangat bermanfaat bagi warga terdampak.  Disamping penerahan donasi juga dilakukan edukasi dan sosialisasi kepada warga terdampak tentang pentingnya mematuhi protocol kesehatan.       Kata kunci: Partsipasi, Peduli Warga Terdampak, Covid-19  ABSTRACT The Covid-19 global academy has spread to many countries and continents, including Indonesia. One of the provinces that have implemented the PSBB in reducing the impact of the spread of Covid-19 is West Sumatra Province. The handling is not only done by the Government alone and must involve various elements of society to participate in their respective environments. This community service activity aims to empower the community through community participation in caring for residents affected by Covid-19 in Nagari Pulakek Koto baru, Sungai Pagu District, South Solok Regency. Methods of implementing activities include socialization, education and collection and delivery of donations to affected residents. The result of the activity is the implementation of preparations for the implementation of activities, namely meetings with the village guardian, village volunteers and representatives of the caring community. The collection of donations from caring residents is Rp. 6,000,000.- and the handover of 60 basic food packages to the affected residents to 60 affected families, namely 56 families from residents around the Jorong Mantirai Indah Pematang hill housing complex and 4 families from outside Jorong Mantirai Indah but working daily in family who live in Bukit Pematang Permai Housing. The aid was handed over a week before Idul Fitri 1441 H, so it was very beneficial for the affected residents. Apart from distributing donations, education and outreach was also carried out to affected residents about the importance of complying with health protocols. Keywords: Participation, Care for Affected Citizens, Covid-1

    357

    full texts

    363

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