UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat
Not a member yet
25534 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM DENGAN ANALISIS SWOT SEBAGAI SOLUSI PEMULIHAN EKONOMI PASCA PANDEMI COVID-19
Micro small and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in economic growth and contribute to overcoming the problem of unemployment. The development of the MSME sector has had a positive impact on the growth of employment opportunities and social welfare. The results of a survey of 65 MSMEs in Gamol Hamlet, Kecandran Village, Salatiga City found that MSMEs in the area are still experiencing classic problems, namely problems with capital and financial records. We mapped these problems using a SWOT analysis. Next, we formulate two ways to overcome the existing MSME problems: (1) Socialization of capital and financial records, (2) MSME assistance. This research is a qualitative research with observation, interview, and documentation methods. This research is expected to be useful for all MSMEs in Gamol Hamlet and implemented properly in businesses, so that businesses can develop further
Urgensi Ketersediaan Juru Bahasa Isyarat pada Khutbah Jum’at bagi Tuli
Penyandang disabilitas Muslim mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai pemeluk agama untuk mendapat ilmu agama dan beribadah. Penyandang disabilitas khususnya Tuli ketika pelaksanaan shalat Jumat, diharapkan memiliki akses untuk dapat memahami khutbah yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengadvokasi kebutuhan Tuli di masjid, agar kebutuhan akses komunikasi dan informasi bagi Tuli dapat terwujud di ruang khutbah Jumat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Informan ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh responden menyarankan hal yang sama yakni pengurus masjid sebaiknya memiliki sensitif akses disabilitas. Artinya mereka memperhatikan jamaah disabilitas atau yang memiliki kebutuhan khusus, tidak hanya Tuli namun juga ragam disabilitas lainnya. Dibutuhkan kerjasamanya dari pengurus masjid, khotib dan juru Bahasa isyarat agar kebutuhan akses komunikasi dan informasi bagi Tuli dapat terwujud di ruang khutbah Jumat
Peraturan Konstitutif Pemenuhan Hak Pekerjaan dan Ketenagakerjaan Penyandang Disabilitas: Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja
The existence of human rights guarantees and affirmative action concerning the right to work is contained in Undang-Undang Dasar 1945 as theconstitution of Republic Indonesia. The aim of this research is for understanding about constitutive regulation concerning the rights to work for persons with disability after the Law number 11 of 2020 Concerning Job Creation in Indonesia. This issue is then analyzed using a normative method with an approach to aspects of legislation and a conceptual approach to the issue of constitutive regulations fulfilling the rights to employment and employment of Persons with Disabilities after Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation in Indonesia. As a result, the regulation does not significantly regulate the fulfillment of workers\u27 rights in the employment of persons with disabilities, as well as the obligations of employers.
Eksistensi jaminan hak asasi manusia dan affirmative action terkait dengan hak pekerjaan dirumuskan secara konstitusional di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hak pekerjaan dan ketenagakerjaan penyandang disabilitas secara konstitutif pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang mengalami dinamika politik hukum. Isu tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode normatif dengan pendekatan aspek peraturan perundang-undangan dan pendekatan konsep dengan isu peraturan konstitutif pemenuhan hak pekerjaan dan ketenagakerjaan Penyandang Disabilitas pasca Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di Indonesia. Hasilnya, Pengaturan tidak signifikan mengatur pada pemenuhan hak pekerja pada ketenagakerjaan penyandang disabilitas, begitu juga kewajiban pemberi kerja
Dynamic and Challenges of Women Leaders: Gender Equality Agenda vs Gender Traditional Roles In Society
Artikel ini mengkaji beberapa penelitian terdahulu tentang latarbelakang dan konteks social membentuk perempuan pemimpin dalam gerakan sosial-politik dan gerakan perempuan, agenda-agenda aksi yang dirumuskannya, serta bagaimana mereka mengelola tantangan yang dihadapi dalam menjalankan misinya. Fenomena munculnya perempuan pemimpin di berbagai organisasi sosial dan organisasi perempuan di tingkat lokal dan di tingkat nasional periode kontemporer dan periode pergerakan kemerdekaan menjadi konteks kajian dalam penulisan ini. Kerangka pemberdayaan dari Joana Rowlands memandu analisis tulisan ini. Temuan penting kajian atas riset-riset terdahulu menunjukkan bahwa perempuan pemimpin mengembangkan kekuatan dari dalam diri sendiri, memperkuatnya dengan membangun hubungan dengan pihak lain, dan selanjutnya mengembangkan aksi bersama. Kekuatan yang sudah dimiliki tersebut, berinteraksi dengan persoalan sosial, menghasilkan aksi kolektif, merupakan proses hasil pemberdayaan yang menjadikan para perempuan dapat mendorong perubahan yang lebih besar.
