LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    363 research outputs found

    PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN BAGI PEMUDA DAN PEMBUDIDAYA IKAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN ALOR

    Full text link
    Tingginya harga pakan ikan di pasaran mengakibatkan banyak pembudidaya ikan di kabupaten Alor tidak dapat menyediakan pakan ikan secara berkesinambungan. Kebutuhan pakan ikan selama ini hanya mengandalkan pasokan dari luar melalui bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor. Ketika terjadi pembatasan akses akibat pandemi Covid-19 di kabupaten Alor, telah mengakibatkan terhentinya rantai pasokan pakan ikan dari luar. Pada sisi lain, para pembudidaya ikan di kabupaten Alor tidak memiliki pemahaman dan keterampilan dalam memproduksi pakan ikan secara mandiri. Dalam kondisi demikian maka kegiatan pengabdian masyarakat perlu dilaksanakan khususnya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pembudidaya ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian yakni pelatihan formulasi pakan ikan melalui FGD dan praktek pembuatan pakan ikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta sebelum mengikuti pelatihan adalah 58,43% meningkat menjadi 79,76% setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa perpaduan metode pelatihan dalam bentuk FGD dan praktek kerja memiliki dampak positif dalam peningkatan pemahaman peserta. Secara umum kegiatan pelatihan ini telah meningkatkan pemahaman peserta dengan peningkatan pemahaman sebesar 21,33%. Kata kunci: FGD, Covid-19, Pakan Ikan, Formulasi ABSTRACT The high price of fish feed in the market has resulted in many fish farmers in the Alor district being unable to provide fish feed sustainably. The need for fish feed has so far only relied on supplies from outside through the assistance of the Alor Regency Marine and Fisheries Service. When there was a restriction on access due to the Covid-19 pandemic in the Alor district, it had resulted in the interruption of the supply chain for fish food from outside. On the other hand, fish cultivators in the Alor district do not have the understanding and skills in producing fish feed independently. In such conditions, community service activities need to be carried out in particular to improve the understanding and skills of fish cultivators. The method used in the community service was training in fish feed formulation through FGD and practice of making fish feed. The analysis showed that the participant’s level of understanding before attending the training was 58.43%, increasing to 79.76% after attending the training. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the combination of training methods in the form of FGDs and practical work has a positive impact on increasing participant’s understanding. In general, this training activity has increased participant’s understanding by increasing understanding by 21.33%.    Keywords: FGD, covid-19, Fish Feed, Formulatio

    PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN JARAK JAUH

    Full text link
    Pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis android sebagai sarana pembelajaran jarak jauh di SMA Islam Terpadu Ar-Ridwan di wilayah Jati Asih, Bekasi.Mengingat pembelajaran saat ini masih melalui daring Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Adapun metode yang digunakan yaitu metode ceramah, dikombinasikan dengan metode ceramah plus, tanya jawab, dan tugas. Metode ceramah plus diskusi dan praktik pengunduhan software.Khalayak sasaran dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah guru mitra abdimas.Implikasi dari kegiatan ini adalah (1) Dapat membuat media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, tanpa mengharuskan para guru mempunyai skill atau keterampilan koding; (2) Memungkinkan para guru untuk membuat media pembelajaran yang bersifat interaktif.Hasil kegiatan yakni guru merasa puas karena mempunyai solusi untuk memudahkan mereka dalam mengajar jarak jauh seperti sekarang dan memberikan gambaran pembuatan media untuk pembelajaran mobile atau mobile learning yaitu dengan aplikasi SAC (Smart Apps Creator 3.0). Kata Kunci: Media Pembelajaran berbasis android, Pembelajaran Jarak Jauh, aplikasi SAC (Smart Apps Creator 3.0). ABSTRACT This community service is to provide training in the creation of android-based learning media as a means of distance learning at SMA Islam Terpadu Ar-Ridwan in Jati Asih area, Bekasi. Considering the current learning is still through online Distance Learning (PJJ). The method used is the lecture method, combined with the plus lecture method, q&A, and tasks. Lecture methods plus discussion and software downloading practices. The target audience in the implementation of this activity is the teacher partner abdimas. The implication of this activity is (1) Can make learning media according to needs, without requiring teachers to have coding skills or skills; (2) Enable teachers to create interactive learning media. The result of the activity is that teachers are satisfied because they have a solution to facilitate them in teaching remotely as they are now and provide an overview of the creation of media for mobile learning that is with sac application (Smart Apps Creator 3.0). Keywords: Android-based Learning Media, distance Learning, SAC apps (Smart Apps Creator 3.0) &nbsp

