Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
Analisis Penerapan Activity Based Costing dalam Perhitungan Biaya Distribusi Saluran di PT. X
PT. X adalah produsen perlengkapan kecantikan dan kosmetik. Sekarang ini, biaya pada supply chain dirasa meningkat, dan pihak manajemen berkeyakinan bahwa kenaikan biaya di rantai pasok ini dapat dikaitkan dengan naiknya penjualan, tapi mereka yakin bahwa faktor-faktor lain ada yang perlu ditangani. PT. X memasok produknya dengan tiga saluran berbeda: retail, convenient store dan mass merchant. Penerapan metode Activity Based Costing (ABC) ini dilakukan dengan tujuan untuk menghitung setiap biaya pada masingmasing aktivitas dengan dasar alokasi yang berbeda untuk masing-masing distribusi channel berdasarkan aktivitas sebenarnya. Sehingga dengan mencari faktor yang mempengaruhi biaya supply chain dan dilakukan pengolahan menggunakan metode ABC, maka dapat menghasilkan nilai profit yang dapat digunakan untuk menilai persentase kontribusi sebenarnya tiap saluran. Dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa distribusi convenient store sebenarnya tidak menghasilkan profit yang signifikan, sehingga saluran ini bisa tidak digunakan lagi oleh perusahaan dalam keputusan distribusi barangnya. Dengan demikian akan diperoleh akumulasi profit yang lebih besar dan dapat menurunkan biaya pada supply chain PT. X
EFFECT OF KNOWLEDGE LEVEL TO QUALITY OF LIFE WITH DRUG USE COMPLIANCE AS INTERMEDIATE VARIABLE AT RHEUMATOID ARTHRITIS PATIENTS IN OUTPATIENT PHARMACY DEPO Dr. MOEWARDI HOSPITAL SURAKARTA
Prevalensi rheumatoid arthritis di berbagai negara termasuk Indonesia meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup seperti asupan makanan, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan obat-obatan. Peningkatan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat diharapkan dapat mempengaruhi peningkatan kualitas hidup pasien rheumatoid arthritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kualitas hidup dengan kepatuhan penggunaan obat sebagai variabel antara.
Penelitian menggunakan metode cross sectional, dengan survey untuk melihat pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kualitas hidup dan kepatuhan penggunaan obat sebagai variabel antara. Penilaian pengetahuan menggunakan ACREU RAKQ, penilaian kepatuhan menggunakan MMAS-8 dan penilaian kualitas hidup menggunakan The AIMS2-SF. Data yang diambil adalah data tingkat pengetahuan, kepatuhan penggunaan obat dan kualitas hidup dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan path analysis.
Subyek yang diperoleh dalam penelitian sejumlah 30 pasien rheumatoid arthritis. Hasil kuesioner tingkat pengetahuan yaitu didapatkan 13 responden (43,33%) yang memiliki pengetahuan tinggi. Hasil kuesioner kepatuhan penggunaan obat yaitu didapatkan 14 responden (46,67%) yang memiliki kepatuhan sedang. Hasil kuesioner kualitas hidup yaitu didapatkan 16 responden (53,33%) yang memiliki kualitas hidup sedang. Pengaruh signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kualitas hidup dengan kepatuhan penggunaan obat sebagai variabel antara dengan nilai estimasi atau besaran persentase pengaruh 79%, artinya kepatuhan penggunaan obat berpengaruh signifikan.The prevalence of rheumatoid arthritis in various countries including Indonesia is increasing in line with lifestyle changes such as food intake, obesity, lack of physical activity, and drugs. Increased knowledge and adherence to drug use is expected to affect the improvement of the quality of life of patients with rheumatoid arthritis. The purpose of this study was to determine the effect of knowledge level on quality of life with drug adherence as a variable.
This study using cross sectional method with survey to see effect level of knowledge on quality of life and compliance of drug use as intermediate variable. Knowledge assessment using ACREU RAKQ, compliance assessment using MMAS-8 and quality of life evaluation using The AIMS2-SF. To take the data of knowledge, drug usage compliance and quality of life used questionnaire and data analyzed used path analysis.
