LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
PENERAPAN TEKNOLOGI PAKAN DAN LIMBAH TERNAK UNTUK PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DESA OEBELO, KABUPATEN KUPANG
Desa Oebelo memiliki prospek untuk pengembangan peternakan sapi potong. Namun demikian, kontribusi pengelolaan limbah pertanian masih perlu ditingkatkan akibat kurangnya pengetahuan tentang pengolahan limbah batang dan daun jagung serta feses ternak sapi. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengolah limbah pertanian sehingga dapat mendukung pengembangan sistem usaha tani terpadu di Desa Oebelo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melibatkan kelompok tani ternak Syalom dan Elsadai. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan, demonstrasi plot pembuatan silase dan bokashi pupuk kandang, serta evaluasi dan pendampingan. Luaran yang dihasilkan meliputi produk silase lamtoro sebanyak 250 kg, silase jerami jagung sebanyak 450 kg, bokashi pupuk kandang sebanyak 1.200 kg, dan pendapatan mitra per proses produksi sebesar Rp.850.000,-. Kegiatan pengabdian memberikan manfaat dalam penguasaan teknologi pembuatan silase dan bokashi pupuk kandang. Anggota mitra kelompok tani juga membangun komitmen untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dengan terus mengolah limbah pertanian sehingga dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Kata kunci: Bokashi, Desa Oebelo, Fermentasi, Lingkungan, Silase
ABSTRACT
The village of Oebelo has prospect in beef cattle farming development; nevertheless, farming waste management to contribute a value-added is still required to be improved due to the lack of knowledge on cultivating corn stalk and leaves waste as well as cattle feces. The empowerment program aims to improve knowledge, attitude, and skill among the farmers on cultivating farming waste to development of integrated beef cattle farming activities in Oebelo. The program has been involving Syalom and Elsadai farmer groups. The methods that had been practiced in the field project were extension, practice, and simulation of silage technique and bokashi organic fertilizer, evaluation and mentorship. The result of the program including silage products of plant type as follows: Lamtoro plant (Leucaena leucocephala) silage as 250 Kg and corn stalk silage as 450 Kg, and bokashi organic fertilizer as 1,200 Kg. During each of the production phases, villagers who involved in this program earned 850,000 rupiahs. The empowerment program has given an impacttransfer technology of silage and bokashi organic fertilizer. Post-project, all beef cattle farmers have been establishing a joint commitment to implement the knowledge they gain and keep cultivating farming waste to give value-added and improving the quality of the environment.
Keywords: Bokashi, Oebelo Village, Fermentation, Environment, Silag
PELATIHAN PENGOLAHAN ANEKA KUDAPAN BERBAHAN BAKU PANGAN LOKAL (ALPUKAT) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI NAGARI PADANG LAWEH MALALO KECAMATAN BATIPUH SELATAN KABUPATEN TANAH DATAR
Pelatihan pengolahan aneka kudapan berbahan baku pangan lokal (Alpukat) merupakan suatu keagiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam menghasilkan aneka kudapan yang beranekaragam berbasis bahan pangan lokal. Seorang istri sebagai pengelola rumah tangga, haruslah mampu menggali potensi dan sumber daya yang ada. Jika sumber daya tersebut dapat dikelola dengan baik, maka akan sangat bermanfaat dalam mendongkarak taraf kehidupan dan ekonomi keluarga. Terkait dengan hal tersebut, maka dirasa perlu untuk memberikan keterampilan boga kepada ibu rumah tangga, sehingga diharapkan dapat menambah keterampilan yang dapat digunakan untuk berwirausaha. Berdasarkan analisis masalah di atas, maka usulan model kegiatan adalah: Pelatihan peningkatan kreatifitas membuat aneka kudapan berbasis bahan pangan lokal, serta pendampingan teknis bagi ibu –ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK Padang Laweh Malalo Kabupaten Tanah Datar, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengelolaan usaha. Metode yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu: Memberikan beberapa alat, bahan pelatihan, serta modul materi pelatihan yang akan dilaksanakan; Penyajian materi sesuai dengan isi buku resep ditambah mengenai materi gizi makanan, hygine dan sanitasi, manajemen dapur, dan kewirausahaan terkait jenis produk yang diajarkan serta usaha yang akan dijalankan; serta Pelatihan pembuatan beberapa jenis aneka kudapan berbasis bahan pangan lokal (alpukat). Target luaran kegiatan adalah : Peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan aneka kudapan; Peserta mampu menata dan mengelola usaha mereka dengan baik dan berkelanjutan; terdapatnya aneka kudapan khas berbasis pangan lokal (Alpukat) yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh bagi konsumen; serta dihasilkannya publikasinya ilmiah hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini melalui jurnal nasional maupun media masa.
