LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
363 research outputs found
Sort by
PEMBUATAN POC DAN MOL DARI SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA DI KWT MAWAR BODAS KELURAHAN KAHURIPAN KECAMATAN TAWANG KOTA TASIKMALAYA
Sampah dapat menimbulkan gangguan sosial ekonomi dan gangguan kesehatan selain menimbulkan pencemaran. Sampah rumah tangga adalah sampah dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. Pembuatan POC dan MOL dipandang sebagai salah satu cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan sampah organik yang berasal dari limbah rumah tangga, karena pembuatannya mudah dan murah, selain itu tidak menimbulkan pencemaran serta menghasilkan produk (POC dan MOL) yang bermanfaat. Pengabdian dilaksanakan pada bulan April – September 2020 di Kelompok Wanita Tani Mawar Bodas dibawah naungan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Hurip Jaya, Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah: (1) Mendorong tumbuhnya motivasi dan inovasi masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga (2) Menghasilkan POC dan MOL yang bisa meningkatkan pendapatan kelompok (3) Membantu masyarakat desa menyelesaikan permasalahan sosial yang berhubungan dengan tingginya angka pengangguran produktif. Adapun target khusus yang ingin dicapai yaitu dihasilkannya produk POC dan MOL yang dihasilkan oleh masyarakat sendiri. Transfer teknologi, pelatihan dan pendampingan pembuatan POC dan MOL yang akan diterapkan dalam penyelenggaraan program. Hasil kegiatan adalah peningkatan pemahaman mengenai pengolahan sampah skala rumah tangga. Berdasarkan kuisioner evaluasi 87.5% peserta menyatakan bahwa sampah perlu dikelola setiap hari, Peserta sebanyak 62.5% menyatakan bahwa perlu dikelola pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Seluruh peserta (100%) menyatakan bahwa sampah organik rumah tangga perlu diolah menjadi POC, dan menurut mereka pembuatan POC mudah untuk dilakukan. Sebanyak 87.5% peserta menyatakan bahwa biaya pembuatan POC murah. Lebih dari 50% peserta (87.5%) mengikuti pelatihan sampai selesai
Kata kunci: pupuk organik, bioaktivator, sampah organik, poc, mol
ABSTRACT
Garbage can cause socio-economic and health problems in addition to causing pollution. Household waste is garbage from daily activities in the household. Making POC and MOL is seen as one of the right ways to solve the problem of organic waste originating from household waste, because it is easy and cheap to manufacture, besides it does not cause pollution and produces useful products (POC and MOL). The service was carried out in April - September 2020 at the Mawar Bodas Women Farmer Group under the auspices of the Hurip Jaya Farmer Group Association (Gapoktan), Kahuripan Village, Tawang District, Tasikmalaya City. The long-term objectives of this program are: (1) Encouraging the growth of community motivation and innovation in managing household organic waste (2) Producing POC and MOL which can increase group income (3) Helping rural communities solve social problems associated with high unemployment productive. The specific target to be achieved is the production of POC and MOL products produced by the community itself. Technology transfer, training and assistance in making POC and MOL which will be applied in program implementation. The result of the activity is an increase in understanding of household scale waste processing. Based on the evaluation questionnaire 87.5% of the participants stated that waste needed to be managed every day, 62.5% of participants stated that it was necessary to manage the separation between organic and inorganic waste. All participants (100%) stated that household organic waste needs to be processed into POC, and they think that making POC is easy to do. As many as 87.5% of participants stated that the cost of making POCs was cheap. More than 50% of participants (87.5%) attended the training until it was finished
Keywords: organic fertilizers, bioactivators, organic waste, poc, mo
PENDAMPINGAN PERHITUNGAN HARGA JUAL MELALUI METODE SERVICE LEARNING BAGI KEDAI KOPI DI KOTA BEKASI
