OJS UNISMUH Luwuk (Universitas Muhammadiyah Luwuk)
Not a member yet
1071 research outputs found
Sort by
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI KEPALA DESA DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA BOLONAN KECAMATAN TOTIKUM KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komuniksi antarpribadi kepala desa dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Bolonan Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, kuesioner atau angket dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini masyarakat Desa Bolonan Kecamatan Totikum berjumlah 2767 jiwa, teknik penentuan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus Yamane sehingga jumlah sampel sebanyak 35 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil survey komunikasi antarpribadi kepala desa dalam pelaksanaan pembangunan Desa Bolonan Kecamatan Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan masuk dalam kategori “baikâ€
STRATEGI PERENCANAAN MEDIA PADA PT ADIRA FINANCE CABANG LUWUK DALAM MENINGKATAKAN NASABAH PINJAMAN DANA DI KABUPATEN BANGGAI
Penelitian ini bertujuan untuk megetahui bagaimana strategi perencanaan media pada PT Adira Finance Cabang Luwuk dalam meningkatakan nasabah pinjaman dana di Kabupaten Banggai. Untuk mengumpulkan data digunakan Observasi, kuesionare dan dokumentasi. Berdasarkan hasil peneliian yang dilakukan bahwa strategi perencanaan media Pada PT Adira Finance Cabang Luwuk dalam Meningkatakan Nasabah Pinjaman Dana di Kabupaten Banggai sangat baik dengan prosentase jawaban responden 84,61%
Daya Terima Tortilla Chips Berbahan Tepung Pisang Lowe
Pisang lowe mempunyai peluang untuk pendiversifikasian pangan lokal. Produk turunan berupa tepung dapat diolah menjadi tortilla chips. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung pisang lowe dan terigu terhadap mutu organoleptik tortilla chips lowe. Rasio penggunaan tepung pisang lowe dan tepung terigu pada pembuatan tortillah chips adalah: A = 100gram tepung pisang lowe; B = 75gram tepung pisang lowe + 25gram tepung tepung terigu; C = 50gram tepung pisang lowe + 50gram tepung tepung terigu; D = 25gram tepung pisang lowe + 75gram tepung tepung terigu. Metode analisis penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diujikan dalam pembuatan tortilla maka dilakukan analisis sidik ragam dan jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT (α = 0,05). Parameter mutu organoleptik terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur (kerenyahan) tortilla menggunakan skala hedonik. jumlah skala yang digunakan terdiri dari 5 skala yaitu: 1. Sangat tidak suka 2. Tidak suka 3. Agak suka 4. Suka 5. Sangat Suka. yaitu uji hedonik dengan melibatkan 25 orang panelis tidak terlatih. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penilaian panelis terhadap produk tortilla chips lowe memberikan pengaruh nyata terhadap parameter warna, dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter Aroma, rasa dan Tekstur. Perlakuan terbaik berdasarkan penilaian panelis adalah perlakuan pada warna produk tortilla chips lowe adalah perlakuan B (75gram tepung pisang lowe + 25gram tepung tepung terigu), kemudian pada parameter aroma, rasa dan tekstur adalah perlakuan D (25gram tepung pisang lowe + 75gram tepung tepung terigu)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA
Penggunaan model pembelajaran yang tepat, dapat mengembangkan potensi yang tersimpan dalam dirinya, sehingga mereka akan lebih percaya diri untuk belajar terampil dalam berbicara. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan berbicara pada siswa Kelas V SDN 9 Batudaa. Sumber data adalah data primer melalui penyebaran angket dan tes performance kepada sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah anova 2x2 dan independent samples t test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan dari keterampilan berbicara siswa pada penggunaan model pembelajaran bermain peran dengan model pembelajaran konvensional di kelas V Sekolah Dasar Negeri 9 Batudaa dengan keunggulan pada model pembelajaran bermain peran yakni 89,3750 > 70,9375. (2) terdapat perbedaan yang signifikan dari keterampilan berbicara pada penggunaan model pembelajaran bermain peran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki rasa percaya diri tinggi kelas V Sekolah Dasar Negeri 9 Batudaa dengan keunggulan pada model pembelajaran bermain peran yakni 93,3036 > 69,3182. (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari keterampilan berbicara pada penggunaan model pembelajaran bermain peran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki rasa percaya diri rendah kelas V Sekolah Dasar Negeri 9 Batudaa dengan keunggulan pada model pembelajaran bermain peran yakni 80,2083 > 72,9167. (4) interaksi model pembelajaran bermian peran dengan rasa percaya diri berpengaruh signifikan terhadap keterampilan bebricara kelas V Sekolah Dasar Negeri 9 Batudaa dengan nilai determinan sebesar 44,70%
