UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Not a member yet
25534 research outputs found
Sort by
AGENSI, PARTISIPASI, DAN REKONSTITUSI KOMUNITAS PERPUSTAKAAN ALAM INTEGRASI-INTERKONEKSI DI MERGOSONO BUAYAN KEBUMEN JAWA TENGAH
Abstract - Libraries are generally reading rooms and places for literacy activities, but the Integration-Interconnection Nature Library has a different concept from libraries in general. The purpose of this study is to explain how this nature library can become spaces of agency for community reconstitution in rural areas. This study uses qualitative methods to interpret and present field data. The results show that: first, agency practices are carried out culturally through youth cultural networks. Second, intervention in the community is carried out through three programs: 1) literacy programs, 2) action programs; inspiration classes, play classes, craft classes. 3) Household and community economic empowerment programs. Third, community reconstruction efforts are carried out by reorganizing the community and mobilizing the potential of nature and agriculture-based villages; improving literacy, knowledge, skills, and community empowerment; and presenting a new awareness and definition of an integrated village community. The Integrated-Interconnected Nature Library needs to enhance its existence through new media, sponsorship aspects, institutional structure, institutional status, expanding youth involvement, and increasing service product capacity.
Keywords: Natural library; Agency; Reconstitution; Community
Abstrak - Perpustakaan umumnya adalah ruang membaca dan tempat aktivitas literasi, namun Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi memiliki konsep yang berbeda dari perpustakaan pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana perpustakaan alam ini mampu menjadi ruang-ruang agensi bagi rekonstitusi komunitas di pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menginterpretasi dan menyajikan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Praktik agensi dilakukan secara kultural melalui jaringan kultural kepemudaan. Kedua, Intervensi pada komunitas melalui tiga program; 1) program literasi, 2) program aksi; kelas inspirasi, kelas bermain, kelas karya. 3) Program pemberdayaan rumah tangga dan ekonomi masyarakat. Ketiga, upaya rekonstitusi komunitas diakukan dengan mereorganisasi masyarakat dan menggerakkan potensi desa berbasis alam dan pertanian; meningkatkan literasi-pengetahuan, skill, dan masyarakat berdaya; menghadirkan kesadaran dan definisi baru tentang masyarakat desa yang utuh. Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi perlu meningkatkan eksistensi melalui media baru, aspek sponsorship, struktur kelembagaan, status kelembagaan, memperluas keterlibatan pemuda dan peningkatan kapasitas produk layanan.
Kata Kunci; Perpustakaan Alam, Agensi, Rekonsitusi, Komunita
The Social Gender Construction and Its Influence on Child Custody Determination in Religious Courts in Indonesia
This article discusses the academic problem of the dominance of social gender construction in determining child custody in Indonesia’s Religious Courts, which hinders substantive justice, especially for women and children. This research employs a library research method with a qualitative approach and socio-legal studies to analyze key literature, regulations, court decisions, and recent empirical studies. The analysis finds that legal argumentation and judges’ narratives often reproduce gender bias through interpretations of the Compilation of Islamic Law and patriarchal social doctrines, resulting in child custody decisions that are frequently not based on the principle of the best interests of the child. The main recommendations are the reformulation of gender-responsive interpretations and regulations of Islamic family law, increased gender literacy among legal practitioners, and cross-sectoral advocacy to create a more just and inclusive family law system. These findings highlight the urgency of reforming Islamic family law based on substantive justice and child protection and provide both conceptual and practical contributions to the development of progressive Islamic studies in Indonesia
Peran Dinas Perindustrian terhadap Industri Kecil Menengah di Nusa Tenggara Perspektif Ekonomi Islam
Abstrak
Industri Kecil Menengah (IKM) memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi lokal. Terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, sangat diperlukan peran pemerintah dalam memberikan dukungan melalui berbagai program pemberdayaan untuk mendukung perkembangan terhadap pertumbuhan dan daya saing IKM. Penelitian ini difokuskan pada peran pemerintah daerah yakni Dinas Perindustrian NTB dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan Industri Kecil Menengah, kendala pelaku IKM pada program pemberdayaan dengan tinjauan secara ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dillengkapi dengan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses mengorganisasikan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran Dinas Perindustrian NTB dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan IKM berupa pelatihan dan penyuluhan, memudahkan akses modal, peningkatan kualitas produk, bimbingan teknis, bantuan peralatan mesin, sertivikasi, dan bantuan akses pasar. Kemudian kendala yang dialami pelaku IKM yaitu akses permodalan yang terbatas, regulasi untuk biaya sertifikasi produk, minimnya literasi digital, ketersediaan logistik dan distribusi. Serta tinjauan ekonomi Islam pada program pemberdayaan IKM sejalan dengan prinsip kemaslahatan yaitu maqasid al-shari\u27ah dengan berorientasi pada prinsip ta\u27awun (tolong-menolong) dan takaful (saling menjamin) dengan menekankan solidaritas sosial dan distribusi keadilan dalam perekonomian.
