LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    363 research outputs found

    IMPLEMENTASI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI DAERAH LOKUS STUNTING KECAMATAN TANARA, KABUPATEN SERANG

    Full text link
    Riskesdas di tahun 2018 mencatat kejadian stunting nasional sebesar 17,7-42,6 %. Penyebab terjadinya stunting antara lain faktor pengetahuan, sikap dan perilaku ibu serta keluarga dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP ASI), pemberian ASI yang kurang tepat, penyakit infeksi, ketahanan dan keamanan pangan serta kebersihan air yang kurang. Tujuan abdimas untuk memberikan penyuluhan kepada ibu bayi dan balita di Kecamatan Tanara tentang pentingnya pengetahuan pemberian MP-ASI yang benar untuk pencegahan stunting dan gizi buruk. Pengabdian masyarakat dilakukan di Kecamatan Tanara. Jumlah responden Ibu bayi dan balita 40 orang berusia 20-45 tahun dengan usia bayi dan balita 6-24 bulan. Ibu bayi dan balita mengisi kuisioner pertanyaan, kemudian Tim Pengabdi memberikan penyuluhan tentang stunting serta pengetahuan mengenai pemberian MP-ASI yang baik dan contoh pembuatan MPASI yang benar. Setelah penyuluhan responden mengisi kuisioner kembali untuk mengukur pengetahuan tentang MP-ASI. Hasil nilai pengetahuan ibu bayi dan balita sebelum penyuluhan rata-rata 57,5%, setelah penyuluhan didapatkan rata-rata 80,1%. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu bayi dan balita setelah penyuluhan sebesar 28,2 %. Peningkatan pengetahuan ibu mengenai nutrisi diharap akan memperbaiki praktek pemberian MP ASI sehingga dapat menurunkan kejadian stunting, perlunya peran pemerintah daerah melalui puskesmas dan posyandu untuk menggiatkan edukasi mengenai pemberian MP ASI yang benar. Kata kunci: Implementasi, makanan pendamping ASI, lokus, stunting ABSTRACT Basic Health Research Results Report in 2018 recorded a national incidence of stunting to 17,7-42,6 %. Factors that influence the occurrence of stunting were knowledge, attitude, and behavior of mother to prepare the complementary feeding, infection disease, food security and food safety. The objective was to provide counselling to mothers of infants and toddlers aged 6-24 months in Tanara District, Serang Regency during covid-19 pandemic, about knowledge in preparation the complementary feeding. A community counselling had conducted in Tanara District, Serang Regency, Banten Province in September 2020 amid the atmosphere of the Covid-19 pandemic, 40 respondents of infants and toddlers aged 6-24 months had been elected consecutively from 9 sub-districts. Respondents should fill out a questionnaire before and after the counselling about stunting and preparation of complementary feeding. The average of knowledge value results of respondents before and after counselling were 57.5% and 80.1% respectively. There is 28.2% increase in the knowledge before and after the counselling. Amid the Covid-19 pandemic the mothers of infants and toddlers in Tanara district still had passion to increase knowledge about stunting, however the role of local government is still needed to make the incidence of stunting lower by activating education about complementary feeding.                                                                                                      Keywords: Implementation, complementary feeding, stunting &nbsp

    CEGAH PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DENGAN PERILAKU SEHAT PADA REMAJA MELALUI GERAKAN 5M DAN MENINGKATKAN IMUNITAS MENGGUNAKAN BAHAN ALAMI

