Scientific & Charity Journal UNIMUDA (Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)
Not a member yet
1766 research outputs found
Sort by
Persuasive Communication Strategies in Consensual Families for Building Family Resilience during Covid-19 Pandemic
Persuasive communication is part of family communication that parents usually use to persuade family members, especially children, to direct children to have good personalities and characters. Persuasive communication is in line with the type of consensual family, which is a family that has high conversation and conformity. The application of good persuasive communication in consensual families will lead to solid family resilience, namely families that are resistant to external threats. At the beginning of 2020, Indonesia experienced a national disaster with the COVID-19 pandemic. Data from the DKI Jakarta Health Office in February 202 stated that the most significant contributor to COVID-19 was the family cluster. In this condition, family resilience is tested by the threat of COVID-19, resulting in dissonance or imbalance in a family. Therefore, this study wanted to look at persuasive communication strategies in consensual families in forming solid family resilience from the threat of COVID-19 using cognitive dissonance theory. The informant in this study was a consensual family domiciled in the South Petukangan sub-district, South Jakarta. The results showed that the strategies used by the informant's family to maintain family resilience during the COVID-19 pandemic were maintaining a persuasive communication pattern, namely directing, advising, and discussing, parents listening more, spending time together, and playing roles well for all family members. , maintain a caring attitude and mutual understanding, make threats from outside as a form to increase family solidarity, and maintain the parenting pattern that has been carried out so far
Interactive English Learning with Multimedia at YPK Karya High School
In the world of education, multimedia is used as an effective, attractive, efficient, and easy-to-use learning media in terms of learning assessment. Currently, the method of learning English at YPK Karya High School is still face-to-face and textbooks, the difficulty of students cannot listen to the speech and vocabulary sentences conveyed by the teacher and cannot write the vocabulary sentences correctly, therefore researchers make alternative English learning with multimedia, as an easy and interactive learning solution. The model used is ADDIE, and there are 5 stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects in this study were 1 principal, 2 teachers, 3 students. The methods used to collect data were interviews and observations. After obtaining the results of the analysis, the researcher designs the device requirements and multimedia design with the aim of providing a complete picture of the application. The design was performed using the Flash Professional CS5 application, an application specifically designed to create animation, and Photoshop 7.0 for image creation. Finally, the application for failures, system errors, and application maintenance. The results of the research on interactive learning English with multimedia are very helpful for students of SMA YPK Karya Tangerang because it is simpler and easier to repeat
An Analysis of Listening Comprehension Problems in Listening Subject Among Students in English Language Education Study Program of San Pedro University
This study examined the listening comprehension issues that first-semester English language education program students encountered. A descriptive and qualitative methodology was used to conduct this study. Six students participated in this research during the first semester. Two sections of the questionnaire were filled out on paper. The result of the questionnaire showed that in the section listening material, 83% of them occasionally find it challenging to understand the complex grammatical structures related to English vocabulary when solving listening problems. Nonetheless, the majority of them selected "sometimes" in the questionnaire's listener problems section. According to the fifth statement in the section on listeners' problems, 50% of them find it difficult to respond to questions that require more detail than a brief answer because they lack the necessary vocabulary, there are a few recommendations that can be made. First, students should practice listening to English more frequently in order to improve their listening skills. Additionally, because grammar and vocabulary are crucial, students need to dedicate more time to developing them
Meningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung Dengan Model {Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas IX B SMP Don Bosco Kota Sorong
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika materi Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung Siswa Kelas IX B SMP Don Bosco Kota Sorong melalui model pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Analisis yang data dilakukan dalam 3 tahap yaitu reduksi, penyajian data serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) penggunaan pendekatan saintifik dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa. (b) Pemanfaatan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 69,06 meningkat menjadi 79,06 pada siklus II
Program Kemitraan Wilayah Madu Klanceng di Desa Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara
Salah satu peternak madu klanceng di kabupaten jepara yaitu Bapak Partono dengan usahanya yang bernama Omah Ra&Fi memiliki permasalahan kapasitas produksi yang rendah karena hanya memiliki 80 buah setup (tempat koloni lebah). Selain itu proses produksi madu klanceng tersebut juga masih rendah karena belum adanya kontrol kualitas pada hasil produksinya. Permasalahan pada mitra tersebut terjadi dikarenakan belum adanya pengetahuan mengenai proses produksi dan kontrol kualitas dan juga belum adanya alat untuk mengetahui kandungan kadar air pada madu, sehingga mitra tidak dapat menjaga kualitas madunya sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Managemen usaha pada mitra juga dikelola dengan sederhana berdasar kekeluargaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut solusi yang ditawarkan antara lain pelatihan mengenai proses produksi dan kontrol kualitas madu klanceng, pendampingan dan aplikasi teknologi alat ukur kadar air dengan refraktometer, pendampingan dan aplikasi teknologi pengurangan kadar air dengan proses dehumidifier, dan pelatihan manajemen usaha yang baik. Berdasar solusi diatas maka diperoleh hasil yaitu peningkatan pengetahuan proses produksi dan kontrol kualitas madu sebesar 100%, peningkatan kapasitas produksi sebesar 25%, peningkatan aset berupa alat ukur kadar air (refraktometer), peningkatan aset berupa alat pengurang kadar air (dehumidifier), dan peningkatan pengetahuan tentang manajemen usaha yang baik sebesar 100%. Dengan adanya program kemitraan wilayah ini, mitra diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha madu klancengnya.
