LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI PRODUK HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT POLITEKNIK NEGERI AMBON UNTUK PERSIAPAN NEW NORMAL PASCA PANDEMI COVID-19 PADA KECAMATAN TELUK AMBON
Wabah virus Corona (Covid-19) cukup mendapat ekspose media yang luar biasa ini membuat Pemerintah pusat membuat sebuat keputusan dalam “Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran CORONA VIRUS DISEASE 2019 Sebagai Bencana Nasional. Untuk upaya pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19 pada Provinsi Maluku, pihak Pemerintah Daerah telah menyiapkan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan yang di fokuskan pada beberapa hal antara lain melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat agar dapat mencegah penyebaran virus yang mematikan ini. Provinsi Maluku juga harus siap dalam menghadapi dan memasuki fase New Normal. Namun, penerapan new normal ini belum sepenuhnya dapat dipahami. Permasalahan yang di timbul sehingga melonjaknya jumlah masyarakat yang terpapar atau terinveksi Covid – 19 adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protocol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Sosialisasi ini dilaksanakan pada Kecamatan Teluk Ambon dengan target para pimpinan-pimpinan desa atau kelurahan serta pimpinan beberapa instansi dan sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Ambon, guna nanti akan diteruskan kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
Kata kunci: Virus corana, New normal, Pencegahan, Protokol kesehatan, Gugus tugas
ABSTRACT
The coronavirus outbreak (Covid-19) received quite an unusual media exposure, making the central government decide through the "Presidential Decree (KEPPRES) of the Republic of Indonesia No. 12 of 2020 concerning The Determination of Non-Natural Disasters the Spread of CORONA VIRUS DISEASE 2019 As a National Disaster. For efforts to prevent the spread and treatment of Covid-19 in Maluku Province, the Local Government has set up a Prevention and Handling Task Force focused on several things such as conducting educational activities to avoid the spread of this cutthroat virus. Maluku province must also be ready to face and enter the New Normal phase. However, the application of this new normal is not yet fully realized. The problem that arises with the result that the soaring number of people exposed or infected by Covid-19 is the lack of public awareness in complying with the health protocols recommended by the government. This socialization was implemented in Teluk Ambon sub-district with the target of village or village leaders as well as the leaders of several agencies and schools located in the Teluk Ambon sub-district, which will be forwarded to the community in their respective working areas.
Keywords: Coranavirus, New normal, Health protocols, Prevention, Task forc
PENYULUHAN PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DALAM MENUNJANG KESUKSESAN USAHA UMK
Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan dengan khalayak sasaran UMK di kelurahan Pedurungan Tengah. Adapun permasalahan utama adalah UMK di kelurahan Pedurungan Tengah tidak pernah melakukan penentuan harga pokok produksi. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada UMK di kelurahan Pedurungan Tengah dalam membuat penentuan harga pokok produksi dengan baik. Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan simulasi penentuan harga pokok produksi secara sederhana. Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat dicapainya pengetahuan tentang harga pokok produksi oleh UMK di Pedurungan Tengah untuk kegiatan usaha sehingga dapat diketahui kondisi keuangan usahanya yang sebenarnya.
Kata kunci: UMK, Harga, Produk, Biaya, Laba
ABSTRACT
Community service is carried out with the target audience of UMK in Pedurungan Tengah. The main problem is that the MSEs in the Pedurungan Tengah sub-district have never determined the cost of production. The purpose of Community Service is to provide knowledge and understanding to the MSE of Pedurungan Tengah in making a good determination of the cost of production. The implementation of community service uses counseling methods and simulations of determining the cost of production is simple. Community Service is expected to be able to achieve knowledge about the cost of production by UMK in Pedurungan Tengah for business activities so that it can know the actual financial condition of its business.