    Full text link
    Sebuah survey yang dilakukan oleh UNICEF 4000 remaja terkait covid-19 menunjukkan masih ada remaja (25%) yang tidak tahu sama sekali tentang Covid-19 dan yang tahu gejala penyakit ini, namun belum tahu cara pencegahan. Hal ini terjadi  karena informasi yang kurang di dapatkan oleh  remaja,  dan sebagian besar masih belum melakukan physical distancing. Covid-19 merupakan pandemi yang telah mengakibatkan tingginya angka mortalitas di berbagai belahan dunia. Pengetahuan mengenai pandemi Covid-19 yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 penting untuk diterapkan. Gerakan 5M dan meningkatkan imunitas menggunakan bahan alami salah satu upaya pencegahan Covid-19. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang gerakan 5M dan peningkatan imunitas menggunakan bahan alami. Program ini dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2020 dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada remaja melalui online dengan jumlah peserta 54 orang dan aktif mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Team yang melakukan pengabdian mengharapkan peran serta remaja dalam penerapan gerakan 5M dan penggunaan bahan alami untuk peningkatan imunitas sebagai upaya pencegahan Covid-19. Kata kunci: covid-19, imunitas, bahan alami ABSTRACT A survey conducted by UNICEF 4000 teenagers related to covid-19 showed that there are still teenagers (25%) who do not know anything about Covid-19 and who know the symptoms of this disease, but do not know how to prevent it. This happens because of the lack of information received by teenagers, and most of them still have not done physical distancing. Covid-19 is a pandemic that has resulted in high mortality rates in various parts of the world. Good knowledge about the Covid-19 pandemic and clean and healthy living behavior as an effort to prevent the transmission of Covid-19 is important. The 5M movement and increasing immunity using natural ingredients is one of the efforts to prevent Covid-19. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and awareness of teenagers about the 5M movement and increase immunity using natural ingredients. This program was carried out on March 17, 2020 in the form of health counseling to teenagers via online with 54 participants by asking questions in the discussion session. The team of lecturers who do the service expects the participation of youth in the implementation of the 5M movement and the use of natural ingredients to increase immunity as an effort to prevent Covid-19. Keywords: covid-19, immunity, natural ingredient

