LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    363 research outputs found

    ANALISIS PERHITUNGAN DAN PENERAPAN PPH PASAL 4 AYAT 2 ATAS PEREDARAN BRUTO TAHUN 2017-2019 DI PT CASPLA BALI

    Get PDF
    Analisis perhitungan dan penerapan PPh Pasal 4 ayat 2 atas peredaran bruto tahun 2017-2019 ini untuk mengetahui perhitungan dan penerapan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 atas peredaran bruto tertentu sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku salah satunya di PT Caspla Bali. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan yang diteliti di divisi sheshell bagian akuntansi pajak. Salah satu pajak yang diperhitungkan oleh PT Caspla Bali yaitu pajak penghasilan pasal 4 ayat 2 atau juga disebut PPh final yang merupakan pajak yang dikenakan pada wajib pajak badan maupun wajib pajak orang pribadi atas beberapa jenis penghasilan yang mereka dapatkan dan pemotongan pajaknya bersifat final. Hasil perhitungan dan penerapan pajak penghasilan PT Caspla Bali tahun 2017 telah sesuai dengan tarif Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2013 sedangkan pada Tahun 2018 dan 2019 tidak sesuai dengan sesuai Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2018 sehingga mengalami selisih pada tahun 2018 yaitu Rp 7.333.228,50 dan tahun 2019 Rp 2.851.685. Selisih ini diakibatkan kurangnya update peraturan pemerintah mengenai Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 2013. Kata Kunci: Perhitungan, Penerapan, Pt caspla bali, Pajak penghasilan, Peredaran bruto ABSTRACT Analysis calculation and the application of income tax article 4 paragraph 2 over the gross turnover of years 2017-2019 In PT Caspla Bali to record income tax and the implementation of article 4 paragraph 2 of the gross turnover of certain based on government regulation prevailing one of them is in PT Caspla Bali. The Company is one of the companies surveyed in the sheshell part of tax accounting. One tax anticipated by PT Caspla Bali the income tax article 4 paragraph 2 or also called from final is a tax imposed on taxpayers body and taxpayers individual and on some types of income they get and cutting rates be final. A rough calculation and application of the income tax PT Caspla Bali 2017 tariff compliance with government regulations Number 46 years 2013 in 2018 and 2019 not according to according to a government regulation Number 23 years 2018 so experienced the difference in 2018 7,333,228.50 and years old 2019 2,851,685. The difference was caused by a lack of an update of the government about government regulation number 23 years 2013. Keywords: Calculation, Application, PT caspla bali, Income tax, Gross turnove

    PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK DALAM RANGKA PERINGATAN HARI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) SEDUNIA DAN BULAN PEDULI KANKER PARU

    Get PDF
    Padang Municipality has been making effort to improve quality of life for its citizens by providing out door facility trough weekly car free day program. Even though it is supposed to be fresh air there were many visitors still smoking tobacco so that caused air pollution. Tobacco smoking has been known as major risk factor for Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) and lung cancer. In addition tobacco smoking has been considered to have association with twenty millions premature deaths. Our objectives were to outspread knowledge about hazard of tobacco and smoking cessation campaign in commemoration of  COPD word day and month of lung cancer care 2018. Counseling was implemented by presentation, discussion, leaflet, and quiz with door prize. Meanwhile, smoking cessation campaign was performed by waking around and giving present to individu who willingly put out the cigarette at the moment. Total 155 visitors were involved in the event. They were classified in three groups of never smoker, former smoker or current smoker. Furthermore, 74 self identified current smokers were assessed in regard of grade of smoking, nicotine dependence, and motivation to smoke by using standardized questioner.  Analysis of interview found out most of visitors were mild smoker with low nicotine dependence, and had motivation for smoking by social influence and stress relief. The data could be considered in choosing smoking cessation program for community. Keyword: tobacco smoking, nicotine, COPD, lung cance

