EJournal Universitas Kanjuruhan Malang
Not a member yet
4061 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Media Power Point Berbasis Audio Visual Menggunakan Google Classroom Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Materi pembelajaran, informasi, konsep, prosedur, dan keterampilan semuanya dapat diajarkan kepada siswa dengan menggunakan presentasi PowerPoint audio-visual yang menggabungkan suara dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bagaimana prestasi belajar siswa berbeda ketika media PowerPoint berbasis audio-visual digunakan dibandingkan ketika tidak digunakan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negri 2 Wagir selama tahun ajaran 2020–2021, yang melibatkan semua siswa kelas VIII. Kelas VIII B dan Kelas VIII C terdiri dari sampel penelitian yang berjumlah 60 siswa, dengan 30 siswa di kelas VIII B yang berperan sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa di kelas VIII C yang berperan sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel secara acak klaster digunakan sebagai metode pengambilan sampel. Setelah menggunakan Google Classroom dengan pembelajaran daring dan materi PowerPoint berbasis audio-visual, data prestasi belajar dikumpulkan. Kami menggunakan uji-t independen untuk menilai data. Penggunaan media power point dengan komponen audio-visual meningkatkan prestasi belajar siswa, menurut temuan penelitian. Kesimpulan penelitian adalah bahwa penggunaan materi PowerPoint berdampak pada kinerja akademik siswa
Pengaruh Laboratorium Virtual Olabs dan Motivasi Belajar Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa
Tujuan penelitian ini, yaitu 1) untuk mengetahui adanya perbedaan pemahaman konsep yang belajar menggunakan laboratorium virtual olabs dan konvensional, 2) untuk mengetahui adanya perbedaan pemahaman konsep siswa yang memiliki motivasi tinggi dan motivasi rendah, 3) untuk mengetahui adanya interaksi antara laboratorium virtual olabs dan motivasi belajar terhadap pemahaman konsep siswa. Jenis penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan model penelitian Pretest-Posttest Control Grup Design. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI SMAN I Arjasa semester genap tahun ajaran 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik porpusive sampling. Sampel penelitian ini menggunakan 100 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data motivasi belajar menggunakan angket dan data pemahaman konsep menggunakan soal objektif dengan menggunakan analisis uji T-test dan uji anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada perbedaan pemahaman konsep yang belajar menggunakan laboratorium virtual olabs dan konvensional, 2) ada perbedaan pemahaman konsep siswa yang memiliki motivasi tinggi dan motivasi rendah, 3) ada interaksi antara laboratorium virtual olabs dan motivasi belajar terhadap pemahaman konsep siswa
Penerapan Inkuiri Terbimbing Berbasis Etonosains untuk Eksplorasi Pemahaman Konsep dan Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kualitas proses penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis etnosains untuk eksplorasi pemahaman konsep dan meningkatkan prestasi belajar siswa, 2) pemahaman konsep siswa dengan menggunakan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing, 3) peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah observasi, tes pilihan ganda dan essay. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMP swasta di kota Malang pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP. Teknik pengambilan data menggunakan tes pemahaman konsep dan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis Etnosains ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, pemahaman konsep dan prestasi belajar siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery dan Keterampilan Proses Sains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Materi Tekanan
Abstrak. Tujuan dari penelitian ini ada tiga: pertama, untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis siswa berbeda antara model Konvensional dan Guided Discovery; kedua, membandingkan kemampuan berpikir kritis siswa antara yang memiliki keterampilan proses sains tinggi dan rendah; dan ketiga, untuk mengetahui apakah keterampilan berpikir kritis siswa dipengaruhi oleh interaksi antara model Penemuan Terbimbing dan keterampilan proses sains. Penelitian ini menggunakan desain kontrol pre-and post-test dan bersifat kuantitatif; ini juga merupakan eksperimen semu. Populasi penelitian adalah siswa dari keenam kelas VIII SMPN 2 Wagir (VIIIA sampai VIIIF) pada tahun ajaran 2023–2024. Ada upaya yang disengaja untuk memilih sampel yang representatif. Ada total 64 siswa dalam penelitian ini; 32 orang berpartisipasi dalam kelompok eksperimen model penemuan terbimbing dan 32 orang berpartisipasi dalam kelompok konvensional sebagai kontrol. Informasi yang dikumpulkan untuk penelitian ini berasal dari dua sumber: pretest-posttest dan data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kemampuan berpikir kritis dan proses ilmiah peserta. Lembar observasi metode saintifik dan ujian tertulis kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan soal esai dan analisis varian dua arah merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Kemampuan berpikir kritis siswa berbeda antara model konvensional dan model penemuan terbimbing, namun tidak terdapat perbedaan antara siswa yang memiliki keterampilan proses sains tinggi dan rendah. Terakhir, penelitian tidak menemukan interaksi antara model penemuan terbimbing dan keterampilan proses sains terhadap kemampuan berpikir kritis siswa
VITALITAS BAHASA MADURA : TINJAUAN AWAL DALAM PEMERTAHANAN BAHASA IBU PENDUDUK MADURA DI SURABAYA
Surabaya, as a multi-ethnic city, was chosen as the research area. Javanese is the language widely used, and Madurese is the minority language in Surabaya. Madurese is part of the multilingualism that exists in Surabaya. This research focuses on the domains affecting Madurese language communication and vitality in Surabaya. This is a quantitative descriptive study using questionnaire instruments. The research results show that the vitality of the Madurese language is not in a safe scale, but rather in a vulnerable scale. Madurese language usage is low in domains such as population mobility, language transmission between generations, use in communication with government, use in education, bilingualism, religion, and language documentation.
