LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    363 research outputs found

    WEBINAR UNTUK MERANCANG PERMAINAN MENYENANGKAN DI RUMAH PADA ANAK USIA DINI SELAMA MASA NEW NORMAL

    Get PDF
    Berdasarkan hasil survey di beberapa TK di wilayah kota Palembang ditemukan pembelajaran jarak jauh yang diberikan oleh guru lebih mengarahkan pada tugas mandiri pada peserta didik. Hal ini membuat banyak orangtua yang kewalahan mengerjakan tugas pada peserta didik dan khawatir anaknya belum bisa calistung. Tujuan webinar ini adalah mengedukasi orangtua untuk merancang pembelajaran menyenangkan selama masa new normal. Metode pelaksanaan dilakukan menggunakan webinar melalui aplikasi zoom cloud. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 20-21 November 2020. Narasumber adalah dosen psikologi dan praktisi anak usia dini, peserta pada hari pertama sebanyak 79 orang, hari kedua 45 peserta. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, peserta mengaku memiliki penambahan pengetahuan untuk membuat kegiatan menyenangkan untuk anak usia dini. Kata kunci: Pembelajaran jarak jauh, New normal ABSTRACT Based on the survey results on several kindergartens in the Palembang, We found that the distance learning provided by the teacher was more directed at independent tasks for students. It made many parents overwhelmed with students' assignments and worry that their children cannot reading, writing and counting. The purpose of this webinar is  educating parents to design fun learning during  new normal period. The method of implementation is carried out using webinars via the zoom cloud application. The implementation was held on November 20-21, 2020. The speakers were psychology lecturers and early childhood practitioners, 89 participants on the first day, 42 participants on the second day. Based on the results of the activity evaluation, participants claimed to have added knowledge to make fun activities for early childhood. Keywords: Distance learning, New normal perio

    DISEMINASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN BRIKET BERBAHAN DASAR KOTORAN KAMBING DAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU DI DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI

    Get PDF
    Biomassa yang berpotensi sebagai sumber energi terbaharukan jumlahnya sangat melimpah di Indonesia, biasanya memiliki nilai ekonomi rendah, serta merupakan limbah setelah diambil produk primernya. Limbah peternakan dan olahan kayu merupakan biomassa yang masih menjadi masalah bagi lingkungan, karena rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan limbah. Masyarakat juga mangalami masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan rendahnya pendapatan, karena hanya bertumpu pada hasil pertanian. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah pengolahan limbah menjadi briket berbahan dasar campuran kotoran kambing dan serbuk gergaji kayu. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan dan mendorong penerapan inovasi teknologi pengolahan limbah tepat guna dan memberikan alternatif potensi usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat Distrik Prafi Kabupaten Manokwari. Metode diseminasi teknologi yang diterapkan adalah penyuluhan partisipatif, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan masyarakat, hingga menjadi produk yang siap dipasarkan. Pengolahan kotoran kambing dan serbuk gergaji kayu menjadi briket dilakukan melalui tahapan pengeringan bahan baku, penggilingan, pencampuran bahan perekat, pencetakan, pengeringan, pengujian, dan pengemasan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan (1) berhasil mendiseminasikan inovasi teknologi pengolahan limbah peternakan dan olahan kayu menjadi sumber energi sebagai bahan bakar alternatif, (2) masyarakat terlibat secara aktif dalam semua kegiatan, dan (3) briket berbahan dasar kotoran kambing dan serbuk gergaji dapat menjadi sumber energi terbaharukan bagi masyarakat. Kata kunci: Briket, Kotoran kambing, Serbuk gergaji kayu, Distrik Prafi ABSTRACT The potentially biomass as a source of renewable energy is very abundant in Indonesia. It is waste of primer product and has low economic value.  Livestock waste and  processed wood waste are biomass that become an issue to the environment, due to the low community knowledge on the waste processing.  Those wastes can be used as a source of renewable energy to tackle scarcity of fuel oil problem of the community. The using of combination of goat manure and sawdust wood as raw material of briquettes can be as a solution to environment and fuel availability problem. The community development activities aimed to disseminate and promote effective innovations technological waste treatment and provide an alternative business potential that may be developed by the Prafi District community, Manokwari Regency. The method of dissemination of technology is participatory counseling, in-house training, a demonstration, community assistance, and product marketing. The briquettes process consist of drying raw materials, milling, refining, adhesive mixing, printing, briquetes drying, testing of briquette quality, and packaging. The result showed that (1) briquettes technology had been successfully transfer to the community, (2) Participants of the community development activity were enthusiastic and involve that indicated by their participation, (3) The briquettes can be a source of renewable energy for the community. Keywords: Briquettes, Goat manure, Sawdust wood, Prafi Distric