    IPTEK BAGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN: PENERAPAN METODE SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION) DI KECAMATAN NAMORAMBE, KABUPATEN DELI SERDANG, SUMATERA UTARA

    Get PDF
    Meningkatkan produksi beras sebagai bahan pangan utama di Indonesia merupakan tantangan ketahanan pangan. Ketersediaan produksi dapat ditempuh tanpa harus meningkatkan penggunaan sumberdaya alam melalui peningkatan produktivitas lahan, mengingat masih besarnya kesenjangan antara produksi yang dihasilkan petani dan potensi yang dapat dicapai. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, melalui penyuluhan dan pelatihan yang bersifat partisipatip dengan implementasi langsung pada areal usahatani petani peserta (demonstrasi plot), meliputi: (i) pemupukan tepat (jenis, jumlah dan waktu aplikasi), (ii) teknik sederhana seleksi benih, (iii) teknik sederhana pengolahan jerami (limbah produksi padi) menjadi pupuk organik yang diaplikasikan dalam budidaya padi, dan (iv) teknik penanaman padi metode SRI (system of rice intensification) dengan dua bibit per lubang tanam dengan umur bibit lebih pendek. Hasil yang diperoleh: (i) produksi padi meningkat dari sekitar 5,4 ton menjadi 8,75 ton/ha (peningkatan 62 %), (ii) penggunaan bibit berkurang dari 40-50 kg menjadi 10 kg/ha (turun 75 – 80 %), biaya pengolahan tanah dan penggunaan pupuk (Urea, SP-36 dan KCl) berkurang 50 %, dan (iii) petani mampu mengolah limbah panen padi (jerami) menjadi pupuk organik yang penggunaannya akan meningkatkan kualitas tanah. Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan dari tingkat demplot menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas sehingga teknik budidaya ini semakin cepat diadopsi oleh petani padi di Sumatera Utara. Kata kunci: Ketahanan Pangan, Iptek bagi Masyarakat (IbM), Metode SRI (system of rice intensification), pengomposan pupuk organik, Sumatera Utara ABSTRACT Keywords: Food security, Sci-tech for community, System of Rice Intensification (SRI), Composting organic fertilizer, North SumatraTo increase rice production as a staple food in Indonesia is a challenge to food security in terms of availability, in line with population growth and an increase in per capita income. The availability of production can be pursued without having to increase the use of natural resources through increasing productivity, given the large gap between the production produced by farmers and the potential that can be achieved. This community service activity (sci-tech for the community) aims to increase rice production in Namorambe District, Deli Serdang Regency, North Sumatra, through participatory extension education and training with direct implementation in participating farmer’s farm (demonstration plots), including: (i) proper fertilization (type, quantity and time of application), (ii) simple seed selection techniques, (iii) simple composing techniques of paddy straw into organic fertilizers applied in rice cultivation, and (iv) rice planting method SRI (system of rice intensification) with two seeds per planting hole an earlier replanting. Results obtained: (i) rice production increased from about 5.4 tonnes to 8.75 tonnes / ha (an increase of 62%), (ii) the use of seeds was reduced from 40-50 kg to 10 kg / ha (decreased by 75 - 80 %), reducing of land processing costs as well as fertilizer application up to 50 %, and (iii) farmers are able to process rice harvest waste (paddy straw) to become organic fertilizer, which will improve soil quality. It is hoped that this method can be replicated to reach a wider group of farmers at the farm level

    EDUKASI PEMANFAATAN PELAYANAN POSYANDU PASCA PANDEMIK COVID-19 MEMASUKI MASA NEW NORMAL DALAM PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT

