Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Not a member yet
    369 research outputs found

    EDUKASI DAN DETEKSI DINI PENYAKIT ASAM URAT DAN RHEUMATOID ARTRITIS PADA GAPOKTAN DI KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    Penduduk Indonesia terutama didaerah pedesaan sebagian besar berprofesi sebagai petani, Petani merupakan profesi seseorang dengan aktivitas cocok tanam pada tanah pertanian bertujuan memperoleh keuntungan. Pekerjaan sebagai petani yang berat dapat menimbulkan nyeri di persendian, punggung serta pegal di bagian kaki dan tangan, penyakit yang diakibatkan nyeri seperti Rheumatoid Arthritis (RA) dan asam urat. RA adalah penyakit sistemik kronik yang menyerang tulang sendi distruksi, asam urat adalah penyakit yang menyerang sendi dengan gejala penyakit mirip RA. Kegiatan petani yang cukup berat dirasakan memerlukan sosialisasi dan pemeriksaan bagi petani. Tujuan Pengmas memberikan edukasi dan mengetahui hasil pemeriksaan RA menggunakan  pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada petani dan tergabung dalam Gapoktan di desa Bulu, Semen Kabupaten Kediri. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pembagian Kuisoner mengenai RF dan asam urat, pemaparan materi dan pemeriksaan RF dan asam urat. Waktu pelaksanaan tanggal 28-30 April 2024. Hasil pemeriksaan pada 23 responden didapatkan hasil RF positif Rheumatoid Arthritis 1 orang, pemeriksaan Asam Urat didapatkan hasil tertinggi 12,5 mg/dL sedangkan hasil terendah 3,7 mg/dL dengan rincian kadar normal 8 orang dan tinggi 15 orang. Hasil Quisioner menunjukan bahwa pengetahuan gapoktan mengenai Rheumatoid Arthritis dan asam urat masih rendah

    GENZI: Gerakan Edukasi Nutrisi dan Zat Gizi sebagai Upaya Meningkatkan Status Gizi Pada balita Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

    No full text
    Stunting pada balita masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, kognitif, dan kualitas hidup anak. Berdasarkan data di Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, tercatat 20 kasus stunting pada Juli 2025 yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, lingkungan, dan rendahnya pengetahuan gizi ibu. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan program GENZI (Gerakan Edukasi Nutrisi dan Zat Gizi) sebagai upaya promotif dan preventif melalui edukasi gizi serta demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan bahan pangan lokal bergizi dan terjangkau. Kegiatan ini menggunakan metode intervensi komunitas dengan melibatkan orang tua dan tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ibu dalam mengolah makanan sehat, disertai perubahan sikap terhadap pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pemenuhan gizi. Program ini terbukti efektif tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku baru dalam pemenuhan gizi anak, sehingga berpotensi menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Kata kunci: stunting, gizi balita, edukasi gizi, PMT, pengabdian masyaraka

    COST EFFECTIVENESS ANALYSIS OF THE USE OF ANTIBIOTICS CEFTRIAXONE AND LEVOFLOXACIN IN BPJS PATIENTS URINARY TRACT INFECTION (UTI) HOSPITALIZATION AT RSM AHMAD DAHLAN KEDIRI CITY YEAR 2022

    No full text
    Numerous health interventions with varying degrees of success are evaluated using cost-effectiveness analysis in pharmacoeconomic research. When bacteria and other infectious microbes make their way up the urinary canal from the urethra and multiply in the bladder, it may lead to infections in the kidneys and ureters. It is estimated that gram-negative bacteria, especially Escherichia coli, are responsible for almost 90% of UTIs. Anyone, from youth to the elderly, is susceptible to urinary tract infections, which disproportionately affect females. We want to learn more about the relative merits of ceftriaxone and levofloxacin in treating UTIs at Ahmad Dahlan Hospital by conducting this cost-effectiveness analysis. In this study, we used a descriptive technique and gathered data retrospectively. To determine the cost-effectiveness, we averaged the direct medical costs and compared the ACER and ICER values. At Ahmad Dahlan Hospital in Kediri City, the average direct medical expenditure for ceftriaxone medication for UTI patients was 3,150,180 Rp. in 2022. At the same time, the same group of patients at the same hospital had average direct medical expenditures of Rp. 2,901,338 for levofloxacin antibiotics. With an ACER value of Rp. 120,889,083, levofloxacin antibiotics are determined to be the most cost-effective.

    TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK X KABUPATEN BEKASI

    No full text
    Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kefarmasian dan tempat apoteker melakukan praktik kefarmasian. Standar Pelayanan Kefarmasian merupakan tolak ukur yang digunakan sebagai pedoman tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien. Pelayanan Kefarmasian di apotek meliputi penyediaan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik yang bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian yang berkualitas dapat memuaskan masyarakat sebagai pasien, loyalitas pasien, serta dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi pelayanan kefarmasian di Apotek X Kabupaten Bekasi meliputi aspek penampilan apotek, keramahan petugas, pelayanan informasi obat, ketersediaan obat dan kecepatan pelayanan. Jenis penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli –September 2023 dengan total sampel 150 responden Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan lima penilaian dan total 20 pernyataan. Hasil uji validitas dan reliabilitas menyatakan kuesioner yang digunakan valid dan reliable. Hasil penelitian didapatkan, tingkat kepuasan pasien terhadap indikator pelayanan kefarmasian menunjukkan bahwa penampilan apotek memperoleh skor 87,63% (sangat puas), keramahan petugas 91,2% (sangat puas), pelayanan informasi obat 89,44% (sangat puas), ketersediaan obat 88,16% (sangat puas), dan kecepatan pelayanan mencapai 91,3% (sangat puas). Secara keseluruhan pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek X Kabupaten Bekasi

    SOSIALISASI DAN PENYULUHAN KESEHATAN : Upaya Pencegahan Anema dan Gagal Ginjal pada Anak.

    No full text
    Anemia pada anak dan risiko gagal ginjal merupakan masalah kesehatan signifikan di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat menjadi faktor utama yang memengaruhi prevalensi kedua kondisi tersebut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi pola makan sehat, pencegahan anemia, dan penjagaan kesehatan ginjal. Pendekatan yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, workshop memasak menggunakan bahan lokal, dan evaluasi berbasis pretest-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, dari 60% yang awalnya tidak memahami pentingnya pola makan bergizi menjadi 85% yang mampu menerapkan langkah pencegahan anemia dan gangguan ginjal. Workshop memasak mendorong perubahan perilaku, dengan masyarakat mulai mengolah makanan bergizi untuk anak-anak. Selain itu, dukungan perangkat desa menghasilkan rencana pengadaan program kesehatan berkelanjutan, seperti pemeriksaan rutin anak. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat dan pencegahan penyakit, sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan. Hasil ini memberikan landasan bagi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Sawotratap

    Gambaran Aktivitas Sikat Gigi pada Siswa Kelas 1,2 dan 3 SDN Sidomulyo 2 Melalui Program Senyum Ceria: Jurnal Program Kerja "Senyum Ceria" KKN Kelompok 17

    No full text
    Kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat masih menjadi masalah pada anak usia sekolah dasar dan berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Mengetahui gambaran aktivitas menyikat gigi siswa kelas 1–3 SDN Sidomulyo 2 Kabupaten Kediri. Penelitian deskriptif dengan total sampling melibatkan 39 siswa. Data diperoleh melalui kuesioner dan observasi aktivitas menyikat gigi selama 14 hari, kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 87,18% siswa rutin menyikat gigi pada pagi hari, namun hanya 58,97% yang melakukannya secara konsisten pada malam hari. Aktivitas menyikat gigi siswa masih belum sesuai anjuran, terutama sebelum tidur. Edukasi berkelanjutan, peran orang tua, dan program monitoring sekolah diperlukan untuk meningkatkan perilaku menyikat gigi anak

    CAK GIGI (Cerminan Aksi Keren Tentang Kesehatan Gigi): Edukasi Kesehatan Gigi untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa SD dan MI

    No full text
    Masalah kesehatan gigi dan mulut masih kurang mendapat perhatian di Indonesia, meskipun rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat berkontribusi terhadap tingginya kejadian karies gigi pada anak. Melalui inovasi edukasi kesehatan gigi berupa program CAK GIGI (Cerminan Aksi Keren Tentang Kesehatan Gigi) melalui media poster, rapor gigi, dan praktek sikat gigi bersama diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang cara menjaga kesehatan gigi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa IIK Bhakti Wiyata Kediri yang berlokasi di SDN dan MI Desa Gadungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dengan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan. Metode pelaksanaan berupa ceramah interaktif dengan media poster, model gigi, dan sikat gigi bersama. Evaluasi dan pendampingan dilakukan melalui rapor gigi yang digunakan untuk memantau kebiasaan menyikat gigi pagi dan malam hari selama satu minggu. Hasil menunjukkan bahwa 75%–87,5% siswa telah rutin menyikat gigi pada pagi hari, namun kepatuhan menyikat gigi malam hari masih rendah, yaitu 45%–66,7%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Untuk menjaga konsistensi kebiasaan menjaga kesehatan gigi diperlukan dukungan yang berkelanjutan dari guru dan orang tua membiasakan perilaku menyikat gigi pagi dan malam hari