[This article examines some of the previous research on the background and social context of shaping women leaders in socio-political movements and women’s movements, the action agendas they formulated, and how they manage the challenges faced in carrying out their missions. The phenomenon of the emergence of women leaders in various social organizations and women’s organizations at the local level and the national level of the contemporary period and the period of the independence movement is the context of the study in this paper. The empowerment framework from Joana Rowlands guides the analysis. Key findings from previous studies have shown that women leaders develop strengths from within themselves, strengthen them by building relationships with others, and further develop collective action. These strengths, interacting with social issues, and generating collective action, are processes of empowerment that allow women to drive greater change.
POSTER: MEDIA DAKWAH PEMUDA HIJRAH
The hijrah movements among Indonesian Moslem young have continuously begun to bloom in several regions in Indonesia. One of the hijrah movement communities is SHIFT: Gerakan Pemuda Hijrah, which brings popular cultures and spreads Islamic teachings to the majority of the millennial generations. Not only the way they teach, the media they use is also been an crucial factor in making the younger generation follow and pay attention to their teachings. The spirit of SHIFTs’ preaching can be analyzed through such posters as the illustration of vodka under banner of Kajian Spesial bersama Ustadz Evie, Raos tapi Dosa; or a poster that mentions a cigarette brand, yet written warning: menjomblo terlalu lama sendiri dapat mengakibatkan galau kronis, masa depan suram, merasahkan warga, bangsa & orang tua. This research explores more analytically the content of motivation written in the SHIFTs’ posters within semiotics analysis. After analyzing the significance and signs of these posters, this research proves that there is a relationship between the motivation to emigrate and the new spirit of piety offered by the emigration youth movement.
Keywords: Poster, Piety, Shift, Young
Strategi Advokasi Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas DIY di Masa Pandemi Covid-19
Abstract
This study discusses the advocacy strategy of the Committee for the Protection and Fulfillment of the Rights of Persons with Disabilities in Yogyakarta during the covid-19 pandemic. The background for the formation of this research is because DIY declared it self to be a Disability-Friendly Province and the DIY Disability Committee during the covid-19 pandemic did advocacy. This research use descriptive qualitative methode. The results of this study indicate that the Disability Committee\u27s advocacy strategy uses informal or implied communication methods to influence the elite of the main decision-making officials to prioritize the principle of inclusivism. The committee is not focused on temporal and personal cases during the pandemic, what is more of a priority is the change in the system itself, so that the success of advocacy can have a broad and sustainable impact.
Abstrak
Penelitian ini mendiskusikan mengenai strategi advokasi Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas DIY di masa pandemi covid-19. Latar belakang terbentuknya penelitian ini karena DIY mencanangkan diri sebagai Provinsi Ramah Disabilitas dan Komite Disabilitas DIY selama pandemi covid-19 banyak melakukan advokasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan strategi advokasi Komite Disabilitas menggunakan metode komunikasi informal atau tersirat untuk mempengaruhi elit-elit pejabat utama pengambil keputusan agar lebih mengedepankan prinsip inklusivisme. Komite tidak terpaku pada kasus-kasus temporal dan personal di masa pandemi, yang lebih menjadi prioritas adalah perubahan sistem itu sendiri, sehingga keberhasilan advokasi bisa berdampak luas dan berkelanjutan
Hikmah Pendidikan Islam pada Silsilah Keluarga Upin dan Ipin
Memahami silsilah keluarga menjadikan mawas diri dalam kehidupan, namun ada sebagian orang justru sombong dengan ketinggian nasabnya. Penelitian merupakan kajian kualitatif dengan pendekatan kajian fenomenologi. Pengumpulan data dengan trianggulasi, analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna atau temuan dari fenomena tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa silsilah keluarga Upin dan Ipin dipetakan sebagai berikut: Silsilah merupakan bagan keturunan yang menampilkan semua keturunan dari satu individu memiliki bagian yang paling sempit di bagian atas. Dari jalur ayah, Upin dan Ipin putra Abdul Salam merupakan tentara yang gugur di medan perang. Abdul Salam adalah anak tunggal dari Yusuf dan ibunya berdarah Perancis. Ibu angkat Abdul Salam bernama Marie Antoinette seorang bangsawan Prancis kaya-raya di zaman Dinasti Carolinga, keturunan bangsawan ke 36 sebagai pewaris harta. Ibu Upin dan Ipin suka menolong, lembut dan penyayang. Dia juga memiliki tahi lalat seperti neneknya bernama Sarimah Johari, putri semata wayang Opah yang memiliki nama Ainon Ariff dengan Abdul Ghani. Walau hanya hidup pas-pasan keluarga kecil Upin dan Ipin dihidupkan dengan nuansa agamis. Hikmah pendidikan yang bisa diambil, bahwa silsilah keluarga memang penting demi menjaga marwah kebaikan, tetapi bukan untuk disombongkan. Anak yang lahir dalam keluarga dalam silsilah tidak lengkap atau yatim piatu seperti halnya Upin dan Ipin, janganlah berkecil hati apalagi minder, seperti halnya Rasulullah Saw dibesarkan dalam keadaan yatim piatu, tetapi terus berusaha mengasah diri menjadi manusia mulia
PENGUATAN NILAI-NILAI SPIRITUAL PADA MASYARAKAT TEMBORO DALAM MENINGKATKAN NILAI SPIRITUALITAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas sosial di luar aspektual ritual agama pada masyarakat temboro, yang mana masyarakat temboro memiliki peran Sosial dalam menggerakkan mobilitas sosial masyarakat sekitar terhadap aktifitas sosial keagamaan serta implikasinya terhadap nilai Spiritualitas. Karena secara tradisi berbeda dengan masyarakat secara umum, baik dalam fashion, praktik sosial maupun aktifitas keagamaan dalam suatu masyarakat tersebut, aktifitas-aktifitas tak lepas dari pemahaman keislamannya yang kemudian berdampak terhadap praktik keagamaan. Peneliti menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan Sosiologis, Pentingnya pendekatan sosiologis dalam memahami agama dapat difahami lebih menyeluruh karena tidak sedikit mengenai ajaran-ajaran paham ke-agama-an yang dapat mempengaruhi aktivitas-aktivitas sosial. Melalui pendekatan sosiologis, agama akan dapat dipahami dengan mudah, karena agama itu sendiri diturunkan untuk kepentingan sosial. Sehingga dengan menggunakan metode tersebut untuk mempermudah penulisan ini.
