LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI LINGKUNGAN SEHAT MELALUI EDUKASI SADAR SAMPAH DI DESA SENGANAN TABANAN
Permasalahan sampah menjadi “PR” besar bagi masyarakat Indonesia. Dimana membuang sampah sembarangan menjadi faktor utama pencemaran lingkungan. Terlebih sampah non organik yang sangat sulit diuraikan, contohnya plastik. Kesadaran mengenai kepedulian manusia terhadap lingkungan juga menjadi faktor besar akan hambatnya budaya peduli sampah tumbuh. Desa senganan merupakan salah satu desa yang memiliki soal masalah sampah yang serius. Masyarakat belum sadar mengenai dampak dari sampah terhadap lingkungan. Sangat sulit menciptakan lingkungan yang nyaman apabila masyarakat sendiri tidak memiliki kepeduliah terhadap sampah. Sosialisasi yang telah dilaksanakan dalam program kerja kami bertujuan untuk mengedukasi masyarakat desa senganan agar peduli terhadap lingkungan melalui sikap sadar akan sampah. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi dan edukasi lingkungan sehat kepada masyarakat. Adapun hasil yang didapatkan dari melaksanakan kegiatan ini adalah mengurangi penggunaan bahan berbahan dasar plastic, mendaur ulang sampah baik sampah plastik, dan sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos.
Kata kunci: sampah, pasar tradisional, pengelolaan sampah, peran pedagang
ABSTRACT
The waste problem is a big homework for the people of Indonesia. Where littering is a major factor in environmental pollution. Moreover, non-organic waste that is very difficult to decompose, for example plastic. Awareness of human care for the environment is also a big factor in preventing a culture of caring for waste from growing. Senganan village is one of the villages that has a serious waste problem. People are not aware of the impact of waste on the environment. It is very difficult to create a comfortable environment if the people themselves do not care about waste. The socialization that has been carried out in our work program aims to educate the village community so that they care about the environment through an awareness of waste. The method of implementing the activities used is socialization and education of a healthy environment to the community. The results obtained from carrying out this activity are reducing the use of plastic-based materials, recycling both plastic waste, and organic waste that can be used as compost.
Keywords: waste, traditional markets, waste management, the role of trader
PENYULUHAN PEMANFAATAN HEWAN AVERTEBRATA AIR MELALUI BUKU AJAR
Avertebrata air merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang yang dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan dan makanan, agar tidak menjadi limbah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru di SMP Negeri 1 Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara tentang pemanfaatan hewan avertebrata air dari buku ajar. Pengabdian ini telah dilakukan di Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun dengan metode sosialisasi dan angket. Hasil pengabdian menunjukan bahwa banyak guru yang masih belum paham tentang pemanfaatan hewan avertebrata air. Dari pengabdian ini terlihat animo guru sangat tinggi, dan menjadi paham 100% dari hasil angket tentang pemanfaatan hewan avertebrata air setelah dilakukan sosialisasi.
Kata kunci: pemanfaatan, hewan, buku, ajar
ABSTRACT
Aquatic invertebrates are animals that do not have a backbone that can be used as handicrafts and food, so as not to become waste. This service aims to provide information to teachers at SMP Negeri 1 Dolok Pardamean, Simalungun Regency, North Sumatra Province about the use of aquatic invertebrates from textbooks. This service has been carried out in Dolok Pardamean, Simalungun Regency with the method of socialization and questionnaires. The results of the service show that many teachers still do not understand the use of aquatic invertebrates. From this service, it can be seen that the teacher's interest is very high, and they understand 100% of the results of the questionnaire on the use of aquatic invertebrates after socialization.
