LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
EDUKASI EMO-DEMO KEPADA KADER KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PROMOSI 1000 HPK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGKALAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan masa penting bagi seorang anak. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat pesat, sehingga dibutuhkan gizi yang optimal. Untuk mendukung pencapaian gizi yang optimal pada masa ini, praktik Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif sangat penting untuk dilakukan. Akan tetapi data menunjukan masih rendahnya praktik IMD dan ASI Eksklusif di masyarakat. Salah satu penyebabnya ialah rendahnya pengetahuan sehingga kesadaran mengenai pentingnya dan manfaat IMD serta ASI Eksklusif juga masih rendah. Edukasi melalui metode Emo-Demo dapat menjadi salah satu langkah untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan pelatihan Emo-Demo yang dilaksanakan diikuti oleh kader kesehatan dan bidan desa yang didampingi oleh TPG dan juga Kepala Puskesmas Pangkalan. Pada kegiatan ini materi disampaikan materi mengenai Kolostrum untuk Bayiku dan Cukup ASI sampai 6 Bulan Pertama untuk mendukung 1000 HPK. Kegiatan pelatihan berjalan cukup baik dan lancar serta berhasil. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan secara signifikan (p<0,05) pada skor pengetahuan peserta dan juga hasil diskusi rencana tindak lanjut ke depannya.
Kata kunci: 1000 HPK, emo-demo, kader
ABSTRACT
The First 1000 days is an important stage for a children. During this stage, children grow and develop rapidly and an optimum nutrition is needed. To obtain optimum nutrition, early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding are needed during this stage. Unfortunately, the data still showed low practices on both early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding. It may cause by a low knowledge regarding these matters that leads to low awareness on the importance and the benefits of early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding. Education using Emo-Demo can be used as a methods to deal with that matter. The training that had been conducted was joined by community health workers and midwives and also accompanied by the dietitian and also the head of Pangkalan Public Health Center. The materials entitled Colostrum for Babies and Exclusive Breastfeeding were given to promote The First 1000 days. The training were successfully conducted. It showed by the significant difference (p<0,05) on participants knowledge scores during the pre-test and also thepresented follow up plans.
Keywords: Community health worker, emo-demo, the first 1000 day
PELATIHAN SATGAS COVID DI SDN 10 LAMBUNG BUKIT DESA BINAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNAND
Kota Padang memberlakukan pendidikan luring dengan pembatasan jam waktu pendidikan dengan tetap memperhatikan promosi kesehatan. Anak-anak peserta didik diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum memasuki kelas masing-masing. Salah satu upaya untuk meningkatkan promosi kesehatan adalah dengan membuat siswa menjadi well educated mengenai covid dan penularannya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di SDN 10 Lambung Bukit Desa Binaan FK Unand pada kelas 3A,4A,5A SD sebagai kelas percontohan bagi kelas lainnya. Kegiatan dilaksanakan secara berkesinambungan selama 6 minggu. Kegiatan berupa edukasi menggunakan video dan pelatihan pembentukan satgas covid. Pengetahuan, sikap, dan tindakan dinilai sebelum pemberian materi dan dinilai kembali pada akhir minggu ke 4. Pada minggu ke 5 dan 6 dilakukan penilaian pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap pencegahan covid. Kegiatan ini disimpulkan telah terbentuk satgas covid di SDN 10 Lambung Bukit sehingga diharapkan terbentuk pola sikap dan tindakan yang sudah menjadi budaya dalam menghadapi new normal di era pandemi ini.
Kata kunci: new normal, pengetahuan, sikap, tindakan, covid, murid SD
ABSTRACT
Padang enforces offline education by limiting the hours of education while still paying attention to health promotion. Students are asked to wear masks, keep their distance, and wash their hands before entering their respective classes. One of the efforts to improve health promotion is to make students well educated about COVID and its transmission. Community service activities were carried out at SDN 10 Lambung Bukit in the fostered village of Medical Faculty Universitas Andalas (FK Unand) in grades 3A, 4A, 5A SD as a pilot class for other classes. Activities are carried out continuously for 6 weeks. Activities in the form of education using videos and training on the formation of the Covid task force. Knowledge, attitudes, and actions are assessed before giving the material and reassessed at the end of week 4. At week 5 and 6 an assessment of knowledge, attitudes, and actions towards covid prevention is carried out. This activity was concluded to have formed a covid task force at SDN 10 Lambung Bukit so that it was hoped that a pattern of attitudes and actions that had become a culture in dealing with the new normal in this pandemic era was expected.
