LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
PELATIHAN LITERATURE REVIEW UNTUK MEMPERKAYA ILMU DALAM BIDANG SISTEM INFORMASI LOGISTIK RUMAH SAKIT
Literature review sebagai studi awal untuk mendalami pelaksanaan penelitian yang akan menghasilkan state of the art yang lebih komprehensif. Penggunaan literature review dapat melakukan analisis relevansi hasil penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya. Sumber literature review bisa dicari melalui berbagai online database. Melalui pelatihan ini pengabdi mempraktekkan 3 cara penggunaan online database yaitu Google Scholar, SpringerLink, dan PubMed. Pencarian artikel difokuskan pada topik sistem informasi logistik rumah sakit, sebagai suatu bentuk penciri dari Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKES Dharma Landbouw Padang. Pelatihan dilakukan melalui aplikasi zoom meeting, dilaksanakan pada tanggal 31 Mei-2 Juni 2021, dengan jumlah peserta yaitu 120 orang. Pelatihan terlaksana dengan baik, dibuktikan dengan tanya jawab dan beberapa peserta yang bersedia menjadi volunteer saat melakukan parktek pencarian di online database.
Kata kunci: literature review, online database, sistem informasi, logistik, administrasi rumah sakit
ABSTRACT
Literature review as an initial study to explore the implementation of research that will produce a more comprehensive state of the art. The use of literature studies can analyze the relevance of the results of research conducted with previous research. Sources of literature review can be searched through various online databases. Through this training, the congregation practiced 3 ways of using online databases, namely Google Scholar, SpringerLink, and PubMed. The article search focused on the topic of hospital logistics information systems, as a form of characterization of the STIKES Dharma Landbouw Hospital Administration Study Program, Padang. The training was carried out through the zoom meeting application which was held on 31 May – 2 June 2021 with 120 participants. The training was carried out well, as evidenced by questions and answers and several participants who were willing to volunteer when conducting searches in online databases.
Keywords: literature review, online database, information systems, logistics, hospital administratio
PELATIHAN PENGOLAHAN PROTEIN BAR BERBAHAN BAKU DAUN KELOR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT DI DAERAH TERDAMPAK BENCANA SIKLON SEROJA
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh ibu-ibu rumah tangga di pesisir pantai Oesapa Kupang NTT khususnya yang terkena musibah badai siklon seroja pada awal tahun 2021 Salah satu dampak dari bencana alam tersebut yaitu gangguan penyediaan makanan. Masyarakat dituntut untuk dapat memanfaatkan sumber daya lokal yang potensial, diantaranya daun kelor yang kaya nutrisi dan banyak tersedia hampir disemua tempat di kota Kupang. Namun, kelompok mitra kurang memanfaatkan daun kelor sebagai bahan baku pakan lokal yang potensial, dan kurang memahami tentang menyediakan stok makanan darurat yang bergizi dan tahan lama. Maka, dirasakan perlu untuk memberi pelatihan pengolahan daun kelor menjadi camilan sehat kaya manfaat Metode kegiatan pengabdian ini yaitu penyuluhan, konsultasi, difusi iptek, dan pelatihan Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam memanfaatkan komoditas unggulan lokal yaitu daun kelor. Kesimpulan, kelompok mitra mampu memanfaatkan daun kelor untuk dijadikan bahan baku membuat protein bar sebagai camilan sehat, praktis, dapat disimpan lama, dan bergizi.
