LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN JERAMI PADI MENJADI KOMPOS
Program Pemberdayaan Desa Tambong ini sangat mendukung program pemerintah daerah yaitu pemulihan perekonomian berbasis UMKM, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Selain itu juga untuk mendorong peningkatan usaha pertanian dan perikanan, memberikan bantuan pupuk, bibit, pelatihan peningkatan kapasitas SDM petani, sektor lapang, hingga pengembangan start up usaha pertanian. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra saat ini adalah menumpuknya limbah pertanian padi yang berupa jerami padi serta kurangnya kesadaran para petani tentang sistem pertanian organic. Pemanfaatan limbah jerami padi menjadi kompos guna meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi khususnya pada kelompok tani Randu Agung Dusun Krajan Desa Tambong Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi. Teknis pelaksanaan program ini adalah dengan memberikan pelatihan teknis tentang cara pembuatan kompos jerami padi dan mendampingi implementasinya setelah berakhirnya program ini.
Kata kunci: Banyuwangi, Desa Tambong, jerami, kompos, padi
ABSTRACT
Empowerment program tambong village it will support regional government programs that is based umkm economic recovery, agriculture, fisheries, and tourism. In addition to advance the effort agriculture and fisheries, giving fertilizer, seeds, building training capacity building human resources farmers, airy sector, until the development of start up agricultural businesses. Problems counterparts now is the mounting rice agricultural waste of rice straw and the lack of awareness farmers about the system organic farming. Utilization of waste rice straw become compost to bolster growth and rice production in particular the farmers the hamlet randu krajan tambong village in Kabat Banyuwangi district. The technical implementation of this program is to technical training about how composting rice straw and accompanies their implementation after the end of this program.
Keywords: Banyuwangi, compost, rice straw, Tambong Villag
PENYULUHAN PENGGUNAAN BENIH BERMUTU DAN BERSERTIFIKAT DI PAYABENUA MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA
Penggunaan benih bermutu dan bersertifikat adalah langkah awal untuk meningkatkan produktivitas dalam suatu usaha pertanian. Permasalahannya, persepsi dan apresiasi petani terhadap benih bermutu dan bersertifikat masih sangat beragam. Oleh karena itu diperlukan kegiatan penyuluhan untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada para petani tentang benih bermutu dan bersertifikat didalam usaha pertanian. Kegiatan penyuluhan terkait benih bermutu dan bersertifikat dilakukan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Payabenua Kabupaten Bangka. Kegiatan tersebut dihadiri oleh petani dan masyarakat. Narasumber berasal dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Digunakan kuisioner untuk mengetahui respon petani setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Persepsi dan apresiasi petani di desa Payabenua berubah setelah mengikuti penyuluhan. Para petani yang awalnya belum menggunakan benih bermutu dan bersertifikat setelah mengikuti kegiatan penyuluhan akan menggunakan benih bermutu dan bersertifikat untuk kegiatan usaha taninya. Terdapat kendala di petani untuk dapat mengakses benih bermutu dan bersertifikat yaitu terkait harga dan kesesuaian varietas. Perlu dilakukan kegiatan penyuluhan yang terjadwal dan rutin agar wawasan petani yang bertambah dapat diikuti dengan pemahaman tentang pentingnya benih bermutu dan bersertifikat.
