Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
    892 research outputs found

    PENGARUH HARGA, VARIAN PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUMAN WISCO ICE (Survei Pada Konsumen Minuman Wisco Ice Di Surakarta)

    No full text
    The purpose of this study is to analyze the significance of the influence of price, product variants and promotions on purchasing decisions on Wisco Ice beverage consumers in Surakarta. This study uses a survey method, the types of data used are qualitative data and quantitative data, the data sources used are primary data and secondary data. The population in this study is Wisco Ice beverage consumers in Surakarta whose exact number is unknown. The number of samples studied was 100 people. The sample size was calculated using Leedy's formula. The sampling technique uses accidental sampling. Data collection methods used: questionnaires, observations and literature studies. Data analysis techniques used validity test, reliability test, classical assumption test, regression analysis. The results of the study concluded that price, product variants and promotions have a significant effect on purchasing decisions on Wisco Ice beverage consumers in Surakarta. The results of the determination coefficient obtained the result that the contribution of the influence given by price variables, product variants and promotions on the purchase decision of Wisco Ice beverage consumers in Surakarta was 74.6%, while the remaining 25.4% was influenced by other factors outside the variables studied, such as brand image, lifestyle, social media and product quality.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis signifikansi pengaruh harga, varian produk dan promosi terhadap keputusan pembelian pada konsumen minuman Wisco Ice di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode survei, jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif, sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini konsumen minuman Wisco Ice di Surakarta yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 100 orang. Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus Leedy. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan: kuesioner, observasi dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa harga, varian produk dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen minuman Wisco Ice di Surakarta. Hasil koefisien determinasi diperoleh hasil bahwa sumbangan pengaruh yang diberikan oleh variabel harga, varian produk dan promosi terhadap keputusan pembelian pada konsumen minuman Wisco Ice di Surakarta sebesar 74,6%, sedangkan sisanya sebesar 25,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang diteliti, misalnya citra merek, gaya hidup, media sosial dan kualitas produk

    Penerapan Lean Manufacturing Guna Mengurangi Waste dengan Metode Value Stream Mapping dan Waste Assessment Model Pada Home Industry Konveksi Warsito

    Full text link
    One of the home industry conventions warsito in the Pati area produces clothing products like pyjamas. This home industry is run by individuals or families on a small scale. Convex home industries often face the challenge of managing efficient production processes and meeting consumer expectations. Faced with such challenges, they often face problems of waste in the production process, such as excessive inventory, waiting times, unnecessary movements, and inefficient processes. Therefore, to eliminate such waste, the concept of lean manufacturing is needed. This research discusses waste reduction using the Value Stream Mapping (VSM) and Waste Assessment Model (WAM) methods. With this method, non-value added identification is produced through the process flow and the relationship of waste to each other. There are 2 largest wastes, namely waste defect and waste motion, which then require improvement proposals by analyzing the causes/root causes of the waste using a fishbone diagram. From this method, waste defect with a percentage of 20.452% and waste motion with a percentage of 16.16%. The improvement proposal for dealing with waste defects is to apply the 5s principle, group materials by type and color, schedule machine maintenance. At waste motion it is recommended to set the work position, use aids such as jig, quality control of materials, set a sewing machine calibration schedule.Salah satu home industry konveksi Warsito di daerah Pati menghasilkan produk pakaian seperti piyama. Home industry ini dijalankan oleh individu atau keluarga dalam skala kecil. Konveksi Warsito seringkali berhadapan dengan tantangan dalam mengelola proses produksi yang efisien dan memenuhi ekspektasi konsumen. Dalam menghadapi tantangan tersebut konveksi ini seringkali menghadapi masalah pemborosan dalam proses produksi, seperti inventaris yang berlebihan, waktu tunggu, pergerakan yang tidak perlu, dan proses yang tidak efisien. Oleh sebab itu untuk menghilangkan pemborosan tersebut diperlukan konsep lean manufacturing. Dalam penelitian ini membahas mengenai pengurangan pemborosan dengan metode Value Stream Mapping (VSM) dan Waste Assessment Model (WAM). Dengan metode ini dihasilkan identifikasi non value added melalui aliran proses dan hubungan waste satu sama lain. Adapun terdapat 2 waste terbesar adalah waste defect dan waste motion yang selanjutnya diperlukan usulan perbaikan dengan menganalisis penyebab/ akar permasalahan penyebab waste tersebut dengan menggunakan diagram tulang ikan. Dari metode tersebut waste defect dengan persentase sebesar 20,452% dan waste motion dengan persentase sebesar 16,16%. Usulan perbaikan untuk mengatasi waste defect adalah menerapkan prinsip 5s, mengelompokkan bahan berdasarkan jenis dan warna, menjadwalkan perawatan mesin. Pada waste motion direkomendasikan untuk mengatur posisi kerja, menggunakan alat bantu seperti jig, quality control terhadap bahan, menetapkan jadwal kalibrasi mesin jahit