    MENGATASI DAMPAK EKONOMI PANDEMI COVID-19 BAGI MASYARAKAT KAMPUNG KB GANDUL CINERE MELALUI PENGOLAHAN JAMU HERBAL

    Get PDF
    Kondisi masyarakat mengalami risiko kesehatan serius akibat pandemi Covid-19. Ditambah pelaksanaan PSBB yang juga berdampak bagi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Meskipun demikian, keadaan ini mendorong maraknya aktivitas bercocok tanam di pekarangan rumah, termasuk aneka tanaman obat. Kebutuhan tanaman ini memang mengalami peningkatan signifikan sebagai asupan untuk meningkatkan imunitas sehingga menjadi peluang ekonomi masyarakat. Pengolahan jamu herbal dapat memberikan nilai tambah tanaman obat tersebut. Akan tetapi, masyarakat di lokasi sasaran banyak yang belum memiliki kemampuan pengolahan produk berdaya simpan lama seperti jamu herbal. Oleh karena itu, solusinya berupa pelatihan dan penyuluhan kesehatan pembuatan jamu herbal. Produk olahan yang diperkenalkan adalah jahe instan dan wedang uwuh. Metode kegiatan dilaksanakan secara daring disebabkan berlangsungnya PSBB. Kegiatan ini diharapkan berdampak positif bagi masyarakat sasaran yaitu peningkatan keterampilan masyarakat tentang pengolahan secara sederhana jamu herbal yang memberi nilai tambah pangan lokal dan pengetahuan tentang Covid-19 dan pencegahannya. Setelah aktivitas pengabdian masyarakat diberikan, kesimpulan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pengolahan produk jamu herbal. Kata kunci:  Jamu, Tanaman obat, Pengolahan, Jahe instan, Wedang uwuh ABSTRACT People are seriously affected by risk health during Covid-19 pandemic. The condition of the community is experiencing severe health risks due to the Covid-19 pandemic. Moreover, lockdown or large-scale social restrictions (PSBB) implementation also has an impact on people's social and economic. Even though, this situation encourages yard farming activities, including various medicinal plants. The demand of this medicinal plant increased significantly during the pandemic, so that it is an opportunity for people raising economic income. Processing of herbal medicine into products providing added value to these medicinal plants. However, many people in the target locations are unskilled to process products with longer shelf life such as herbal jamu. Therefore, the solution is training and health education in processing herbal jamu. The processed products introduced were instant ginger and wedang uwuh. The method of activities is carried out online due to the ongoing PSBB. This activity is expected to have a positive impact on the target, namely increasing community skills for simple processing of herbal jamu that gives added value to local food and knowledge about Covid-19 and its prevention. After these activities were given, the conclusions indicated that there is an increase in people’s knowledge in processing herbal jamu products. Keywords: Herbal jamu, Medicinal plants, Processing, Instant ginger, Wedang uwu

    PELATIHAN PENGOLAHAN INSTAN JAHE DAN SELAI KELAPA DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN PADA MASA PANDEMI DI NEGERI AMAHAI KABUPATEN MALUKU TENGAH