The subjects obtained in the study were 30 patients with rheumatoid arthritis. The result level of knowledge questionnaire that is obtained 13 respondents (43,33%) who had high knowledge. Result of medication compliance questionnaire that is obtained 14 respondents (46,67%) who had moderate compliance. The result quality of life questionnaire that is obtained 16 respondents (53,33%) who had a quality of life is. The signficant influence between the level of knowledge on the quality of life with the compliance of drug use as a variable between the estimated value or the percentage of influence 79%, the meaning is drug use compliance significantly
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) terhadap Klebsiella pneumoniae
Klebsiella pneumoniae is one of the pathogens which are gram negative bacteria andthat causes pneumonia. Treatment of Klebsiella pneumoniae bacterial infection is performedthrough the use of antibiotics. The phenomenon of resistance has encouraged the search fornatura-based antimicrobials where one of the plants with antibacterial potency is suruhan(Peperomia pellucida L. Kunth).The purpose of this study was to determine the antibacterial activity, the value of theMinimum Inhibitory Concentration (MIC) and the Minimum Killer Concentration (KBM) from theleaf extract of suruhan leaves on Klebsiella pneumoniae using a liquid dilution method. Theextraction method used in this study was maceration. The extract obtained tested with aconcentration of 100%; 50%; 25%; 12.5%; 6.25%; 3.125%; 1.562%; 0.781%; 0.391% and0.195% (v / v).The results showed that leaf extract had antibacterial activity against Klebsiellapneumoniae with a KBM value of 25%.Klebsiella pneumoniae merupakan salah patogen yang merupakan bakteri gramnegative penyebab penyakit pneumonia. Pengobatan infeksi bakteri Klebsiella pneumoniaedilakukan melalui penggunaan antibiotik. Fenomena resistensi telah mendorong pencarianantimikroba berbasis natura dimana salah satu tanaman yang mempunyai potensi besarsebagai antibakteri adalah suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri, nilaiKonsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dari ekstrakdaun suruhan terhadap Klebsiella pneumoniae menggunakan metode dilusi cair. Metodeektraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan maserasi. Ekstrak yang diperolehkemudian diujikan dengan konsentrasi 100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%; 1,562%;0,781%; 0,391% dan 0,195% (v/v).Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun suruhan mempunyai aktivitas antibakteriterhadap Klebsiella pneumoniae dengan nilai KBM sebesar 25%
Studi Inkompatibilitas Parenteral dan Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Surakarta
Intravenous admixtures is a process of admixtures sterile drugs with sterile intravenous solutions to produce a sterile preparation aimed at intravenous use. The scope of intravenous admixtures is to dissolve or reconstitute sterile powders, prepare simple intravenous injections, and prepare complex intravenous injections. Identification and evaluation of incompatibility events in the drug dispensing stage in the hospital aims to determine incompatibility events, know the prescription patterns of intravenous preparations, know the process of drug dispensing, determine the effect of pharmacist ability on incompatibility events, find out the incompatibility with outcome therapy, and incidence of incompatibility on antibiotic use. This research needs to be done because incompatibility is a high risk problem in a hospital.
The study used experimental studies, namely to provide an understanding of the effect of quantitative incompatibility and observational studies to determine the incidence of antibiotic incompatibility. The samples used were inpatients in the hospital, excluding hemodialysis patients and labor patients. Data retrieval is done retrospectively, to obtain qualitative data and prospectively, to obtain quantitative data.
The results of this study obtained the greatest antibiotic use was Ceftriaxone with NaCl solvents. Incompatibility occurring at 19.5% includes chemical and physics incompatibility. This study concluded that there was no significant relationship between the use of antibiotics and the incidence of incompatibility.Pencampuran sediaan intravena merupakan suatu proses pencampuran obat steril dengan larutan intravena steril untuk menghasilkan suatu sediaan steril yang bertujuan untuk penggunaan intravena. Ruang lingkup dari intravenous admixtures adalah pelarutan atau rekonstitusi serbuk steril, penyiapan suntikan intravena sederhana, dan penyiapan suntikan intravena kompleks. Penelitian indentifikasi dan evaluasi kejadian inkompatibilitas tahap dispensing obat di rumah sakit bertujuan untuk mengetahui kejadian inkompatibilitas, mengetahui pola peresepan sediaan intravena,mengetahui proses rekostitusi (dispensing) obat, mengetahui pengaruh kemampuan farmasis pada kejadian inkompatibilitas, mengetahui hubungan inkompatibilitas dengan outcome terapi, dan kejadian inkompatibilitas pada penggunaan antibiotika.