Kata kunci : protein bar, daun kelor, camilan, makanan darurat, siklon seroja
ABSTRACT
This service activity aims to provide solutions to the problems faced by housewives on the coast of Oesapa Kupang, NTT, especially those affected by the Seroja cyclone at the beginning of 2021. One of the impacts of the natural disaster is the disruption of food supply. The community is required to be able to take advantage of potential local resources, including Moringa leaves which are rich in nutrients and are widely available in almost all places in the city of Kupang. However, the partner group does not use Moringa leaves as a potential local feed raw material, and lacks understanding about providing emergency food stocks that are nutritious and can last a long time. Based on the analysis of the problem above, it is felt necessary to provide training in processing Moringa leaves into healthy snacks that are rich in benefits. The methods are counseling, consultation, diffusion of science and technology, and training. The results of this activity are increasing the knowledge and skills of partners in utilizing local superior commodities, namely Moringa leaves. In conclusion, the partner group was able to utilize Moringa leaves to be used as raw materials for making protein bars as healthy, practical, long-storage, and nutritious snacks
Keywords: protein bar, moringa leaves, snack, emergency food, seroja cyclo
EDUKASI TENTANG PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS PANGAN LOKAL: PORANG DAN JAGUNG
Indonesia kaya akan sumber bahan pangan dengan kandungan komponen bioaktif yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi olahan pangan fungsional yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Bahan pangan lokal tersebut adalah porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang mengandung serat pangan tinggi dan jagung yang mengandung β-karoten dan bebas gluten. Dalam upaya memanfaatkan porang dan jagung, serta kondisi pandemi COVID-19 yang menuntut masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan, mendorong kami untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyebabkan kegiatan pengabdian masyarakat diadakan secara virtual yang dikemas dalam bentuk webinar menggunakan aplikasi zoom dan youtube. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi: edukasi berupa pemaparan materi dan pemutaran video praktek pembuatan mi berbahan baku tepung porang dan jagung, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Kegiatan berjalan lancar dan antusiasme yang luar biasa dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Implikasi dari kegiatan ini adalah peserta memperoleh ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai budidaya porang, teknologi pengolahan jagung dan porang menjadi bahan pangan fungsional.
Kata kunci: serat pangan, gluten, beta karoten, pangan fungsional, covid-19
ABSTRACT
Indonesia is rich in food sources containing bioactive components that have the potential to be developed into functional food, which provide health benefits. That local food sources are porang (Amorphophallus muelleri Blume) which contains high dietary fiber and corn which contains β-carotene and is gluten free. To take the advantages of porang and corn, also the COVID-19 pandemic condition which requires the public to pay more attention to health, it encourages us to conduct this community service activity. The Policy of Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) causes community service activities to be carried out virtually such as webinar using zoom and youtube applications. The implementation methods include: presentation and video playback of the practice of making noodles made from porang flour and corn, followed by a discussion session. The activity was successful and there was great enthusiasm from participants from various background. The implication of this activity is the participants gain knowledge and insight about porang cultivation, corn and porang processing technology into functional food ingredients.
Keywords: dietary fiber, gluten, beta carotene, functional food, covid-1
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN JAGUNG MANIS PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DI KENAGARIAN ANDALEH, KECAMATAN LUAK, KABUPATEN LIMAPULUH KOTA
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan pengamalan tridharma perguruan tinggi dan sebagai bentuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan sesuai dengan bidang ilmu yang dikembangkan perguruan tinggi melalui kegiatan penyuluhan ataupun pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program Studi Teknologi Pangan mengarahkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengembangan dan penganekaragaman produk pangan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai serta diversifikasi bahan pangan. Pengolahan pangan lokal diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, baik secara ekonomi maupun dari segi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh kelompok dosen. Pada kegiatan ini dipilih kelompok wanita tani (KWT) di Kanagarian Andaleh, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluhkota. Berdasarkan observasi di lapangan, masyarakat Andaleh sering memanfaatkan jagung manis sebagai bahan makanan, sehingga mereka tertarik untuk mengetahui dan mempraktikkan berbagai olahan jagung yang terjangkau namun dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan jagung, maka dilakukan pendampingan pengolahan jagung menjadi beberapa makanan ringan. Rangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain: observasi, sosialisasi, praktik pengolahan snack jagung, dan praktik pengolahan velva, dan praktik pengolahan es krim jagung. Penganekaragaman pengolahan jagung manis ini dapat menambah ide bisnis untuk meningkatkan perekonomian mitra.
