LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN IBU DAN PENDIDIKAN ANAK DI DESA KIARASARI KABUPATEN BOGOR
Peranan ibu sangat penting dalam keluarga karena selain pekerjaan rumah tangga ibu juga memiliki peran sebagai seorang pendidik bagi anak-anaknya. Aspek kesehatan menjadi tuntutan yang sangat penting bagi ibu demi kelancaran pekerjaan yang menjadi tanggung-jawabnya. Pendidikan anak terutama pada usia dini bisa dicapai melalui pendidikan formal maupun dengan bermain. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk usaha dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan bagi ibu dan memfasilitasi sarana pendidikan anak. Kegiatan ini bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) agar permasalahan serta maksud dan tujuan kegiatan ini tercapai. Kegiatan pengabdian ini memiliki 2 aspek yaitu kesehatan ibu dan pendidikan anak. Aspek kesehatan ibu dicapai melalui kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi dan keluarga yang diberikan oleh BKKBN sedangkan aspek pendidikan anak dicapai melalui kegiatan pembuataan taman bermain oleh Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kedua kegiatan tersebut memberi dampak yang baik bagi penduduk Desa Kiarasari, diantaranya: peningkatan pengetahuan kesehatan bagi ibu-ibu Desa Kiarasari dan semakin meningkatnya jumlah anak-anak yang berkunjung ke taman bermain dan taman bacaan.
Kata kunci: Kesehatan Reproduksi, Keluarga, Ibu, Pendidikan Anak, Taman Bermain
ABSTRACT
The mother's role is very important in the family because in addition to housework, the mother also has a role as an educator for her children. The health aspect is a very important demand for mothers for the smooth running of the work for which they are responsible. Children's education, especially at an early age, can be achieved through formal education or by playing. Therefore this service activity is a form of effort in increasing health knowledge for mothers and facilitating children's education facilities. This activity is in collaboration with the Central Population and Family Planning Agency (BKKBN) so that the problems and aims and objectives of this activity are achieved. This service activity has 2 aspects, namely maternal health and children's education. The maternal health aspect is achieved through reproductive and family health counseling activities provided by the BKKBN, while the children's education aspect is achieved through the creation of a playground by the Architecture Study Program at Muhammadiyah University, Jakarta. The two activities have had a good impact on the residents of Kiarasari Village, including: increasing health knowledge for the mothers of Kiarasari Village and the increasing number of children visiting the playground and reading garden.
Keywords: Reproductive Health, Family, Mother, Children's Education, Playgroun
PENINGKATAN USAHA KELOMPOK TANI HUTAN MADU KLANCENG BAROKAH DI DESA KALIPOH KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN
Pengembangan usaha madu klanceng dari lebah trigona sapiens merupakan peluang bagi masyarakat khususnya di pedesaan yang memiliki potensi sumber daya kakayaan hayati. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Klanceng Desa Kalipoh Kecamatan Ayah, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Mei sampai Desember 2020 yang sumber biayanya berasal dari program PKM Kemenristekdikti Tahun Angaran 2020. Tujuanya adalah untuk membantu pengembangan usaha dan pemasaran madu klanceng. Permasalahan utama yang dialami KTH Barokah yaitu menurunya volume produksi madu yang disebabkan oleh: (1) Suplai pakan lebah kurang mencukupi terutauma dimusim kemarau (2) Serangan hama meningkat, (3) banyak stupe (box sarang lebah) yang rusak. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan melaui Forum Group Discussion (FGD), pendampingan, pelatihan dan penyuluhan (fasilitasi). Hasil kegiatan yaitu berupa penataan kembali stupe lebah, penggantian 100 box sarang lebah yang rusak. Tumbuhnya 400 bibit tanaman bunga xantostemon, bunga air mata penganten, bunga kaliandra dan Batavia serta penanaman holtikultura berupa 200 bibit kopi dan kelengkeng jenis matalada. Pada bagian akhir kegiatan PKM hasilnya menunjukan adanya peningkatan volume produksi madu dari 8-12 liter menjadi 18-24 liter/bulan. Teknik pengemasan pada saat pelatihan telah diaplisikan dengan memakai botol yang lebih higienis dan menarik, serta penggunaan kemasan sachet yang lebih ekonomis menggunakan alat vacoom sealer. selain itu Tim PKM juga memberikan penyuluhan dan fasilitasi dalam distribusi dan penjualan. Dengan kegiatan PKM ini diharapkan kelompok masyarakat tani hutan semakin mampu dalam mengelola usahanya sehingga memiliki produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan.
