LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
PENYULUHAN KESEHATAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEPATUHAN TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA PENDERITA HIV DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit virus jenis baru yang memiliki daya penularan tinggi sehingga menyebabkan pandemi di dunia. Penderita HIV adalah penderita yang rentan terkena COVID-19 dan jika sudah terkena COVID-19 akan cenderung lebih parah dibandingkan populasi lainnya. Akibat belum ditemukannya pengobatan definitif, maka langkah terbaik untuk memutus rantai penularan COVID-19 adalah dengan menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepatuhan penderita HIV dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Pengambilan data dilakukan melalui survei kuesioner yang diberikan langsung kepada responden setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Responden adalah penderita HIV yang berjumlah 100 orang. Data dianalisa dengan analisis statistik chi-square (α=0,05) dengan software SPSS versi 21. Pada uji chi square, didapatkan hasil bahwa persepsi keparahan (p=0,012), persepsi hambatan (p=0,001), persepsi manfaat (p=0,031), dan isyarat untuk bertindak (p=0,003) berhubungan secara statistik terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Sementara persepsi kerentanan (p=0,164) dan efikasi diri (p=0,120) tidak berhubungan secara statistik terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Terdapat hubungan antara persepsi keparahan, persepsi hambatan, persepsi manfaat dan isyarat untuk bertindak terhadap kepatuhan protokol kesehatan.
Kata kunci: penyuluhan, covid-19, kepatuhan, HIV
ABSTRACT
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new type of viral disease that has a high transmission power, causing a pandemic in the world. People with HIV are people who are vulnerable to COVID-19 and if they have been exposed to COVID-19 will tend to be more severe than other populations. As a result of not finding a definitive treatment, the best step to break the chain of transmission of COVID-19 is to implement a health protocol as a prevention effort. The purpose was to analyze the level of adherence of HIV patients in implementing the COVID-19 health protocol. Data were collected through a questionnaire survey which was given directly to respondents after health education was conducted. The respondents were 100 people with HIV. This study uses chi-square statistical analysis (α=0.05) with SPSS version 21 software. In the chi square test, it was found that perceived severity (p=0.012), perceived barriers (p=0.001), perceived benefits (p=0.031), and cues to action (p=0.003) were statistically related to health protocol compliance. Meanwhile, the perception of vulnerability (p=0.164) and self-efficacy (p=0.120) were not statistically related to health protocol compliance.There is a relationship between perceived severity, perceived barriers, perceived benefits and cues to act on adherence to health protocols.
Keywords: counseling, covid-19, compliance, HI
INOVASI TELUR ASIN ASAP PEDAS SEBAGAI PRODUK DIVERSIFIKASI PANGAN UNGGULAN DESA SUKANAGALIH KABUPATEN TASIKMALAYA
Telur merupakan salah satu produk pangan asal hewan yang memiliki nilai gizi tinggi dan berharga murah sehingga banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Telur asin merupakan produk olahan telur yang biasa dibuat dari telur itik dengan tujuan untuk meningkatkan masa simpan telur segar dan nafsu makan konsumen. Varian rasa telur asin saat ini cukup banyak, salah satunya yaitu telur asin asap. Telur asin asap rasa pedas merupakan inovasi diversifikasi pangan yang diharapkan dapat disukai konsumen dari berbagai golongan. Berbagai kegiatan pengolahan telur asin asap rasa pedas telah dilakukan di Desa Sukanagalih, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah telur asin asap rasa pedas sebagai salah satu produk unggulan di wilayah tersebut. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada kelompok mitra. Penyuluhan dilakukan dengan cara sosialisasi pentingnya diversifikasi pada produk pangan hewani. Pelatihan dilakukan dengan cara praktek pembuatan telur asin asap rasa pedas mulai dari telur itik segar sampai terbentuknya produk telur asin asap rasa pedas. Pendampingan dilakukan secara berkala pada kedua kelompok mitra agar semakin terampil dalam mengolah produk sampai pemasaran produk melalui berbagai media social dan e-commerce. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya keterampilan masyarakat dalam mengolah telur asin asap rasa pedas sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis masyarakat. Dengan meningkatnya keterampilan tersebut, pendapatan masyarakat meningkat pula karena adanya margin harga jual telur yang cukup tinggi antara telur itik segar dengan produk telur asin asap rasa pedas.
