Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
Pengabdian Masyarakat dalam Era New Normal: Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Jawa Timur
Community Service Learning (CSL) is an essential program in higher education that combines the aspects of education, research, and community engagement. The objective of this program is to provide students with education and practical experience in community development outside the campus. This study aims to explore CSL activities conducted in East Java, particularly in the context of the New Normal Era. Through remote methods, various activities were carried out, including the creation of educational content about the New Normal, community service, distribution of vitamins and brochures, and the cultivation of medicinal plants within families. Collaboration between students, universities, and local communities is crucial for the success of these activities. The results indicate that CSL not only benefits the local community but also provides valuable experiences for students. Smooth implementation and good coordination between CSL participants and Field Supervisors are essential. Thus, CSL serves as a vital tool for applying knowledge to community development in the New Normal Era. The importance of these results lies in their positive contribution to the local community, strengthening the relationship between universities and communities, and providing valuable learning experiences for students. This activity reinforces the concept of community engagement in real contexts and supports recovery efforts during the pandemic.Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program penting dalam perguruan tinggi yang menggabungkan aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa serta pengalaman praktis dalam pembangunan masyarakat di luar kampus. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kegiatan KKN yang dilaksanakan di Jawa Timur, terutama dalam konteks Era New Normal. Melalui metode luring, sejumlah kegiatan dilaksanakan, termasuk pembuatan konten edukasi tentang New Normal, bakti sosial, pembagian vitamin dan brosur, serta penanaman tanaman obat keluarga. Kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan. Hasilnya menunjukkan bahwa KKN tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Pelaksanaan yang lancar dan koordinasi yang baik antara peserta KKN dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) merupakan hal yang krusial. Dengan demikian, KKN menjadi sarana penting dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk membangun masyarakat di Era New Normal. Pentingnya hasil ini terletak pada kontribusi positif terhadap masyarakat setempat, penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa. Kegiatan ini memperkuat konsep pengabdian kepada masyarakat dalam konteks nyata, sekaligus mendukung upaya pemulihan di masa pandemi
Laporan Akhir Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Kelompok 1 KKN Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Community service research was conducted by students of Setia Budi University Surakarta, focusing on the Pharmacy for Society program in Tuban Village, Gondangrejo Sub-district, Karanganyar, Central Java. In its implementation, this program combines the principles of Education, Research, and Community Service, involving students as agents of change. The main objective of this program is to make a tangible contribution to the village community while broadening the students' knowledge and experience in the practical application of pharmacy in the community. This Real Work Lecture (Kuliah Kerja Nyata or KKN) involves students in various activities such as counseling on the dangers of gadget use in children, integrated health posts for toddlers and the elderly, teaching at Islamic boarding schools for children, and elderly gymnastics. Through these activities, students not only provide information about health and education to the community but also actively empower them to improve their well-being and quality of life. With an integrated approach between education, health services, and active participation in development, this program has the potential to create sustainable positive impacts for the local community. The results and discussions from the KKN activities indicate that through collaboration between students, supervising lecturers, and the community, various social and health issues can be better addressed. For example, the socialization on the dangers of gadget use in children helped parents understand its negative impacts and take appropriate preventive measures. Additionally, activities such as integrated health posts, mosque construction, and health counseling have provided direct benefits to the health and welfare of the community. Thus, the Pharmacy for Society program through KKN represents a concrete step towards realizing the vision of universities as institutions actively involved in community development.Penelitian pengabdian masyarakat dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Setia Budi Surakarta, terfokus pada program Farmasi untuk Masyarakat di Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam pelaksanaannya, program ini menggabungkan