LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    363 research outputs found

    IbDM PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN PRODUK “ATUN” SEBAGAI OLAHAN KHAS NAGARI LUBUK BESAR, KABUPATEN DHARMASRAYA

    Get PDF
    Kabupaten Dharmasraya yang terdapat hampir disepanjang jalan lintas Sumatera belum dikenal makanan khasnya. Makanan yang biasa dijadikan oleh-oleh hanya keripik tempe. Di Nagari Lubuk Besar terdapat produk olahan khas yang biasa disajikan pada acara-acara adat dan pernikahan, yaitu Atun. Sebagian ibu-ibu dari masyarakat Nagari Lubuk Besar hanya mampu menjual produk ini sesekali pada ‘hari pasa’ (jadwal pasar tradisional), karena permasalahan umur simpan produk yang singkat yaitu 1-2 hari. Hal ini juga yang menjadi kendala Atun dijadikan sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Dharmasraya. Teknologi pengemasan vakum adalah sistem pengemasan hampa udara sehingga memperpanjang umur simpan, sehingga produk akan lebih bertahan 2-3 kali lebih lama daripada produk yang yang disimpan dengan nonvakum.Selain itu, pembuatan produk Atun Instan dapat bertahan lebih lama dan menjadi inovasi agar Atun dapat dikonsumsi oleh konsumen yang lebih jauh. Tujuan dari kegiatan IbDM ini secara umum adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian dan semangat berwirausaha bagi anggota kelompok Wanita “Lubuk Besar Bersinar” yang tergabung dalam Kelompok PKK Nagari Lubuk Besar dengan aplikasi teknologi. Dalam pengembangan produk atun ini dilakukan transfer teknologi dalam bentuk pelatihan teknologi pengemasan hampa dan penyimpanan, pembuatan atun instan, serta penyuluhan pemasaran dan manajemen bisnis Atun dalam mengembangkan produk Atun sebagai oleh-oleh khas Nagari Lubuk Kabupaten Dharmasraya. Kata Kunci: Atun, Atun Instan, Pengemasan Vakum, Makanan Tradisional ABSTRACT Dharmasraya District, located almost along the trans-Sumatra road, is not yet known for its traditional food. Food that is used as gifts is only tempeh chips. At Lubuk Besar Village, a village of Dharmasraya, there are typically snack usually served at traditional events and weddings, namely Atun. Some woman from the community of Nagari Lubuk Besar are only able to occasionally sell this product on 'Pasa Day' (traditional market schedule) because of the short shelf life of the product, which is 1-2 days. It also became Atun's obstacle as a souvenir of the Dharmasraya District. Vacuum packaging technology is a packaging system without oxygen that extends shelf life so that products will last 2-3 times longer than non-vacuum stored products. Additionally, Instant Atun products' production can last longer and become an innovation so that more distant consumers can consume Atun. This IbDM program aims to increase knowledge, skills, independence, and an entrepreneurial spirit for members of the "Lubuk Besar Bersinar" Women group and the Lubuk Besar PKK Group with the application of technology. In developing Atun product, technology transfer is carried out in the form of training on vacuum packaging and storage technology, making instant Atun, and counseling on Atun's marketing and business management in developing Atun products as souvenirs from Dharmasraya District.ogy, making instant Atun, and counseling on Atun's marketing and business management in developing Atun products as souv Keywords: Atun, Instan Atun, Vacuum Packaging, Traditional Foo