Kata kunci: Digital Marketing, Diversifikasi Pangan, Pengabdian Masyarakat, Telur Asin Asap
ABSTRACT
Eggs are one of the food products of animal origin that have high nutritional value and are cheap so that they are widely consumed by the public. Salted eggs are processed egg products which are usually made from duck eggs with the aim of increasing the shelf life of fresh eggs and consumer appetite. There are quite a lot of salted egg flavors, one of which is smoked salted egg. Spicy smoked salted egg is a food diversification innovation that is expected to be liked by consumers from various groups. Various activities of processing spicy smoked salted eggs have been carried out in Sukanagalih Village, Rajapolah District, Tasikmalaya Regency. The aim of this community service program is to improve community skills in processing spicy smoked salted eggs as one of the leading products in the region. The method of community service is carried out by means of counseling, training and mentoring to partner groups. Extension is carried out by socializing the importance of diversification in animal food products. The training was conducted by practicing making spicy smoked salted eggs, starting from fresh duck eggs to the formation of spicy smoked salted eggs. Assistance is carried out periodically for the two groups of partners to make them more skilled in processing products to marketing products through various social media and e-commerce. The results of this activity are in the form of increased community skills in processing spicy smoked salted eggs so that they can be used as one of the community's business opportunities. With the improvement in these skills, people's income has also increased due to the fairly high margin of egg selling price between fresh duck eggs and spicy smoked salted egg products.
Keywords: Digital Marketing, Food Diversification, Community Service, Smoked Salted Eg
UKM “BANGKIT”: STRATEGI PENGUATAN EKONOMI DAN KEBANGKITAN DI ERA KENORMALAN BARU COVID-19
Latar belakang: Usaha Kecil Menengah (UKM) Bangkit merupakan sebuah unit usaha yang didirikan oleh organisasi Kreatif dan Wisata Lokal yang ada di Desa Ngoro-oro. UKM Bangkit memiliki unit usaha kuliner berupa kripik dari sayuran, olahan singkong, olahan pisang, dan olahan potensi lokal lainnya, serta unit pariwisata. UKM Bangkit dibentuk untuk mewadahi kelompok produktif di Desa Ngoro-oro dengan harapan dapat saling mendukung untuk menguatkan ekonomi masyarakat di era kenormalan baru Covid-19.
Tujuan: Membangkitkan kembali perekonomian di Desa Ngoro-oro yang terdampak selama pandemi Covid-19 baik dari pemasaran, manajerial, modal, optimalisasi pemasok bahan baku pembuatan produk, pembuatan jejaring pemasaran serta pelatihan Protokol K3 Covid-19 dan risikonya dalam menjalankan aktivitas ekonomi di era adaptasi Covid-19.
Metode: Program UKM Bangkit ini dilaksanakan dengan kerjasama antara tim pengusul, mahasiswa dan mitra (Pemerintah Desa Ngoro-oro). Metode yang dilakukan adalah dengan pelatihan motivasi berwirausaha, penyuluhan Adaptasi Covid-19 di sektor ekonomi, dan Focus Grup Discussion (FGD) untuk membuat sistem jejaring produsen, pemasok bahan baku dan pemasaran. Program terjadwal selama tiga bulan dari Oktober – Desember 2020. Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan bagian dari kegiatan Hibah UKM Indonesia Bangkit 2020 yang didanai oleh RISTEK-BRIN.
Hasil: Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Ngoro-oro menghasilkan terbentuknya UKM Bangkit yang dikelola oleh masyarakat di tingkat desa. Dengan adanya potensi bahan baku yang ada di Desa Ngoro-oro mampu dimanfaatkan menjadi makanan yang dapat dijual di sekitar wilayah Desa Ngoro-oro serta sebagai pendukung bidang kuliner Desa wisata Ngoro-oro. UKM Bangkit menyediakan jejaring beberapa toko/warung yang bisa digunakan untuk menitipkan barang dagangannya di sekitar Patuk Gunungkidul.