Kata kunci : madu klanceng, refractometer, dehumidifie
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP IMPLEMENTASI ASISTENSI MENGAJAR PROGRAM MBKM DI PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH (UNIMUDA) SORONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai Bagaimana Persepsi dari Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi sebagai bagian yang telah mengikuti program merdeka belajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, yang berjumlah 138 mahasiswa. Dan pengumpulan subjek yang diambil peneliti hanya fokus pada mahasiswa prodi pendidikan biologi adapun jumlah subjek yang diambil peneliti setengah dari jumlah subjek yaitu sekitar 30 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner dan wawancara dilakukan pada beberapa mahasiswa terhadap Persepsi Implementasi terkait dengan Asistensi Mengajar Program MBKM di Prodi Pendidikan Biologi secara keseluruhan memperoleh hasil dengan kategori kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu mahasiswa telah terima Informasi dan mengetahui program ini dan sangat baik untuk berkontribusi. Namun demikian, sistem informasi proram ini masih perlu diperbaiki untuk memberikan akses yang baik bagi mahasisw
MOTIF KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA TINJAUAN DINAMIKA PSIKOLOGI
Meningkatnya kasus pelanggaran hukum yang mengakibatkan kematian terbukti sangat menghambat pertumbuhan keharmonisan bangsa. Menghilangkan nyawa orang lain jika ditinjau dari berbagai norma tidaklah dibolehkan, terlepas dari bermacam-macamnya motif dari pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan ranah psikologi dari tinjauan teoritis yang menjadi aspek konstruktif sebagai dasar lahirnya motif pelaku melakukan hal tersebut, Metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaan (library reseach) yaitu berisi teori teori yang relevan dengan masalah-masalah dalam penelitian yang dikaji peneliti. Kajian Pustaka atau studi pustaka merupakan kegiatan yang diwajibkan dalam suatu penelitian, khususnya penelitian akademik yang tujuan utamanya yaitu dalam mengembangkan aspek teoritis maupun aspek manfaat praktis Pada kasus FS (49), Motif emosi yang muncul adalah emosi negatif yakni marah sehingga mendorong sebuah perilaku. Pendapat Nativistik menyatakan bahwa macam emosi tersebut pada dasarnya merupakan bawaan sejak lahir. Kedua, pendapat Empiristik mengatakan bahwa emosi dibentuk oleh pengalaman dan proses belajar, dapat pula dijelaskan dengan teori “Law of Effects” serta teori transfer eksitasi (Excitation Transfer Theory). Pada kasus WE (60), motif utama yakni ekonomi, membunuh karena faktor ekonomi dapat dijabarkan menggunakan teori Agresi Instrumental (Instrumental Aggression) yang menjelaskan agresi yang tujuan utamanya bukan untuk menyakiti korban tetapi untuk mencapai tujuan lain tertentu seperti akses pada sumber daya yang berharga.