    IbW PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE SISTEM BIOFLOK DI DESA BLANGKUALA, MEUKEK, ACEH SELATAN

    Get PDF
    ABSTRAK   Desa Blang Kuala Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan memiliki potensi daerah yang belum termanfaatkan secara maksimal. Salah satunya adalah potensi di bidang perikanan. Program Kemitraan Wilayah (PKW) oleh Tim PKW LPPM Universitas Teuku Umar bekerjasama dengan mitra LPPM Universitas Syiah Kuala dan Pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan bertujuan untuk memaksimalkan potensi yang ada melalui pemberdayaan masyarakat. Metode yang akan digunakan untuk pelaksanaan PKW adalah metode pemberdayaan masyarakat dengan yang mengupayakan partisipasi masyarakat untuk belajar dan beraktivitas secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup mereka. Aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan selama proses pendampingan adalah pembangunan tempat Demontrasi Plot (DEMPLOT) budidaya lele sistem bioflok, pelatihan pembuatan konstruksi kolam budidaya sistem bioflok, pelatihan pemeliharaan budidaya lele sistem bioflok, sampai dengan pendampingan pemanenan. Hasil kegiatan IbW Kecamatan Meukek diharapkan dapat berkesinambungan dan menjadi pusat pembelajaran dan pelatihan budidaya lele sistem bioflok bagi masyarakat di desa Blang Kuala khususnya dan masyarakat Aceh Selatan pada Umumnya. Sehingga dengan adanya tempat kegiatan budidaya sistem bioflok ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga secara berkesinambungan sehingga kesejahteraan dapat dirasakan oleh masyarakat yang akan berefek pada peningkatan intensitas keterlibatan masyarakat dalam program pembangunan yang dicanangkan pemerintah. Kata Kunci: Budidaya Lele System Bioflok, Demplot, PK

    PELATIHAN PEMBIBITAN ANGGREK SECARA VEGETATIF, GENERATIF DAN KULTUR JARINGAN PADA PAGUYUBAN MANTAN BURUH MIGRAN “SERUNI” KABUPATEN BANYUMAS

    Get PDF
    Mantan pekerja migran membutuhkan pendampingan wirausaha agar tetap produktif secara ekonomi. Salah satu jenis usaha yang dapat dilakukan adalah bidang pertanian, yaitu usaha penjualan tanaman hias khususnya anggrek. Anggrek merupakan tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena mempunyai bentuk bunga yang bagus, beragam warna dan kesegaran bunga dapat bertahan lama. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya mengenai rintisan usaha budidaya Anggrek. Pembibitan merupakan faktor penting pendukung kegiatan budidaya Anggrek. Jika pengusaha anggrek tidak dapat memproduksi bibit sendiri maka akan banyak modal terserap untuk pengadaan bibit.  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pendampingan dan memberikan pelatihan agar mitra dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan mengenai pembibitan anggrek baik secara vegetative, generative maupun kultur jaringan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah PRA (Partisipatory Rural Appraisal) yaitu peran aktif seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi: 1. Penyuluhan, 2. Pelatihan, 3.Pembuatan Demplot Percobaan, 4. Pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pembuatan bibit  anggrek pada anggota paguyuban seruni sebesar 80%. Mampu melakukan persilangan anggrek, pembibitan secara vegetative (pemisahan anakan dan keiki) perbanyakan secara generative dengan biji dan pembuatan bibit secara kultur jaringan, mitra dapat melakukan aklimatisasi terhadap bibit anggrek botolan, mampu melakukan transplanting bibit anggrek seedling dan remaja pada berbagai media tanam, melakukan perawatan anggrek dengan aplikasi pupuk daun dan hormone pertumbuhan. Kata Kunci: Pemberdayaan, Buruh migran, Anggrek, Kultur jaringan ABSTRACT Former migrant worker need mentoring entrepreneurs to remain economically productive. One type of business that can be done is agriculture, such as Nursary (selling of ornamental plants) especially orchids. Orchid is an ornamental plant that has high economic value because it has a good flower shape, various colors and freshness of flowers can last a long time. This activity is a continuation of the previous year regarding pioneering orchid business. Nurseries are an important factor supporting orchid cultivation bussinnese. If the orchid famer cannot produce his own seeds, a lot of capital will be absorbed for the procurement of seeds. The purpose of this activity is to provide assistance and provide training so that partners can increase their knowledge, understanding and skills regarding orchid nurseries, both vegetative, generative and tissue culture. The method used in this activity is the PRA (Participatory Rural Appraisal), which is the active role of all parties involved in the activity. Stages of activities include: 1. Counseling, 2. Training, 3. Making an Experiment Demonstration Plot, 4. Assistance and monitoring. The result of this activity is increasing in the knowledge and skills of produce orchid seeds of Paguyuban Seruni members by 80%. Able to perform orchid crossing, vegetative nursery (separation of saplings and keiki) generative propagation by seed and seedling by tissue culture, partners can acclimatize bottled orchid seeds, able to transplanting seedling orchid seeds and juveniles in various planting media, perform maintenance orchids by application of foliar fertilizer and  growth hormone. Keywords: Empowering, former migran worker, orchid nurseries, tissue culture