Dampak: Masyarakat menjadi lebih bersemangat untuk berkegiatan di Era Adaptasi Covid-19, masyarakat bisa kembali produktif dengan adanya kegiatan di UKM Bangkit serta dapat menambah penghasilan masyarakat.
Kata kunci: Objek wisata, UKM, Kuliner, Covid-19, Adaptasi
ABSTRACT
Background: “Bangkit” Small and Medium Enterprises (UKM) is a business unit established by the Creative and Local Tourism organization in Ngoro-oro Village, Gunungkidul District. UKM Bangkit has a culinary business unit in the form of chips from vegetables, cassava, bananas and other local potentials and a tourism unit. UKM Bangkit was developed to accommodate productive groups in Ngoro-oro with an expectation to support each other aimed to strengthen the community economy in the new era of Covid-19.
Purpose: To revive the economy in Ngoro-oro Village which was affected by the Covid-19 pandemic – in term of marketing, managerial, capital, optimization of suppliers of raw materials for product manufacture, creation of marketing networks, training on the Covid-19 health protocol and the risks involved in carrying out economic activities in the era of Covid-19 adaptation.
Methods: The UKM Bangkit program is implemented in collaboration between the team, students and partners (Ngoro-oro Village Government). The method used to reach the aim is entrepreneurial motivation training, counselling on Covid-19 adaptation in the economic sector, and Focus Group Discussions (FGD) to create a network system for producers, suppliers of raw materials and marketing. The program is scheduled for three months from October to December 2020. This community service is part of the 2020 grant namely Bangkit Indonesia Bangkit for UKM that funded by RISTEK-BRIN.
Result: The activities carried out in Ngoro-oro Village resulted in the formation of UKM Bangkit which was managed by the community at the village level. With the potential for the existing raw materials in Ngoro-oro Village, it can be used as food that can be sold around the Ngoro-oro Village area and as a supporter of the culinary field of the Ngoro-oro tourism village. UKM Bangkit provides a network of several shops that can be used to deposit their merchandise around Patuk Gunungkidul.
Impact: The community becomes more enthusiastic about doing activities in the Covid-19 adaptation era, the community can return to productivity with the activities at UKM Bangkit and can increase people's income.
Keywords: Tourism, UKM, Culinary, Covid-19, Adaptatio
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN DODOL SIRSAK PADA KELOMPOK PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KELURAHAN PAYOBASUNG, KECAMATAN PAYAKUMBUH TIMUR, KOTA PAYAKUMBUH
Sirsak merupakan salah satu komoditi yang banyak dijumpai di pekarangan masyarakat di Kelurahan Payobasung Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh. Pengolahan dan pemanfaatan sirsak oleh masyarakat di Kelurahan Payobasung ini masih sangat minim dan terbatas. Sirsak dapat diolah menjadi aneka makanan, salah satunya adalah dodol. Pengolahan dodol sirsak dapat dilakukan dengan cara pemasakan yang sederhana dan menggunakan peralatan yang sederhana, sehingga dapat diaplikasikan pada industri skala rumah tangga. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian dan pendampingan terhadap kelompok PKH Kelurahan Payobasung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan peserta dalam mengolah sirsak menjadi dodol sirsak, dan mengarahkan keterampilan tersebut untuk menghasilkan pendapatan dan meningkatkan perekonomian keluarga. Pendampingan dilakukan dengan memberikan sosialisasi, pelatihan dan demo mengenai teknologi pengolahan dodol sirsak mulai dari persiapan bahan baku hingga proses pengemasan, serta usaha-usaha pemasaran kepada para peserta pelatihan. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan wawasan, keterampilan peserta mengenai pembuatan dodol sirsak, dan diharapkan ada peningkatan pendapatan bagi keluarga penerima PKH di Kelurahan Payobasung.