Penelitian menggunakan studi eksperimen, yaitu memberikan mengetahui pengaruh inkompatibilitas secara kuantitatif dan studi observasional untuk mengetahui kejadin inkompatibilitas antibiotika. Sampel yang digunakan yaitu pasien rawat inap di Rumah sakit , tidak termasuk pasien hemodialisa dan pasien persalinan. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif, untuk mendapatkan data kualitatif dan secara prospektif, untuk mendapatkan data kuantitatif.
Hasil penelitian ini diperoleh penggunaan antibiotika terbesar adalah Ceftriaxone dengan pelarut NaCL. Inkompatibilitas yang terjadi sebesar 19,5% meliputi inkompatibilitas kimia dan Fisika. Penelitian ini dapat disimpulkan tidak ada hubungan bermakna antara penggunaan antibiotika dengan kejadian inkompatibilitas
Aktivitas Fraksi Nonpolar dari Ekstrak Etanol Akar Dadangkak (Hydrolea spinosa L.) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Jantan yang Diinduksi Aloksan
The roots of Dadangkak (Hydrolea spinosa L.) empirically have been used by Kalimantan people to cure diabetes. The purpose of this research is to examine the effect of fractions ratio from ethanol extract.
The research started from extraction of the roots of Dadangkak (250 grams) by materation using ethanol. From that extraction yielded 16.62 grams of ethanol extract. Ethanol extract had been fractionated with n-hexane and petroleum ether. The antidiabetic assay using 20 Wistar mice that had been divided into 4 groups : Aquadest 2 ml/200 grams of weight is given to the first group, Glibencalmide 0.45 mg/kg BW is given to the second group, n-hexane fraction 100 mg/kg BW is given to the third group and petroleum eter 100 mg/kg BW is given to the forth group. Before all of groups had been given treatments, the mice had been induced by Aloxan 150 mg/kg BW intraperitoneally. The forth day after being induced, mice also given control and fractions treatments for 7 days perorally. The measurement of blood glucose level had been done at the first, forth, and twelfth day after being induced using Gluco-DR. The blood glucose level had been tested by SPSS with 95% confidence level.
The result of this research showed the average of blood glucose level by the n-hexane fraction is 189,8 ± 13,59 mg/dL and petroleum ether is 437,6 ± 8,98 mg/dL. n-hexane fraction could decrease the blood glucose level of mice significantly (sig<0.05) compared to the control group. On the other side, the giving of petroleum ether fraction is not showing the decrease of blood glucose level significantly (sig>0.05).Akar Dadangkak (Hydrolea spinosa L) secara empiris digunakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan sebagai obat antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes fraksi nonpolar dari ekstrak etanol akar dadangkak.
Penelitian dimulai dengan ekstraksi akar dadangkak (250 gram) secara maserasi dengan etanol, diperoleh ekstrak etanol (16,62 g). Ekstrak etanol difraksinasi dengan n-Heksan dan Petroleum Eter. Uji antidiabetes menggunakan tikus wistar jantan 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok Perlakuan. Kelompok I diberi akuades 2 mL/200 g BB ; kelompok II diberi Glibenklamid 0,45 mg/kgBB ; Kelompok III diberi fraksi n-heksan 100 mg/kg BB dan kelompok IV diberi fraksi Petroleum eter 100 mg/kg BB. Sebelum diberi perlakuan, tikus diinduksi Aloksan dengan dosis 150 mg/kg BB secara intraperitoneal. Hari ke-4 setelah induksi, tikus diberi perlakuan kontrol dan fraksi-fraksi selama 7 hari secara peroral. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-1, 4 dan 12 menggunakan Gluco-DR. Kadar glukosa darah diuji dengan SPSS taraf kepercayaan 95 %.
Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata penurunan glukosa darah oleh fraksi n-heksan adalah 189,8 ± 13,59 mg/dL dan fraksi petroleum eter adalah 437,6 ± 8,98 mg/dL. Fraksi n-heksan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus secara signifikan (sig<0.05) dibandingkan terhadap kelompok kontrol. Sedangkan pemberian fraksi Petroleum eter tidak menujukkan penurunan glukosa darah yang signifikan (sig>0.05)
Pengaruh Ekstrak Bawang Merah (Allium ascalonicum L) terhadap Bilangan Peroksida Pada Penggunaan Berulang Minyak Goreng Kelapa Sawit
Minyak merupakan zat makanan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Penggunaan berulang minyak goreng kelapa sawit akan mengalami kerusakan apabila mengalami pemanasan berulang, kontak dengan air, udara, dan logam. Kerusakan minyak dapat dicegah dengan menambahkan antioksidan, karena senyawa antioksidan ini dapat menghambat proses kerusakan minyak terutama oksidasi. Penelitian ini menggunakan ekstrak bawang merah sebagai antioksidan alami.
