UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Not a member yet
    25534 research outputs found

    Exploring Parental Engagement In Child Sexual Abuse: The Mothers Experiences To Take Care In Indonesian Families

    No full text
    AbstrakKasus pelecehan seksual terhadap anak meningkat di beberapa negara termasuk Indonesia. Oleh karena itu, orang tua sebagai pendidikan pertama bagi anak mempunyai peran utama dalam pencegahan. Hal ini melibatkan orang tua dalam pengasuhan. Kajian tentang pelecehan seksual telah dilakukan oleh beberapa ulama, Meskipun demikian, studi tersebut kurang mengeksplorasi keterlibatan orang tua terkhusus bagi seorang ibu. Oleh karena itu, Tulisan ini berupaya untuk memberikan pengalaman orang tua dalam pencegahan pelecehan seksual terhadap anak. Dengan menggunakan metode inkuiri naratif, data ini dikumpulkan melalui wawancara naratif terhadap enam ibu di Jawa Tengah Indonesia. Penemuan hasil wawancara  mengungkapkan bahwa orang tua  harus andil dalam pengenalan pendidikan seks kepada anak. Hal ini, orang tua menjadi teladan bagi anak dalam pengenalan seksualitas. Orang tua wajib menjalin komunikasi yang baik tentang keselamatan diri anak pada pemahaman seksualitas. Orang tua dituntut mengajarkan dan membimbing pemahaman tentang ajaran agama yang dalam atau deep education serta pelibatan media social untuk mempermudah komunikasi. Artikel ini menjelaskan tentang peran tanggung jawab pemerintah  dalam  pengambil kebijakan pada seksualitas issu. Hal ini menghimbau  pemerintah agar bisa memberikan lokakarya atau pelatihan pencegahan pelecehan seksual anak kepada orang tua. Kegiatan itu bisa berkolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mitigasi dan pencegahan pelecehan seksual anak.  Kata Kunci: Pelecehan Seksual Anak, Keluarga Indonesia, Orang Tua, Pembuat Kebijakan  [Child sexual abuse (CSA) is an increasing concern in many countries, including Indonesia. In this context, parents—who serve as primary educators and role models for their children—play a crucial role in preventing sexual abuse. The responsibility is deeply rooted in the values and practices of parenting. While previous studies have examined various aspects of sexual abuse, limited research has focused on parental engagement within the Indonesian context, particularly across families of diverse backgrounds. Moreover, the implications of such engagement have yet to be thoroughly investigated. The present study seeks to explore the experiences of Indonesian parents, especially mothers, in their efforts to prevent child sexual abuse through active parental engagement. Adopting a narrative inquiry approach, data were collected through in-depth interviews with six mothers from different regions in Indonesia. The findings indicate that parents employ a range of strategies to engage in the prevention of CSA. These include providing children with sex education, serving as positive role models, fostering open and supportive communication about personal safety, instilling religious and moral values, and guiding children in the responsible use of social media. This study highlights the need for comprehensive efforts to support parental involvement in CSA prevention. It suggests that the Indonesian government and policymakers should offer targeted training programs or workshops for parents across sectors. Furthermore, the study emphasizes the importance of collaborative efforts among families—particularly mothers and fathers—schools, and government institutions, to establish a united front against child sexual abuse.]  Keywords: Child Sexual Abuse, Indonesian Families, Parents, Policymakers                                                              

    Relevansi Pendidikan Islam dalam Membangun Kepemimpinan Remaja di Era Digital

    No full text
    Kepemimpinan remaja di era digital menjadi isu penting karena perkembangan teknologi dan globalisasi memengaruhi pola pikir, interaksi, serta perilaku generasi muda. Kondisi ini melahirkan tantangan berupa derasnya arus informasi, penyebaran hoaks, tekanan media sosial, hingga melemahnya nilai moral dan karakter remaja. Rumusan masalah penelitian ini menitikberatkan pada pengaruh era digital terhadap pembentukan kepemimpinan remaja, tantangan yang dihadapi pendidikan Islam di tengah arus globalisasi, serta perannya dalam mengembangkan kecerdasan emosional, sosial, dan etika kepemimpinan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana pendidikan Islam mampu merespons dampak negatif media sosial dan membentuk kepemimpinan remaja yang adaptif serta relevan dengan tuntutan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran pendidikan Islam dalam membangun kepemimpinan remaja dengan mengintegrasikan nilai agama dan keterampilan praktis sehingga mereka dapat tampil sebagai pemimpin yang bijak, adil, dan berintegritas. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang menelaah literatur mengenai pendidikan Islam dan kepemimpinan remaja di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya dipahami sebagai sarana pengajaran agama, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter dan keterampilan sosial. Integrasi nilai-nilai Islam dengan kecakapan praktis dipandang mampu memberi arah bagi remaja dalam menghadapi arus digitalisasi, sehingga lahir kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan bertanggung jawab di dunia nyata maupun maya