    The Pemilihan Rute Distribusi Customer PT Java Agro Sari Berdasarkan Metode Algoritma Djikstra dan Saving Matrix

    No full text
    In customer distribution at PT Java Agro Sari, there are delays in delivery to customers. It even exceeds the accepted allowance time of 15 to 20 minutes. The purpose of this study is to determine the shortest distribution route so as to reduce delivery delays. In the delivery of PT Java Agro Sari's distribution to 13 customers A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K-L-M is divided into 2 routes, namely route 1 with customer A-B-C-D-E-F while route 2 with customer G-H-I-J-K-L-M which will determine the shortest distribution route. In determining the shortest distribution route using the Djikstra Algorithm and Saving Matrix methods, route 1 of the closest method of Djikstra Algorithm and Nearest Neighbor is obtained with the route sequence PT-A-C-E-F-D-B-PT with a total distance of 25.8 km. For route 2, the closest method is Algortima Djikstra with the route sequence PT-G-I-J-K-L-M-H-PT with a total distance of 46.1 km. From the research results, the methods that are more dominant in determining the shortest route are Djikstra Algorithm and Nearest Neighbor, PT Java Agro Sari should suggest modifications based on these methods to obtain the shortest distribution route so that it will save transportation costs which will affect profits for the company and make the price of its products more affordable because of the lower transportation costs.Dalam distribusi customer pada PT Java Agro Sari, terdapat keterlambatan dalam pengiriman ke customer. Bahkan melebihi waktu kelonggaran yang diterima yaitu 15 sampai 20 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan rute distribusi terpendek sehingga dapat mengurangi keterlambatan pengiriman. Dalam pengiriman distribusi PT Java Agro Sari ke 13 customer A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K-L-M dibagi menjadi 2 rute, yaitu rute 1 dengan customer A-B-C-D-E-F sedangkan rute 2 dengan customer G-H-I-J-K-L-M yang akan ditentukan rute distribusi terpendek. Dalam penentuan rute distribusi terpendek menggunakan metode Algoritma Djikstra dan Saving Matrix, diperoleh rute 1 metode terdekat Algoritma Djikstra dan Nearest Neighbor dengan urutan rute PT-A-C-E-F-D-B-PT dengan total jarak 25,8 km. Untuk rute 2 metode terdekat Algortima Djikstra dengan urutan rute  PT-G-I-J-K-L-M-H-PT dengan total jarak 46,1 km. Dari hasil penelitian metode yang lebih dominan dalam menentukan rute terpendek yaitu Algoritma Djikstra dan Nearest Neighbor, PT Java Agro Sari harus menyarankan modifikasi berdasarkan metode tersebut untuk memperoleh rute distribusi terpendek sehingga nantinya akan menghemat biaya transportasi yang nantinya akan mempengaruhi keuntungan bagi perusahaan dan membuat harga produknya lebih terjangkau karena harga transportasi yang lebih sedikit

    Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Masyarakat: Studi Kasus Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rejosari, Karanganyar, Jawa Tengah

