JOIES: Journal of Islamic Education Studies
Not a member yet
    101 research outputs found

    Transformasi Pendidikan: Mentradisikan Digitalisasi Pendidikan Islam

    Full text link
    Adaptation to technological developments is the key for humans to maintain life activities, including maintaining educational activities. This research attempts to analyze the digitization of education in the Indonesian context. Three things are the focus of discussion here, namely, what policies have been launched by the government towards tertiary institutions in Indonesia to support digitalization of education (DP), what are the impacts of these policies at the level of implications for Islamic tertiary institutions and what are the challenges of digitizing Islamic education in Indonesia? Indonesia. The research design used in this research is descriptive analysis. Data sources are collected from the internet, especially university websites. State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. The results of this study are that the learning management system (LMS) is a medium that is widely used by UIN as well as using video conferencing or social media such as WhatasApp as a tool in the learning process. However, to make DP a tradition in higher education, UIN does not yet have supporting technology such as digital libraries and learning videos

    Manajemen Kelas Konstruktivistik dalam Menunjang Pendidikan saat Pandemi:: Studi Kasus di Madrasah Diniyah Miftahul Huda Senjayan Kedungglugu Gondang Nganjuk Tahun Pelajaran 2020/2021

    Full text link
    Kondisi pandemi menyulitkan banyak pihak, tak terkecuali para pengelola pendidikan. Di Madrasah Diniyah Miftahul Huda Senjayan Nganjuk memiliki strategi khusus untuk menanggulangi masalah ini. Penelitian ini menggunakan kajian lapangan (field reseach)-kualitatif yang bertempat di Madrasah Diniyah Miftahul Huda Senjayan Kedungglugu Gondang Nganjuk. Pendekatan kajian ini adalah pengelolaan kelas konstruktivistik. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, Pembelajaran dilakukan secara biasa (tatap muka) dengan hasil musyawarh dari yayasan, ustadz-ustadzah, wali santri dan masyarakat. Kedua, tetap menggunakan RPP dan kartu ngaji seperti biasanya. Ketiga, tempat belajar dilakukan secara fleksibel, yaitu kapasitas kelas dikurangi 50 % dari biasanya dan kekurangan kelas itu ditempatkan di mushala atau datang ke rumah gurunya. Keempat, tidak ada pengurangan jam pelajaran atau penambahan. Kelima, semua menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, cek suhu badan, dan handsanitizer. Kelima, jika ada yang sakit tidak diperkenankan masuk. Evaluasi pembelajaran dalam kondisi ini yang paling ketat dilakukan adalah penerapan protokol kesehatan. Selain itu, evaluasi seperti biasanya juga masih berjalan dengan normal yaitu diadakan penilaian kemampuan siswa dengan stadar nilai A, B, C, dan D. Bagi yang memperoleh nilai A dan B boleh meneruskan ngajinya dan bagi yang memperoleh nilai C dan D harus mengulang kembali

    Tuhfah Al Mawdud bi Ahkam al Mawlud: Seni Mendidik Anak ala Ibn Qayyim al Jauziyah

    Full text link
    “Seni mendidik anak”, sebagai sebuah istilah, mewakili urgensi pendidikan di lingkungan keluarga yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak. Terbukti bahwa dalam lingkungan keluarga, anak memang memperoleh berbagai pengetahuan, pengalaman, aktivitas dan mendapatkan pengasuhan dari orang tua. Dalam tulisan ini akan dianalisis seni mendidik anak dalam pandangan Ibn al Qayyim al Jauziyah yang masih relevan dengan kehidupan saat ini. Penelitian pustaka ini menemukan bahwa, menurut Ibn al Qayyim, mendidik anak harus sejak dini, dimulai dengan memahami fitrah anak, pemberian ASI eksklusif, melatih berbicara, mengatur pola makan, hingga menanamkan pendidikan akhlak. Dari pendapat tersebut, dapat disarikan bahwa terdapat tiga pendekatan dalam mendidik anak: pertama, biologis, dilakukan dengan memandang anak sebagai untuk entitas yang tumbuh. Sehingga beberapa upaya dilakukan untuk menopang pertumbuhannya. Kedua, psikologis, meniscayakan bahwa anak adalah manusia yang berkembang. Itu sebabnya anak harus diberikan stimulus positif untuk perkembangannya. Ketiga, pendekatan teologis, yang merupakan pangkal dari dua pendekatan sebelumnya. Melalui pendekatan ini, setiap anak harus dikenalkan dengan tauhid, disinari dengan ajaran agama dan diajarkan nilai-nilai akhlak. Maka, mendidik anak tidaklah mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ia membutuhkan proses yang harus dilalui secara bertahap, sinergis dan berkelanjutan