Keywords: UMK, Price, Production, Cost, Profi
PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA ORANG DENGAN LUPUS DI SURAKARTA
COVID-19 merupakan masalah kesehatan global yang menghantui berbagai aspek kehidupan. Orang dengan lupus (ODAPUS) merupakan populasi rentan terjadi penularan COVID-19, dengan tingkat kematian lebih tinggi daripada populasi normal. Mitra pengabdian ini adalah Yayasan Tittari Surakarta. Yayasan Tittari merupakan yayasan yang bertujuan mensejahterakan ODAPUS dengan melakukan berbagai macam kegiatan, Analisis masalah bersama mitra menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang COVID-19 yang rendah pada ODAPUS menyebabkan ODAPUS lebih rentan terkena COVID-19, ODAPUS menjadi takut kontrol ke rumah sakit dan menjadi tidak disiplin minum obat serta tingkat stress yang tinggi pada ODAPUS. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang COVID-19 pada ODAPUS dan menurunkan stress ODAPUS selama pandemik COVID-19. Kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan di poliklinik dan webinar awam melalui aplikasi daring, pembuatan buku saku COVID-19 khusus ODAPUS. Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang COVID-19 dan menurunkan angka stress pada ODAPUS Yayasan Tittari Surakarta.
Kata kunci: Pencegahan, COVID-19, Lupus, ODAPUS, Yayasan Tittari
ABSTRACT
COVID-19 is a global health problem that haunts various aspects of life. People with lupus (ODAPUS) are a population susceptible to transmission of COVID-19, with a higher mortality rate than the normal population. The Tittari Foundation is a foundation that aims to improve ODAPUS by carrying out various kinds of activities, Problem analysis with partners shows that the low level of knowledge about COVID-19 in ODAPUS makes ODAPUS more susceptible to COVID-19, ODAPUS is afraid to go to the hospital and becomes undisciplined taking medication and high stress levels in ODAPUS. This service aims to increase knowledge about COVID-19 in ODAPUS and reduce stress for ODAPUS during the COVID-19 pandemic. Community service activities include counseling at the clinic and webinars through online applications, making a special COVID-19 pocket book for ODAPUS. This service can increase knowledge about COVID-19 and reduce stress levels for ODAPUS at the Tittari Surakarta Foundation.
Keywords: Prevention, COVID-19, Lupus, ODAPUS, Tittari Foundatio
PEMBENTUKAN KP-STUNTING (KELOMPOK PREVENTIF STUNTING) SEBAGAI INTERVENSI BERBASIS UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH BARAT
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Provinsi Aceh merupakan penyumbang stunting cukup tinggi yaitu 40,3 %. (Riskesdas, 2018). Pada Tahun 2018 Angka Stunting di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat sangat tinggi sebesar 43.2%. Penurunan stunting ditetapkan sebagai program prioritas nasional yang harus dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membentuk dan mengintervensi Kelompok Preventif (KP) stunting yang terdiri dari 16 kader kesehatan kecamatan Meureubo dalam mencegah kejadian stunting pada 1000 HPK. Metode pengabdian melalui 3 pendekatan yaitu pembentukan, pelaksanaan, monitoring, pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi oleh KP stunting dengan hasil uji statistic diperoleh nilai P-Value = 0,00. 85% kader telah mampu melakukan pengukuran antroprometri dengan tepat, dan 90% kader KP stunting mampu menjadi konselor dan motivator bagi khalayak sasaran KP stunting yang terdiri dari pasangan usia subur, ibu hamil dan ibu menyusui. Oleh karena itu, dinas kesehatan diharapakan terus memberikan dukungan kepada para kader KP stunting sehingga mampu menekan angka stunting.
Kata kunci: Kelompok Preventif (KP), Stunting, Pasangan usia subur, Ibu hamil, Ibu menyusui
ABSTRACT
Stunting is a thrive failure condition of under five children due to chronic malnutrition problem, especially in 1,000 Days of Life (HPK). The province of Aceh was a high contributor to stunting, which was 40.3% (Riskesdas, 2018). Specifically, In 2018, Stunting Rate was 43.2% in working area of the West Aceh District Health Office. It is classified as the higher number among the years. Therefore, Stunting reduction is determined as a national priority program that must be included in the Government Work Plan (RKP). The purpose of this program is to create and intervene the stunting Preventive Group (KP) consisting of 16 cadres of Meureubo sub-district in preventing the occurrence of stunting at 1000 Days of Life (HPK). The method used through 3 approaches, namely the formation, implementation, monitoring, assistance and evaluation. The result of program showed that there is a significant development of stunting preventive groups’ knowledge before and after education proven by pre-test and post-test score. 85% of cadres were able to take anthroprometry measurements correctly, and 90% of KP stunting cadres were able to be counselors and motivators for target audiences consisting of couples of childbearing age, pregnant women and nursing mothers. Therefore, the health department is expected to sustainably support stunting Preventive Group (KP stunting) so that the rate of stunting can be decreased comprehensively.