Keywords: new normal, knowledge, attitude, action, covid, elementary school student
TOURISM RECOVERY MELALUI PELATIHAN KULINER HALAL PADA PENGELOLA HOMESTAY NAGARI HARAU DI ERA NEW NORMAL
Pandemik Covid 19 membuat wisatawan memilih tujuan wisata yaitu daerah yang jauh dari keramaian dan memilih menginap di homestay untuk menghindari kerumunan. Bagi wisatawan, objek wisata alam, kuliner dan pengalaman unik merupakan daya tarik untuk melakukan kunjungan wisata ke suatu daerah. Wisatawan datang ke suatu daerah untuk berburu atau bernostalgia dengan alam sekaligus menikmati makanan khas daerah setempat. Di era new normal ini, industri pariwsata melakukan “tourism recovery” menata kembali objek wisata, wisata kuliner dan homestay sehingga mejadi destinasi wisata yang sesuai dengan kondisi pandemik. Nagari Harau tergolong nagari yang tingkat ekonomi masyarakat rendah dan keadaan sarana dan prasarana yang belum memadai, penghasilan masyarakat yang rendah serta sumber daya manusia baik ilmu pengetahuan maupun keterampilan masih belum terlatih. Di Nagari Harau terdapat homestay yang hanya baru sebatas menyediakan tempat dan belum memiliki pengetahuan untuk memberikan pengalaman yang unik seperti menyiapkan makanan khas Harau; khas Sumatera Barat atau makanan nusantara. Setiap homestay perlu diberikan/ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan yaitu peningkatan wawasan, keterampilan, dan manajemen, tentang penerapan olahan makanan dan minuman khas Harau, khas Minang. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat lokal Nagari Harau Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota menuju pariwisata halal khususnya dibidang kuliner halal.
Kata kunci: harau, homestay, kuliner halal, new normal
ABSTRACT
The Covid-19 pandemic has made tourists choose tourist destinations, namely areas that are far from the crowds and choose to stay at homestays to avoid crowds. For tourists, natural attractions, culinary and unique experiences are the main attraction for visiting an area. Tourists come to an area to hunt or reminisce with nature while enjoying the local specialties. In this new normal era, the tourism industry is carrying out "tourism recovery" rearranging tourist attractions, culinary tourism and homestays so that they become tourist destinations that are in accordance with the conditions of the pandemic. Nagari Harau is classified as a nagari with a low level of community economy and inadequate facilities and infrastructure, low community income and human resources both in terms of knowledge and skills are still not trained. In Nagari Harau there are homestays that are only limited to providing a place and do not yet have the knowledge to provide unique experiences such as preparing Harau specialties; typical of West Sumatra or archipelago food. Each homestay needs to be given/improved knowledge and skills, namely increasing insight, skills, and management, regarding the application of processed food and beverages typical of Harau, typical of Minang. This training activity aims to empower the local community of Nagari Harau, Harau District, Limapuluh Kota Regency towards halal tourism, especially in the field of halal culinary.
Keywords: Tourism recover, halal culinary, homestay, hara
KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI SARAPAN SEHAT DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR
Sarapan pagi mampu memenuhi zat gizi anak sekolah 15-30 %, sehingga akan berpengaruh besar terhadap konsentrasi anak belajar. Berbagai penelitian menunjukkan kebiasaan sarapan anak sekolah di Indoensia tergolong buruk termasuk mutu dan nilai gizi masih di bawah Angka Kecukupan Gizi (AKG). Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tiga tahap,tahap pertama dengan melakukan pretest pada kelompok sasaran, tahap kedua dilanjutkan dengan memberikan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) pada anak-anak tentang pentingnya sarapan pagi dan jenis – jenis sarapan yang tepat sebelum kesekolah. Tahapan ketiga dilanjutkan posttest tentang sarapan pagi. Hasil penilaian dari kegiatan pengabdian menunjukkan tingkat peningkatan pengetahuan peserta meningkat sebesar 91,1, % atau 31 orang. Dapat disimpulkan bahwa setelah mendapatkan KIE adanya peningkatan pengetahuan siswa Sekolah Dasar tentang sarapan pagi.