Keywords: utilization, animal, book, teac
PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE DAN AMONIASI SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PAKAN
Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani peternak dalam mengolah danmengawetkan limbah pertanian sebagai solusi ketahanan pakan. Target khusus yang ingin dicapai antara lain peningkatan produksi ternak melalui penyediaan pakan sesuai kebutuhan ternak baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Kegiatan PKM dilaksanakan di Kelompok Tani Harapan Sejahtera yang berlokasi di Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Penyeluhan dan praktek yang diberikan kepada peternak adalah pengolahan silase jerami jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dan Jerami padi (Oryza sativa) menjadi amoniasi. Metode yang digunakan dalam melakukan pemberdayaan kelompok sasaran adalah teknik pembelajaran dalam bentuk pemberian teori, penyuluhan dan praktek kepada anggota kelompok sasaran. Luaran dari pengabdian ini adalah Kelompok Tani Harapan Sejahtera dapat memberikan motivasi kepada peternak untuk mengolah limbah pertanian menjadi pakan berkualitas. Setelah dilakukan penyuluhan peternak menjadi paham dan termotivasi dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan berkualitas untuk ketahanan pakan khususnya di musim kemarau. Luaran lain dari pengabdian ini adalah mengelola limbah pertanian menjadi produk yang bermafaat dan bernilai ekonomi.
Kata kunci: amoniasi jerami, kelompok tani harapan sejahtera, limbah pertanian, silase
ABSTRACT
The current extension service is to improve the knowledge and skills of farmers in processing and conserving agricultural waste as a solution for feed security. Specific targets to be achieved include increasing livestock production through providing feed according to livestock needs, both in terms of quality and quantity. The extension service activity was carried out at the Harapan Sejahtera Farmer Group located in Aia Pacah Village, Koto Tangah District, Padang City. Counseling and practice given to farmers are processing sweet corn straw silage (Zea mays saccharata Sturt) and rice straw (Oryza sativa) into ammonition. The method used in empowering the target group is a learning technique in the form of providing theory, counseling, and practice to members of the target group. The output of this service is that the Harapan Sejahtera Farmer Group can motivate farmers to process agricultural waste into quality feed. After the counseling was carried out, farmers became aware and motivated to process agricultural waste into quality feed for feed security, especially in the dry season. Another outcome of this service is managing agricultural waste into valuable and economical products.
Keywords: agricultural waste, harapan sejahtera farmer group, rice straw ammoniation, silage
PENERAPAN METODE HIDROPONIK SEDERHANA DALAM MENGEMBANGKAN BUDIDAYA SAYURAN UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PERMATA BARU, KABUPATEN OGAN ILIR
Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa Permata Baru agar mampu melakukan budidaya tanaman pada lahan terbatas menggunakan metode hidroponik sederhana untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Permata Baru Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi hidroponik, media tanam, nutrisi dan tahapan budidaya sayuran hidroponik. Untuk mengetahui kemampuan ibu-ibu dilakukan praktek langsung budidaya sayuran. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah kelompok masyarakat di Desa Permata Baru mampu melakukakan budidaya sayuran dengan metode hidroponik sederhana secara 1] mandiri, 2] mampu menyediakan sayuran untuk konsumsi rumah tangga sebagai upaya peningkatan gizi keluarga, dan 3] mampu melakukan budidaya tanaman khususnya sayuran dengan metode hidroponik secara kontinyuitas. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ibu-ibu kelompok wanita tani Permata Hijau mampu memproduksi sayuran antara lain Pakcoy putih, Selada merah, Selada hijau, Pakcoy hijau, Pakcoy merah, Caisim, Bayam merah dan Sawi pagoda dengan metode hidroponik sederhana
Kata Kunci: Pemberdayaan, budidaya, hidroponik, lahan terbatas
ABSTRACT
The objective of this community service activity was to empower the people of Permata Baru Village to cultivate plants on limited land using a simple hydroponic method in order to meet family nutritional needs. This activity was carried out in Permata Baru Village, North Inderalaya District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. The method used was by giving courses of hydroponic material, planting media, nutrition and stages of hydroponic vegetable cultivation. Direct hydroponic practice for vegetable cultivation was also carried out to sharpen the participants’ skills. The output of this service activity was that community groups in Permata Baru Village could carry out vegetable cultivation using a simple hydroponic method 1] independently, 2] to produce vegetables for household consumption as an effort to improve family nutrition, and 3] to cultivate plants, especially vegetables with continuous hydroponic method. Through this service activity, it was resulted that women farmer groups in Permata Hijau were able to produce vegetables, including white bok choy, red lettuce, green lettuce, green bok choy, red bok choy, choy sum, red spinach and tatsoi using a simple hydroponic method.