Kemampuan bertahan bagi pelaku usaha UMKM di era pandemic COVID-19 menjadi sebuah tantangan tersendiri. Turunnya daya beli konsumen menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian khusus bagi salah satu kedai kopi di pusat kota Bekasi. Penurunan omzet penjualan teridentifikasi pada menu dengan bahan baku premium yang relative dijual dengan harga tinggi. Adanya kondisi ini berdampak pada kerugian terkait penyimpanan stok bahan baku premium yang memiliki masa simpan singkat namun harga beli tinggi. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk membantu mitra dalam menentukan metode pengelolaan bahan baku premium yang tepat sehingga dapat meminimalisir risiko kerugian akibat kerusakan bahan baku. Dengan adanya metode yang tepat maka akan dapat melakukan perhitungan harga jual yang tepat pula. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melalui pelatihan dan pendampingan intensif dengan pendekatan service learning. Adapun bentuk pelatihan yang dilakukan adalah sebanyak 10 kali pertemuan daring oleh tim dosen sarjana Akuntansi di Universitas Bina Insani. Selama melakukan pelatihan dan pendampingan didapati adanya kekeliruan alokasi modal dalam perhitungan harga jual sehingga menjadi terlalu tinggi dibandingkan harga jual pasaran. Selain itu didapati pula masalah terkait manajemen persediaan biji kopi yang menjadi salah satu akar masalah kerugian. Setelah melakukan pelatihan dan pendampingan ini terjadi peningkatan penjualan dan berdampak pada peningkatan keuntungan mitra sebesar 76%. Peningkatan ini terjadi setelah adanya perhitungan HPP dengan metode full costing dan penerapan pricing-strategies yang tepat.
Kata kunci: service learning, pengelolaan bahan baku, harga jual, full costing, pricing strategies
ABSTRACT
The ability to survive for MSME business in the era of the COVID-19 pandemic is a challenge in itself. The decline in consumer purchasing power is an issue that is of particular concern to one of the coffee shops in downtown Bekasi. The decline in sales turnover was identified on the menu with premium raw materials which were relatively sold at high prices. The existence of this condition has an impact on losses related to the storage of premium raw material stocks which have a short shelf life but high purchase prices. The main objective of this training is to assist partners in determining the right method of managing premium raw materials so as to minimize the risk of loss due to damage to raw materials. With the right method, it will be able to calculate the right selling price as well. The method used in this activity is through intensive training and assistance with a service learning approach. The form of training carried out was 10 online meetings by a team of Accounting lecturers at Bina Insani University. During the training and mentoring, it was found that there was an error in the allocation of capital in the calculation of the selling price so that it was too high compared to the market selling price. In addition, there were also problems related to coffee bean inventory management which became one of the root causes of losses. After conducting this training and mentoring, there was an increase in sales and an impact on increasing partner profits by 76%. This increase occurred after the calculation of COGS using the full costing method and the application of appropriate pricing strategies.
Keywords: service learning, raw material management, selling pricel, full costing, pricing strategie
EDUKASI PENGETAHUAN SANITASI PADA PRODUKSI KERUPUK IKAN DI UD SUMBER REJEKI SURABAYA
Sanitasi makanan adalah kegiatan yang dilakukan untuk membebaskan makanan dari kontaminasi makanan sehingga makanan tetap aman selama proses produksi makanan mulai dari penanganan bahan baku sampai distribusi produk kepada konsumen. Pengetahuan sanitasi sangat penting dimiliki oleh para pelaku industri makanan terutama pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pengetahuan sanitasi yang baik akan mendukung terciptanya produk yang bersih, aman bebas dari bahaya kesehatan. Edukasi tentang sanitasi makanan dilakukan kepada UD Sumber Rejeki yang bergerak pada produksi kerupuk ikan di kota Surabaya. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama adalah proses koordinasi dengan mitra untuk melaksanakan rangkaian kegiatan. Tahap kedua adalah kegiatan inti yang terdiri dari pre-test, edukasi dan post-test. Materi yang disampaikan antara lain personal hygiene, sanitasi peralatan, dan sanitasi ruangan. Hasil pengamatan setelah kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sanitasi yang ada di UD Sumber Rejeki terjadi peningkatan positif. Pengetahuan tentang sanitasi meningkat dari 62% menjadi 82% dan pada penerapannya meningkat dari 44% menjadi 56%. Dari hasil kegiatan tersebut dapat dikatakan bahwa edukasi dalam bentuk penyuluhan merupakan salah satu cara efektif dalam menyampaikan materi sanitasi pada mitra. Hasil positif yang dicapai yaitu peningkatan pengetahuan sanitasi sebesar 10% dan penerapan program sanitasi sebesar 12%.