prinsip-prinsip Dharma Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan. Tujuan utama program ini adalah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa sekaligus memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam aplikasi praktis ilmu farmasi di tengah masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan seperti penyuluhan tentang bahaya penggunaan gadget pada anak, posyandu balita dan lansia, mengajar TPA anak-anak, serta senam lansia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan informasi tentang kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam memberdayakan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup. Dengan pendekatan yang terintegrasi antara edukasi, pelayanan kesehatan, dan partisipasi aktif dalam pembangunan, program ini berpotensi untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Hasil dan pembahasan dari kegiatan KKN tersebut menunjukkan bahwa melalui kerjasama antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat, berbagai masalah sosial dan kesehatan dapat diatasi dengan lebih baik. Misalnya, sosialisasi tentang bahaya penggunaan gadget pada anak membantu orang tua memahami dampak negatifnya dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Selain itu, kegiatan posyandu, pembangunan masjid, dan penyuluhan kesehatan berhasil memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, program Farmasi untuk Masyarakat melalui KKN menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang berperan aktif dalam pembangunan masyarakat
Pembentukan Niat Menggunakan Aplikasi Kesehatan Good Doctor Pada Masyarakat Menengah Ke Bawah Di Jawa Tengah
Studi ini bertujuan untuk menguji variabel kegunaan persepsian, kemudahan persepsian, tingkat pengetahuan kesehatan dan peran moderasi tingkat pendapatan terhadap niat menggunakan aplikasi kesehatan Good Doctor. Data diperoleh melalui kuisioner yang dibagikan kepada masyarakat umum baik yang sudah menggunakan atau belum menggunakan aplikasi Good Doctor. Sampel yang digunakan berjumlah 250 namun yang memenuhi kriteria hanya 166 responden. Teknik penyampelan yang digunakan adalah purpose sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan analisa SEM (Structural Equation Modeling) dengan metode analisis jalur. Hasil dalam penilitian ini menunjukkan bahwa kegunaan persepsian, kemudahan persepsian dan tingkat pengetahuan kesehatan berpengaruh signifikan positif terhadap niat menggunakan aplikasi kesehatan Good Doctor. Penggunaan aplikasi kesehatan pada studi ini juga diperkuat oleh tingkat pendapatan yang dimiliki oleh individu, semakin meningkat tingkat pendapatan individu maka semakin tinggi niat untuk menggunakan aplikasi kesehatan
Uji Aktivitas Antihipertensi Ekstrak Dan Fraksi-Fraksi Daun Matoa Pada Tikus Jantan yang Diinduksi Angiotensin II dengan Parameter Kadar Renin dan Angiotensin II
ABSTRACT
Matoa leaves (Pometia pinnata) is a plant thought to have hypertensive activity because it contains kuersetin. Research conducted by (Purwidyaningrum, 2017) extracts and fractions of matoa leaves has antihypertensive activity with an effective dose of 150 mg/kg. Other studies conducted by (Elisa, 2019) effects that can reduce blood pressure are extract doses of 300 mg and 30 mg of ethyl acetate fraction induced by angiotensin II can reduce systolic and diastolic blood pressure. This study aims to determine extracts and fractions of matoa leaves in decreasing renin levels and angiotensin II levels.
The extraction method was maseration with 96% ethanol solvent and fractionated by liquids method using n-hexane solvent, ethyl acetate water. In this study used 21 male wistar strain rats divided into 7 groups, namely group I (normal), group II as negative control (CMC 1%), group III as positive control (Irbesartan), group IV (matoa leaves extract 60 mg/200g), Group V (fraction n-hexane 2,34 mg/200g), Group VI (ethyl acetate fraction 9,54 mg/200g), Group VII (water fraction 7,98 mg/200g).
The results showed ethanol extract and matoa leaves fractions were not significantly difference in meaning with the positive control group different in reducing blood pressure, renin levels and angiotensin II induced by angiotensin II and were significantly from the normal and negative group. The water fraction (7,98 mg/200g) showed a decrease in systolic blood pressure of 9.0% and diastolic 7.1%, the ethyl acetate fraction showed a decrease in renin level 0f 23.6 %. EDM showed a decrease in 17.2% angiotensin II levels.
Keyword : Pometia pinnata; renin levels; angiotensin II levels; induced angiotensin IIDaun matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu tanaman yang diduga memiliki aktivitas hipertensi karena mengandung kuersetin. Penelitian yang dilakukan oleh (Purwidyaningrum, 2017) ekstrak dan fraksi-fraksi daun matoa memiliki aktivitas sebagai antihipertensi dengan dosis efektif 150 mg/kg. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Elisa, 2019) efek yang dapat menurunkan tekanan darah adalah ekstrak dosis 300 mg dan fraksi etil asetat 30 mg yang diinduksi angiotensin II mampu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemberian ekstrak dan fraksi-fraksi daun matoa dalam penurunan kadar renin dan kadar angiotensin II.