    UPAYA PENINGKATAN EKONOMI IRT DAPURE INDAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MI BASAH DAN MI BELUNTAS

    Full text link
    IRT Dapure Indah adalah salah satu industri rumah tangga yang bergerak dibidang penjualan pangsit mi. Bahan baku mi basah yang dijual berasal dari suatu industri pembuatan mi komersial di kota Surabaya. Oleh karena itu IRT ini menjual pangsit mi dengan harga dasar sangat tergantung pada  harga mi basah yang dibeli, sehingga mempengaruhi jumlah pangsit mi yang terjual.   Selama ini IRT Dapure Indah belum mengetahui cara memproduksi mi basah serta diversifikasinya. Beluntas adalah tanaman herbal yang telah terbukti mempunyai aktivitas antioksidan dan antidiabetik. Penggunaan air seduhan teh daun beluntas dalam pembuatan mi beluntas sebagai diversifikasi mi basah belum pernah diperkenalkan dan dikomersialkan. Oleh karena itu perlu memberikan pelatihan aplikasi penggunaan air seduhan teh daun beluntas untuk memperkaya nilai fungsional dari mi basah, disamping memberikan pelatihan cara pembuatan mi basah plain (umum/kontrol) pada IRT Dapure Indah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan memproduksi mi basah plain/umum/kontrol dan mi beluntas sebagai diversifikasi untuk meningkatkan ekonomi IRT Dapure Indah. Kegiatan abdimas berlangsung di IRT Dapure Indah di Perumahan Green Semanggi Mangrove Blok G1-23 selama 3 bulan (Mei-Juli 2022), selama waktu tersebut tim abdimas memberikan pelatihan tentang pembuatan mi basah plain (umum/kontrol) dan diversifikasinya dengan air seduhan beluntas serta penanganan produk selama penyimpanan. Setelah pelatihan pada pertengahan bulan Juni- awal Juli IRT Dapure Indah sudah 2 kali memproduksi mi basah dan pada awal bulan Juli IRT Dapure Indah sudah membuat diversifikasi mi basah dengan air seduhan daun beluntas. Hasil penjualan mi plain dan mi beluntas meningkatkan kesukaan konsumen terhadap mi yang dijual berdasarkan kategori warna, rasa, aroma, tekstur dan kesukaan secara keseluruhan.  Tingkat kesukaan konsumen terhadap mi plain maupun beluntas dalam kategori antara suka (skor 4) hingga sangat suka (skor 5), nilai kesukaan terhadap warna, rasa, aroma, tekstur dan keseluruhan untuk mi plain secara berturut-turut adalah sebagai berikut : 4,29; 4,36; 4,21; 4,29; 4,57, sedangkan mi beluntas secara berturut-turut   4,27; 4,47; 4,40;  4,27; 4,73.  Konsumen lebih menyukai warna dan tekstur  mi basah plain dibandingkan mi beluntas karena mempunyai warna putih kekuningan dan tidak mudah putus dan kenyal. Sedangkan tingkat kesukaan konsumen terhadap rasa, aroma dan keseluruhan untuk mi beluntas lebih tinggi dibandingkan mi plain karena gurih, beraroma daun/wangi, dan enak. Mi basah yang dihasilkan akan mempunyai shelf life lebih lama jika disimpan di freezer dibandingkan direfrigerator. Kata kunci: IRT Dapure Indah, ekonomi, mi basah, mi beluntas   ABSTRACT IRT Dapure Indah is one of the home industries engaged in the sale of noodle dumplings. The raw material for wet noodles sold comes from a commercial noodle-making industry in the city of Surabaya. Therefore, this IRT sells noodle dumplings with a base price that really depends on the price of wet noodles purchased, thus affecting the number of noodle dumplings sold. So far, IRT Dapure Indah does not know how to produce wet noodles and how to diversify them. Pluchea is an herbal plant that has shown to have antioxidant and antidiabetic activity. The use of pluchea leaf tea steeping in the manufacture of pluchea noodles as diversification of wet noodles has never been introduced and commercialized. Therefore, it is necessary to provide training in the application of using pluchea leaf tea to enrich the functional value of wet noodles, in addition to providing training on how to make plain wet noodles (general/control) at IRT Dapure Indah. The purpose of this community service was to provide training to produce plain/general/control wet noodles and pluchea noodles as a diversification to improve the economy of IRT Dapure Indah. The community service activity took place at IRT Dapure Indah at the Green Semanggi Mangrove Housing Block G1-23 for 3 months (May-July 2022), during which time the community service team provided training on making plain wet noodles (general/control) and diversifying it with pluchea steeped water and product handling during storage. After training in mid-June-early July IRT Dapure Indah produced 2 wet noodles and in early July IRT Dapure Indah diversified wet noodles with water steeped in pluchea leaves. The sales of plain noodles and pluchea noodles increased consumer preference for noodles sold based on the categories of color, taste, aroma, texture, and overall preference. The level of consumer preference for plain and pluchea noodles in the category between like (score 4) to really like (score 5), the preference values ​​for color, taste, aroma, texture, and overall for plain noodles were as follows: 4.29; 4.36; 4.21; 4.29; 4.57, while the noodles pluchea were 4.27; 4.47; 4.40; 4.27; 4.73. Consumers prefered the color and texture of plain wet noodles to pluchea noodles because they have a yellowish-white color and were not easily broken and chewy. While the level of consumer preference for taste, aroma, and overall pluchea noodles was higher than plain noodles because it was savory, have a leafy aroma, and was delicious. The resulting wet noodles would have a longer shelf life if stored in the freezer than in the refrigerator. Keywords: IRT Dapure Indah, economy, wet noodles, pluchea noodle