Kata kunci: Madu Klanceng, Suplai Pakan, Produktifitas, Kemasan, Pemasaran
ABSTRACT
The development of the Klanceng honey business from the trigona sapiens bee is an opportunity for people, especially in rural areas who have the potential for bio-rich resources. This Community Service was carried out in Klanceng Village, Kalipoh Village, Ayah Subdistrict, Kab. Kebumen, Central Java. This activity takes place from May to December 2020, the source of which comes from the PKM program of the Ministry of Research, Technology and Higher Education for the 2020 budget year. The goal is to help business development and marketing of Klanceng honey. The main problem experienced by KTH Barokah is the reduced volume of honey production caused by: : (1) The supply of bee feed is insufficient, especially in the dry season. (2) The attack of pests has increased, (3) many stupes (beehive boxes) are damaged. The method used is an approach method through Forum Group Discussion (FGD), mentoring, training and outreach (facilitation). The results of the activities were in the form of rearranging the bee hive, replacing 100 damaged beehive boxes. The growth of 400 xantostemon flower seeds, the bride 's tear flower, calliandra and Batavia flowers, as well as horticultural planting in the form of 200 coffee seeds and matalada longan. At the end of the PKM activity, the results showed an increase in the volume of honey production from 8-12 liters to 18-24 liters / month. The packaging technique at the time of training was applied by using a more hygienic and attractive bottle, and the use of a more economical sachet package using a vacoom sealer. Besides that, the PKM Team also provided counseling and facilitation in distribution and sales. With this PKM activity, it is hoped that forest farming community groups will be increasingly able to manage their businesses so that they have superior products with high economic value to improve welfare.
Keywords: Klanceng Honey, Feed Supply, Productivity, Packaging, Marketin
PENDAMPINGAN INTRODUKSI BAYAM BRAZIL SEBAGAI SAYUR PEKARANGAN DI KOTA BANJARBARU
Banjarbaru merupakan kota pemukiman yang sebagian besar penduduknya tinggal di lahan sempit. Diversifikasi tanaman pekarangan perlu dilakukan di Kota Banjarbaru. Salah satu tanaman pekarangan yang mulai dibudidayakan masyarakat perkotaan pada saat ini dikenal dengan sebutan bayam Brazil (Alternanthera sissoo). Tanaman ini mulai diimpor dan diperkenalkan ke beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan introduksi tanaman Bayam Brazil sebagai tanaman pekarangan di Kota Banjarbaru. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode penyuluhan dan pendampingan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Aula Gawi Sabarataan Balai Kota Pemerintah Kota Banjarbaru selama satu hari. Peserta kegiatan berjumlah 59 orang yang terdiri dari Ketua Kelompok Wanita Tani, Ketua Dasa Wisma, dan Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru. Pendampingan penanaman bayam Brazil dilakukan di beberapa kelompok wanita tani. Masyarakat Kota Banjarbaru sangat antusias untuk menanam tanaman bayam Brazil di pekarangan. Hal ini karena tanaman bayam Brazil dapat dikonsumsi, mudah diperbanyak, mudah dibudidayakan, dan memiliki bentuk yang estetik.