Serbuk daun matoa diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan difraksinasi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, air. Dalam penelitian ini menggunakan 21 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi dalam 7 kelompok, kelompok I (normal), kelompok II kontrol negatif (CMC 1%), kelompok III kontrol positif (Irbesartan), kelompok IV (ekstrak daun matoa 60 mg/200g), Kelompok V (fraksi n-heksana 2,34 mg/200g), kelompok VI (fraksi etil asetat 9,54 mg/200g), kelompok VII (fraksi air 7,98 mg/200g).
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak dan fraksi-fraksi daun matoa tidak berbeda signifikan terhadap kelompok positif dalam menurunkan tekanan darah, kadar renin dan angiotensin II dan berbeda signifikan terhadap kelompok normal dan negatif. Fraksi air (7,98 mg/200g) menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik 9,0% dan diastolik 7,1%, Fraksi etil asetat menunjukkan penurunan kadar renin 23,6%. EDM menunjukkan penurunan kadar angiotensin II 17,2%.
Kata kunci : Pometia pinnata; kadar renin; kadar angiotensin II; induksi angiotensin I
a Kajian Naratif Pengukuran Kualitas Peresepan Pasien Diabetes Mellitus Lanjut Usia
The aging populations has increased worldwide, resulting in higher prevalences of non-communicable diseases, including Diabetes Mellitus (DM). Elderly with DM requires long-term prescribing which warrants special considerations. Hence, this narrative review aims to identify quality measurement tools and quality prescribing in elderly patients with DM.
This review included literature searching in three databases [i.e., Pubmed (MEDLINE), Science Direct, and CINAHL] with combination of keywords: (Diabetes) AND (Elderly OR older OR geriatric) AND (“Potentially inappropriate medication” OR “potentially inappropriate prescribing” OR “inappropriate prescribing” OR “quality prescription” OR “rational prescribing”). The searching resulted in 1059 articles; and after the selection process, 10 articles were included in this study.
The extracted data indicated that tools with explicit criteria (such as Beer's Criteria) were more commonly used to measure quality prescribing in elderly patients with DM compared to those with implicit criteria (i.e., Prescribing Quality Assessment Checklist) (9 articles versus 1 article, respectively). Varying quality prescribing were reported dependent on the tools used. The percentage of Potentially Inappropriate Medication (PIM) measured using explicit tools ranged from 22,7% to 68,1%; glibenclamide or glyburide were among the most common PIM. Whereas, 83.2% of precriptions measured with the implicit criteria in one article indicated poor quality. This finding demonstrated the needs of strategy to improve the quality of prescribing in elderly patients with DM.Peningkatan jumlah pasien lanjut usia di seluruh dunia mengakibatkan peningkatkan jumlah penyakit tidak menular, termasuk Diabetes Mellitus (DM). Pasien lanjut usia dengan DM memerlukan pengobatan dalam jangka panjang sehingga membutuhkan perhatian khusus. Kajian naratif ini dibuat dengan tujuan untuk melihat instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas peresepan dan kualitas peresepan itu sendiri pada pasien lanjut usia dengan DM.
Kajian ini melibatkan pencarian di tiga basis data [yaitu: Pubmed (MEDLINE), Science Direct, dan CINAHL], dengan menggunakan kombinasi kata kunci: (Diabetes) AND (Elderly OR older OR geriatric) AND (“Potentially inappropriate medication” OR “potentially inappropriate prescribing” OR “inappropriate prescribing” OR “quality prescription” OR “rational prescribing”). Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 1059 artikel; dan setelah dilakukan proses seleksi, didapatkan 10 artikel yang diikutsertakan didalam penelitian ini.