Kata kunci: Ibu Rumah Tangga, Remaja Putri, Pelatihan, Olahan, Alpukat
ABSTRACT
Training on the processing of various snacks made from local food (Avocado) is a community service activity aimed at providing solutions to problems faced by the community, especially housewives, in producing various snacks based on local food ingredients. A wife as a household manager must be able to explore the potential and existing resources. If these resources can be managed properly, it will be very useful in boosting the standard of living and the family economy. Related to this, it is necessary to provide cooking skills to housewives, so that it is hoped that they can add skills that can be used for entrepreneurship. Based on the problem analysis above, the proposed activity model is: Training to increase creativity in making various snacks based on local food, as well as technical assistance for housewives who are members of PKK Padang Laweh Malalo, Tanah Datar Regency, starting from planning, implementing, business management. The methods used in the Community Service activities are: Providing several tools, training materials, and training material modules to be implemented; Presentation of material following the contents of the recipe book plus the material on food nutrition, hygiene and sanitation, kitchen management, and entrepreneurship related to the type of product taught and the business to be run; as well as training in making several types of snacks based on local food ingredients (avocado). The target outputs of the activity are: Participants can improve their knowledge and skills in producing various snacks; Participants can organize and manage their business properly and sustainably; the availability of various typical local food-based snacks (avocado) which can be used as souvenirs for consumers; as well as producing scientific publications of the results of these Community Service activities through national journals and mass media.
Keywords: Housewives, Young Women, Training, Processed, Avocad
PELATIHAN PEMBUATAN DINDING GESER KOMPOSIT BILA BAMBU DAN MORTAR UNTUK RUMAH SEDERHANA PASCA COVID 19 DI NEGERI BOOI
Rumah sederhana yang aman terhadap gempa adalah rumah yang dapat dibangun dengan bahan-bahan yang relative sangat ringan tetapi mempunyai kemampuan yang cukup sehingga efek gempa pada rumah dapat diminimalisir. Salah satu bahan bangunan yang cukup baik digunakan dan mudah diperoleh dihutan adalah bambu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kelompok tukang dalam masyarakat cara membuat dinding geser untuk rumah sederhana dengan memanfaatkan bambu dari hasil hutan sebagai bahan alternatif konstruksi rumah sederhana dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi. Hasil pengabdian masyarakat ini yaitu kelompok tukang lebih mengetahui dan memahami manfaat dari penggunaan material local bambu sebagai bahan alternative membuat dindig geser dan mempunyai nilai ekonimis yang besar.
Kata kunci: Bambu, Dinding Geser
ABSTRACT
A simple and saved house from earthquack is the house that can be built with relatively light materials yet still can minimize the effect of the earthquake. One of the good materials that commonly used and found is bamboo. This act of service is aim to educate the builder in making a shear wall for a simple house with a high economic value, using bamboo from their forest as an alternative contruction material. The result form this act of service is an educated builder who understand the use of local bamboo as their alternative material in making as shear wall that has a huge economic value.
Keywords: Bamboo, Shear Wal
PEMANFATAAN BIJI KARET SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DI KUD KARYA MUKTI KECAMATAN JUJUHAN ILIR KABUPATEN BUNGO
Provinsi Jambi memiliki peran yang cukup besar dalam dalam bidang perkebunan karena memiliki beberapa komoditi unggulan seperti perkebunan kelapa sawit dan karet. Kabupaten Bungo tahun pada tahun 2016 memiliki perkebunan karet seluas 98220 hektar dan perkebunan kelapa sawit mencapai 97.630 Ha. Penggunaan tanah secara simultan dalam perkebunan sawit akan mengurangi kualitas tanah, sehingga berdampak pada kualitas sawit yang dihasilkan. Untuk meningkatkan produksi, digunakan pupuk, yang biasanya digunakan berupa pupuk sintesis, yang dalam jangka panjang akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan tanah, sehingga dibutuhkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan pupuk berbasis alam (organik) dengan memanfaatkan limbah hasil pertanian. Salah satu limbah pertanian yang dilaporkan oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mukti Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo adalah biji karet, yang hampir sebagian besar belum termanfaatkan dengan baik. Biji karet diketahui memiliki mikroorganisme lokal yang bersifat probiotik sebagai fermenter dalam reaksi fermentasi menghasilkan pupuk organik. Pengabdian kepada masyarakat dalam mengolah potensi tersebut sangat diperlukan dalam rangka penerapan teknologi tepat guna bagi petani dan untuk menerapkan sistem pertanian organik untuk menciptakan produk pertanian yang berkualitas dan sehat serta menciptakan salah satu pupuk organik cair yang ramah lingkungan. Tujuan Program ini adalah untuk memberikan pelatihan dan kompetensi kepada masyarakat dalam mengolah limbah perkebunan untuk menghasilkan pupuk organik cair yang merupakan salah satu dekomposer yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hasil perkebunan. Selain itu, untuk jangka panjang, diharapkan program ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.
