Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang
Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri MalangNot a member yet
10434 research outputs found
Sort by
Transformasi kalender Saka (Sūryasiddhānta) menuju kalender Gregorian di Jawa dan Asia Tenggara
Abstract The purpose of this article is to understand the transformation or change in the use of calendars in the Java and Southeast Asia regions. The year in the Saka calendar itself starts from the coronation day of Maharaja Kanishka I which fell in 78 AD, where that day was then referred to as the 1st day of the 1st month of the 1st year of Saka. The new year in the Saka year usually falls after the first new moon in March in the Gregorian calendar, or after the dead moon (tilem sasih) in the month of Kasanga in the Saka calendar. The Saka calendar originates from India and was adapted by the Javanese people who adhere to the Hindu-Buddhist religion. The Saka year starts from 78 AD, which is considered the year of the accession of Aji Saka, the legendary figure who brought script and civilization to Java. The Saka calendar system consists of 12 months which refers to the lunisolar system, which is a system that combines the rotation of the sun and moon.Abstrak Tujuan dari tulisan ini adalah memahami bagaimana transformasi atau perubahan penggunaan kalender yang berada pada wilayah Jawa dan Asia Tenggara. Tahun dalam kalender Saka sendiri dimulai dari hari penobatan Maharaja Diraja Kanishka I yang jatuh pada tahun 78 Masehi, di mana hari itulah yang kemudian disebut sebagai tanggal 1 bulan 1 tahun 1 Saka. Tahun baru di tahun Saka biasanya akan jatuh setelah bulan baru pertama bulan Maret kalender Masehi, atau setelah bulan mati (tilem sasih) bulan Kasanga kalender Saka. Kalender Saka berasal dari India dan diadaptasi oleh masyarakat Jawa yang menganut agama Hindu-Budha. Tahun Saka dimulai dari tahun 78 Masehi, yang dianggap sebagai tahun naik tahtanya Aji Saka, tokoh legendaris yang membawa aksara dan peradaban ke Jawa. Sistem kalender Saka terdiri dari 12 bulan yang merujuk pada sistem lunisolar, yaitu sistem yang menggabungkan perputaran matahari dan bulan
Atsar at-Ta’allum al-Qa`im ‘ala al-Maham min Khilali Tashmimi al-Mulshaq ar-Raqmi ‘ala Musyarakati ath-Thullabi fi Ta’limi Maharati al-Kitabati bi Madrasati “Pembangunan” al-Mutawassithah al-Islamiyyah
Low student engagement in learning Arabic writing skills is often overlooked, especially in traditional teaching methods that fail to actively involve students. This leads to lack of practice, low motivation, and limited student participation, which hinders their ability to master writing skills. Addressing this issue is crucial to improving instruction.This study aims to reveal the impact of Task-Based Learning through digital poster design on student engagement. Engagement aspects studied include behavioral, emotional, and cognitive dimensions. A quasi-experimental design with a quantitative approach involved 48 from the ninth grade of Pembangunan Islamic Middle School, divided into experimental (n = 24) and control (n = 24) groups. Data were collected using questionnaires based on a Likert scale and observation. The experimental group scored higher engagement (90) than the control group (77.04). The t-test yielded a t-value of 10.316 with a p-value of less than 0.001, indicating that the difference between the two groups is statistically significant. These results indicate that Task-Based Learning positively affects student engagement and contributes to innovative teaching in Arabic language and literature.