Kata kunci: Dodol, Sirsak, Komoditi Pekarangan
ABSTRACT
Soursop is a garden commodity that is often found in community’s yard and garden of Payobasung Village, Payakumbuh Timur Sub-District, Payakumbuh City. The processing and utilization of soursop by Payobasung Village community was minimal and limited. Soursop can be processed into various foods, including dodol. The processing of soursop dodol can be done by simple cooking and use simple equipment, so can be applied on a household scale industry. Based on this background, community service and assistance activities were carried out for PKH groups of Payobasung Village. The aims of this activity were to increase the perception and skills of participants in processing soursop into soursop dodol, and directing their skills to generate income and improve the family economy. The assistance activity was done by providing socialization, training and demonstration about the technology of soursop dodol, starting from the preparation of raw materials to the packaging process, as well as marketing efforts to the training participants. The results of this activity indicated an increase in participants’ perception and skills regarding making soursop dodol, and it is hoped that there will be an increase in income for PKH recipient families in Payobasung Village.
Keywords: Dodol, Soursop, Garden Comodit
PENDAMPINGAN ADAPTASI TEKNOLOGI SERTA PEMANFATANNYA DALAM MENANAMKAN LITERASI DAN NUMERASI DI SD 3T
Kurangnya pemahaman guru dan siswa mengenai teknologi menjadi permasalahan utama dalam proses pembelajaran di masa pandemi. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan melalui kegiatan pendampingan adaptasi teknologi serta pemanfaatannya dalam menanamkan literasi dan numerasi siswa di Sekolah Dasar yang tergolong kriteria 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Provinsi Lampung. Kegiatan dilakukan secara luring dengan menerapkan protocol kesehatan di 3 SD sasaran yaitu UPT SD Negeri 1 Pujodadi, UPT SD Negeri 2 Podomoro dan UPT SD Negeri 4 Sendangmulyo. Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari guru dan siswa. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk: 1) membantu para guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi pada pembelajaran daring; 2) meningkatkan ketrampilan guru dan siswa dalam penggunaan aplikasi pada pembelajaran daring; 3) memberikan informasi kepada guru dan siswa mengenai pentingnya penanaman literasi dan numerasi sejak dini serta pemanfaatan media digital sebagai sarana menanamkan literasi dan numerasi. Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian ini antara lain: 1) teknologi informasi menjadi sarana utama untuk saling berinteraksi di masa pandemi sehingga guru dan siswa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan teknologi dalam proses pembelajaran daring; 2) pemanfaatan teknologi khususnya media digital dapat digunakan untuk menanamkan literasi dan numerasi siswa dalam pembelajaran daring.
Kata kunci: pendampingan, adaptasi teknologi, pembelajaran daring, literasi, numerasi
ABSTRACT
The lack of understanding of teachers and students about technology is a major problem in the learning process during the pandemic. The implementation of Community Service activities is carried out through mentoring activities for technology adaptation and its use in instilling literacy and numeracy in elementary school students belonging to the 3T criteria (Lagged, Foremost and Outermost) in Lampung Province. The activity was carried out offline by implementing health protocols in 3 target primary schools, namely UPT SD Negeri 1 Pujodadi, UPT SD Negeri 2 Podomoro and UPT SD Negeri 4 Sendangmulyo. This activity was attended by 38 participants consisting of teachers and students. This mentoring activity aims to: 1) assist teachers and students in utilizing technology in online learning; 2) improve the skills of teachers and students in the use of applications in online learning; 3) provide information to teachers and students regarding the importance of inculcating literacy and numeracy from an early age and the use of digital media as a means of inculcating literacy and numeracy. The conclusions in this service activity include: 1) information technology is the main means for interacting with each other during the pandemic so that teachers and students are required to be able to adapt to technology in the online learning process; 2) the use of technology, especially digital media, can be used to instill literacy and numeracy in students in online learning.