Kata kunci: Bayam Brazil, Lahan Pekarangan,Urban Farming
ABSTRACT
Banjarbaru is a residential city that mostly lives in narrow land. Diversification of yard plants needs to be done in Banjarbaru. One of the yard plants that began to be cultivated by urban communities today is known as Brazilian spinach (Alternanthera sissoo). This plant began to be imported and introduced to several Southeast Asian countries, such as Malaysia and Indonesia. This community service activity aims to provide assistance in the introduction of Brazilian spinach plants as vegetable backyard in Banjarbaru Town. The method of activity used in community service is the method of counseling and assistance. Counseling activities were held at Gawi Sabarataan Hall of Banjarbaru for one day. The participants of the activity numbered 59 people consisting of the Chairmans of the Farmer Women Groups, the Chairmans of Dasa Wisma, and the PKK (Family Welfare Development) Mobilization Team of Banjarbaru City. Assistance in planting Brazilian spinach was carried out in Farmer Women Groups. Banjarbaru people are very enthusiastic to grow Brazilian spinach plants in the yard. This is because Brazil spinach plants can be consumed, easily reproduced, easy to cultivate, and have an aesthetic shape.
Keywords: Brazilian Spinach, Backyard, Urban Farmin
PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH MENGGUNAKAN LILIN ANTI NYAMUK
Penyakit demam berdarah merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia terutama pada musim penghujan. Penyakit ini ditularkan oleh virus dengue melalui nyamuk Aedes aegypti. Provinsi Kalimantan tengah menempati urutan tiga besar dalam angka penyakit demam berdarah. Salah satu penangangan yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan demam berdarah adalah dengan memanfaatkan bahan alam yaitu ekstrak dari serai (Cymbopogon citratus) atau serai wangi (Cymbopogon nardus). Pada umumnya serai digunakan sebagai bumbu dapur, sementara serai wangi tidak terlalu dimanfaatkan. Memperhatikan hal-hal tersebut, maka pembuatan lilin anti nyamuk dari ekstrak serai wangi dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi penyakit demam berdarah dan pengetahuan ini patut disosialisasikan kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini berupa ceramah dan pembagian sampel lilin anti nyamuk. Sementara materi ceramah yang disosialisasikan adalah tentang bahaya penyakit demam berdarah, pencegahannya, pemanfaatan serai wangi sebagai alternatif pencegahan demam berdarah dalam bentuk lilin, teknik pembuatan lilin anti nyamuk. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan masyarakat desa Tumbang Nusa Kabupaten Pulang Pisau dalam penanganan penyakit demam berdarah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dalam mencegah penyakit deman berdarah.
Kata kunci: sosialisasi, demam berdarah, serai wangi, lilin anti nyamuk, minyak atsiri
ABSTRACT
Dengue fever disease is a public health problem in Indonesia, especially during the rainy season. This disease is transmitted by the dengue virus through Aedes aegypti mosquito. Central Kalimantan is the top three in terms of dengue fever disease. Meanwhile, there are Kalimantan natural products which can be used as repellent to prevent the mosquito, such as extracts from lemongrass (Cymbopogon citratus) or citronella grass (Cymbopogon nardus). Mostly lemongrass is used as a kitchen spice, while citronella grass is not very used generally. Furthermore, the utilization of mosquito repellent candles from citronella extract could be a solution to overcome dengue fever disesase. The method used in this socialization is in the form of lectures and distribution of mosquito repellent candle samples. While the lecture material that was socialized was about the dangers of dengue fever, its prevention, the use of citronella grass as an alternative to dengue fever prevention in the form of candles, and preparation of mosquito repellent candles. This socialization is expected to supports the government and the community of Tumbang Nusa village, Pulang Pisau Regency to overcome the dengue fever disease. In addition, this activity is expected to increase public awareness about health in preventing dengue fever.
