Buletin Pos dan Telekomunikasi / Bulletin of Posts and Telecommunication
Not a member yet
    209 research outputs found

    Evaluasi Pemanfaatan Wireless Internet Protocol Access System di Kota Malang

    Get PDF
    WIPAS (Wireless Internet Protocol Accsess System) adalah salah satu teknologi pita lebar (broadband) yang terbaru. Teknologi tersebut dikembangkan berdasarkan model point-to-multipoint access system pada jaringan nirkabel tetap atau Fixed Wireless Access (FWA) dengan memanfaatkan pita frekuensi 26-GHz. Dengan besarnya pita frekuensi yang digunakan, teknologi WIPAS dapat menampung kapasitas akses untuk lalu lintas jaringan yang sangat besar. Dalam penelitian ini akan dikaji dan dievaluasi efektifitas penggunaan teknologi WIPAS melalui kasus pemanfaatan teknologi WIPAS untuk pemberdayaan komunitas di kota Malang. Dalam penelitian ini juga akan dideskripsikan pemanfaatan teknologi WIPAS untuk melihat manfaat penggunaan teknologi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan melakukan evaluasi terhadap infrastruktur yang telah dibangun untuk melihat efektifitas pemanfaatan WIPAS. Hasil penelitian ini adalah sebuah kajian evaluatif tentang pemanfaatan WIPAS di kota Malang dan rekomendasi untuk implementasi lebih lanjut

    Efektivitas Penggunaan Frekuensi Radio Pada Penyelenggaraan Radio Siaran Swasta

    Get PDF
    Peran penyiaran radio swasta sebagai pemberi informasi dan hiburan kepada masyarakat luas semakin strategis dalam membentuk opini atau pendapat masyarakat sekaligus menjadi salah satu pilihan alat hiburan yang sangat praktis dan efektif. Didalam penyelenggaraan penyiaran radio swasta harus menggunakan frekuensi radio dan tidak saling mengganggu serta sesuai dengan peruntukkannya. Kajian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara kepada penyelenggara radio swasta. Analisis atau Pembahasan kajian ini untuk efektivitas pengalokasian kanal frekuensi radio, sesuai peraturan menteri Kominfo sudah tetap dialokasikan, tetapi di 3 alokasi penelitian belum sesuai dengan peraturan tersebut. Kemudian mengenai efektivitas penggunaan frekuensi radio pada penyelenggara radio siaran swasta dapat dilihat dari berbagai aspek produksi, efisiensi, kepuasan, adaptasi dan perkembangan ke depan radio siaran swasta

    Analisis Kesiapan Industri Manufaktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Negeri Untuk Mendukung Implementasi Green-ICT Pada Sektor Telekomunikasi

    Get PDF
    Industri TIK merupakan bagian dari industri masa depan yang terdiri atas industri perangkat, infrastruktur/jaringan dan aplikasi/konten. Akhir-akhir ini, aspek lingkungan menjadi pertimbangan dalam menciptakan kesinambungan industri, termasuk industri TIK atau yang dikenal dengan istilah TIK hijau. Implementasi TIK Hijau pada penyelenggara telekomunikasi masih menemui beberapa kendala yaitu efisiensi rendah dan investasi tinggi pada penggunaan perangkat TIK berbasis energi alternatif. Selain itu, rencana implementasi TIK Hijau di lembaga pemerintah maupun swasta masih dibayangi isu terkait kekuatan industri dalam negeri. Penelitian ini bertujuan mengukur kesiapan industri manufatur TIK dalam negeri untuk mendukung implementasi TIK Hijau pada sektor telekomunikasi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan indikator attitude, policy, practice, technology dan governance yang dimodifikasi pada Green IT Readiness Model oleh Molla, Alemayehu, et.al. Berdasarkan analisis LSR, secara umum lima responden industri manufaktur dikategorikan memiliki sikap positif. Indikator yang perlu mendapatkan perhatian dari responden yang tergolong memiliki sikap negatif adalah indikator policy dan governance

    Proteksi Short Message Service (SMS) Pada Smart Device Menggunakan Algoritma Rijndael