    Get PDF
    Kegiatan ini merupakan bentuk pelatihan yang terdiri atas ceramah dan praktek mengenai proses pengolahan produk instan jahe dan selai kelapa. Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan kesehatan selama masa pandemi covid 19 serta dalam upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui diversifikasi produk olahan guna mengatasi melimpahnya hasil panen perkebunan rakyat di Negeri Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama dengan Pemerintah Negeri Amahai Kabupaten Maluku Tengah guna mempersiapkan masyarakat terutama ibu-ibu PKK dan UMKM di Negeri Amahai Kabupaten Maluku Tengah dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas ceramah, diskusi dan pelatihan. Hasil pelatihan pengolahan produk jahe instan dan selai kelapa memberikan peluang peningkatan pendapatan secara ekonomi, peningkatan ketahanan pangan keluarga serta peningkatan potensi lokal daerah. Kata kunci: Pengolahan, Instan jahe, Selai kelapa, Negeri Amahai, Ketahanan pangan ABSTRACT This activity is a form of training consisting of lectures and practices regarding the processing of instant ginger and coconut jam products. This service activity was motivated by the high needs of the community in fulfilling health during the Covid 19 pandemic as well as in an effort to increase family food security through diversification of processed products to overcome the abundant yields of smallholder plantations in Amahai Country, Central Maluku Regency. This activity is a collaborative activity with the Amahai State Government of Central Maluku Regency to prepare the community, especially PKK and UMKM women in Amahai State, Central Maluku Regency in improving the family economy. The method of implementing the activities consists of lectures, discussions and training. The results of the training in processing instant ginger and coconut jam products provide opportunities to increase income economically, increase family food security and increase local potential. Keywords: Processing, Instant ginger, Coconut jam, Amahai village, Food securit

    STRATEGI PENANGANAN DAN PEMANFAATAN KEMBALI FUNGSI SAMPAH UNTUK MENDUKUNG OBJEK WISATA DI DESA CEPAKA

    Get PDF
    Desa Cepaka merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa Cepaka memiliki potensi untuk menjadi objek wisata, tetapi belum dikembangkan. Potensi objek wisata tersebut yaitu melalui lintasan jogging track yang berada di Desa Cepaka. Tahap awal dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Ganjil Tahun 2019/2020 ini dilaksanakan dengan kegiatan survey, serta mencari informasi dan data mengenai objek wisata. Untuk mendukung objek wisata yang bersih, indah, menarik, asri, dan sejuk maka diharapkan seluruh masyarakat Desa Cepaka dapat aktif dan peduli terhadap lingkungan disekitar desa. Sampah akan selalu ada dalam kegiatan rumah tangga maupun dalam kehidupan sehari-hari, karena semua yang beraktivitas pasti akan menghasilkan sampah dan begitu juga yang terjadi di Desa Cepaka. Untuk menunjang hal tersebut, maka diperlukan upaya penanganan dan pengelolaan sampah dengan baik, karena pengelolaan sampah yang baik dapat memberikan manfaat yang baik juga bagi lingkungan, dan masyarakat desa. Kesadaran masyarakat serta kepedulian masyarakat berperan penting dalam merealisasikan jalan usaha tani (jogging track) di Desa Cepaka menjadi suatu objek wisata yang akan dapat memberikan nilai ekonomis yang lebih. Kata Kunci: Kuliah Kerja Nyata (KKN), Objek Wisata, Pengelolaan Sampah ABSTRACT Cepaka Village is a village located in Kediri District, Tabanan Regency, Bali Province. Cepaka Village has the potential to become a tourist attraction, but has not yet been developed. The potential of these attractions is the jogging track in Cepaka Village. The first stage of The Community Service Program (KKN) period 2019/2020 was carried out with survey activities, as well as searching for information and data on tourist objects. To support tourist objects that are clean, beautiful, attractive, beautiful, and cool, it is hoped that the entire community of Cepaka Village can be active and care for the environment around the village.  Garbage will always be present in household activities and in everyday life, because all those who are active will definitely produce rubbish and will also occur in Cepaka Village. To support this, waste management and how to handling it is needed, because waste management can provide benefits that also benefit for environment, and the communities. Public awareness is the important things in realizing the jogging track (jogging track) in the Cepaka Village become one of the attractions that will provide more economic value. Keywords: The Community Service Program (KKN), A tourist attraction, Waste managemen

    PENERAPAN RANTAI DINGIN SERTA SANITASI DAN HYGIENE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HASIL TANGKAPAN NELAYAN DESA TAGALAYA