Kata kunci : Komunikasi, informasi, edukasi, sarapan, sehat
ABSTRACT
Breakfast is able to meet the nutrients of school children 15-30%, so it will have a big effect on the concentration of children studying. Various studies have shown that the breakfast habits of school children in Indonesia are classified as poor, including the quality and nutritional value which is still below the Nutritional Adequacy Ratio (RDA). The method used in this community service is carried out in three stages, the first stage is by conducting a pretest on the target group, the second stage is continued by providing Educational Information Communication (KIE) to children about the importance of breakfast and the right types of breakfast before going to school. The third stage was followed by a posttest about breakfast. The results of the assessment of service activities showed the level of increase in the knowledge of participants increased by 91.1% or 31 people. It can be concluded that after getting KIE there is an increase in the knowledge of elementary school students about breakfast.
Keywords: Communication, information, education, breakfast, health
METODE ALTERNATIF PENGERINGAN PRODUK PERIKANAN DI DESA KUALA SUNGAI PASIR
sehingga daya simpan diperpanjang. Ikan memiliki kadar air yang cukup tinggi yaitu 56-86%, sehingga ikan mudah mengalami kebusukan. Salah satu solusi yang dilakukan adalah dengan pengeringan, bukan hanya menggunakan pengeringan alami seperti sinar matahari. Pengunaan teknik pengeringan alternatif seperti oven dan solar dryer dome. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat di Desa Kuala Sungai Pasir tentang teknologi alternatif pengeringan. Metode pengabdian dilakukan dengan memberikan presentasi berupa video dan presentasi tentang metode pengeringan secara langsung. Kegiatan pengabdian dengan memberikan buku saku dan praktek langsung pengunaan alat pengeringan. Peserta sangat antusias dengan hadir dan banyak memberikan pertanyaan. Dua teknik pengeringan alternatif memberikan gambaran keuntungan pengeringan oven dengan praktek dan pengeringan solar dryer dome dengan design yang dijelaskan secara detail kepada pelaku usaha di Desa Kuala Sungai Pasir. Pengabdian kepada masyarakat khusus pelaku usaha perikanan di Desa Kuala Sungai Pasir dapat menjadi inspirasi dalam membangun kreativitas untuk menyelesaikan tantangan pengeringan produk hasil perikanan di wilayah pesisir.
Kata kunci : pengeringan, oven, solar dryer dome, perikanan, wirausaha
ABSTRACT
Drying is a method of preservation to removed the moisture content of the material so that the shelf life is extended. Fish has a high water content of 56-86%, so fish are easily damaged. One solution is to dry, not just use natural drying such as sunlight. The use of alternative drying techniques such as ovens and solar dryer domes. This devotion purposed to provide knowledge the people in Kuala Sungai Pasir Village about alternative drying technologies. The devotion method is done by giving a presentation in the form of a video and a presentation about the drying method directly. Devotional activities by providing pocket books and direct practice of using drying tools. Participants are very enthusiastic about attended and asked a lot of questions. Two alternative engineering techniques provide an overview of the advantages of using oven drying with practice and drying solar dryer dome with a design described detail to business people in Kuala Sungai Pasir Village. Service to the special community of fisheries business in Kuala Sungai Pasir Village can be inspired building creativity to solve the challenge of drying fishery products in coastal areas.