    PELATIHAN PENGOLAHAN ES PUTER DAN ES KRIM PADA KELOMPOK BANK SAMPAH BINTANG MANGROVE, GUNUNG ANYAR SURABAYA

    Full text link
    Pemanfaatan buah mangrove sebagai bahan dasar minuman belum dilakukan secara optimal, untuk itu, perlu dikembangkan lebih lanjut menjadi produk minuman yang mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi. Implementasi dari penelitian tersebut yaitu pada kegiatan pengabdian masyarakat pada kelompok Bank Sampah Bintang Mangrove (BSBM). Ketrampilan yang diberikan yaitu pembuatan minuman beku berupa es puter dan es krim dengan bahan dasar buah mangrove. Metode yang digunakan dalam memfasilitasi peningkatan ketrampilan kelompok BSBM dengan memberikan pelatihan berupa metode ceramah, praktik dan pendampingan. Metode ceramah dengan memberikan teori dasar dalam pengolahan buah mangrove menjadi es puter dan es krim, sehingga mempunyai nilai tambah baik dari segi rasa maupun nutrisi dari minuman tersebut. Metode praktik yaitu memberikan pelatihan yang ditekankan pada kemampuan kelompok BSBM dalam membuat minuman yang mempunyai rasa dan kandungan nutrisi tinggi, memiliki fungsi terhadap kesehatan. Pelatihan ini lebih mengedepankan partisipasi aktif kelompok BSBM serta memberikan pendampingan untuk keberlanjutan kegiatan usaha dan pemasaran. Luaran dari kegiatan ini adalah dihasilkan produk minuman yang mempunyai kandungan nutrisi dan produk inovatif, sehingga dapat membantu menambah pendapatan kelompok BSBM.  Kata kunci: Es Puter, Es Krim, Buah Mangrove, Gunung Anyar, Pengabdian Masyarakat ABSTRACT Utilizarion of mangrove fruit as a main ingredient for drinks has not been carried out optimally, therefore, it is necessary to develop into beverage products within higly nutrition value. Implementation of research result by community service to Bank Sampah Bintang Mangrove (BSBM) group (BSBM). The given skills are production of frozen drinks into es puter and ice cream with mangrove fruit as the main ingredient. The method used in facilitating the improvement of the skills from BSBM group were conducted by training of lecture method, practice and mentoring. The lecture method provided a basic theory of processing mangrove fruit into es puter and ice cream, so that it has added value in terms of both taste and nutrition from the drink. The practical method was to provide training that emphasizes the ability of the BSBM group in making drinks that have high taste and nutritional value, which have a function for health. This training emphasizes the active participation of the BSBM group and provides assistance for the sustainability of business and marketing activities. The output of this activity is to produce beverage products that have nutritional value and innovative product, in order to increase their income from BSBM group. Keywords: Es Puter, Ice Cream, Mangrove Fruit, Gunung Anyar, Community Servic

    PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN LELE BIOFLOK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA PANDAN ARANG, KABUPATEN OGAN ILIR

    Full text link
    Biofloc Technology (BFT) menjadi salah satu teknologi alternatif dalam akuakultur yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas air dan meningkatkan efesiensi pemanfaatan nutrisi. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan informasi kepada masyarakat dan petani tentang budidaya ikan Lele dengan sistem bioflok. Kegiatan ini dilakukan di Desa Pandan Arang, Kabupaten Ogan Ilir dengan menggunakan metode pemberdayaan partisipati aktif kelompok pembudidaya ikan pada mitra yang diajak kerjasama dengan transfer ilmu dan teknologi, meliput beberapa tahapan yaitu: 1) Persiapan; 2) Penyuluhan pembuatan pakan dan budidaya ikan; 3) Pembuatan demplot dan pendampingan; 4) Evaluasi dan pembuatan laporan hasil kegiatan. Hasil yang didapat bahwa kegiatan budidaya ikan lele dengan menerapkan sistem bioflok memberikan hasil dapat memperbaiki kualitas air pada budidaya ikan lele, terutama dalam menurunkan nilai ammonia dalam media budidaya. Serta memberikan pertumbuhan optimal pada ikan lele dengan bobot mutlak 8,4 gram/ekor dan pertumbuhan panjang mutlak 8,6 cm/ekor. Kata kunci: Biofloc Technology, Ikan Lele, Desa Pandan Arang, Budidaya Ikan ABSTRACT Biofloc Technology (BFT) is an alternative technology in aquaculture that aims to improve water quality and increase the efficiency of nutrient utilization. The purpose of this social dedication are to introduce and provide information to the public and farmers with biofloc system. This activity is carried out in Pandan Arang Village, Ogan Ilir District with an active participatory empowerment method for farmers fish in partners who are invited to collaborate with the transfer of knowledge and technology, covering several stages, 1) preparation; 2) counseling for feed and fish cultivation; creating demonstration plots and assistance; 4) evaluation and making reports on the results of activities. The results showed that catfish culture using the biofloc technology could improve water quality in catfish aquaculture, particularly in reducing the value of ammonia in the culture medium. As well as providing optimal growth in catfish witn an absolute weight of 8,4 gr and absolute length growth of 8,6 cm. Keywords: Biofloc Technology, Catfish, Pandan Arang Village, Aquacultur

