EJournal Universitas Kanjuruhan Malang
Not a member yet
4061 research outputs found
Sort by
Dinamika Moral Pekerja Gig di Era Digital: Studi Prekariat di Tangerang Selatan
Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika pekerja gig economy di Kota Tangerang Selatan dengan menelaah tantangan dan peluang yang dihadapi dalam era ekonomi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap 30 pekerja gig di tujuh kecamatan, yakni Pamulang, Ciputat, Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat Timur, dan Setu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pekerja gig mengalami ketidakpastian kerja, terbatasnya akses jaminan sosial, serta ketidakadilan dalam sistem kerja berbasis algoritma. Mayoritas tidak memiliki kontrak kerja formal, sehingga rentan terhadap eksploitasi dan tidak memperoleh perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Sistem algoritma platform digital yang tidak transparan sering merugikan pekerja dalam pembagian order dan besarnya potongan komisi. Di sisi lain, ekonomi digital memberikan peluang berupa fleksibilitas waktu, peningkatan pendapatan, dan pengembangan keterampilan. Pekerja dapat mengatur waktu kerja sesuai kebutuhan pribadi serta memperoleh tambahan penghasilan melalui kerja lembur atau order ekstra. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi inklusif serta perlindungan sosial yang memadai, sekaligus peningkatan transparansi sistem platform digital, agar pekerja gig dapat menikmati haknya dan berkontribusi optimal dalam perekonomian digital. Kebijakan publik yang tepat sangat penting untuk mendukung kesejahteraan pekerja
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Komunikasi Matematika
Pembelajaran Discovery Learning mempunyai banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa. Komunikasi merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki oleh siswa sebab, dengan komunikasi yang baik, siswa dengan cepat memahami apa yang dijelaskan oleh guru. Tujuan penelitian adalah bagimana penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan komunikasi matematika pada SMPS Batu Payung kecamatan Lewolema Kota Larantuka Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan presentase meningkatkan komunikasi matematika siklus I sebesar 25,93% pada siklus II sebesar 92,59% mengalami tuntas belajar. Pemberian tes pada siklus II mengalami peningkatan karena pemberian tes dengan materi yang sama pada siklus I yaitu materi bentuk aljabar. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan komunikasi matematika. Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut (1) Pendahuluan, (2) Penyajian materi, (3) Pembentukan kelompok, (4) diskusi kelompok, (5) Persentasi kelompok, (6) Evaluasi
Optimalisasi Pelaporan Keberlanjutan di Sektor Publik Indonesia: Strategi Mitigasi Perubahan Iklim
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam implementasi pelaporan keberlanjutan di sektor publik Indonesia sebagai salah satu paya mengatasi isu perubahan iklim. Melalui kajian literatur, penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi penerapan pelaporan keberlanjutan, seperti kurangnya standar yang jelas, kompleksitas pengukuran, dan resistensi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan keberlanjutan memiliki potensi besar untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kinerja organisasi sektor publik. Namun, diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah, pengembangan kapasitas, dan harmonisasi standar pelaporan untuk mengatasi tantangan yang ada. Penerapan prinsip-prinsip good governance dapat menjadi pondasi kuat dalam mendukung praktik pelaporan keberlanjutan di sektor publik Indonesia. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah untuk mewajibkan seluruh instansi sektor publik menyusun laporan keberlanjutan dengan menggunakan standar yang jelas dan indikator pengukuran yang komprehensif
The THE EFFECT OF AUTONOMOUS LEARNING BASED ON CHATGPT BASED AUTONOMOUS LEARNING ON IMPROVING STUDENTS\u27 DIVERGENT THINKING