    SOSIALISASI PELAKSANAAN SISTEM PENGGUNAAN TRACER SEBAGAI PELACAK BERKAS REKAM MEDIS PADA RUMAH SAKIT NAILI DBS PADANG

    Get PDF
    Peningkatan mutu layanan kesehatan perlu dilakukan terutama bagi rumah sakit. Rekam medis yang hilang, salah letak, missfile sulit ditemukan dalam waktu yang cepat menjadi permasalahan yang sering terjadi dan mempengaruhi kualitas pelayanan dan menjadi pemicu permasalahan terjadinya berkas rekam medis ganda sehingga mempersulit pengembalian berkas rekam medis sesuai urutan dan mengakibatkan lamanya pelayanan terhadap pasien. Berdasarkan survei pendahuluan, rumah sakit Naili DBS belum menggunakan tracer untuk menandai berkas keluar. Metode yang digunakan adalah observasi dengan wawancara dan diskusi mengenai permasalahan dibagian rekam medis terutama bagian penyimpanan dan pelacakan berkas rekam medis. Pendidikan diberikan melalui sosialisasi pentingnya penggunaan tracer, sistem penggunaan dan tahapan dalam mempersiapkan tracer. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan budaya  pemanfaatan tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis keluar dari rak penyimpanan berkas, dilaksanakan pada 11 April 2019 dan berjalan lancar. Hasil yang diperoleh yaitu bahwa di rumah sakit Naili DBS belum menggunakan tracer dan cara pelacakan berkas rekam medis dengan melihat nomor rekam medis pada saat pasein melakukan pendaftaran sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengana adanya tracer. Setelah diadakan sosialisasi ini, bagian rekam medis di rumah sakit Naili DBS memahami akan pentingnya tracer pada bagian rekam medis di rumah sakit.  Kata kunci : Tracer, Rekam Medis, Missfile ABSTRACT Improving the quality of health services needs to be done especially for hospitals. Missing medical records, misplaced, missfiles are difficult to find in a fast time that is a frequent problem that affects the quality of service and triggers problems with the occurrence of multiple medical record files, making it difficult to return the medical record files in order and result in length of service to patients. Based on preliminary surveys, the Naili DBS hospital has not used tracers to mark outgoing files. The method used is observation with interviews and discussions about problems in the medical records section, especially the storage and tracking of medical record files. Education is given through the socialization of the importance of using tracers, usage systems and stages in preparing tracers. This activity aims to create a culture of utilizing tracers as tracking cards for medical record files off the file storage shelves, held on April 11, 2019 and running smoothly. The results obtained are that the Naili DBS hospital has not used tracer and how to track medical record files by looking at the medical record number at the time of registration so that it takes longer than the tracer. After this socialization, the medical records section at Naili DBS Hospital understood the importance of tracers in the medical record section at the hospital. Keywords: Tracer, Medical Record, Missfil