Keywords: socialization, dengue fever, citronella grass, mosquito repellent candle, essential oi
PEMETAAN DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PERIKANAN, PESISIR, DAN PARIWISATA DI INDONESIA
Indonesia merupakan negara maritim dengan luas lautan yang besar dan garis pantai terpanjang di dunia. Akan tetapi, hal ini tidak tercerminkan pada kesejahteraan ekonomi masyarakat perairan, karena kurangnya pengembangan komunitas dan diseminasi ilmu pengetahuan. Untuk menyeimbangkan keilmuan agar setara dengan masyarakat perkotaan, maka perguruan tinggi Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari tridarma perguruan tinggi. Agar pengabdian kepada masyarakat dapat berlangsung secara efektif dan efisien, maka dalam makalah ini dipaparkan pemetaan terhadap hasil publikasi pengabdian masyarakat pesisir dan pantai Indonesia berdasar database publikasi internasional Scopus. Dari 1295 data, disaring 48 publikasi terkait pengembangan masyarakat dan pengabdian kepada masyarakat pantai dan pesisir Indonesia. Lokasi pengabdian dipetakan, tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, maupun Papua. Dari pemetaan diketahui mayoritas kegiatan pengabdian saat ini masih terpusat di pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi, sehingga perlu eksplorasi masa depan untuk Kalimantan, Sumatera dan Papua. Pengabdian masyarakat yang terdokumentasi di Scopus umumnya membahas mengenai pengembangan (1) pangan berbasis produk perairan, (2) pariwisata, (3) analisa sosioekonomi masyarakat pantai dan pesisir. Selain pemetaan, dilakukan juga analisis bibliometrik dimana pengabdian terkait perikanan (fisheries) erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, ekosistem, masyarakat pesisir, pariwisata, pangan, dan sosioekonomi, dimana hal ini penting dan mendesak untuk pemerataan ekonomi (terutama masyarakat Kalimantan, Sumatera, dan Papua) untuk Indonesia Emas 2045.
Kata kunci: pengabdian masyarakat, masyarakat pesisir, perikanan, scopus, analisis bibliometrik
ABSTRACT
Indonesia is a maritime country with large area of sea and with longest beach line in the world. However, the economy of the coastal communities is still low due to few community development and knowledge dissemination. In order to equalize their knowledge with those in the large cities, then Indonesian universities perform community service (as a part of university tridarmas). In order to have effective and efficient community service, in this paper we describe mapping of publication of community service in the Scopus (a trusted database of international publication) in the field of coastal communities. From 1295 data, they are sorted to obtain 48 publications related to the community service and community development for the coastal societies. The locations of the community services are mapped, as distributed in islands of Sumatera, Java, Bali, Kalimantan, Sulawesi, and Papua. From the mapping, it can be observed that most of the published community service activities are concentrated in Java, Bali, and Sulawesi, and therefore it is important to have future explorations at Kalimantan, Sumatera, and Papua. The published community services in Scopus commonly discuss about the developments of (1) seafood-based products, (2) tourism, (3) and socioeconomic analysis of coastal communities. Besides the mapping, we also perform bibliometric analysis where it is demonstrated that the community service related to the fisheries is highly tied with the sustainable development, ecosystem, coastal communities, tourism, food, and socioeconomy, where all these issues are important and urgent to obtain economic equality (especially for people of Kalimantan, Sumatera, and Papua) to achieve Gold Indonesia 2045.
Keywords: community service, coastal communities, fisheries, scopus, bibliometric analysi
UPAYA PEMENUHAN PANGAN YANG BERGIZI SECARA MANDIRI DI MASA PANDEMI COVID-19
Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak bulan Maret 2020 berpengaruh kepada kemampuan rumahtangga untuk memenuhi pangan keluarga. Ibu rumahtangga yang memiliki peran sangat potensial dalam keluarga menjadi khalayak yang strategis bagi kegiatan pengenalterapan ilmu pengetahuan dan keterampilan upaya pemenuhan pangan secara mandiri. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan, demonstrasi dan belajar sambil mengerjakan (praktek). Pengetahuan dan keterampilan yang dikenalkan adalah menanam sayur-sayuran bayam dan kangkung dalam keranjang buah bekas, membuat tauge dan membat telur asin. Peserta kegiatan terdiri dari 13 ibu yang rumahtangganya terdampak pandemi Covid-19 terutama dalam hal penurunan kemampuan ekonomi. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mempraktekkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di rumah masing-masing. Sebagian besar peserta kegiatan menyatakan bahwa bertanam sayuran dalam keranjang bekas, membuat tauge dan membuat telur asin memberikan keuntungan ekonomi, tidak bertentangan dengan situasi kondisi sosial, budaya dan lingkungan, mudah dilakukan, bisa dicoba sendiri dan hasilnya dapat diamati. Semangat peserta kegiatan harus terus dipertahankan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus terus diterapkan sehingga dapat menyediakan sumber pangan secara mandiri. Pengetahuan dan keterampilan sederhana yang lain juga dapat dikenalkan agar membangkitkan kreatifitas, produktifitas dan kemandirian terutama bagi ibu-ibu rumahtangga.