    CONTINUITY OF CARE PADA NEONATUS DAN BAYI DI ERA PANDEMI COVID-19 DI SUMATERA BARAT

    Full text link
    Bayi Baru Lahir dan neonatus memiliki resiko ganggguan kesehatan paling tinggi, berbagai masalah kesehatan bisa muncul, sehingga tanpa penanganan yang tepat, akan memiliki dampak berbahaya pada bayi. Saat ini, Indonesia sedang menghadapi bencana nasional non alam Covid-19 sehingga pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Kasus Covid-19 untuk wilayah Sumatera Barat yang masih meningkat dan kasus positif tidak hanya terjadi pada wanita yang sehat, namun juga ada yang tanpa gelaja, wanita hamil, menyusui, bayi baru lahir, anak dan dewasa. Agar ibu dan bayi tetap dapat selalu mendapatkan asuhan selama masa pandemi, maka sebagai bidan dapat dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of care) pada ibu dan keluarga dengan lebih inovatif dengan tetap harus memperhatikan protokol kesehatan dalam memberikan asuhan pada ibu dan bayi. Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya angka derajat kesehatan yang lebih baik pada bayi, sehat fisik dan tumbuh serta berkembang secara normal di era pandemi covid-19. Metode yang dipakai dengan melakukan survey dan wawancara untuk pengumpulan data, analisis data, penyajian data, merumuskan pembahasan dan selanjutnya diberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dilakukan dengan metode daring dengan menggunakan aplikasi SMS,video conference, zoom,WA dan aplikasi lainnya. Kata kunci : Bayi Baru Lahir, Neonatus, Covid-19, Continuity of Care ABSTRACT Newborn and neonatus  have the highest risk of health problems, various health problems can arise. So that without proper handling, it will have a dangerous impact on the baby. Currently, Indonesia is facing a national non-natural disaster Covid-19 so that maternal and neonatal health services are among the services that are affected both in terms of access and quality. Covid-19 cases for the West Sumatra region are still increasing and positive cases do not only occur in healthy women, but also those who are uneasy, pregnant, breastfeeding, newborns, children and adults. So that mothers and babies can always receive care during the pandemic, as a midwife continuous midwifery care can be carried out for mothers and families more innovatively while still having to pay attention to health protocols in providing care to mothers and babies. The goals in this event that will be achieved are to increase the health status in babies, physically healthy and grow and develop normally in the era of the Covid-19 pandemic. The method used by conducting surveys and interviews for data collection, data analysis, data presentation, formulating discussions and give the education, information by online using SMS, video conferencing applications, zoom, WA and other video applications. Keywords: Newborns, Neonates, Covid-19, Continuity of Care &nbsp

    TAMAN AGRO INOVASI SEBAGAI MODEL DISEMINASI PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT PENINGKAT IMUN DI MASA PANDEMI