    PELATIHAN PEMBUATAN GULA KRISTAL DARI JAHE PADA PKK KP. BABAKAN RT 03/08, SUKATANI, TAPOS, DEPOK

    Get PDF
    Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, dengan banyaknya atau lamanya pekerjaan serta cuaca yang tidak menentu, perlu didukung dengan kondisi kesehatan yang optimal. Masyarakat Kampung Babakan, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok, terdiri dari kurang lebih sekitar 40 kepala rumah tangga dengan mayoritas mata pencarian warganya adalah bekerja di sektor formal dan informal. Mobilitas warga Kampung Babakan dinilai sangat tinggi, dengan rata-rata lama bekerja 8-9 jam perhari dari pagi hingga malam selama hampir 6 hari kerja, sehingga rentan mengalami kelelahan atau kondisi kesehatan yang terkadang tidak optimal untuk bekerja. Berdasarkan kondisi tersebut, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan tubuh dengan memanfaatkan tanaman jahe sebagai ramuan tradisional untuk minuman kesehatan berbentuk serbuk/instan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan interaktif dan demostrasi melalui video dalam pengenalan pembuatan gula kristal jahe terhadap pihak mitra. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pihak mitra senang mengikuti kegiatan ini karena mendapat tambahan inspirasi dalam pemanfaatan jahe sebagai alternatif minuman tradisional untuk menjaga kesehatan serta ide usaha produksi rumahan untuk menambah pendapatan keluarga. Selain pemanfaatan jahe, pihak mitra menjadi mengetahui proses cara pembuatan gula kristal jahe. Kata kunci: Kesehatan tubuh, Gula kristal, Jahe ABSTRACT Increasingly high community mobility, with the number or duration of work and uncertain weather, need to be supported by optimal health conditions. The people of Kampung Babakan, Sukatani, Tapos, Depok, consisting of approximately 40 heads of households with a majority of their livelihoods are working in the formal and informal sectors. The mobility of the residents is very high, with an average length of work 8-9 hours per day on 6 working days. So peoples easily feel tired or sometimes their health conditions are not optimal for working. Based on these conditions, it is necessary to increase knowledge about how to maintain a healthy body by utilizing ginger plants as traditional ingredients for powder / instant health drinks. The method used in this activity was interactive counseling and demonstration methods through video in the introduction of ginger crystals sugar to the partners. The results of this activity were an additional inspiration in utilizing ginger as an alternative for traditional drinks to maintain health and the idea of homemade business to increase the family’s income. In addition to the use of ginger, the partners became aware of the process of making ginger crystals sugar. Keywords: Body Health, Sugar Crystals, Ginge

    PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN KADER POSDAYA TENTANG SKRINING KESEHATAN DASAR DI DESA BUNGKU KECAMATAN BAJUBANG KABUPATEN BATANGHARI JAMBI

    Get PDF
    Keberadaan tenaga kesehatan di Desa Bungku belum optimal akibat rendahnya kepercayaan dan akses masyarakat kelompok adat terpencil. Dibutuhkan pendekatan dari masyarakat yaitu pemberdayaan berbasis keluarga yang disebut Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Pengabdian ini bertujuan membentuk dan melatih kader posdaya menggunakan metode diskusi dan praktik berupa demonstrasi, role play atau simulasi antar kader. Edukasi dan skrining kesehatan dasar meliputi materi pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pengetahuan tentang penilaian status gizi, dan pemeriksaan kesehatan dasar. Alat yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah poster, leaflet, lembar kuisioner pre-post, pita LILA, tensimeter digital, stetoskop, peralatan P3K, dan thermometer. Gambaran peningkatan pengetahuan dan keterampilan khusus pada kader dilihat berdasarkan hasil pre-post test. Kegiatan ini menghasilkan posdaya dengan anggota kader sebanyak 5 orang. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan khusus pada kader setelah dilakukan pelatihan sebesar 4 poin untuk materi PHBS, 5.4 poin untuk penilaian status gizi dan 8 poin untuk pemeriksaan dasar. Diperlukan implementasi lapang untuk mengevaluasi kemampuan praktis kader di masyarakat. Kata kunci: Komunitas adat, Pemberdayaan, Pemeriksaan fisik, Penilaian gizi, Posdaya ABSTRACT The existence of health practitioner in Bungku village was`nt yet optimized, it is due to low in trust and access to health care especially for indigenous group ethnic minority. It takes an bottom up approach throught empowerment family (Posdaya). Posdaya is community empowerment independently conducted from, by and for the community.  The aim of  this service was to create posdaya for the revival of the spirit of togetherness and mutual cooperation in the community, so that community members can participate and help each other in eliminating their social problems especially in health and environment. The method used focus group discussion and practice, used posters, leaflets, pre post test questionnaire, observation sheets, meterline, scale, microtoice, tensimeter, stethoscopes, first aid kit,and thermometer. The result was posdaya established  with 5 members, there were increased knowledge and special skills that is 4 point for healthy living behavior, 5.4 point for nutritional assessment and 8 point for vital sign on health. Field implementation is needed to evaluate the ability of posdaya members. Keywords: Empowerment, Ethnic minority, Nutrition assessment, Posdaya, Vital sig