    No full text
    Higher education plays a crucial role in developing quality human resources (HR) through the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, which includes education, research, and community service. Community Service Learning (CSL), or Kuliah Kerja Nyata (KKN) in Indonesian, is an integral part of this implementation, where students engage in community service activities. This study discusses the implementation of CSL in Rejosari Village, Karanganyar, Central Java, involving students from Setia Budi University Surakarta. The CSL activities aim to empower the local community and enhance interaction between higher education institutions, students, and the community. Before CSL implementation, location observation was conducted to understand the village's conditions. CSL activities cover various fields, including health, education, and social empowerment. Through activities such as health checks, social work, school outreach, teaching Islamic studies, healthy gymnastics, and establishing family medicinal gardens, CSL successfully makes positive contributions to the local community. The results indicate that CSL not only benefits the community but also enhances students' social and professional skills development. In conclusion, CSL is an effective instrument in strengthening the relationship between higher education institutions and the community, providing significant benefits to both parties involved.Perguruan tinggi memainkan peran penting dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian integral dari implementasi Tri Dharma tersebut, di mana mahasiswa terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Studi ini membahas pelaksanaan KKN di Desa Rejosari, Karanganyar, Jawa Tengah, yang melibatkan mahasiswa Universitas Setia Budi Surakarta. Kegiatan KKN dilakukan dengan tujuan memberdayakan masyarakat setempat dan meningkatkan interaksi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat. Sebelum pelaksanaan KKN, dilakukan observasi lokasi untuk memahami kondisi desa. Kegiatan KKN mencakup berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan sosial. Melalui kegiatan seperti pengecekan kesehatan, bakti sosial, sosialisasi di sekolah, mengajar ngaji, senam sehat, dan pembuatan taman obat keluarga, KKN berhasil memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat. Hasilnya menunjukkan bahwa KKN tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi mahasiswa dalam pengembangan keterampilan sosial dan profesional mereka. Kesimpulannya, KKN merupakan instrumen yang efektif dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak

    Peran Full Cost Recovery dalam Penentuan Tarif Desa Wisata: Studi Kasus pada BUMDes

    Full text link
    This study aims to analyze the tariff determination in Village Owned Enterprises (BUMDes) based on Full Cost Recovery  (FCR) methods and its impact on the rural community. The research was conducted in Tourism Village, Daerah Istimewa Yogyakarta, representing the implementation of BUMDes tariff policies. This study will explore the factors influencing tariff setting and examine the economic and social implications at the local community level in the context of a tourism-oriented village enterprise. By utilizing a Full Cost Recovery  approach, the research encompasses both direct and indirect costs associated with the services provided by the Village Owned Enterprises. The various factors that impact tariff setting, including operational costs, community expectations, and market demand. Additionally, it will evaluate the broader economic and social effects of these tariffs on the local population, assessing whether they enhance or hinder community well-being. By focusing on a tourism-centric village, this research seeks to provide a nuanced understanding of how Full Cost Recovery  principles can be effectively applied in rural settings. The findings are expected to contribute valuable insights into the tariff-setting processes within similar communities and inform policymakers on strategies to balance economic sustainability with social equity.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penentuan tarif pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berdasarkan metode Full Cost Recovery (FCR) dan dampaknya terhadap masyarakat desa. Penelitian dilakukan di Desa Wisata, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mewakili implementasi kebijakan tarif BUMDes. Penelitian ini akan mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan tarif dan mengkaji implikasi ekonomi dan sosial di tingkat masyarakat lokal dalam konteks usaha desa yang berorientasi pada pariwisata. Dengan menggunakan pendekatan Full Cost Recovery, penelitian ini mencakup biaya langsung dan tidak langsung yang terkait dengan layanan yang disediakan oleh BUMDes. Berbagai faktor yang mempengaruhi penetapan tarif, termasuk biaya operasional, ekspektasi masyarakat, dan permintaan pasar. Selain itu, studi ini juga akan mengevaluasi dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas dari tarif ini terhadap penduduk setempat, menilai apakah tarif tersebut meningkatkan atau menghambat kesejahteraan masyarakat. Dengan berfokus pada desa yang berpusat pada pariwisata, penelitian ini berupaya memberikan pemahaman yang bernuansa tentang bagaimana prinsip-prinsip Pemulihan Biaya Penuh dapat diterapkan secara efektif di daerah pedesaan. Temuan-temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga mengenai proses penetapan tarif di masyarakat yang serupa dan memberikan informasi kepada para pembuat kebijakan mengenai strategi untuk menyeimbangkan keberlanjutan ekonomi dengan kesetaraan sosial

    Perancangan Mesin Penggiling Jagung Menggunakan Metode Axiomatic House Of Quality (AHOQ)