Kata Kunci: Jamaah Tabligh, Nilai-Nilai Spiritual, Aktivitas Sosial
SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM DI DUNIA TERHADAP PENDIDIKAN: Indonesia
This research explains about how the history of Islamic thought influences the progress of education, because it is no longer a taboo for us that Islam contributes many thoughts to the progress of education. for us that Islam contributed many thoughts to the progress of education and civilization. and civilization. Therefore, to find out what thoughts were given by Islam, we investigate the evolution of Islamic educational thought from time to time. Islam we investigate the evolution of Islamic educational thought over time, and the relationship between the history of Islamic thought and the history of Islamic education. period, and the relationship between the history of Islamic thought and the progress of Islamic education. This research is included in the cluster with a literature review approach and historical analysis whose data is taken from previous studies. taken from previous studies. The results of the research reveal the peaks of thought in Islamic history that influenced Islamic education. that influenced Islamic education. In addition, we analyze how Islamic education evolves in the face of contemporary challenges, illustrate the interrelationship between global and local thought in the context of Islamic education. This research contributes to our understanding of the revolution in education and Islam\u27s great role in being the driving rotor for the changes in civilization and education that developed in its time. for changes in civilization and education that developed in its time. So for the the development of educational thought, this is an important capital for Islamic education to further develop its potential in the era of the industrial revolution 4.0 to 5.0 now. its potential in the era of the industrial revolution 4.0 to 5.0 today.
Keywords: Historis; Thingking; Educatio
Cyberpsychology: The Understanding of Woman-Social Media\u27s Interaction
The face can display how the emotion of a human. Some research concluded that it is possible to be different details of emotion and event. As found in the gender studies, men and women are having professional anger in both statuses for their own emotions. Especially for women who are actively become netizens of social media such as Facebook, Twitter, and Instagram are predictively more interactive in that media and have various emotions to say and receive anything from them. The critical introduction of social media from N. Bakić-Mirić explained a wide variety of topics including how to define the characteristics of new media; social and political uses of new media and new communications; new media technologies, politics, and globalization; everyday life and new media; theories of interactivity, simulation, the new media economy; cybernetics, cyberculture, the history of automata and artificial life. Therefore, more specifically, women have the psychology of becoming women in social media. Applying qualitative methodology, this study explores what cyberpsychology extend to women and how their emotion be on social media. The research contributes to women on to be careful with social media.
[Wajah pada kesempatannya mampu menampilkan bagaimana emosi manusia. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa terdapat kemungkinan adanya emosi dan peristiwa tertentu dalam konteks yang berbeda. Sebagaimana dalam studi gender, pria dan wanita mengalami kemarahan yang bermakna dari ungkapan untuk emosi mereka sendiri. Khususnya bagi perempuan yang aktif menjadi warganet di media sosial seperti facebook, twitter dan instagram; perempuan diprediksi lebih interaktif dalam media tersebut dan memiliki berbagai emosi untuk menyampaikan dan menerima apa pun dari. Pengenalan kritis media sosial dari N. Bakić-Mirić dijelaskan dalam berbagai topik termasuk: bagaimana mendefinisikan karakteristik media terbarukan; penggunaan media baru dan komunikasi baru secara sosial dan politik; teknologi media baru, politik dan globalisasi; kehidupan sehari-hari dan media baru; teori interaktivitas, simulasi, ekonomi media baru; sibernetika, budaya siber, sejarah automata dan kehidupan buatan (maya). Oleh karena itu, terkhusus lagi, perempuan memiliki psikologinya sendiri untuk menjadi perempuan di media sosial. Menerapkan metodologi kualitatif, studi ini mengeksplorasi pertanyaan penelitian seperti: apa pengertian psikologi-siber yang terdapat pada perempuan dan bagaimana emosi mereka di media social. Hasil dari penelitian ini, adalah memberikan wawasan kepada wanita agar lebih peduli pada dirinya sendiri dalam penggunaan media sosial.