Kata kunci: Kerupuk Ikan, Sanitasi, UMKM
ABSTRACT
Food sanitation is the practice of following certain rules and procedures to prevent the contamination of food, keeping it safe to eat during food processing from material handling to distribution. Sanitation knowledge is very important for food industry, especially UMKM (usaha kecil mikro dan menengah). Sanitation supports food products that are clea, safe and free from health hazards. Education was carried out to UD Sumber Rejeki, fish cracker industry in Surabaya. The program is implemented in two stages. The first stage is coordination with partner. The second stage consist of pre-test, counseling, and post-test. The content delivered includes personal hygiene, equipment sanitation and room sanitation. The result of post-activity observation showed that implementation of sanitation in UD Sumber Rejeki had a postif increase. Knowledge of sanitation increased from 62% to 82% and in practice increased from 44% to 56%. From the results of this activities, it can be said that counseling is an effective way to convey to sanitation knowledge to partners. Postif results were achieved for sanitation knowledge by 10%, and implemention of sanitation program by 12%.
Keywords: Fish Cracker, Sanitation, UMK
NEWSLETTER SEBAGAI MEDIA EDUKASI CEGAH COVID 19 DENGAN MASKER KAIN
Jumlah kasus terkonfirmasi di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 2.550 kasus, dengan penyumbang kasus terbanyak berasal dari kecamatan Tenggarong yakni dengan total kasus positif sebesar 692 kasus. Salah satu kelurahan dengan kasus terkonfirmasi adalah kelurahan Loa ipuh dengan kondisi belum terdapat media edukasi terkait pencegahan COVID-19 khususnya di RT 45. Berdasarkan hasil survei, diperoleh informasi bahwa 27,3% penduduk belum mematuhi protokol Kesehatan, 15,9% berpendapat bahwa tidak perlu menggunakan masker saat keluar rumah dan 20,5% memiliki opini bahwa masker tidak dapat melindungi diri dari infeksi COVID-19. Jenis masker yang paling banyak dipilih oleh warga adalah masker kain yakni sebanyak 52,2%. Edukasi tentang bagaimana cara menggunakan dan membersihkan masker kain dengan tepat sangat dibutuhkan oleh para pengguna masker kain agar manfaat yang diperoleh lebih efektif dalam pencegahan infeksi COVID-19. Newslettter merupakan salah satu media informasi dengan tujuan untuk menyampaikan informasi singkat dengan sasaran pembaca yang sibuk atau tidak memiliki waktu yang banyak dalam membaca sebuah berita. Dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat untuk menghindari kontak fisik maka diberikan newsletter yang berisi informasi fungsi singkat masker kain dan bagaimana menjaga kebersihan masker kain yang dapat digunakan berulang kali. Newsletter ini dibagikan kepada 47 kepala keluarga di RT 45 kelurahan Loa Ipuh. Masyarakat bersedia menerima dan membaca newsletter yang diberikan.