Kata kunci: Payabenua, persepsi, apresiasi
ABSTRACT
The use of quality and certified seeds is the first step to increase productivity in an agricultural business. The problem is that farmers' perceptions and appreciation of quality and certified seeds are still very diverse. Therefore extension activities are needed to provide insight and understanding to farmers about quality and certified seeds in agricultural business. Counseling activities related to quality and certified seeds were carried out in the Thematic Real Work Lecture activities in Payabenua Village, Bangka Regency. The activity was attended by farmers and the community. The resource persons came from the Center for Supervision and Certification of Seed Quality and the Center for Agricultural Technology Studies of the Bangka Belitung Islands Province. Questionnaires were used to find out the response of farmers after participating in counseling activities. The perception and appreciation of farmers in Payabenua village changed after attending counseling. Farmers who initially did not use quality and certified seeds after participating in extension activities will use quality and certified seeds for their farming activities. There are obstacles for farmers to be able to access quality and certified seeds, namely related to price and suitability of varieties. It is necessary to carry out scheduled and routine extension activities so that farmers' increased insight can be followed by an understanding of the importance of quality and certified seeds. There are obstacles for farmers to be able to access quality and certified seeds, namely related to price and suitability of varieties. It is necessary to carry out scheduled and routine extension activities so that farmers' increased insight can be followed by an understanding of the importance of quality and certified seeds. There are obstacles for farmers to be able to access quality and certified seeds, namely related to price and suitability of varieties. It is necessary to carry out scheduled and routine extension activities so that farmers' increased insight can be followed by an understanding of the importance of quality and certified seeds.
Keywords: Payabenua, quality seeds, perceptions, appreciatio
TOCAP (TOGA EDUCATION PROGRAM) PADA PKK DESA SAPEN KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO
Tingginya penggunaan obat kimia yang selanjutnya berdampak pada masalah kesehatan yang lebih serius harus segera mendapatkan solusi. Kembali pada kebiasaan menggunakan obat yang berasal dari alam dapat menjadi salah satu alternatif solusinya. Terlebih didukung dengan slogan Kabupaten Sukoharjo sebagai Kota Jamu, kegiatan mengonsumsi obat herbal dapat menjadi salah satu kegiatan menjaga kearifan lokal. Dengan demikian, masyarakat perlu kembali diingatkan tentang banyaknya manfaat yang diperoleh ketika mengonsumsi obat herbal. Salah satu bentuk upaya mengingatkan kembali adalah dengan melaksanakan kegiatan proyek kepemimpinan yang berupa kegiatan edukasi tentang tanaman obat keluarga pada PKK Desa Sapen Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Pelaksanaan kegiatan edukasi memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anggota PKK Desa Sapen tentang jenis dan manfaat tanaman obat keluarga bagi kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara melakukan edukasi pada anggota PKK, baik secara teori maupun praktik, tentang tanaman obat keluarga. Hasil pelaksanaan kegiatan edukasi adalah pengetahuan dan pemahaman anggota PKK tentang jenis dan manfaat tanaman obat keluarga mengalami peningkatan. Manfaat tanaman obat untuk kesehatan diantaranya dapat berperan sebagai preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Kegiatan ini juga untuk membantu anggota PKK dalam membudidayakan dan memanfaatkan tanaman obat keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kata kunci: edukasi, tanaman obat keluarga, pemberdayaan kesejahteraan keluarga
ABSTRACT
The high use of chemical drugs which in turn has an impact on more serious health problems must immediately get a solution. Returning to the habit of using drugs derived from nature can be an alternative solution. Moreover, supported by the slogan of Sukoharjo Regency as the City of Herbs, consuming herbal medicine can be one of the activities to maintain local wisdom. Thus, the community needs to be reminded of the many benefits obtained when consuming herbal medicines. One form of reminder is to carry out leadership project activities in the form of educational activities about family medicinal plants in the PKK Sapen Village, Mojolaban District, Sukoharjo Regency. The implementation of educational activities has the aim of increasing the understanding and knowledge of Sapen Village PKK members about the types and benefits of family medicinal plants for health. This activity is carried out by educating PKK members, both in theory and practice, about family medicinal plants. The results of the implementation of educational activities are the knowledge and understanding of PKK members about the types and benefits of family medicinal plants have increased. The benefits of medicinal plants for health can act as preventive, promotive, curative, and rehabilitative. This activity is also to help PKK members in cultivating and utilizing family medicinal plants to meet their daily needs.