Keywords: Empowerment, cultivation, hydroponic, limited lan
SKRINING PERKEMBANGAN BAYI MELALUI PELAYANAN BABY MASSAGE
Gangguan tumbuh kembang bayi menyebabkan berbagai kendala pada fase selanjutnya. Data nasional menunjukkan terdapat 36,8 % balita mengalami stunting dan 16 % balita mengalami gangguan perkembangan. Kementerian kesehatan membuat program Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang bayi balita yang terkoordinasi dengan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan untuk mengatasinya. Studi pendahuluan didapatkan data 2,2 % balita mengalami stunting dan gizi kurang pada tahun 2019 di desa Telagasari Kabupaten Karawang serta balita usia 2 tahun dan 3 tahun yang belum mampu berjalan. Dominasi layanan pemantauan pertumbuhan bayi balita di posyandu menjadi bagian permasalahan yang perlu penanganan. Berdasarkan uraian permasalahan maka diperlukan pengabdian masyarakat berupa skrining perkembangan bayi melalui pelayanan baby massage. Kegiatan pengabdian menggunakan metode penyuluhan. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 20 partisipan dengan memperhatikan protokol kesehatan, sosialisasi dan penyuluhan skrining perkembangan dan cara melakukan baby massage dilakukan di aula desa, sedangkan monitoring pelayanan dan pendampingan baby massage dilakukan dengan metode home visit setiap 1 minggu sekali selama 4 minggul dan pada minggu ketiga dan keempat ibu partisipan sudah mampu melakukan pemijatan pada bayinya. Rata -rata perkembangan bayi sebelum intervensi 8,45 dan setelah intervensi 9,6. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat bagi partisipan dan ibu sehingga perlu pengembangan pengabdian di desa lain.
Kata kunci : Bayi, pelayanan, perkembangan, pijat, skrining
ABSTRACT
Growth problems in babies could lead to various obstacles in the next phase. National data shows that 36.8% of children under five are stunted and 16% of children under five have growth problems. The Ministry of Health has created a stimulation program for early intervention and detection on the growth and development of infants under five which is coordinated with families, communities, health workers to deal with it. The preliminary study showed that 2.2% of children under five were stunted and malnourished in 2019 in Telagasari Village, Karawang Regency and children aged 2 years and 3 years were not able to walk. The dominance of infant growth monitoring services at posyandu (Integrated Health Service for infant) is part of the problem that needs to be addressed. Based on the description of the problem, it is necessary to have community service in the form of screening for infant development through baby massage services. Community service activities was implemented through counseling program. While adhering to health protocols, the service activity carried out in the village community hall was attended by 20 participants focusing on the socialization and counseling on baby development screening as well as how to do baby massage. Monitoring services and baby massage assistance were carried out by home visit once a week for 4 weeks and by the third week all four participating mothers were able to massage their babies. Average growth of infants before intervention was 8.45 and after intervention was 9.6. As this service activity offers some benefits for participants and mothers, therefore it is necessary to develop community service in other villages.
Keywords: Babies, service, development, massage, screenin
PRODUKSI TEH DAUN SUNGKAI SEBAGAI MINUMAN IMUNOSTIMULATOR
Pada pertengahan tahun 2021 kasus Covid19 di Indonesia melonjak lagi termasuk di Kota Palembang. Lonjakan kasus tersebut tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat luas tetapi juga bagi lingkungan kampus Universitas Sriwijaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya meningkatkan imunitas tubuh menggunakan herbal tradisional Indonesia. Salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai imunostimulator adalah tanaman sungkai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pembuatan teh dari daun sungkai. Proses pembuatan teh dilakukan di Laboratorium Kimia Dasar Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Sekitar 27 kg daun sungkai segar dicuci dan dipotong kecil lalu dikeringkan. Daun sungkai kering digiling menjadi serbuk kasar (simplisia). Jumlah simplisia daun sungkai yang didapatkan sekitar 5,1 kg. Takaran sekali minum daun sungkai adalah sekitar 25 g untuk daun segar dan 3 g untuk simplisia. Simplisia daun sungkai dimasukkan ke dalam kantong teh dengan berat bersih 3 g per kantong. Satu kantong teh dapat diseduh dengan 240 mL air panas dan diminum 1-2 kali sehari selama 5 hari. Pada pengabdian ini dihasilkan 1700 kantong teh yang dikemas dalam 340 kemasan (5 kantong teh/kemasan). Produksi teh daun sungkai telah dilakukan dengan baik lalu dibagikan ke civitas akedemika melalui Dekan Fakultas Kedokteran dan Rektor Universitas Sriwijaya.