    Relevansi Pembelajaran Pesantren di Era Modernisasi

    No full text
    Dalam era modernisasi ini, keberadaan pesantren tradisional menjadi pertanyaan banyak fihak tentang relevansinya untuk tetap dipertahankan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal hasil penelitian sebelumnya yang masih terkait. Artikel ini menemukan bahwa pondok pesantren adalah model institusi pendidikan yang memiliki keunggulan, baik dari sisi transmisi dan internalisasi moralitas umat Islam maupun dari aspek tradisi keilmuan. Namun perkembangan arus globalisasi yang semakin cepat mengaharuskan pesantren untuk melakukan perubahan dan perkembangan agar bisa mempertahankan eksistensinya di masyarakat. Para ahli berpendapat bahwa pondok pesantren akan terdesak oleh tantangan di masa depan, yang dilatarbelakangi oleh kecenderungan pesantren untuk menutup diri terhadap perubahan di sekelilingnya. Sistem pendidikan pesantren harus melakukan upaya-upaya konstruktif agar tetap relevan dan mampu bertahan. Thesis statement ini serupa dengan Cholilatus Sa’diyah, Muhamad Abdul Manan, Yusron Maulana El-Yunusi, dan berbeda dengan Muhammad Alqadri Burga et. al., Afga Sidiq Rifai, Ani Rindiani et. al

    Mengentas Mutu Madrasah Menuju Madrasah Berkualitas

    Full text link
    Secara umum mutu madrasah berada di bawah sekolah. Kondisi ini memantik stakeholder madrasah baik pemerintah maupun non-pemerintah untuk mendorong percepatan peningkatan mutu madrasah. Tulisan ini bertujuan menawarkan solusi untuk mempercepat peningkatan mutu madrasah. Salah satu pijakan yuridis teknis tentang penjaminan mutu pendidikan diatur dengan Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah. Mulai tahun 2020, Ditjen Pendis berhasil menerbitkan kebijakan yang mampu “memaksa” pihak madrasah untuk melakukan SPMI melalui penerapan EDM e-RKAM berbasis online. Melalui kebijakan tersebut leading sektor pendidikan madrasah bisa memonitor dan memiliki rapor mutu madrasah mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi sampai pusat. Hanya saja, aplikasi EDM e-RKAM tersebut masih belum mampu menyeleksi kesesuaian bukti fisik yang di-upload madrasah dengan indikator pernyataan EDM. Untuk memastikan bahwa bukti fisik yang di-upload sesuai dengan butir pernyataan, solusinya pengawas madrasah dapat ditugaskan untuk men-tracing bukti fisik tersebut dengan cara memberikan akses masuk pada akun e-RKAM tersebut. Dengan demikian, hasil EDM yang diinput pihak madrasah validitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah juga diberi amanat untuk melaksanakan SPME. Ditjen Pendis sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah belum memiliki infrastruktur untuk melaksanakan fungsi SPME tersebut. Salah satu solusinya adalah pengawas madrasah dapat direvitalisasi perannya dalam memantau pelaksanaan 8 SNP. Ditjen Pendis dapat memfasilitasi pengawas madrasah untuk melaporkan pemantauan keterlaksanaan 8 SNP tersebut secara online melalui platform digital seperti e-RKAM. Kemenag juga idealnya mengembangkan SO Direktorat KSKK menjadi beberapa bagian yang salah satunya ada divisi penjaminan mutu madrasah sehingga terjadi percepatan peningkatan mutu madrasah

    Pesantren dan pluralisme: Analisis Peran Pesantren Sebagai Katalis Pribumisasi Islam di Indonesia

    Full text link
      Pesantren in Indonesia are a representation of Nusantara Islam which prioritizes tolerance, affirms Islam rahmatan lil 'alamin, with the ideology of tawazun, tawasuth, tasamuh, and i`tidal. Pesantren are ready to provide solutions to the community and are ready to spearhead the cultural Islamic movement and the power of civil society by combining traditional religious knowledge with modern science. Education in pesantren is provided by a representative cleric or kiai who becomes a mentor teacher and role model for students in life. Pesantren education is organized in an orderly manner and takes a long time so that students can gain an in-depth understanding of the essence of everything, making it easier to distinguish between right and wrong. Pesantren since its inception have been very close to the community, because this institution was founded based on a community approach. The presence of pesantren is a carriage that guards the Unitary State of the Republic of Indonesia which is full of multi-racial, ethnic, religious and cultural aspects. The concept of indigenizing Islam in the archipelago has become a jargon for pesantren that must be preserved so that Indonesia, which is multi-religious and cultural, remains safe and does not fall apart. From this short article, the writer wants to see how Islamic boarding schools see and behave towards the problem of religious plurality in Indonesia, which in fact cannot be denied