    IMPLEMENTASI MODERNISASI DAN DIGITALISASI DI PESANTREN NURUL ISLAM PUMEE WITYA SCHOOL, THAILAND

    Full text link
    This study examines the implementation of modernization and digitalization at Pesantren Nurul Islam Pumee Witya in Pattani, Thailand which is a traditional pesantren institution to see the response to modern learning and the use of technology. Using the Sisdamas method, this study found an initial resistance to new teaching methods, such as games and songs in learning English, although on the student side they have an interest in this modern learning patterns. Digitization efforts, including the updating of the pesantren\u27s Google Maps profile, aim to increase accessibility and visibility without compromising traditional values. The findings suggest that, despite the challenges of initial resistance, the implementation of modernization and digitalization within pesantren certainly offers opportunities to improve the quality of education and outreach of Pesantren Nurul Islam Pumee Witya in Pattani, Thailand. ============================================= Penelitian ini mengkaji tentang penerapan modernisasi dan digitalisasi pada Pesantren Nurul Islam Pumee Witya di Pattani, Thailand yang merupakan lembaga pesantren tradisional guna melihat respon terhadap pembelajaran modern dan pemanfaatan teknologi. Menggunakan metode Sisdamas, penelitian ini menemukan adanya resistensi awal dari pihak pesantren terhadap metode pengajaran baru, seperti permainan dan lagu dalam pembelajaran Bahasa Inggris, meskipun pada sisi siswa mereka memiliki ketertarikan terhadap pola pembelajaran modern. Upaya digitalisasi, termasuk pembaruan profil Google Maps pesantren, bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional. Temuan ini menunjukkan bahwa, meskipun ada tantangan yakni penolakan di awal, penerapan modernisasi dan digitalisasi di lingkup pesantren tentu menawarkan peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan jangkauan dari Pesantren Nurul Islam Pumee Witya di Pattani, Thailand

    Analisis Kritis Kebijakan Otoritas Jasa Keuangan terhadap Penyandang Disabilitas dalam Mewujudkan Layanan Perbankan Inklusif

    No full text
    The Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan/OJK) has made efforts to promote inclusive financial services for persons with disabilities through Regulation No. 6/POJK.07/2022 concerning Consumer and Community Protection in the Financial Services Sector, along with the OJK Operational Technical Guidelines (PTO) for providing services to persons with disabilities. However, in practice, several barriers remain, particularly for persons with visual disabilities when opening savings accounts at banks, due to difficulties related to the use of fingerprints in banking documentation. This study aims to critically examine the effectiveness of POJK No. 6/POJK.07/2022 and the PTO OJK in ensuring inclusive financial services for persons with disabilities in the banking sector. This research employs a normative-empirical legal method. Fieldwork was conducted in Surabaya through interviews with informants from Kedaibilitas and HWDI Surabaya. The findings reveal that the implementation of OJK regulations and guidelines in the banking sector has not been fully realized. Adopting an equality-based approach and human rights-based policy formulation is crucial in developing inclusive banking services. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya mengakomodasi hadirnya layanan jasa keuangan yang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui POJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan beserta Petunjuk Teknis Operasional (PTO) OJK untuk pelayanan keuangan kepada penyandang disabilitas. Namun demikian, di lapangan masih terdapat sejumlah hambatan bagi penyandang disabilitas, khususnya disabilitas netra dalam membuka rekening tabungan di bank, karena hambatan penggunaan sidik jari dalam dokumen perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis efektivitas POJK No.6/POJK.07/2022 dan PTO OJK untuk pelayanan keuangan kepada penyandang disabilitas di sektor perbankan. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian normatif-empiris. Studi lapangan dilakukan di kota Surabaya dengan melakukan wawancara kepada informan di Kedaibilitas dan HWDI kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan penerapan aturan dan pedoman OJK di sektor perbankan masih belum diterapkan sepenuhnya. Pendekatan prinsip kesetaraan dan formulasi kebijakan berlandaskan HAM penting digunakan dalam menyusun kebijakan layanan perbankan yang inklusif

    PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN DESA MELALUI SOSIALIASI PERMODALAN DAN PENCATATAN KEUANGAN UMKM

    No full text
    Abstract - The role of MSMEs in supporting national economic growth is very essential. MSMEs, which are the main contributors to Indonesia\u27s GDP, and succeeded in absorbing around 97% of the total workforce in Indonesian business units. However, apart from the positive impact, MSMEs face a myriad of problems. There are four classic and fundamental problems that have chronically affected the existence of MSMEs in Indonesia. Starting from access to finance and financing, access to raw materials, access to human resources, as well as access to markets and demand. Therefore, a synergy is needed between the Government and Non-Governmental Organizations as well as Banks and other Credit Providers to participate in the MSME empowerment agenda in Indonesia. This is done in order to revive and strengthen the role of MSMEs as the main supporter of the national economy. The purpose of the research is to get the right model or strategy in the context of empowering MSMEs in Gamol Hamlet, Kecandran Village, Salatiga City. This study uses a qualitative approach with interviews, observation, and documentation methods developed in operational concepts. The sample of MSME actors used came from Gamol, Kecandran Village, Salatiga City. The data analysis phase begins with the collection, reduction, verification, and conclusion. The results of the study illustrate that the main obstacles faced by MSME actors in Gamol are related to financing or capital and financial records due to a lack of financial literacy. So that the most needed empowerment strategy is to carry out socialization so that it can bring together MSME actors with Business Capital Providers as well as improve the financial literacy of MSME actors and provide assistance and monitoring to MSME actors in Gamol. By providing such assistance and monitoring, it is hoped that they will be able to solve the problems faced by MSME actors in Gamol.   Keyword: MSME, Capital Providers, Financial Literacy, Financial Records.   Abstrak - Peran UMKM dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional sangat esensial. UMKM menjadi kontributor utama terhadap PDB Indonesia dan berhasil menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja di unit usaha Indonesia. Namun demikian, terlepas dari dampak positif tersebut, nyatanya UMKM menghadapi segudang permasalahan. Terdapat empat permasalahan klasik dan fundamental yang sangat kronis mempengaruhi eksistensi UMKM di Indonesia. Mulai dari akses terhadap keuangan dan pembiayaan, akses terhadap bahan baku, akses terhadap SDM, serta akses terhadap pasar dan permintaan. Oleh karenanya dibutuhkan suatu sinergi antara Pemerintah dengan Lembaga Swadaya Masyarakat serta Pihak Perbankan maupun Lembaga Penyedia Kredit lainnya untuk berpartisipasi dalam agenda pemberdayaan UMKM di Indonesia.   Hal ini dilakukan agar dapat membangkitkan dan menguatkan kembali peran UMKM sebagai penyokong utama ekonomi nasional. Tujuan penelitian ialah untuk mendapatkan model atau strategi yang tepat dalam rangka pemberdayaan UMKM di Dusun Gamol, Kelurahan Kecandran, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dikembangkan dalam konsep operasional. Sampel pelaku UMKM yang digunakan berasal dari Dusun Gamol, Kelurahan Kecandran, Kota Salatiga. Tahap analisis data dimulai dengan koleksi, reduksi, verifikasi, dan simpulan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM Dusun Gamol ialah terkait pembiayaan atau permodalan serta pencatatan keuangan akibat kurangnya literasi keuangan. Sehingga strategi pemberdayaan yang paling dibutuhkan ialah melakukan sosialisasi agar dapat mempertemukan para pelaku UMKM dengan Penyedia Modal Usaha juga meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM serta melakukan pendampingan dan monitoring terhadap para pelaku UMKM Dusun Gamol. Dengan pemberian pendampingan dan monitoring tersebut diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM yang ada di Dusun Gamol.   Kata kunci: UMKM, Penyedia Modal Usaha, Literasi Keuangan, Pencatatan Keuanga