    Get PDF
    Pos pelayanan terpadu (Posyandu) merupakan wadah titik temu antara pelayanan professional dari petugas kesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya penurunan angka kematian bayi dan angka kelahiran. Pandemik covid-19 menyebabkan masyarakat takut akan memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu khusunya ibu yang mempunaya anak balita enggan membawa bayinya dimasa era new norma dan adaptasi, sehingga perlunya dilakukan edukasi ke masyarakat tentang pemnfaatan pelayanan kesehatan di masa new normal ini dengan memperhatikan protokol kesehatan sesuai ketetapan pemerintah. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan meningkatakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan di posyandu pada masa new normal  dan masa adaptasi. Program ini dilaksanakan pada tanggal 28-19 Juli 2020 dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada kader kesehatan dan masyarakat dengan jumlah peserta 61 orang dengan mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Tim dosen yang melakukan pengabdian mengharapkan partisipasi kader untuk pendampingan kepada masyarakat khusunya ibu yang mempunyai anak balita agar mau datang ke posyandu dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kata kunci: Covid-19, Eduksasi, Kesehatan masyarakat, New normal, Posyandu ABSTRACT Integrated service posts (Posyandu) are a meeting point for professional services from health workers and community participation in overcoming public health problems, especially in efforts to reduce infant mortality and birth rates. The Covid-19 pandemic has caused the public to be afraid to take advantage of health services at posyandu, especially mothers who have children under five are reluctant to bring their babies in the era of new norms and adaptations, so it is necessary to educate the public about the use of health services in this new normal period by paying attention to health protocols according to the provisions government. The purpose of this community service activity is to increase public knowledge and awareness about the use of health services at posyandu during the new normal and adaptation periods. This program was carried out on 28-19 July 2020 in the form of health education to health and community cadres with a total of 61 participants by asking questions in discussion sessions. The team of lecturers who do the service hopes for the participation of cadres to provide assistance to the community, especially mothers with toddlers to come to the posyandu in improving the health of mothers and children. Keywords: Covid-19, Education, Public health, New normal, Posyand

    PELATIHAN PENGOLAHAN IKAN AIR TAWAR SEBAGAI POTENSI LOKAL UNTUK PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI NAGARI ALAHAN PANJANG KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencarikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya para wanita dalam meningkatkan ekonomi keluarga, yaitu dengan cara membuat aneka olahan yang beranekaragam berbasis bahan pangan lokal (ikan air tawar). Hasil perikanan air tawar yang terdapat di Nagari Alahan Panjang masih terbatas untuk pemenuhan kebutuhan makanan sehari, yaitu lauk-pauk. Biasanya ikan tersebut digoreng, digulai, atau dipepes. Wanita sebagai pengelola rumah tangga, haruslah mampu menggali potensi dan sumber daya keluarga yang ada. Jika sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, niscaya akan sangat membantu dalam meningkatkan taraf kehidupan dan ekonomi keluarga. Terkait dengan hal tersebut, maka dirasa perlu untuk memberikan keterampilan pengolahanikan air tawar kepada ibu rumah tangga, sehingga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk berwirausaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Berdasarkan analisis masalah di atas, maka usulan model kegiatan adalah : Pelatihan peningkatan kreatifitas membuat aneka olahan berbasis bahan pangan lokal, serta pendampingan teknis bagi ibu –ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK ataupun tidak tergabung dalam PKK, serta remaja putri yang berada di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengelolaan usaha. Metode yang dilakukan dalam kegiatan PKM yaitu : Memberikan beberapa alat, bahan pelatihan, serta modul materi pelatihan yang akan dilaksanakan; Penyajian materi sesuai dengan isi buku resep ditambah mengenai materi gizi makanan, hygine dan sanitasi, manajemen dapur, dan kewirausahaan terkait usaha yang akan dijalankan; serta Pelatihan pembuatan beberapa jenis aneka olahan berbasis bahan pangan lokal. Target luaran kegiatan adalah : Peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan aneka olahan; Peserta mampu menata dan mengelola usaha mereka dengan baik dan berkelanjutan; terdapatnya aneka olahan khas berbasis pangan lokal yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh bagi konsumen; serta dihasilkannya publikasi ilmiah hasil PKM melalui jurnal nasional maupun media masa. Kata kunci : Ibu rumah tangga, remaja putri, pelatihan, olahan, ikan air tawar ABSTRACT This community service activity aims to find solutions to problems faced by the community, especially women in improving the family economy, namely by making various preparations based on local food ingredients. Because the freshwater fishery products found in Nagari Alahan Panjang are still limited to meeting daily food needs, namely side dishes. Usually the fish is fried, rolled, or dipepes. Women as household managers must be able to explore the potential and existing family resources. If these resources can be utilized properly, it will undoubtedly be very helpful in improving the standard of life and the family economy. In connection with this, it is necessary to provide food skills to housewives, so that it is hoped that it can increase knowledge and skills that can be used for entrepreneurship to improve the family economy. Based on the problem analysis above, the proposed activity model is: Training to increase creativity in making various local food-based preparations, as well as technical assistance for housewives who are members of the PKK or not part of the PKK, as well as young women who are in Nagari Alahan Panjang, Lembah Gumanti District, starting from planning, implementation, to business management. The methods used in PKM activities are: Providing several tools, training materials, and training material modules to be implemented; Presentation of material in accordance with the contents of the recipe book plus the material on food nutrition, hygiene and sanitation, kitchen management, and entrepreneurship related to the business to be run; as well as training in the manufacture of various types of local food based preparations. The output targets for the activity are: Participants can improve their knowledge and skills in producing various preparations; Participants are able to organize and manage their business properly and sustainably; there are various local food-based specialties that can be used as souvenirs for consumers; and producing scientific publications on PKM results through national journals and mass media. Keywords: Housewives, Young Women, Training, Processed, Fresh water Fish