    Full text link
    Taman Agro Inovasi (Tagrinov) merupakan konsep diseminasi teknologi inovasi yang diwujudkan dalam bentuk  display  model pemanfaatan lahan pekarangan yang berfungsi sebagai warung hidup, apotik hidup, lumbung hidup dan ditata secara estetis. Tanaman obat sebagai salah satu komponen tanaman di Tagrinov dikenal masyarakat melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Terkait dengan merebaknya Pandemi Covid 19 pemanfaatan tanaman obat sebagai ramuan untuk menjaga imunitas makin meningkat. Di masa pandemi, harga tanaman obat meningkat pesat, padahal masyarakat bisa menghasilkan tanaman ini dari kebunnya sendiri.  Keengganan masyarakat berbudidaya tanaman obat di pekarangan antara lain disebabkan kurangnya pengetahuan dalam budidaya tanaman obat dan sulitnya menata pekarangan. Untuk itulah Tagrinov hadir.  Tulisan ini bertujuan untuk : (1) memberikan informasi mengenai Tanaman Obat Peningkat Imun, (2) Mengenalkan Tagrinov dan Perannya dalam Pengembangan  TOGA di Masa Pandemi Corona Virus (Covid) 19. Tulisan ini disusun berdasarkan studi literature dari artikel jurnal nasional dan internasional  dan observasi langsung  kegiatan Pengelolaan Tagrinov BPTP Jambi tahun 2018-2020. Diharapkan Tagrinov BPTP Jambi dapat menjadi wadah edukasi dan diseminasi pengembangan dan pemanfaatan tanaman obat ditingkat keluarga dalam rangka meningkatkan imun dimasa pandemi Covid 19. Kata kunci: taman agro inovasi, model diseminasi,tanaman obat, imunitas, pandemi covid-19 ABSTRACT Taman Agro Innovations (Tagrinov) is a concept for the dissemination of innovation technology from Balitbangtan. This concept is in the form of a display model of the use of yard land. Medicinal plants, one of the plant components in Tagrinov, are known to the public through Family Medicinal Plants (TOGA). In connection with the outbreak of the Covid 19 pandemic, the use of medicinal plants as ingredients to maintain immunity is increasing. During the pandemic, the price of medicinal plants increased rapidly, even though people could produce these plants from their own gardens. The reluctance of the community to cultivate medicinal plants in the yard is partly due to the lack of knowledge in the cultivation of medicinal plants and the difficulty of arranging the yard. That's what Tagrinov is here for. This paper aims to provide information about Immune Enhancing Medicinal Plants. Introduction to Tagrinov and its Role in the Development of TOGA during the Corona Virus (Covid) 19 Pandemic. This paper was compiled based on a literature study from national and international journal articles and direct observations of the Jambi AIAT Tagrinov Management activities in 2018-2020. It is hoped that Tagrinov AIAT Jambi become a forum for education and dissemination of the development and use of medicinal plants at the family level in order to increase immunity during the Covid 19 pandemic. Keywords: agro innovasion garden, dissemination model, medicinal plants, immunity, pandemi covid 1

    PEMBERDAYAAN KADER PRODUK KUE BAYAM MERAH (PKB) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEHAMILAN DENGAN ANEMIA DI DESA SUKOMULYO KECAMATAN PUJON

    Full text link
    Kondisi bayi lahir dengan premature, lahir cacat, bayi lahir dengan berat rendah, keguguran dan kematian janin dapat diakibatkan karena masalah anemia pada ibu hamil. Prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 48,9%, hal itu dikemukakan oleh Riset Kesehatan Dasar 2018. Sedangkan, berdasarkan data WHO di negara berkembang terdapat 52% ibu mengalami anemia. Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) sangat kaya kandungan vitamin, yaitu A, C dan E. Protein, karbohidrat, lemak, mineral, zat besi, magnesium, mangan, kalium dan kalsium juga terkandung pada bayam merah. Dibandingkan dengan tanaman lain, kandungan zat besi bayam merah lebih tinggi, sehingga berguna untuk penderita anemia. Namun masyarakat masih jarang mengonsumsi bayam merah sebagai alternatif sayuran karena tampilannya yang kurang menarik, sehingga tim pengabdi tertarik memberikan pelatihan pembuatan kue berbahan dasar bayam merah. Tujuan dari kegiatan ini adalah pembentukan dan peningkatan ketrampilan kader pendamping gizi ibu hamil. Peningkatan kualitas pendampingan pada ibu hamil dengan melalui pelatihan pembuatan kue berbahan bayam merah yang mudah dan murah untuk bisa dikonsumsi oleh ibu hamil sehingga dapat mengurangi kejadian anemia. Kegiatan dilaksanakan bulan September 2021 dengan hasil terbentuknya 10 kader dan terlaksananya pelatihan kader oleh tim pengabdi. Kata kunci: bayam merah, produk kue bayam merah, kader produk kue bayam, anemia, gizi ibu hamil ABSTRACT The condition of babies born prematurely, birth defects, babies born with low weight, miscarriage and fetal death can be caused by anemia problems in pregnant women. The prevalence of anemia in pregnant women reached 48.9%, it was stated by the 2018 Basic Health Research. Meanwhile, based on WHO data in developing countries there were 52% of mothers experiencing anemia. Red spinach (Amaranthus tricolor L.) is very rich in vitamins, namely A, C and E. Protein, carbohydrates, fats, minerals, iron, magnesium, manganese, potassium and calcium are also contained in red spinach. Compared to other plants, the iron content of red spinach is higher, so it is useful for people with anemia. However, people still rarely consume red spinach as an alternative to vegetables because it looks less attractive, so the service team is interested in providing training on making cakes made from red spinach. The purpose of this activity is the formation and improvement of the skills of nutritional support cadres for pregnant women. Improving the quality of assistance to pregnant women through training in making cakes made from red spinach which is easy and cheap to be consumed by pregnant women so as to reduce the incidence of anemia. The activity was carried out in September 2021 with the results of the formation of 10 cadres and the implementation of cadre training by the service team. Keywords: red spinach, spinach cake products, cadre of spinach cake products, anemia, nutrition pregnanc