Keywords: Preventive group (KP), Stunting, Couples of childbearing age, Pregnant women, Nursing mother
FERMENTASI LIMBAH JERAMI DAN SEMPELAH TAHU SEBAGAI PAKAN TERNAK ALTERNATIF DI DESA JAYA MEKAR KECAMATAN CIBUGEL KABUPATEN SUMEDANG
Masyarakat Desa Jaya Mekar memiliki mata pencaharian di bidang pertanian, peternakan, dan industri tahu. Namun masyarakat Desa Jaya Mekar ini memiliki kendala dimana limbah hasil pertanian berupa jerami semakin hari semakin menumpuk. Disamping itu, dalam proses pembuatan tahu juga dihasilkan limbah berupa sempelah tahu yang biasanya dibuang begitu saja ke lingkungan sekitar tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Akibatnya limbah menumpuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Salah satu solusi pemanfaatan limbah jerami dan sempelah tahu ini yaitu dapat dijadikan pakan ternak alternatif melalui proses fermentasi karena masyarakat Desa Jaya Mekar ini umumnya juga memiliki hewan ternak sebagai mata pencaharian. Target dari kegiatan pelatihan ini adalah kelompok peternak mandiri dan masyarakat sekitar. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan cara metode ceramah dan demontrasi langsung di depan peserta kemudian dilakukan pendampingan peserta dalam pembuatan pakan ternak alternatif terfermentasi. Hasil yang dicapai yaitu limbah pertanian dan industri termanfaatkan secara maksimal, menambah pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat setempat, adanya pembaruan terkait pembuatan pakan alternatif terfermentasi.
Kata kunci: Limbah jerami, Sempelah tahu, Pakan ternak, Fermentasi, Desa Jaya Mekar
ABSTRACT
The people of Jaya Mekar Village have livelihoods in agriculture, animal husbandry and tofu industry. However, the people of Jaya Mekar Village have a problem where agricultural waste in the form of straw is increasingly piling up. In addition, in the process of making tofu, it also produces waste in the form of tofu residue which is usually just thrown into the surrounding environment without any prior treatment. As a result, waste accumulates and creates an unpleasant odor. One solution to the utilization of straw and tofu residue is that it can be used as alternative animal feed through the fermentation process because the people of Jaya Mekar Village generally also have livestock as a livelihood. The targets of this training activity are independent farmer groups and local communities. The training activities were carried out by means of lecture methods and direct demonstrations in front of the participants then assisted by the participants in making alternative fermented animal feed. The results achieved are that agricultural and industrial waste is maximally utilized, increasing knowledge and skills for the local community, and updates related to the manufacture of fermented alternative feed.
Keywords: Straw waste, Tofu residue, Animal feed, Fermentation, Jaya Mekar Villag
MEREK DAN MEDIA SOSIAL MANAJEMEN PADA USAHA BATUR DEKORASI DI KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR, BALI
Batur Dekorasi Bali merupakan usaha yang berfokus pada dekorasi tradisional khususnya untuk upacara adat di Bali seperti Upacara Mepandes (pernikahan Bali) dan Upacara-upacara lainnya. Batur Dekorasi Bali atau BTR Dekorasi Bali melayani kebutuhan pelanggan dari sewa seperti gayor tradisional Bali, dekorasi ruangan, sewa tenda dan sewa kursi. Saat ini BTR sering menerima pemesanan dari kerabat. Branding logo belum dimiliki oleh BTR hingga manajemen media sosial juga belum dikelola dengan baik. Pengabdian ini bertujuan membantu usaha Batur Dekorasi Bali atau BTR untuk branding logo atau produk jasa mitra agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat. Selain itu juga diberikan penyuluhan berupa manajemen media sosial yang baik sehingga bisa membantu mitra lebih dikenal melalui dunia maya khususnya media sosial. Hasil yang dicapai pada pengabdian ini yaitu redesign branding logo usaha, sebagai media pengenalan atau awareness yang bisa digunakan dalam melakukan promosi media sosial Instagram. Selain itu dilakukan migrasi akun instagram dari personal ke business account instagram. Sebanyak 67% anggota mitra menyatakan bahwa pengabdian tentang branding dan manajemen media sosial Instagram bermanfaat untuk UKM mitra.
