Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
369 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN DENGAN KADAR GULA DARAH ACAK PADA TIKUS DIABETES MELLITUS
Latar belakang: Penyandang diabetes mellitus akan mengalami defisiensi insulin, sehingga terganggunya metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan, sehingga mengakibatkan berkurangnya jumlah simpanan kalori. Tujuan: Mengetahui hubungan antara berat badan dengan kadar glukosa darah pada tikus yang mengalami diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 tikus Rattus norvegicus Barkenhout, 1769. Variabel terikat berupa berat badan sedangkan variabel bebas berupa gula darah. Analisis yang dilakukan berupa uji perbandingan kemudian dilakukan regresi coleration. Hasil: Berdasarkan uji korelasi antara berat badan dan gula darah didapatkan nilai kovisien korelasi (R2) adalah 0,774. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara berat badan dan glukosa pada tikus yang mengalami diabetes mellitus. Perlu adanya penentuan tingkat imunitas dan stress pada hewan coba
PERBEDAAN TINGKAT KESEIMBANGAN TUBUH ANTARA LANSIA YANG MENGIKUTI SENAM DENGAN LANSIA YANG TIDAK MENGIKUTI SENAM DI YAYASAN GERONTOLOGI KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG
Latar belakang: Keseimbangan tubuh pada lansia dapat ditingkatkan dengan melakukan latihan senam keseimbangan fisik secara teratur untuk meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah, daya tahan dan kelenturan sendi sehingga secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya jatuh. Tujuan: Menganalisis perbedaan tingkat keseimbangan tubuh antara lansia yang mengikuti senam lansia dengan lansia yang tidak mengikuti senam lansia di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik comparatif dengan pendekatan Cross Sectional, menggunakan simple random sampling dan didapat 20 lansia pada kelompok senam dan 20 lansia pada kelompok tidak senam dengan menggunakan simple random sampling. Hasil: Berdasarkan uji Mann Whitney dengan inteval kepercayaan 95%, α = 0,05 didapatkan hasil bahwa p=0,00 (p<0,05). Kesimpulan dan saran: maka dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat keseimbangan tubuh antara lansia yang mengikuti senam dengan lansia yang tidak mengikuti senam, sehingga disarankan kepada instansi untuk lebih memfokuskan senam pada gerakan-gerakan keseimbangan
HUBUNGAN PEMENUHAN GIZI IBU NIFAS DENGAN PEMULIHAN LUKA PERINEUM
Latar belakang: Pemulihan luka perineum yang lama pada ibu yang melahirkan secara normal (vaginal delivery) dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan pemulihan luka adalah faktor gizi. Tujuan: Menganalisis hubungan pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan di BPS Murtini,Amd.Keb, Surabaya dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 24 orang dan diambil secara accidental sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemenuhan gizi sedangakan variabel terikatnya berupa penyembuhan luke perineum. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hubungan antar variabel dikatakan bermakna jika p-value < 0.05 Hasil: Sebagian besar responden (66.7%) terpenuhi kebutuhan gizinya dan luka perineumnya mengalami pemulihan. Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum (p<0.05). Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara pemenuhan gizi ibu nifas dengan pemulihan luka perineum. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis faktor zat gizi yang paling dominan dalam pemulihan luka perineum
SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT X