    URINE PROTEIN PICTURE IN PREGNANT WOMEN WITH HIPERTENS STATUS IN TASIKMALAYA CITY HOSPITAL

    No full text
    Preeclampsia is a pregnancy complication that usually occurs after the 20th week of pregnancy. Preeclampsia is caused by an inflammatory reaction. It is characterized by high blood pressure (hypertension) and high protein in the urine (proteinuria). The purpose of this study was to determine the picture of urine protein in pregnant women with preeclampsia at Tasikmalaya City Hospital. The benefits of this study are to increase insight and knowledge about the picture of urine protein in pregnant women with preeclampsia. This study uses a research method or descriptive method using a purposive sampling blood sampling technique. The results of the study were analyzed using frequency distribution and average. The results of the study from 20 pregnant women (100%) showed that 10 people (50%) had urine protein levels (1+), 7 people (35%) had urine protein levels (2+), 3 people (15%) had urine protein levels (3+), in the third trimester of pregnancy there were 9 pregnant women, in the second trimester there were 3 pregnant women, and in the third trimester there were 4 pregnant women. The conclusion of this study is that the picture of urine protein results can be a predictive factor for preeclampsia

    Pelatihan Budidaya, Pasca Panen dan Pengolahan Bunga Telang pada Lansia dengan Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus

    No full text
    Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman herbal dengan potensi tinggi, baik untuk kesehatan maupun ekonomi. Kandungan bioaktifnya, seperti antosianin dan flavonoid, berperan sebagai antioksidan yang mampu membantu menurunkan tekanan darah serta mengontrol kadar gula darah. Namun, pemanfaatan pascapanen bunga telang di Desa Sumberagung Kecamatan Wates Kabupaten Kediri masih terbatas, karena masyarakat, khususnya kelompok lansia penderita hipertensi dan diabetes melitus umumnya hanya mengenalnya sebagai tanaman hias atau minuman sederhana tanpa pengolahan lebih lanjut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai budidaya serta pengolahan pascapanen bunga telang menjadi produk yang higienis dan bernilai tambah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, praktik budidaya, pelatihan pascapanen, dan demonstrasi pengolahan hasil. Data diperoleh melalui observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme warga. Lansia yang sebelumnya hanya mengenal bunga telang sebagai pewarna alami mulai memahami manfaatnya bagi kesehatan serta tertarik menanam dan mengolahnya. Selain itu, muncul gagasan pengembangan usaha kecil berbasis produk olahan bunga telang. Kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi lokal. Untuk menjaga  keberlanjutan program ini diperlukan pendampingan melalui pengurus PKK, maupun kelompok tani, serta berkolaborasi dengan kader posyandu, agar pemanfaatan bunga telang dapat menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.

    UJI AKTIVITAS GEL MOISTURIZER ANTI-AGING TOMAT (Solanum lycopersicum L.)DAN BUNGA MAWAR MERAH (Rosa x damascena Herrm.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

    No full text
    Penuaan dini terjadi akibat radiasi sinar matahari ditandai dengan kulit kering, tidak elastis, kulit tipis, kematian sel kulit, dan keriput yang disebabkan karena pecahnya kolagen dan sintesa kolagen yang rusak. Salah satu sediaan semisolid yang digunakan untuk kosmetik yaitu gel. Gel merupakan sediaan yang mampu menciptakan kondisi lembab sehingga pada saat dioleskan akan timbul rasa dingin yang dapat melembabkan kulit sehingga kulit tidak kering. Tomat dan bunga mawar merah dapat menangkal radikal bebas karena tomat mengandung senyawa antioksidan tinggi yang berpotensi sebagai anti-aging pada kulit. Metode penyarian buah tomat dan bunga mawar merah dengan cara ekstraksi maserasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan buah tomat (Solanum lycopersicum L.) dan bunga mawar merah (Rosa x damascena Herrm.) dengan menggunakan metode DPPH. Sediaan dibuat dengan tiga formulasi dan disetiap formulasi menggunakan konsentrasi zat aktif 7% dengan perbedaan konsentrasi perbandinggan geeling agent, F1 menggunakan karbopol 0,5% dan HPMC 0,5%, F2 menggunakan HMPC 1%, dan F2 menggunakan 1%. Hasil evaluasi uji karakteristik sediaan didapatkan hasil bahwa perbedaan konsentrasi gelling agent antara karbopol dan HPMC dapat mempengaruhi karakteristik sediaan gel dan hasil evaluasi uji antioksidan dianalisa menggunkan software SPSS sengan tingkat kepercayaan 0,05. Berdasarkan pengujian aktivitas antioksidan F1, F2, dan F3 memiliki aktivitas mampu menangkal radikal bebas. Berdasarkan hasil yang diperoleh F1 memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC₅₀ 43,353 ± 0,07 ppm

    0

    full texts

    369

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