Hasil kajian ini menunjukkan bahwa instrumen eksplisit (seperti Beer’s Criteria) lebih banyak digunakan jika dibandingkan dengan instrumen implisit (yaitu, Prescribing Quality Assessment Checklist) (9 banding 1 artikel secara berurutan). Kualitas peresepan pada pasien lanjut usia dengan DM menunjukkan perbedaan hasil yang bervariasi sesuai dengan instrumen yang digunakan. Persentase Potentially Inappropriate Medication (PIM) dengan menggunakan instrumen eksplisit memiliki rentang antara 22,7-68,1%, dimana penggunaan glibenklamid atau gliburid termasuk PIM yang paling sering ditemukan. Sedangkan pengukuran kualitas dengan menggunakan instrumen implisit pada satu artikel menunjukkan peresepan dengan kualitas buruk sebesar 83,2%. Hasil kajian ini mengindikasikan perlunya strategi untuk meningkatkan kualitas peresepan pada pasien lanjut usia dengan DM
Analisis Efisiensi Energi Pada Proses Produksi Gula Di PT Madubaru
PT Madubaru is a company that produces granulated sugar, spritus and alcohol. Granulated sugar is the main product produced by PT Madubaru. This study aims to analyze the energy efficiency of sugar production at PT Madubaru during the production period of 2022. The analysis of energy efficiency in the production of granulated sugar using the Energy Productivity Ratio (EPR) method shows that in the 2022 production period which runs from May to October 2022, The EPR obtained in the months up to October 2022 shows an EPR value for electricity of 1.2 to 2.44, while for boilers it is between 1.68 and 2.45. The EPR results obtained in each period are in May 2022 with an EPR on electricity of 1.2 while the boiler is 1.16, the EPR in June 2022 is 1.72 electricity and the boiler is 1.68, the EPR in July 2022 on electricity is 1 .93 and the kettle is 1.92, the EPR in August is 1.98 electricity while the kettle EPR is 1.98, in September 2022 the electricity EPR is 2.14 while the kettle is 2.14, in October 2022 the electricity EPR is 2.44 while the kettle 2.45.The highest energy input used during the sugar production period in 2022 is sugarcane with an energy value generated of 431,885,993.55 MJ for electricity and 6,544,947,856.93 MJ for boilers. Based on EPR analysis, energy use in sugar production at PT Madubaru is still feasible.PT Madubaru adalah suatu perusahaan yang memproduksi gula pasir, spritus dan alkohol. Gula pasir merupakan produk utama yang dihasilkan PT Madubaru. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis efisiensi energi pada produksi gula pasir di PT Madubaru pada masa produksi tahun 2022. Analisis efisiensi energi pada produksi gula pasir menggunakan metode Energy Productivity Ratio (EPR) menunjukkan bahwa pada masa produksi tahun 2022 yang berjalan pada bulan Mei – Oktober 2022, EPR yang didapatkan pada bulan hingga Oktober 2022, menunjukkan nilai EPR listrik sebesar 1,2 hingga 2,44, sementara untuk ketel antara 1,68 hingga 2,45. Hasil EPR yang didapatkan pada masing-masing periode, yaitu pada bulan Mei 2022 dengan EPR pada listrik 1,2 sedangkan ketel 1,16, EPR bulan Juni 2022 yaitu listrik 1,72 dan ketel 1,68, EPR bulan Juli 2022 pada listrik 1,93 dan ketel 1,92, EPR bulan Agustus yaitu listrik 1,98 sementara itu EPR ketel 1,98, pada bulan September 2022 EPR listrik 2,14 sedangkan ketel 2,14, pada bulan Oktober 2022 EPR listrik 2,44 sedangkan ketel 2,45. Input energi tertinggi pada tahun 2022 dalam penggunaannya untuk produksi gula pasir yaitu tebu dengan nilai energi yang dihasilkan untuk energi listrik adalah 431.885.993,55 MJ dan 6.544.947.856,93 MJ untuk ketel. Berdasarkan analisis EPR, penggunaan energi pada produksi gula di PT Madubaru masih cukup layak untuk dijalankan
EMPTY NEST PADA LANSIA DITINJAU DARI TINGKAT GRATITUDE DI KARANGANYAR
The ederly is the last stage in human life. In this phase, the elderly experience a variety of life processes, one of them is empty nest. Children where leave the house cause them to feel empty. As a result, the elderly experience difficulties in their lives. The purpose of this study was to determine the effect of gratitude on loneliness in the elderly. Based on the literature review, the researchers determined the research hypothesis that there was a negative relationship between gratitude and loneliness. This research used quantitative methods and used quota sampling as a sampling technique. The subjects in this study were 54 elderly IPPK (Ikatan Purnakaryawan Pendidik dan Kebudayaan) members where live in the sub-district of Jumapolo. Research variables were measured using gratitude scale and empty nest scale. The obtained data were