Kata kunci: Sawit, Karet, Fermenter, Pupuk Cair
ABSTRACT
Jambi Province has a significant role in the plantation sector because it has several superior commodities such as oil palm and rubber plantations. In 2016, Bungo District had rubber plantations covering 98.220 hectares and oil palm plantations 97.630 hectares. The simultaneous use of land in oil palm plantations will reduce the quality of the soil, thus having an impact on the quality of the palms produced. Usually, synthetic fertilizers use to increase production yields. The continued use of synthetic fertilizers will harm the soil and the environment, so that community skills are needed to produce natural-based (organic) fertilizers by utilizing agricultural waste. The Karya Mukti cooperative reports that rubber seeds are agriculture waste that has not to use appropriately. Rubber seeds are known to have local microorganisms that are probiotic as a fermenter in the fermentation reaction to produce organic fertilizer. Community service in processing this potential is needed to apply appropriate technology for farmers and to apply an organic farming system to create quality and healthy agricultural products and to create one of the environmentally friendly liquid organic fertilizers. This program aims to provide training and competence to the community in processing plantation waste to produce liquid organic fertilizer, which uses the decomposer to improve the quality of plantation products and also improve community skills to make quality and competitive products.
Keywords: Palm Oil, Rubber, Fermenter, Liquid fertilize
ALIH TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN LOKAL DI KENAGARIAN ANDALEH, LIMAPULUH KOTA
Jagung banyak dibudidayakan di Kenagarian Andaleh di Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota. Jenis jagung yang dibudidayakan adalah jagung gigi kuda yang sering dijadikan sebagai pakan ternak terutama pakan unggas. Jagung gigi kuda memiliki biji berbentuk gigi, mengandung karbohidrat (pati) yang tinggi, dan bertekstur keras. Ciri khas jagung ini adalah memiliki biji yang melekuk di bagian tengah atau bagian atas biji. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masayarakat Nagari Andaleh Kecamatan Luak, tentang pemanfaatan bahan pangan lokal, khususnya komoditi jagung ini melalui alih teknologi pengolahan menjadi nugget jagung. Kegiatan diawali dengan memberikan penyuluhan tentang praktik sanitasi, meliputi sanitasi pekerja, sanitasi peralatan, dan sanitasi pengolahan, serta cara pengolahan pangan yang baik. Nugget jagung dibuat dari campuran daging ayam dan jagung dengan perbandingan 1:0.2. Melalui kegiatan ini, masyarakat mampu menerapkan higieni dan sanitasi dalam pengolahan pangan, serta memiliki keahlian dalam pengolahan jagung menjadi produk pangan baru, yaitu nugget jagung, sehingga meningkatkan pemanfaatan bahan pangan lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan alih teknologi pemanfaatan bahan pangan lokal jagung diharapkan tumbuh motivasi untuk mengembangkan usaha skala rumah tangga yang berpengaruh pada peningkatan perekonomian masyarakat di Kenagarian Andaleh.
Kata kunci: Jagung Gigi Kuda, Nagari Andaleh, Nugget Jagung, Alih Teknologi, Pangan Lokal
ABSTRACT
Corn is widely cultivated in Andaleh Village, Luak Sub-district, Lima Puluh Kota Regency. The type of corn that cultivated in this village is dent corn (Zea mays var. indentata), which often used as animal feed, especially poultry feed. Dent corn has a tooth-shaped seed, contains high carbohydrates (starch), and has a hard texture. The characteristic of this corn form is that the seeds have an indentation in the middle or top of the seed. The purpose of this programs was to increased the knowledge Andaleh Village community, Luak District, about the utilization of local food, especially dent corn through the transition technology of corn processing to be corn nuggets. The activity began with provided counseling on sanitation practices, including personal sanitation, equipment sanitation, and processing sanitation, as well as good manufacturing practice. Corn nuggets were made from a mixture of chicken and corn in a ratio of 1: 0.2. Through this programs, the community will be able to apply hygiene and sanitation in food processing, and have expertise in processing corn into new products like nuggets, thereby can increase the utilization of local foodstuffs and improve the community's economy. Transition technology to use local dent corn was expected to grow the motivation of community to develop household-scale businesses that have an effect to increase the economy of the Andaleh Village community.