Keywords: mentoring, technology adaptation, online learning, literacy, numeratio
SUPPRESSION AND MITIGATION OF COVID-19 THROUGH KKN ACTIVITIES IN NAGARI
Perlunya kesadaran masyarakat akan protocol kesehatan terutama dalam masa pandemi untuk pengurangi penyebaran virus corona di Indonesia khususnya di nagari. Untuk itu dapat dilakukan langkah-langkah supresi dan mitigasi covid-19 di nagari dengan melibatkan semua unsur masyarakat antara lain melibatkan mahasiswa KKN. Dengan kegiatan KKN ini dapat mengurangi dampak pandemi covid-19 antara lain dalam bentuk kegiatan mahasiswa sesuai bidang studinya dan melibatkan media massa seperti website, blog, Instagram, pamflet, dan spanduk. Berdasarkan hasil kuisioner terhadap kegiatan mahasiswa KKN maka disimpulkan 67% menyatakan berdampak positif
OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA SELEDRI DAN CABAI ORGANIK DI DESA MENDALO DARAT KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tahun 2019 melibatkan kelompok Ibu PKK warga RT 25, Desa Mendalo Darat. Kegiatan ini bertujuan untuk menfasilitasi warga dalam mengatasi kendala pada budidaya tanaman di lahan pekarangan khususnya tanaman seledri dan cabai, terutama dalam hal pembuatan pupuk organik, pembibitan, perawatan tanaman serta pengendalian hama dan penyakit. Sehingga melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan warga tentang budidaya seledri dan cabai organik meningkat dan dapat mengoptimalkan penggunaan lahan pekarangan untuk budidaya seledri dan cabai. Metode Participatory Learning and Action (PLA) digunakan dalam pemecahan masalah melalui kegiatan: 1) Pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal untuk budidaya tanaman seledri dan cabai, 2) Pembuatan pupuk organik padat dan cair, pembuatan pestisida nabati dari beberapa bahan, 3) Implementasi budidaya seledri dan cabai secara organik pada masing-masing lahan pekarangan warga RT 25. Demplot budidaya seledri dilakukan secara vertikultur menggunakan rak besi sebanyak dua unit, untuk lahan pekarangan dua peserta. Sedangkan peserta lainnya penanaman dilakukan tanpa menggunakan rak. Hasil yang dicapai setelah melakukan kegiatan pengabdian ini adalah: meningkatnya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan para peserta mengenai cara pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati, pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya seledri dan cabai organik, serta meningkatnya minat para peserta dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya seledri dan cabai organik.
Kata kunci: optimalisasi, pekarangan, budidaya seledri dan cabai organik, pupuk organik, pestisida nabati
ABSTRACT
This activity was carried out in 2019 involving the PKK group of RT 25, Mendalo Darat Village. This activity aims to facilitate peoples in overcoming obstacles of plant cultivation in their yards, especially celery and chili plants, mainly in terms of making organic fertilizers, nurseries, plant care and pest and disease control. So that it is hoped that the knowledge, understanding and skills of people about organic celery and chili cultivation will increase and can optimize the use of yard land for celery and chili cultivation. The Participatory Learning and Action (PLA) method is used in problem solving through the following activities: 1) Training on optimal use of yard land for celery and chili cultivation, 2) Making of solid and liquid organic fertilizers, botany pesticides from several materials,
3) Implementation of cultivation celery and chili organically in each yard of RT 25 people. The
demonstration plot for celery cultivation was carried out vertically using two iron racks, for two participants' yards. While other participants planting is done without using a rack. The results achieved after carrying out this activity are: increased knowledge, understanding and skills of the participants regarding how to make organic fertilizers and botanic pesticides, the use of yard land for organic celery and chili cultivation, as well as increasing participants' interest in using yard land for celery cultivation and organic chili.