غالبا ما يتم التغاضي عن انخفاض مشاركة الطلاب في تعليم مهارة الكتابة، خاصة في مناهج التعليم التقليدية التي تفشل في إشراكهم بفعالية. يؤدي ذلك إلى نقص الممارسة، وضعف الدافعية، ومحدودية مشاركة الطلاب، مما يعطل إتقانهم لمهارة الكتابة. إن معالجة هذه المشكلة أمر ضروري لتحسين جودة التعليم. تهدف هذه الدراسة إلى الكشف عن أثر التعلم القائم على المهام من خلال تصميم الملصق الرقمي على مشاركة الطلاب. شملت أبعاد المشاركة المدروسة الجوانب السلوكية والعاطفية والمعرفية. تم استخدام تصميم شبه تجريبي بمنهج كمي، حيث شملت العينة 48 طالبا من الصف التاسع بمدرسة بمبانجونان المتوسطة الإسلامية، موزعين على مجموعتين: تجريبية (عددهم = 24) وضابطة (عددهم = 24). جمعت البيانات باستخدام استبانة مبنية على مقياس ليكرت والملاحظة. أظهرت النتائج أن المجموعة التجريبية حققت درجة مشاركة أعلى (90) مقارنة بالمجموعة الضابطة (77.04). كما أظهر اختبار "ت" قيمة “ت" بلغت 10.316 بقيمة p أقل من 0.001، مما يشير إلى أن الفرق بين المجموعتين ذو دلالة إحصائية. تشير هذه النتائج إلى أن التعلم القائم على المهام يؤثر بشكل إيجابي على مشاركة الطلاب ويساهم في التعليم المبتكر في اللغة العربية وآدابها
KAJIAN PENILAIAN KINERJA DAN ALTERNATIF PEMELIHARAAN SUNGAI WELANG LAMA KABUPATEN PASURUAN
Banjir karena luapan air sungai merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada sebagian besar wilayah Indonesia saat musim penghujan. Salah satu sungai yang memiliki potensi banjir cukup tinggi yaitu Sungai Welang Lama yang terletak pada Kabupaten Pasuruan. Sungai Welang Lama kerap dilanda banjir pada setiap tahunnya karena intensitas hujan yang tinggi dan buruknya sistem drainase. Selain itu, karakter Sungai Welang Lama berbelok-belok (meander) dan morfologi sungai serta kondisi DAS membuat sungai melebar pada bagian hulu. Penilaian kinerja fisik sungai merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan fungsi sungai dan kondisi sungai agar sungai dapat berfungsi dengan semestinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penilaian kinerja Sungai Welang Lama dan diharapkan dapat mengembalikan kinerja kondisi fisik serta fungsi dari infrastruktur bangunan air ataupun lingkungan sekitar sungai welang lama. Pengumpulan data pada penelitian ini mencakup studi pustaka, observasi lapangan secara langsung untuk me
Representasi Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Media Online di Makassar: Analisis Wacana Kritis Sara Mills
This study aims to reveal and analyze the representation of violence against women in online news published in the Fajar Daily in 2024. Adopting a critical discourse analysis approach developed by Sara Mills, this study explores how violence against women is represented, constructed, and reported by online media, particularly Harian Fajar. This research method involves collecting samples of online news related to violence against women, then conducting text analysis using a critical discourse analysis framework. The results of this analysis are expected to provide an in-depth understanding of how online media affects public perceptions of violence against women and the narrative construction contained in the news. The research also has implications for gender advocacy and the role of the media in supporting women's empowerment and addressing discrimination and violence against them.Keywords: Violence against Women, Critical Discourse Analysis, Online Reportin
PENGARUH MODEL PROBLEM-ORIENTED PROJECT-BASED LEARNING (POPBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KOMUNIKASI SISWA SMAN 1 PONDIDAHA
Abstrak. Kehidupan abad 21 menuntut pendidikan untuk meningkatkan beragam keterampilan diantaranya berpikir kreatif dan komunikasi. Berdasarkan beberapa literatur menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif dan komunikasi siswa indonesia masih berada pada kategori rendah. Problem Oriented Project Based Learning (POPBL) merupakan salah satu metode pembelajaran yang mampu meningkatkan bebeberapa keterampilan abad 21. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model POPBL terhadap keterampilan berpikir kreatif dan komunikasi siswa. Jenis penelitian menggunakan quasi eksperimental (eksperimen semu) dengan desain penelitian pretest posttest non-equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-B sebagai kelas eksperimen dengan diberi perlakuan model pembelajaran POPBL dan kelas X-C sebagai kelas kontrol dengan diberi perlakuan model pembelajaran PBL. Keseluruhan Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik dengan uji hipotesis menggunakan ANAKOVA (Analysis of Covariance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Oriented Project Based Learning (POPBL) berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan komunikasi. Sekolah dapat menggunakan POPBL sebagai model pembelajaran baru untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran dan memberi siswa keterampilan yang sesuai dengan era modern.