Keywords: drying, oven, solar dryer dome, fisheries, entrepreneu
PENGEMBANGAN METODE PENGOLAHAN UNTUK MENINGKATKAN AROMA, CITARASA DAN PENERIMAAN SENSORIS PRODUK KOPI ARABIKA
Aroma dan citarasa menjadi parameter yang sering dipergunakan oleh konsumen dalam menilai tingkat kualitas produk kopi. Aroma dan citarasa pada kopi dipengaruhi proses pengolahan dan mutu bahan baku (buah kopi). Fermentasi dan sangrai merupakan tahapan proses yang paling penting dan berpengaruh terhadap aroma dan citarasa produk kopi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dari UPP. Catur Paramitha sebagai mitra kerja dalam pelaksanaan program Matching Fund tahun 2021. Selain itu untuk meningkatkan aroma, citarasa dan kualitas biji kopi dan kopi bubuk yang dihasilkan oleh mitra. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan metode survey, transfer teknologi dan keterampilan, wawancara, pelatihan, dokumentasi dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta yang terlibat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pengolahan kopi secara fermentasi kering terkendali dari aspek suhu dan waktu fermentasi. Melalui proses fermentasi kering yang terkendali dapat meningkatan kualitas biji kopi dan kopi bubuk yang dihasilkan terutama dari parameter aroma dan citarasa. Bagaimanapun, faktor lingkungan terutama suhu yang rendah, kelembaban tinggi serta cuaca yang tidak menentu menjadi penghalang selama melakukan proses pengeringan biji kopi. UPP. Catur Paramitha lebih banyak melakukan penyangraian kopi dengan tingkat sedang (middle roasting).
Kata kunci: Metode pengolahan, fermentasi terkendali, kopi arabika, citarasa, evaluasi sensoris
ABSTRACT
Aroma and flavor is part of the quality parameter as consideration for the consumer for acceptance of coffee products. The aroma and flavor are affected by the processing method as well as the quality of the raw material. Fermentation and roasting are the most critical procedure that can contribute to the aroma and flavor of the coffee product. The purposes of this community service are to educate and increase the knowledge and skill of the member and staff of UPP. Catur Paramitha and to increase the aroma, flavor, and quality of the coffee beans and the coffee product. The method was used in this activity are survey, transfer knowledge and skill, interview, training, documentation, and evaluation to assess the success of the activities. The result showed that the participants and staff of UPP. Catur Paramitha who processed the beans obtained knowledge and skill a processing coffee with dried fermentation mainly in controlled temperature and duration fermentation. On the other hand, they can increase the aroma, flavor, and sensories quality of the coffee by improving the process especially the use of the dried fermentation method. The environment is one of the challenges during the drying of the coffee beans due to low temperature and high humidity. They used more middle roasting to produce a coffee powder. However, the level of quality and degree of roasting is defending on the economic consumer levels.
Keywords: Processing methods, control fermentation, arabica coffee, flavour, sensories evaluatio
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI TAHU DI USAHA TAHU PAKDE IPONG
Tahu adalah makanan yang dibuat dengan kacang kedelai. Kacang kedelai tersebut difermentasikan dan diambil sarinya sehingga menjadi tahu. Permasalahan pada usaha tahu Pakde Ipong ini adalah pada penyediaan bahan baku, prosesnya pembuatannnya dan manajemen. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah observasi langsung ke tempat usaha tahu Pakde Ipong disertai dengan ceramah berupa diskusi dua arah. Pada proses observasi ini berlangsung perbincangan mengenai apa saja permasalahan yang dihadapi oleh Pakde Ipong dalam memproduksi tahu sekaligus berusaha diberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi seperti masalah manajemen industri. Metode pelaksanaan kegiatan ini disamping melihat langsung tempat usaha tahu pak de Ipong juga melakukan ceramah disertai dengan diskusi timbal balik yang kesannya tidak menggurui. Dari hasil perbincangan mengenai apa saja permasalahan yang dihadapi oleh pak de Ipong dalam memproduksi tahu diperoleh hasil adanya peningkatan kesadaran tentang pentingnya manajemen untuk peningkatan kualitas produksi. Pada kegiatan penyuluhan disampaikan juga mengenai bagaimana cara agar usaha tahu tersebut bisa lebih berkembang, salah satu cara denganmemproduksi makanan dengan membuat olahan tahu.
