LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    363 research outputs found

    EDUKASI MANFAAT ASI EKSKLUSIF KEPADA KADER KESEHATAN DAN IBU BALITA DI DESA WOWA TAMBOLI

    Get PDF
    ASI eksklusif merupakan nutrisi yang paling tepat diberikan kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. ASI eksklusif dapat memperbaiki status nutrisi pada bayi serta meminimalkan angka kesakitan dan kematian pada bayi. Salah satu cara mensukseskan pemberian ASI eksklusif dengan melaksanakan penyuluhan kepada kader kesehatan dan ibu yang memiliki balita. Kader kesehatan merupakan orang yang sering bersosialisasi dengan masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait dengan kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kader  kesehatan dan ibu balita tentang manfaaat ASI eksklusif dalam mendukung program pemerintah tentang peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif . Program ini dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2020 dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada kader kesehatan dan ibu balita dengan jumlah peserta sebanyak 75 orang. dengan mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Dosen pengabdi mengharapkan partisipasi kader kesehatan untuk melakukan pendampingan kepada ibu hamil dan menyusui dalam rangka meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Kata kunci: ASI eksklusif, Edukasi, Kader kesehatan, Ibu balita, Wowa Tamboli ABSTRACT Exclusive breastfeeding is the most appropriate nutrition given to newborns up to the age of 6 months. Exclusive breastfeeding can improve nutritional status in infants and minimize morbidity and mortality in infants. One way to succeed in giving exclusive breastfeeding is by conducting counseling to health cadres and mothers who have toddlers. Health cadres are people who often socialize with the community in delivering information related to health. The purpose of community service activities is carried out to increase the knowledge and awareness of health cadres and mothers of children under five about the benefits of exclusive breastfeeding in supporting government programs on increasing the scope of exclusive breastfeeding. The program was carried out on January 25, 2020 in the form of health education to health cadres and mothers of children under five with 75 participants. The extension participants were very enthusiastic about the activity and gave feedback by asking questions in the discussion session. Dedicated lecturers expect the participation of health cadres to provide assistance to pregnant and lactating women in order to increase coverage of exclusive breastfeeding. Keywords: Exclusive breastfeeding, Education, Health care, Mother of children, Wowa tambol

    UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF UNTUK MENGURANGI RISIKO YANG DITIMBULKAN OLEH ROKOK DI KELURAHAN RANCAMAYA

    Get PDF
    Merokok sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat Indonesia, rokok menimbulkan banyak permasalahan bagi perokok itu sendiri bahkan lebih berisiko pada orang yang tidak merokok tapi menghirup asap rokok (perokok pasif). Permasalahan rokok di Indonesia masih menjadi perhatian dari pemerintah namun masih tingginya angka perokok dimulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan lansia, perilaku merokok tidak memandang jenis kelamin bahkan berdasarkan hasil riskesdas perilaku merokok yang kenaikannya sangat besar terjadi pada perempuan. Perilaku merokok ini sangat membahayakan kesehatan maka dari itu perlu dilakukan sebuah upaya untuk mengurangi perilaku merokok maupun dampak yang ditimbulkan akibat rokok baik bagi perokok aktif maunpun perokok pasif. Upaya yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat adalah upaya promotif yaitu penyuluhan KUTARO (lingkungan tanpa rokok) dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan dan lingkungan, upaya selanjutnya yaitu upaya preventif seperti penanaman lidah mertua yang berfungsi untuk mengikat radikal bebas yang berasal dari asap rokok yang ada di udara, dan demo pembuatan pudding mangga yang memiliki kandungan antioksidan, dimana antioksidan dapat mengikat radikal bebas yang masuk ke tubuh supaya tidak merusak organ dan kegiatan ini juga bermanfaat untuk menambah usaha masyarakat sehingga ada peningkatan status ekonomi. Kata Kunci: Rokok, Promotif, Preventif ABSTRACT Smoking has become a necessity and lifestyle of the people of Indonesia, cigarettes cause many problems for smokers themselves are even more risky for people who do not smoke but inhale cigarette smoke (passive smokers). The problem of smoking in Indonesia is still a concern of the government, but the high number of smokers starting from children, adolescents, adults and the elderly, smoking behavior does not look at gender even based on the results of risk smoking behavior that a very large increase occurred in women. This smoking behavior is very dangerous to health and therefore needs to be done an effort to reduce smoking behavior and the effects caused by smoking for both active smokers and passive smokers. Efforts made in community service are promotive efforts, namely counseling KUTARO(Lingkungan Tanpa Rokok/Environment Without Cigarettes) with the aim to increase public awareness to care for health and the environment, further efforts are preventive efforts such as planting in-law's tongue which functions to bind free radicals originating from cigarette smoke in the air, and the demonstration of making mango pudding that has antioxidant content, where antioxidants can bind free radicals that enter the body so as not to damage organs and this activity is also beneficial to increase community efforts so that there is an increase in economic status. Keywords: cigarette, promotive, preventiv

    EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH UNTUK MENJADIKAN MASYARAKAT MANDIRI KELOLA SAMPAH DI DESA KABA-KABA

    Get PDF
    Pemilahan sampah berbasis sumber yaitu di tingkat rumah tangga sangat penting untuk mengurangi volume sampah yang terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini, sampah adalah permasalahan yang kompleks di Bali . Bagi masyarakat kota, pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga secara garis besar masih dengan pola lama yaitu ambil – angkut – buang. Untuk masyarakat di tingkat desa, pengelolaan sampah masih sangatlah kurang, karena kebanyakan masih dibuang di lahan dekat rumah tanpa dibuang ke TPA. Pada masa KKN ini kami mendapat kesempatan untuk membenahi permasalahan sampah yang terdapat di Desa Kaba-Kaba. Dalam melaksanakan kegiatan ini, kami mengunakan metode sosialisasi terpusat dan menjadikan satu wilayah kedinasan atau banjar sebagai pilot project bagi Desa Kaba-Kaba. Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten yang bertugas untuk memicu kesadaran masyarakat akan sampah. Apabila sampah tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan masalah yang sangat serius di kemudian hari. Dengan adanya sosialisasi, diharapkan pola lama berubah dengan adanya pemilahan sebelum pengangkutan ke TPA. Kata kunci: Pengelolaan sampah, volume sampah, Tempat Pembuangan Akhir ABSTRACT Source-based waste segregation is very important at the household level to reduce the volume of waste that is dumped into landfills. Today, waste is a complex problem in Bali. For the urban community, solid waste management at the household level is still in the old pattern, namely take - transport – dispose. For villagers level, waste management is still lacking, because most are still disposed to the land near homes without being disposed to the landfills. During this Community Service Program we had the opportunity to fix the waste problem in Kaba-Kaba village. In carrying out this activity, we use a centralized method of socialization and make an agency area or banjar to be pilot project for Kaba-Kaba village. This socialization presented three competent speakers whose task was to trigger public awareness of waste. If the waste is not managed properly, it will cause very serious problems later on. With the socialization, it is expected that the old pattern will change with the sorting before being transported to the landfill. Keywords: Waste management, Waste volume, Landfill

