LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
Penerapan Teknologi Budidaya Pepaya Calina Menggunakan Bibit Unggul dan Sistem Pertanaman Intensif di Lahan Tegalan Desa Patemon, Purbalingga, Jawa Tengah
ABSTRAK: Lahan tegalan di Desa Patemon belum dimanfaatkan optimal. Sebagian warga membudidayakan pepaya calina di lahan tegalan namun tingkat produksi buah pepaya yang dihasilkan masih rendah. Keterbatasan bibit pepaya unggul dan penerapan teknologi budidaya yang kurang optimal menjadi penyebab utama. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi budidaya pepaya calina menggunakan bibit unggul dan sistem pertanaman intensif di Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini melibatkan khalayak sasaran, yaitu Kelompok Tani “Warakan”. Metode yang digunakan adalah 1). Kegiatan transfer pengetahuan dan teknologi mengenai budidaya pepaya calina menggunakan bibit unggul dan sistem pertanaman intensif, 2). Pembuatan demonstrasi dan plot (demplot) pepaya seluas 1400 m2, dan 3). Pelatihan pembuatan pestisida nabati. Hasil yang diperoleh: 1). Petani mendapatkan pengetahuan dan pengalaman budidaya pepaya calina menggunakan bibit unggul dan sistem pertanaman intensif , 2). Demplot budidaya 200 bibit pepaya calina seluas 1400 m2 sebagai percontohan bagi para petani, 3). Petani mendapat pengetahuan dan keterampilan membuat pestisida nabati untuk mengendalikan hama tanaman pepaya, 4). Tanaman pepaya yang dibudidayakan berbunga dan berbuah lebih cepat, serta memiliki tinggi lebih pendek dibanding tanaman pepaya yang sudah dibudidayakan petani sebelumnya.Kata kunci: Pepaya calina, Kelompok Tani Warakan, Desa Patemon
ABSTRACT: Tegalan land in Patemon Village has not been optimally utilized. Some residents cultivated papaya in Tegalan land but the production rate of papaya fruit is lower than target. This activity is aimed to apply calina papaya cultivation technology using superior seed and intensive cultivation system in Patemon Village, Bojongsari District, Purbalingga Regency, Central Java Province. This activity involves the target audience, the "Warakan" Farmer Group. The method used 1). Transfer of knowledge and technology on papaya cultivation using superior seed and intensive cultivation system, 2). Demonstration and plot (demplot) of papaya on 1400 m2 tegalan land, and 3). Biopesticide formulation training. Results obtained: 1). Farmers gained knowledge and experience of papaya cultivation using superior seeds and intensive cultivation system, 2). Cultivation of 200 papaya on 1400 m2 tegalan land as a model for farmers, 3). Farmers gained knowledge and skills to make plant-based pesticides to control papaya pests, 4). flowering and fruiting of cultivated papaya faster, and have a shorter height than papaya have been cultivated farmers before. Keywords: Calina papaya, Warakan, Patemon villag
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup dengan Penerapan Pola Hidup Sehat pada Penderita Diabetes Mellitus dan Hipertensi dalam Klub Prolanis
ABSTRAK: Penyakit tidak menular seperti DM, jantung, tekanan darah tinggi, kanker, stress dan penyakit tidak menular lainnya disebabkan karena pola hidup tidak sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita DM dan hipertensi salah satunya adalah kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan anggota klub Prolanis, yaitu suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara integritas yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, dan BPJS Kesehatan sehingga diharapkan anggota klub dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari berikut dapat berdampak baik pada kondisi kesehatan mereka. Sasaran pengabdian adalah anggota klub prolanis di Puskesmas Lubuk Buaya dan Ambacang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan berupa kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan 4 (empat) tahapan yaitu kegiatan Pre-test, kegiatan Penyampaian materi tentang status gizi yang baik dan pola hidup sehat disertai dengan pemberian leafleat, kegiatan Post-test, dan pengukuran tekanan darah dan gula darah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan anggota klub tentang pola hidup sehat dengan melakukan kegiatan Pre-test dan Post-test. Tingkat pengetahuan anggota dengan kategori baik saat Pre-test adalah sebanyak 53,8%, sedangkan pada saat Post-test meningkat menjadi 59,6%. Kegiatan berjalan dengan lancar dan sasaran telah memahami konsep pola hidup sehat. Untuk kedepannya diharapkan kegiatan ini rutin dilaksanakan dan anggota prolanis yang ikut berpartisipasi jumlahnya lebih banyak dan lebih tenang sehingga pengabdi dapat memberikan kontribusi lebih dalam upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki kebiasaan pola hidup pada anggota klub prolanis.Kata Kunci: Prolanis, Tingkat Pengetahuan, Pola Hidup Sehat