Kata kunci: tahu, produksi, kualitas, olahan, manajemen
ABSTRACT
Tofu is a food made with soybeans. The soybeans are fermented and the juice is taken to make tofu. The problem with Pakde Ipong's tofu business is the supply of raw materials, the manufacturing process and management. The method of implementing this activity is direct observation to Pakde Ipong's tofu business premises accompanied by lectures in the form of two-way discussions. During this observation process, a discussion took place about the problems faced by Pakde Ipong in producing tofu as well as trying to provide solutions to the problems faced, such as industrial management problems. The method of carrying out this activity, besides seeing directly the place of business of tofu, Mr. de Ipong also conducted lectures accompanied by reciprocal discussions which did not seem patronizing. From the results of the discussion about what problems Mr. de Ipong faced in producing tofu, it was found that there was an increase in awareness about the importance of management to improve production quality. In the counseling activity, it was also conveyed about how to make the tofu business more developed, one way to produce food by making processed tofu.
Keywords: tofu, production, quality, processed, managemen
TEKNOLOGI AKUAPONIK SEBAGAI PERTANIAN SKALA RUMAHAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DI DESA TAMPINGMOJO TEMBELANG JOMBANG
Pertanian merupakan pondasi penting dalam pemenuhan komoditas pangan. Pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga merupakan landasan penting untuk mencapai ketahanan pangan. Namun tidak semua masyarakat di Desa Tampingmojo Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang memiliki lahan pertanian untuk dapat memenuhi kebutuhan pangannya, terlebih lahan pertanian di Desa Tampingmojo semakin berkurang sejak dibangunnya jalan tol Mojokerto-Kertosono, sehingga suplai komoditas pangan seperti sayuran dan ikan bergantung pada pasokan dari luar Desa Tampingmojo. Akuaponik menjadi solusi ketahanan pangan masyarakat desa Tampingmojo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ini bertujuan untuk memperkenalkan Teknologi Akuaponik kepada masyarakat desa Tampingmojo dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia. Masyarakat sasaran kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu PKK dan pemuda Karang Taruna desa Tampingmojo. Metode yang digunakan yaitu Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengenalan akuaponik menunjukkan respon dan antusiasme yang positif dari peserta pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% pertanyaan post test dapat dijawab peserta dan penyampaian materi teknologi akuaponik sederhana dapat diterima dengan baik serta dapat diterapkan dengan sumberdaya yang tersedia di desa Tampingmojo.
Kata kunci: akuaponik, pertanian, ketahanan pangan
ABSTRACT
Agriculture is an important foundation in the fulfillment of food commodities. Meeting household food needs is an important foundation for achieving food security. However, not all people in Tampingmojo Village, Tembelang District, Jombang Regency have agricultural land to be able to meet their food needs, especially agricultural land in Tampingmojo Village has decreased since the construction of the Mojokerto - Kertosono toll road, so that the supply of food commodities such as vegetables and fish depends on supplies from outside the village. Tampingmojo. Aquaponics is a solution for food security for the Tampingmojo village community. This community service purpose to introduce Aquaponics Technology to the Tampingmojo village community by utilizing available local resources. The targeted community for this activity is a group of PKK women and Karang Taruna youth in the village of Tampingmojo. The method used is Participatory Action Research (PAR) which is carried out in 3 stages, there are preparation, implementation and evaluation. The results of the evaluation showed that 80% of the post-test questions could be answered by participants and the delivery of simple aquaponic technology materials was well received and could be applied with the available resources in Tampingmojo village.