Kata kunci: Covid19, Daun sungkai, Imunostimulator, Simplisia, Teh
ABSTRACT
In mid-2021, Covid-19 cases in Indonesia began to increase, including in Palembang. This condition not only has an impact on society but also for Sriwijaya University. To reduce the impact of Covid19, it is possible to increase the body's immunity with traditional Indonesian herbs, Sungkai. Sungkai has benefit as an immunostimulator. This community service is in the form of tea production from sungkai leaves. The process of making tea is carried out at Laboratorium Kimia Dasar Kedokteran, Faculty of Medicine, Universita Sriwijaya. About 27 kg of fresh sungkai leaves are washed, cut, and then dried to obtain about 5.1 kg of simplicia. The daily dose of sungkai leaves is about 25 g for fresh leaves and 3 g for simplicia. About 3 g simplicia was put into tea bags. One tea bag can be brewed with 240 mL of hot water and drunk 1-2 times a day for 5 days. A total of 1700 tea bags were produced and packaged in 340 packages (5 tea bags/package). Sungkai leaf tea production has been carried out well and then distributed to the academic community through the Dean of the Faculty of Medicine and the Chancellor of Universitas Sriwijaya.
Keywords: Covid19, Sungkai leaf, Immunostimulator, Simplicia, Te
EVALUASI PROGRAM BURUAN SAE KOTA BANDUNG DISERTAI PELATIHAN BERTANI SAYURAN MICROGREEN DI KELURAHAN PASIRWANGI
Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung memiliki program andalan bernama Buruan Sae. Program ini telah berjalan selaman hampir dua tahun dengan pencapaian berbagai pencapian yang positif. Upaya yang harus dilakukan untuk mendukung keussksesan program tersebut adalah dengan cara melakukan evaluasi langsung dilapangan terhadap warga yang memiliki pekarangan (buruan) apakah program tersebut telah tersosialisasikan dengan daya dukung yang baik. Untuk melakukan evaluasi program Buruan Sae sekaligus meningkatkan daya dukung pengetahuan cara bertani sayuran maka telah dilakukan program pengabdian kepada masyarakat (PPM) di kelurahan Pasirwangi Kecamatan Ujung Berung Bandung. Dari hasil evaluasi melalui metode survey langsung dihasilkan data positif sebesar 90% responden telah mengetahui program Buruan Sae, dengan jumlah partisipasi aktif menanaman sebesar 75%. Sementara itu kondisi yang harus ditingkatkan adalah daya dukung pemerintah terhadap fasilitas dan sarana bertani karena masih terdapat 41% responden yang tidak merasakan daya dukung ada program tersebut. serta sebanyak 74% responded menghendaki daya dukung dalam bentuk pelatihan bertani untuk mensukseskan program Burusan Sae. Dalam rangka mendukung program Buruan Sae telah dilaksanakan pula penyuluhan teknik bertani diperkotaan (urban Farming) pada warga dengan bertani sayuran microgeen untuk menunjang perbaikan gizi dimasa pandemi Covid 19. Penyuluhan ini telah memberikan inspirasi sekaligus pemahaman cara bercocok tanam sebesar 43% memahami sayuran microgeen untuk tujuan kesehatan. Sedangkan sebelum dilakukan penyuluhan terdapat 84% responden tidak mengetahui teknik danmanfaat bertanam sayuran microgreen.
Kata kunci: buruan sae, urban farming, microgreen, pasirwangi
ABSTRACT
Food and Agricultural Agency of Bandung City has a flagship program called Buruan Sae. This program has been running for almost two years with various positive achievements. Some Efforts that must be made to support the success of the program are by conducting field evaluations of residents who have yards) whether the program has been socialized with good carrying capacity. To evaluate the Buruan Sae program while at the same time increasing the carrying capacity of knowledge on how to farm vegetables, a community service program (PPM) has been carried out in Kelurahan Pasirwangi, Ujung Berung, Bandung. From the results of the evaluation through the direct survey method, positive data was generated by 90% of respondents who knew about the Buruan Sae program, with 75% active participation in planting. Meanwhile, the condition that must be improved is the government's support for farming facilities and facilities because there are still 41% of respondents who do not feel the carrying capacity of the program. and 74% of respondents want support in the form of farming training to make the Burusan Sae program a success. To support the Buruan Sae program, urban farming techniques have also been carried out (urban farming) to residents by farming microgeen vegetables to support nutritional improvements during the Covid 19 pandemic. health. Whereas before the counseling was carried out, 84% of respondents did not know the techniques and benefits of growing microgreen vegetables.