Kata Kunci: Dinas Perindustrian NTB, Pemberdayaan, Pengembangan IKM, Ekonom Isalam.
Abstract
Industri Kecil Menengah (IKM) plays a very important role in economic development at the local level. It is particularly important for lower-income communities, as government support in the form of various empowerment programmes is essential for the development and competitiveness of IKM. This study focuses on the role of the local government, specifically the NTB Industry Department, in developing the local economy through the empowerment of small and medium-sized enterprises, and the challenges faced by IKM participants in the empowerment programme, with an economic Islamic perspective. This study uses a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews and documentation. The data were analysed through the processes of organising, reducing, presenting, and drawing conclusions. The study shows that the role of the NTB Industry Department in developing the local economy through the empowerment of IKM involves providing training and guidance, facilitating access to capital, improving product quality, providing technical assistance, helping with equipment and machinery, certification, and helping with market access. Kendala yang dialami oleh para pelaku IKM mencakup keterbatasan akses permodalan, regulasi untuk biaya sertifikasi produk, rendahnya literasi digital, dan ketersediaan logistik dan distribusi. Tinjauan ekonomi Islam pada program pemberdayaan IKM ini sejalan dengan prinsip maqasid al-shari\u27ah, yang berorientasi pada ta\u27awun (tolong-menolong) dan takaful (saling menjamin), dengan menekankan pada solidaritas dan keadilan sosial dalam perekonomian.
Keywords: Government, Empowerment, Development of IKM, Islamic Economics
Kritik Al Dzahabi Terhadap Tafsir Falsafi: Studi Kitab Al-Tafsir Al-Mufassirūn
Integrasi filsafat dalam penafsiran Al-Qur\u27an sering memicu kekhwatiran berupa dikotomi sumber tafsir antara otoritas wahyu dan dominasi rasional. Muhammad Husain al-Dzahabi dalam Al-Tafsir wa al-Mufassirūn mengkritik tegas corak tafsir falsafi yang dianggap menyimpang karena mereduksi sakralitas teks demi justifikasi rasional semata. Penelitian ini bertujuan membedah struktur kritik Al-Dzahabi terhadap tafsir falsafi. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif-analitis berbasis kepustakaan, dengan mengkaji konsep tafsir falsafi, kitab al-Tafsir wa al-Mufassirūn, dan analisis kritik al-Dzahabi terhadap tafsir falsafi khusunya beberapa tokoh seperti al-Farabi, Ikhwan al-Shafa, serta Ibnu Sina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Dzahabi menolak pendekatan filsuf seperti Ibnu Sina dan Al-Farabi karena dinilai melakukan dikotomi sumber tafsir, di mana teks dipaksa tunduk pada premis logika melalui takwil yang terlepas dari makna akar kebahasaan dan riwayat yang shahih. Selain itu, analisis kritis penelitian ini juga menyingkap adanya diskursus standar ganda, di mana Al-Dzahabi menerima Fakhruddin Al-Razi yang juga filosofis, mengindikasikan bahwa penerimaannya bergantung pada keselarasan dengan ajaran agama. Secara signifikansi, kajian ini menawarkan perspektif penting bagi studi keislaman kekinian sebagai kritik terhadap tren hermeneutika liberal, menegaskan urgensi metodologi tafsir yang menempatkan wahyu sebagai sumber utama tanpa menafikan peran akal secara proporsional. Implikasinya, pemikiran Al-Dzahabi berfungsi sebagai filter metodologis untuk menjaga otentisitas pesan Al-Qur\u27an di tengah tantangan rasionalisme modern
Perlawanan dari Penindasan Terselubung: Politik Identitas Penyandang Disabilitas pada Pemilu 2024