Kata kunci: Newsletter, Masker Kain, COVID-19
ABSTRACT
The number of confirmed cases in Kutai Kartanegara Regency is 2,550 cases, with the largest contributor to cases coming from Tenggarong sub-district with a total of 692 positive cases. One of the sub-districts with confirmed cases is Loa ipuh with no educational media related to the prevention of COVID-19, especially in RT 45. Based on the survey results, information was obtained that 27.3% of the population had not complied with the Health protocol, 15.9% thought that they did not need to use a mask when leaving the house and 20.5% have the opinion that masks cannot protect themselves from COVID-19 infection. The type of mask that was mostly chosen by residents was fabric masks, namely as much as 52.2%. Education on how to use and clean cloth masks appropriately is needed by fabric mask users so that the benefits they get are more effective in preventing COVID-19 infection. Newslettter is one of the information media with the aim of conveying brief information to the target audience who are busy or do not have much time to read news. In delivering education to the public to avoid physical contact, a newsletter is provided which contains information on brief functions of fabric masks and how to keep fabric masks clean which can be used repeatedly. This newsletter was distributed to 47 family heads in RT 45 Kelurahan Loa Ipuh. The public is willing to accept and read the newsletter given
Keywords: Newsletter, Fabric Mask, COVID-1
EDUKASI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN MEDIA APLIKASI RUMAH BIDANKU
Hasil Survey tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) pada Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012 menunjukkan hasil bahwa sekitar seperempat remaja Putri tidak pernah membicarakan kepada siapapun tentang menstruasi sebelum mereka mendapat haid yang pertama kali, sekitar16% remaja Putri dan 9% persen remaja pria mengetahui masa subur pada seorang Putri yaitu ditengah-tengah antara dua masa haid. Datahasil survey juga menunjukkan hanya sekitar 16% remaja Putri dan 17% remaja pria yang pernah mendiskusikan masalah seksualitas dengan petugas kesehatan. (BPS, BKKBN, Kemenkes dan ICF International, 2013). Metode Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan yaitu memberikan Pendidikan Kesehatan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dengan penggunaan media aplikasi Rumah BidanKu berbasis Web. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan yaitu Edukasi tentang Kesehatan Reproduksi bagi remaja dengan media aplikasi Rumah BidanKu menunjukkan hasil persentase yang meningkat mengenai Remaja yang mengetahui tentang system reproduksi manusia sekitar 100%, sekitar 92% mengetahui tentang kehamilan, sekitar 100% mengetahui tentang HIV/ AIDS, Sebanyak 76% mengetahui tentang Infeksi Menular Seksual, sekitar 92% mengetahui tentang Nafza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya).
Kata Kunci: Pendidikan, RemajaPutri, Kesehatan Reproduksi, Media Aplikasi Berbasis Web, Rumah BidanKu
ABSTRACT
The results of the Survey on Adolescent Reproductive Health in the Indonesian Demographic Health Survey in 2012 showed that around a quarter of young women never talked to anyone about menstruation before they had their first menstruation, about 16% of young women and 9% of young men knew the fertile period in a daughter is in the middle between two menstrual periods. Survey data also showed that only about 16% of young women and 17% of boys had discussed sexuality issues with health workers. (BPS, BKKBN, Ministry of Health and ICF International, 2013)The Community Service Method implemented is to provide Health Education on Adolescent Reproductive Health by using the Web-based Media Midwife Home application.The implementation of community service, namely Education on Reprodu ctive Health for adolescents using the RumahBidanKu application media showed an increasing percentage of adolescents who knew about the human reproductive system were about 100%, about 92% knew about pregnancy, about 100% knew about HIV / AIDS , 76% know about sexually transmitted infections, about 92% know about Napza (Narcotics, Alcohol, Psychotropics and other addictive substances).
