LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
EDUWHAP REMAJA SIAP CEGAH STUNTING DALAM WADAH KUMPUL SHARING REMAJA
Intervensi untuk mencegah terjadinya peningkatan prevalensi stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja, yang merupakan seorang calon ibu. Remaja yang telah dipersiapkan sejak dini untuk mengetahui permasalahan stunting berarti kita telah mempersiapkan ibu yang memiliki pengetahuan cukup dalam pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting. Kota Samarinda yang merupakan ibukota provinsi merupakan daerah kota tetapi masih memiliki prevalensi balita stunting yang tinggi. Salah satu wilayah yang menjadi target pengentasan masalah gizi di Samarinda adalah wilayah kelurahan Bukuan, dimana lokasi tersebut menjadi salah satu kantong malnutrisi di Kota Samarinda. Salah satu sasaran program pendidikan kesehatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja sebesar 30% tentang persiapan Perkawinan untuk pencegahan terjadinya stunting. Remaja yang terlibat dalam program Eduwhap DAPUR BAJA berjumlah 20 remaja yang berasal dari di Rt 07, Rt 08 dan Rt 11. Kegiatan dilakukan dengan pemberian informasi dan edukasi melalui wadah kumpul sharing bagi remaja (DAPUR BAJA) yang kemudian membentuk grup melalui aplikasi Whatsapp. Media edukasi diberikan dalam bentuk ppt, video, dan komik yang disertai sesi sharing dan diskusi dengan narasumber. Penilaian pemahaman remaja melalui pre-post test dan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja yang mana sebelumnya 30% menjadi 85% untuk materi PUP dan peningkatan 59% untuk materi stunting.
Kata kunci: Edukasi online, Whatsapp, Remaja, Stunting
ABSTRACT
Interventions to prevent an increase of stunting prevalences can be carried out in the life cycle of an adolescent, who become a mother. Preparing adolescents from an early age to find out about stunting problems means that we have prepared mothers who have sufficient knowledge in fulfilling child nutrition to prevent stunting. Samarinda, which is the provincial capital, is a city area but still has a high prevalence of stunting under five. One of the areas targeted for alleviating nutritional problems in Samarinda is the area of Bukuan Village, where this location is one of the pockets of malnutrition in Samarinda. One of the goals of this health education program is to increase adolescent knowledge by 30% about marriage preparation to prevent stunting. There are 20 teenagers involved in the DAPUR BAJA Eduwhap program from Rt 07, Rt 08 and Rt 11. Programme are carried out by providing information and education through a sharing gathering forum for teenagers (DAPUR BAJA) who then form groups through the Whatsapp application. Educational media are provided in the form of ppt, video, and comic, combined by sharing and discussion sessions with resource persons. Assessment of adolescent understanding through pre-post test and it was found that there was an increase in adolescent knowledge from 30% to 85% after intervention in PUP topics and increase 59% for stunting topics.
Keywords: Online education, Whatsapp, Adolescent, Stunting, Reproduction healt
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN PENANAMAN ALPUKAT DAN PEPAYA CALIFORNIA UNTUK PENINGKATAN GIZI MASYARAKAT DI DESA TERONG KABUPATEN BANTUL
Desa Terong memiliki cukup banyak kasus stunting. Perhatian terhadap pemenuhan pangan yang bergizi perlu dilakukan. Upaya peningkatan gizi masyarakat lewat pemanfaatan lahan pekarangan dengan penanaman tanaman buah seperti papaya California dan alpukat yang bergizi bisa menjadi solusi yang tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan gizi dan ekonomi masyarakat sasaran dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan. Masyarakat sasaran sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini, terlihat dari jumlah peserta saat penyuluhan dan penyerahan bibit pepaya california dan alpukat. Meskipun hasil dari tanaman buah tersebut membutuhkan waktu, masyarakat sasaran merasa bahwa upaya ini cukup membantu dalam usaha perbaikan gizi masyarakat. Bahkan masyarakat berpikiran bahwa penanaman tanaman buah di lahan pekarangan ini bisa menjadi potensi pengembangan desa menjadi desa wisata berbasis buah. Jangka panjang dari dampak kegiatan pengabdian ini sangat berarti mulai dari level keluarga sampai wilayah desa. Pemenuhan gizi keluarga secara mandiri lewat lahan pekarangan perlu dikembangkan, masyarakat perlu lebih disadarkan. Selain memberikan asupan gizi yang baik, juga bernilai ekonomis.