Latar Belakang: Sistem informasi peminjaman dokumen rekam medis pada Rumah Sakit X dinilai belum efektif karena pencatatan data peminjaman dan data pengembalian masih dilakukan secara tertulis dengan pencatatan menggunakan buku dan kertas sehingga sistem ini tidak efisien dalam menghemat waktu, tenaga dan materi. Tujuan: Membangun sistem informasi peminjaman dokumen rekam medis pada Rumah Sakit Umum X untuk efisiensi pencatatan dan pengembalian dokumen rekam medis. Metode: Penelitian bersifat deskriptif dengan metode pengembangan system SDLC (System Development Life Cycle). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan database yang digunakan adalah MySQL. Hasil: Terbentuknya rancangan untuk aplikasi sistem informasi peminjaman rekam medis di Rumah Sakit X yang meliputi informasi peminjaman, data peminjam, dan laporan peminjaman. Simpulan dan saran: Sistem Informasi Peminjaman dapat membantu pegawai dalam mengelola data peminjaman, pengembalian dan dapat mengurangi kesalahan dalam pembuatan laporan. Pengembangan dari sistem ini dapat dilanjutkan ke sistem big data supaya dapat mengelola seluruh data rekam medis di rumah sakit
EFEKTIVITAS KOMPOS BERBAHAN DASAR LUMPUR PABRIK KERTAS DENGAN PENAMBAHAN Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica chinensis Var. Pakchoi)
Latar belakang: Pembuatan kompos dari limbah lumpur dengan penambahan jamur T. harzianum dapat mempercepat proses pengomposan. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsentrasi kompos yang dapat memberikan pertumbuhan optimal terhadap tanaman sawi. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor perlakuan, yaitu konsentrasi kompos meliputi 2,53 g; 5,06 g; 10,12 g; 20,24 g; dan 0,11 g urea sebagai kontrol. Parameter yang diukur yaitu pertumbuhan tanaman sawi yang meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, dan biomassa basah. Analisis data menggunakan ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perbedaan di antara perlakuan. Hasil: Pemberian kompos berbahan baku limbah lumpur pabrik kertas dengan penambahan T. Harzianum memberikan efek terhadap pertumbuhan tanaman sawi yang berbeda nyata (p<0.05) dengan kelompok kontrol. Pertumbuhan paling baik terdapat pada pemberian konsentrasi sebesar 20,24 g kompos. Simpulan dan saran: Pemberian kompos berbahan limbah lumpur pabrik kertas dengan penambahan T. harzianum berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengevaluasi karakter morfometrik organ vegetatif tanaman golongan Brassicae secara lebih spesifik
UJI TOKSISITAS EMPAT DAUN TANAMAN OBAT DENGAN METODE BST (BRINE SHRIMP TEST)
Latar belakang: Uji Brine Shrimp Test (BST) merupakan metode awal yang digunakan untuk melihat adanya toksisitas. Metode ini juga dapat digunakan untuk skrining aktivitas farmakologi dari ekstrak tanaman obat. Daun adalah bagian dari tanaman obat yang banyak digunakan. Tujuan: Mengetahui toksisitas empat daun tanaman obat yang telah diketahui aktivitas farmakologinya. Metode: Uji toksisitas ekstrak etanol empat daun tanaman obat dengan metode Brine Shrimp Test (BST). Jumlah sampel total untuk penelitian EEDGC 300 ekor larva Artemia salina Leach. Tiap kelompok terdiri dari sepuluh ekor larva dengan lima replikasi dengan konsentrasi ekstrak EEDGC 0, 60, 120, 180, 240, dan 300 ppm. Kekasaran permukaan diukur dengan Surface Roughness Tester dan hasilnya diuji statistik dengan One Way Anova. Hasil: Ekstrak daun gelombang cinta, EEDM, EEDTA, dan EEDT memiliki efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach dengan harga LC50 berturut-turut adalah 216,5; 10,7; 249 ; dan 208,6 ppm. Simpulan dan saran: EEDGC, EEDM, EEDTA, dan EEDT berpotensi toksik terhadap Artemia salina Leach. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan dengan minuman bersoda karena dapat menyebabkan abrasi dan menurunkan kekerasan permukaan
PENGARUH PEMAKAIAN SETENGAH VOLUME SAMPEL DAN REAGEN PADA PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH METODE GOD-PAP TERHADAP NILAI SIMPANGAN BAKU DAN KOEFISIEN VARIASI
Latar belakang: Pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP bersifat efisien dengan memperhatikan nilai simpangan baku dan koefisien variasi sebagai tolak ukur pemeriksaan. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji T-Paired serta dihitung nilai simpangan dan koefisien variasi. Hasil: Hasil penelitian dengan uji T-Paired menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,829 dan nilai simpangan bakunya adalah 6,9895 serta koefisien variasi sebesar 9,62%. Tidak terdapat adanya pengaruh pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi. Simpulan dan saran: Tidak adanya pengaruh  pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP terhadap nilai simpangan baku dan koefisien variasi. Perlu penelitian lebih lanjut terkait pemakaian setengah volume sampel dan reagen pada pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP
PENGARUH LAMA PENDIDIHAN TERHADAP KADAR KIO3 PADA GARAM BERYODIUM MERK “Xâ€
Latar belakang: Garam merupakan salah satu pelengkap kebutuhan pangan dan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Iodium dalam bentuk KIO3 pada garam adalah mineral yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah relatif kecil, tetapi mempunyai peranan penting untuk pembentukan hormon tiroksin. Faktor lama pemanasan atau pemasakan dapat berpengaruh terhadap kestabilan iodat atau penurunan kadar iodat. Penurunan kadar iodat tesebut diduga akan berpengaruh terhadap kualitas garam beryodium. Tujuan: Mengukur dan membandingkan kadar KIO3 dalam garam beryodium dari masing-masing perlakuan yaitu pada saat mendidih dan pada waktu 10 menit pendidihan. Metode: Jenis penelitian ekperimental. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama pendidihan dan variabel terikatnya adalah kadar KIO3. Hasil: Kadar rata-rata pada kontrol sebesar 65,88 ppm, pada saat mendidih sebesar 64,29 ppm dan pada 10 menit pendidihan sebesar 63,09 ppm. Setelah dilakukan uji One-Way Anova menunjukkan bahwa nilai signifikasi <0,05 yaitu sebesar 0,039. Bila nilai signifikasi <0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas garam menurun setelah pemanasan 10 menit. Garam sebaiknya dimasukkan saat makanan hampir matang dan siap untuk disajikan
UJI EFEK PENYEMBUHAN ULKUS DARI PERASAN DAGING BUAH MANGGA PODANG URANG (Mangifera Indica L.) PADA LAMBUNG TIKUS YANG DIINDUKSI ASPIRIN
Latar belakang: Rebusan daun dan bunga tanaman mangga telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antiulser. Tujuan: Mengetahui efek penyembuhan ulkus dari perasan daging buah mangga podang urang (Mangifera indica L.). Metode: Pengujian efek penyembuhan ulkus dilakukan pada 6 kelompok tikus putih jantan galur Wistar yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, dan 3 kelompok perlakuan selama 2 hari. Data yang dianalisa meliputi ulcer index dan persentase healing index dengan  menggunakan One way Anova yang dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil: Terdapat perbedaan ulcer index yang bermakna diantara keenam kelompok perlakuan. Perasan daging buah mangga podang urang dengan dosis 400 mg/200 g BB mempunyai efek penyembuhan ulkus yang terbesar dibandingkan pemberian dosis perasan lainnya dengan persentase healing index sebesar 28,88%. Simpulan dan saran: Pemberian perasan buah mangga podang urang secara oral ini memberikan efek penyembuhan ulkus pada lambung tikus yang diinduksi oleh aspirin. Perlu penelitian lebih lanjut menggunakan pengamatan histopatologi lambung tikus
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT DALAM JAMU PEGEL LINU SEDUH DAN KEMASAN YANG DIJUAL DI PASAR BANDAR
Latar belakang: Maraknya usaha jamu racikan yang ada di Pasar Bandar membuat banyak orang beralih untuk mengkonsumsinya. Salah satu jenis obat tradisional yang banyak dikonsumsi adalah jamu pegel linu. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bahan kimia obat dexamethason dan parasetamol dalam jamu yang telah diseduh dari toko dan yang belum diseduh yang dijual di Pasar Bandar. Metode: Jenis Penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Parameter yang diamati berupa kandungan dexamethason dan parasetamol pada jamu yang sudah diseduh dan yang belum diseduh. Hasil: Berdasarkan hasil kromatografi lapis tipis diketahui bahwa hampir semua sampel jamu yang diseduh positif mengandung dexamethason dan parasetamol. Sedangakan pada jamu tradisional kemasan negatif pada dexamethason, tetapi menunjukkan positif pada parasetamol. Simpulan dan saran: Jamu tradisional seduhan yang dijual di pasar Bandar diduga positif mengandung dexamethason dan parasetamol, sedangkan Jamu tradisional kemasan diduga positif mengandung parasetamol. Perlu dilakukan pengujian kadar bahan kimia obat secarakuantitatif