Keywords: Dent Corn, Andaleh Village, Corn Nugget, Transition of Technology, Local Food
PENDAMPINGAN PROGRAM PERILAKU HIDUP SEHAT PADA MASA KENORMALAN BARU: STUDI KASUS DI DESA BANGSRI
Masa kenormalan baru menuntut masyarakat untuk beradaptasi terhadap virus corona. Sehingga pemerintah desa mengeluarkan kebijakan agar masyarakat membiasakan diri untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Namun kebijakan tersebut belum dapat dilakukan dengan baik karena keterbatasan pengetahuan, tidak ada pengalaman dan penglihatan, dan banyaknya berita bohong yang beredar di media sosial. Kepercayaan masyarakat yang rendah terhadap keberadaan virus corona juga merupakan salah satu masalah yang serius jika tidak segera ditindaklanjuti. Banyak masyarakat menganggap bahwa virus corona merupakan konspirasi orang elit yang mempunyai kepentingan tersendiri menurut berita bohong yang beredar di media sosial. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan khususnya masyarakat Desa Bangsri agar mematuhi protokol kesehatan dengan berperilaku hidup sehat. Metode pendampingan yang digunakan adalah metode PAR (Participation Action Research). Dengan demikian dalam proses pengabdian tim terlibat secara partisipatif di antara masyarakat untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku terkait perilaku hidup sehat. Setelah pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan, masyarakat Desa Bangsri menjadi antusias dalam menerapkan protokol kesehatan dan berperilaku hidup sehat seperti selalu memakai masker dimanapun, rajin cuci tangan memakai sabun, jaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mengonsumsi vitamin, olahraga secara teratur, rajin membersihkan lingkungan sekitar dan rajin mengonsumsi empon-empon.
Kata kunci: Hidup Sehat, Kenormalan Baru, Desa Bangsri
ABSTRACT
The new normality requires people to adapt to the corona virus. So that the village government issued a policy so that people get used to implementing healthy living habits. However, this policy has not been implemented properly due to limited knowledge, lack of experience and vision, and the large number of fake news circulating on social media. The low public trust in the existence of the corona virus is also a serious problem if it is not followed up immediately. Many people think that the corona virus is a conspiracy of elite people who have their own interests according to fake news circulating on social media. Therefore, Community service activities are needed in the form of assistance, especially for the Bangsri Village community to comply with health protocols by behaving in a healthy life. The mentoring method used is the PAR (Participation Action Research) method. Thus in the process of community service, the team is involved in a participatory manner among the community to encourage behavior change related to healthy living behaviors. After the community service was carried out, the people of Bangsri Village became enthusiastic in implementing health protocols and behaving in a healthy life such as always wearing a mask wherever, diligently washing hands with soap, keeping distance, avoiding crowds, diligently consuming vitamins, exercising regularly, diligently cleaning the surrounding environment and diligently consume empon-empon.
Keywords: Healthy living, New normalcy, Bangsri
 
PURWARUPA PENDETEKSI PARKIRAN KOSONG UNTUK TAMU DI PERUMAHAN NUSA INDAH KOTA TANJUNG PINANG, KEPULAUAN RIAU
Penelitian mengambil lokasi di Perumahan Nusa Indah di kota Tanjungpinang, yang dijadikan lokasi observasi dengan tujuan hasil penelitian dapat di aplikasikan juga di perumahan dengan permasalahan yang sama. Dari hasil observasi, ditemukan bahwa kendaraan roda 4(empat) parkir di garasi rumah dan di jalan perumahan. Kendaraan yang parkir di depan rumah pada umumnya adalah tamu warga perumahan dapat menimbulkan sebuah permasalahan yaitu kesulitan pada kendaraan yang akan masuk dan keluar parkir garasi rumah. Dengan latar belakang tersebut, maka diusulkan sebuah inovasi teknologi sistem informasi ketersediaan parkir untuk tamu. Teknologi mikrokontroler dengan menggunakan arduino nano yang di integrasikan sensor ultrasonik. Sensor ultrasonik ditempatkan pada lokasi parkir yang sudah ditentukan didalam perumahan. Sensor Ultrasonik akan mendeteksi benda dengan jarak tertentu untuk diteruskan ke arduino selanjutnya menghasilkan sebuah luaran yang berupa informasi ditampilkan pada layar LCD. Penelitian dimulai dengan pendekatan sosial bersama warga di perumahan sebagai calon pengguna inovasi, yang di integrasikan dengan pendekatan design thinking untuk menghasilkan solusi utama berupa inovasi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan. Solusi utama didapatkan dari hasil brainstorming, akan dilanjutkan dengan pembuatan purwarupa sederhana untuk uji fungsi dan manfaat bersama calon pengguna. Dari hasil pengujian bersama calon pengguna, didapatkan hasil memuaskan dari segi kemudahan menggunakan teknologi, manfaat inovasi dan fungsi pada purwarupa. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa hasil inovasi berguna untuk masyarakat. Teknologi yang murah dan sederhana mampu berfungi optimal dan baik.