analyzed using simple product moment analysis. The results showed the value of correlation coefficient of = -0,352 p= 0,019 (p<0,01). It proved that there was a significant negative correlation between gratitude and empty nest in the elderly, so hypotheses presented in this study was received. Additional analysis using multiple regression analysis was used to test the influence between aspects of gratitude and empty nest. Based on the calculation results, a significance value of p = 0.69 (not significant) (p> 0.05) was obtained. The results of the multiple regression analysis show that there is no influence between the gratitude aspect and the empty nest.Lansia merupakan tahap terakhir dalam kehidupan manusia. Pada fase ini, lansia mengalami berbagai macam proses kehidupan, salah satunya adalah sarang kosong. Anak-anak yang meninggalkan rumah menyebabkan mereka merasa hampa. Akibatnya, lansia mengalami berbagai kesulitan dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasa bersyukur terhadap kesepian pada lansia. Berdasarkan kajian literatur, peneliti menetapkan hipotesis penelitian bahwa terdapat hubungan negatif antara rasa syukur dan kesepian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan quota sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Subyek dalam penelitian ini adalah 54 lansia anggota IPPK (Ikatan Purnakaryawan Pendidik dan Kebudayaan) yang berdomisili di Kecamatan Jumapolo. Variabel penelitian diukur dengan menggunakan skala gratitude dan skala empty nest. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi r_xy= -0,352 p= 0,019 (p<0,05). Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara rasa syukur dengan sarang kosong pada lansia, sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Analisis tambahan menggunakan analisis regresi ganda digunakan untuk menguji pengaruh antara aspek gratitude dengan empty nest. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai signifikansi p = 0,69 (tidak signifikan) (p> 0,05). Hasil analisis regresi ganda tersebut menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara aspek gratitude dengan empty nest
Pengetahuan dan Perilaku Pelajar SMP dan SMA di Jawa Timur terhadap Protokol Kesehatan 6M
Since 2019, the infectious disease Covid-19 has spread throughout the world. Schools have begun to hold limited face-to-face meetings. This study sought to identify a knowledge profile and behavior profile of middle and high school students in East Java toward 6M health protocols, as well as the relationship between age, knowledge score, and practice score, as well as a comparison of knowledge and behavior profile based on gender, education level, and class. This study used a cross-sectional study with accidental sampling and questionnaires to collect data from 743 respondents in 8 districts or cities in East Java. The Spearman, Mann-Whitney, and Kruskal-Wallis tests were used for statistical analysis. The results show that 80,5% of respondents have good knowledge, and more than 90% had positive behavior towards 6M health protocols. There was a significant correlation between age and knowledge score (p<0,05), age and behavior score (p<0,05), and knowledge score and behavior score (p<0,05). The study also discovered differences in knowledge and behavior scores based on gender, education level, and class.Penyakit menular Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia sejak 2019. Saat ini, sudah ada sekolah yang mulai mengadakan Pertemuan Tatap Muka terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil pengetahuan dan perilaku pelajar SMP dan SMA di Jawa Timur terkait protokol kesehatan 6M di sekolah, mengidentifikasi hubungan antara usia, nilai pengetahuan, dan nilai perilaku, dan mengidentifikasi perbedaan profil pengetahuan dan perilaku berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kelas. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling pada 743 responden di 8 kabupaten / kota di Jawa Timur menggunakan metode pengambilan data kuesioner. Analisis statistik dilakukan dengan uji Spearman, Mann-Whitney, dan Kruskal-Wallis. Dari hasil penelitian, sebanyak 80,5% responden memiliki pengetahuan yang baik dan lebih dari 90% responden berperilaku positif terhadap protokol kesehatan 6M. Ada korelasi bermakna antara usia dan skor pengetahuan (p<0,05), usia dan skor perilaku (p<0,05), dan skor pengetahuan dan skor perilaku (p<0,05). Ditemukan juga adanya perbedaan skor pengetahuan dan skor perilaku berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kelas
Pengujian Toksisitas Akut Minyak Atsiri Biji Pala pada Mencit Jantan (Mus musculus)