Keywords: Education, Young Women, Reproductive Health, Web Based Media Application, My Midwife Home
 
PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT) DI DESA RINDU HATI TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyebab kematian akibat kanker yang terbesar bagi wanita di negara-negara berkembang.Saat ini, kanker leher rahim menjadi kanker terbanyak pada wanita Indonesia yaitu sekitar 34% dari seluruh kanker pada perempuan dan sekarang 48 juta perempuan Indonesia dalam risiko mendapat kanker leher rahim.Pencegahan kanker serviks serta monitoring lesi pra kanker adalah melalui tes Pap smear, metode pemeriksaan lain yang lebih sederhana adalah Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA) yang cukup terjangkau harganya. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks.Kegiatan ini telah dilakukan di Desa Rindu Hati Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang (wanita usia subur). Hasil evaluasi diketahui bahwa adanya peningkatan pengetahuan khalayak sasaran tentang kanker leher rahim (Ca serviks) sehingga dengan adanya kegiatan ini akan meningkatkan motivasi untuk melakukan pemeriksaan IVA dan bisa mendeteksi dini adanya kanker leher rahim (Ca serviks).
Kata kunci: kanker serviks inspeksi visual asamasetat
ABSTRACT
Cervical cancer is the biggest cause of cancer death for women in developing countries. Currently, cervical cancer is the most common cancer in Indonesian women, which is about 34% of all cancers in women and now 48 million Indonesian women are at risk of getting cervical cancer. Prevention of cervical cancer and monitoring of pre-cancerous lesions is through the Pap smear test, another simpler inspection method is Visual Inspection with Acetic Acid, which is quite affordable. The method of examination by smearing the cervix with acetic acid. Then observed for any abnormalities such as white areas. If there is no discoloration, it can be assumed that there is no infection in the cervix. This activity was carried out in Rindu Hati Taba Penanjung Village, Central Bengkulu Regency with a total of 30 participants (women of childbearing age). The results of the evaluation showed that there was an increase in the knowledge of the target audience about cervical cancer so that this activity would increase motivation to carry out Visual Inspection with Acetic Acid and be able to detect cervical cancer early.
Keywords: cervical cancer visual inspection with acetic aci
PELATIHAN KADER PENDAMPING IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN TALUMOLO KECAMATAN DUMBO RAYA KOTA GORONTALO
Kelurahan Talumolo adalah salah satu kelurahan dengan jumlah ibu hamil tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo, dimana dalam dua tahun terakhir terdapat kematian ibu, yaitu satu kasus ibu hamil hipertensi di tahun 2019 dan satu kasus ibu hamil menderita Covid-19 di tahun 2020. Pendampingan kader mempunyai peran besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu hamil. Kader di kelurahan ini belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam mendampingi ibu hamil di masa pandemi Covid-19. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada kader tentang pendampingan ibu hamil pada masa pandemi Covid-19. Pada awal kegiatan, tim membagikan kuisioner untuk mengukur pengetahuan awal kader, kemudian memberikan materi pendampingan ibu hamil masa pandemi Covid-19, tanya jawab, demonstrasi, praktik, dan diakhir kegiatan kader kembali mengisi kuisioner untuk mengukur pengetahuan akhir setelah dilatih. Metode selanjutnya adalah praktik langsung kader dengan melakukan kunjungan rumah ibu hamil menggunakan buku pegangan. Hasil yang diperoleh adalah terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan kader sebesar 3,85 dan semua kader mampu melakukan praktik pendampingan ibu hamil di masa pandemi Covid-19 (100%). Kesimpulan kader mengalami peningkatan pengetahuan dan memiliki kemampuan mendampingi ibu hamil di masa pandemi Covid-19 sehingga ibu menjalani kehamilan yang sehat dan terhindar dari penularan Covid-19.
Kata kunci: Pelatihan, Kader, Pendampingan, Ibu hamil
ABSTRACT
Talumolo is one of the villages with the highest number of pregnant women in the Dumbo Raya Public Health Center working area, Gorontalo City, wherein in 2019 there was one case of maternal death due to hypertension and one case of pregnant women suffering from Covid-19 in 2020. Cadre assistance has a significant role in efforts to improve the health status of pregnant women, but they do not have sufficient knowledge and skills in assisting pregnant women during the Covid-19 pandemic. This community service aims to provide cadre training on assisting pregnant women during the Covid-19 pandemic. Activities were carried out by distributing pretest questionnaires, providing materials, demonstrations, practice, distributing posttest questionnaires, and direct practice with home visits of pregnant women using a checklist. The results obtained are an increase in the average value of cadre knowledge by 3.85, and all cadres can practice assisting pregnant women during the Covid-19 pandemic (100%). The conclusion is that cadres have increased knowledge and can assist pregnant women during the Covid-19 pandemic so that mothers undergo healthy pregnancies and avoid Covid-19 transmission.