This study is motivated by the importance of developing students\u27 divergent thinking skills in the Society 5.0 era through the use of technology. The purpose of the study was to measure the effect of ChatGPT-based Autonomous Learning on improving students\u27 Divergent Thinking skills. This study applies a quantitative methodology, specifically in a pre-experimental design that uses a measurement pattern before and after treatment on one group of research subjects. The research sample consisted of 32 students of SMP Negeri 8 Yogyakarta who were selected using accidental sampling techniques. The results of the study showed a significant increase in divergent thinking skills, as evidenced by an increase in the average score from 83.906 (pre-test) to 86.625 (post-test) with a significance value of 0.000 (p <0.05). The study concluded that the application of ChatGPT-based autonomous learning is effective in improving students\u27 divergent thinking skills, but it needs to be balanced with supervision and understanding of academic ethics to minimize the negative impacts of technology use.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengembangkan kemampuan berpikir divergen siswa di era Society 5.0 melalui pemanfaatan teknologi. Tujuan penelitian adalah mengukur pengaruh Autonomous Learning berbasis ChatGPT terhadap peningkatan kemampuan Divergent Thinking peserta didik. Studi ini menerapkan metodologi kuantitatif, spesifik pada desain pre-eksperimental yang menggunakan pola pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan pada satu kelompok subjek penelitian. Sampel penelitian terdiri dari 32 peserta didik SMP Negeri 8 Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan berpikir divergen, dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata dari 83,906 (pre-test) menjadi 86,625 (post-test) dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa penerapan autonomous learning berbasis ChatGPT efektif meningkatkan kemampuan berpikir divergen peserta didik, namun perlu diimbangi dengan pengawasan dan pemahaman etika akademik untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan teknologi.
Kata kunci: Autonomous learning, ChatGPT, Berpikir Divergen, Society 5.
Penerapan Data Mining pada Algoritma Multiple Linear Regression dalam Peramalan Harga Emas
Gold, a precious metal, is highly favored for its ease of maintenance and low risk of loss, making it a popular investment choice. However, gold prices are subject to fluctuations influenced by factors such as the dollar exchange rate, market demand and supply, and monetary crises. Understanding these fluctuations is crucial for investors to minimize losses and maximize profits. The dataset, sourced from Investing.Com, spans from January 2019 to December 2024 and includes 1548 records with five attributes. The error rate was evaluated using Root Mean Square Error (RMSE) and Mean Absolute Percentage Error (MAPE). This study aims to forecast gold prices using the Multiple Linear Regression algorithm, with the K-Fold Cross Validation method applied to enhance model accuracy. The results show RMSE and MAPE values of 695.7909 and 0.27%, respectively, indicating that the Multiple Linear Regression algorithm is effective in predicting gold prices.Emas merupakan logam mulia yang banyak digemari oleh masyarakat karena perawatannya yang mudah. Emas juga banyak digunakan untuk berinvestasi karena emas resiko kerugiannya tergolong kecil. Namun harga emas mengalami flukturasi yang disebabkan oleh nilai tukar dollar, permintaan dan penawaran pasar serta krisis moneter. Hal itu menyebabkan pelaku investasi harus mengetahui naik turunnya harga emas agar mengurangi kerugian dan memaksimalkan keuntungan. Data yang digunakan diambil dari website Investing.Com dari Januari 2019 – Desember 2024 berjumlah 1548 data, dengan 5 atribut dengan evaluasi tingkat kesalahan yang digunakan adalah Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan harga emas menggunakan algoritma multiple linear regression serta pengaruh penerapan metode validasi K-Fold Cross Validation. Hasil dari penelitian ini adalah nilai RMSE dan MAPE masing masing sebesar 695.7909 dan 0.27% membuktikan bahwa algoritma regresi linier berganda dianggap mampu untuk memprediksi harga emas
Analisis Sentimen, Grab Indonesi Analisis Sentimen Grab Indonesia Pada Ulasan Google Play Store Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Dan SVM