    Full text link
    The high production yield in the agricultural sector is undoubtedly related to the processing of agricultural products. Currently, the community in Sinarsabungan Village still prefers selling whole corn instead of corn flour, including the Sinta Uli Farmers' Group. However, in general, corn flour is more expensive than whole corn because it is more nutritious and used for direct consumption or as a higher-quality raw material for animal feed. Therefore, a milling machine is needed to facilitate the farmer group members in corn milling. Subsequently, data collection in the form of the voice of the customer was conducted through observations, interviews, and questionnaire surveys. Through this research, a corn milling machine was designed using the Axiomatic House of Quality (AHOQ) method, which can be used by the farmer group as an appropriate technology in the agricultural sector. The design parameters were obtained from the AHOQ mapping, which included using sieves with fineness levels of 40 mesh, 80 mesh, and 100 mesh. The machine was driven by a 6.5 hp gasoline-powered engine with a shaft rotation of 3250 rpm and utilized a drive wheel. Subsequently, the design was created using Solidworks software. The resulting design was then developed into a product and subjected to testing. The results showed that the milling machine was capable of producing a milling capacity of up to 70,092 kg/hour, and the milling output met customer requirements. The equipment was constructed using iron material with a weight of 60 kg.Produktivitas hasil pertanian harus selaras dengan pengolahan yang tepat untuk meningkatkan nilai tambah produk. Di Desa Sinarsabungan, petani cenderung menjual jagung pipil daripada tepung jagung, meskipun harga tepung jagung lebih tinggi karena penggunaannya sebagai bahan utama pakan ternak. Kelompok Tani Sinta Uli menghadapi tantangan dalam pengolahan jagung menjadi tepung, sehingga diperlukan alat penggiling yang dapat mempermudah proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah mesin penggiling jagung yang dapat digunakan oleh kelompok tani sebagai teknologi tepat guna di sektor pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah Axiomatic House of Quality (AHOQ), yang memungkinkan perancangan mesin berdasarkan kebutuhan pelanggan dan spesifikasi teknis. Dari pemetaan AHOQ, ditentukan design parameter mesin yang meliputi penggunaan saringan dengan tingkat kehalusan 40 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh; mesin penggerak dengan tenaga 6.5 hp berbahan bakar bensin; putaran poros 3250 rpm; dan roda penggerak untuk mobilitas. Desain mesin kemudian divisualisasikan menggunakan aplikasi SolidWorks sebelum direalisasikan menjadi produk fisik dan diuji coba. Hasil uji coba menunjukkan bahwa mesin penggiling yang dikembangkan mampu menghasilkan kapasitas gilingan hingga 70,092 kg/jam dengan kualitas tepung jagung yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan pelanggan. Mesin ini menggunakan material besi dengan berat total 60 kg, menjadikannya alat yang kokoh dan efektif untuk digunakan oleh kelompok tani

    Webinar Kolaborasi Mahasiswa Prodi S2 Farmasi Dengan Pc Iai Kabupaten Morowali “Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Teknologi Nano dan Pelayanan Obat Bahan Alam di Apotek”

    No full text
    Traditional medicine has become an integral part of public healthcare over its long history of use. Although globally recognized, traditional medicine requires further research to validate its safety and efficacy. Many medicinal plants have therapeutic potential in in vitro studies but do not yield the same results in in vivo studies due to various factors such as low bioavailability and degradation of active compounds. Therefore, more in-depth studies are needed to develop effective and safe natural medicine formulations. The provision of natural medicine services in pharmacies is also crucial in providing appropriate access and accurate information to the public. However, the lack of knowledge about traditional medicine among pharmacists poses challenges in delivering optimal services. In an effort to address this issue, a collaborative webinar involving pharmacy practitioners and community members was held. The results showed a significant improvement in participants' understanding of the development of natural medicine and services in pharmacies. Evaluation indicated participant satisfaction with the event, affirming the success of the activity in increasing awareness and knowledge of traditional medicine. Thus, this webinar activity makes a meaningful contribution to expanding awareness and knowledge of nano-based traditional medicine and natural medicine services in pharmacies.Obat tradisional telah menjadi bagian penting dalam perawatan kesehatan masyarakat seiring dengan sejarah panjang penggunaannya. Meskipun diakui secara global, pengobatan tradisional memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi keamanan dan efektivitasnya. Banyak tanaman obat yang memiliki potensi terapeutik dalam uji in vitro, tetapi tidak menunjukkan hasil yang sama dalam uji in vivo karena berbagai faktor, seperti bioavailabilitas rendah dan degradasi senyawa aktif. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang lebih mendalam untuk mengembangkan obat bahan alam yang efektif dan aman dalam bentuk sediaan. Pelayanan obat bahan alam di apotek juga merupakan bagian penting dalam memberikan akses yang tepat dan informasi yang akurat kepada masyarakat. Namun, kurangnya pengetahuan tentang obat tradisional di kalangan apoteker menimbulkan tantangan dalam memberikan pelayanan yang optimal. Dalam upaya mengatasi masalah ini, sebuah webinar kolaboratif diadakan dengan melibatkan praktisi farmasi dan anggota masyarakat. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang pengembangan obat bahan alam dan pelayanan di apotek. Evaluasi menyatakan kepuasan peserta terhadap acara, menegaskan keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang obat tradisional. Dengan demikian, kegiatan webinar ini memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya memperluas wawasan dan pengetahuan tentang obat tradisional berbasis teknologi nano serta pelayanan obat bahan alam di apotek