Keywords: Training, Cadres, Assistance, Pregnant wome
PELATIHAN KECAP DARI AIR KELAPA SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DESA DI DESA SESE, KABUPATEN TOLITOLI
Air kelapa memiliki kandungan kalium, kalor serta klorin yang tinggi sehingga memiliki peluang dikembangkan menjadi produk yang bergizi. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mempraktekkan pengolahan kecap manis serta meningkatkan adding value tehadap produk kecap manis di Desa Sese, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli. Metode pelaksanaan adalah observasi, penyuluhan, pelatihan, dan diskusi. Pelatihan pengolahan produk kecap manis air kelapa dapat memanfaatkan potensi desa yaitu air kelapa. Berdasarkan data hasil pelatihan, materi yang diberikan sangat mudah dipahami, hal ini ditunjukan rata-rata 87.56% peserta memahami materi yang diberikan yang sebelumnya peserta belum mengetahui tentang kecap air kelapa yaitu sebesar 66.17%. Hasil analisis data uji hedonik didapatkan rata-rata 9 orang sangat menyukai warna dan aroma, 10 orang menyukai rasanya, dan 6 orang menyukai tekstur dari kecap manis air kelapa. Kegiatan diskusi didapatkan bahwa peserta menginginkan pendampingan dalam pembuatan kemasan, metode penyimpanan dan metode pemasaran.
Kata kunci: Air kelapa, Kecap manis, Pengabdian masyarakat, Diversifikasi produk, Tolitoli
ABSTRACT
Coconut water contains high potassium and chlorine, so it has the opportunity to be developed into a nutritious product. This Community Service aims to provide knowledge and practice sweet soy sauce processing and increase the adding value of sweet soy sauce products in Sese Village, North Dampal District, Tolitoli Regency. The implementation method is observation, counseling, training, and discussion. Training on processing coconut water sweet soy sauce products can take advantage of the village's potential, namely coconut water. Based on the data from the training, the material provided was very easy to understand. It was shown that an average of 87.56% of participants understood the material that previously participants did not know about coconut water soy sauce, which was 66.17%. The hedonic test data analysis results showed that an average of 9 people liked the color and aroma, ten people liked the taste, and six people liked the texture of the coconut water sweet soy sauce. The discussion activity found that participants wanted assistance in making packaging, storage methods, and marketing methods.
Keywords: Coconut water, Soy sauce, Community dedication, Product diversification, Tolitol
PEMBENTUKAN DAN PELAKSANAAN KELAS IBU NIFAS DI PUSKESMAS KONI KOTA JAMBI
Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Puskesmas Koni Kota Jambi dimana Kelas Ibu Nifas belum dilaksanakan karena memang belum diprogramkan oleh Kementerian Kesehatan seperti halnya Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita. Berdasarkan identifikasi permasalahan mitra ditemukan dua masalah utama yaitu permasalahan pogram dan permasalahan ibu nifas. Pelaksanaan kegiatan telah mulai sejak 19 Oktober 2020 yang diawali dengan identifikasi permasalahan mitra. Kegiatan inti berupa workshop Kelas Ibu Nifas dan Pelaksanaan Kelas Ibu Nifas. Workshop dilaksanakan pada 07-09 Juli 2021 diikuti oleh 23 nakes (8 perawat dan 15 bidan), dan Kelas Ibu Nifas dilaksanakan pada 10, 12 dan 13 Juli 2021 diikuti oleh 7 ibu nifas yang didampingi keluarga dan kader posyandu balita. Kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan; materi disampaikan dengan menggunakan lima perangkat Kelas Ibu Nifas; melalui ceramah, diskusi, tanya jawab dan berbagi pengalaman. Hasil yang capai adalah terbentuknya Kelas Ibu Nifas; terbentuknya struktur organisasi Kelas Ibu Nifas; terlaksananya Kelas Ibu Nifas; peningkatan rerata pengetahuan perawat dan bidan sebesar 5,2 dan rerata sikap 5,5. Peningkatan rerata pengetahuan ibu nifas sebesar 2,3 dan rerata sikap 4,0. Workshop kelas Ibu Nifas dan pelaksanaan Kelas Ibu Nifas mampu merubah perilaku perawat, bidan dan ibu nifas.