Kata kunci: Lahan Pekarangan, Pepaya California, Alpukat, Gizi Masyarakat, Stunting
ABSTRACT
Keywords: Homegarden, California Papaya, Avocado, Community Nutrition, StuntingStunting cases in Terong Village are quite high. Attention on the nutrient food fulfillment need to be more serious. Efforts to increase people nutrition through homegarden utilization with planting california papaya and avocado can be solution here. This community service activity aims to increase people nutrition and economic through homegarden utilization. Method which was used is extension and assistance. The targeted community was very enthusiastic about this community service program, it can be seen from the number of participants during extension and handing over California papaya and avocado seeds. Although the results of the fruit crops need time, the targeted community feels that this effort is quite helpful to improve people nutrition. The targeted community thinks that planting fruit trees on homegarden can be a potential for village development to become a fruit-based tourism village. The long-term impact of these community service activities is significant from the family level to the village area. Fulfillment of family nutrition independently through the homegarden utilization, the community needs to be more aware. In addition to providing good nutrition, it is also economically valuable
PEMANFATAAN TEKNOLOGI SEBAGAI UPAYA MENGURANGI RESIKO GAGAL PANEN CABAI MERAH DI KABUPATEN SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA
Desa Ujung Bawang merupakan salah satu desa sentra tanaman cabai, berhubung potensi agroklimatnya yang mendukung pertumbuhan dan produksitanaman. Namun, selama beberapa tahun belakangan Desa ini mengalami kemarau yang berkepanjangan. Hal ini menjadi masalah besar bagi petanicabai yang hanya mengandalkan air hujan untuk pengairan, sehingga terjadi gagal panen cabai. Petani juga kesulitan memperoleh pupuk subsidi dari pemerintah karena terbatasnya persediaan, dan di pasaran pupuk langka serta harganya mahal. Melalui program kemitraan dengan petani, telah dilakukan penerapan teknologi dengan metode irigasi tetes dari sumber mata air yang berada dekat lahan petanikemudian mengalirkannya ke lahan dengan sistem kontrol. Selanjutnya dilakukan pelatihan pengolahan limbah kulit ceri kopi menjadi kompos. Kegiatan ini memberikan dampak positif kepada petani mitra, yaitu: petani tidak kesulitan lagi untuk mengairi tanamannya; petanitidak tergantung pada pupuk subsidi maupun pupuk yang dibeli dari luar; dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan limbah menjadi kompos. Kompos yang dihasilkan memenuhi beberapa kriteria SNI 19-7030-2004. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi memberikan penurunan biaya produksi sebesar 39,05% dan peningkatan pendapatan sebesar 12,4% dari petani yang belum memanfaatkan teknologi. Walaupun produksi yang diperoleh lebih rendah dari petani yang belum memanfaatkan teknologi (2,93%), hal ini disebabkan lahan baru pertama sekali ditanam cabai.
Kata kunci: Cabai, Irigasi tetes, Limbah, Kompos
ABSTRACT
Ujung Bawang Village is one of the centers of chili plantation due to its agro-climate that supports growth and production. However, these past years the village experienced prolonged dry season. This became a problem with chili farmers that depended only on rainwater, which caused production decline. Aside from that, farmers also experienced difficulties acquiring subsidized fertilizer from the government due to supply limit and lack of stock or unaffordable prices in stores. Through partnership program, we’ve applied a technology with drip irrigation method from water source near the land with control. Training to process coffee cherries waste to become compost was also done. These resulted in positive impacts to farmers, which are: (1) no difficulty to irrigate plants; (2) not dependant on subsidized or purchased fertilizer anymore; (3) knowledge and skill advancement to process waste into compost. The compost produced passed some of SNI 19-7030-2004 criteria. Research shows these reduce production cost as much as 39,05% and increase income to 12,4% more than farmers who haven’t applied the technology. Although production rate was lower than farmers who haven’t applied it (2,93%), this is due to soil’s first time being planted with chili.