    PENGEMBANGAN PRODUK SELAI KULIT KOPI PADA KELOMPOK UNIT PRODUKSI PENGOLAHAN CATUR PARAMITHA DESA CATUR KINTAMANI BALI

    Full text link
    Kopi merupakan komoditas unggulan Indonesia. Pengolahan kopi menghasilkan 55-60% biji kopi dan 40-45% kulit kopi. Pemanfaatan limbah kulit kopi di Indonesia belum optimal. Perkembangan perkebunan kopi juga secara tidak langsung meningkatkan jumlah limbah kulit kopi yang dihasilkan. Teknologi tepat guna diperlukan untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi produk salah satunya selai. Selai merupakan makanan favorit masyarakat saat ini. Selain rasanya yang enak, selai juga memiliki profil nutrisi yang baik dan dimakan dengan roti. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada kelompok Unit Produksi Pengolahan Catur Paramitha, Desa Catur, Kintamani Bali. Kopi green bean dan kopi bubuk sudah diproduksi dan dipasarkan oleh mitra, namun pengolahan limbahnya belum dilakukan. Mitra ingin mengolah limbah kulit kopi menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Mitra tidak mengetahui bidang kewirausahaan, sehingga kesulitan dalam mengelola produksi dan pemasaran. Solusi untuk mengatasi permasalahan mitra adalah: memberikan teknologi tepat guna pengolahan selai kulit kopi, bantuan peralatan, pengetahuan tentang cara pengemasan, dan pelabelan produk selai, pemasaran dan kewirausahaan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat telah berjalan dengan lancar. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 20 orang. Berdasarkan hasil evaluasi, kelompok menguasai teknologi pembuatan selai hingga 75%. Perlu pendampingan lebih lanjut kepada kelompok sehingga dihasilkan produk selai kulit kopi yang berkualitas dan dapat dipasarkan. Kata kunci: kopi arabika, kulit kopi, kintamani, pengembangan produk, selai ABSTRACT Coffee is Indonesia's leading commodity. Coffee processing produces coffee beans and coffee husks. Utilization of coffee husk waste in Indonesia is not optimal. The development of coffee plantations also increases the coffee husk. Appropriate technology is needed to process coffee husks, which is jam. Jam is a favorite food of today's society. Its great taste, jam also has a good nutritional profile. This service activity was carried out in the Catur Paramitha group, Catur Village, Kintamani Bali. Green bean coffee and ground coffee have been produced and marketed, but the waste treatment has not been carried out. Partners want to process coffee husks into products that have added value. Partners do not know the field of entrepreneurship, so it is difficult to manage production and marketing. The solutions to overcome partner problems are: providing appropriate technology for processing coffee husks jam, equipment assistance, knowledge on packaging and labeling, marketing and entrepreneurship. The implementation of community service activities has been running smoothly. The number of participants who took part in the activity was 20 people. The group mastered the technology of making jam up to 75%. There needs to be further assistance so that quality and marketable coffee husks jam products. Keywords: arabica coffee, coffee husks, jam, kintamani, product developmen

    PEMBUATAN WORKBENCH ERGONOMIS UNTUK MENDUKUNG AKTIVITAS PEMILAHAN, PENGEPRESAN, DAN PENGARUNGAN SAMPAH AIR MINUM DALAM KEMASAN DI KELURAHAN WONKUSUMO SURABAYA