    Get PDF
    Desa Tagalaya merupakan salah satu Desa di Kecamatan Tobelo yang masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Cara penangkapan menggunakan alat tangkap sederhana dan armada penangkapanpun masih tradisional, dengan demikian proses penanganan, sanitasi dan hygiene belum dilakukan secara efektif dan efisien. Secara umum, masyarakat desa Tagalaya tidak menggunakan es karena lokasi penangkapan ikan dan penjualan dekat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan nelayan mengenai pentingnya penerapan rantai dingin (Cold Chain System) serta sanitasi dan hygiene, sehingga nilai jual hasil tangkapan tinggi dan berkualitas baik. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melalui kegiatan penyuluhan dan diskusi. Penyampaian materi mengenai sistem rantai dingin meliputi konsep rantai dingin, dampak tidak diterapkannya rantai dingin terhadap hasil tangkapan. Sedangkan cakupan materi mengenai sanitasi dan hygiene hasil tangkapan adalah pengertian dan ruang lingkup sanitasi dan hygiene serta dampak penerapan sanitasi dan hygiene. Hasil kegiatan yakni masyarakat antusias menerima kateri yang disampaikan, beberapa diantara mereka berkomitmen untuk menerapkan materi yang didapat untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan. Kata kunci: Desa Tagalaya, Rantai dingin, Sanitasi dan hygiene, Penanganan ikan  ABSTRACT Tagalaya is one of the Village in Tobelo sub-district whom its inhibitants did fisheries for living.  Their fishing method were simple and conventional, also their handling method, sanitation and hygiene practice were not effective and efficient. Commonly, Tagalaya inhibitants are not using ice for initial handling because fishing areas and selling location nearby. The aim of this activity was to increase the fisheries knowledge about the importance of cold chain system, sanitanion and hygiene of their catches, it can affect its selling price and quality. This activity was carried out in form of counseling and discussion.  The theory about cold chain system and its impact if it cannot applied; the scope of sanitation and hygene and its positive impact were delivered. The result of this activity was the fisheries are very enthusiastic and commited to apply the theory in their fishing activity (fishing handling) to increase fish selling price. Keywords: Tagalaya, Cold Chain, Sanitation and Hygiene, Fish handlin

    PEMELIHARAAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) DENGAN PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN DI DESA PULAU SEMAMBU, KECAMATAN INDRALAYA UTARA, KABUPATEN OGAN ILIR

    Get PDF
    Desa Pulau Semambu merupakan suatu desa yang terdapat di Kabupaten Ogan Ilir yang memiliki potensial untuk dilakukan pengembangan bidang perikanan terutama dibidang budidaya ikan perairan tawar. Permasalahan dihadapi oleh pembudidaya ikan yang menjadi mitra adalah tingginya harga pakan di pasar sehingga menyebabkan keuntungan yang diperoleh oleh mitra rendah. Hal ini mendorong tim pelaksana untuk menginisiasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan membuat pakan tambahan. Pakan tambahan merupakan pakan yang diberikan selain pakan utama berupa pelet. Salah satu bahan yang dapat digunakan antara lain dedak dan ampas tahu. Penggunaan pakan tambahan berupa fermentasi dedak dengan ampas tahu diharapkan dapat mengurangi penggunaan pakan komersial sehingga dapat mengurangi penggunaan pakan komersil dan menghasilkan pertumbuhan ikan yang tinggi. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: (1) Tahap persiapan, (2) Tahap sosialisasi atau penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan tambahan, (3) Tahap monitoring dan evaluasi dengan pendampingan teknis pemeliharaan ikan di lokasi mitra oleh mahasiswa praktek lapang. Berdasarkan hasil yang diperoleh, kelompok pembudidaya sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan secara aktif mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Berdasarkan dempot yang dilakukan diperoleh bahwa ikan yang diberikan pakan tambahan menghasilkan pertumbuhan bobot dan panjang mutlak serta efisiensi pakan ikan patin yang tinggi yaitu sebesar masing-masing sebesar 6,7 g, 5,2 cm dan 133,0 %. Hal ini membuktikan bahwa pakan tambahan berupa fermentasi dedak dengan ampas tahu dapat diterapkan dalam budidaya ikan patin. Kata kunci: Pakan tambahan, Ikan patin, Desa Pulau Semambu ABSTRACT Pulau Semambu Village located in Ogan Ilir Regency has the potential to be developed in the fisheries, especially in the freshwater fish farming. The problem faced by fish farmers who are partners is the high price of feed in the market, which causes the lowly profits obtained by the partners. This prompted the implementation team to initiate to help solve the problem by making additional feed. Additional food is feed given in addition to the main feed in the form of pellets. One ingredient that can be used namely bran and tofu dregs. The use of additional feed form of bran fermentation with tofu waste is expected to reduce the use of commercial feed. The service activities were carried out through several stages: (1) Preparation stage, (2) Counseling and training stage for making additional feed, (3) The monitoring and evaluation phase was carried out with a demonstration plot of technical assistance in maintaining fish at a partner location by field practice students. Based on the results obtained, the group of farmers is very enthusiastic about participating in the extension activities and actively asking questions at the discussion session. Based on the demonstration plot that was obtained that the fish which were given additional feed produced growth and efficiency of high catfish feed that for each of 6.7 g, 5.2 cm and 133.0%. This proves that additional feed form bran fermentation with tofu waste can be applied in catfish culture. Keywords: Supplementary feed, Catfish, Pulau Semambu Villag

    PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    Get PDF
    COVID-19 merupakan masalah Kesehatan global yang melanda berbagai lini kehidupan masyarakat. Transmisi penularan COVID 19 pada tenaga kesehatan menjadi isu penting di era pandemi COVID 19 ini. Pada bulan Juli 2020, terjadi penularan COVID-19 di RS UNS dalam jumlah besar. Mitra pengabdian adalah PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) RS UNS. Salah satu misi PPNI RS UNS adalah keselamatan kerja perawat dalam pandemi COVID-19. Analisis masalah menunjukkan bahwa kurang waspada terhadap penularan sesama perawat, kurangnya pengetahuan tentang penularan dan alat pelindung diri yang baik, stress dan kecemasan pada perawat, dan kurangnya dukungan manajemen rumah sakit adalah akar masalah dari penularan COVID-19 di tenaga kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk melakukan pencegahan bagi tenaga kesehatan agar tetap dapat melakukan pelayanan kesehatan tetapi terlindungi dan terjamin keselamatannya sebagai upaya untuk meminimalisir risiko tertular virus COVID-19. Pengabdian ini bertema pencegahan penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan di RS UNS. Kegiatan pengabdian meliputi edukasi penularan COVID-19 dengan bentuk video dan media sosial, pembuatan video adaptasi kebiasaan baru dan pemakaian APD, dan memberi masukan kepada manajemen RS mengenai pencegahan penularan COVID-19 bagi tenaga Kesehatan. Pengabdian pencegahan penularan COVID-19 pada tenaga Kesehatan di RS UNS menyebabkan penurunan angka penularan COVID-19 di RS UNS. Kata kunci: Pencegahan, Penularan, Corona virus disease-19, Tenaga kesehatan, RS UNS ABSTRACT COVID-19 is a global health problem that affects various lines of people's lives. The transmission of COVID 19 to health workers is an important issue in the era of the COVID 19 pandemic. In July 2020, there was a large number of COVID-19 transmission at the UNS Hospital. The community service partner is PPNI (Indonesian National Nurses Association) UNS Hospital. One of the missions of PPNI RS UNS is the safety of nurses in the COVID-19 pandemic. Problem analysis shows that less awareness of transmission among nurses, lack of knowledge about transmission and good personal protective equipment, stress and anxiety in nurses, and lack of hospital management support are the main cause of transmission of COVID-19 in health workers. Therefore it is necessary to prevention effort for health workers so that they can still provide health services but are protected and guaranteed their safety as an effort to minimize the risk of contracting the COVID-19 virus. The aim of this dedication is to preventing the transmission of COVID-19 to health workers at UNS Hospital. Dedication activities include education on the transmission of COVID-19 in the form of videos and social media, make videos of adaptation of new habits and the use of PPE, and providing input to hospital management regarding the prevention of COVID-19 transmission for health workers. The dedication to prevent the transmission of COVID-19 to health workers at UNS Hospital has led to a decrease in the number of COVID-19 transmission at UNS Hospital. Keywords: Prevention, Transmission, Corona virus disease-19, Health workers, UNS hospita

    PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL UNTUK MENCEGAH PENYAKIT AYAM BROILER DI KELOMPOK PETERNAK DESA NOELBAKI