Kata Kunci: Arduino, Design Thinking, Informasi, Parkir, Perumahan
ABSTRACT
The study took place in Nusa Indah Housing in Tanjung Pinang City, which was used as an observation location with the aim that the results of the study could also be applied in housing with the same problem. From observations, it was found that four-wheeled vehicles parked in the garage of the house and on the residential road. Vehicles that park in front of the house in general are residential residents can cause a problem that is the difficulty of vehicles that will enter and exit the garage parking house. With this background, it is proposed an information technology technology for parking availability for guests. Microcontroller technology using Arduino Nano integrated with ultrasonic sensors. The ultrasonic sensor is placed at a designated parking location in the housing. Ultrasonic sensors will detect objects with a certain distance to be forwarded to Arduino and then produce an output in the form of information displayed on the LCD screen. The study began with a social approach with residents in housing as potential users of innovation, which were integrated with the design thinking approach to produce the main solutions in the form of technology-based innovations that fit the needs. The main solution obtained from the results of brainstorming, will be followed by making a simple prototype to test the functions and benefits with prospective users. From the results of testing with potential users, obtained satisfactory results in terms of ease of use of technology, the benefits of innovation and function in prototypes. From the test results found that the results of innovation are useful for the community. Cheap and simple technology can function optimally and well.
Keyword: Arduino, Design Thinking, Information, Parking, Housin
PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PANDEMI COVID 19 DAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0: Suatu Langkah Pengenalan pada Petani Sindang Jati Curup
UMKM merupakan pelaku ekonomi yang mendukung perekonomian negara memiliki banyak kendala dalam usaha peningkatan kinerja perekonomiannya. Penghambat bagi mereka umumnya dikarenakan belum optimalnya kemampuan dalam berwirausaha. Dalam pengabdian dosen kali ini target yang ingin dicapai adalah merubah mindset, mengajarkan bagaimana membuat keuangan keluarga terkendali, demikian juga dalam menjaga kesehatan dalam era pandemi Covid 19. Hal yang tidak kalah penting adalah membukakan wawasan mengenai kemungkinan untuk melakukan ekonomi kreatif dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarga.
Kata kunci: Mindset, Keuangan Keluarga, Kesehatan, Ekonomi Kreatif
ABSTRACT
SMEs are economic actors that support the coutry’s economy and face many obstacles in effots to improve economic performance. Most of the obstacles for them due to their inadequate entrepreneurial skills. In this training, the target to achieved is to change the mindset, teach how to keep family finance under control, as wel as maintaining health in the era of teh Covid 19 pandemic. It is also important to open up insignts about the possibility of carrying out a creative economy in an effort to improve the family economy.
Keywords: Mindset, Family Finances, Health, Creative Econom
IMPLEMENTASI MATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DI INDONESIA MELALUI INTERAKSI LINTAS BUDAYA MAHASISWA
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memfasilitasi kegiatan interaksi lintas budaya melalui bingkai pertukaran mahasiswa Nusantara dengan mengungkap adanya implementasi matematika pada kebudayaan lokal yang ada di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 November 2020 melalui webinar nasional yang diikuti oleh mahasiswa yang tergabung dalam program PERMATA-SAKTI. Kemajuan teknologi informasi berbasis internet dan robotik yang biasa dikenal dengan nama revolusi industri 4.0 menjadi salah satu ancaman dan tantangan yang harus dihadapi agar keberadaan budaya tetap terjaga. Salah satu cara untuk melestarikan budaya tersebut adalah dengan memperkenalkan budaya pada mahasiswa melalui pembelajaran dengan cara mengintegrasikan budaya pada setiap mata kuliah. Oleh karena itu, melalui interaksi lintas budaya pada program PERMATA SAKTI ini sangat tepat untuk saling mengenalkan antar kebudayaan yang ada di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan pada tahap persiapan yaitu mempelajari masalah tentang kebudayaan, mendata mahasiswa, dan melibatkan mahasiswa untuk bersama-sama menganalisis kebudayaan pada masing-masing daerahnya yang terintegrasi matematika. Kegiatan pada tahap pelaksanaan adalah membimbing mahasiswa memperkenalkan kebudayan daerahnya yang terintegrasi matematika, disajikan dalam bentuk video, dan dipresentasikan melalui webinar. Pada tahap evaluasi, mahasiswa merevisi video berdasarkan saran dosen dan peserta lain saat webinar.