Kata kunci: Dekorasi bali, Media sosial instagram, Branding logo
ABSTRACT
Batur Dekorasi Bali is a small business that focuses on traditional decoration for example Balinese ceremonies such as Mepandes Ceremony (wedding). Batur Dekorasi Bali or BTR Dekorasi Bali serve the needs of customers from rentals such as traditional Balinese gayor, room decorations, tent rentals and chair rentals. Nowadays BTR often accepts orders from their partner who need rent tent or chair. Branding logo are not yet applied by BTR and social media management is also not well managed. This report aims to help Batur Decoration Bali or BTR businesses to branding their logos or service products to be better known by the public or prospect customer. In addition, counseling will also be given in the form of how to do social media management, so that it can help BTR to better known by the wider community through online media, especially instagram. The results achieved in this report are redesigning the business logo for branding purpose, as an awareness media that can be used in promotions through Instagram, migration from personal to business account. About 67% of member Batur Dekorasi Bali agree this event help them know better about branding and social media management.
Keywords: Balinese Decoration, Social media instagram, Brandin
PENDAMPINGAN USAHA: PENTINGNYA LAPORAN KEUANGAN DAN PENGGUNAAN APLIKASI BUKUKAS UNTUK LAPORAN KEUANGAN USAHA
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberikan pemahaman pentingnya membuat catatan atau laporan keuangan usaha dan melalui pelatihan memberikan ketrampilan bagi Mitra untuk memembuat laporan keuangan dengan mudah, efisien dan efektif dengan bantuan aplikasi BukuKas. Pada masa pandemi Covid-19 ini metode kegiatan yang dipilih adalah ceramah dan praktik serta diskusi secara online menggunakan google meet. Hasil pre dan post test menunjukkan ada peningkatan pemahaman bagi sebagian besar peserta khususnya mitra UMKM mengenai penggunaan aplikasi BukuKas untuk membuat laporan keuangan. Dari 11 pernyataan kuisioner (benar – salah) yang dijawab oleh mitra terdapat 90% pernyataan yang telah dijawab dengan benar oleh kelima mitra (UMKM) dan 81,82% pernyataan yang telah dijawab dengan benar oleh sebagian besar peserta (baik dari UMKM maupun non-UMKM). Rata-rata jawaban mitra (UMKM) atas pertanyaan umum terkait penyelenggaraan kegiatan secara keseluruhan adalah 4,73. Artinya sebagian besar mitra menganggap bahwa topik, bahan/materi, bentuk kegiatan menarik, dan penyampaian materi jelas. Selain itu mitra juga menganggap kegiatan ini sangat bermanfaat dan mereka mengharapkan ada kegiatan lanjutan dengan topik yang berbeda.
Kata kunci: Pelatihan, Laporan keuangan, Aplikasi, BukuKas, Usaha
ABSTRACT
This community service activity is intended to provide an understanding of the importance of making business financial records or reports and through training provide skills for participants to make financial reports easily, efficiently and effectively with the help of the BukuKas application. During the Covid-19 pandemic, the activity method chosen was lectures and practices as well as online discussions using google meet. The results of the pre and post tests showed an increase in understanding for most of the participants, especially entrepreneurs, regarding the use of the BukuKas application for making financial reports. Based on total 11 statements in questionnaire (true - false) that were answered by the participants, there were 90% of the statements that were answered correctly by the five participants and 81.82% of the statements that were answered correctly by the majority of participants (both from entrepreneurs nd non-entrepreneurs). The average response rate of participants to general questions related to the implementation of activities as a whole was 4.73. This means that most participants think that the topic, material / material, form of activity is interesting, and the delivery of the material is clear. In addition, participants also considered this activity very useful and they hoped that there would be follow-up activities with different topics.