    PENERAPAN DAN PENINGKATAN SANITASI MAKANAN PADA PRODUKSI KERUPUK IKAN DI UD SUMBER REJEKI KELURAHAN GUNUNG ANYAR TAMBAK KOTA SURABAYA

    Get PDF
    Permasalahan yang terjadi pada mitra (UD Sumber Rejeki) adalah minimnya pengetahuan tentang sanitasi makanan pada produksi kerupuk ikan. Hal ini dapat terlihat dari kondisi peralatan yang digunakan dalam produksi kerupuk ikan yang belum sepenuhnya dipisahkan antara peralatan proses produksi dan peralatan rumah tangga. Kurangnya pengetahuan mitra juga ditunjukkan pada saat proses produksi belum menggunakan baju produksi (apron), topi koki, dan dalam produksi kerupuk ikan belum memenuhi kaidah atau pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan dan meningkatkan sanitasi makanan pada produksi kerupuk ikan sesuai dengan kaidah CPPOB. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi, pendampingan, dan edukasi tentang penerapan dan peningkatan sanitasi serta penggunaan peralatan yang sesuai dengan kaidah CPPOB. Metode lainnya adalah membantu pengadaan baju produksi (apron), topi koki, booklet yang berisikan sanitasi diri, bahan baku, peralatan, dan sanitasi ruangan. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra sangat antusias dalam menerima materi yang disampaikan dan berkomitmen untuk menerapkan dan meningkatkan sanitasi serta penggunaan peralatan sesuai dengan kaidah CPPOB, adanya baju produksi (apron), topi koki, masker, tempat sampah, dan booklet. Kata kunci: CPPOB, Manajemen produksi, Produksi kerupuk ikan, Sanitasi, UD sumber                        rejeki ABSTRACT The problem that occurs to partner (UD Sumber Rejeki) is the lack of knowledge about food sanitation in fish crackers production. This can be seen from the condition of the equipment used in the production of fish crackers that has not been completely separated between the production process equipment and household appliances. The lack of knowledge of partner is also shown when the production process does not use apron, chef’s hat, and fish crackers production does not meet the rules for CPPOB. This aims to implement and improve food sanitation in fish crackers production in accordance with CPPOB principles. The method used in this activity is to conduct socialization, mentoring, and counseling on the implementation and improvement of sanitation and the use of equipment in according with CPPOB principles. Another method is to help procure apron, chef’s hat, booklets containing personal sanitation, raw materials, equipment, and room sanitation. The results of this activity is that the partner is very enthusiastic in receiving the material presented and is committed to implementing and improving sanitation and the use of equipment in accordance with CPPOB principles, the existence of apron, chef’s hat, masks, trash bins, and booklets. Keywords: CPPOB, Fish Crackers Production, Production Management, Sanitation, UD sumber rejek