Kata kunci: es krim jagung, jagung manis, pengolahan jagung, snack jagung, velva jagung
ABSTRACT
Community service activities are the practice of the tridharma of higher education. It is a kind of knowledge and technology transfer to the community, delivering additional value to the community. Community service can be carried out in a variety of ways, depending on the field of science developed by the institution, such as through outreach programs or assistance to people in need. The Food Technology Study Program focuses on community service activities such as food production and diversification in order to increase the value and diversity of foods. The processing of local food is supposed to provide value to the community in terms of both economics and health. Community service activities are carried out by groups of lecturers. A women farmer group (KWT) in Kanagarian Andaleh, Luak District, Limapuluhkota Regency was selected for this activity. According to field observations, the Andaleh community consumes sweet corn frequently, so they were interested in learning about corn preparations that are inexpensive but can also increase their income. Assistance has been provided in the processing of corn into several snacks to improve public knowledge about the utilization of corn. The activities included observation, socialization, corn snack production, velva, and corn ice cream production. The diversification of sweet corn products is expected to help partner improve their economies.
Keywords: corn ice cream, sweet corn, corn processing, corn snack, corn velv
PENGOLAHAN MP ASI BERBASIS PANGAN LOKAL DI DESA RANAH SINGKUANG KABUPATEN KAMPAR
Praktek pemberian MP-ASI dini sebelum usia enam bulan masih banyak dilakukan di negara berkembang seperti Indonesia sehingga berdampak terhadap kejadian infeksi yang tinggi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan para ibu dalam mengolah MP-ASI dengan memanfaatkan pangan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2021 di Desa Ranah Singkuang Kabupaten Kampar. Peserta pengabdian kepada masyarakat adalah ibu-ibu dari balita di Posyandu yang berjumlah 35 orang dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD), pre-test dan post-test, penyuluhan, praktik pengolahan menu MP-ASI dan advokasi. Hasil kuisioner menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi berupa penyuluhan sebesar 100%. Para ibu juga dianggap telah mampu mengolah menu MP-ASI dengan memanfaatkan pangan lokal. Disarankan para ibu agar lebih kreatif dalam mengolah dan menyajikan menu makan balitanya.
Kata kunci: makanan pendamping, MP-ASI, pangan lokal, pengolahan MP-ASI, pengabdian kepada masyarakat
ABSTRACT
The practice of early complementary feeding before six months old is still widely practiced in developing countries such as Indonesia so that it has an impact on the high incidence of infection. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of mothers in processing complementary feeding by utilizing local food. This activity was carried out from January to August 2021 in Ranah Singkuang Village, Kampar Regency. Participants in community service are mothers of children under five at the Posyandu, totaling 35 people using the Focus Group Discussion (FGD) method, pre-test and post-test, counseling, practice of processing complementary feeding menus and advocacy. The results of the questionnaire showed a 100% increase in knowledge after being given education in the form of counseling. Mothers are also considered to have been able to process the complementary feeding menu by utilizing local food. It is recommended that mothers be more creative in processing and presenting their toddler's menu.
Keywords: complementary food; complementary feeding; local food; complementary feeding, processing; community servic
PERBAIKAN MANAJEMEN USAHA KAWA DAUN PADA MITRA KAWA AMOR DI LIMAU MANIS KECAMATAN PAUH KOTA PADANG
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan pada mitra Kawa Amor yang menjalankan usaha kawa daun di Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Permasalahan mitra diantaranya adalah 1) mitra belum dilengkapi identitas atau jati diri sebagai suatu kelompok usaha, 2) Pemasaran produk yang dihasilkan mitra sebagian besar masih dilakukan secara konvensional dari individu ke individu.. Tujuan dari kegiatan ini adalah mentransformasi mitra menjadi kelompok usaha yang iconik dengan memiliki identitas usaha tersendiri dan mengintroduksi inovasi pemasaran yang berbasis Digital Marketing yang dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Transfer pengetahuan dan teknologi pada kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan secara berkala. Hasil kegiatan adalah terjadinya perubahan pada manajemen usaha, yaitu mitra telah memiliki plank merek dan logo usaha yang merupakan bagian dari identitas usaha, serta mitra juga telah mengadopsi sitem pemasaran secara digital, seperti memiliki map lokasi usaha dan media sosial Instagram (IG) untuk wadah promosi dan pemasaran
Kata kunci : digital marketing, identitas usaha, dan manajemen usaha
ABSTRACT
This community service activity is carried out on Kawa Amor partners who run a kawa daun business in Limau Manis, Pauh District, Padang City. Partner problems include 1) partners have not been equipped with identity or identity as a business group, 2) Marketing of products produced by partners is still mostly done conventionally from individual to individual. The purpose of this activity is to transform partners into iconic business groups with their own business identities and to introduce digital marketing-based marketing innovations that can reach a wider market share. The transfer of knowledge and technology in this service activity is carried out by means of training and mentoring methods on a regular basis. The result of the activity is a change in business management, namely partners have a brand plank and business logo which are part of their business identity, and partners have also adopted a digital marketing system, such as having a business location map and Instagram (IG) social media for promotion and marketing.