Keywords: aquaponics, agriculture, food securit
DIVERSIFIKASI OLAHAN PRODUK JAHE MERAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PERMEN JAHE PADA USAHA BERKEMBANG NAGI SIPADEH
Nagi Sipadeh merupakan salah satu usaha berkembang yang menjadi mitra pengabdian masyarakat LPPM Universitas Andalas yang memiliki keinginan besar untuk terus berinovasi mengembangkan berbagai jenis produk olahan jahe merah. Salah satu produk yang ingin dikembangkan adalah permen jahe merah. Dalam upaya pengembangan produk permen jahe merah, masih banyak kendala dan permasalahan yang dialami oleh Nagi Sipadeh terutama kurangnya pengetahuan tentang teknologi produksi permen. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini diharapkan dapat membantu usaha Nagi Sipadeh untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam memproduksi permen berbahan baku jahe merah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga bentuk kegiatan, yaitu penyuluhan, pelatihan, dan bimbingan berkelanjutan. Pelatihan yang dilakukan mencakup pada teknologi produksi permen yang meliputi komposisi bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan permen disertai edukasi mengenai fungsi dan peranan masing-masing bahan tersebut dalam komposisi permen, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian cara pengolahan yang tepat serta prosedur pengemasan permen yang baik. Hasil dari kegiatan ini Usaha Nagi Sipadeh mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai proses pengolahan permen baik dalam bentuk permen keras maupun permen lunak serta mengetahui teknik pengemasan permen yang tepat.
Kata kunci: Jahe merah, Nagi Sipadeh, permen
ABSTRACT
Nagi Sipadeh is one of the developing businesses that is a community service partner of LPPM Andalas University who has a great desire to continue to innovate in developing various types of processed red ginger products. One of the products to be developed is red ginger candy. In an effort to develop red ginger candy products, there are still many obstacles and problems experienced by Nagi Sipadeh, especially the lack of knowledge about candy production technology. Through this community service activity, it is hoped that it can help Nagi Sipadeh's efforts to improve skills and abilities in producing of red ginger candy. This community service activity is carried out in three forms of activity, namely counseling, training, and ongoing guidance. The training carried out covers candy production technology which includes the composition of the ingredients needed in making candy along with education about the function and role of each of these ingredients in candy composition, then continued with the delivery of proper processing methods and good candy packaging procedures. As a result of this activity, Nagi Sipadeh's business gained knowledge and skills regarding the candy processing process, both in the form of hard candy and soft candy, as well as knowing the right candy packaging technique.
Keywords: Red ginger, Nagi Sipadeh, cand
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LIMBAH PETERNAKAN BURUNG PUYUH MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI SIRKULAR
Peternakan burung puyuh merupakan salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat khususnya di Desa Besuk Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Beberapa keterbatasan yang dihadapi oleh mitra peternak burung puyuh yaitu pemanfaatan limbah kotoran burung puyuh yang belum memiliki nilai ekonomis, mahalnya harga dan terbatasnya konsentrat untuk burung puyuh, serta belum adanya teknologi tepat guna dalam pengembangan produk samping dari peternakan burung puyuh secara berkelanjutan. Salah satu upaya penyelesaian permasalahan yang dihadapi adalah melakukan pengembangan ekonomi sirkular secara sinergis melalui pendampingan biokonversi limbah kotoran ternak dengan memanfaatkan larva black soldier fly (BSF). Tujuan kegiatan pendampingan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan penanganan limbah kotoran burung puyuh berbasis larva BSF dan upaya pemanfaatan larva BSF sebagai bahan tambahan pakan ternak burung puyuh afkir. Kegiatan pendampingan dikemas dalam Program Kuliah Kerja yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa tingkat sarjana dari Jurusan Teknik Pertanian Universitas Jember. Tahapan pendampingan terdiri atas praktik budidaya larva BSF menggunakan media tumbuh kotoran burung puyuh, pemberian larva BSF untuk pakan ternak tambahan, dan kalkulasi pemberian pakan ternak berbasis larva BSF terhadap produksi telur burung puyuh afkir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penanganan limbah kotoran burung puyuh menggunakan larva BSF mudah diaplikasikan serta mampu memberikan nilai tambah terhadap kegiata peternakan puyuh yaitu mengurangi pemakaian pakan ternak buatan, serta kotoran maggot dapat dimanfaatkan sebagai campuran pupuk organik. Adapun produksi telur puyuh afkir yang menggunakan pakan buatan dan pakan maggot BSF tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Secara umum, penggunaan larva BSF pada peternakan puyuh mampu mendukung penerapan ekonomi sirkular sebagaimana yang diinginkan sesuai tujuan pendampingan ini