    INTRODUKSI MESIN KOMBINASI PENGIRIS DAN PEMARUT UBI KAYU UNTUK USAHA OLAHAN MAKANAN RINGAN SKALA RUMAH TANGGA

    Get PDF
    Ubi kayu merupakan produk hasil pertanian yang memiliki potensi sebagai bahan baku berbagai jenis makanan ringan. Proses pengirisan dan pemarutan banyak digunakan untuk mengolah ubi kayu menjadi berbagai macam jenis makanan olahan atau pun sebagai bahan intermediat. Proses pengirisan dan pemarutan menghabiskan waktu dan tenaga yang besar ketika dilakukan secara manual. Proses secara manual ini banyak diterapkan oleh masyarakat yang menjalankan usahanya dalam skala rumah tangga, seperti usaha rumahan Umak Buyung yang terletak di Jorong Lubuk Gadang, kec. Koto Balingka, Pasaman Barat. Proses pengolahan ubi kayu menjadi keripik yang selama ini dijalani oleh UKM Umak Buyung dilakukan dengan cara menggesekkan ubikayu di atas permukaan kayu yang sudah diberi pisau. Disamping itu, produk keripik ubi kayu yang diproduksi oleh UKM Umak Buyung baru sebatas keripik ubi kayu yang diberi cabe serta menggunakan kemasan sederhana tanpa ada label pada kemasan. Melalui kegiatan IbDM ini ditawarkan solusi dengan melakukan introduksi teknologi pengirisan dan pemarutan ubi kayu secara mekanis yang dilakukan dengan menyediakan mesin kombinasi pengiris dan pemarut ubi kayu, pengenalan diversifikasi produk dan kemasan yang marketable. Mesin ini dapat dioperasikan untuk kedua proses (pengirisan dan pemarutan) secara bersamaan dengan satu unit motor listrik 1 HP. Ukuran mesin ini adalah 800 mm x 300 mm x 500mm (p x l xt) dengan kapasitas pengirisan dan pemarutan berturut-turut sebesar 105,252 ± 0,09 kg/jam dan 21,14 ± 0,03 kg/jam.  Kegiatan ini memberikan manfaat kepada mitra berupa penambahan pengetahuan dalam proses pengolahan ubi kayu, diversifikasi produk olahan berbahan baku ubi kayu dan pengemasan produk. Kata kunci: Diversifikasi produk, Mesin pengiris dan pemarut, Ubi kayu ABSTRACT Cassava, an agricultural product that can be processed into various kinds of snacks. Slicing and grating, widely used to process cassava into various types of processed foods or as intermediates. Cutting and grating can be done manually, however, its time consume and require a lot of energy. The manual process, widely applied by people who run their businesses on a household scale, such as home business of Umak Buyung, located in Jorong Lubuk Gadang, Koto Balingka District, West Pasaman Municipality, West Sumatra Province. The processing cassava into chips which has been undertaken by UKM Umak Buyung, conducted by swiping cassava on a wooden surface that has been given a knife. In addition, cassava chips, produced by UKM Umak Buyung, only limited taste which is chili cassava chipsand uses simple packaging without any label on the packaging. Through this IbDM activity, solutions, offered by introducing mechanical cassava slicing and grating technology by providing a combination of cassava slicing and grater machines, and introduction product diversification as well as marketable packaging design. The machine can be operated for both processes cutting and grating simultaneously with one unit of 1 HP electric motor. The size of the machine is 800 mm x 300 mm x 500 mm (l x w x h) with incision and grating capacity of 105.252 ± 0.09 kg / hour and 21.14 ± 0.03 kg / hour, respectively. The activity broadens knowledge  of partner in cassava processing, diversification of processed products made from cassava, and attractive packaging products. Keywords: Product diversification, Slicing and grater, Cassav

    PELATIHAN EDUTECH FOR CHILDREN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TEKNIS DAN MELATIH POLA PIKIR INOVATIF SISWA