    EDUKASI LANSIA SEHAT DAN BAHAGIA (SMART) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS TEMPINO MUARO JAMBI

    Full text link
    Lansia merupakan kelompok yang paling beresiko terkena Covid-19, dikarenakan lansia umumnya memiliki beberapa penyakit komorbid serta tingginya angka mortalitas pada lansia. Salah satu upaya untuk pencegahan penularan Covid-19 pada lansia ialah dengan langkah promotif dan preventif, salah satunya dengan pemberian edukasi pada lansia. Selain itu, perlu juga diperhatikan agar lansia tetap sehat dan bahagia di masa pandemi Covid-19 sehingga kualitas hidup lansia tetap terjaga dan resiko tertular Covid-19 pada lansia dapat dikurangi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia tentang protokol kesehatan dan upaya lansia sehat dan bahagia di masa pandemi Covid-19, dengan jumlah lansia sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pendampingan para lansia untuk berkumpul diruang aula. Kemudian, penyampaian informasi dilakukan dengan slide power point tentang protokol kesehatan dan upaya lansia sehat dan bahagia, video, kartu SMART, demonstrasi teknik relaksasi nafas dalam serta diakhiri dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menambah pengetahuan para lansia tentang pencegahan terjadinya infeksi Covid-19, meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penularan serta menjadi lansia yang SMART. Kata Kunci: Lansia, Covid-19, SMART ABSTRACT The elderly are the group most at risk of contracting Covid-19, because the elderly generally have several comorbid diseases and high mortality rates in the elderly. One of the efforts to prevent Covid-19 transmission in the elderly is by promoting and preventive measures, one of which is by providing education to the elderly. In addition, it should also be noted that the elderly remain healthy and happy during the Covid-19 pandemic so that the quality of life for the elderly is maintained and the risk of contracting Covid-19 in the elderly can be reduced. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and attitudes of the elderly about health protocols and efforts for healthy and happy elderly people during the Covid-19 pandemic, with 20 elderly people. The method of implementing this community service activity begins with the assistance of the elderly to gather in the hall. Then, the delivery of information is carried out with power point slides on health protocols and efforts for healthy and happy elderly people, videos, SMART cards, demonstrations of deep breathing relaxation techniques and ends with a question and answer session. The results of this community service activity are expected to increase the knowledge of the elderly about preventing the occurrence of Covid-19 infection, increasing awareness of the danger of transmission and becoming SMART elderly. Keywords: Elderly, Covid-19, SMAR

    STRATEGI MEMBANGUN NATION BRANDING DI ERA 4.0 BAGI PELAKU UMKM DI KABUPATEN SERANG

    Full text link
    Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh tim pengabdi, menunjukkan bahwa masih banyak sekali dari para pelaku UMKM yang belum memahami dan mengabaikan pentingnya Branding. Branding yang diabaikan tersebut tentunya berdampak negatif bagi produk-produk UMKM di Kabupaten Serang. Tujuan dilaksanakannya pelatihan dan pendampingan ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan membantu pelaku UMKM dalam membangun Nation Branding di era 4.0. Optimalisasi penggunaan merek seharusnya dilakukan oleh para pelaku UMKM dengan harapan akan meningkatkan minat beli konsumen dan harga jual yang kompetitif. Selain itu, merek yang dibangun dengan baik merupakan sebuah investasi dan diharapkan akan memberikan keuntungan bagi UMKM di masa yang akan datang. Tahapan pelaksanaan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengindentifikasikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada mitra yaitu dengan pendekatan observasi cara wawancara, memberikan pelatihan serta pada akhirnya memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa para pelaku UMKM memiliki pemahaman dan kesadaran akan pentingnya membangun nation branding di era 4.0 agar dapat bersaing secara nasional dengan produk-produk yang dihasilkan dari para pelaku UMKM yang lainnya. Kata kunci : nation branding, 4.0, UMKM, Kabupaten Serang ABSTRACT From the results of observations and interviews conducted by the service team, it shows that there are still a lot of MSME actors who do not understand and the importance of Branding. The neglected branding certainly has a negative impact on MSME products in Serang Regency. The purpose of implementing this training and mentoring is to provide socialization and assist MSME actors in building Nation Branding in the 4.0 era. Optimizing the use of brands must be carried out by MSME actors in the hope that it will increase consumer buying interest and competitive selling prices. In addition, a well-built brand is an investment and is expected to provide benefits for MSMEs in the future. The stages of implementing this community service activity are identifying the problems that occur in partners, namely by using an observation approach by interviewing, providing training and finally providing assistance to MSME actors. The results of this activity show that MSME actors have an understanding and awareness of the importance of building nation branding in the 4.0 era so that they can compete nationally with products produced by other MSME actors. Keywords: Nation Branding 4.0, UMKM, Serang distric

    PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BOKASI PADA KELOMPOK TANI DI DESA NAPAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

    Full text link
    Penggunaan pupuk organik merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir penggunaan pupuk anorganik yang sulit dijangkau dan pada pembutannya petani dapat memanfaatkan limbah rumah tangga serta bahan hijauan di sekitar. Pupuk organik berperan sebagi peningkat unsur hara tanah dan penstimulan pertumbuhan tanaman, memperbaiki struktur dan porositas tanah, dan merangsang pertumbuhan mikroorganisme tanah yang menguntungkan. Pengetahuan tentang pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan bokasi sebagai pupuk organik ramah lingkungan perlu dimiliki dan diterapkan oleh petani di Desa Napan Kabupaten Timor Tengah Utara. Selain itu, pemanfaatan kotoran hewan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu diberikan edukasi kepada petani tentang pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai bahan baku pembuatan POC dan bokasi serta cara pembuatan dan penggunaan POC dan bokasi pada tanaman. Bentuk Kegiatan Pengabdian yang dilakukan adalah edukasi tentang pemanfaatan limbah, praktek pembuatan serta cara aplikasi POC dan bokasi pada tanaman. Hasil dari kegiatan ini adalah petani mendapat pemahaman tentang pemanfaatan limbah, cara membuat POC dan bokasi, serta cara mengaplikasikan pupuk organik yang sudah dibuat. Kata kunci: Napan, POC dan bokasi, pupuk organik ABSTRACT The use of organic fertilizers is one of the efforts to minimize the use of inorganic fertilizers that are difficult to reach and in its manufacture farmers can utilize household waste and forage materials around them. Organic fertilizers act as an increase in soil nutrients and plant growth stimulants, improve soil structure and porosity, and stimulate the growth of beneficial soil microorganisms. Knowledge about the manufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) and bokasi as environmentally friendly organic fertilizer needs to be owned and applied by farmers in Napan Village, North Central Timor Regency. In addition, the use of animal waste can prevent environmental pollution. Therefore, it is necessary to provide education to farmers about the use of agricultural and livestock waste as raw materials for making POC and bokasi and how to make and use POC and bokasi. The form of service activities carried out is education about the use of waste, manufacturing practices and how to apply POC and bokasi to plants. The result of this activity is that farmers can understanding about the use of waste, how to make POC and bokasi, and how to apply organic fertilizers that have been made. Keywords: organic fertilizer, POC and bokasi, Napa

    PEMANFAATAN POTENSI HASIL PERTANIAN SINGKONG SEBAGAI TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR)

    Full text link
    Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon memiliki potensi sumber daya alam dari sektor pertanian. Salah satu hasil pertanian di Desa Munjul yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah singkong.  Hasil panen singkong ini belum dimanfaatkan dengan optimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian. Oleh sebab itu, kami melaksanakan pengabdian kepada masyarakat setempat melalui sosialisasi dan pendampingan berupa pengolahan singkong menjadi tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Metode pelaksanaan yang kami gunakan adalah dengan melakukan penyuluhan, praktik, pembagian media edukasi berupa leaflet dan starter enzim BIMO-CF. Kegiatan ini disambut dengan baik dan antusias oleh para peserta dan mitra, serta menghasilkan rencana pengembangan tepung mocaf beserta produk olahannya lebih lanjut. Kata kunci: mocaf, pemberdayaan, pemanfaatan, singkong, tepung ABSTRACT Munjul Village in Astanajapura sub-district, Cirebon Regency has natural potential resources from the agricultural sector. One of the agricultural products in Munjul Village that has the potential to improve community welfare is cassava. These harvests have not been used optimally due to the lack of community knowledge in processing agricultural products. Therefore, we carry this out to the local community through socialization and assistance in the form of processing cassava into mocaf flour (Modified Cassava Flour). The implementation method that we use is to provide counseling, practice, and distribution of educational media in the form of a leaflet and BIMO-CF enzyme starter. This activity was warmly and enthusiastically welcomed by the participants and resulted in plans for further development of mocaf flour and processed products. Keywords: mocaf, empowerment, utilization, cassava, flou