    INTRODUKSI ALAT PENGERING DAN PRODUK OLAHAN JAGUNG DI NAGARI SIMPANG, KEC. SIMPANG ALAHAN MATI, KAB. PASAMAN

    Get PDF
    Kecamatan Simpang Alahan Mati merupakan salah datu dari 12 Kecamatan yang ada di Kab. Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Usaha pertanian yang ada di Kecamatan Simpang Alahan Mati adalah pertanian jagung. Kabupaten Pasaman ditetapkan sebagai sentra tanaman jagung, produktifitas tanaman jagung setiap tahunnya semakin meningkat. Hasil panen jagung kebanyakan dijual oleh petani dalam kondisi basah tanpa melalui proses pengeringan meskipun harga jagung kering jauh lebih mahal dari pada jagung basah. Hal ini karena pengeringan jagung dilakukan hanya mengandalkan sinar matahari secara langsung sehingga akan menjadi kendala apabila musim hujan. Oleh karena itu introduksi atau pengenalan penggunaan mesin pengering melalui penyuluhan sangat diperlukan oleh petani. Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang bersifat perishable atau mudah rusak baik karena kerusakan fisik maupun kontaminasi jamur. Selama ini, petani jagung belum mengolah jagung sebagai aneka produk olahan yang memberikan nilai tambah secara ekonomis. Pemanfaatan jagung diharapkan meningkat tidak hanya dijual sebagai bahan baku saja, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang bernilai ekonomi seperti aneka camilan seperti tortila chips. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan tentang introduksi alat pengering dan pengolahan produk olahan jagung serta praktek pembuatan olahan jagung yaitu tortilla chips. Kegiatan ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan pasca panen dan kemampuan dalam pengolahan aneka produk jagung. Kegiatan ini diharapkan berkokontribusi dalam peningkatan pendapatan bagi keluarga dapat melalui unit-unit usaha rumah tangga yang mampu memproduksi produk olahan jagung untuk meningkatkan ekonomi petani jagung. Kata kunci: Jagung kering, Metode pengeringan, Pascapanen, Produk olahan   ABSTRACT Simpang Alahan Mati sub-district is one of 12 sub-districts, Pasaman, West Sumatra Province. The existing farming in Simpang Alahan Mati District is corn farming. Pasaman as one of the center of corn plants, the productivity of corn plants increases every year. The corn crop is mostly sold by farmers in wet conditions without going through a drying process even though the price of dry corn is much more expensive than wet corn. This is because corn drying is done only by relying on direct sunlight so that it will become an obstacle when the rainy season. Therefore, the introduction or introduction of the use of drying machines through counseling is needed by farmers. Corn is one of the agricultural commodities that are perishable or easily damaged either due to physical damage or fungal contamination. During this time, corn farmers have not processed corn as a variety of processed products that provide added value economically. Utilization of corn is expected to increase not only as raw material, but can be processed into various food products of economic value such as various snacks such as tortilla chips. The results of this community service activity are counseling about the introduction of dryers and processing of processed corn products and the practice of making corn preparations, namely tortilla chips. This activity is expected to be able to empower the community through increased post-harvest knowledge and ability in processing various corn products. This activity is expected to contribute to increasing income for families through household business units that are able to produce corn processed products to improve the economy of corn farmers. Keywords: Dried corn, Drying method, Post-harvest, Processed produc

    KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI COVID-19 DI PANTI ASUHAN BUMI RAFFLESIA KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyuluhan kesehatan diselenggarakan untuk mengubah perilaku seseorang atau kelompok masyarakat agar hidup sehat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Berkurangnya donatur tetap dan tidak tetap akibat dari pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pemasukan yang mengakibatkan sulit bagi panti asuhan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anak asuh di Panti Asuhan Bumi Rafflesia Kota Bengkulu. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak panti tentang Covid-19 dan untuk meningkatkan kesadaran anak Panti Asuhan Bumi Rafflesia Kota Bengkulu mengenai perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan Covid-19. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini adalah menggunakan media poster dan leaflet serta tanya jawab mengenai berbagai informasi tentang Covid-19. Poster dan leaflet yang ditampilkan berupa informasi tentang coronavirus dan cara pencegahannya serta cara cuci tangan yang benar. Diskusi dan tanya jawab dilakukan setelah penyuluh selesai memberikan materi. Diakhir acara akan diberikan masker dan hand sanitizer gratis kepada peserta dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan pemahaman dan kepedulian yang tinggi dari anak Panti Asuhan Bumi Rafflesia Kota Bengkulu untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan nilai rata-rata 78,55. Kata Kunci: KIE, Covid-19, Panti ssuhan Bumi Rafflesia, Kota Bengkulu, PHBS ABSTRACT Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) is a disease caused by severe acute respiratory coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Health education is organization to change the behavior of a person or group of people to live healthily through communication, information and education (IEC). The reduction in permanent and non permanent donors as a result of the Covid-19 pandemic caused a decrease in income which made it difficult for orphanages to improve welfare for foster children in the Bumi Rafflesia Orphanage in Bengkulu City. The purpose of this activity is to determine the level of knowledge of the orphans about Covid-19 and to incraese awareness of the children of the Bumi Rafflesia Orphanage in Bengkulu City regarding clean and healthy living behavior to prevent Covid-19 transmission. The methode used in this PPM activity is to use poster and leaflet media as well as question and answer about Covid-19. Posters and leaflets that are displayed the form of information about coronavirus and how to prevent it and how to wash hands properly. Discussions take place after the instructor has finished delivering the material. At the end of the even, a free mask and handsanitizer and a post-test was carried out to know level of understanding participants. The result of yhis PKM activity show the high understanding and concern of the children of the Bumi Rafflesia Orphanage in Bengkulu to prevent and break the chain of spreading covid-19 with an average value of 78,55 Keywords: KIE, Covid-19, Bumi Rafflesia Orphanage, Bengkulu City, PHB