Keywords: education, family medicinal plants, family welfare empowermen
INTRODUKSI TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA SEMUT PADA KSU-ED TABEK, KABUPATEN SOLOK
Permintaan produk gula tebu yang berfluktuasi dan hanya tinggi ketika bulan tertentu saja, mendorong perlunya diversifikasi produk untuk meningkatkan pendapatan anggota KSU-ED Tabek. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana kegiatan PKM adalah menyediakan teknologi pengolahan gula semut yang menggunakan mesin kristalisator, mesin pengering, dan mesin penepung. Kegiatan introduksi dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan demonstrasi tentang cara kerja dan perawatan mesin-mesin pengolahan gula semut, proses pembuatan gula semut, teknologi pengemasan dan diskusi. Selama pelaksanaan kegiatan introduksi, anggota KSU-ED Tabek memperlihatkan partisipasi yang aktif. Mitra juga menyediakan sarana dan prasarana dalam transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan. Untuk meningkatkan tampilan produk gula semut yang diproduksi oleh anggota KSU-ED Tabek, maka tim PKM juga memberikan pengetahuan dan praktek mengenai pengemasan dan pelabelan pada produk. Kegiatan introduksi berjalan dengan baik dan lancar, sehingga mitra mempunyai kemampuan dalam menggunakan teknologi untuk memproduksi gula semut dengan berbagai rasa dan aroma serta kemasan yang menarik bagi konsumen.
Kata kunci: diversifikasi, gula semut, gula tebu, nira tebu
ABSTRACT
Demand of the product fluctuates which only high during certain months. Therefore, it is necessary to diversify the products to increase revenue. The team of PKM offers a solution by providing cane sugar processing technology using a crystallizer, drying machine, and disk mill. The introduction activity was carried out in the form of lectures and demonstrations on how to process and maintain granulated cane sugar processing machines and the process of making granulated cane sugar, packaging technology, which was followed by a discussion. During the introduction activities, members of KSU-ED Tabek showed active participation. They also provide facilities and infrastructure for transferring knowledge, technology, and skills. To improve the appearance of granulated cane sugar products, the PKM team also includes knowledge and practice regarding packaging and labeling the products. The KSU-ED Tabek members could use technology to produce granulated cane sugar with various flavors and aromas and attractive packaging for consumers.
Keywords: diversivication, granulated cane sugar, block sugar, sugarcane juic
OPTIMALISASI KADER POSYANDU ASTER DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI RW 02 KELURAHAN REJOSARI KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU
Latar Belakang: World Health Organization (WHO) telah mengusulkan target global penurunan kejadian stunting pada Balita sebesar 40% pada tahun 2025, Namun Angka kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru tahun 2022 terus mengalami peningkatan. Tujuan: Melakukan pengabdian masyarakat berupa optimalisasi pencegahan stunting pada Kader Posyandu di RW 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Metode: Melakukan FGD dengan Kader Posyandu Aster di RW 02 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Desember 2022. Hasil: FGD didapatkan masih ditemukan balita stunting di Posyandu Aster dan dilakukan langkah pencegahan berupa pemberian edukasi pada kader dan pembuatan mading stunting di Posyandu Aster.
Kata kunci: stunting, edukasi, kader
ABSTRACT
Background: By 2025, the World Health Organization (WHO) wants to see a 40% decrease in the prevalence of stunting in children under five. However, in 2022, there were more stunting incidents at the Rejosari Health Center's working region in Pekanbaru City. Optimizing stunting prevention for Posyandu Cadres in RW 02 Rejosari Village, Tenayan Raya District, Pekanbaru City, Riau Province is the purpose of this act of community service. Using FGDs with Aster Posyandu Cadres in Tenayan Raya District, RW 02, Rejosari Village, Pekanbaru City, Riau Province. This action took place in December 2022. Results: FGD revealed that stunting toddlers were still present at Aster Posyandu; hence, preventive interventions such as education were implemented.