    PEMBUATAN PERMEN JAHE SEBAGAI PENINGKAT IMUNITAS TUBUH PADA MASA PENDEMI

    Full text link
    COVID-19 merupakan jenis penyakit baru yang harus diwaspadai karena penyebaran wabah tersebut berlangsung sangat cepat. Sistem imun yang lemah seringkali menyebabkan virus akan lebih mudah menginfeksi seseorang, sebab itu perlu adanya upaya dalam meningkatkan sistem imun tubuh. Pelatihan diberikan kepada masyarakat umum yang dalam hal ini bersedia diberikan pengarahan secara online via zoom meeting. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi tentang COVID-19 dan cara pengolahan permen jahe.  Tujuan  dilakasanakannya pengabdian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa permen jahe sebagai peningkat imunitas tubuh dimasa pandemi yang juga dapat dijadikan sebagai wirausaha baru bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi. Permen jahe yang dihasilkan dalam pelatihan ini bertekstur kenyal menyerupai jeli, memiliki rasa manis disertai sensasi hangat yang berasal dari jahe. Pelatihan ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif berdasarkan hasil post-test yang menunjukan peningkatan pengetahuan peserta pelatihan tentang cara mengolah permen jahe yang bermanfaat bagi imunitas tubuh di masa pandemi. Kata kunci: Permen jahe, pandemi, imunitas ABSTRACT COVID-19 is a new type of disease to watch out for because the spread of the outbreak is very fast. A weakened immune system often causes the virus to more easily infect a person, therefore there needs to be efforts in improving the body's immune system. Training is given to the general public who in this case are willing to be briefed online via zoom meeting. In this training, participants were given material about COVID-19 and how to process ginger candy.  The purpose of this devotion is to produce products in the form of ginger candy as an increase in body immunity in the pandemic period which can also be used as a new entrepreneur for the community so as to increase economic value. Ginger candy produced in this training chewy texture resembles jelly, has a sweet taste accompanied by a warm sensation derived from ginger. This training runs smoothly and has a positive impact based on post-test results that show an increase in the knowledge of trainees on how to process ginger candy that is beneficial for immunity in pandemic times. Keywords: Gingger candy, pandemic, immunit