Efforts to Improve the Quality of Life with the Implementation of the Healthy Living Patterns in People with Diabetes Mellitus and Hypertension in Prolanis ClubABSTRACT: The disease is not contagious like DM, heart, high blood pressure, cancer, stress and diseases are not contagious to other due to unhealthy life pattern. Efforts that can be done to improve the quality of life of sufferers of DM and hypertension one is information communication and education activities on a regular basis to improve the knowledge of members of the Club Prolanis, i.e., a system of health services and proactive approach undertaken in the integrity involving the participants, first-level health facilities such as Clinics, and Wellness BPJS so expect members of the Club can apply healthy living patterns in everyday life These can have an impact both on the condition of their health. The targets of the devotion is a member of the Club prolanis at the Clinics Down crocodiles and Ambacang. This devotion activities carried out in the form of Educational information and communication activities (IEC) with four (4) phases i.e. pre-release test activities, activities of the delivery of the material about the status of good nutrition and healthy living patterns accompanied by awarding leafleat, activity Post-test, and measurements of blood pressure and blood sugar. Results of activity indicates that an increase in knowledge Club members about the pattern of healthy living by performing activities of pre-and Post test-test. Level of knowledge of members by category whether Pre-test is as much a 53.8%, whereas at the time of the Post-test increased to 59.6%. Activities running smoothly and target have understood the concept of healthy life patterns. For the future it is expected these activities regularly carried out and member of prolanis who participated in number more and more quiet so servants could contribute more in an effort to increase and improve habits the pattern of life on prolanis Club members.Key words: Prolanis, Level of Knowledge, The Pattern of Healthy Livin
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi I-Spring untuk Peningkatan Kualitas Teaching Method bagi Guru SMK di Balikpapan
ABSTRAK: Media pembelajaran interaktif berbasis I-Spring merupakan media pembelajaran yang mengkombinasikan audio, video dan quiz maker yang terintegrasi menjadi satu kesatuan, sehingga memberikan kemudahan bagi tenaga pendidik dalam mentransfer materi bahan ajar kepada peserta didiknya melalui infrastruktur program aplikasi dan pemanfaatan media elektronik sebagai bagian dari metode edukasinya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi i-spring ditujukan untuk peningkatan kualitas teaching method pada guru SMK di Balikpapan. Peserta pelatihan sekaligus mitra dalam kegiatan ini adalah para guru dan siswa SMK Pangeran Antasari di kota Balikpapan, berjumlah 15 orang guru dari berbagai bidang studi dan 5 orang siswa perwakilan dari kelas X (Sepuluh). Masih minimnnya pengetahuan guru terkait teknologi komputer, maka tim penyelenggara dari Jurusan Teknik Elektronika Politeknik Negeri Balikpapan memberikan metode pelatihan dengan cara penyampaian materi, praktek langsung dan demonstrasi menyajikan hasil karya dari masing-masing peserta. Hasil evaluasi berdasarkan pengisian kuisioner dan pengamatan langsung, menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil 100% karena peserta pelatihan mampu mengimplementasikan aplikasi I-Spring dalam membuat media pembelajaran multimedia yang dilengkapi soal kuis, meskipun hanya 85% peserta pelatihan yang mampu menganalisa dan mengembangkan secara kreatif materi pelatihan yang diberikan.Kata Kunci: Aplikasi I-Spring, Media Elektronik, Audio, Video