Keywords: buruan sae, urban farming, microgreen, pasirwang
PENDAMPINGAN POKDARWIS MINA GUYANGAN 05 DALAM DIVERSIFIKASI IKAN, PENGENDALIAN PARASIT IKAN SERTA BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN TANAMAN DI SEKITAR SUNGAI
Warga Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman telah memiliki kesadaran mengenai pengelolaan sampah oleh karena itu, sungai yang mengalir di wilayah tersebut cukup bersih. Sungai ini kemudian dimanfaatkan oleh Pokdarwis Mina Guyangan 05 yang ada di Gamping Lor untuk merintis Wisata Sungai dengan menebar ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus). Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra saat ini adalah adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam diversifikasi jenis ikan yang dipelihara, pengendalian parasit ikan, serta kurangnya penataan lingkungan sekitar sungai untuk rintisan wisata sungai. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan tentang diversifikasi jenis ikan dan pengendalian parasit ikan, serta dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan budidaya dan pemanfaatan tanaman untuk ditanaman di sekitar sungai. Kegiatan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan mitra berdasarkan hasil tes. Kegiatan memang belum memberikan dampak ekonomi secara langsung tetapi telah memberikan dampak sosial berupa meningkatnya kesadaran menjaga kebersihan air dan memanfaatkan tanaman sekitar sungai untuk membuat pakan dan pengendali parasit.
Kata kunci: diversifikasi ikan, gamping lor, pokdarwis mina guyangan 05, parasit ikan, wisata sungai
ABSTRACT
Residents of Gamping Subdistrict, Sleman Regency already have awareness about waste management, therefore, the rivers that flow in the area are quite clean. This river was then used by Pokdarwis Mina Guyangan 05 in Gamping Lor to pioneer River Tourism by stocking Red Tilapia (Oreochromis niloticus). The main problems faced by partners today are the lack of knowledge and skills of partners in diversifying the types of fish that are kept, controlling fish parasites, and the lack of environmental management around the river for pioneering river tourism. This activity is carried out with counseling methods on fish species diversification and fish parasite control, as well as in the form of counseling and training on cultivation and use of plants for planting around rivers. The activities carried out are proven to increase partner knowledge based on test results. The activity has not yet had a direct economic impact, but has had a social impact in the form of increasing awareness of maintaining water cleanliness and utilizing plants around the river to make feed and control parasites.
Keywords: fish diversification, gamping lor, pokdarwis mina guyangan 05, fish parasite,river touris
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN DODOL LONTAR KEPADA IBU-IBU PKK DASAWISMA BONSAI KELURAHAN NAIKOTEN 2 KECAMATAN KOTA RAJA KOTA KUPANG
Kecamatan Kota Raja Propinsi Nusa Tenggara Timur memiliki beberapa kelompok kerja (PKK) yang disebut dengan kelompok Dasawisma, salah satu sasaran tujuan dari kelompok Dasawisma ini adalah bagaimana agar anggota kelompok lebih sejahtera dalam kehidupannya. kelompok ini dibagi berdasarkan rayon atau RT, terdapat sekitar 15 kelompok Dasawisma, tiap-tiap kelompok diberi keleluasan dalam mengelola dan mengatur kelomppok mereka masing-masing, begitu pula dengan program-programnya. Telah banyak program maupun bantuan pemerintah yang diberikan untuk memajukan para anggota kelompok, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Bantuan yang diperoleh antara lain program bantuan modal, ketrampilan (soft skills) seperti pelatihan pemanfaatan bahan sampah kertas dan plastik untuk dibuat berbagai jenis bunga plastik, juga pelatihan teknik pengolahan bahan makanan (pembuatan kripik pisang, kripik tempe, kacang bawang, krupuk nasi, dll), namun yang belum pernah dilakukan adalah bagaimana mengolah buah lontar yang telah tua (masak) untuk dijadikan berbagai jenis makanan, salah satunya adalah pemanfaatannya untuk dibuat dodol. Jumlah pohon lontar yang cukup banyak tumbuh di kota Kupang tidak diimbangi dengan tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat. Hal ini dapat disebabkan karena pengetahuan masyarakat mengenai cara pengolahan produk dari lontar yang masih minim. Metodologi yang diterapkan adalah, melalui suatu pelatihan yang dilakukan selama satu hari pelatihan meliputi penyuluhan dan praktek langsung pembuatan dodol. Kegiatan pelatihan dilakukan pada tanggal 02 Oktober 2021, bertempat disalah satu rumah milik anggota kelompok. Jumlh peserta sebanyak 15 orang, dengan hasil yang sangat memuaskan (semua peserta mengikutinya dengan sangat antusias). Diharapkan para peserta dapat memanfaatkan ketrampilan ini untuk peningkaatan perekonomiannya.