 
An Analysis of Language Errors on Students’ Thesis of Business and Economy Syariah Major at UIN Raden Intan Lampung
One of the rules in writing a thesis is using Indonesian language rules properly and correctly. Even though students of the Business and Economy Syariah major focus on writing theses in the field of syariah economics, students are still expected to be able to write theses according to the Indonesian language rules that apply in the guidelines for writing scientific papers issued by institutions related to uniformity and compliance with the rules for writing scientific papers. Classification is used so that analysis of students' language errors can be carried out systematically and not randomly. By classifying these errors, we can determine the grammatical description for each error. Therefore, activities at this stage of classifying errors include determining or determining the grammatical description for each error, for example, (1) errors in the field of phonology, (2) errors in the field of morphology, (3) errors in the field of syntax, and paragraphs. This research was conducted using a qualitative approach, which is included in linguistic research. A qualitative approach was chosen because the problem studied is in the form of data (thesis), which is more precisely explained using words. The results of research on spelling errors in several theses of Business and Economy Syariah major, Faculty of Islamic Economics and Business, UIN Raden Intan Lampung, resulted in 247 cases of errors, which included: (1) errors in the use of capital letters totaling eight errors, (2) errors in the prepositions in and totaling 30 errors, (3) errors in using punctuation totaling 209 cases of errors and (4) Errors in writing absorption elements were not found
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN GURU TERHADAP KURIKUL 2013 DI SMP NEGERI 11 KABUPATEN SORONG
Skema pembelajaran Kurikulum 2013 diselenggarakan untuk membentuk watak, membangun pengetahuan, sikap dankebiasaan-kebiasaan untuk meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Mengetahui bahwa peran kepala sekolah sangat penting bagi guru-guru dalam memahami kurikulum 2013. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap kurikulum 2013 di SMP Negeri 11 Kabupaten Sorong. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dan subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah dan guru-guru SMP Negeri 11 Kabupaten Sorong. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara menggunakan instrumen wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat 3 tema yaitu (1) proses penerapan kurikulum 2013 di SMP Negeri 11 Kabupaten Sorong, (2) kesiapan guru-guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013, dan (3) kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan dan penerapan kurikulum 2013 baik bagi guru-guru maupun siswa-siswi. Kesimpulan bahwa dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap penerpakan kurikulum 2013, kepala sekolah berperan sebagai pemberi motivasi dan peluang kepada guru-guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, melibatkan diri dalam kelompok-kelompok belajar guru serta menyediakan sarana dan prasarana yang dapat mendukung proses penerapan dan pembelajaran berbasis kurikulum 2013, menciptakan suasana yang kondusif, menyediakan sumber belajar baik bagi guru-guru maupun peserta didik dalam membina disiplin serta menciptakan lingkungan belajar yang asri di lingkungan sekolah
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Melalui Model Tactikcal Games Siswa Kelas IV MI Muhammadiyah Delegtukang
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PJOK khususnya materi kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan melalui model pembelajaran Tactical Game Model pada siswa kelas IV MI Muhammadiyah Delegtukang, Wiradesa. Penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV MI Muhammadiyah Delegtukang pada mata oelajaran PJOK khususnya materi aktivitas kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) sedangkan pendekatannya menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di MI Muhammadiyah Delegtukang, Wiradesa. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang terdiri atas 28 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari empat kompetensi setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan Kepala Madrasah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi test, dan angket. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Tactical Game Model dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV MI Muhammadiyah Delegtukang, hal tersebut ditunjukkan dari hasil penelitian yang meningkat setiap siklusnya. Pada siklus 1 motivasi siswa mencapai rata raata 34,96 yang mana hasil tersebut masuk kedalam kategori tinggi dan memiliki peningkatan rata rata sebesar 13,32 dari pra siklus. Hasil belajar pada siklus 1 menunjukkan siswa yang belum tuntas sebanyak 9 siswa atau 32%, dan siswa yang tuntas sebanyak 19 siswa atau 67.9% dan memiliki peningkatan sebesar 14.3% dari pra siklus. Kemudian pada siklus 2 motivasi siswa mencapai rata-raata 36.04 yang mana hasil tersebut masuk kedalam kategori sangat tinggi dan memiliki kenaikan rata rata sebesar 1.08 dari siklus 1. Hasil belajar pada siklus 2 menunjukkan siswa yang belum tuntas sebanyak 4 siswa atau 14.3%, dan siswa yang tuntas sebanyak 24 siswa atau 85.7% dan memiliki peningkatan sebesar 17.8% dari siklus 1. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini yaitu 80% untuk hasil motivasi dan peningkatan hasil belajar mencapai 80% ketuntasan, dari penjabaran hasil diatas maka penelitian ini dikatakan berhasil