Development of Learning Media based on I-Spring Application for Quality Improvement of Teaching Method for Vocational High School Teachers in BalikpapanABSTRACT: I-Spring-based interactive learning media is a learning media that combines audio, video and quiz maker that are integrated into one unit, thus providing facilities for educators to transfer teaching materials to their students through the application program infrastructure and the use of electronic media as part of the method education. Therefore, community service activities in the form of training in developing instructional media based on I-spring applications are aimed at improving the quality of teaching methods for vocational teachers in Balikpapan. The training participants as well as partners in this activity were teachers and students of Pangeran Antasari Vocational School in the city of Balikpapan, totaling 15 teachers from various fields of study and 5 students representing class X (Ten). The lack of knowledge of teachers regarding computer technology, the organizing team from the Department of Electronics Engineering, Balikpapan State Polytechnic provided training methods by delivering material, direct practice and demonstration to present the work of each participant. Evaluation results based on filling out questionnaires and direct observation, showed that this activity was 100% successful because the trainees were able to implement the I-Spring application in making multimedia learning media equipped with quiz questions, even though only 85% of the participants were able to analyze and develop creatively the training material which are given.Keywords: I-Spring Application, Electronic Media, Audio, Vide
IbM Pengembangan Rajutan di Kampung Aur Medan
ABSTRAK: Pengabdian masyarakat berupa pengembangan rajutan di kampung Aur Medan merupakan suatu kegiatan yang efektif dalam meningkatkan produktifitas masyarakat dalam menghasilkan barang rajutan yang berkualitas. Dalam pengabdian ini tim Pengabdian kepada Masyarakat FakultasIlmuBudayaUniversitas Sumatera Utara akan mengadakan workshop dan pendampingan dalam merajut. Metode yang digunakan dalam kegiatan workshop adalah metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan simulasi. Metode ceramah dan tanya Jawab digunakan untuk memberikan pengetahuan dan teori-teori mengenai teknik dan cara merajut. Metode Simulasi dan demonstrasi digunakan agar masyarakat dapat mempraktekkan materi yang telah diterima sebelumnya. Setelah workshop dilaksanakan, tim pengabdian kepada masyarakat juga akan membantu membangun sanggar rajut sebagai tempat unuk memberikan pendampingan kepada masyarakat secara berkala.Kata Kunci: Pengembangan rajutan, Workshop, Kampung Aur Medan
IbM Development of Knitwear in Kampung Aur MedanABSTRACT: Community service in the form of knit development in KampungAur Medan is an effective activity in improving the productivity of society in producing quality knitwear. In this program, devotion team of the Faculty of Cultural Sciences University of Sumatera Utara will hold workshops and mentoring in knitting. The methods used in the workshop are lecture, question and answer, demonstration and simulation. Lecture and Q & A methods are used to provide knowledge and theories about techniques and knitting. Simulation and demonstration methods are used so that people can practice materials that have been previously accepted. After the workshop is held, the team of community service will also help build a knitting house as a place to provide assistance to the community on a regular basis.Keywords: Development of knitwear, Workshop, Kampung Aur Meda
Diseminasi Teknologi Sambung Pucuk pada Alpukat Giri Maju di Kabupaten Pasaman Barat