PENGARUH PRESERVICE DAN INSERVICE TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR
Kompetensi guru, diperlukan upaya yang dapat menstimulasi peningkatan kompetensi guru melalui Preservice dan inservice training. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis; (1) pengaruh preservice training terhadap peningkatan kompetensi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (2) pengaruh model inservice training terhadap peningkatan kompetensi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (3) pengaruh preservice dan inservice training terhadap peningkatan kompetensi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diartikan sebagai berikut: (1) Preservice training berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi guru SD di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Selanjutnya, model insrvice training berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi guru SD di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan hasil uji serta preservice dan inservice training memiliki dampak yang signifikan terhadap pengembangan kompetensi guru SD di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan hasil uji one sample test diperoleh 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dalam rangka peningkatan kompetensi guru dapat digunakan melalui Inservice training
STRES KERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING DI MASA NEW NORMAL
Pembelajaran melalui daring yang dilakukan pada masa new normal karena guru diharuskan untuk berkomunikasi dengan orang tua siswa, guru lain, dan kepala sekolah, jam kerja guru tidak dibatasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) persepsi guru atas kondisi stress kerja pada pembelajaran daring di masa new normal, (2) faktor yang mempengaruhi stres guru dalam pembelajaran daring di masa new normal, dan (3) upaya guru dalam mengelola stres kerja dalam pembelajaran daring dimasa new normal. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Miles dan Hubermen. Hasil penelitian menunjukkan (1) Adanya kondisi stres kerja guru dalam pembelajaran daring dimasa New Normal di SMPN 1 Bintauna yang terlihat dari kelelahan yang cepat dalam kegiatan pembelajaran, perasaan tidak senang, sinis dan tidak semangat, penurunan pencapaian kerja dan enggan berkolaborasi dalam bekerja (2) faktor yang mempengaruhi stres guru dalam pembelajaran daring dimasa new normal di SMPN Negeri 1 Bintauna adalah faktor internal kemampuan guru dalam inovasi pembelajaran, komitmen guru yang belum optimal dan manajemen waktu guru yang kurang maksimal. Sementara faktor eksternal adalah faktor siswa yang sulit memahami materi secara konsep dan konteks, lingkungan kerja yang mulai berubah dan beban kerja yang besar, dan (3) upaya guru dalam mengelola stres kerja dalam pembelajaran daring dimasa new normal di SMPN 1 Bintauna yaitu dengan menggunakan fasilitas yang disesuaikan dengan kemampuan guru
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI KONSELING ISLAMI TERAPIS DALAM PENGEMBANGAN INTERAKSI DAN PERILAKU ANAK PENYANDANG AUTIS MELALUI TERAPI ABA
Autism is a developmental disorder, understanding which has an impact on behavior, social interaction, communication and language disorders. Because of these problems, children with autism need to do therapy to improve and reduce existing problems. The early intervention method for dealing with autistic children is using ABA therapy.The purpose of this study was to find out how the implementation of therapist counseling communication in ABA therapy, and how changes in the development of interaction and behavior of autistic children before and after being given ABA therapy. The research design uses descriptive qualitative research. Data collection techniques obtained through observation, interviews, and documentation. From this study it was found that at YPAC Medan the implementation of counseling communication was not implemented. But the implementation of communication is generally done by therapists in the form of interactional communication. Furthermore, there are changes in the development of interaction and communication in autistic children before and after carrying out ABA therapy in that before carrying out ABA therapy children are not at all affected by environmental stimuli, there is no eye contact when communicating and interacting, only focusing on oneself, not responding to external stimuli, and only focus on the object or activity they like. Furthermore, after the child is given ABA therapy, there are visible changes, including starting to be able to respond to stimuli, starting to make eye contact, starting to be able to say words even though they don't understand their meaning and starting to be able to express wishes by giving sign