Abstract. Life in the 21st century demands education to improve various skills, including creative thinking and communication skills. Some studies show that Indonesian students' creative thinking and communication skills are still in the low category. Problem-oriented project-based learning (POPBL) is a learning method that can improve several 21st-century skills. This research aimed to investigate the influence of the POPBL model on students' creative thinking and communication skills. This type of research uses a quasi-experimental design with a non-equivalent control group, namely, a pretest-posttest research design. The sample in this study was class X-B as an experimental class treated with the POPBL learning model, and class X-C as the control class treated with the PBL learning model. The data obtained were then analyzed statistically by testing the hypothesis using analysis of covariance (ANCOVA). The results showed that the Problem-oriented project-based learning (POPBL) model affected creative thinking and communication skills. For this reason, schools can use POPBL as a reference for new learning models to improve learning activities and student skills relevant to the 21st century
PENGELOLAAN KOLEKSI DISABILITAS DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dari tahapan pengolaan koleksi disabilitas yang ada di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istmewah Yogyakarta (DIY) itu sendiri. Pada penelitian ini menggunakan sebuah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Serta dengan subjek penelitian ini ialah pustakawan Ahli Madya serta pustakawan yang memiliki tanggung jawan pada layanan braille , Untuk objek dari penelitian sendiri ialah DPAD DIY. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari observasi, wawancara dan dokumentasi terdapat tiga temuan dalam pengolaan koleksi disabilitas di DPAD DIY yaitu pembelian, hibah, dan resource sharing.
This research is based on the author's curiosity about how the stages of developing a disability collection in the Regional Library and Archives Service (DPAD) of the Istmewa Yogyakarta Region (DIY) itself. This research uses descriptive methods with a qualitative approach. As well as with the subject of this research is the Associate Expert librarian and librarian who has responsibility for the braille service, for the object of the research itself is the Regional Library and Archives Service (DPAD) of the Yogyakarta Istmewah Region (DIY). The data collection techniques use interviews, observation, and documentation. The results of observations, interviews and documentation are three things in developing disability collections at DPAD DIY, namely purchases, grants, and resource sharing
TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DINAS PERPUSTAKAAN KOTA SIBOLGA
Jurnal ini membahas mengenai pentingnya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Latar belakang dari penelitian ini adalah program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Penelitian dilaku.kan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan perpustakaan kota Sibolga, Indonesia. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi kegiatan-kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam beberapa aspek. Namun, dalam merealisasikan kegiatan-kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial memiliki beberapa tantangan yang dihadapi.
This article discusses the importance of social inclusion-based library transformation in improving community welfare. The reason for this research is the social inclusion-based library transformation program. The research was conducted using a qualitative approach with a descriptive approach involving the Sibolga city library, Indonesia. In this research also shows that the activities of social inclusion-based library transformation can improve community welfare in several aspects. But, in realizing the activities of Social Inclusion-Based Library Transformation, there are some challenges faced
Isolasi dan Karakterisasi Silika Dari Diatom Laut Ambon Navicula sp. TAD Menggunakan Variasi Larutan Asam
Diatom merupakan mikroalga yang memiliki dinding sel terbuat dari silika dengan pori-pori berukuran nano yang dikenal sebagai frustula. Silika dapat diaplikasi diberbagai bidang, antara lain yaitu penggunaan silika sebagai matriks katalis untuk pemurnian dan pemisahan zat, adsorpsi logam berat, biosensor maupun penghantar obat maupun fotokatalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakaterisasi silika melalui pencucian dengan larutan asam dari diatom perairan teluk Ambon dalam, yaitu Navicula sp. Kultivasi sel Navicula sp. TAD dilakukan untuk mendapatkan biomassa dikultivasi dalam medium modifikasi selama 7 hari. Pemanenan diperoleh Biomassa basah Navicula sp. TAD sebanyak 90,799 g dengan produktivitas biomassa basah adalah sebesar 1,090 g ml-1 hari-1. Isolasi silika dari biomassa Navicula sp. TAD dilakukan melalui pencucian asam nitrat, asam klorida, dan asam sulfat diperoleh silika -berturut-turut sebesar 7,650± 0,071, 4,550 ± 0,35, dan 6,800 ± 0,707 g. Karakteristik silika dikarakterisasi dengan SEM/EDX menunjukkan struktur nanopori dari permukaan biosilika frustul dapat terlihat jelas dan tersusun atas silikon dan oksigen yang menandakan bahwa biosilika telah dimurnikan dari pengontor-pengotor organik. Gugus fungsi karakteristik kimia silika diidentifikasi dengan spektroskopi inframerah transformasi fourier pada bilangan gelombang 1631, 1083, 960, 806, dan 462 cm-1 yang masing-masing berkorespondensi dengan gugus vibrasi tekuk dan ulur dari ikatan Si-O-Si