ABSTRAK: Alpukat Giri Maju merupakan salah satu varietas alpukat unggul lokal dari nagari Persiapan Giri Maju, kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat yang direkomendasikan untuk didaftarkan sebagai varietas unggul nasional. Teknologi sambung pucuk (top grafting) dilakukan pada tanaman alpukat dengan tujuan terutama adalah untuk mendapatkan tanaman anakan yang memiliki karakteristik kualitas tanaman dan buah yang sama dengan induknya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi sambung pucuk pada masyarakat Giri Maju agar keunggulan karakter kultivar alpukat Giri Maju dapat dipertahankan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan sebagai salah satu bentuk kegiatan KKN-PPM Universitas Andalas tahun 2018 pada empat mitra kelompok tani. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi pembelajaran masyarakat melalui penyuluhan dan diskusi, demonstrasi dan pelatihan menyambung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diseminasi teknologi sambung pucuk sangat bermanfaat bagi petani dengan tingkat manfaat sebesar 98% dan sangat dibutuhkan oleh oleh sebagian besar masyarakat (95%). Kegiatan diseminasi teknologi sambung pucuk alpukat mendorong masyarakat untuk semakin membudidayakan alpukat dan mengembangkan alpukat unggul Giri Maju.Kata kunci: Alpukat, Pendaftaran Varietas, Sambung Pucuk, Diseminasi Teknologi
Dissemination of Top Grafting Technology on Girimaju Avocado in Kabupaten Pasaman Barat ABSTRACT: Giri Maju’s avocado is one of the local avocado cultivars which is recommended to registered as a superior variety. This cultivar is derived from Nagari Persiapan Giri Maju, kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. Top grafting technology is applied on avocado with the objective mainly to obtain progenies that have characteristics which are similar with those of their maternal parents. The aim of activity was to disseminate top grafting technology to community in Giri Maju, hence the superiority of that cultivar could be maintained. The dissemination activities were adopted as KKN-PPM activities that have been conducted on four farmer communities in 2018. Methods of activities include community learning, demonstration of grafting techniques and training. Results of the activities are the farmers gain knowledge and skill to graft avocado. Based on statistical test using Likert analysis, the transfer technology have benefits and are useful (98%), and are needed (95%) by the community. The grafting activities encourage the community to be more intensive in cultivating avocado from Giri Maju.Keywords: Avocado, Variety Registered, Top Grafting and Technology Disseminatio
Pemberdayaan Masyarakat Tani Melalui Usaha Mandiri Tepung Beras di Nagari Bukit Tandang Kec. Bukit Sundi Kab. Solok
ABSTRAK: Nagari Bukit Tandang khususnya Jorong Parit merupakan daerah sentra pengembangan tanaman pangan khususnya tanaman padi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok juga merupakan sentra produksi padi dan beras di Propisinsi Sumatera Barat yang terkenal dengan beras Soloknya. Kondisi dengan penen padi dan produksi beras yang melimpah ini menggambarkan bahwa daerah Nagari Bukit Tandang relatif potensial untuk dikembangkan sebagai distributor dan usaha mandiri tepung beras di Kecamatan Bukit Sundi dan Kabupaten Solok. Progam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode andragogi. Metode ini dilakukan dengan cara pemberian materi dengan penyuluhan dan melakukan praktek secara bersama-sama.Kegiatan yang dilakukan adalah 1) penyuluhan dan praktek penggunaan alat penepungan, 2) penyuluhan dan praktek penggunaan alat pengering semi mekanis menggunakan energi tenaga surya, 3) penyuluhan dan praktek penggunaan plastik kemasan dan alat sealer. Kegitan ini dilakukan pada kelompok tani Harapan Jaya. Data diperoleh dari hasil penepungan, pengeringan secara manual dan menggunakan alat. Proses penepungan dengan disk mill mampu memproduksi tepung sehari 20-30 kg/hari (delapan jam kerja/hari) berat basah tepung beras. Sedangkan menggunakan lesung dapat memproduksi tepung beras 5-6 kg/hari (delapan jam kerja/hari). Hasil pengeringan tepung dengan rumah pengering dapat meningkatkat kualitas tepung lebih bersih dengan kuantitas tepung yang tetap, apabila dibandingkan dengan pengeringan yang dilakukan di para-para menggunakan talam. Satu hari rumah pengering dapat mengeringkan tepung 2- 3 kali. Jika cuaca cerah rumah pengering dapat mengeringkan tepung 4 kali, sedangkan kondisi cuaca tidak cerah, hanya mampu mengeringkan tepung 2 kali penepungan. Rata-rata rumah pengering mampu mengeringkan tepung dalam sehari 10kg/hari. Sedangkan menggunakan para-para dan talam hanya mampu memproduksi 4 kg/hari.Kata kunci: Teknologi Pertanian, Tepung Beras, Pengemasan, Bukit Sundi