    WISATA PANTAI SEBAGAI SENTRA OLAHAN MINYAK KELAPA TAHAN SIMPAN DAN VIRGIN COCONUT OIL PASCA GEMPA DI DESA SALUBOMBA

    Get PDF
    Desa Salubomba memiliki potensi hasil pertanian melimpah, namun belum mampu mengangkat tingkat kesejahteraan yang lebih baik, karena ketidakberdayaan masyarakat mengelola potensi sumberdaya yang dimiliki dan manajemen lemah pasca gempa. Salah satunya belum dapat mengolah minyak kelapa yang tahan simpan dan virgin coconut oil (VCO). Meningkatkan pendapatan masyarakat pasca gempa perlu diberdayakan pengolahan hasil pertanian sehingga menghasikan produk bernilai ekonomi tinggi dipasarkan pada lokasi wisata pantai. Tujuan PPDM yaitu membantu program pemerintah membangun masyarakat, membantu mensukseskan terlaksananya program RPJM desa serta membantu kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Mitra PPDM yaitu kelompok mengolah minyak tahan simpan dan Virgin Coconut Oil serta pengelola wisata sebagai pengrajin lidi kelapa. Kegiatan berbasis teknologi meliputi penyuluhan, pendidikan dan pelatihan pengolahan hasil pertanian serta pendampingan pasca pelatihan. Proses untuk mengembangkan kelompok mitra yang lebih berdaya guna, dengan pendekatan learning by doing yaitu belajar sambil berusaha. Pendekatan dilakukan pasca pelatihan untuk pengembangan usaha, sehingga tercipta wirausaha baru untuk peningkatan ekonomi masyarakat pasca gempa. Kegiatan non teknis; manajemen kelompok melalui penguatan kelembagaan kelompok mitra, strategi pemasaran dan pembukuan kelompok mitra. Keseimbangan antara kegiatan teknis pengolahan hasil pertanian dan manajemen kelompok, berkembang menuju kelompok mandiri, memasarkan produk olahan lokal menunjang kepariwisataan di desa Salubomba. Kata kunci: Kelapa, Minyak kelapa, VCO, Wisata pantai ABSTRACT Salubomba village has the potential for abundant agricultural products, but has not been able to raise a better level of welfare, due to the powerlessness of the community to manage its potential resources and weak post-earthquake management. One of them has not been able to process storage-resistant coconut oil and virgin coconut oil (VCO). Increasing the income of the community after the earthquake, it is necessary to empower agricultural product processing so as to produce high economic value products marketed at coastal tourism locations. The objectives of PPDM are to assist government programs to build communities, to help the implementation of the village RPJM program and to help the independence and welfare of the community. PPDM partners, namely a group processing storage resistant oil and virgin coconut oil as well as tourism managers as coconut stick craftsmen. Technology-based activities include counseling, education and training on agricultural product processing as well as post-training assistance. The process of developing a more efficient partner group with a learning by doing approach, namely learning by doing. The approach is carried out after training for business development, so as to create new entrepreneurs to improve the community's economy after the earthquake. Non technical activities; group management through institutional strengthening of partner groups, marketing strategies and  bookkeeping of partner groups. The balance between technical activities of agricultural product processing and group management, developing towards an independent group, marketing local processed products to support tourism in the village of Salubomba. Keywords: Coconut, Coconut oil, Virgin coconut oil, Beach touris