Keywords: optimization, yard, organic celery and chili cultivation, organic fertilizer, botanic pesticide
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MILENIAL MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN MAKANAN SUPLEMEN KAPSUL IKAN GABUS DI DESA ANCA KECAMATAN LINDU KABUPATEN SIGI
Makanan suplemen kapsul ikan gabus sebagai solusi peningkatkan nilai tambah, memiliki kandungan albumin tinggi, yang berperan mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengangkat potensi sumber daya ikan danau Lindu utamanya ikan Gabus, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok usaha milenial untuk mampu membuat makanan suplemen kapsul ikan gabus sebagai sarana meningkatkan pendapatan. Program pengabdian ini di laksanakan di Desa Anca, yang difokuskan pada pengembangan produk unggulan daerah di Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaannya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan (capacity building), diskusi, praktek kerja (demplot), dan kegiatan pendampingan pengolahan ikan gabus yang dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini, bermitra dengan kelompok usaha milenial Kalendu Kolenorasi hasil binaan BUMDES Desa Anca. Keterlibatan mitra dan pemerintah setempat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan tentang pengolahan makanan supplemen kapsul ikan gabus dan manfaatnya, dilakukan secara interaktif dan partisipatif tentang peningkatan kapasitas sumber daya manusia milenial. Untuk menjaga keberlanjutan program, dilakukan kegiatan pendampingan dengan intensitas melakukan komunikasi, baik melalui media telepon , media sosial, dan melakukan pertemuan langsung dengan mitra untuk diskusi terkait dengan masalah pengembangan usaha dan cara pemecahannya. Target luaran yang ingin dicapai adalah kelompok usaha milenial Kalendu Kolenorasi Desa Anca mampu mengelola dan menghasilkan produk makanan supplemen kapsul ikan gabus.
Kata kunci : pemberdayaan, pelatihan, pendampingan, kapsul ikan gabus, peningkatan pendapatan
ABSTRACT
Snakehead fish capsule supplement food as a solution to increase added value, has a high albumin content, which plays a role in accelerating the wound healing process. The purpose of this community service is to raise the potential of Lake Lindu fish resources, especially snakehead fish, as well as provide knowledge and skills to millennial business groups to be able to make snakehead fish capsule supplement food as a means of increasing income. This service program was carried out in Anca Village, which is focused on developing regional superior products in Sigi Regency. The method used in its implementation is to increase the capacity of human resources through training (capacity building), discussions, work practices (demplots), and sustainable management of snakehead fish. This service activity is in partnership with the Kalendu Kolenorasi millennial business group fostered by BUMDES Anca Village. The involvement of partners and the local government was very enthusiastic in participating in training activities on food processing for snakehead fish capsule supplements and their benefits, carried out interactively and participatively on increasing the capacity of millennial human resources. To maintain the sustainability of the program, mentoring activities are carried out with the intensity of communicating, both through telephone media, social media, and holding direct meetings with partners for discussions related to business development problems and how to solve them. The output target to be achieved is that the millennial business group Kalendu Kolenorasi Anca Village is able to manage and produce snakehead fish capsule supplement food products.
Keywords: empowerment, training, mentoring, snakehead fish capsules, increasing incom
PEMBERDAYAAN TIM PENGGERAK PKK MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI BRIKET DI KELURAHAN DELI TUA TIMUR KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG
Program-program pemberdayaan di Indonesia diwujudkan dalam berbagai aspek yang menyentuh pelayanan dasar.Rendahnya kapasitas kelompok ibu-ibu Tim Penggerak PKK di Kelurahan Deli Tua Timur Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang dalam mengatasi permasalahan sampah domestik, khususnya sampah organik. Rendahnya kemampuan dalam mengolah sampah organik ini menjadi briket arang organik,sehingga menjadi peluang usaha yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Metode yang digunakan dalam bentuk pelatihan pengolahan briket, diskusi kelompok, pengorganisasian dan kegiatan aksi dalam pengolahan limbah organik secara berkelanjutan.Pelatihan dilakukan dengan melakukan presentasi terhadap warga komunitas secara interaktif dan partisipatif terkait peningkatan kapasitas (capacity building) dalam pengolahan briket dari sampah domestik yang dilakukan oleh Tim Pelaksana. Setelah itu diberikan bantuan teknologi tepat guna setelah kelompok benar-benar siap untuk memanfaatkan dan mengelolanya dengan baik. Kegiatan pelatihan pengolahan briket menjadi alternatif pengembangan wirausaha sosial dalam peningkatan ekonomi keluarga sekaligus meminimalisasi permasalahan sampah organik.