    PENANGGULANGAN KEBUTAAN DI SUMATRA BARAT

    Get PDF
    Oftalmologi komunitas meliputi tindakan preventif, kuratif, promotif, dan rehabilitatif, dan merupakan suatu pendekatan holistik. Untuk mengembangkan suatu program oftalmologi komunitas, perencanaan awal harus mencakup penilaian epidemiologik dan demografik menyeluruh untuk menentukan prevalensi kebutaan di masyarakat. Berdasarkan hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness di Indonesia, prevalensi kebutaan pada penduduk berusia di atas 50 tahun sebesar 3% dan utamanya disebabkan oleh katarak. Di Sumatra Barat prevalensi katarak cukup tinggi yaitu sebesar 2,3% dan operasi katarak massal merupakan metode strategi yang penting untuk menurunkan prevalensi kebutaan. Pada periode tahun 2017 hingga 2018, bagian ilmu kesehatan mata universitas andalas telah mengadakan beberapa kali operasi katarak masal di area terpencil provinsi Sumatra Barat, dengan total 284 pasien yang telah dilakukan operasi katarak dengan teknik bedah ekstrakapsular dan implantasi lensa intraokular. Tajam penglihatan lebih baik dari 6/18 sehari pascaoperasi didapatkan pada 53,16% pasien. Hasil ini belum memenuhi kriteria WHO sehingga peningkatan ketrampilan bedah residen oftalmologi dan juga penyediaan fasilitas penunjang seperti peralatan biometri sangat penting untuk meningkatkan persentase pasien dengan tajam penglihatan yang baik pascaoperasi katarak massal. Kata kunci: Oftalmologi komunitas, Operasi katarak massal, Skrining refraksi sekolah, Glaukoma, Sumatra Barat ABSTRACT Community ophthalmologyinvolves preventive,curative, promotive, and rehabilitative activities,making it a holistic approach. In order todevelop a program in communityophthalmology, the initial planningmust include a thorough epidemiologicand demographic assessment to definethe extent of blindness within thecommunity. In Indonesia, based on Rapid Assessment of Avoidable Blindness study, the prevalence of blindness in people with age more than 50 years old was 3% and mainly caused by cataract. In West Sumatra province itself, the prevalence of cataract was 2,3% and mass cataract surgery was the important strategic method to decrease the prevalence of blindness. In the period of 2017 until 2018, ophthalmology department of Andalas University had conducted several times social services of mass cataract surgery in remote area of West Sumatra province,with the total of 284 patients had received cataract surgery with extracapsular cataract surgery and intraocular lens implantation. Visual acuity better than 6/18 in the day after surgery was found in 53.16% patients. This results didn’t yet meet WHO criteria so improvement of ophthalmology resident surgical skill and also provision of supporting facilities such as biometric measurement is essential to increase percentage of patients with good visual acuity after mass cataract surgery.   Keywords: Community ophthalmology, Mass cataract surgery, School refraction screening, Glaucoma, West Sumatr