Nutmeg seed essential oil works as an antibacterial, antioxidant, antifungal and anti-inflammatory. It is not yet known the safety of using nutmeg seed essential oil as a medicine so it is necessary to carry out safety tests, namely acute toxicity tests. The purpose of this study was to determine the safety of nutmeg seed essential oil and determine the LD50 value, influence on body weight, behavioral changes and macropathology of mouse organs. Isolation of nutmeg seed essential oil using the steam distillation method. Nutmeg seed essential oil was analyzed using GS-MS. Acute toxicity test in this study used fixed dose method. The test animals used 30 male white mice were divided into 6 test groups, namely the placebo control group and the treatment group given nutmeg essential oil doses of 5, 50, 300, 2000 and 5000 mg / KgBB. The observation parameters of test animals include toxic symptoms, body weight, and organ macropathology. The analysis method used is one way ANOVA followed by Tukey's Post-Hoc test. The results showed that after giving nutmeg seed essential oil there were no significant toxic effects but could affect the body weight of mice. Macropathological observation of mouse organs in all groups looked normal and no damage to mouse organs resulted from the administration of test preparations. Thus, the LD50 essential oil of nutmeg seeds is pseudo ≥ 5000 mg/KgBB, including the classification of practically non-toxic.Minyak atsiri biji pala berfungsi sebagai antibakteri, antioksidan, antifungi dan antiinflamasi. Belum diketahui keamanan penggunaan minyak atsiri biji pala sebagai obat sehingga perlu dilakukan uji keamanan yaitu uji toksisitas akut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keamanan minyak atsiri biji pala serta mengetahui nilai LD50, pengaruh terhadap berat badan, perubahan perilaku dan makropatologi organ mencit. Isolasi minyak atsiri biji pala menggunakan metode destilasi uap. Minyak atsiri biji pala dianalisis menggunakan GS-MS. Uji toksisitas akut pada penelitian ini menggunakan metode fixed dose. Hewan uji yang digunakan 30 ekor mencit putih jantan dibagi menjadi 6 kelompok uji, yaitu kelompok kelompok plasebo dan kelompok perlakuan yang diberi minyak atsiri biji pala dosis 5, 50, 300, 2000 dan 5000 mg/KgBB. Parameter pengamatan hewan uji meliputi gejala toksik, berat badan, serta makropatologi organ. Metode analisis yang digunakan adalah one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post-Hoc Tukey.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian minyak atsiri biji pala tidak menyebabkan efek toksik yang bermakna tetapi dapat mempengaruhi berat badan mencit. Pengamatan organ mencit secara makropatologi pada semua kelompok terlihat normal dan tidak ada kerusakan organ mencit yang diakibatkan dari pemberian sediaan uji. LD50 minyak atsiri biji pala adalah semu ≥ 5000 mg/KgBB termasuk klasifikasi praktis tidak toksi
Analisis Pengaruh Pajak Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Dan Kota Di Indonesia
The purpose of this study is to obtain empirical evidence regarding the effect of hotel taxes, restaurant taxes, entertainment taxes and parking taxes on local revenue of regencies and cities in Indonesia. The population in this study is the financial statements of regencies and cities throughout Indonesia. The sampling technique uses purposive sampling method and obtained 998 samples during 2 years of observation. The source of data uses in this study is secondary data in the form of district and city financial report documents that have been audited by the Supreme Audit Agency (BPK). The results shows that hotel taxes, restaurant taxes, entertainment taxes, and parking taxes has a positive effect on local revenue. This shows that the level of revenue obtained from local taxes can affect local revenue.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan dan pajak parkir terhadap pendapatan asli daerah kabupaten dan kota di Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah laporan keuangan Kabupaten dan Kota yang ada diseluruh Indonesia. Teknik penentuan sampel menggunakan metode Purposive sampling dan diperoleh 998 sampel salama 2 tahun pengamatan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa dokumen laporan keuangan kabupaten dan kota yang sudah di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, dan pajak parkir berpengaruh positif terhadap pendapatan asli daerah. Hal ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya penerimaan yang diperoleh dari pajak daerah dapat mempengaruhi pendapatan asli daerah