    Get PDF
    Pesan singkat atau SMS adalah aplikasi data yang paling banyak digunakan di dunia teknologi informasi abad ini. Selain murah, kecepatan pengiriman juga menjadi alasan dikembangkannya berbagai aplikasi komunikasi berbasis sms. Dengan demikian komunikasi berbasis sms menjadi hal yang sangat penting terlebih lagi dengan pesatnya perkembangan perangkat mobile atau mobile device seperti Smart device dan mobile phone. Pertukaran informasi via sms dapat juga disamakan dengan transaksi jual beli, yang di dalamnya mempunyai banyak sekali informasi yang bersifat rahasia antara pengirim dengan penerima. Tentunya sangat berbahaya apabila sms tersebut jatuh ke tangan orang yang salah atau tidak bertanggung jawab seperti misalnya cracker.  Maka diperlukan enkripsi untuk menjaga kerahasiaan pesan yang dikirim lewat perangkat mobile tersebut. Berbicara mengenai enkripsi tentunya tidak akan terlepas dari standard yang digunakan dalam enkripsi data.  Saat ini banyak bermunculan algoritma-algoritma enkripsi yang cukup populer. Sebut saja DES yang sangat terkenal sampai algoritma terbaru Rijndael (standar AES) yang dibahas pada makalah ini. Algoritma tersebut menentukan kekuatan dalam melindungi kerahasiaan suatu data. Untuk menegaskan kekuatan enkripsi ini maka digabungkan dengan sebuah metode. Metode tersebut adalah menggabungkan key pada algoritma Rijndael dengan serialisasi XML dan Device ID sebagai kuncinya untuk mendapatkan enkripsi yang sangat kuat dan aman sehingga sangat sulit untuk dibongkar

    Migrasi Infrastruktur Sistem Pemancar Stasiun Televisi Lokal di Sulawesi Utara Dalam Menghadapi Migrasi Sistem Siaran Televisi Digital

    Get PDF
    The Geneva Plan Agreement 2006 International Telecommunication Union (ITU) mewajibkan penyelenggara penyiaran dunia melakukan penyiaran digital dengan batas waktu 17 Juni 2015. Stasiun TV lokal sebagai komponen/unsur pendukung sistem siaran TV digital harus segera melakukan migrasi terutama migrasi infrastruktur. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan pengumpulan data primer dengan wawancara mendalam, yang bertujuan mengetahui rencana migrasi infrastruktur pemancar dan hambatan stasiun TV lokal di Sulawesi Utara (Sulut) dalam menghadapi sistem siaran TV digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada implementasi siaran TV digital sebagian infrastruktur sistem pemancar akan diganti. Namun stasiun TV di Sulut ternyata belum merencanakan spesifikasi detail infrastruktur yang akan diganti disebabkan kurangnya sosialisasi peraturan terkait prosedur migrasi. Penyelenggara industri penyiaran masih ragu dalam implementasinya untuk melakukan pergantian alat. Karena itu disarankan intensifikasi sosialisasi serta implementasi regulasi terkait infrastruktur bersama

    Perilaku Masyarakat Kabupaten Belitung Terhadap Layanan Isi Ulang Pulsa Telepon Seluler Elektronik

    Get PDF
    Telepon seluler prabayar merupakan telepon seluler yang pembayaran pulsanya dilakukan diawal dengan membeli voucher pulsa dengan nominal tertentu. Pada awalnya pulsa telepon seluler prabayar hanya dijual dalam bentuk kartu berbahan kertas dengan kode-kode tertentu diatasnya.  Sekarang kita sudah menemui layanan isi ulang pulsa secara elektronik. Penggunaan voucher telepon berbentuk fisik yang berbahan kertas, tidak sejalan dengan program pemerintah yang sedang menggalakkan paperless. Terlebih Jumlah pelanggan seluler di Indonesia yang demikian besar, pada awal 2012 ATSI mencatat  sekitar 240 juta orang Indonesia menggunakan layanan seluler dan sebagian besarnya adalah pelanggan prabayar. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran perilaku dan konstruk-konstruk yang mempengaruhi masyarakat Kabupaten Belitung terhadap layanan isi ulang pulsa telepon seluler secara elektronik dan diharapkan dapat menjadi salah satu masukan bagi penyusunan strategi meningkatkan adopsi layanan isi ulang secara elektronik. Temuan dari penelitian ini adalah konstruk perceived of usefullness dan personal innovativeness secara positif dan signifikan mempengaruhi minat berperilaku dalam menggunakan voucher elektronik pada masyarakat di Kabupaten Belitung. Sedangkan dua konstruk lainnya yaitu social influence dan perceived cost pengaruhnya tidak signifikan

    Studi kesiapan penyelenggaraan layanan Near Field Communication (NFC) komersial di Indonesia

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan diberbagai aspek, tak terkecuali dalam metode pembayaran, yaitu dengan munculnya sistem pembayaran uang elektronik. Keberadaan uang elektronik ini sejalan dengan program kerja Bank Indonesia untuk menciptakan Less Cash Society (LCS). Untuk mewujudkan LCS, Bank Indonesia bekerjasama dengan Kementerian komunikasi dan informatika. yang memiliki peran dan kewajiban untuk menetapkan standar TIK yang digunakan dalam penggunaan uang elektronik, mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengembangan transaksi dengan menggunakan elektronik serta melakukan monitoring, sosialisasi, pembinaan dan evaluasi penggunaan uang elektronik. Layanan NFC komersial hadir sebagai alternatif bagi penyelenggaraan sistem uang elektronik. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kesiapan calon penyelenggara layanan NFC komersial di Indonesia dilihat dari empat aspek, yaitu human resources, technology and strategy, partnership dan Infrastructure and device. Penelitian difokuskan pada kesiapan operator telekomunikasi sebagai salah satu entitas dalam ekosistem penyelenggaraan layanan NFC komersial. Responden terdiri dari PT PT. B, PT. A dan PT PT. C. Pengumpulan data dilakukan dengan media kuesioner dan wawancara dengan PIC yang ditunjuk ketiga perusahaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. A memiliki tingkat kesiapan diatas kedua responden lainnya terkecuali dalam hal penguasaan teknologi;Persiapan-persiapan yang dilakukan belum menjamin interoperabilitas antar penyelenggara, sehingga kurang menguntungkan bagi masyarakat selaku pengguna; Kendala utama dalam penyelenggaraan layanan ini adalah belum adanya standar teknis dan kemanan NFC. besarnya biaya investasi, kurangnya edukasi masyarakat dan belum terbentuknya ekosistem penyelenggaraan layanan NFC komersial