Kata Kunci: Sampah Organik, Potensi Aset Sumberdaya, Pemberdayaan Kelompok Tim
Penggerak PKK, Pengolahan Briket
ABSTRACT
Empowerment programs in Indonesia are manifested in various aspects that touch basic services. The low capacity of the PKK activating team in Deli Tua Timur Village, Deli Tua District, Deli Serdang Regency, in overcoming the problem of domestic waste, especially organic waste. The low ability to process organic waste into organic charcoal briquettes is a business opportunity that can be developed to increase family income. The method used is in the form of briquette processing training, group discussions, organizing and action activities in managing organic waste in a sustainable manner. The training was carried out by making presentations to community members in an interactive and participatory manner related to capacity building in the processing of briquettes from domestic waste carried out by the Implementation Team. After that, appropriate technology assistance is given after the group is really ready to utilize and manage it properly. The briquette processing training activity is an alternative for social entrepreneurship development in improving the family economy while minimizing the problem of organic waste.
Keywords: Organic Waste, Potential Resource Assets, Empowerment of PKK Team Groups, Briquette Processin
EDUKASI PENCEGAHAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID 19) PADA IBU HAMIL DI KOTA BENGKULU
Kota Bengkulu tertanggal 13 Oktober 2020 merupakan Kabupaten/Kota di provinsi Bengkulu yang memiliki angka positif Covid 19 terbesar yaitu 485 dengan angka kematian 30. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan terpapar virus covid 19, ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi terjangkit penyakit berat, morbiditas dan mortalitas dibandingkan dengan populasi umum. Tujuan pengabdian adalah mencegah ibu hamil di Kota Bengkulu tertular Covid 19 dengan meningkatkan pemahaman tentang Covid 19 dan keterampilan cuci tangan serta pengunaan masker yang benar. Kegiatan dilaksanakan dengan metode door to door dengan ibu hamil dan mematuhi protokol kesehatan. Sasaran ibu hamil sebanyak 50 orang. Kegiatan dilakukan mulai dari pengukuran pemahaman tentang Covid 19 dengan kuisioner dan daftar tilik keterampilan cuci tangan dan penggunaan masker yang benar, selanjutnya tim melakukan pendampingan dan edukasi dengan menggunakan bantuan leaflet dan mendemonstrasikan keterampilan. Selain itu ibu hamil juga diberikan 1 set paket yang berisi vitamin, masker medis, sabun cuci tangan dan hand sanitizer. Evaluasi kegiatan dilakukan 2 minggu setelah implementasi. Hasil didapatkan ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan lebih dari 80% dan menerapkan pola hidup sehat lebih dari 75%, serta merasa lebih tenang karena telah didampingi dan diedukasi oleh tim pengabdi. Kesimpulan ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan tentang Covid 19 dan keterampilan cuci tangan dan penggunaan masker yang benar, sehingga dapat mencegah ibu hamil tertular Covid 19.
Kata kunci: Ibu Hamil, Protokol Pencegahan Covid 19
ABSTRACT
Bengkulu City, dated October 13, 2020, is a regency / city in Bengkulu province that has the largest positive number of Covid 19, namely 485 with a mortality rate of 30.Pregnant women are one of the groups vulnerable to exposure to the Covid 19 virus, pregnant women have a higher risk of contracting serious diseases and mortality compared to the general population.The aim of this service is to prevent pregnant women in Bengkulu City from contracting Covid 19 by increasing their understanding of Covid 19 and the skills in washing hands and using the correct mask. Activities carried out by the door to door method with pregnant women and complying with health protocols. The target of pregnant women is 50 people. Activities carried out starting from measuring understanding of Covid 19 with questionnaires and checklists of hand washing skills and the correct use of masks, then the team carried out mentoring and education using leaflets and demonstrating skills In addition, pregnant women are also given a set of packages containing vitamins, medical masks, hand washing soap and hand sanitizers. Activity evaluation is carried out 2 weeks after implementation The results showed that pregnant women experienced an increase in knowledge of more than 80% and adopt healthy lifestyle of more than 75%, and felt calmer because had been accompanied and educated by the service team. The conclusion is that pregnant women have increased knowledge about Covid 19 and skills in washing hands and using the correct masks, so that they can prevent pregnant women from contracting Covid 19.
Keywords: Pregnant Women, Covid 19, Prevention Protoco