IAIDA Blokagung (Institut Agama Islam Darussalam Banyuwang): E-Journals
Not a member yet
1774 research outputs found
Sort by
SISTEM REKRUTMEN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui sistem rekrutmen pendidik dan tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah library research yakni dengan mencari informasi melalui literatur jurnal di internet, buku sebagai penguat gagasan dari penulis. Dari hasil yang telah ditemukan melalui sumber informasi yang telah ditemukan peneliti bahwa Dalam proses rekrutmen tenaga pendidik bisa dilakukan melalui empat kegiatan 1) Persiapan Rekrutmen Tenaga Pendidik, 2) Penyebaran pengumuman rekrutmen tenaga pendidik baru, 3) Penerimaan lamaran tenaga pendidik baru, 4) Seleksi pelamar, 5) Wawancar
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN DI MTS AL-AMIRIYYAH
Tujuan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui Bagainana strategi kepala sekolah dalam pemasaran pendidikan di MTs Al Amiriyyah tahun 2023 (2) Untuk Mengetahui faktor penghambat dan pendukung manajemen pemasaran pendidikan di MTs Al-Amiriyyah. Adapun metode yang digunakan peneliti di antaranya adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 tahapan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang peneliti peroleh berupa data primer berupa observasi terkait strategi kepala sekolah dalam manajemen pemasaran pendidikan, wawancara terhadap kepala sekolah, serta data sekunder dokumentasi dan arsip kegiatan dari pengelolaan sekolah . Pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi yaitu triangulasi teori, metode, dan pengamat. Analisis data dengan interaktif tiga model yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya: seorang kepala sekolah harus melakukan strategi pemasaran pendidikan sesuai fungsi manajemen pemasaran berupa 1) pleaning (perencanaan) (2) organizing (pengorganisasian) (3) actuating (pelaksanaan) (4) controling (pengawasan). Dengan memperhatikan beberapa unsur, diantaranya : Produk/jasa, Harga, Lokasi/Tempat, Sumberdaya, Promosi, dan Fasilitas/Sarana Fisik. Adapun proses pemasaran pendidikan yang dilakukan MTs Al-Amiriyaah yaitu ; (1) Identifikasi Pasar (2) Segmentasi pasar (3) positioning. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran pendidikan di MTs Al-Amiriyyah adalah letak sekolah yang strategis berada ditengah-tengah masyarakat, mempunyai fasilitas yang lengkap, dan mempunyai produk unggulan yang ditawarkan kepada masyaraka
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SMA DARUSSALAM
Seorang guru memiliki peranan penting dalam pendidikan. Karena dalam proses pengembangan diri dan bakat peserta didik membutuhkan peranan seorang guru. Pentingnya suatu pendidikan dalam upaya memberantas kebodohan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan taraf hidup seluruh lapisan, dan membangun negara dan bangsa, sehingga pemerintah berusaha dalam memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk mengatasi berbagai masalah dibidang peningkatan pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Kemandirian belajar merupakan kesiapan dari individu yang mau dan mampu untuk belajar dengan inisiatif sendiri, dengan atau tanpa bantuan pihak lain dalam hal penentuan tujuan belajar, metoda belajar, dan evaluasi hasil belajar
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripstif. Penelitian deskrptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata atau gambar. Penelitian kualitatif memiliki dua tujuan, pertama, menggambarkan dan mengungkapkan dan kedua menggambarkan dan menjelaskan. hasil dari penelitiann ini adalah Peran guru dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMA Darussalam merupakan peran guru sebagai motivator dimana guru dapat mendorong anak didiknya agar lebih semangat dan aktif belajar selama berjalannya proses pembelajaran
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN DI SMP PLUS DARUSSALAM
Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara adalah manifestasi Pendidikan. Pengendalian dalam pengelolaan pendidikan tersebut dihadapkan pada kendala keterbatasan sumber daya pendidikan. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya pengendalian kualitas dalam bentuk jaminan atau assurance, agar semua aspek yang terkait dengan layanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah sesuai dengan atau melebihi standar nasional pendidikan. Dalam kajian manajemen pendidikan, penjaminan mutu memiliki nilai penting yang signifikan karena penjaminan mutu bersifat spesifik dan kederadaannya sangat tergantung pada sistem tempat berlakunya jaminan mutu berada, sehingga dapat berbeda antara perencanaan desain dengan pendekatan yang diterapkan.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Penelitian kualitatif mendeskripsikan kejadian atau fenomena yang ada di sekolah sesuai dengan latar alamiah yang terjadi pada sekolah SMP Plus Dar ussalam. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa implementasi manajemen berbasis sekolah di SMP Plus Darussalam dapat dikatakan berjalan dengan baik. Kedua tahap proses, dalam tahap ini dilakukan penerapan dari apa yang direncanakan sebelumnya, kemudian pelaksanaan tersebut tidak terlepas dari pengawasan kepala sekolah agar prosesnya berjalan dengan baik serta adanya evaluasi, tak lupa pula untuk tahap proses ini kepala sekolah tetap melibatkan masyarakat sebagai salah satu sumber daya sekolah. Sedangkan faktor penghambat seperti kurang dukungan dari masyarakat yang tak peduli