    PENERAPAN PHOTOVOLTAIC (PV) SEBAGAI ENERGI LISTRIK ALTERNATIF PADA RINTISAN DESA WISATA WIDARAPAYUNG WETAN CILACAP

    Full text link
    Desa Widarapayung Wetan merupakan salah satu desa yang ditunjuk sebagai desa inovasi di kabupaten Cilacap berdasarkan Keputusan Bupati Cilacap Nomor:071/545/27/Tahun 2014 tentang Penetapan Desa Inovasi Kabupaten Cilacap. Lokasi yang strategis berada di pesisir pantai, dengan beragam potensi mulai dari perikanan, pertanian, pariwisata dan memiliki akses yang mudah menjadi alasan di pilihnya Desa Widarapayung sebagai salah satu desa inovasi di Kabupaten Cilacap. Pengembangan Desa Wisata ini mengalami berbagai hambatan diantaranya minimnya sumber pendanaan, konsep desa wisata yang akan dibangun belum matang dan belum adanya pendampingan dari akdemisi dalam mewujudkan desa wisata. Politeknik Negeri Cilacap (PNC) sebagai perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Cilacap secara tidak langsung mempunyai kewajiban menyebarluaskan ilmu pengetahuan untuk kemajuan wilayahnya. PNC melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat diberikan amanah oleh Bappeda Kabupaten Cilacap untuk melakukan pendampingan dalam mewujudkan desa wisata di Desa Widarapayung. Konsep desa wisata yang diambil adalah mensinergikan budaya lokal seperti sentra tari dan gamelan dengan perangkat teknologi berupa penyediaan sumber energi listrik alternatif dari Photovoltaic (PV). Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini juga dilakukan pelatihan instalasi listrik dengan sumber energi dari PV untuk remaja karang taruna Desa Widarapayung. Hasil dari implementasi teknologi ini dapat menurunkan tagihan listrik di rintisan desa wisata sebesar 40%. Kata kunci: desa wisata, photovoltaic, energi listrik, widarapayung, desa inovasi ABSTRACT Widarapayung Wetan Village is one of the villages designated as an innovation village in Cilacap district based on the Decree of the Cilacap Regent Number: 071/545/27/2014 concerning the Establishment of an Innovation Village in Cilacap Regency. Its strategic location on the coast, with various potentials ranging from fisheries, agriculture, tourism and having easy access is the reason for choosing Widarapayung Village as one of the innovation villages in Cilacap Regency. The development of this tourist village has encountered various obstacles including the lack of funding sources, the concept of a tourist village to be built is not yet mature and there is no assistance from academics in realizing a tourist village. Cilacap State Polytechnic (PNC) as a university located in Cilacap Regency indirectly has the obligation to disseminate knowledge for the advancement of its region. PNC through Community Service activities was given a mandate by the Cilacap Regency Bappeda to provide assistance in realizing a tourist village in Widarapayung Village. The concept of a tourist village that is taken is to synergize local culture such as dance and gamelan centers with technological devices in the form of providing alternative sources of electrical energy from Photovoltaic (PV). In this community service activity, training on electrical installations with energy sources from PV was also carried out for youth youth in Widarapayung Village. The results of the implementation of this technology can reduce electricity bills in pioneering tourism villages by 40%. Keywords: tourist village, photovoltaic, electrical energy, widarapayung, inovation villag

    PENDIDIKAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TENTANG CUCI TANGAN DAN SIKAT GIGI YANG BENAR DI SD NEGERI 8 RINDU HATI KEC. TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH

    Full text link
    Usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahaan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu: Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan, membuang sampah pada tempatnya. Menjaga kebersihan tangan guna mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh, dan menjaga kebersihan gigi supaya gigi tidak berlubang, hal itu dapat diwujudkan melalui tindakan mencuci tangan dan sikat gigi yang benar. Tujuan pengabdian ini adalah mampu memcuci tangan dan sikat gigi yang benar dan menjadi kebiasaan. Metode yang digunakan adalah diskusi, presentasi, demontrasi cuci tangan dan sikat gigi yang benar. Hasil evaluasi diketahui bahwa adanya peningkatan pengetahuan anak tentang perilaku hidup bersih dan sehat terutama tentang cara cuci tangan dan sikat gigi yang benar, sehingga dengan adanya pendidikan ini anak-anak dapat berperilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: cuci tangan, sikat gigi, PHBS ABSTRACT School age is a golden age to instill the values ​​of clean and healthy living behavior so that it has the potential as an agent of change to promote clean and healthy living behavior, both in the school, family and community environment. The indicators used as a measure to assess clean and healthy living behavior in schools are: Washing hands with running water and using soap, consuming healthy snacks in the school canteen, using clean and healthy latrines, exercising regularly and measurably, eradicating mosquito larvae, not smoking in schools , weighing and measuring height every 6 months, throwing garbage in its place. Maintaining hand hygiene in order to prevent the entry of germs into the body, and maintaining dental hygiene so that teeth do not have cavities, can be realized through proper hand washing and brushing. The purpose of this service is to be able to wash hands and brush teeth properly and become a habit. The methods used are discussion, presentation, demonstration of hand washing and proper toothbrushing. The results of the evaluation showed that there was an increase in children's knowledge about clean and healthy living behavior, especially about how to wash their hands and brush their teeth properly, so that with this education, children can behave in a clean and healthy life. Keywords: hand wash, toothbrus

    357

    full texts

    363

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