Window of Health (WOH) : Jurnal Kesehatan
Not a member yet
332 research outputs found
Sort by
Hubungan Ansietas dengan Penyakit Parkinson pada Pasien Rawat Jalan
Ansietas merupakan gejala non-motor terbanyak pada penyakit Parkinson (PD) yang sangat mempengaruhi kualitas hidup (QoL) pasien meskipun sering kali terabaikan pada praktik klinis. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara angka kejadian ansietas (menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan faktor yang mempengaruhinya. Sampel adalah pasien PD di Poliklinik Neurologi RSUP Dr. M. Djamil Padangyang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi umum dan uji bivariat dilakukan untuk menilai faktor yang berhubungan dan korelasinya. Subyek penelitian sebanyak 60 pasien. Sebagian besar subyek adalah laki- laki (55%) dengan rerata usia 59 (58.05 ± 9.7) tahun dan durasi penyakit 6.35 ± 5.29 tahun. Dengan pemeriksaan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), diperoleh 38.3% penderita Parkinson dengan ansietas. Terdapat perbedaan yang bermakna antara status perkawinan, durasi sakitm dan derajat penyakit dengan kejadian ansietas (p lebih kecil 0.05) pada pasien dengan penyakit Parkinson. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian ansietas pada pasien dengan penyakit Parkinson. Perlu skrining dan penatalaksanaan yang tepat dalam mengelola ansietas pada pasien dengan penyakit Parkinson
Efektifitas Penerapan Flipped Learning Model Berbasis Aplikasi Android Terhadap Hasil Belajar Laboratory Skills pada Mahasiswa Keperawatan di Kota Jambi
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah gaya belajar-mengajar dari pembelajaran yang cenderungpasif menjadi pembelajaran aktif dan dari model kelas tradisional ke model kelas inovatif berbasis digital. Salahsatu model belajar terbaru berbasis digital saat ini yang menggunakan video pembelajaran sebagai media belajar di luar kelas adalah flipped learning models. Flipped Learning ini mampu meningkatkan motivasi belajar hingga 66,6%. Motivasi belajar ini mampu meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik sebesar 46,7%. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan hasil belajar laboratory skills pada kelompok intervensi dan kontrol sesudah dilakukan penerapan flipped learning model berbasis aplikasi android pada mahasiswa/i keperawatan di Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yakni Quasy Experimen dengan rancangan Post-test Only Non-Equivalent Control Group Design. sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa program studi ilmu keperawatan semester II tahun akademik 2020/2021 berjumlah 40 mahasiswa. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi berjumlah 20 mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dan Universitas Jambi sebagai kelompok kontrol berjumlah 40 mahasiswa. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Hasil rata-rata nilai laboratory skills pada kelompok ekperimen adalah 83,55±SD.2.212. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) 0,001 lebih kecil 0,05 yang artinya terdapat pengaruh penerapan flipped learning models berbasis aplikasi andorid terhadap hasil belajar laboratory skills pada mahasiswa keperawatan. Kesimpulan dalam penelitian adalah flipped learning models berbasis android terbukti meningkatkan hasil belajar mahasiswa keperawatan
Pendekatan Structural Equation Modeling Kelelahan Kerja pada Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit
Kelelahan merupakan salah satu faktor risiko yang berkontribusi besar terhadap terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menyebabkan kematian. Pekerja yang mengalami kelelahan akan memberikan kontribusi negatif terhadap kinerja keselamatan pekerja, penurunan tingkat produktivitas pekerja, rendahnya kualitas kerja, dan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor risiko baik secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan kelelahan pada pekerja di industri kelapa sawit dengan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Jenis penelitian yang digunakan adalah observational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-November 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 111 orang yang merupakan pekerja di industri migas dan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan kuesioner berstandar internasional dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), NASA TLX DAN PSQI. Analisis data dengan menggunakan univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi responden, analisis bivariat dan analisis SEM. Hasil penelitian menunjukkan 43,2% pekerja mengalami kelelahan saat bekerja. Dari Uji kesesuaian model analisis SEM melalui telaah dengan kriteria goodness of fit menunjukkan bahwa model dapat diterima. Hasil uji hipotesis analisis jalur SEM menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara beban kerja (P=0,000) dan kualitas tidur (P=0,006) terhadap kelelahan kerja
Tuberculosis Drugs Supervisior Roles Improved the TB Recovery at The Community Health Center in Kupang City