Kata kunci: pembentukan, pelaksanaan, kelas ibu nifas
ABSTRACT
This devotion to the community have been done at Koni Health Center Jambi City, so the Postpartum Classes not be done because it has not been programmed by the Ministry of Health in terms of Prenatal Classess and Toddler Mother Classes. According to the identification of partner problems found two main problems are pogram problems and postpartum mother problems. This series of activities began on October 19, 2020 with the identification of partner issues. The core activities are workshops on Postpartum Classes and implementation of Postpartum Classes. The workshop was held on 07-09 July 2021 to 23 health workers (8 nurses and 15 midwives), postpartum classes on 10, 12 and 13 July 2021 attended by 7 postpartum mothers conducting the family and cadre. All activities are carried out by health protocols; the material was delivered using five postpartum classes devices; through lectures, discussions, asking questions and sharing experiences. The result achieved is the formation of Postpartum Classes; the formation of the organizational structure of the Postpartum Classes; the implementation of the Postpartum Classes; an average increase in nurse and midwifery knowledge of 5.2 and an average attitude of 5.5. The average increase in postpartum mothers knowledge was 2.3 and the mean attitude was 4.0. Workshops and Postpartum Classes can change behavior of nurses, midwives and postpartum mothers.
Keywords: formation, implementation, postpartum classe
SOSIALISASI MENU GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA LEAFLET SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI KABUPATEN BUTON UTARA
Covid-19 atau Coronavirus disease 2019 merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan, China. Sejak teridentifikasi pada akhir tahun 2019 dan menyebar ke seluruh dunia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global. Sifat virus yang menyebar sangat cepat, membutuhkan upaya pencegahan dan pengendalian yang tepat. Selain dengan menerapkan protokol kesehatan, pencegahan infeksi covid-19 dapat dilakukan dengan asupan gizi seimbang. Konsumsi makanan dengan prinsip gizi seimbang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga menurunkan risiko penyakit infkesi. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan informasi dengan media leaflet tentang contoh menu sehari-hari berdasarkan prinsip gizi seimbang kepada rumah tangga di Kabupaten Buton Utara. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Utara. Kegiatan pengabdian sangat direspon oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Utara dan dapat diterapkan dalam menyusun menu sehari-hari.
Kata kunci: sosialisasi, covid-19, menu gizi seimbang, leaflet
ABSTRACT
Covid-19 or Coronavirus disease 2019 is a contagious infectious disease caused by a virus that was first discovered in Wuhan, China. Since identified at the end of 2019 and spread throughout the world, the World Health Organization (WHO) has declared that Covid-19 is a global pandemic. The nature of the virus that spreads very quickly requires proper prevention and control efforts. In addition to implementing health protocols, the prevention of COVID-19 infection can be anticipated by having balanced nutritional intake. Consumption of foods with the principle of balanced nutrition can improve the immune system thereby reducing the risk of infectious diseases. The purpose of the community service activity is to provide information using leaflet media containing examples of daily menus based on the principle of balanced nutrition to households in North Buton Regency. Implementation of community service activities in collaboration with the PKK team of North Buton Regency. The community service activity was very well responded by the Chairperson of PKK Team of the North Buton Regency and could be applied in compiling the daily menu.
Keywords: socialization, covid-19, balanced nutrition menu, leafle