    PRODUK INOVASI HAND SANITIZER DARI AKAR BAJAKAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DI MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Wabah virus corona belakangan ini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa COVID-19 sebagai pandemi global. Penyebaran covid-19 di Kalimantan Selatan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 12 April 2020 terdapat 1.184 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 15 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 34 pasien positif covid-19 diantaranya ada 28 PDP, 4 pasien yang meninggal dan 2 pasien yang dinyatakan sembuh. Berdasarkan data tersebut kota Banjarmasin melaporkan ada sebanyak 232 ODP, 7 PDP, 14 pasien positif covid-19 sedang dalam perawatan dan 3 pasien meninggal. Hand Sanitizer digunakan sebagai salah satu alternatif jika tidak ditemukannya air untuk melakukan cuci tangan dalam rangka pencegahan dari virus corona. Produk hand sanitizer juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk bagian upaya dari menghindarkan paparan virus corona. Kurangnya ketersediaan hand sanitizer di pasaran dan meningkatnya harga jual hand sanitizer membuat masyarakat kesulitan mendapatkan dan sulit untuk membeli. Maka atas dasar tersebut, membuat produk inovaso hand sanitizer menggunakan bahan aktif dari bahan alam khas Kalimantan berupa akar bajakah (Littoralis hask) yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan virus dan bakteri. Serta pembagian produk dan langkah edukasi kepada masyarakat di tengah terjadinya pandemi virus corona. Kata kunci: Produk inovasi, Hand sanitizer, Akar bajakah, Covid-19 ABSTRACT The corona virus outbreak has recently spread to various parts of the world. The World Health Organization (WHO) has declared COVID-19 as a global pandemic. The infection number in South Kalimantan on April 12nd, 2020 were 1,184 people under monitoring (ODP), 15 patients under surveillance (PDP), and 34 positive patients for Covid-19, of whom 28 were PDP, 4 patients who died and 2 patients who were declared cured. Based on these data, the city of Banjarmasin reported that there were 232 ODP, 7 PDP, 14 positive patients with Covid-19 were being treated and 3 patients died. Hand Sanitizer is used as an alternative if water is not found for washing hands in order to prevent the corona virus. Hand sanitizer products are also very much needed by the community as part of the effort to avoid exposure to the corona virus. Lack of availability of hand sanitizers on the market and the increasing selling price of hand sanitizers have made it difficult for people to find and buy. So on this basis, making innovative hand sanitizer products uses active ingredients from natural ingredients typical of Kalimantan in the form of Bajakah roots (Littoralis hask) which functions to inhibit the growth of viruses and bacteria. As well as the distribution of products and educational steps to the public in the midst of the corona virus pandemic. Keywords: Innovation product, Hand sanitizer, Bajakah’s root, Covid-1

    BIAYA LISTRIK LEBIH EKONOMIS DALAM MEMASAK NASI MEMAKAI ALAT TRADISIONAL DENGAN KADAR KARBOHIDRAT LEBIH RENDAH

    Get PDF
    Ekonomi dan kesehatan memiliki relasi yang sangat dekat. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, pertumbuhan ekonomi, dan gaya hidup masyarakat saat ini, dapat dilihat bahwa antara gaya hidup dan prinsip hemat dipandang sebagian besar masyarakat sebagai dua hal yang bertolak belakang. Masyarakat RT 09 RW 05 Dusun Bamban, Asrikaton, Pakis masih sangat jarang sekali yang menggunakan alat memasak tradisional seperti kukusan bamboo. Sebagian besar telah beralih menggunakan alat masak modern seperti magic com dimana akan berdampak juga terhadap ekonomi dan kesehatannya. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah mensosialisasikan metode menanak nasi menggunakan kukusan bamboo agar masyarakat dapat melaksanakan manajemen hemat biaya listrik serta mendapatkan manfaat kesehatannya. Program ini dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2019 kepada ibu-ibu di Dusun Bamban dengan jumlah peserta sebesar 55 orang. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah mitra, yaitu penyuluhan alat kukusan bamboo untuk mengemat biaya listrik serta memelihara kesehatan. Setelah dilaksanakan kegiatan, ibu-ibu di Dusun Bamban dapat memahami dengan baik tentang penggunaan kukusan bamboo yang dapat menghemat biaya listrik dan berdampak positif terhadap kesehatan. Kata kunci: Kukusan bambu, Manajemen, Biaya, Kadar karbohidrat, Kesehatan ABSTRACT Economy and health are closely related. However, along with the development of the times, economic growth, and the lifestyle of today's society, it can be seen that between the lifestyle and the principle of frugality is seen by most people as two opposites. The people of RT 09 RW 05 Dusun Bamban, Asrikaton, Pakis still rarely use traditional cooking tools such as bamboo steamers. Most of them have switched to using modern cooking utensils such as magic com which will also have an impact on their economy and health. The goal of this program is to socialize the method of cooking rice using bamboo steamer so that people can carry out cost-effective management of electricity and get its health benefits. This program was implemented on December 7, 2019 to mothers in Dusun Bamban with a total of 55 participants. The method used to solve partner problems, namely the extension of bamboo steamer tools to save electricity costs and maintain health. After the activity was carried out, mothers in Dusun Bamban could understand well about the use of bamboo steamer which can save electricity costs and have a positive impact on health. Keywords: Bamboo steamer, Cost management, Carbohydrate levels, Healt

    PENGEMBANGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA DALAM MEMPRODUKSI TEMPE DAN OLAHANNYA MELALUI CAMPUS TEMPEH

    Get PDF
    Sebagian besar, lulusan perguruan tinggi masih sulit mendapatkan lapangan kerja. Angkatan kerja dan angka pengangguran di Indonesia, sebagaimana data BPS, masih sangat tinggi. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan penting dilakukan. Salah satu bentuk wirausaha yang cukup bertahan di kala krisis Covid-19 adalah di sektor pangan. Pangan tradisional yang memiliki tingkat akseptabilitas yang baik dan selalu tersedia di pasar adalah Tempe. Di samping disukai sebagaian besar masyarakat Indonesia, Tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi dan merupakan pangan fungsional yang baik bagi kesehatan.  Campus Tempeh adalah nama bagi komunitas mahasiswa yang memproduksi Tempe di Kampus Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Denpasar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa dalam memproduksi tempe dan olahannya. Metode yang dilakukan adalah dengan kegiatan seminar dan workshop berproduksi Tempe dan olahannya di kampus. Tingkat kehadiran mahasiswa dalam mengikuti kegiatan sangat tinggi mencapai 90%. Pada umumnya alasan mereka mengikuti kegiatan ini adalah mencari pengetahuan dan ketrampilan baru (44,4%) dan ingin menjadi pengusaha (33,3%). Produk yang dihasilkan berupa tempe organik dan non organik, serta olahan tempe yaitu keripik tempe. Pemasaran yang dilakukan melalui online menggunakan aplikasi Instagram (IG), Facebook (FB) dan channel Youtube.  Mahasiswa memiliki kecintaan yang tinggi terhadap produk pangan tradisional (Tempe). Kemampuan teknologi informasi yang dimiliki mereka mempercepat pemasaran produk. Kata kunci: Kampus, Mahasiswa, Pangan, Tempe, Wirausah

    EDUKASI PENGGUNAAN MASKER PADA KELOMPOK MASYARAKAT BERESIKO SEBAGAI BENTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19

    Get PDF
    Aktivitas masyarakat pada masa pendemi covid-19 dianjurkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Tetapi pada kenyataannya bahwa masih terdapat masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker atau menggunakan masker tetapi diletakkan di dagu tanpa menutupi hidung dan telinga. Penggunaan dan penyimpanan masker yang kurang tepat dapat meningkatkan resiko penularan covid-19. Hal inilah yang mendorong tim pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan masker melalui kegiatan pendidikan kesehatan secara khusus pada masyarakat kelompok resiko tinggi seperti anak remaja, ibu hamil, ibu yang memiliki balita serta masyarakat lanjut usia. Pengabdian ini menggunakan metode Pendidikan Kesehatan tentang penggunaan masker sebagai bentuk pencegahan penularan covid-19. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 35 orang. Antusias yang tinggi dari peserta mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. Kata kunci: Edukasi, Penggunaan masker, Covid-19, Masyarakat beresiko ABSTRACT Community activities during the Covid-19 epidemic are encouraged to comply with health protocols. But in fact, there are still people who carry out activities outside the home without wearing a mask or wearing a mask but are placed on the chin without covering their nose and ears. Inappropriate use and storage of masks can increase the risk of covid-19 transmission. This is what encourages the service team to increase public knowledge about the use of masks through health education activities specifically for high-risk groups such as adolescents, pregnant women, mothers with toddlers and the elderly. This service is to use the Health Education method of using masks as a form of preventing the transmission of covid-19. The number of participants who took part in this activity was 35 people. The high enthusiasm of the participants in participating in this activity from beginning to end. Keywords: Education, Use of mask, Covid-19, Risk communitie

    357

    full texts

    363

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