Tuberculosis is a chronic and infectious disease that is still a major public health problem. The spread of this disease is caused by contact with infected droplets. The strategy of the tuberculosis control program in Indonesia uses the directly observed treatment short-course (DOTS) strategy in which patients will be sought and treated until they are cured. Every patient also needs Drug Drink Supervisor (called PMO) who can be nurses, midwives, family members, and health cadres. The role of the TB Drugs Drink Supervisor that has been described in many studies can increase the cure rate by up to 80%. The purpose of this study was to identify the relationship between the role of PMO in the recovery of tuberculosis patients. This research was a cross-sectional research design. Purposive sampling was used to determine the 96 tuberculosis patients who had completed the treatment program. The chi-square was used to identify the relationship between the variables. The study found that there is a relationship between the role of TB drug supervisors (conducting home visits, accompaniment during anti-tuberculosis drug swallowing, providing health education, encouragement of sputum re-checking, and accompaniment during taking anti-tuberculosis drugs in public health centers) with patient recovery (p=0.000). When the TB Drug Drink Supervisor performed well in all roles, it will motivate the TB patients to follow the treatment recommendation and facilitate TB recovery
Determinan Epidemiologi Kejadian Hipertensi Kehamilan
Hipertensi kehamilan adalah terjadinya kenaikan tekanan darah 140mmHg atau lebih setelah kehamilan 20 minggu yang sebelumnya normal, atau kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg dan tekanan diastolik 15mmHg diatas nilai normal. Kejadian hipertensi kehamilan terjadi sekitar 5-15% dan merupakan salah satu diantara 3 penyebab angka kematian dan aka kesakitan pada ibu bersalin. Olehnya itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian hipertensi kehamilan di Puskesmas Sarappo Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 104 ibu hamil dan sampel berjumlah 76 orang ibu hamil, sampel diambil dengan cara accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuestioner dan alat pengukur tekanan darah. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa determinan ada dukungan keluarga (p 0,001), manajemen diri (p 0,001), kecemasan (p 0,004), usia ibu hamil dengan kejadian hipertensi (p 0,022). Determinan paling tinggi yaitu dukungan keluarga terhadap hipertensi kehamilan dengan Exp(B) 30.170. Peneliti menyarakan agar seluruh ibu hamil agar senantiasa menjaga kesehatan dengan cara mengkomsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan diri, melakukan aktivitas fisik berupa senam ibu hamil serta memeriksakan kehamilan setiap bulan agar dapat memantau tekanan darah secara rutin
Determinan Pemakaian Alat Kontrasepsi Modern Sebagai Strategi Dasar Pengembangan Strategi Promosi Kesehatan
Penurunan jumlah pemanfaatan kontrasepsi modern pada wanita usia subur berdampak pada peningkatan jumlah penduduk dan mempengaruhi kualitas sumber daya bangsa. Untuk meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi modern perlu upaya strategis dalam promosi kesehatan di masyarakat yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi determinan penggunaan alat kontrasepsi modern di perkotaan dan di perdesaan sebagai dasar pengembangan strategi pomosi kesehatan. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan menggunakan data SDKI 2017. Desain penelitian menggunakan cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) yang berusia dalam rentang (15-49 tahun) di DIY yang terdaftar dalam SDKI 2017. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisa univariate, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square serta analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi modern diperkotaan adalah pendidikan, paparan informasi dari televisi dan internet, diskusi tentang KB dengan bapak,sumber informasi dari dokter, perawat, bidan, apoteker, dan kesenian. Faktor yang berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi modern diperkotaan adalah pendidikan, paparan informasi dari televisi, diskusi tentang KB dengan bapak, paparan informasi dari televisi dan internet, diskusi tentang KB dengan bapak,sumber informasi dari apoteker
Analisis Triger Perilaku Penggunaan Napza pada Pelajar
Meningkatnya jumlah penyalahguna Napza yang merupakan zat berbahaya termasuk pada kalangan pelajar memerlukan perhatian dan kepedulian dari segenap pihak untuk memerangi secara bersama terutama dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dimensi pengetahuan, sikap dan tindakan sebagai triger dalam perilaku penyalahgunaan napza dengan jumlah informan penelitian sebanyak 5 orang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Binanga Karaeng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang dengan subjek penelitian yakni kalangan pelajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki pelajar masih rendah sehingga menjadi triger untuk berperilaku sebagai penyalahguna Napza. Sikap yang dimiliki pelajar yang cenderung menerima ketika ditawari untuk menggunakan Napza menjadi triger untuk berperilaku sebagai penyalahguna Napza. Tindakan pelajar penyalahguna Napza dalam mengkonsumsi Napza merupakan perwujudan dari rendahnya pengetahuan tentang bahaya menggunakan Napza dan sikap menerima ketika ditawari untuk menggunakan Napza. Dengan demikian maka disarankan kepada pemerintah untuk terus menerus melakukan upaya edukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentangg Napza bagi masyarakat secara umum dan remaja secara khusus. Selain itu disarankan pula kepada masyarakat untuk tidak bersikap permisif terkait keberadaan penyalahguna Napza