Minyak goreng kelapa sawit sebelum digunakan untuk penggorengan ditetapkan sebagai kontrol tanpa penyimpanan 24 jam (P0) dan dengan penyimpanan 24 jam (P024). Minyak goreng kelapa sawit digunakan untuk menggoreng tempe dengan pengulangan penggorengan pertama, kedua, dan ketiga. Perlakuan yang diberikan dengan penambahan ekstrak bawang merah dan tanpa ekstrak bawang merah. Penetapan bilangan peroksida pada penggunaan berulang minyak goreng kelapa sawit dilakukan dengan metode Iodometri.
Hasil penelitian diperoleh bilangan peroksida pada minyak goreng kelapa sawit sebagai kontrol tanpa penyimpanan 24 jam (P0) dan Kontrol dengan penyimpanan 24 jam (P024) adalah 1,79 mek O2/kg dan 2,92 mek O2 /kg, selanjutnya pada perlakuan minyak goreng kelapa sawit tanpa ekstrak bawang merah pada P1, P2, P3 adalah 9,72 mek O2 /kg, 11,11 mek O2 /kg, 12,35 mek O2 /kg, sedangkan pada perlakuan minyak goreng kelapa sawit dengan penambahan ekstrak bawang merah pada P1, P2, P3 adalah 5,29 mek O2 /kg, 6,63 mek O2 /kg, 9,19 mek O2 /kg. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang nyata antara minyak goreng kelapa sawit tanpa penambahan ekstrak bawang merah dandengan penambahan ekstrak bawang merah
Perhitungan Usia Kehamilan Berdasarkan Pengukuran Tinggi Fundus Uteri dengan Hari Pertama Haid Terakhir di BPS Farida Yuliani Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto
Hubungan besarnya rahim dan tuanya kehamilan penting untuk diketahui karena kemungkinan penyimpangan kehamilan seperti hamil ganda, hamil mola hidatidosa, hamil dengan hidramnion yang akan teraba lebih besar. Penelitian ini dilakukan untuk evaluasi hasil perhitungan usia kehamilan berdasarkan pengukuran tinggi fundus uteri dengan HPHT.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, dengan desain study survey. Variabel dalam penelitian ini adalah perhitungan usia kehamilan berdasarkan pengukuran tinggi fundus uteri dengan HPHT. Populasi yang diambil semua ibu hamil trimester II dan III yang berkunjung di BPS Farida Yuliani Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto sejumlah 33 orang dan sampelnya sebanyak 33 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability samping dengan cara pengambilan total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Mei – 31 Juli 2018. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi yang menggunakan data sekunder yaitu dari Rekam Medik dan instrument yang digunakan adalah check list. Data diolah serta disajikan dalam bentuk prosentase tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perhitungan usia kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri posisi lutut lurus sesuai dengan usia kehamilan berdasarkan hari pertama haid terakhir yaitu 18 responden (54.55 %). Simpulan dalam penelitian ini adalah hasil perhitungan usia kehamilan berdasarkan pengukuran tinggi fundus uteri posisi lutut lurus sesuai dengan hari pertama haid terakhir serta ada hubungan antara gravida dengan ketepatan pengukuran tinggi fundus uteri. Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil, khususnya pada saat pengukuran tinggi fundus uteri menggunakan metode pengukuran yang lebih akurat.
Kata Kunci : Usia Kehamilan, Tinggi Fundus Uteri, Hari Pertama Haid Terakhi
Pengaruh Permainan Puzzle terhadap Kreativitas Anak Prasekolah (4-5 tahun) di TK Al-Kholifah Selorejo – Jombang
Kemampuan kognitif berperan penting dalam perkembangan kreativitas. Kemampuan kreativitas akan menentukan bagaimana materi yang diberikan dapat ditangkap untuk digunakan. Bermain puzzle dapat merangsang peningkatan kemampuan kreativitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bermain puzzle terhadap kreativitas anak prasekolah (4-5 tahun).