    Penerimaan Layanan Mobile Broadband Wireless Access di Kota Yogyakarta

    Get PDF
    Layanan mobile broadband wireless access (M-BWA) menawarkan broadband internet access berkecepatan tinggi, berkapasitas besar, dan kualitas handal untuk mendukung aktivitas online penggunanya. Penerimaan terhadap layanan mobile broadband menunjukkan minat perilaku pengguna terhadap layanan. Kajian model penerimaan teknologi digunakan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap minat penggunaan layanan M-BWA berdasarkan pada persepi kegunaan, persepsi ketersediaan layanan, persepsi kualitas layanan, dan persepsi kenikmatan hiburan yang dirasakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat penggunaan layanan M-BWA dipengaruhi secara signikan oleh sikap penggunaan layanan. Sedangkan sikap penggunaan layanan sendiri berkorelasi positif terhadap persepsi kegunaan dan persepsi kenikmatan layanan yang dirasakan. Tidak ada perbedaan signifikan terhadap persepsi penerimaan layanan antara pengguna laki-laki dan wanita

    Studi Pengembangan Model Pengukuran Kinerja UPT Bidang Monitor Spektrum Frekuensi Radio

    Get PDF
    Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Monitor Spektrum Frekuensi Radio adalah satuan kerja yang bersifat mandiri di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Jenderal SDPPI yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian di bidang penggunaan spektrum frekuensi radio. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun model pengukuran kinerja UPT bidang monitor spektrum frekuensi radio (melalui uji coba pengukuran kinerja yang didapatkan pada UPT yang menjadi obyek penelitian) dengan metode Integrated Performance Measurement System (IPMS). Hasil penelitian mengidentifikasi 15 KPI (Key Performance Indicators) yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dari UPT bidang monitor spektrum frekuensi yang dikelompokkan lagi kedalam 6 kriteria, yaitu monitoring, penanganan gangguan, penegakan hukum, billing and licensing, SDM dan sarana/prasarana. Metode IPMS yang dimodifikasi dengan Objectives Matrix dan Traffic Light System ini juga mampu mengukur kinerja UPT Balai Monitor Kelas II Makassar tahun 2011 sebesar 7,65 yang termasuk dalam warna kuning, sehingga termasuk kategori cukup memuaskan dan perlu ditingkatkan lagi. Terdapat 5 KPI yang memerlukan perbaikan karena belum mencapai target yang diharapkan yaitu observasi/monitoring, pengukuran parameter teknis, jumlah pengendali frekuensi, penertiban dan gelar perkara

    Kesiapan Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Mendukung WiMAX

    Get PDF
    Studi ini membahas tentang kesiapan industri perangkat TIK  dalam negeri dalam mendukung teknologi WiMAX. Dari sisi industri TIK, keberadaan teknologi 4G memberi peluang usaha baru dalam mengembangkan perangkat yang mendukung teknologi 4G dalam hal ini  WiMAX, sehingga perlu dilihat bagaimana kesiapan industri TIK tersebut. Hal ini berkaitan dengan kepopuleran teknologi tersebut dalam masyarakat yang memicu industri TIK untuk bersaing dalam pengembangan perangkat teknologi WiMAX. Industri TIK memiliki tempat strategis dalam kelangsungan teknologi baru dalam hal ini teknologi WiMAX. Oleh karena itu dalam studi ini akan dilihat kesiapan industri TIK dalam mendukung teknologi 4G WiMAX dengan cara pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada sampel industri perangkat TIK dalam negeri. Dalam studi ini dihasilkan index kesiapan diantara sampel industri TIK dalam hal kesiapan dalam mendukung teknologi WiMAX selain itu terlihatnya kendala-kendala dalam siklus produksi. Dari beberapa sampel tersebut beberapa perusahaan TIK lokal telah memiliki kesiapan dalam memproduksi perangkat WiMAX secara kontinu

    166

    full texts

    209

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin Pos dan Telekomunikasi / Bulletin of Posts and Telecommunication
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