    Get PDF
    Pendidikan pada usia dini menjadi sebuah fenomena menarik pada saat ini di Indonesia,dapat dilihat dari menjamurnya taman pendidikan untuk anak yang belum  bisa masuk sekolah. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang lokasinya berbatasan langsung dengan Gerbang Internasional Singapura dan Malaysia secara tidak langsung diminta untuk mampu berkompetisi secara secara softskill dan hardskill. Untuk menghadapi kesempatan tersebut dan menciptakan generasi yang mampu bersaing secara global, jurusan Teknik Elektro Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui tridharma perguruan tinggi, bekerjasama dengan bagian Corporate Social Responsibility (CSR) Banyan Tree Hotel and Resorts Bintan, menghasilkan sebuah program bernama Edutech for Children (EfC). EfC adalah program untuk meningkatkan kemampuan siswa berpikir secara kritis dan analisis pada usia dini melalui pengenalan proses perancangan rekayasa dan pelatihan pola pikir insinyur untuk siswa di sekolah. Dimulai dari proses etnografi, brainstorming, menentukan permasalahan dan solusi utama dan merancang menggunakan perangkat lunak 3 dimensi Autodesk inventor. Sebuah inovasi yang merupakan luaran dari proses desain rekayasa adalah merupakan hasil dari proses rancangan yang berbasiskan kepada pengguna dengan menggunakan pendekatan etnografi, oleh sebab itu melalui pelatihan yang diberikan siswa akan diajak untuk mampu memahami bahwa sebuah inovasi tersebut membutuhkan integrasi kemampuan berpikir secara luas terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Dengan kegiatan ini didapatkan hasil memuaskan yang dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan teknis dan munculnya pola pikir inovatif sehingga siswa mampu untuk menemukan dan merancang teknologi yang sesuai untuk kebutuhan setempat. Kata kunci: Berpikir, Kompetisi, Kemampuan, Siswa, Teknologi ABSTRACT Education at an early age is an interesting phenomenon at this time in Indonesia, can be seen from the mushrooming of educational parks for children who have not been able to go to school. Riau Islands Province (Riau Islands) whose location is directly adjacent to the International Gates of Singapore and Malaysia is indirectly requested to be able to compete in soft skills and hard skills. To face this opportunity and create a generation that is able to compete globally, the Department of Electrical Engineering, Raja Ali Haji Maritime University (UMRAH) through the three-tridharma of higher education, in collaboration with the Corporate Social Responsibility (CSR) section of the Banyan Tree Hotel and Resorts Bintan, produced a program called Edutech for Children (EfC). EfC is a program to improve students 'ability to think critically and analyze at an early age through the introduction of the engineering design process and training of engineers' mindsets for students in schools. Starting from the ethnographic process, brainstorming, determining the main problems and solutions and designing using Autodesk Inventor's 3-dimensional software. An innovation which is an outcome of the engineering design process is the result of a design process based on the user using an ethnographic approach, therefore through training provided students will be invited to be able to understand that an innovation requires the integration of broad thinking skills towards problems exist in the community. With this activity, satisfying results are evidenced by increasing technical ability and the emergence of innovative mindsets so that students are able to find and design technologies that are suitable for local needs. Keywords: Thinking, Competition, Performance, Student, Technolog

    PENERAPAN FORMULASI TEPUNG BUAH MANGROVE UNTUK PRODUKSI BISKUIT PADA KELOMPOK “BANK SAMPAH BINTANG MANGROVE” DI GUNUNG ANYAR SURABAYA

    Get PDF
    Khalayak sasaran Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah mitra kelompok pengolah sampah “Bank Sampah Bintang Mangrove” di Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur. Permasalahan mitra yang dihadapi yaitu minimnya pengetahuan tentang manfaat buah mangrove pada kesehatan, belum diketahuinya  tentang formula biskuit fungsional yang disubstitusi dengan tepung buah mangrove, dan pemasaran secara online. Tujuan kegiatan PKM yaitu peningkatan partisipasi kahalayak sasaran dalam pengetahuan manfaat buah mangrove terhadap kesehatan dan pendampingan produksi biscuit dari buah mangrove , serta pengembangan sistem pemasaran melalui pemasaran online. Metode yang dilakukan berupa metode sosialisasi, pelatihan/bimbingan teknis, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui transfer pengetahuan formulasi biskuit dari tepung buah mangrove dan pendampingan kepada khalayak sasaran mampu menarik kembali minat dan partisipasi untuk lebih peduli pada buah mangrove serta membuka peluang usaha dari kegiatan tersebut. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini berupa produk biskuit buah mangrove  sehingga mempunyai nilai tambah dengan harapan apabila usaha ini berhasil maka dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi. Produk yang bernilai ekonomi dapat menambah pendapatan bagi khalayak sasaran, sehingga khalayak sasaran dapat mencapai kemandirian ekonomi di area mereka. Kata kunci: Formulasi, Biskuit, Buah mangrove, BSBM, Pemasaran online ABSTRACT The target people of the Community Partnership Program (CPP) is the partner of the "Bank Sampah Bintang Mangrove" (BSBM), which recycle waste group in Gunung Anyar, Surabaya, East Java. The problem come from the limited knowledge about the benefits of mangroves on health, unknown about the functional biscuit formula substituted with mangrove fruit flour yet, and online marketing. The aim of CPP activities is to increase knowledge of participant about benefits of mangroves on health and guidance in production of biscuits from mangroves, and development of marketing systems through online marketing. Method that used are socialization, technical training, and guidance. Result of this activity show that the training of biscuit formulation from mangrove fruit flour and guidance can increase the interest and participate for caring to the mangrove fruit and open business opportunities from it. The created product from this program is mangrove fruit biscuit that have the more value, if this plan was success  it can be valuable product. Valuable product can enhance the salary of this society, so they can reach economical side independently in their region. Keywords: Formulation, Biscuits, Mangrove fruit, BSBM, Online marketin