Kata kunci: upaya pemenuhan pangan, pangan keluarga, pangan bergizi, mandiri, pandemi Covid-19
ABSTRACT
The Covid-19 pandemic, which has been going on since March 2020, affects the ability of households to meet family food. Housewives who have a very potent role in the family become strategic audiences for the application of knowledge and skills to fulfill food independently. Activities carried out by extension methods, demonstrations and learning by doing (practice). The knowledge and skills transferred were growing spinach and kale in fruit baskets, making bean sprouts, and making salted eggs. Participants in the activity were 13 housewives whose households were affected by the Covid-19 pandemic, especially in terms of decreasing economic capacity. Participants participated in the activity enthusiastically and practiced the knowledge and skills acquired in their own homes. Most of the participants stated that growing vegetables in baskets, making bean sprouts, and salted eggs provide economic benefits, compatible with social, cultural, and environmental situations, was easy to apply, could be tried by themself and the results could be observed. The enthusiasm of the participants in the activity must be maintained. The other knowledge and skills have to be applied continuously so that they can provide food sources independently. Knowledge and other simple skills can also be applied to generate creativity, productivity, and independence, especially for housewives.
Keywords: efforts to fulfill food, family food, nutritious food, independent, covid-19 pandemi
PENGEMBANGAN LABELLING DAN KEMASAN VAKUM PADA UKM DI WILAYAH KEPULAUAN SERIBU
Pengetahuan UKM yang rendah tentang kemasan mengenai labelling kemasan (desain dan regulasi) dan pemilihan material dan teknik cetak kemasan yang tepat menjadi masalah yang dapat menghambat daya beli dan nilai jual produk UKM. Beberapa masalah terkait UKM di Kepulauan Pramuka diantaranya adalah belum adanya pelatihan/penyuluhan tentang kemasan (pengembangan kemasan, desain, material dan teknik cetak), belum ada label kemasan yang sudah memenuhi standar, dan produk pangan yang cepat rusak. Untuk menangani masalah tersebut, Prodi Teknologi Industri Cetak Kemasan (TICK) melaksanakan pengabdian masyarakat dengan Mitra Yayasan Darul Nasihin, di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu. Pengabdian dilakukan menggunakan metode blended (gabungan online dan offline) tentang kemasan standarisasi labelling dan teknologi kemasan UKM. Pelaksanaan. Online melalui Webinar tentang 1) Desain dan teknik cetak; 2) Regulasi Labelling Kemasan; dan 3) Pemilihan material dan teknologi kemasan pangan yang tepat. Peserta yang mendaftar terdiri dari 94 orang, yang terdiri dari 33 pemilik UKM, mahasiswa 32 dan umum 29 orang. Sedangkan offline dilakukan pelatihan 1) Teknologi Kemasan Vakum; 2) Praktek Pengemasan Vakum, serta 3) Pemberian alat vakum sealer kepada mitra. Hasil Pengabdian diharapkan bisa meningkatkan penjualan UKM dengan pengembangan kemasan sesuai produknya serta memperpanjang masa simpan. Sehingga produk UKM dapat dipasarkan diluar Kepualaun Seribu.