Keywords: Training, Financial Reports, Applications, Buku Kas, Busines
SOSIALISASI DAN PRAKTEK RETENSI DAN PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS di PUSKESMAS KURANJI
Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. Dalam melaksanakan tugasnya puskesmas berwenang untuk untuk melaksanakan pencatatan dan pelaporan kesehatan pasien serta melakukan evaluasi terhadap mutu dan cakupan pelayanan kesehatan. Pencatatan dan pelaporan pasien dapat dilihat dari berkas rekam medis pasien. Rekam medis pada sarana kesehatan non rumah sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu dua tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat. Setelah batas waktu penyimpanan dilampaui maka rekam medis dapat dimusnahkan. Puskesmas Kuranji merupakan salah satu puskemas di kota padang yang berlamat dikecamatan Kuranji. Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas rekam medis, hingga saat ini Puskesmas Kuranji belum melakukan retensi dan pemusnahan berkas rekam medis sedangkan ruangan penyimpanan hanya ada satu. Berdasarkan pemaparan masalah di atas, maka pengabdi bermaksud untuk melakukan sosialisasi dan praktik langsung mengenai retensi dan pemusnahan berkas rekam medis di Puskesmas Kuranji Kota Padang. Target dan luaran dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan retensi dan penghancuran berkas rekam medis. Target kedepannya agar sosialisi ini dapat digunakan sebagai dasar kegiatan retensi dan penghancuran berkas rekam medis.
Kata Kunci: Puskesmas, Retensi, Pemusnahan, Rekam Medis
ABSTRACT
Public health center (PHC) is a health service facility that organizes public health efforts and first-level individual health efforts. In carrying out its duties PHC is authorized to carry out the recording and reporting of patient health and to evaluate the quality and scope of health services. Patient recording and reporting can be seen from the patient's medical record file. Medical records in non-hospital healthcare facilities must be kept for at least two years from the date the patient was treated. After the storage time limit is exceeded, the medical record can be destroyed. The Kuranji Community Health Center is one of the public health centers in the city of Padang which is well-known in the Kuranji sub-district. Based on the results of interviews with medical record officers, up to now the Kuranji Community Health Center has not retained and destroyed medical record files while there is only one storage room. Based on the explanation of the problem above, the service intends to conduct socialization and direct practice regarding the retention and destruction of medical record files at the Kuranji Health Center in Padang City. The target and output of the implementation of community service activities is that this activity can be used as consideration for the implementation of retention and destruction of medical record files. The future target is that this socialization can be used as a basis for retention and destruction of medical records.
Keywords: Puskesmas, Retention, Destruction, Medical Recor
RANCANG BANGUN MESIN CUCI TANGAN OTOMATIS PORTABEL UNTUK MENGURANGI EFEK PANDEMI COVID 19
Mesin cuci tangan otomatis adalah alat yang berfungsi untuk membersihkan tangan secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi efek pandemi Covid 19 melalui rancang bangun mesin cuci tangan otomatis portabel. Kelebihan mesin ini adalah dapat bekerja secara otomatis pada saat ada tangan yang ingin dibersihkan dan dapat dipindah dengan mudah. Mesin ini dapat mengeluarkan air kemudian mengeluarkan cairan sabun untuk membantu proses membersikan tangan. Sensor infra merah (infrared) pada kran air dan cairan sabun digunakan untuk mendeteksi keberadaan tangan yang ingin dibersihkan. Air dikeluarkan melalui pompa yang diatur oleh selenoid valve. Relay digunakan untuk mengendalikan input dan output mesin ini. Sinyal yang terdeteksi pada infrared diteruskan sebagai input relay, kemudian relay meneruskan sinyal tersebut agar air dan cairan sabun dapat keluar secara otomatis. Mesin dilengkapi dengan baterai sebagai alternatif sumber tenaga. Penggunaan alat ini dapat mempermudah manusia dalam kegiatan membersihkan tangan.