Keywords: stunting, education, cadre
INTRODUKSI INOVASI PAKAN DAN PERBAIKAN KUALITAS PUPUK UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PETERNAK SAPI DI KELOMPOK KUBANG SAIYO, KECAMATAN PAUH KOTA PADANG
Pengabdian pada masyarakat ini di laksanakan pada kelompok peternak sapi potong Kubang Saiyo, yang terletak di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Permasalahan kelompok sasaran dalam menjalankan usaha adalah 1) keterbatasan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok peternak dalam pengadaan pakan alternatif bagi ternak sapi yang di pelihara ,dan 2) pupuk Organik Padat (POP) yang di hasilkan oleh kelompok belum jelas kandungan unsur haranya karena belum uji labor, sehingga kualitasnya juga belum jelas. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) introduksi inovasi pakan Urea Molases Blok (UMB) untuk ternak sapi yang di pelihara anggota kelompok dan 2) meningkatkan kualitas POP yang dihasilkan kelompok melalui uji laboratorium. Upaya menyelesaikan permasalahan mitra dilakukan dengan metode penyuluhan sosialisasi, demonstrasi dan pendekatan fasilitasi. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah Anggota kelompok sasaran kegiatan penyuluhan sudah memiliki tambahan pengetahuan tentang teknologi pakan Urea Molases Blok (UMB), serta sudah memiliki keterampilan dalam memberikannya pada ternak sapi yang di pelihara dan`produk Pupuk Organik Padat (POP) yang dimiliki oleh mitra sudah di fasilitasi oleh tim pengabdian untuk di lakukan proses uji labor dan sudah memiliki kandungan yang jelas sehingga dapat meningkatkan kualitas produk.
Kata kunci: introduksi inovasi, inovasi pakan, produktifitas usaha peternakan, pupuk Organik Padat (POP) dan Urea Molases Blok (UMB)
ABSTRACT
This community service is carried out in the Kubang Saiyo beef cattle farmer group, which is located in the South Limau Manis Village, Pauh District, Padang City. The problems of the target group in running a business are 1) the limited knowledge and skills of members of the farmer group in procuring alternative feeds for cattle that are raised, and 2) The Solid Organic Fertilizer (SOF) produced by the group is not yet clear on its nutrient content because it has not been tested in labor, so the quality is also unclear. The objectives of this activity are 1) Introducing the Urea Molasses Block (UMB) feed innovation for cattle raised by group members and 2) Improving the quality of SOF produced by the group through laboratory tests. Efforts to solve partner problems are carried out using outreach methods, demonstrations and facilitation approaches. The results of the service activities are that members of the target group of counseling activities already have additional knowledge about Urea Molasses Block (UMB) feed technology, and already have skills in giving it to cattle that are kept and Solid Organic Fertilizer (SOF) products owned by partners have facilitated by the service team to carry out a labor test process and already have a clear content so that it can improve product quality.
Keywords: introduction of innovations, livestock innovation, livestock business productivity, Solid Organic Fertilizer (SOF) and Urea Molasses Block (UMB
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TRIPLE ELIMINASI (HIV, SIFILIS, DAN HEPATITIS B)
Puskesmas Pemancungan merupakan salah satu puskesmas yang berada di Kota Padang yang memiliki wilayah kerja terdiri dari 6 Kelurahan dengan jumlah ibu hamil sebanyak 179 orang dan capaian pemeriksaan triple eliminasi 100%. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang triple eliminasi dan mau melaksanakan pemeriksaan triple eliminasi. Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan ceramah dan diskusi tanya jawab tentang triple eliminasi kepada Ibu hamil. Evaluasi program ini dilakukan ini dilakukan melaui pretest dan postest. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan pada ibu hamil sebesar 11,93 poin, dengan hasil uji Wilcoxon ada pengaruh pemberian penyuluhan dengan peningkatan pengetahuan ibu hamil (p=0,005). Diharapkan kegiatan penyuluhan ini rutin dilakukan oleh Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan Ibu hamil tentang triple eliminasi.