Keywords: Chili, Drip irrigation, Waste, Compos
PEMANFAATAN KELAS IBU HAMIL SEBAGAI MEDIA EDUKASI DI PUSKESMAS PUTRI AYU, KOTA JAMBI
Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi, dimana Kelas Ibu Hamil merupakan salah satu kegiatan rutin pada Program Kesehatan Ibu dan Anak, namun belum semua ibu hamil sasaran yang mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan tindakan ibu tentang Kelas Ibu Hamil. Rangkaian kegiatan telah dilakukan pada Februari-Agustus 2020, namun proses edukasi baru bisa dilaksanakan pada Juli-Agustus 2020 karena kendala covid-19. Metode edukasi yang awalnya direncanakan dalam bentuk edukasi kelompok, tetapi pelaksanaannya berupa edukasi perorangan terhadap 9 ibu hamil masing-masing 3 kali pertemuan yaitu ibu yang melakukan kunjungan antenatal dengan menerapkan protokol kesehatan (mencuci tangan, menggunakan masker, pelindung wajah dan physical distancing). Materi disampaikan melalui leaflet yang dibagikan sebelumnya, terdapat 1 ibu yang tidak bisa membaca sehingga leaflet dibacakan oleh penyuluh sambil dijelaskan satu persatu. Sebelum dan setelah edukasi, dilakukan test menggunakan kuesioner, hasil yang didapatkan: 1) terjadi peningkatan rerata pengetahuan (3,12) dan peningkatan rerata sikap (5,97); 2) sebanyak 66,67% ibu tidak pernah mengikuti Kelas Ibu Hamil; 3) ibu, suami/keluarga aktif mengikuti edukasi sampai selesai; dan 4) ibu-ibu bersedia mengikuti Kelas Ibu Hamil jika kegiatan tersebut kembali dilakukan setelah pandemi covid-19. Pelaksanaan edukasi ini mampu merubah perilaku ibu tentang Kelas Ibu Hamil.
Kata kunci: Kelas, Ibu, Hamil, Media, Edukasi
ABSTRACT
This activity was carried out at Putri Ayu Health Center in Jambi City, Kelas Ibu Hamil is one of the routine activities in the Maternal and Child Health Program, but not all pregnant women target participated in this activity. This activity aims to increase knowledge, change attitudes and actions pregnant women about Kelas Ibu Hamil. A series of activities were carried out in February-August 2020, but the educational process is carried out on Juli-August 2020 caused by the covid-19 pandemic. The educational method is planned in group education, but its implementation is individual education to 9 pregnant women each of 3 meetings, given to pregnant women who make antenatal visits, implementing health protocols (use masks, face shields and physical distance). The material was delivered through the previous leaflet, there was 1 pregnant women who could not read so that the instructor read the brochures one by one. Before and after education, a test was conducted using a questionnaire, the results obtained were: 1) increased knowledge average (3,12) and attitudes average (5,97) of pregnant women; 2) as much 66,67% pregnant women never attended the Kelas Ibu Hamil; 3) pregnant women, husband or family actively participate in education until it is finished; and 4) pregnant women are willing to take part in the Kelas Ibu Hamil if the activity is carried out again after the Covid-19 pandemic. The implementation of this education is able to change the behavior of pregnant women about Kelas Ibu Hamil.