Pengembangan Pengelolaan Dana Zakat di LAZISMU Sebagai Peningkatan Kualitas Organisasi PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Malaysia)
How important essence is in the Muhammadiyah movement, zakat and the generous dimension are important, strategic and effective agendas. Lazismu is the leader. Zakat is one of the pillars of Islam which guides Muslims in implementing it. Zakat is an activity to cleanse oneself of possessions to carry out social responsibilities. Zakat management has different forms of supervision, so that sometimes there are different perceptions about the zakat operating system, where zakat can change it towards improving the economy. Furthermore, the data collected will become part of the large zakat data which can lead to improvements in the people's economy. The problem that occurs in PCIM Malaysia is that the zakat collection that has been carried out is still not significant in relation to the residents of Kampung Baru, Kuala Lumpur. This is shown because the level of community involvement in the zakat management system at PCIM is not optimal. The meeting, which lasted for two hours, discussed various aspects related to zakat in the Muhammadiyah Association and also aspects of digitalization in the management, communication and distribution of zakat funds. This activity uses an advanced approach to the community through broadcasting or preaching to the residents of Kampung Baru, Kuala Lumpur. It is hoped that this community service program will provide awareness to people who already have the obligation to pay zakat so that the quantity of zakat collection in PCIM will increase
IMPLIKASI APLIKASI PESANTREN-QU TERHADAP KEUANGAN SANTRI DAN PERSEPSI WALI SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM PETERONGAN JOMBANG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pondok pesantren akan sistem pengelolaan keuangan yang lebih efisien dan transparan di era digital, serta minimnya penelitian terkait penerimaan wali santri terhadap teknologi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penggunaan aplikasi Pesantren-Qu terhadap manajemen keuangan santri dan persepsi wali santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Aplikasi Pesantren-Qu dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan santri. Metode riset yang digunakan yaitu mix methods dengan desain concurrent embedded, menggabungkan analisis kuantitatif melalui angket yang dibagikan kepada 100 wali santri secara acak dan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengasuh dan pembina asrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Pesantren-Qu berkontribusi signifikan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan santri, serta diterima dengan baik oleh wali santri, meskipun terdapat beberapa tantangan dalam penggunaannya. Kesimpulannya, aplikasi ini dapat menjadi solusi inovatif untuk manajemen keuangan pesantren. Penelitian merekomendasikan pengembangan lebih lanjut aplikasi untuk meningkatkan efisiensi dan perluasan implementasinya di pesantren lain
The The Development of a Vocabulary Module Using Flip PDF Corporate Software at Secondary School
ABSTRACT
The research aims to contribute to teaching and learning activities in English vocabulary by developing technology-based teaching modules using Flip PDF software so that the implications are expected to arouse students' motivation to continue to like the subject. The research model used is development, with the results presented quantitatively and qualitatively descriptively. The subjects are divided into three, namely: a. material validators, media validators, and teachers. At the same time, the informants were taken from students and students of class VIII MTs Terpadu Berkah Palangka Raya. Data collection techniques use observation, tables or lists of questions, interviews, and documentation. The analysis techniques use three stages: data reduction, data presentation and data verification, and validity testing using triangulation techniques. The results showed that: 1). The development of vocabulary modules using flip pdf corporate software in class VIII at MTs Terpadu Berkah Palangka Raya is carried out with the ADDIE development model through 5 stages of development, namely: a) analysis, including performance analysis and need analysis; b) design, including display design on teaching materials made using storyboards; c) development, including the manufacture of learning materials; d) implementation, including product validation with material expert validators and media experts, then trials are carried out on students and English language subject teachers, namely small group and large group product trials and teacher responses; e) evaluation, including improvements according to suggestions and comments obtained by researchers at the implementation stage and the results of pretests and posttests. 2. Response results in the trial of students in class VIII MTs Terpadu Berkah Palangka Raya which was carried out in small group trials (5 people) obtained a percentage of 93.42% with a very good category, large group trials (1 class) obtained a percentage of 89.34% with a very good category. The response results were obtained by distributing student response questionnaires. And the results of the teacher response assessment can be known by using a questionnaire instrument in this case the English subject teacher. The assessment results obtained a percentage of 80.55% with a very good category.