    "Pengabdian Perguruan Tinggi melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dayu, Karanganyar, Jawa Tengah: Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

    No full text
    Higher education plays a crucial role in developing quality human resources (HR) through the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, including the Community Service Program (KKN) as a form of service to the community. The KKN activity in Dayu Village, Karanganyar, Central Java, is a tangible implementation of the community service pillar within the Tri Dharma. Before conducting KKN activities, students conduct surveys to directly understand the village's conditions. The KKN activity took place from January 16 to February 11, 2023. The implementation method of KKN includes various activities such as tutoring for children in TPA, study guidance, participation in posyandu for toddlers and the elderly, religious activities, as well as various health socialization and community development programs. Additionally, there were economic strengthening activities through the creation of logos for local SMEs and product promotion through social media. Socialization about the use of antibiotics, proper handwashing practices, and the introduction of various types of traditional medicines also became the focus of activities. The results of this KKN show the community's enthusiasm to participate and support the implemented programs. Despite challenges, spirit and cooperation successfully overcome these obstacles. KKN in Dayu Village not only provides direct benefits to the community but also provides valuable experiences for students in applying the knowledge learned in higher education to enhance the welfare and development of the local community.Perguruan tinggi memegang peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan KKN di Desa Dayu, Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan implementasi nyata dari pilar pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma tersebut. Sebelum melaksanakan kegiatan KKN, mahasiswa melakukan survei untuk memahami kondisi desa secara langsung. Kegiatan KKN dilaksanakan dari 16 Januari hingga 11 Februari 2023. Metode pelaksanaan KKN mencakup berbagai kegiatan, seperti pendampingan TPA anak-anak, bimbingan belajar, partisipasi dalam posyandu balita dan lansia, kegiatan keagamaan, serta berbagai program sosialisasi kesehatan dan pengembangan masyarakat. Selain itu, terdapat kegiatan penguatan ekonomi melalui pembuatan logo untuk UMKM lokal serta promosi produk melalui media sosial. Sosialisasi mengenai penggunaan antibiotik, praktik cuci tangan yang benar, serta pengenalan jenis-jenis obat tradisional juga menjadi fokus kegiatan. Hasil dari KKN ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi serta memberikan dukungan terhadap program-program yang dilaksanakan. Meskipun terdapat kendala, semangat dan kerjasama berhasil mengatasi hambatan tersebut. KKN di Desa Dayu tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat lokal

    Pemanfaatan Limbah Belimbing Wuluh, Kulit Jeruk, dan Bayam sebagai Sumber Asam Organik: Studi Konsentrasi Asam dan Potensi sebagai Agen Reduktor