KAJIAN YURIDIS PERBANDINGAN PEMIDANAAN BAGI ORANG DEWASA DAN PEMIDANAAN BAGI ANAK
Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemidanaan terhadap orang dewasa dan bentuk pemidanaan bagi anak yang berlaku di Indonesia Jenis dan pendekatan penelitian ini yaitu yuridis normatif atau penelitian hukum doktrinal, dengan menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Adapun bentuk pemidanaan bagi orang dewasa berdasarkan ketentuan diatur dalam Pasal 10 KUHPidana meliputi: 1 Pidana pokok, meliputi: a. Pidana mati, b. Pidana Penjara, c. Pidana kurungan, d. Denda, e. Pidana tutupan berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 1946. 2. Pidana tambahan, meliputi: a. Pencabutan beberapa hak yang tertentu, b. Perampasan beberapa barang yang tertentu, c. Pengumuman putusan hakim; disamping itu terdapat pengaturan pemidanaan lainnya dalam KUHPidana yakni Pidana Bersyarat dan Pelepasan Bersyarat. Sedangkan bentuk pemidananaan bagi anak diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yakni: 1. Pidana pokok bagi anak terdiri atas: a. Pidana peringatan, b. Pidana dengan syarat meliputi Pembinaan diluar Lembaga, Pelayanan masyarakat atau Pengawasan, c. Pelatihan kerja, d. Pembinaan dalam Lembaga, dan e. Penjara; 2. Pidana tambahan meliputi perampasan keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana; atau pemenuhan kewajiban adat
ANALYSIS OF PHONOLOGICAL ERRORS IN FIRST SEMESTER STUDENTS IN PERFORMING SELF INTRODUCTION A CASE STUDY IN INSTITUTE LEVEL
Some problems have emerged related to the phonological errors made by the first semester students in delivering their speaking performance. This research is intended to analyze the phonological error in the first semester students in performing self-introduction. This study used qualitative research method particularly in terms of English phonology that focus on observing and analyzing the observation of English-speaking skill. In this research, the collected data were in the form of transcripts of the video-recorded performance that performed by the subjects of research. It is concluded that most students showed several phonological errors in pronouncing some words. All students of the first semester have successfully performed their self-introduction fluently and accurately based on the basic self-introduction pattern. The result of the study showed that the emergence of various variations in the accuracy of phonology is mainly due to the previous educational background and the students’ current efforts in learning language. However, most students of first semester did phonological errors in pronouncing several words. In order to speak English fluently and accurately, it is expected that the students learn about English phonology well by considering the appropriate place of articulation and manner of articulation
EFEK SISTEM PENGELOLAAN PERUSAHAAN ATAS NILAI PERUSAHAAN INDUSTRI SUB SEKTOR PROPERTI SERTA REAL ESTATE TERCATAT PADA BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2020
Tata kelola perusahaan dinilai baik apabila dapat membangun nilai perusahaan untuk pemangku kepentingan dengan peningkatan kemampuan perusahaan yang dapat menciptakan keselarasan antara pemegang kepentingan sehingga dapat menguntungkan perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut faktor terpenting ketika memahami tata kelola perusahaan yaitu mengenali berbagai hambatan terhadap elemen teoretis dari pengawasan pemegang saham yang membenarkan struktur perusahaan melalui pemberian kompensasi secara tepat untuk dewan dan manajemen perusahaan dengan memberikan perlakuan adil dari sisi pemegang saham. Tujuan pengkajian peneliti untuk menguji hubungan antara faktor dependen, kepemilikan institusional sebagai variabel independen dalam penentuan nilai perusahaan, dewan komisaris independen, dan struktur tata kelola perusahaan yang diukur oleh komite audit Industri Sub Sektor Properti serta Real Estate di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai 2020. Penyelidikan ini menggunakan data lima sampel perusahaan dengan pendekatan analisis data memakai studi deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif pada pengujian asumsi klasik. Temuan membuktikan bahwa sistem pengelolaan yang diukur dengan kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, beserta komite audit tidak mempengaruhi nilai perusahaan