Kata kunci: regulasi, desain, kemasan vakum, teknik cetak, UKM
ABSTRACT
The low knowledge of SMEs about packaging regarding packaging labeling (design and regulation) and the selection of appropriate packaging materials and printing techniques are problems that can hinder the purchasing power and selling value of SME products. Some of the problems related to SMEs in the Pramuka’s Islands include the lack of training/counseling on packaging (packaging development, design, materials and printing techniques), no packaging labels that meet standards, and food products that spoil quickly. To deal with this problem, the Packaging Printing Industry Technology Study Program (TICK) carried out community service with Darul Nasihin Foundation Partners, on Pramuka’s Island, Seribu’s Islands Regency. The service is carried out using the blended method (a combination of online and offline) regarding standardized packaging, labeling and SME packaging technology. Implementation. Online via Webinar on 1) Design and printing techniques; 2) Packaging Labeling Regulations; and 3) Selection of appropriate food packaging materials and technology. Participants who registered consisted of 94 people, consisting of 33 SME owners, 32 students and 29 general public. While offline training was carried out 1) Vakum Packaging Technology; 2) Vakum Packaging Practices, and 3) Provision of vakum sealers to partners. The results of the service are expected to increase SME sales by developing packaging according to their products and extending their shelf life. So that SME products can be marketed outside the Seribu’s Islands.
Keywords: regulation, design, vakum packaging, printing technique, SME
SOSIALISASI DAN PELATIHAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS DIGITAL KEPADA UMKM GUNA MENUJU UMKM YANG LEBIH BERKUALITAS
Sistem Informasi Akuntansi salah satu sarana bagi Usaha Mikro Kecil Menengah yang sangat diperlukan untuk menyusun berbagai laporan yang efisien dan valid. Sosialisasi dan pelatihan sistem informasi akuntansi berbasis digital dilakukan dengan tujuan agar para pelaku UMKM memahami tentang pentingnya sistem informasi akuntansi, sehingga para pelaku usaha diharapkan dapat menggunakan sistem informasi akuntansi khususnya digital dalam melaksanakan usahanya sehingga dihasilkan informasi yang valid dalam proses pengambilan keputusan. Sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan untuk para pelaku UMKM di RW 11 Desa Mendungan, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Pengabdian ini dilakukan kepada 2 pelaku UMKM yaitu AS Aluminium dan UMKM Laundry Kita. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan menyusun laporan keuangan menggunakan SI APIK dengan tutorial dan diskusi. Kegiatan pengabdian ini dapat mengubah persepsi pelaku UMKM mengenai pentingnya sistem informasi akuntansi, dan juga pelaku UMKM memiliki kemampuan dalam mengimplementasikan sistem informasi akuntansi berbasis digital dalam melakukan usaha
Kata kunci: UMKM, SIA, SIAPIK, Laporan keuangan
ABSTRACT
Accounting Information System is one of the means for Micro, Small and Medium Enterprises that is indispensable for compiling various efficient and valid reports. The socialization and training of digital-based accounting information systems was carried out with the aim that MSME actors understand the importance of accounting information systems, and it was expected that they were able to use accounting information systems, especially digital ones, in carrying out their business so that valid information is produced in the decision-making process. This socialization and training was carried out for MSME actors in RW 11 Mendungan Village, Giwangan Village, Umbulharjo District, Yogyakarta City. This service was carried out for 2 MSME actors, namely AS Aluminum and MSME Laundry Kita. The method used in this community service is socialization, training and assistance in preparing financial reports using SI APIK with tutorials and discussions. This service activity can change the perception of MSME actors regarding the importance of accounting information systems and improve the ability to implement digital-based accounting information systems for business.