    MODEL PEMBERDAYAAN BERBASIS PENTAHELIX DALAM MENINGKATKAN MINAT LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Abstract - This study aims to examine the implementation of a pentahelix-based empowerment model in an effort to increase literacy interest among primary school students. The pentahelix model involves five important elements, namely academics, businesses, communities, government and media, which synergistically work together to create a productive literacy ecosystem. The problem of low interest in reading in Indonesia, which is reflected in the low international literacy rankings, is the background to the importance of this collaborative approach. This research used a descriptive qualitative method with a field study approach in several elementary schools. The results show that the implementation of the pentahelix model can significantly increase students\u27 interest in reading, especially when all elements play an active role according to their capacity. Strong collaboration between pentahelix elements creates a more contextualized, interesting and meaningful learning experience for students. This study recommends replicating this model at the primary education level more widely to strengthen literacy culture from an early age.   Keyword: Pentahelix, Empowerment, Literacy, Primary School.   Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model pemberdayaan berbasis pentahelix dalam upaya meningkatkan minat literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Model pentahelix melibatkan lima unsur penting, yaitu akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media yang secara sinergis bekerja sama dalam menciptakan ekosistem literasi yang produktif. Permasalahan rendahnya minat baca di Indonesia, yang tercermin dari peringkat literasi internasional yang masih rendah, menjadi latar belakang pentingnya pendekatan kolaboratif ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan pada beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pentahelix mampu meningkatkan minat baca siswa secara signifikan, terutama ketika semua elemen berperan aktif sesuai kapasitasnya. Kolaborasi yang kuat antar unsur pentahelix menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi siswa. Penelitian ini merekomendasikan replikasi model ini pada tingkat pendidikan dasar secara lebih luas untuk memperkuat budaya literasi sejak dini.   Kata kunci: Pentahelix,Pemberdayaan, Literasi, Sekolah Dasa

    Mainstreaming Dynastic Political Thought on the Website Islami.co: A Viewpoint of Hans Georg Gadamer\u27s Hermeneutic Theory

    No full text
    The phenomenon of political dynasties, namely the inheritance of power in a particular family or group, has become an important issue in Indonesia\u27s political dynamics and attracted the attention of the media, including Islamic-based media such as Islami.co. Islami.co articles often raise the topic of political dynasties with a perspective that links Islamic values and their relevance to contemporary political practices. Hans-Georg Gadamer\u27s hermeneutic approach, particularly the concept of fusion of horizons, is used in this research to understand how Islami.co mainstreams the discourse of dynastic politics. Gadamer\u27s theory emphasizes a dialogue between the text and the reader that involves the incorporation of historical, social, and cultural perspectives. Through this framework, Islami.co not only provides information, but also interprets the phenomenon of dynastic politics by linking it to Islamic history, such as the leadership of Bani Umayyah and Bani Abbasiyah, which reflects the appropriateness of traditional values in a modern context. This hermeneutic approach allows Indonesian Muslim readers to understand political dynasties in a more complex framework, not just as a practice that is viewed negatively or positively. As a result, Islami.co acts as an agent of interpretation that combines the horizon of Islamic history and current political challenges, resulting in a new understanding that balances Islamic values with contemporary political dynamics in Indonesia

    Tradisi Ngabulâ Pranikah Sebagai Stimulan dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis bagi Kalangan Santri Miftahul Ulum Kebun Baru Kabupaten Pamekasan Perspektif Fenomenologi Edmund Husserl

    No full text
    Tradisi Ngabulâ pranikah merupakan praktik budaya khas pesantren yang dilakukan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru sebelum memasuki pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: Pertama, makna yang terkandung dalam tradisi ngabula pranikah, dan Kedua, bagaimana tradisi ngabulâ pranikah memberikan stimulasi terhadap persepsi santri dalam mewujudkan keluarga harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl, dengan menekankan proses epoche, reduksi fenomenologis, dan pemahaman esensi kesadaran informan terhadap pengalaman subjektif mereka. Informan penelitian ini berjumlah sepuluh santri alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru yang pernah melakukan tradisi ngabulâ pranikah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ngabulâ pranikah memiliki enam makna utama: restu dan doa kiai sebagai keberkahan awal pernikahan; ekspresi terima kasih dan penghormatan kepada guru; proses penurunan ego dan penyadaran diri; ritual penyucian diri menjelang pernikahan; bekal sosial dan simbol pengenalan calon pengantin; serta manifestasi budaya khas pesantren. Tradisi ini menstimulasi persepsi santri dalam tiga dimensi utama: spiritual, sosial, dan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi ngabulâ pranikah tidak sekadar rutinitas ritual, tetapi juga proses internalisasi nilai yang memperkokoh kesiapan mental, sosial, dan spiritual menuju keluarga harmonis