Keywords : language vitality, Madurese language, language maintenance.Surabaya sebagai kota multietnis dipilih sebagai daerah penelitian. Bahasa Jawa sebagai bahasa yang banyak digunakan dan Madura sebagai bahasa minoritas di Surabaya. Bahasa Madura merupakan bagian dari multiligualisme yang ada di Surabaya. Penelitian ini berfokus pada domain yang mempengaruhi komunikasi dan vitalitas bahasa Madura di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitalitas bahasa Madura tidak dalam skala aman, melainkan dalam skala rentan. Penggunaan bahasa Madura rendah pada ranah seperti mobilitas penduduk, transmisi bahasa antar generasi, penggunaan dalam komunikasi dengan pemerintahan, penggunaan di ranah pendidikan, kedwibahasaan, agama dan pendokumentasian bahasa.
Kata Kunci : vatalitas bahasa, bahasa Madura, pemertahanan bahasa
Physics science literacy profile using local wisdom-based instrument and profile of Pancasila students in particle dynamic
The science literacy profile of students in Banjarmasin City has not been fully identified. Therefore, the purpose of this study is to analyse the physics science literacy profile using local wisdom-based instruments and the Pancasila learner profile of high school students in Banjarmasin City. This type of research is quantitative research with purposive sampling technique with a total of 106 students in three high schools in Banjarmasin City. Data were obtained through surveys and analysed descriptively using the Rasch model in the Winstep application. Based on the research, it was found that the science literacy of high school students in Banjarmasin City was categorised as sufficient due to low interest in reading, low analytical skills of students, low knowledge of educators about science literacy, and the lack of evaluation tools that develop science. So it is concluded that the profile of high school physics science literacy in Banjarmasin City is categorised as sufficient
A rasch model approach to gender-based thermal concept analysis in East Java high schools
This research analyzes high school students\u27 understanding of thermal concepts in East Java, focusing on identifying gender-based differences and misconceptions. A descriptive survey with a non-experimental cross-sectional design was conducted using the Thermal Concept Evaluation (TCE) instrument, distributed via Google Forms to 171 students (94 females and 77 males). Data were analyzed using the Rasch model with Winsteps software, providing a detailed diagnosis of student ability levels and item difficulties. The findings revealed significant misconceptions about thermal conductivity and thermal equilibrium, which were challenging for both genders. Male students demonstrated better comprehension of heat transfer and temperature change, while female students showed a slightly higher understanding of boiling concepts. Practical implications include the need for targeted instructional strategies, such as inquiry-based and problem-based learning, incorporating hands-on experiments and technology-based tools like simulations to visualize abstract thermal phenomena. Policymakers and educators are encouraged to adopt conceptual-based curricula, improve laboratory facilities, and provide teacher training programs to address misconceptions and bridge gender gaps in thermal physics education. These strategies aim to enhance students\u27 understanding and prepare them for advanced applications in science and technology
Low Carbon Virtual Lab (LCVL) on electricity to empower sustainability literacy of junior high school students
Electricity is a conceptual and complicated physics subject, hence technological integration is required to help understanding. Using the ADDIE development research approach, this study will investigate how the design, practicality, and characteristics of Low Carbon Virtual Lab (LCVL) media might empower students\u27 sustainability literacy. The LCVL was built using low carbon education values and sustainability literacy indicators to test student abilities through quizzes and discussion topics. The feasibility of LCVL was rated as very good. Material experts scored 96.59%, media experts scored 86.98%, and language experts scored 95.60% (very feasible). The teacher and student response test to LCVL also yielded an overall average, with student responses of 91% and instructor responses of 82.41%. LCVL possesses the following characteristics: (1) an interactive digital simulation media, (2) packed in the form of a website link, (3) user-friendly, (4) utilized to empower students\u27 sustainability literacy, and (5) the concept of electrical material supplied is combined with low carbon education. Thus, LCVL is appropriate for use in the learning process to improve students\u27 sustainability literacy
Kesalahan Penalaran Multiplikatif Siswa SMK dalam Menyelesaikan Masalah
Penelitian ini mendalami kesalahan penalaran multiplikatif yang dialami oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menyelesaikan masalah matematika. Melalui pendekatan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui tes kemampuan penalaran multiplikatif dan dilanjutkan dengan wawancara kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMK menyelesaikan masalah secara berbeda dengan siswa yang lainnya dan memanfaatkna pengalaman atau pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Implikasi temuan ini mencerminkan perlunya penelusuran mendalam terkait pengalaman atau pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dalam menyelesaikan suatu masalah sehingga dapat memberikan dukungan khusus untuk meningkatkan penalaran multiplikatif siswa
Belajar Etika Budaya: Menakar Kesantunan dan Kepercayaan Diri Mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepercayaan diri mahasiswa dalam menyimak Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan kesadaran mereka terhadap kesantunan berbahasa. Data diperoleh melalui dua instrumen berupa skala kepercayaan diri menyimak dan skala kesadaran kesantunan yang diberikan kepada mahasiswa BIPA dari tiga level: dasar, menengah, dan mahir. Uji normalitas dan analisis non-parametrik Kruskal-Wallis digunakan untuk menguji perbedaan antar level, sedangkan analisis korelasi dan regresi diterapkan untuk mengeksplorasi hubungan antarvariabel. Hasil menunjukkan tidak terdapat korelasi signifikan antara kepercayaan diri menyimak dan kesadaran kesantunan, dengan indikasi adanya fenomena overconfidence pada pemelajar dengan skor kepercayaan diri tinggi tetapi kesadaran kesantunan rendah. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengajaran secara eksplisit tentang norma kesopanan dan nilai budaya Indonesia dalam pembelajaran BIPA. Implikasi pedagogis disoroti, khususnya integrasi pelatihan pragmatik ke dalam kurikulum BIPA guna menghasilkan komunikator yang fasih sekaligus beretika