    Pemanfaatan Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) Afkir untuk Pembuatan Bedak Dingin pada Kelompok Wanita Tani Berkat Yakin Kec. Batang Anai Kab. Padang Pariaman

    Get PDF
    ABSTRAK: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi kerugian petani dan pedagang bengkoang serta mengoptimalkan umbi bengkoang kelompok tani dengan peningkatan nilai tambah melalui produk bedak dingin. Umbi bengkoang yang tidak terjual lagi dan diangkap afkir dimana kurang layak untuk jadi produk olahan pangan dimanfaatkan untuk membuat bedak dingin. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tahapan : 1) Pembuatan dan pengujian bedak dingin bengkoang dengan menggunakan 3 (tiga) jenis ketuaan umbi bengkoang. Pengamatan yang dilakukan meliputi rendemen, derajat warna putih, pH dan uji organoleptik bedak dan uji iritasi ; dan 2) Penyuluhan dan demontrasi/pelatihan pembuatan bedak dingin pada kelompok mitra. Pada penyuluhan disampaikan: i) Potensi umbi bengkoang, ii) Faktor-foktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan bengkoang afkir, dan iii) Faktor yang diperhatikan dalam membuat produk bermutu baik dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah : 1) Bengkoang afkir (sisa yang tidak terjual) mempunyai potensi dan dapat serta aman untuk dijadikan bedak dingin; 2). Hasil penelitian (pengujian) bedak dingin bengkoang afkir memberikan hasil yang hampir sama dengan bedak dingin menggunakan bengkoang segar ataupun bengkoang yang panen tua (5-5.5 bulan). Pati bengkoang afkir lebih tinggi dari bengkoang segar dan kadar air yang lebih rendah; dan 3). Anggota kelompok wanita tani Berkat Yakin dapat memahami dan mampu membuat bedak dingin bengkoang afkir yang baik untuk dapat disimpan dalam waktu yang lama.Kata kunci: Bengkoang afkir, Bedak dingin, Pengabdian, Kelompok wanita tani Utilization of Reject Bengkoang (Pachyrhizus Erosus) on Cold Mask Production in Berkat Yakin Farmer Women Group at Sub District of Batang Anai District of Padang PariamanABSTRACT: The aim of the community service were to reduce losses of bengkoang farmers and traders, and also to optimize bengkoang tubers farmer groups with increased value added through cold mask products. Bengkoang tubers that not sell anymore and considered reject where less feasible to be food products used to make the cold mask. This community service was done by stages: 1) Making and testing of cold mask bengkoang by using 3 (three) maturity types of bengkoang tuber. The observations included rendement, white color, pH, organoleptic test of mask, and irritation test; and 2) Counseling and demonstration / training of making cold mask in group of partner. In the counseling delivered: i) Bengkoang tuber potency, ii) Factors to consider in determining reject bengkoang , and 3) Factors considered in making good quality products and can be stored for long periods. The results of this community service activity were: 1) Reject bengkoang (unsold remnant) has the potential and can and safe to be used as cold mask; 2). The cold mask product of reject bengkoang had same quality with cold mask using fresh bengkoang or old harvested bengkoang (5-5.5 month). Starch of reject bengkoang higher than fresh bengkoang and it’s water content is lower; and 3). Members of farmer women group Berkat Yakin can understand and able to make cold mask from reject bengkoang and good to be stored for a long time.Keywords: Reject bengkoang, Cold mask, Community service, Farmer women grou

    357

    full texts

    363

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