Asupan Zat Besi dan Prevalensi Anemia pada Remaja Usia 16-18 Tahun
Di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri usia 18-24 tahun sebesar 27.2%. Penyebabnya kehilangan darah secara kronis, kurangnya asupan zat besi, penyerapan zat besi yang tidak adekuat, serta meningkatan kebutuhan akan zat besi. Anemia menyebabkan penurunan imunitas, konsentrasi belajar, kebugaran dan produktifitas pada remaja putri. Bila dibiarkan dapat memberikan efek dikemudian hari seperti hamil dengan anemia serta berpengaruh pada bayi yang dilahirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat besi, lama menstruasi, dan usia menarche terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Jenis penelitiananalitik observasional dengan desain case control dengan total sampel sebanyak 56 remaja putri. Pengambilan sampel menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi kurang berisiko 0.551 kali (95%CI 0.139-2.179) mengalami anemia sedang. Lama menstruasi tidak normal berisiko 0.340 kali (95%CI 0.90-1.278) dan usia menarche tidak normal berisiko 0.833 kali (95%=0.202-3.435) mengalami anemia ringan. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara asupan zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Saran bagi remaja putri agar meningkatkan asupan zat besi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimban
Status Gizi Berdasarkan Pola Menyusui pada Bayi usia 7-12 Bulan
Air Susu Ibu (ASI) memiliki kandungan anti-bodi yang berperan aktif dalam mencegah kemunculan penyakit pada bayi, seperti diare dan infeksi saluran pernafasan akut. Proses pemberian ASI dari ibu ke bayi juga memberikan dampak positif berupa pembentukan system kekebalan tubuh pada bayi. Dengan melanjutkan pemberian makanan lanjutan pada usia enal bulan pertama kehidupan harus diperkaya makan bergizi dengan tekstur bertingkat yang sesuai dengan perkembangan usia bayi untuk memenuhi kebutuhan bayi dan perlindungan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan status gizi bayi berdasarkan pola menyusuinya (Exclusive breastfeeding, Predominant breastfeeding, partial breastfeeding dan non breastfeeding) di Desa Siwolong Polong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Crossectional Study denga pendekatan observasi analitik. Sampel yang digunakan adalah semua ibu yang memiliki bayi berusia 7 - 12 bulan di Desa Siwolong Polong dan bersedia menjadi responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Pertumbuhan anak diukur dengan formula Marshal dan Swann dalam bentuk (x2-x1)/t2-t1 di mana x1 adalah nilai ukur subjek pada waktu awal dan x2 adalah nilai ukur subjek pada waktu akhir tiap fase pengasuhan. Pertumbuhan anak dalam penelitian ini dioperasionalkan dalam bentuk pertumbuhan berat dan pertumbuhan panjang pada fase 6 bulan, 8 bulan dan 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan status gizi BB/U (WAZ), TB/U (HAZ) dan BB/PB (WHZ) pada kelompok pola menyusui bayi usia 7-12 bulan. Selanjutnya, diperlukan upaya lebih untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI Ekslusif melalui peningkatan kegiatan pendampingan konseling menyusui kepada ibu menyusui di Desa Siwolong Polong
Tingkat Kecemasan Ibu dan Pemberian ASI Eksklusif pada Masa Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 menyerang seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. COVID-19 telah mempengaruhi banyak sektor seperti kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan sebagainya. Penyebaran COVID-19 berdampak pada kehidupan sosial dan psikologi seperti kecemasan pada ibu. Kecemasan ibu dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada masa pandemi COVID-19. Penelitian termasuk observasional analitik dengan desain kohort prospektif. Teknik sampling menggunakan cluster sampling dan purposive sampling dan didapatkan 31 sampel untuk masing-masing kelompok dengan perbandingan antara kelompok terpapar dan tidak terpapar adalah 1:1 sehingga jumlah sampel 62 ibu di Kecamatan Turi dan Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa kuesioner Coronavirus Anxiety Scall dan lembar observasi ASI eksklusif. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square dan uji koefisien korelasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas responden berusia 20-35 tahun (83,9%), multipara (54,8%), tingkat pendidikan ibu adalah SMA dan perguruan tinggi sebanyak 43,5%, dan tidak bekerja (56,5%). Sebagian besar ibu memberikan ASI eksklusif (80,6%). Pemberian ASI yang tidak eksklusif, lebih banyak (32,3%) pada ibu yang mengalami kecemasan. Terdapat hubungan antara kecemasan ibu dengan pemberian ASI eksklusif dengan p-value = 0,02 dan keeratan hubungan kedua variabel dikategorikan rendah dengan nilai -0,327