Keywords: Kelas, Ibu, Hamil, Educational, Media
STANDARISASI PROSES PRODUKSI DENGAN PENERAPAN SOP DAN ALAT PENGOLAH SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN MUTU KAKAO BUBUK SESUAI SNI DI DESA KAKAO BANJAROYA, KALIBAWANG, KULONPROGO
Kelompok Tani Ngudi Rejeki mampu mengolah biji kakao kering menjadi kakao bubuk dan cocoa butter di tingkat rumah tangga. Namun ada beberapa permasalahan krusial terkait kualitas produk yang dihasilkan, yaitu peralatan yang tidak memadai dan pelaksanaan proses produksi yang belum seragam karena tidak adanya Standard Operational Procedure (SOP). Akibatnya, kualitas kakao bubuk yang dihasilkan sangat bervariasi dan belum bisa memenuhi kualitas berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Kakao Bubuk. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kelompok tani dalam mengoperasikan teknologi tepat guna berupa alat pengolahan bubuk kakao sederhana dengan berpedoman pada SOP yang telah dirancang, guna menghasilkan bubuk kakao berkualitas sesuai SNI No. 3747:2013. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini terdiri dari penyuluhan pengolahan sekunder biji kakao yang sesuai standar, pelatihan teknologi dan pengoperasian alat sederhana pengempa lemak kakao, serta sosialisasi mengenai karakteristik bubuk kakao yang sesuai dengan SNI. Dari pengabdian ini telah berhasil didiperoleh bubuk kakao yang lebih baik dengan ukuran partikel yang lebih halus antara 80-100 mesh dan kadar lemak kakao yang lebih rendah, dengan menerapkan SOP dalam menggunakan alat tepat guna yaitu mesin pengepres dan penepung.
Kata kunci: Kelompok tani, Alat pengempa, Lemak, Bubuk kakao, Minuman
ABSTRACT
Ngudi Rejeki farmer group has been able to process dry cocoa beans into cocoa powder and cocoa butter at the household level. However, there are some crucial problems faced related to the quality of the products, such as inadequate equipment and no Standard Operational Procedure (SOP) for the production process. Thus, the quality of powdered cocoa is varied and has not been able to meet the quality based on the Indonesian National Standard (SNI) for Cocoa Powder. This community service aims to improve the skills of farmer groups in operating appropriate technology as cocoa powder processing tool based on the SOPs that have been designed, in order to produce quality cocoa powder according to SNI No. 3747: 2013. The method of implementing the program consists of counseling on secondary processing of cocoa beans according to standards, training on technology and operation of a simple tool for pressing cocoa butter, and socialization on the characteristics of cocoa powder according to SNI. The result of this program are farmer group obtained better cocoa powder with a finer particle size between 80-100 mesh and lower cocoa butter content, by implementing SOPs in using appropriate tools.
Keywords: Farmer group, Pressing tool, Butter, Cocoa powder, Drin
PPPUD BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR BERBASIS WISATA PEMANCINGAN DI KABUPATEN KONAWES SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Pengembangan ekonomi masyarakat dipedesaan terkhusus pada usaha-usaha pada bidang perikanan budidaya tidak terlepas dari berbagai macam permasalahan baik yang bersifat teknis maupun yang terkait dengan manajemen dan tatakelola usaha. Beberapa permasalahan UKM mitra program PPPUD ini adalah terbatasnya jenis ikan dan kualitas ikan yang dimiliki mitra, ketersediaan pakan yang aman dan cukup, tingginya tingkat kematian dan rendahnya produktivitas kolam yang pada akhirnya mempengaruhi ketersediaan ikan yang di produksi. Permasalahan lainnya dari aspek adalah belum dilakukannya proses perencanaan yang baik, tidak dimilikinya manajemen pengelolaan usaha dan keuangan dan tidak adanya sistem penjaminanm mutu produk dan evaluasi usaha. Metode dalam pemecahan masalah adalah dengan memberikan pelatihan pengelolaan manajemen usaha, manajemen poduksi, manajemen keuangan serta pemasaran. Dalam pelaksaan program dilakukan berbagai praktek secara bersama sesuai dengan tahapan yang direncanakan dengan melibatkan mahasiswa yang terlebih dahulu diberi pembekalan kemampuan sesuai tema program. Hasil yang dicapai adalah UKM mitra telah mengetahui dan dapat melaksanakan metode budidaya ikan secara intensif dan organik, memiliki kualitas ikan yang lebih baik, terjadi peningkatan kemandirian UKM baik dari segi penyediaan benih, proses produksi maupun dalam penyediaan pakan, serta terjadi peningkatan nilai aset dan omset UKM, nilai peningkatan aset 20% dan nilai peningkatan omset 25%.