This study examines resistance and identity politics in opposing oppression, both generally by society and more specifically by Indonesia’s 2024 election system. This research employs a qualitative approach with a content analysis technique. This approach is chosen to answer questions regarding the forms of marginalization faced by people with disabilities and how their resistance and identity politics take shape. The primary data sources are state policy documents, digital media texts, surveys, and reports from non-governmental organizations (NGOs). The collected data is interpreted through a critical perspective and re-examined using resistance and identity politics theories. The findings of this study indicate that people with disabilities remain socially marginalized and more specifically within Indonesia\u27s electoral system. Such issues must be addressed through policies promoting equality, rights, and social security while affirming and respecting these marginalized identities in the public sphere.
Penelitian ini mengkaji perlawanan dan politik identitas dalam melawan penindasan, baik secara umum oleh masyarakat maupun secara khusus oleh sistem pemilu Indonesia 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi. Pendekatan ini dipilih untuk menjawab pertanyaan mengenai bentuk-bentuk marginalisasi yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dan bagaimana perlawanan dan politik identitas mereka terbentuk. Sumber data primer adalah dokumen kebijakan negara, teks media digital, survei, dan laporan dari lembaga swadaya masyarakat. Data yang terkumpul diinterpretasikan melalui perspektif kritis dan dikaji ulang menggunakan teori perlawanan dan politik identitas. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas masih terpinggirkan secara sosial dan secara khusus dalam sistem pemilu Indonesia. Isu-isu tersebut harus ditangani melalui kebijakan yang mempromosikan kesetaraan, hak, dan jaminan sosial sambil menegaskan dan menghormati identitas yang terpinggirkan ini di ruang publik
PENGEMBANGAN TAMAN WANASUTAN ASRI DUSUN SEMBEGO MAGUWOHARJO MELALUI TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK EDUKASI DAN REKREASI
The development of community-based tourism villages in Sembego Village, Maguwoharjo, Sleman Regency, is a strategic effort to optimize local potential while improving the welfare of the community in a sustainable manner. A key focus is to enhance the community\u27s digital literacy through socialization, education programs, and the creation of a village website as an information and promotional tool. This website is designed to provide complete information about Taman Wanasutan Asri Tourism Village, including tourist attractions, facilities, and events, while expanding marketing networks through digital platforms. The implementation method includes identifying environmental issues, selecting priority solutions, and involving the community in every stage. This program is expected to have a positive impact by improving the community\u27s digital skills, strengthening their understanding of community-based tourism, and creating an inclusive and sustainable tourism ecosystem. With this development, Sembego Village is expected to become a competitive tourism destination that contributes positively to the local economy and serves as an inspiring model for other tourism villages in Indonesia
Kajian Semiotika atas Thawb dalam QS. AL-Muddatsir (74): 4: Perspektif Roland Barthes dan Relevansi bagi Santri Milenial