    Full text link
    Fruit and vegetable waste contains organic acids that can still be utilized, offering new potential as reducing agents in environmentally friendly chemical applications. The samples used in this study include Averrhoa bilimbi, orange peel, and spinach waste, known to contain organic acids. This study aims to optimize the extraction process of organic acids from these samples and identify their potential as reducing agents. The method involves drying and dissolving the waste samples, which were dried at 60°C and then disbanded in aquabidest with varying times and temperatures. The concentration of organic acids was analyzed using alkalimetry and permanganometry to measure total acids and reduce acids. The results show that variations in dissolution time and temperature influence the concentration of dissolved organic acids in the waste samples. The highest concentration was achieved at a dissolution time of 90 minutes and a temperature of 60°C, with concentrations decreasing at longer times and higher temperatures. Qualitative identification indicates that Averrhoa bilimbi and spinach contain oxalic and ascorbic acids, while orange peel contains citric and ascorbic acids. These findings highlight the potential of these samples as reducing agents, especially under optimal dissolution conditions.Limbah buah dan sayuran mengandung asam organik yang masih dapat dimanfaatkan, menawarkan potensi baru sebagai agen reduktor dalam aplikasi kimia ramah lingkungan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi limbah belimbing wuluh, kulit jeruk, dan bayam, yang diketahui mengandung asam organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pelarutan asam organik dari sampel-sampel tersebut serta mengidentifikasi potensinya sebagai agen reduktor. Penelitian ini menggunakan metode pengeringan dan pelarutan limbah belimbing wuluh, kulit jeruk, dan bayam. Sampel dikeringkan pada suhu 60°C, lalu dilarutkan dalam akuabides dengan variasi waktu dan suhu. Konsentrasi asam organik dianalisis secara alkalimetri dan permanganometri untuk mengukur asam total dan asam reduktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu dan suhu pelarutan memengaruhi konsentrasi asam organik yang terlarut dari sampel limbah. Konsentrasi tertinggi dicapai pada waktu pelarutan 90 menit dan suhu 60°C, di mana waktu dan suhu yang melebihi batas ini justru menurunkan konsentrasi asam terlarut. Identifikasi kualitatif menunjukkan bahwa belimbing wuluh dan bayam mengandung asam oksalat dan asam askorbat, sementara kulit jeruk mengandung asam sitrat dan asam askorbat. Data ini menegaskan potensi sampel sebagai agen reduktor, terutama pada kondisi pelarutan optimal

    Perbaikan Postur dan Fasilitas Kerja Menggunakan Metode Biomekanika dan Niosh Pada PT XYZ

    Full text link
    PT XYZ is a private company engaged in freight forwarding, there are several problems that cause its workers to experience discomfort in special body areas caused by non-optimal work positions and lack of adequate facilities in the loading and unloading process. The purpose of this study was to determine the dominant injuries experienced by workers, proposals for improving work posture, and proposed facility designs for loading and unloading workers. The methods used Biomechanics and NIOSH with the help of 3D SSPP applications. This study examines the posture of workers, proposals for improving work posture, and proposals for the design of work facilities. This research was conducted because there were complaints from workers who often experienced injuries. From the results of this study, it was found that the most common injuries experienced by workers who carry out loading and unloading are in the back area and the lower part of the arm. The results of improved suggestions related to work posture show that the resulting angle is 50 degrees on the palm, 43 degrees on the forearm, 58 degrees on the upper arm, 49 degrees on the back, 57 degrees on the abdomen, and 21 degrees on the thigh can reduce the risk of injury. In addition, the proposed improvement of facilities is that the use of hand trolleys can also reduce the risk of injury and can increase worker productivity.PT XYZ merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang ekspedisi pengiriman barang, terdapat beberapa masalah yang menyebabkan pekerjannya mengalami rasa tidak nyaman di area tubuh khusus yang di akibatkan oleh posisi kerja yang tidak optimal dan kurangnya fasilitas yang memadai dalam proses bongkar muat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cidera dominan yang dialami para pekerja, usulan perbaikan postur kerja, dan usulan rancangan fasilitas pada pekerja bongkar muat. Metode yang digunakan Biomekanika dan NIOSH dengan bantuan aplikasi 3D SSPP. Pada penelitian ini meneliti postur tubuh pekerja, usulan perbaikan postur kerja, serta usulan rancangan fasilitas kerja. Penelitian ini dilakukan karena terdapat keluhan dari para pekerja yang sering mengalami cidera. Dari hasil penelitian ini, ditemukan bahwa cidera yang paling umum dialami oleh para pekerja yang melakukan bongkar muat adalah pada daerah punggung dan bagian bawah lengan. Hasil dari saran perbaikan terkait postur kerja menunjukkan bahwa sudut yang dihasilkan adalah 50 derajat pada telapak tangan, 43 derajat pada lengan bawah, 58 derajat pada lengan atas, 49 derajat pada punggung, 57 derajat pada bagian perut, dan 21 derajat pada paha dapat mengurangi resiko terjadinya cidera. Selain itu, saran perbaikan fasilitas yang diajukan adalah penggunaan trolley tangan juga dapat mengurangi resiko cidera serta dapat meningkatkan produktivitas pekerja

    768

    full texts

    892

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