Keywords: UMKM, SIA, SIAPIK, Financial statement
PEMANFAATAN PRODUK UREA LEPAS LAMBAT BERBASIS TEPUNG PUTAK DALAM RANSUM SAPI BALI DI KELOMPOK PETERNAK DESA BAUMATA UTARA, KABUPATEN KUPANG
Permasalahan mitra kelompok tani ternak di desa Baumata Utara adalah rendahnya pengetahuan akan penyediaan pakan sapi yang bermutu dan dapat memenuhi kebutuhannya. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan produk pemasakan urea dengan tepung putak dan penggunaannya dalam pakan konsentrat sebagai suplemen ransum ternak sapi. Metode kegiatan adalah, 1) penyuluhan tentang teknologi pemasakan urea dengan tepung putak dan pemanfaatannya dalam ransum sapi; 2) praktek, pembuatan produk pemasakan urea dengan tepung putak, praktek pencampuran produk tersebut dalam pakan konsentrat dan penerapan pemberiannya sebagai pakan suplemen pada ternak sapi dan 3) evaluasi kegiatan secara umum bersama mitra untuk mendapatkan input dan feedback bagi kegiatan di waktu mendatang. Hasil kegiatan menunjukkan 1) peternak mitra sangat antusias menerima inovasi baru di bidang penyediaan pakan bagi ternak sapi; 2) Hasil diskusi dan evaluasi verbal maupun praktek menunjukkan mitra paham dan dapat mengaplikasikannya; 3) Adanya harapan untuk keberlanjutan kegiatan sejenis di waktu mendatang. Disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat diapresiasi oleh peternak mitra karena teknologi pemasakan urea-tepung putak dan penggunaannya dalam ransum konsentrat bagi ternak sapi yang diinformasikan ini memberi wawasan bagi peningkatan sistem pemeliharaan ternak sapi dalam pemenuhan kebutuhan gizinya. Adanya keterbukaan mitra dalam menerima inovasi baru ini.
Kata kunci: Inovasi, Suplemen, Urea Lepas Lambat, Tepung Putak, Sapi Bali
ABSTRACT
The problem with the partners of the livestock farmer groups in Baumata Utara village is the lack of knowledge about the supply of quality cattle feed that can meet their needs. The purpose of this activity is to provide counseling and training on the manufacture of urea cooking products with putak flour and its use in concentrate feed as a supplement for cattle rations. The methods of activity are, 1) counseling on the technology for cooking urea with putak flour and its use in cow rations; 2) practice, manufacture of urea cooking products with putak flour, practice mixing these products in concentrate feed and applying it as supplementary feed for cattle and 3) general evaluation of activities with partners to get input and feedback for future activities. The results of the activity show 1) partner breeders are very enthusiastic about receiving new innovations in the field of providing feed for cattle; 2) The results of the discussion and evaluation of verbal and practice show that partners understand and can apply it; 3) There is hope for the sustainability of similar activities in the future. It is concluded that this activity is highly appreciated by partner breeders because the technology for cooking urea-putak flour and its use in concentrate rations for cattle provides insight into improving the system for raising cattle in meeting its nutritional needs. There is openness partners in accepting this new innovation
Keywords: Innovation, Supplements, Slow Release Urea, Putak Flour, Bali Cattl
MERAIH POTENSI KONSUMEN PEHOBI MELALUI KAMPANYE PEMASARAN DI MASA PANDEMI: PENGEMBANGAN TERNAK AYAM CEMANI DI CILEBUT, KABUPATEN BOGOR
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk membangun added value ternak ayam cemani skala rumahan dengan mengimplementasikan strategi kampanye pemasaran digital dan memanfaatkan trending issues. Pandemi Covid19 membuat masyarakat menghabiskan waktu di rumah dan mencari kegiatan atau hobi baru. Peluang hobi ini terbuka untuk dijadikan pemasaran ayam cemani dengan menumpang trend yang sedang berlaku (riding the wave). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini masih berlangsung dan menghasilkan beberapa temuan serta rekomendasi untuk keberlanjutan program.
Kata kunci: Ternak ayam cemani, Ternak skala rumah tangga, Kampanye pemasaran,
Riding the wave strategy
ABSTRACT
This community service activity is aimed at building added value for home-scale ayam cemani (Indonesian traditional black chicken) by implementing a digital marketing campaign strategy and taking advantage of trending issues. The Covid19 pandemic has made people spend time at home and look for new activities or hobbies. This hobby opportunity is open for marketing chicken by riding the current trend (riding the wave). Activities are still ongoing and have resulted in several findings and recommendations for the sustainability of the program.
Keywords: Cemani chicken husbandry, Household scale livestock, Marketing campaign,
Riding the wave strateg