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang makna kata thawb dalam QS Al-Muddassir(74):4 dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam menggali makna ayat tersebut. kata thawb seringkali dimaknai hanya sebatas pakaian secara fisik ketika dikaji melalui beberapa penafsiran tradisional makna yang dilahirkan pembersihan diri untuk menjalankan ibadah. namun, dalam kajian semiotika tidak berhenti kata dipahami hanya sebagai objek tekstual, akan tetapi memiliki makna yang lebih mendalam berdasarkan teori semiotika Roland kita akan mengkaji makna kata dari denotatif atau makna literal ataupun secara konotasi (makna yang lebih tersembunyi) dan pada titik yang paling utama yaitu mitos (pemaknaan teks secara luas). Penelitian ini menyingkap beberapa lapisan makna yang terkandung dalam kata thawb. Dan hasil kajian tersebut dapat direlevansikan dengan kehidupan santri di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kajian pustaka untuk menelaah lebih jauh penggunaan kata thawb dalam Alquran sebagai penggalian makna terdalam dari kata tersebut, Hasil penelitian ini menemukan pada tingkatan denotatif kata thawb menunjukkan bersih secara rohani batin dan hati utamanya kepada seseorang yang hendak melakukan kebaikan berdialog dengan masyarakat bahkan yang paling utama ketika melakukan ibadah kepada Tuhan. dari kaian ini bentuk mitos dalam semiotika Roland Barthes dalam mensucikan diri dengan totalitas baik moral baik pun fisik. Sehingga bisa melahirkan kemapanan spiritual dalam kehidupan umat manusia. makn teks mengajak umat manusia menjaga kebersihan lahir batin untuk menjaminkan kesucian Islam dalam dirinya dengan kajian tersebut maka kita melihat simbol kesatuan antara kebersihan fisik dan spiritual dalam penghambaan kepada Allah.
Kata kunci: Santri Milenial, Semiotika, Roland Barthes, QS Al-Muddassir (74):
Faith, Care, And Resistance: The Role Of Female Ulama In Social Healing Among Women And Children In Former Terrorist Families In Paciran, Lamongan, Indonesia
Penelitian ini berfokus pada pertanyaan utama bagaimana peran ulama perempuan dalam pemulihan sosial komunitas pascaterorisme di Paciran, Lamongan, terutama terhadap perempuan dan anak dalam keluarga mantan narapidana terorisme (ex-napiter). Penelitian ini berangkat dari kritik atas kebijakan deradikalisasi oleh negara yang selama ini bias gender dan mengabaikan kerja-kerja keagamaan perempuan di tingkat akar rumput. Menggunakan pendekatan kualitatif berperspektif gender dengan wawancara mendalam terhadap enam ulama perempuan, serta observasi partisipan, penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk agensi keagamaan perempuan melalui kerangka feminisme Islam, interseksionalitas, politik perawatan, dan feminisme pascakonflik. Hasilnya menunjukkan bahwa ulama perempuan menjalankan fungsi penyembuh spiritual, negosiator otoritas agama, agen perawatan afektif berbasis iman, serta mediator antara keluarga eks-napiter dan komunitas. Penelitian ini merekomendasikan integrasi ulama perempuan ke dalam desain kebijakan deradikalisasi berbasis komunitas sebagai strategi pemulihan yang berkeadilan gender, inklusif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Ulama Perempuan, Pascaterorisme, Keluarga Eks-Napiter, Feminisme
[This study centers on the key question of how female ulama contribute to the social recovery of post-terrorism communities in Paciran, Lamongan, with particular attention to women and children in the families of former terrorism convicts (ex-napiter). It departs from a critique of state-led deradicalization policies that have been persistently gender-biased and have overlooked the religious work of women at the grassroots level. Employing a gender-sensitive qualitative approach, combining in-depth interviews with six female ulama and participant observation. This research examines forms of women’s religious agency through the lenses of Islamic feminism, intersectionality, the politics of care, and postconflict feminism. The findings reveal that female ulama act as spiritual healers, negotiators of religious authority, faith-based affective caregivers, and mediators between ex-napiter families and the broader community. The study recommends integrating female ulama into community-based deradicalization policy design as a strategy for gender-just, inclusive, and sustainable post-terrorism recovery.