Penelitian ini dilakukan metode Quasi eksperimen dengan rancangan non equivalent kontrol group. Jumlah sampel yang digunakan adalah 34 responden. Variabel independen adalah bermain puzzle sedangkan variabel dependen adalah kreativitas anak prasekolah (4-5 tahun). Penelitia ini dilakukan dengan pemberian bermain puzzle setiap hari sebelum pelajaran dimulai selama 10 menit. Setelah bermain puzzle paling besar responden kelompok kontrol memiliki kreativitas pada tingkat rendah yaitu sebanyak 9 responden (53%) sedangkan kelompok perlakuan yang paling kecil pada level tinggi yaitu 9 responden (53%). Hasil uji statistik dengan taraf signifikansi (α) = 0,05 didapatkan p = 0,00 dimana p < α maka H diterima artinya 1 ada pengaruh bermain puzzle terhadap kreativitas anak prasekolah (4-5 tahun). Bermain puzzle dapat merangsang peningkatan kreativitas dengan pemberian terapi bermain puzzle secara teratur. Karena stimulus yang diberikan akan menentukan bagaimana perkembangan kreativitas anak nantinya. Diharapkan jadi bahan kajian pada perkembangan anak mengenai pengaruh bermain puzzle terhadap kreativitas anak prasekolah dan sebagai pedoman dalam memberikan health education (HE) tentang jenis permainan yang sesuai dengan usia anak.
Kata Kunci : Permainan Puzzle, Kreativita
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura Linn.) dan Daun Sirsak (Anonna muricata Linn.) Metode DPPH (2,2-diphenyl-1- picrilhidrazyl)
Daun kersen dan daun sirsak merupakan tanaman serta dapat digunakan menjadi obat. Daun kersen memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Daun sirsak memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan sebagai antioksidan untuk menghambat radikal bebas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun kersen dan ekstrak daun sirsak dan dibandingkan dengan bentuk tunggal keduanya dalam menangkal radikal bebas. Penelitian dilakukan sejak bulan Februari sampai Juli 2018 di B2P2TOOT Tawangmangu dan LaboratoriumKimia STIKES Nasional. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan teknik quota sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi daun kersen dan daun sirsak 2:1 memiliki nilai IC sebesar 6,9126 50 ppm dan dikategorikan sangat kuat. Nilai IC bentuk tunggal daun kersen sebesar 15,9999 ppm dan dikategorikan 50 sangat kuat. Bentuk tunggal daun sirsak sebesar 116,5376 ppm dan dikategorikan sedang. Kombinasi daun kersen dan daun sirsak 1:1 sebesar 28,1075 ppm termasuk dalam kategori sangat kuat. Kombinasi daun kersen dan daun sirsak 1:2 sebesar 28,4886 dan dikategorikan sangat kuat. Aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun kersen dan daun sirsak sangat kuat dibandingkan bentuk tunggal keduanya. Kombinasi ekstrak daun kersen dan ekstrak daun sirsak 2:1 memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Kata kunci: antioksidan, daun kersen, daun sirsak, quota sampling, DPP
Analisis Keminatan Mahasiswa dalam Memilih Dosen Mengajar Menggunakan Metode SAW
Keminatan mahasiswa dalam memilih dosen pengajar ini dapat menyebabkan kesenjangan jumlah kelas sehingga ada yang overload dan ada yang kurang, tetapi hal ini sudah diantisipasi dengan quota kelas. Keminatan pemilihan dosen mengajar oleh mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor, untuk itu perlu dilakukan analisis faktor yang mempengaruhi keminatan mahasiswa dalam memilih dosen pengajar, sehingga dari hasil analisis tersebut dapat digunakan sebagai informasi bagi dosen untuk melakukan evaluasi dan pengembangan diri. Sehingga institusi dapat memberikan dukungan untuk proses tersebut. Analisis faktor yang dilakukan menggunakan metode SAW (Simple Additive Weight) sehingga dapat diketahui faktor yang paling mempengaruhi bagi mahasiswa dalam keminatan pemilihan dosen pengajar mata kuliah sehingga dapat digunakan sebagai evaluasi. Faktor analisis yang digunakan adalah faktor proses pembelajaran dosen, pemberian materi oleh dosen, evaluasi hasil belajar oleh dosen, ketertiban dosen, perencanaan dosen. Hasil yang diperoleh dari analisis yang dilakukan terhadap studi kasus yaitu keminatan mahasiswa terhadap pemilihan dosen mengajar dipengaruhi oleh faktor kriteria evaluasi hasil belajar oleh dosen pada sub kriteria dosen transparan dan tidak pelit dalam memberikan penilaian pada mahasiswa