Empowering Farmers Through Business Independent Rice Flour in Nagari Bukit Tandang Kec. Bukit Sundi Kab. SolokABSTRACT: Nagari Bukit Tandang specifically Jorong Parit is a center of food crop development especially rice plants in Kabupaten Solok, also the center of rice and rice production in West Sumatra Province which is famous for its Solok rice. This condition with abundant penen rice and rice production illustrates that the Nagari Bukit Tandang area is relatively potential to be developed as a distributor and independent business of rice flour in Kecamatan Bukit Sundi and Kabupaten Solok. This community service program is carried out using the andragogy method. This method is carried out by giving material with counseling and practicing together. The activities carried out were 1) counseling and practice of using shading tools, 2) counseling and practice of using semi-mechanical dryers using solar energy, 3) counseling and practice of using plastic packaging and sealer tools. This activity was carried out on the Harapan Jaya farmer group. Data is obtained from the results of shading, drying manually and using tools. The process of holding with a disk mill is able to produce 20-30 kg / day (eight hours of work / day) flour starch wet weight of rice flour. While using mortar can produce rice flour 5-6 kg / day (eight working hours / day). The results of drying the flour with the dryer house can increase the quality of the flour cleaner with a fixed quantity of flour, when compared with the drying carried out whith use tray. One day drying house can dry flour 2-3 times. If the weather is sunny, the drying house can dry the flour 4 times, while the weather conditions are not bright, it is only able to dry the flour 2 times the sinking. The average drying house is able to dry flour in a day of 10kg / day. While using tray can only produce 4 kg/day.Keywords: Agricultural Technology, Rice Flour, Packaging, Bukit Sund
Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Kelurahan Banyumanik Kecamatan Banyumanik Kota Semarang melalui Pembuatan Sirup Herbal
ABSTRAK: Tanaman herbal merupakan tanaman yang sangat potensial untuk dapat dikembangkan melalui proses pengolahan yang tepat. Ibu-ibu rumah tangga RW IV Kelurahan Banyumanik Kota Semarang telah mengembangkan berbagai jenis tanaman herbal di pekarangan rumahnya namun belum mampu mengolah tanaman herbal tersebut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu- ibu rumah tangga RT 01 dan RT 02 Kelurahan Banyumanik melalui pengolahan tanaman herbal menjadi bentuk produk olahan sirup dan produk instan lainnya. Luaran yang dihasilkan meliputi modul motivasi berwirausaha, modul dan resep panduan cara pembuatan produk herbal beserta produk yang dihasilkan yaitu berupa sirup, serbuk jahe instant, dan permen gummy. Metode kegiatan pada saat pelaksanaan yang dilakukan antara lain dengan praktek, tanya jawab, serta diskusi. Pelatihan yang dilakukan antara lain pelatihan pembuatan sirup minuman instan jahe & beras kencur dan permen kenyal jahe. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat IbM ini telah berlangsung intensif selama 2 bulan dengan mengoptimalkan pemberian motivasi berwirausaha serta pengenalan potensi bahan herbal. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa pelatihan motivasi kewirausahaan dapat mendorong keinginan warga masyarakat untuk berwirausaha di dalam meningkatkan pendapatan keluarga dibandingkan hanya mengandalkan satu pendapatan dari satu pekerjaan menjadi buruh atau pekerja. Selain itu kegiatan pelatihan pengolahan tanaman herbal menjadi produk makanan bernilai tinggi mendapat respon positif dari warga RW IV Kelurahan Banyumanik Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.Kata kunci: Sirup, Herbal, Instant, Pengabdian, Pelatihan