Kata kunci: Budidaya, Ikan, Air Tawar, Wisata, dan Pemancingan
ABSTRACT
The economic development of the community in the countryside, especially in the aquaculture business, is inseparable from technical, business management and governance problems. SME as the PPUD partner was found has several challenges such as severely limited of fish species groups, quality of the fish, availability of safe and sufficient feed, high mortality rate and low of fish pond’ productivity which affects the availability of fish production. Referring to the business management, several problems were also found such as the SME does not have a good planning yet, lack of business and financial management as well as product quality assurance and evaluation system. To overcome the problems, the team of PPUD conducted several programs namely providing a training in business, production and financial management as well as marketing. The programs were carried through practicing in accordance with the planned stages by involving several students who were already given a training according to the theme of the programs. The results achieved from this program were the SME as the partner of PPUD program, are able to comprehend and carry out intensive and organic fish farming methods and understand how to have better fish quality. Moreover, there is an increasing in SME’s independence such as seed supply, production process and in the supply of feed. The asset value and the SME’s turnover also increases respectively in which it around 20% for the asset value and 25% for the turnover.
Keywords: Farming, fish, freshwater, Fishing, par
PEMBUATAN SILASE DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN PAKAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH
Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan dengan judul “Pembuatan Silase dengan Memanfaatkan Bahan Pakan Lokal sebagai upaya Peningkatan Produksi Susu Sapi Perah”, bertujuan supaya peternak dapatmenyediakan pakan sepanjang tahun dengan memanfaatkan bahan pakan lokal sebagai pakan sapi perah dengan biaya yang murah, sehingga dapat meningkatkan produksi susu.Lokasi kegiatan di kelompok peternak sapi perah Andini Lestari2, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Luaran yang didapatkan adalah a) produk pakan silase; b) ternak sapi dengan produksi susu minimal 11 liter/ekor/hari. Metode yang digunakan adalah sosialisasi atau penyuluhan, pelatihan, dan demplot atau praktek.Evaluasi dilakukan pada setiap kegiatan yaitu, dengan melakukan pre-test dengan rataan nilai 65 dan post-test dengan rataan nilai 85 sebagai indikator tingkat keberhasilan kegiatan ceramah yang telah dilakukan, sedangkan tingkat keberhasilan demplot yang diberikan dengan indikator 90% peserta dapat melakukan sendiri proses pembuatan pakan silase dengan bahan pakan lokal yang ada atau yang digunakan pasca demplot. Selanjutnya keberhasilan penerapan Ipteks diukur dengan peningkatan produksi susu sapi perah (minimal 11 liter/ekor/hari) pada kelompok peternak sapi perah “Andini Lestari 2”selama 5 (lima) bulan dari awal masa laktasi.
Kata kunci: Kelompok Andini Lestari 2, Sapi perah, Bahan pakan lokal, Silase, Susu
ABSTRACT
Community service activities that have been carried out under the title "Making Silage Using Local Feed Ingredients as an Effort to Increase Dairy Cows Production", aim to provide breeders with feed throughout the year by utilizing local feed ingredients as dairy feed at low cost, thereby increasing production. Location of activities in the dairy farmer group Andini Lestari2, Karangtengah Village, Cilongok District, Banyumas. The outputs obtained were a) silage feed products; b) cattle with a minimum milk production of 11 liters / head / day. The method used is socialization or counseling, training, and demonstration plots or practice. Evaluation is carried out in each activity, namely, by conducting a pre-test with an average value of 65 and a post-test with an average score of 85 as an indicator of the success rate of the lecture activities that have been carried out, while The success rate of the demonstration plot which is given with an indicator of 90% of participants can carry out the process of making silage feed with local feed ingredients that are available or used after the demonstration plot. Furthermore, the success of science and technology application is measured by increasing the production of milk for dairy cows (at least 11 liters / head / day) in the "Andini Lestari 2" dairy farmer group for 5 (five) months from the start of the lactation period.