    PELATIHAN PENYUSUNAN PENELITIAN TINDAKAN UNTUK GURU BIMBINGAN DAN BIMBINGAN

    Get PDF
    Kompetensi konselor sekolah untuk menemukan pengetahuan baru dalam bimbingan dan konseling disebut kemampuan penelitian. Seorang konselor sekolah di Indonesia sangat paham akan kompetensinya melakukan penelitian. Faktanya, konselor sekolah meneliti tanpa merancang proposal karena memenuhi akreditasi sekolah. Pelatihan konselor sekolah membuat proposal penelitian merupakan salah satu caranya. Metode tersebut menggunakan pemberian informasi, pelatihan, pendampingan, dan brainstorming dalam merancang proposal penelitian. Proses pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan agar guru BK memiliki kemampuan merancang latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kajian pustaka, kerangka berpikir, dan metode penelitian tindakan di bidangnya. bimbingan dan konseling. Proses mengembangkan metode penelitian dengan menentukan subjek penelitian, menyusun instrumen penelitian, dan pengetahuan yang berkaitan dengan validitas, reliabilitas, dan analisis data. Guru Bimbingan dan Konseling dapat menggunakan kutipan yang benar dan menyusun bibliografi dengan aplikasi Zotero dengan google scholar. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdapat fenomena yang dapat diciptakan dalam penelitian bimbingan dan konseling serta mengembangkan kemampuan guru bimbingan dan konseling dalam menyusun penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Bank proposal penelitian dengan cara online untuk mengumpulkan desain proposal penelitian bimbingan dan konseling. Kata kunci: Penelitian Tindakan, Bimbingan dan Konseling, Pelatihan ABSTRACT School counsellor competencies to find new knowledge in guidance and counselling called research ability. A school counsellor in Indonesia understands well about their competence to do research. The fact is that school counsellors research without designing proposals because they meet school accreditation. School counsellors training to create research proposals is one way. The method uses the provision of information, training, mentoring, and brainstorming in designing research proposals. The process community service through training activity so that guidance and counselling teachers have the ability in designed of background, problem identification, problem boundaries, problem formulation, research objectives, research benefits, literature review, thinking framework, and action research methods in the field of guidance and counselling. Process develop research methods by determining research subjects, compiling research instruments, and knowledge related to validity, reliability, and data analysis. Guidance and counselling teachers can use correct citations and compile a bibliography with the Zotero application with google scholar. The result of community service the activity is that there are phenomena that can be created in guidance and counselling research and develop guidance and counselling teacher ability in drafting action research guidance and counselling. Research proposal banks in a way online to collect design of guidance and counselling research proposals. Keywords: Action research, Guidance and counseling, Trainin