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan workbench untuk kegiatan Bank Sampah di Kelurahan Bulaksari. Para Ibu rumah tangga di beberapa Rukun Tetangga (RT) melakukan pengelolaan sampah Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan melakukan sortir, pembersihan sampah dan pengarungan. Namun, didapati kondisi selama proses sortir sampah, tidak ergonomis, dimana para ibu rumah tangga ini melakukan kegiatan tersebut tidak dengan menggunakan alat bantu yang layak dan dengan posisi duduk membungkuk. Implikasi kegiatan pengabdian masyarakat terbagi ke beberapa kegiatan, pertama adalah mengadakan sosialisasi terkait kegiatan pengelolaan sampah dan itikad untuk membantu kegiatan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan ergonomic workbench, dimana alat bantu ini dapat memberikan kenyamanan dan keamanan saat bekerja karena didesain dengan mengakomodir prinsip perancangan metode kerja dan produk, Terakhir adalah dengan melakukan trial produk versi pertama untuk mendapatkan masukan dalam pengembangan produk versi kedua. Kata kunci: sampah plastik, air minum dalam kemasan, alat kerja, ergonomis, bank sampah ABSTRACT This community service is to provide a workbench for garbage bank activites in Bulaksari Village. Housewives in several Neighborhood Communities (RT) manage Bottle Drinking Water (AMDK) waste by sorting, cleaning and rafting in a sack. However, it was found that the conditions during the waste sorting process were not ergonomic, where these housewives did not use proper tools and bent sitting position. The implication of community service activities are divided into several activities, first is holding socialization related to waste management activities and the intention to help these activities. Then proceed with the manufacture of an ergonomic workbench, where this tool can provide comfort and safety while working because it is designed to accommodate the principles of ergonomics designing work products. Keywords: plastic waste, bottled mineral drinking water, workbench, ergonomics, waste ban

    PENGUATAN EKONOMI BUMDES LUBUK KERTANG MELALUI PEMETAAN POTENSI DESA SECARA PARTISIPATIF

    Full text link
    Pengurus BUMDes harus memiliki kemampuan memahami potensi desa, menyusun tata kelola yang baik dimulai dari rencana sumberdaya yang dibutuhkan, jenis usaha yang dikembangkan, proses pelaksanaan secara partisipatif, transparan dan akuntabel. Kondisi eksisting BUMDes Lubuk Kertang masih perlu pembenahan dari pemahaman potensi desa, tata kelola, pemilihan dan pengembangan jenis usaha yang dikelola BUMDes secara berkelanjutan.Metode dalam kegiatan ini adalah melalui sosialisasi kegiatan pelatihan penguatan ekonomi BUMDes Lubuk Kertang Melalui Pemetaan potensi desa secara partisipatif, pelatihan penguatan ekonomi BUMDes Lubuk Kertang melalui pemetaan potensi desa secara partisipatif, penguatan tata Kelola melalui pengembangan unit usaha BUMDes Lubuk Kertang, serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari program kemitraan kepada masyarakat ini adalah kelompok mitra dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola BUMDes dengan memilih dan mengembangkan jenis-jenis usaha yang ada berdasarkan potensi sumberdaya lokal desa melalui pemetaan potensi desa secara partisipatif dalam melakukan tata kelola BUMDes yang baik dan benar, sehingga mampu bersinergi dengan Pemerintah Desa Lubuk Kertang dan masyarakat sebagai pelaku wirausaha desa. Kata Kunci: Peningkatan Kemampuan, Tata Kelola, Potensi Desa, Pemilihan dan                       Pengembangan Unit Usaha ABSTRACT Administrators must have the ability to understand the potential of the village, formulate good governance starting from the resource plan needed, the type of business developed, the implementation process in a participatory, transparent and accountable manner. The existing condition of BUMDes Lubuk Kertang still needs improvement from the understanding of village potential, governance, selection and development of types of businesses managed by BUMDes in a sustainable manner. The method in this activity is through the dissemination of training activities for economic strengthening of the Lubuk Kertang BUMDes through participatory mapping of village potentials, training on strengthening the economy of the Lubuk Kertang BUMDes through participatory mapping of village potential, strengthening governance through the development of the Lubuk Kertang BUMDes business unit, and monitoring and evaluation. The result of this partnership program with the community is that partner groups can improve their ability to manage BUMDes by selecting and developing existing types of businesses based on the potential of village local resources through participatory mapping of village potentials in carrying out good and correct BUMDes governance, so that they can work together. with the Lubuk Kertang Village Government and the community as village entrepreneurs. Keywords: Capacity Building, Village Potential, Selection and Development Business Uni

    357

    full texts

    363

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