Kata kunci: Covid 19, Mesin cuci tangan otomatis, Pembersih tangan, Infrared, Selenoid valve
ABSTRACT
Automatic hand washing machine is a tool that functions to clean hands automatically. This study aims to reduce the effects of the Covid 19 pandemic through the design of a portabel automatic hand washing machine. The advantage of this machine is that it can work automatically when there is a hand that you want to clean and can be moved easily. This machine can remove water and then remove soap to help the process of washing hands. Infrared sensor (infrared) on water faucet and soap liquid is used to detect the presence of the hand that wants to be cleaned. The water is discharged through a pump which is regulated by the selenoid valve. Relays are used to control the input and output of this machine. Signal detected in infrared forwarded as an input relay, then the relay forwards the signal so that water and soap can come out automatically. The machine is equipped with a battery as an alternative source of power. The use of this tool can make it easier for humans to clean their hands.
Keywords: Covid 19, Automatic hand washing machine, Hand sanitizer, Infrared, Selenoid valv
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN KAKAO MENGGUNAKAN MESIN SKALA KECIL PADA PETANI KAKAO DESA BANJAROYA, KALIBAWANG, KULON PROGO, DIY
Kelompok Tani Ngudi Rejeki adalah kelompok tani di wilayah Banjaroya, Kalibawang, Kulon Progo yang bergerak dalam bidang budidaya dan pengolahan biji kakao. Perkembangan wisata di daerah Kulon Progo dalam beberapa tahun terakhir, mendorong tumbuhnya industri kreatif di bidang pengolahan produk berbasis kakao. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bekal pada anggota kelompok tani Ngudi Rejeki, Desa Banjaroya mengenai keterampilan pengolahan kakao dari biji terfermentasi menjadi produk olahan berupa bubuk cokelat dan permen cokelat siap konsumsi menggunakan mesin pengolah kakao skala kecil. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu pemberian materi mengenai pemrosesan kakao, praktik langsung menggunakan mesin pengolah kakao skala kecil, pengemasan permen cokelat dengan desain yang menarik, serta evaluasi peserta dalam kegiatan. Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini adalah anggota kelompok tani mendapatkan bekal pengetahuan mengenai jenis-jenis produk turunan cokelat yang ada di pasaran, cara pengolahan biji kakao terfermentasi menjadi bubuk cokelat dan permen cokelat, serta praktik secara langsung menggunakan alat pengolah kakao skala kecil mulai dari proses penyangraian, pemastaan, pengepresan lemak kakao, pembuatan permen cokelat, dan pengemasan permen cokelat yang menarik. Berdasar evaluasi program, seluruh materi dapat tersampaikan dengan baik, sehingga anggota kelompok tani paham dan mampu untuk menjelaskan serta mempraktikkan proses pengolahan biji kakao menggunakan alat pengolah kakao skala kecil. Selain itu, peserta mampu memunculkan ide mengenai peluang pengembangan produk olahan kakao. Luaran kegiatan adalah peserta mampu mengoperasikan mesin kakao skala kecil yang merupakan hibah pemerintah setempat pada kelompok tani.
Kata kunci: Kakao, Mesin pengolah, Olahan kakao
ABSTRACT
Keywords: Cocoa bean, Cocoa product, Processing machineNgudi Rejeki is a farmer group in Banjaroya region which is engaged in the cultivation and processing of cocoa beans. Tourism development in Kulon Progo area has encouraged the growth of creative industries in the cocoa processing field. This community service aims to provide the knowledge and increase the members skill of the Ngudi Rejeki farmer group, Banjaroya Village regarding the processing of cocoa from fermented beans into processed products in the form of chocolate powder and chocolate candy using small-scale cocoa processing machines. The activity was carried out in several stages, namely the knowledge delivery on chocolate processing, direct practice using small-scale cocoa processing machines, packaging of cocoa candy with attractive designs, and evaluation of participants in activities. The results achieved through this activity were members of the farmer groups get knowledge about the types of chocolate derivative products on the market, how to process fermented cocoa beans into chocolate powder and chocolate candy, also practice directly using small-scale cocoa processing machines starting from cocoa roasting, cocoa liquor processing, cocoa fat pressing, chocolate candy making, and packing the cocoa candy. Based on the program evaluation, all material can be conveyed well, so that members of the farmer group are able to explain and practice the process of processing cocoa beans using small-scale cocoa processing machine. In addition, they were able to bring up an idea about the opportunities of cocoa products development. Outcome of the program were the member able to operate the small-scale cocoa processing machine that granted by the localgovernment to the Ngudi Rejeki farmer group