Kata kunci: Interaksi Budaya, Matematika, Kebudayaan Indonesia, Webinar, Permata –Sakti
ABSTRACT
The purpose of this service activity is to facilitate cross-cultural interaction activities through the frame of Nusantara student exchange by revealing the implementation of mathematics in local cultures in Indonesia. This activity was carried out on November 9, 2020 through a national webinar which was attended by students who are members of the PERMATA-SAKTI program. The advancement of internet-based and robotic information technology which is commonly known as the industrial revolution 4.0 is one of the threats and challenges that must be faced so that the existence of culture is maintained. One way to preserve this culture is to introduce culture to students through learning by integrating culture in each subject. Therefore, through cross-cultural interactions in the PERMATA SAKTI program, it is very appropriate to introduce each other between cultures in Indonesia. The method of implementing this activity consists of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. Activities in the preparation stage are studying problems about culture, registering students, and involving students to jointly analyze the culture in their respective areas which are integrated with mathematics. The activity at the implementation stage is to guide students to introduce regional culture that is integrated with mathematics, presented in video form, and presented through webinars. In the evaluation stage, students revise the video based on suggestions from lecturers and other participants during the webinar.
Keywords: Cultural Interaction, Mathematics, Indonesian Cultures, Webinar, Permata –Sakt
STUDI TINGKAT PREFERENSI PANELIS TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI SELAI KOLANG KALING (Arenga Pinnata Fruits)
Selai buah kolang kaling (Arenga Pinnata fruits jam) berperilaku sebagai fluida pseudoplastik yang memiliki tegangan permukaan bersifat koloid. Viskositas selai ini meningkat dengan diberikan perlakuan penambahan konsentrasi gula dan tingkat keasaman. Penerimaan keseluruhan panelis tertinggi untuk selai yang dibuat dengan gula 40%, jeruk nipis 0,2% dan garam 0,2% dari berat bubur kolang kaling yang dilumatkan. Uji kesukaan ragam selai buah kolang kaling dilakukan kepada 20 panelis tidak terlatih. Studi tingkat preferensi panelis untuk karakteristik sensorik dianalisis dengan model Rasch menggunakan aplikasi facets. Selai yang paling disukai dari karakteristik sensori aroma, warna, rasa, dan tingkat kemanisan adalah selai Nagaling (Naga kolang kaling). Sedangkan dari segi tekstur selai yang paling disukai adalah selai Nasling (Nenas Kolang Kaling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa exact agreement diperoleh sebesar 58,5%, nilai ini mendekati hasil analisis expected agreements yang diperoleh hasil sebesar 59,3%. Artinya analisis menunjukkan kesesuaian (fit) antara model dengan estimasinya.
Kata kunci: preferensi panelis, selai, kolang kaling, karakteristik sensori, koloid
ABSTRACT
Arenga Pinnata Fruits jam behaved as pseudoplastic fluid exhibiting yield stress. Viscosity of this jam increased with sugar concentration and acidity. The overall acceptability was rated highest for the jam prepared with 40% sugar, 0,2 % lime drops and 0,2 % salts. The preference test for the diversification of Arenga Pinnata fruits jam was conducted on 20 untrained panelists. Panelists’ preferences level study for sensory characteristics was analyzed by Rasch model using the facets application. The most preferred jam from the sensory characteristics of smell, color, taste, level of sweetness is Nagaling jam. In other hands the terms of texture the most preferred jam is Nasling jam. The results show that exact agreements obtained are 58.5%, this value is close to the analysis of the expected agreements which obtained the results of 59,3%. It is means the analysis shows fit with estimated model.
Keywords: panelists preference, jam, arenga pinnata fruits, sensory characrteristic, koloi