Keywords: Andini Lestari Group 2, Dairy cows, Local feed ingredients, Silage, Mil
PELATIHAN TEKNIK BUDIDAYA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DENGAN SISTEM MICROBUBBLE TENAGA SURYA DI NAGARI CAMPAGO SELATAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN – SUMATERA BARAT
Nagari Campago Selatan Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman. Masyarakatnya bekerja sebagai pedagang, petani, buruh, wiraswasta, pegawai negeri, pembudidaya ikan dan lain sebagaimya. Pada masa pandemi covid 19 ini masyarakat Nagari Campago Selatan juga merasakan dampaknya terutama masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah seperti pedagang, pembudidaya ikan dan buruh. Untuk dapat menambah penghasilan keluarga, ibu-ibu wanita tani ikut terlibat dalam kegiatan budidaya ikan yang tergabung dalam kelompok budidaya ikan. Budidaya ikan yang dilakukan oleh wanita tani masih secara tradisional dan belum ada menggunakan teknologi maka dari itu tim dosen Politeknik Kelautan dan Perikanan menjadikannya sebagai sasaran tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat tahun 2020. Bentuk kegiatan ini berupa pemberian bantuan alat dan bahan untuk pelatihan teknik budidaya ikan nila (oreochromis niloticus) dengan sistem microbubble tenaga surya yang dilakukan dengan metode andragogy yaitu sosialisasi, penyuluhan dan melakukan praktek. Kegiatan yang dilakukan adalah: 1) Survey lokasi 2) Sosialisasi tridarma perguruan tinggi Politeknik Kelautanan dan Perikanan Pariaman tentang pengabdian kepada masyarakat, 3) Pelatihan teknik budidaya ikan nila (oreochromis niloticus) dan pemberian pakan buatan, 4) Pelatihan cara penggunaan microbubble tenaga surya., 5) Monitoring dan evaluasi.
Kata kunci: Ikan Nila, Pakan, Kualitas air, Microbublle, Nagari Campago Selatan
ABSTRACT
Nagari Campago Selatan Sub-District V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman Regency is one of the areas directly adjacent to the Pariaman Marine and Fisheries Polytechnic. The people work as traders, farmers, laborers, entrepreneurs, civil servants, fish cultivators and so on. During the Covid 19 pandemic, the people of Nagari Campago Selatan also felt the impact, especially those with middle to lower income such as traders, fish cultivators and laborers. To be able to increase family income, female farming women are involved in fish farming activities that are members of fish farming groups. Fish farming carried out by female farmers is still traditional and does not yet use technology, therefore the Marine and Fisheries Polytechnic lecturer team made it the target of Community Service activities in 2020. The form of this activity is the provision of tools and materials for training on tilapia cultivation techniques ( oreochromis niloticus) with a solar-powered microbubble system carried out by the andragogy method, namely socialization, counseling and doing practice. The activities carried out are: 1) Site survey 2) Socialization of the tridarma of the Polytechnic of Marine and Fisheries Pariaman regarding community service, 3) Training on tilapia (oreochromis niloticus) cultivation techniques and artificial feeding, 4) Training on how to use solar microbubble, 5) Monitoring and evaluation
PEMBAGIAN HAND SANITIZER PADA PEDAGANG TAKJIL DALAM MASA PANDEMI COVID 19 DI LINGKUNGAN KELURAHAN LALOEHA KECAMATAN KOLAKA KABUPATEN KOLAKA
Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami pandemi covid-19 dengan jumlah Positif 10.118, Sembuh 1.522, dan meninggal 792 orang. Semua provinsi di Indonesia mengalami pandemi ini, khususnya di Sulawesi Tenggara terdapat 62 kasus konfirmasi positif, 10 orang sembuh dan 2 meninggal dunia dan khusus Kabupaten kolaka terdapat 1 orang kasus konfirmasi positif. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19 melalui penggunaan hand sanitizer di Kelurahan Laloeha, Kec. Kolaka, Kab. Kolaka. Pengabdian ini merupakan tindakan preventif penularan covid 19 masa pandemi dengan pembagian hand sanitizer kepada 30 pedagang takjil di Jl Pintu Selatan Kelurahan Laloeha Kec Kolaka, Kab Kolaka. Hasil pengabdian ini adalah tingginya minat para pedagang mendengarkan penjelasan tim pengabdian dan menerima hand sanitizer yang dibagikan.