Kata kunci: dodol lontar, teknologi pengolahan makanan, transfer teknologi, pelatihan
ABSTRACT
Kota Raja Subdistrict, East Nusa Tenggara Province has several working groups (PKK) called the Dasawisma group, one of the goals of the Dasawisma group is how to make group members more prosperous in their lives. This group is divided based on rayon or RT, there are about 15 Dasawisma groups, each group is given the freedom to manage their own group, as well as its programs. Many programs and government assistance have been provided to developed group members through all government levels. All groups have received such assistance, such as capital assistance programs, skills (soft skills) ex: training in the use of paper and plastic waste materials to make various types of plastic flowers, as well as training on food processing techniques (making banana chips, tempeh chips, onion nuts, rice crackers, etc.). But, what has never been done is how to process old (ripe) palm fruit to make various types of food, one of which is to make dodol. The number of palm trees in the city of Kupang is very large but the utilization by the local community is still minimal. This is more due to people's lack of knowledge of how to process product from lontar. The methodology applied is through a training carried out for one day, includes counseling and direct practice of making dodol. The training activity was carried out on October 2, 2021, located in a house belonging to a group member. The number of participants was 15 people, with very satisfying results (all participants participated with great enthusiasm). Hopefully, the participants can use these skills to improve their economic condition.
Keywords: dodol lontar, food technology processing, transfer technology, trainin
SOSIALISASI VAKSINASI COVID 19 SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS FISIK DI MASA ADAPTASI BARU COVID 19
Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, sudah dimulai sejak 13 Januari 2021. Namun harus diakui bahwa masih banyak pro-kontra / perbedaan persepsi di masyarakat. Terlebih lagi banyak yang meragukan tentang Vaksinasi COVID-19 ini. Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah dalam upaya Vaksinasi COVID-19, dapat secara langsung memberikan penyuluhan mengenai Vaksinasi COVID-19. Meningkatkan pengetahuan masyrakat tentang manfaat vaksinasi dapat mempengaruhi perilaku untuk dapat menerima vaksinasi COVID 19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Vaksinasi Covid 19. Program ini dilaksanakan pada tanggal 24 April 2021 dalam bentuk sosialisasi melalui penyuluhan langsung ke masyarakat dengan memperhatikan protokal kesehatan. Tim dosen yang melakukan pengabdian mengharapkan kesadaran masyarakat untuk menerima vaksinasi sebagai peningkatan imunitas terhadap Covid-19.
Kata kunci: Covid-19, vaksinasi, imunitas, adaptasi baru, sosialisasi
ABSTRACT
The implementation of The COVID 19 Vaccination in Indonesia, has started since January, 13, 2021. However it must be admitted that there are stull many pros and cons / differences in perception in the community. Moreover, many doubt about this COVID-19 vaccination. Therefore, as a form of support for the Government’s program in the COVID 19 vaccination effort, we can directly provide counseling regarding COVID-19 vaccination. Increasing public knowledge about the benefit of vaccination can affect behavior to be able to receive COVID 19 vaccination. The purpose ofg this community service activity is to increase public knowledge about COVID 19 vaccination. This program was carried out on April 24, 2021 in the form of socialization through direct counseling to the community by paying attention to the health protocol. The team of lecturers who do the service expect public awareness to receive vaccination as an increase in immunity against COVID 19.
Keywords: Covid 19, vaccination, immunity, new adaptation, socializatio