ABSTRACT: Herb plant is one of raw material that very potensial to develop using some processing methods. Most of housewife in RW IV kelurahan Banyumanik Semarang city, already planting some herb on their yard, but not yet process it into another product that has high economical value. The aims of this activity was to give some food processing training for the housewife in the area of RT 01 & RT 02 ( RW IV) Kelurahan Banyumanik using herb plant as the raw material. The output are guidance book of herb processing product, journal publication, and proceeding of national seminar. Some activity that was held such as herb processing demo, debriefing, and discussions. The training that already held was how to make ginger syrup and instant ginger powder. This IbM activity already held in 2 months intensively. The activity were focused on entrepreneurship motivation training and exploring the potensial value of herb.The result of this activity showed that entrepreneurship motivation training could encourage eagerness this community to increase their family income. Furthermore, herb processing training also had great response from the people of Kecamatan Banyumanik Semarang City.Keywords: Syrup, Herb, Instant, Service, Trainin
Perbaikan Mutu dan Produksi Telur Asin pada Kelompok Usaha Telur Asin di Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman
ABSTRAK: Sicincin merupakan salah satu produsen telur asin yang cukup besar di Padang Pariaman. Jumlah produsen telur asin di daerah ini berkisar antara 8-10 produsen, dengan produksi harian rata-rata sekitar 500-1500 butir telur untuk satu produsen, namun pada waktu lebaran sampai 2000-5000 butir, namun pemasaran terbesar hanya di daerah ini saja, memiliki rasa khas, disukai sehingga masih terbuka peluang pemasaran yang lebih luas sebagai makanan khas dari Sicincin. Faktor terpenting yang menjadi kendala pemasaran adalah umur simpan telur asin yang pendek (paling lama sekitar 2-3 hari) dan mutu yang kurang konsisten. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, konsultasi dan diskusi dilanjutkan dengan evaluasi. Kelompok usaha telur asin Sicincin sangat antusias dengan hadirnya 1) pengenalan teknologi pengolahan dengan berbagai metode yang dapat memperpanjang umur simpan hingga 1 bulan atau lebih dan 2) demonstrasi dan pelatihan berbagai telur asin aneka rasa dengan label dan kemasan yang menarik. Kelompok usaha telur asin di Sicincin disarankan untuk menerapkan teknologi pengolahan dengan metode yang tepat dan aneka rasa telur asin dengan label dan kemasan yang menarik untuk meningkatkan mutu produknya.Kata kunci: Mutu, Pemasaran, Produksi, Produsen telur asin, Umur simpan
Quality Improvement and Production of Business Group Salted Eggs in Sicincin, Padang Pariaman RegencyABSTRACT: Sicincin is one of the largest producers of eggs in Padang Pariaman. The number of producers of salted eggs in this area ranges from 8-10 producers, with average daily production of about 500-1500 eggs for one producer, but at the time of Eid to 2000-5000 grains, it is intact only in the area alone, has a unique taste, favored and still open wider marketing opportunities as specialties of Sicincin. The most important factor to be the marketing goal is the short shelf life of briny eggs (at most about 2-3 days) with less consistent quality. Methods of implementation of this activity are counseling, demonstration, training, consultation and follow-up discussion with evaluation. Sicincin salted egg business group was very enthusiastic with the presence of 1) introduction of processing technology with various methods that can save shelf life up to 1 month or more and 2) innovation and development of various kinds of flavors with labels and packaging of interest.Keywords: Quality, Marketing, Production, Producers of salted eggs, Shelf lif
Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Nilai Produk Bandrek Jahe di Kelurahan Sijinjang Kota Jambi
ABSTRAK: Masyarakat di kelurahan Sejinjang menanam Jahe merah. Jahe merah ini diolah menjadi minuman tradisional berupa bandrek jahe dalam bentuk serbuk. Olahan ini telah dijual oleh masyarakat dalam kemasan tradisional dan dengan nilai yang tidak tinggi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat memalui peningkatan nilai produk Bandrek Jahe. Pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan bantuan Kelompok binaan P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) untuk melakukan pengurusan izin P-IRT ke Puskesmas Tanjung Pinang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi. Kegiatan pengabdian masyarakat sudah berhasil meningkatkan nilai produk bandrek jahe yang dibuat oleh masyarakat Kelurahan Sejinjang.Kata Kunci: Minuman Traditional, Jahe Merah, no izin P-IRT.