Keywords: Development, Vocabulary Module, Flip PDF Corporate Softwar
Language Attitude Toward English Learning Among Non-English College Students
This study explored the language attitude toward English learning in IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi. The aim of this study was to find out the attitude of the non-English college students toward English language. There were 46 participants from Islamic primary school (PGMI) in the 7th semester in IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi. In this research, a descriptive quantitative method was used as the field research. The data was taken through closed-ended questionnaire. The participants were asked to fill out a questionnaire about the language used and general language attitudes through the Google Form. The results showed that there are three components of language attitudes namely; 1) language attitudes toward cognitive component showed that there was 90% or 41 out of 46 students reflected positive attitude; 2) language attitudes toward affective component showed that there was 52.6% or 24 out of 46 students reflected positive attitude; 3) language attitudes toward conative component showed that there was 59.8% or 27 out of 46 students reflected positive attitude. These three components of language attitudes were then can be concluded that the dominant attitude reflected by the non-English college students is positive
Pemantapan Kemahiran Pembawa Acara Formal dan Nonformal bagi Guru di Kota Tangerang Selatan
The master of ceremony (MC) is one of the abilities that teachers must have when guiding activities carried out in schools, both formal and informal. However, the problem in the field is that not all teachers are ready if given the task of hosting even though they are used to teaching in class, due to the unpreparedness and inability of these teachers to host events with diverse audiences other than students. This community service activity aims to train teachers to prepare themselves to be flexible and communicative hosts. The method used is divided into preparation, implementation and evaluation focused on the preparation of emcee, namely the ability to compile event rundowns and make cue cards. The result of this activity is an increase in the ability to write a host guide in the form of a cue card containing important information that helps when doing emcee practice. In addition, there is flexibility and calmness of participants in guiding both formal and informal event activitie
ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS SOAL ALJABAR UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA: STUDI KUANTITATIF
This study aims to analyze the validity and reliability of an algebra test instrument designed for middle school students. The background of this research lies in the importance of mathematics education, particularly algebra, which serves as a foundation for other branches of mathematics. Based on the 2021 PISA data, the learning outcomes in mathematics, especially algebra, in Indonesia remain weak. Therefore, valid and reliable evaluation instruments are essential to accurately measure students' competencies. This study employs a quantitative descriptive approach with a purposive sampling of 15 ninth-grade students from MTs Al Amiriyyah. The instrument, consisting of algebra essay tests, was tested for validity using the Pearson Product Moment method and for reliability using the Cronbach's Alpha method. The results indicate that out of 10 test items, 9 items (90%) were declared valid with r_calculated > r_table (0.4409), while 1 item (10%) was invalid. The Cronbach's Alpha value of 0.924, which is greater than 0.60, indicates a very high level of reliability. According to Guilford's category, the instrument demonstrates high credibility as an evaluation tool. These findings suggest that the algebra test instrument is reliable for measuring students' competencies and provides empirical contributions to improving the quality of algebra learning evaluations.
Keywords: validity, reliability, test instrument, algebra, learning evaluation