    Perlindungan Hukum Non-Penal dalam Upaya Pencegahan Tindak Kriminal oleh Anak melalui Keluarga Madani sesuai Konsep Maslaha Mursalah

    No full text
    The increasing involvement of children in criminal acts reflects the weakening of social structures and moral supervision within modern society. As the next generation, children are entitled to adequate legal protection to ensure their optimal. In the Indonesian legal system, child protection is regulated under Law Number 35 of 2014 on Child Protection and Law, Number 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System (SPPA), to importance of a non-penal approach, namely the prevention of juvenile delinquency through education, character development, and the strengthening of family and community functions. The non-penal approach is closely related to the concept of a madani family. This preventive effort aligns with the Islamic legal principle of maslahah mursalah, which promotes public welfare in the absence of explicit textual evidence. This research seeks to examine forms of non-penal legal protection in preventing criminal acts committed by children through the framework of the madani family, and to analyze its relevance to the concept of maslahah mursalah. The study employs a normative legal research approach, utilizing conceptual, statutory, and philosophical analyses. It is expected that the findings will contribute theoretically to the development of modern Islamic law and serve as a practical reference for policymakers in strengthening the child protection system in Indonesia

    Superstition Mitigation Of Pregnant Women In Malay Riau

    No full text
    Abstrak Tulisan ini membahas klasifikasi makna dan tipologi fungsi dalam superstisi yang berkaitan dengan kelahiran, masa bayi, dan masa kanak-kanak di kalangan masyarakat Melayu Muslim di Riau. Paper ini mengidentifikasi makna denotatif dan konotatif yang terkandung dalam kepercayaan-kepercayaan tradisional tersebut, sekaligus menyoroti peran dalam bimbingan perilaku serta pelestarian nilai-nilai budaya. Makna denotatif memberikan informasi faktual, terutama terkait kesehatan ibu dan anak, sementara makna konotatif membawa unsur emosional, moral, dan spiritual. Tipologi fungsi dalam superstisi bertujuan memperkuat keyakinan religius, merefleksikan harapan kolektif, mendidik anak-anak, menjelaskan fenomena alam, dan memberikan hiburan pada masa-masa sulit. Superstisi tidak hanya merupakan warisan budaya, tetapi juga mekanisme informal untuk pengendalian sosial dan pendidikan. Artikel ini menekankan hal penting memahami kepercayaan lokal dalam rancangan intervensi kesehatan yang sensitif terhadap budaya. Dengan mempertemukan pengetahuan tradisional dan praktik modern, tulisan ini turut memberikan kontribusi pada wacana tentang folklore, pelestarian budaya, dan pelayanan kesehatan berbasis komunitas dalam konteks masyarakat Melayu kontemporer. Kata kunci: Taksonomi Makna, Tipologi Fungsi, Superstisi [This study examines the taxonomy of meaning and typology of functions in superstitions under to birth, infancy, and childhood within the Malay Muslim in Riau. The paper talks denotative and connotative meanings in superstitious faith, while sees under education of kindness act and Tradition cultur saving. Denotative meanings provide factual advice, particularly concerning maternal and child health, while connotative meanings carry emotional, moral, and significance spiritual act. The typology of functions reveals that superstitions is reinforcing religious emotions, projecting societal desires, educating children, explaining natural phenomena, and offering comfort during crises. These faith functions are not only as intangible treasure cultural but also as informal edification process of social control and education. The article sees the importance of understanding local faith in culturally sensitive under early health interventions. With the traditional knowledge and modern practices, this study talks to telling folklore, to saving cultural heritage, and to serving community-based healthcare in Malay society. Keyword: Taxonomic Of Meaning, Typology Of Functions, Superstitio

    763

    full texts

    25,534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