Keywords: business identity, business management and digital marketin
DISEMINASI APLIKASI TEKNOLOGI BIOSELULER DAN AEROPONIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI KENTANG
benih bermutu. Penangkaran kentang secara konvensional terkendala dengan produktivitas yang masih rendah. Untuk itu diperlukan teknologi baru yang aplikatif dan adaptif yang mampu meningkatkan produksinya. Aplikasi teknologi perbanyakan dengan menggabungkan teknologi bioseluler (kultur jaringan) dan teknologi aeroponik merupakan cara yang dapat ditempuh untuk penyediaan bibit kentang bermutu yang lebih efisien. Di samping itu, gabungan kedua teknologi tersebut mampu menghasilkan benih kentang dalam waktu yang relatif singkat dengan jumlah mencapai 10 kali lipat dibandingkan teknik konvensional. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan mendeseminasikan teknologi bioseluler dan teknologi aeroponik kepada Kelompok Tani Harapan Baru di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.
Kata kunci: benih, kentang, degeneratif, bioseluler, aeroponik
ABSTRACT
Potato productivity in Indonesia is still constrained by the availability of quality seeds. Conventional potato breeding is limited by its low productivity. Therefore, new applicable and adaptive technologies are needed that can increase potato seed production. The application of propagation technology by combining biocellular technology (tissue culture) and aeroponic technology is a way that can be taken to provide quality potato seeds more efficiently. In addition, the combination of the two technologies is able to produce potato seeds in a relatively short time with the amount reaching 10 times compared to conventional techniques. The purpose of this activity is to introduce and disseminate biocellular technology and aeroponics technology to the Harapan Baru Farmer Group in Nagari Alahan Panjang, Lembah Gumanti District, Solok Regency.
Keywords: seed, degenerative, potato, biocellular, aeroponi
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGADAAN SAPRAS PENCEGAHAN COVID 19 DI KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG
Covid-19 merupakan penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh virus corona jenis baru. Penyakit ini pertama kali merebak di Wuhan, Cina lalu menyebar hampir ke seluruh dunia dan menyebabkan pandemi global. Penyakit ini menyerang semua golongan, dewasa, lansia, maupun anak-anak. Semua lapisan masyarakat dari mulai dewasa hingga anak-anak perlu mendapatkan edukasi yang mudah dipahami mengenai Covid19 dan cara-cara pencegahannya. Hal ini yang menjadi dasar dilaksanakannya praktek kerja pengabdian masyarakat IIB Darmajaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk ikut aktif dalam upaya pencegahan virus Covid-19 dengan memberikan sosialisasi tentang Covid-19 dan upaya pencegahannya melalui pembagian APD dan juga pembagian tempat cuci tangan kepada masyarakat Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini dilakukan bermitra dengan masyarakat Kelurahan Pinang Jaya . metode yang dipergunakan adalah dengan cara penyuluhan dan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19, pengadaan sarana prasarana pencegahan Covid 19. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat dapat memahami lebih jauh mengenai virus Covid 19 ini sehingga masyarakat dapat turut serta melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 dimulai dari diri mereka masing-masing.
Kata Kunci: Pengabdian, Covid-19, Pandemik, Sosialisasi, Edukasi
ABSTRACT
Covid-19 is an acute respiratory disease caused by a new type of corona virus. This disease first broke out in Wuhan, China then spread almost throughout the world and caused a global pandemic. This disease attacks all groups, adults, the elderly, and children. All levels of society from adults to children need to get education that is easy to understand about Covid19 and ways to prevent it. This is the basis for implementing IIB Darmajaya community service work practices. The purpose of this activity is to actively participate in efforts to prevent the Covid-19 virus by providing socialization about Covid-19 and prevention efforts through the distribution of PPE and also the distribution of hand washing facilities to the people of Pinang Jaya Village, Kemiling District, Bandar Lampung City. This activity is carried out in partnership with the people of Pinang Jaya Village. The method used is by means of counseling and socialization about the prevention of Covid-19, the provision of infrastructure for preventing Covid-19. of themselves.