Keywords : female ulama, post-terrorism, families of former terrorism convicts, feminism]
PENDAMPINGAN PENGAJARAN TAJWID DAN FASHOHAH SERTA PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI TPQ AL-KHIDMAH DAN AL-IKHLAS
Abstract - This research is a portrait of the dedication of students participating in KKM 61 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang in assisting the learning of tajweed and fashohah at TPQ al-Khidmah and TPQ al-Ikhlas. The main purpose of this activity is to improve the ability to read the Qur\u27an properly and instill religious moderation values to students from an early age. Through interviews, observations, and documentation methods, it was found that there are still many students who have difficulty reading the Qur\u27an according to the rules of tajweed, while the limited teaching staff is the main challenge in the learning process. As a solution, KKM students apply an integrated teaching method that combines tajweed and fashohah learning, as well as strengthening religious moderation to close the mentoring process. The results of this assistance show an increase in fluency in reading the Qur\u27an and the santri\u27s understanding of moderate religious attitudes. The program was closed with Isra Mi\u27raj commemoration activities and khotmil Qur\u27an prayers as a form of strengthening religious values. This research emphasizes the importance of early Islamic education in forming a generation that is not only proficient in reading the Qur\u27an, but also has a balanced and tolerant understanding of religion.
Keywords: TPQ Mentoring, Tajweed, Fashohah, Religious Moderation.
Abstrak - Penelitian ini merupakan potret pengabdian mahasiswa peserta KKM 61 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendampingi pembelajaran ilmu tajwid dan fashohah di TPQ al-Khidmah dan TPQ al-Ikhlas. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada santri sejak dini. Melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, ditemukan bahwa masih banyak santri yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, sementara keterbatasan tenaga pengajar menjadi tantangan utama dalam proses pembelajaran. Sebagai solusi, mahasiswa KKM menerapkan metode pengajaran terpadu yang mengombinasikan pembelajaran tajwid dan fashohah, serta penguatan moderasi beragama sebagai penutupan proses pendampingan. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan dalam kefasihan membaca Al-Qur’an serta pemahaman santri mengenai sikap beragama yang moderat. Program ini ditutup dengan kegiatan peringatan Isra Mi’raj dan doa khotmil Qur’an sebagai bentuk penguatan nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan Islam sejak dini dalam membentuk generasi yang tidak hanya mahir dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang seimbang dan toleran.
Kata Kunci: Pendampingan TPQ, Tajwid, Fashohah, Moderasi Beragama
EVALUATING TEACHER-MADE ENGLISH COURSEBOOK FOR EIGHTH GRADE STUDENTS OF A PRIVATE SCHOOL
This study evaluates an English coursebook developed by an English teacher for 8th-grade students at a private bilingual school in Sidoarjo, Indonesia. To meet the objectives of the integrated curriculum applied by the school, teachers are responsible for facilitating students by providing appropriate coursebooks for teaching and learning activities. This study uses a qualitative content analysis framework to assess the coursebook\u27s alignment with the curriculum, its suitability for students\u27 and teachers\u27 needs, and its overall quality based on Byrd & Schuemann\u27s (2014) evaluation criteria. The findings indicate that the textbook effectively aligns with the curriculum and is well-structured. However, it lacks a strong emphasis on communicative language teaching and opportunities for authentic language use and the development of communicative competence. While the textbook\u27s content and presentation are generally sufficient for the teacher and students, improvements are necessary, including more varied exercises, supplementary materials, and explicit teacher guidance. The findings highlight the need for further development to enhance the textbook\u27s effectiveness in fostering English language proficiency among students.
Keyword: Coursebook; Learning material; ELT, Kurikulum Merdek