Kata kunci: triple eliminasi, ibu hamil
ABSTRACT
Pemancungan Public Health Centre is one of the health centres in Padang, the working area consist of 6 sub districts with 179 pregnant woman and the examination achievement of triple elimination are 100%. This activity aims to increase the knowledge of pregnant women about triple elimination and want to carry out triple elimination checks. The approach method used is lectures and question and answer discussions about triple elimination to pregnant women. This program evaluation was carried out through a pretest and posttest. After counseling, there was a significant increase in knowledge of pregnant women by 11.93 points, with the Wilcoxon test results there was an effect of providing counseling with increasing knowledge of pregnant women (p = 0.005). It is hoped that this outreach activity is routinely carried out by the Puskesmas to increase the knowledge of pregnant women about triple elimination.
Keywords: triple elimination, pregnant wome
PENDAMPINGAN PEMASARAN INTERNASIONAL PRODUK MOCAF BAGI PAGUYUBAN SURYA TANI KELOMPOK BINAAN MPM PWM DIY
Paguyuban Surya Tani yang berlokasi di Kabupaten Gunungkidul merupakan kelompok binaan MPM PWM DIY. Paguyuban ini memproduksi dan mengelola berbagai jenis palawija yang kemudian dijual dalam bentuk aslinya, produk setengah jadi, dan produk olahan. Salah satu tanaman yang dikelola dan menjadi mata pencaharian yang mumpuni bagi masyarakat Gunungkidul adalah singkong. Singkong ini mereka olah menjadi tepung serbaguna yang Bernama tepung Mocaf. Pemasaran produk Mocaf dilakukan baik secara offline dan online oleh Paguyuban Surya Tani. Saat ini pemasaran produk Mocaf ini hanya terbatas pada pasar domestik saja, belum menjangkau pasar internasional. Padahal pasar internasional akan lebih banyak peminatnya terhadap produk Mocaf yang merupakan gluten free. Oleh karena itu, perlu adanya dorongan supaya Paguyuban Surya Tani dapat melakukan pemasaran produk untuk dapat menjangkau pasar internasional.
Kata kunci: pemasaran, pasar internasional, Mocaf
ABSTRACT
Paguyuban Surya Tani located in Gunungkidul Regency is a group assisted by MPM PWM DIY. This association produces and manages various types of palawija which are then sold in their original form, semi-finished products, and processed products. One of the plants that is managed and becomes a qualified livelihood for the people of Gunungkidul is cassava. They process cassava into a multi-purpose flour called Mocaf flour. Marketing of Mocaf products is carried out both offline and online by Paguyuban Surya Tani. Currently the marketing of Mocaf products is only limited to the domestic market, not yet reaching the international market. Even though the international market will be more interested in Mocaf products, which are gluten free. Therefore, there needs to be encouragement so that the Surya Tani Association can carry out product marketing to be able to reach international markets.
Keywords: marketing, international market, Moca
PENERAPAN KONSEP KEWIRAUSAHAAN MELALUI PELATIHAN MEMBUAT PRODUK OLAHAN IKAN DI DESA ULAK BANDING, KECAMATAN INDRALAYA, KABUPATEN OGAN ILIR
Rendahnya rasio kewirausahaan di Indonesia akibat beberapa masalah krusial seperti akses permodalan yang sulit, rendahnya pengetahuan mengenai wirausaha, kurangnya inovasi, serta stigma masyarakat yang cenderung berminat menjadi karyawan. Permasalahan serupa juga terjadi di lingkungan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, salah satunya di Desa Ulak Banding. Masyarakat Ulak Banding tidak memiliki akses pasar sendiri sehingga pengetahuan tentang perdagangan dan kewirausahaan masih terbilang rendah. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya akan melakukan pelatihan pemberdayaan kewirausahaan bagi masyarakat non-produktif dengan memanfaatkan peluang usaha kuliner khas Sumatera Selatan menggunakan sumber daya alam perikanan sebagai salah satu pendamping dari pertanian yaitu pempek yang berprotein tinggi. Mayoritas mata pencarian utama masyarakat Desa Ulak Banding sebagai petani dan nelayan. Dengan demikian, peluang ini dapat memberikan kemudahan proses pembuatan, bahan mentah dan biaya yang rendah. Model kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa Ulak Banding dalam kegiatan ini adalah pelatihan keilmuan wirausaha yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta penginisiasian kewirausahaan dengan ceramah, diskusi serta experimental learning diiringi pendampingan dengan pendekatan partisipatif di mana melibatkan peran masyarakat secara langsung dalam berbagai proses pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk usaha rumah tangga agar kegiatan ekonomi di Desa Ulak Banding menjadi lebih aktif.
Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, usaha kuliner, pertumbuhan ekonomi
ABSTRACT
The low ratio of entrepreneurship in Indonesia is due to several crucial problems such as difficult access to capital, low knowledge about entrepreneurship, lack of innovation, and the stigma of people who tend to be interested in becoming employees. Similar problems are also rife in the community of Ogan Ilir Regency, one of which is in Ulak Banding Village. The Ulak Banding community whose main livelihood is as farmers, do not have their own market access so that their knowledge about trade and entrepreneurship is still relatively low. The local government also did not make efforts to establish people's businesses or household businesses. Therefore, we will conduct entrepreneurship empowerment training for non-productive communities by taking advantage of culinary business opportunities typical of South Sumatra using fishery natural resources as one of the companions of agriculture, namely Pempek lenjer and high protein egg pempek. Because of the ease of the manufacturing process, raw materials and low costs. The model of community empowerment activities in Ulak Banding Village in this activity is entrepreneurship scientific training that provides added value to the community as well as initiating entrepreneurship with lectures, discussions and experiential learning accompanied by assistance with a participatory approach which involves the role of the community directly in various process implementation activities. This activity received a positive response from the community. It is hoped that this activity can form a household business so that economic activities in Ulak Banding Village become more active.
Keywords: community empowerment, entrepreneurship, culinary business, economic growt
PENDAMPINGAN PROSES PEMBUATAN GULA SEMUT DI DESA BESAN
Desa Besan merupakan salah satu desa yang memiliki potensi dalam menghasilkan produk gula semut yang terkenal memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Namun, minimnya peralatan dan pengetahuan dalam proses pembuatan produk gula semut di desa Besan menjadi kendala yang memerlukan perhatian khusus. Dengan adanya program pendampingan pembuatan gula semut akan sangat membantu peningkatan kualitas dan kuantitas produk gula semut yang dihasilkan. Inilah yang menjadi alasan pendorong pengabdian pada masyarakat tentang pendampingan proses pembuatan gula semut. Kegiatan yang dilakukan yaitu pendampingan pengolahan nira kelapa menjadi gula semut menggunakan alat yang memadai dengan sasaran pelaku UMKM gula semut di Desa Besan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pendampingan ini yaitu penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu pelaku UMKM menjadi paham mengenai pembuatan gula semut dengan menggunakan peralatan yang memadai. Hal ini dapat dilihat dari kuisioner yang diisi oleh pelaku UMKM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pembuatan gula semut. Dengan adanya program pendampingan ini, diharapkan pelaku UMKM gula semut dapat mempublikasikannya ke masyarakat luas.
Kata kunci: gula semut, gula aren, nira kelapa
ABSTRACT
Besan Village is one of the villages that has the potential to produce ant sugar which is known to have good benefits for health. However, the lack of equipment and knowledge in the process of making ant sugar products in Besan village is an obstacle that requires special attention. With the assistance program for making ant sugar, it will greatly help improve the quality and quantity of the ant sugar products produced. This is the reason behind the community service regarding assisting the process of making ant sugar. The activities carried out are assisting in the processing of coconut sap into ant sugar using adequate tools targeting ant sugar MSME actors in Besan Village. The methods applied in this mentoring activity are counseling, training, mentoring and evaluation. The result of this activity is that MSME actors understand the manufacture of ant sugar using adequate equipment. This can be seen from the questionnaire filled out by MSME actors showing an increased understanding of the manufacture of ant sugar. With this assistance program, it is hoped that MSME actors in ant sugar can publish it to the wider community.
Keywords: ant sugar, palm sugar, coconut sa