    PELATIHAN DAN SOSIALISASI TEKNOLOGI PEMETAAN DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR KOTA PANGKALPINANG

    Get PDF
    Kota Pangkalpinang memiliki topografi relatif rendah dan berbatasan dengan laut di bagian timur. Pendangkalan aliran sungai, serta alih fungsi lahan menyebabkan bencana banjir pada musim hujan. Berdasarkan permasalahan dibutuhkan peningkatan penguasaan teknologi pemetaan bagi aparatur kecamatan dan kelurahan, pembuatan peta banjir, dan mensosialisasikannya kepada kalangan pelajar. Program dimulai dengan survey pengumpulan data koordinat banjir, diskusi kelompok terarah dan pelatihan pembuatan peta, dan sosialisasi hasil. Hasil program pengabdian telah meningkatkan kapasitas para aparatur kecamatan dan kelurahan dalam penguasaan teknologi pemetaan. Pada peta banjir dan genangan air Kota Pangkalpinang menunjukkan pola sebaran banjir terdapat pada morfologi dataran rendah disepanjang aliran Sungai Rangkui. Pelajar dan mahasiswa peserta sosialisasi mitigasi bencana banjir mampu memahami materi secara optimal. Keseluruhan hasil program pengabdian secara signifikan memberikan sumbangsih dalam implemetasi teknologi pemetaan untuk mitigasi bencana banjir. Kata Kunci:  Banjir, Mitigasi, Pemetaan, Pelatihan, Sosialisasi ABSTRACT Pangkalpinang City has a relatively low topography and bordered by the sea in the east. the stream siltation and land-use change cause floods during the rainy season. Based on the problem, it is needed to improve the mastery of mapping technology for district and village apparatus, making flood maps, and disseminating them to students. The program starts with collecting flood coordinate data, focus group discussions and map-making training, and socialization the result. the program has increased the capacity of the district and village apparatus in the mastery of mapping technology. On the map of floods and puddles of Pangkalpinang City shows the flood pattern distribution found in the lowland morphology along the Rangkui River. Students and scholars participating in the flood disaster mitigation socialization understood the material optimally. The overall results of the community service program significantly contributed to the implementation of mapping technology in flood mitigation. Keywords: Flood, Mitigation, Mapping, Training, Socializatio

    PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SAGU TUMANG MENJADI TEPUNG SAGU PADA HOME INDUSTRY SAGOE, DESA HAYA, KABUPATEN MALUKU TENGAH

    Get PDF
    Proses produksi sagu di Desa Haya Kabupaten Maluku Tengah dilakukan secara semi-mekanis. Hasil produksi berupa sagu basah (sagu tumang). Home industry Sagoe merupakan startup yang mengolah sagu tumang menjadi tepung sagu. Proses produksi yang dilakukan sangat sederhana mulai dari pengeringan, penghalusan, pentapisan, dan pengemasan. Tepung sagu yang dihasilkan masih mengandung partikel-partikel kecil ela sagu. Sehingga tepung sagu harus melewati proses perendaman terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mendapatkan pati sagu yang bersih. Tepung sagu “Sagoe” dijual dengan harga Rp. 11.000/pack untuk ukuran 450 gram. Penentuan harga ini mengikuti harga yang telah ada di pasar. Jadi mitra belum memiliki metode perhitungan dalam menentukan harga jual produknya.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan tiga tahapan, yaitu: tahapan persiapan, tahapan inti, dan tahapan evaluasi. Pada tahapan inti dilakukan pendampingan proses produksi dan pendampingan perhitungan harga jual tepung sagu. Hasil dari kegiatan ini adalah diperoleh proses produksi yang mampu memberikan tepung sagu yang lebih bersih. Selain itu, mitra juga telah mengetahui cara menentukan harga jual produk dengan metode cost plus pricing. Kata Kunci: Sagu tumang, Tepung sagu, Cost plus costing, Variable costing, Harga pokok produksi, Harga jual ABSTRACT The sago production process in Haya Village, Central Maluku Regency is carried out semi-mechanically. The product is wet sago (sago tumang). Home industry Sagoe is a startup that processes sago tumang into sago flour. The production process is very simple, starting from drying, refining, filtering and packaging. The resulting sago flour still contains small particles of sago ela. So that the sago starch must go through the soaking process first before being used to get clean sago starch. Sagoe flour is sold for Rp. 11,000/pack for 450 grams. This price determination follows the existing prices in the market. So partners do not have a calculation method in determining the selling price of their products. This community service activity uses three stages, namely: the preparation stage, the core stage, and the evaluation stage. At the core stage, assistance in the production process is carried out and assistance in calculating the selling price of sago flour. The result of this activity is a production process that is able to provide cleaner sago starch. In addition, partners also know how to determine the selling price of products using the cost plus pricing method. Keywords: Sagu tumang (wet sago), Sago powder, Cost plus costing, Variable costing, Cost  of goods sold, Selling pric

    357

    full texts

    363

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