Community Empowerment through Upgrading Product Value of Bandrek Jahe in Sijinjang of Jambi CityABSTRACT: People in Sijinjang of Jambi City planted red ginger. This red ginger was transform to be traditional drinking named Bandrek Jahe in powder form. This powder had been marketed by this people community through traditonal packaging with lower value. This community service program aimed to empower community through upgrading producy value of Bandrek Jahe. The activist of community service progra helped the target group named P2WKSS (Women Empowerment to Healthy and Wealthy Family) to proceed the permission number of P-IRT to Public Health Tanjung Pinang and Departement of Industry and Trade Jambi City. This community service program was succes to empower community through upgrading producy value of Bandrek Jahe made by community in Sijinjang of Jambi City.Keywords: Traditional drinking, Red ginger, Permission number of P-IRT
Pelatihan Pengolahan Produk Bakeri Berbasis Tepung Umbi Lokal di Pondok Pesantren Sultan Fatah Semarang
ABSTRAK: Pengolahan bahan pangan lokal merupakan salah satu strategi dalam menciptakan kestabilan kondisi ketahanan pangan di negara Indonesia ini. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya minat masyarakat untuk mengolah bahan pangan lokal ini menjadi beberapa produk yang bermutu tinggi. Pemanfaatan bahan pangan lokal, seperti umbi-umbian dan jenis serealia nonberas dapat mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat terhadap bahan baku terigu yang notabenenya termasuk barang nonlokal (impor). Kegiatan pengabdian bertujuan untuk sosialisasi program diversifikasi pangan ini kepada para pengelola dan anak asuh Pondok Pesantren Sultan Fatah yang berlokasi di Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang melalui pengolahan produk bakeri berbahan dasar tepung umbi lokal. Luaran yang dihasilkan dari pengabdian ini antara lain modul kewirausahaan, produk rerotian dari tepung lokal, pengenalan beberapa aspek yang terkait dengan pemasaran produk, dan pemahaman mengenai kualitas gizi produk yang dihasilkan. Kegiatan ini dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan pengolahan tepung bahan lokal menjadi produk roti. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta telah memiliki kemampuan mengenai proses pembuatan roti. Penggunaan bahan baku tepung umbi lokal dalam formula pembuatan produk roti memang belum menghasilkan karakteristik yang sama persis dengan produk yang dibuat dari tepung terigu.Kata kunci: Bakeri, Tepung Umbi Lokal, Pondok Pesantren Sultan Fatah Semarang
ABSTRACT: The processing of local food ingredients is one of the strategies in creating a stable condition of food security in Indonesia. The problem faced is the low interest of the community to process these local food ingredients into several high quality products. Utilization of local foodstuffs, such as tubers and non-rice cereals, can reduce the level of community dependence on wheat flour which is not included in non-local (imported) goods. Devotion activities aim to socialize this food diversification program to managers and foster children of Sultan Fatah Islamic Boarding School located in Wonosari Village, Ngaliyan District, Semarang by processing bakery products made from local tuber flour. Outcomes generated from this service include entrepreneurship modules, local products from local flour, introduction to several aspects related to product marketing, and understanding of the nutritional quality of the products produced. This activity was carried out through the stages of socialization, training in processing local flour ingredients into bread products. The results of the implementation of the activity indicate that the participant has the ability to process the bread. The use of local tuber ingredients in the formula for making bread products does not produce the exact same characteristics of products made from wheat flour.Keywords: Bakery, Local Tuber Flour, Boarding School Sultan Fatah Semaran