Keywords: Community Service, Covid-19, Pandemic, Socialization, Educatio
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN DAN BRAND PUTU PIRING BU KAY
Kue putu piring Bu Kay merupakan produsen pembuat kue tradisonal khas melayu di Kelurahan Dompak tepatnya ditempat pariwisata Kota Tanjungpinang yakni Tanjung Setumu sejak tahun 2010. Produk-produk yang dijual oleh Bu Kay adalah putu piring, putu mayang, donat melayu (Domel), kue kacang selimut dan roti kirai. Perancangan ini menjawab berbagai permasalahan yang ditemukan dalam kemasan Bu Kay, yang kurang sesuai dengan positioning Bu Kay, yang enak, higienis dan berkualitas. Oleh karena itu, dalam perancangan ini akan dibuat sebuah kemasan yang praktis baik untuk dibawa untuk oleh-oleh dengan ciri khas Kelurahan Dompak.Perancangan ini menggunakan metode penelitan wawancara, dokumentasi,studi kepustakaan dan internet.Metode analisis menggunakan SWOT dan View.
Kata kunci: Desain Kemasan, Merek, Kue Putu Piring
ABSTRACT
Bu Kay's putu plate is a traditional Malay cake maker in Dompak Village, precisely at the Tanjungpinang City tourism place, namely Tanjung Setumu since 2010. The products sold by Bu Kay are putu dishes, putu mayang, Malay donuts (Domel), and peanut cakes.blankets and bread rolls.This design addresses various problems found in Bu Kay's packaging, which is not in line with Bu Kay's positioning, which is delicious, hygienic and of good quality.Therefore, in this design a practical package will be made which is good to carry for souvenirs with the characteristics of Dompak Village.This design uses research methods of interviews, documentation, literature study and the internet.The analysis method uses SWOT and View.
Keywords: Packaging Design, Brand, Cake Putu Plat
PENYULUHAN, PELATIHAN, DAN PERAGAAN PROSES PENGOLAHAN KENTANG MENJADI BERBAGAI PRODUK PANGAN KOMERSIL
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Padang ini bekerja sama dengan mitrayaitu Pondok Pesantren Dr M Natsir di Batu Bagiriak Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Lokasi kegiatan pengabdian merupakan pondok pesantren yang mana di lingkungan sekitar kaya akan hasil pertanian dan perkebunan. Salah satu komoditi yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat sekitaran pondok pesantren adalah kentang. Tanaman kentang ditanam masyarakat di pinggiran kebun atau di pekarangan rumah, tanaman ini tumbuh subur dan berproduksi cukup tinggi di daerah ini. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah 1) Umumnya kentang hanya dijual dalam bentuk mentah, pengolahan yang umum dilakukan masyarakat setempat hanya sekedar direbus atau digoreng saja dengan campuran dengan cabe merah, 2) Kurangnya pengetahuan anggota kelompok dalam aspek pengolahan berbagai macam produk olahan. Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah 1) Mengevaluasi kegiatan budidaya pertanian dan perkebunan yang ada dilokasi mitra, 2) Kegiatan penyuluhan pengolahan produk olahan dari kentanguntuk meningkatkan nilai jual produk dan ekonomi petani 3) Diversifikasi produk olahan dari kentang untuk meningkatkan umur simpan produk dengan pembuatan berbagai macam produk yaitu donat frozen, stik frozen, es krim, kulit kebab, dan minuman fungsional. Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan lancar serta tingginya antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini terutama pada kegiatan pengolahan produk. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi usaha mitra,dan peningkatan pendapatan mitra.
Kata Kunci: Batu Bagiriak Alahan Panjang, Pertanian, Kentang, Diversifikasi, Wirausah