The Symbolic Meaning of the Cimbingan Tradition in the Chinese Ethnic Community in Turirejo Village, Lawang District, Malang Regency
This research describes the Cimbingan tradition which is carried out once a year by visiting the graves of ancestors and cleaning and decorating the graves. Ethnic Chinese still strongly hold the belief to always honor ancestors, so this tradition is still carried out to this day. This research aims to reveal three important focuses, namely: the function and meaning of each equipment used, the worship procession of the Cimbingan tradition, and the symbolic meaning in the Cimbingan tradition. The method used in this research is qualitative descriptif. This research uses data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews, and documentation with primary data sources and secondary data sources. Based on the research, it can be concluded that there is a meaning contained in each equipment used such as the meaning of candles and incense which means as a light for the ancestors in the afterlife, besides the offerings of food and drinks which means a form of attention from children to parents. Furthermore, afterlife money and duplicate items made of paper which means a form of fulfilling the needs of ancestors in the afterlife. Furthermore, the five-color paper means a form of description of the ancestors' homes in the afterlife. In addition, there are three stages in the procession of the Cimbingan tradition where there is a preparation stage, a prayer stage, and a closing stage. The meaning in this tradition is a form of filial piety of children to parents, where children still remember and show attention to parents even though parents are gone.
Makna Simbolik Tradisi Cimbingan Pada Komunitas Etnis Tionghoa di Desa Turirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang
Penelitian ini mendeskripsikan mengenai tradisi Cimbingan yang dilaksanakan setahun sekalidengan mengunjungi makam para leluhur dan membersihkan serta menghias makam. EtnisTionghoa masih sangat memegang kepercayaan untuk selalu menghormati leluhur, sehinggatradisi ini tetap dilaksanakan sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tigafokus penting yakni : fungsi dan makna dari setiap perlengkapan yang digunakan, prosesisembayang tradisi Cimbingan, dan makna simbolik yang ada dalam tradisi Cimbingan. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknikpengambilan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan sumberdata primer dan sumber data sekunder. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwaterdapat makna yang terkandung didalam setiap perlengkapan yang digunakan seperti maknapada lilin dan dupa yang bermakna sebagai penerang para leluhur di alam baka, selain itupersembahan makanan dan minuman yang bermakna bentuk perhatian anak kepada orangtua.Selanjutnya uang akhirat dan barang duplikat dari kertas yang bermakna sebagai bentukpemenuhan kebutuhan leluhur di alam baka. Selanjutnya kertas lima warna yang bermaknasebagai bentuk gambaran rumah para leluhur di alam baka. Selain itu terdapat tiga tahap dalamprosesi tradisi Cimbingan dimana terdapat tahap persiapan, tahap sembahyang, dan tahappenutupan. Makna yang ada dalam tradisi ini sebagai bentuk bakti anak kepada orangtua, dimanaanak tetap mengingat serta menunjukan perhatian kepada orangtua waluapun orangtua telahtiada
Blended learning as an alternative learning method to support the digital education era
Learning has now transformed dynamically through the application of technology. This study seeks to determine whether blended learning is an alternative method to support current technological developments. The aim is to analyze the application of blended learning to support the advancement of education through technology. Blended learning will support effective and efficient learning while still paying attention to students' cognitive and critical thinking. This study uses experimental quantitative methods. The researcher developed 15 custom-made questionnaires to be responded to by 20 teachers. Based on the questionnaires, the validity and reliability of blended learning effectiveness were analyzed with SPSS software. The results showed that the questionnaire was valid and reliable, and the fifteen questionnaires analyzed achieved high scores for implementing blended learning. The implications of this research can become a learning option that applies technology so that it is dynamic and supports the digitalization of education