Kata kunci : Pembagian hand sanitizer, Pedagang takjil, Covid 19
ABSTRACT
Indonesia is one of the countries that experienced a covid-19 pandemic with a positive number of 10,118, 1,522 healed, and 792 people died. All provinces in Indonesia experienced this pandemic, especially in Southeast Sulawesi, there were 62 positive confirmation cases, 10 people recovered and 2 died and specifically Kolaka regency there was 1 positive confirmation case. The purpose of the community service activity is to break the chain of distribution of covid 19 through the use of a hand sanitizer in the Urban Village of Laloeha, Kolaka sub-district, Kolaka regency. This service is a preventive measure of transmission covid 19 at pandemic period with the distribution of hand sanitizers to 30 takjil traders on Jl Pintu Selata, urban village of Laloeha, Kolaka sub-district, Kolaka Regency. The result of this dedication was the high interest of the traders listening to the devotion team's explanation and receiving the hand sanitizer that was distributed.
Keywords: Distribution of hand sanitizer, Traders of takjil, Covid 1
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN DESAIN GRAFIS DI BALAI LATIHAN KERJA KOMUNITAS PESANTREN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Wabah Covid-19 berdampak pada semua aspek kehidupan baik sosial maupun ekonomi. Dalam aspek ekonomi, wabah Covid-19 berkontribusi terhadap meningkatnya pengangguran, menurunnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya pendapatan usaha dan lain sebagainya. Meningkatnya pengangguran pada saat wabah Covid-19 disebabkan oleh menurunnya pendapatan usaha, usaha yang harus terhenti karena aturan pembatasan sosial. Kondisi demikian membuat Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Pesantren tergerak untuk menyelenggarakan pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan masyarakat terdampak covid-19. BLKK Pesantren merupakan salah satu lembaga masyarakat di lingkungan pesantren yang didirikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pelatihan. Salah satu kegiatan pelatihan pada saat covid-19 adalah pelatihan desain grafis. Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan kemampuan masyarakat terdampak covid-19 dalam bidang desain grafis. Metode pemberdayaan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah menggunakan metode PAR (Participation Action Research). Ruang lingkup kegiatan pengabdian ini adalah para santri, masyarakat desa Gondosuli dan masyarakat umum sekitar kecamatan Muntilan. Tim pengabdi melibatkan diri langsung ke lapangan sebagai pengajar di BLKK. Hasil dari kegiatan pemberdayaan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat desa Gondosuli dan sekitarnya. Program pelatihan keterampilan di BLKK Pesantren ini menjadi salah satu opsi bagi masyarakat dalam hal pengembangan diri, olah keterampilan dalam upaya mewujudkan SDM yang berkualitas, terampil dan mandiri, terutama di masa Covid-19.
Kata kunci: Pemberdayaan, Keterampilan, Wabah Covid-19, Pesantren, Pelatihan
ABSTRACT
The Covid-19 outbreak has an impact on all aspects of life, both social and economic. In the economic aspect, the Covid-19 outbreak contributed to unemployment, decreased economic growth, decreased business income and so on. The increase in unemployment at the time of the Covid-19 outbreak was caused by decreased income, businesses that had to be stopped due to social regulations. This condition has motivated the Pesantren's Community Work Training Center to organize training that can improve the skills of people affected by Covid-19. The Pesantren's Community Work Training Center is one of the community institutions within the pesantren which was established in an effort to improve the quality of human resources through various training activities. One of the training activities during Covid-19 was graphic design. This training was held to provide the ability of people affected by Covid-19 in the field of graphic design. The empowerment method used in this service is to use the PAR (Participation Action Research) method. The scope of this service activity is the students, the community of Gondosuli village, and the general public around the Muntilan district. The service team is directly involved in the field as a teacher at the BLKK. The results of this empowerment activity received a positive response from the people of Gondosuli village and its surroundings. This Pesantren's Community Work Training Center skills training program is an option for the community in terms of self-development, processing skills in an effort to create quality, skilled, and independent human resources, especially during the during Covid-19.
Keywords: Empowerment, Skills, Covid-19 outbreak, Boarding school, Trainin