    Get PDF
    Penanganan penyakit hewan menggunakan obat sintetik dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan residu dan mempengaruhi kualitas produk. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani ternak "Veto Mone dan Kutulak" dalam melakukan pencegahan penyakit melalui penerapan sistem pemeliharaan ayam broiler yang ramah lingkungan dan pembuatan jamu yang bersumber dari tanaman herbal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan, demonstrasi plot, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian, antara lain: 1) panduan pemeliharaan ayam broiler ramah lingkungan sebanyak 8 eksemplar; dan 2) jamu herbal yang difermentasi sebanyak 5 liter. Kegiatan pengabdian telah memberikan manfaat positif bagi anggota kelompok tani ternak terutama dalam mengetahui teknik pembuatan dan aplikasi jamu herbal dalam pemeliharaan ayam broiler. Kata kunci: Broiler, Herbal, Jamu, Pencegahan, Penyakit ABSTRACT Handling of animal diseases using synthetic drugs in the long term can use residues and affect product quality. The service aims to increase the knowledge and skills of members of the farmer group "Veto Mone and Kutulak" in preventing disease through the application of an environmentally friendly broiler chicken maintenance system and making herbal medicine sourced from herbal plants. The methods used in community service activities include counseling, demonstration plots, and mentoring. The results obtained from the community service activities include: 1) environmentally friendly broiler chickens maintenance guidelines of 8 copies, and 2) fermented herbal medicine as much as 5 liters. The service has given a positive impact on the farmers especially in knowing the technique of making an application of herbal medicine in the maintenance of broiler chickens. Keywords: Broiler, Herbs, Herbal, Prevention, Diseas

    PENERAPAN STRATEGI MARKETING BERBASIS INOVASI BAGI PENGRAJIN GERABAH DESA GEBANGSARI KLIRONG KEBUMEN

    Get PDF
    Gerabah Gebangsari merupakan salah satu satu produk khas desa Gebangsari yang diwariskan secara turun temurun namun belum mampu meningkatkan perekonomian pengrajin sehingga banyak yang beralih ke usaha lain seperti buruh genteng dan batu bata, Minimnya pengetahuan srategi marketing dan kurangnya nilai ekonomis gerabah menyurutkan pengrajin untuk menekuni kerajinan gerabah ini, ditambah lagi adanya pandemi covid 19 yang saat ini melanda seluruh dunia. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah pengrajin gerabah desa Gebangsari kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu FGD, penyuluhan dan pendampingan. Target permasalahan prioritas yang segera ditangani dalam kegiatan pengabdian ini adalah masalah strategi marketing. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya pemecahan atas permasalahan yang ada sehingga dapat membentuk masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui pengetahuan dan ketrampilan khususnya bidang marketing sehingga memperluas pasar dan volume penjualan serta efisiensi biaya produksi dan pemasaran. Output yang diberikan ke pengrajin berupa alat peraga marketing, banner dan alat putar gerabah elektronik. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan (1) dapat menggali permasalahan permasalahan yang dihadapi pengrajin khususnya dibidang marketing yang akhirnya dapat menumbuhkan motivasi tinggi untuk pengembangan usaha produksi gerabah (2) menambah pengetahuan strategi marketing sehingga meningkatkan volume penjualan pasca pandemi covid 19. Kata kunci: Pengrajin, Gerabah, Strategi, Marketing ABSTRACT Gebangsari pottery is one of the typical products of Gebangsari village that has been passed down from generation to generation but has not been able to improve the craftsmen's economy. This condition makes many of craftsmen have switched to other businesses such as tile and brick. The lack of marketing strategies knowledge and the pottery economic value have discouraged craftsmen from pursuing this pottery craft. It is worsen by the current condition affected by the Covid-19 pandemic sweeping the entire world. Community service partners of this program were pottery craftsmen in Gebangsari, Klirong, Kebumen. The method used in this service was FGD namely counseling and mentoring. The immediately handled issue of this service activity are those related to marketing strategy. Purpose of this community service activity is as an effort to solve existing problems so that they can form an economically independent society through knowledge and skills. The existing problem to tackle is especially in the field of marketing so as to expand the market and sales volume as well as the efficiency of production and marketing costs. The outputs given to the craftsmen were in the form of marketing props, banners, and electronic earthenware rotary tools. The results show that the activities carried out (1) can explore the problems faced by craftsmen, especially in the marketing sector, which in turn can foster high motivation of pottery production business development and 2) increase marketing strategies knowledge in order to intensify sales volume after the Covid-19 pandemic. Keywords: Craftsmen, Pottery, Strategy, Marketin

    357

    full texts

    363

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