    Salafi di Majlis Ta’lim Surabaya

    Full text link
    Salafis are language means ' those who preceded or life before the age of our' start to the prophet Muhammad, Companions , and Successors tabiit , to be guided by the Qur'an and Sunnah, the term Salafi adopted followers of Muhammad Abdullah ibn Wahhab to distinguish the term majlis taklim or study sunna , ulama or cleric sunna , the study of other not in their perspective considered toulama or cleric heresy even perverse, congregants are prohibited following the study were considered heretics. This Study focus on masjid Salafi at Jl. Botoh Putih 11 No. 17 and at Masjid Jami’ Bendul Merisi Surabaya. This Study find how salafi use the Islamic traditional term in Indonesia majlis taklim as their program to campaign their salafi perspective to the large audiences

    Seni Arsitektur Tata Ruang Bangunan Pesantren di Indonesia

    Full text link
    This article discusses the architectural art of pesantren in Indonesia, especially in the art of spatial planning. The spatial art of pesantren is influenced by needs and a sense of beauty. In general, the need for a pesantren room is used for worship, diniyah, school, and a resting place for students. Along with the times, pesantren began to fulfill facilities to support the needs and creativity of the students by building health rooms, sports fields, canteens, and even mini markets. In addition, architecture is also a part of art, because architecture cannot be separated from taste. The research method used in this article is library research. The research subjects were taken from several samples that could represent pesantren in Indonesia. The results of the study found six types of pesantren , namely: Type A, the physical facilities consist of mosques and kyai's houses; Type B, physical facilities in the form of a mosque, kyai's house, dormitory; Type C or salafi pesantren, physical facilities such as Type B plus school institutions; Type D or modern pesantren, pesantren have undergone a very significant transformation both in the education system and institutional elements and are very concerned about developing the talents and interests of students; Type E, namely pesantren that do not have formal educational institutions, but provide opportunities for students to study at the level of formal education outside the pesantren; and Type F or Ma'had Aly, this type is usually found in religious college

    Historisitas Tahfidzul Qur’an: Upaya Melacak Tradisi Tahfidz di Nusantara

    Full text link
    The tradition of tahfidz (memorizing the Koran) is exist since the time of the Prophet Muhammad. which the Prophet had exemplified with his companions. In Indonesia itself, the journey of the tahfidz tradition goes through three main periods, namely pre-independence, post-independence to the Reformation era (MTQ 1981). In pre-independence, there were 5 sanad that had a role in the spread of tahfidz al-Qur'an and were a source of hufadz in tahfidz institutions/pesantren, including KH. Muhammad Said bin Ismail Sampang, Madura, KH. Munawaar from Sidayu, Gresik, Muhammad Mahfudz at-Tarmasi. Termas Pacitan, KH. Muhammad Munawwir Krapyak, Yogyakarta and KH. M. Dahlan Khalil from Rejoso, Jombang. After independence, a new Tahfidz institution emerged, which was pioneered by KH. Muntaha (1912-2004 AD) Pesantren Al 'Asy'ariyah Wonosobo-Central Java and KH. Yusuf Junaidi (1921-1987) Bogor. Over time, the Tahfidz Institute was formed after the Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) developed on the islands of Java and Sulawesi, so since 1981 until now almost all regions in the archipelago

    Islamisasi di Pulau Jawa dalam Perspektif Asimilasi Budaya

    Full text link
    Islamic religious education todays is faced with various situations, in fact, Nowdays, there are many faces of Islam; violenes, coercive, and unacceptable to differences, this is very contrary to the socio-culture and geographical area of ​​the very diverse Indonesian society. Therefore, today the face of education in accordance with what our predecessors have taught us in the form of spreading Islam with cultural assimilation in the archipelago needs to be applied in the world of education. This article is a literary research on the process of Islamization on the island of Java. The author finds that a peaceful education teaching pattern that respects the diversity of Indonesian society needs to be applied to students to create a moderate Islamic character

    85

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOIES: Journal of Islamic Education Studies
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