This study uses the Naïve Bayes and Support Vector Machine (SVM) algorithms to analyze the sentiment of user reviews on the Grab Indonesia app on the Google Play Store. Web scraping was used to gather the review data, which was then processed through a number of stages, such as tokenization, letter modification, the elimination of unnecessary words, and weighting using the TF-IDF approach. The findings of the investigation demonstrate that SVM performs better in classifying positive and negative sentiments and has a greater accuracy (93%) than Naïve Bayes (92%). But in terms of computational efficiency, Naïve Bayes continues to lead the field. This study sheds light on how well both algorithms do sentiment analysis on Indonesian mobile appsPenelitian ini menggunakan algoritma Naïve Bayes dan Support Vector Machine (SVM) untuk menganalisis sentimen ulasan pengguna pada aplikasi Grab Indonesia di Google Play Store. Web scraping digunakan untuk mengumpulkan data ulasan, yang kemudian diproses melalui beberapa tahap, seperti tokenisasi, modifikasi huruf, penghilangan kata-kata yang tidak perlu, dan pembobotan menggunakan pendekatan TF-IDF. Temuan dari investigasi tersebut menunjukkan bahwa SVM memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengklasifikasikan sentimen positif dan negatif serta memiliki akurasi yang lebih besar (93%) dibandingkan Naïve Bayes (92%). Namun dalam hal efisiensi komputasi, Naïve Bayes terus memimpin. Penelitian ini menjelaskan seberapa baik kedua algoritma tersebut melakukan analisis sentimen pada aplikasi mobile Indonesia
Nilai Budaya Seloko Adat Melayu Jambi sebagai Bahan Ajar Berbasis Profil Pelajar Pancasila
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya dalam Seloko Adat Melayu Jambi yang dapat digunakan sebagai bahan ajar muatan lokal berbasis Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Seloko Adat Melayu Jambi, dengan sumber data berasal dari masyarakat Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Informan terdiri dari tokoh adat, Tua-Tua Tengganai, dan pemuka masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi rekaman, catatan lapangan, wawancara, dan observasi partisipatif. Data dianalisis menggunakan teknik Model Alir Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima nilai budaya utama: Ketaqwaan (hubungan manusia dengan Tuhan) sebagai implementasi dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; Gotong Royong (hubungan manusia dengan masyarakat) sebagai implementasi Dimensi Gotong Royong dan Kebhinekaan Global; Pelestarian Alam (hubungan manusia dengan alam) sebagai implementasi Dimensi Kreatif dan Bernalar Kritis; Tolong Menolong (hubungan manusia dengan masyarakat) sebagai implementasi Dimensi Gotong Royong; serta Kerja Keras (hubungan manusia dengan manusia lain) sebagai implementasi Mandiri dan Kreatif. Nilai-nilai budaya ini relevan sebagai bahan ajar untuk pembentukan karakter siswa sesuai Profil Pelajar Pancasila
Project Based Learning Terintegrasi Profil Pelajar Pancasila: Implementasi Nilai Karakter Bernalar Kritis
Pembelajaran berbasis proyek dan profil pelajar pancasila merupakan komponen utama dalam kurikulum merdeka. Nilai karakter bernalar kritis sesuai dengan pembelajaran pada abad ke 21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami perspektif guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek dengan profil pelajar pancasila nilai karakter bernalar kritis. Metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Partisipannya adalah guru kelas 5 sekolah dasar (SD) di Lubuklinggau. Guru diberikan kuesioner, diikuti dengan wawancara. Peneliti menggunakan data collection sebagai alat utama. Sebagai sumber daya pendukung, peneliti menggunakan wawancara, catatan lapangan, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan proyek yang terdapat pembelajaran IPAS pada kurikulum merdeka sangat banyak dan tidak relevan dengan jumlah jam pelajaran yang tersedia. Kesimpulan dalam studi ini adalah Semua stakeholder harus berkolaborasi untuk memahami, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan menindaklanjuti pembelajaran proyek dengan nilai karakter bernalar kritis. Kendala mengimplementasikan proyek dengan profil bernalar kritis harus disadari semua pemangku kepentingan untuk berkolaborasi untuk memahami, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan menindaklanjuti pembelajaran proyek dengan profil pelajar pancasila nilai karakter bernalar kritis
Penguatan Karakter Komunikasi Politik Berbasis Ideologi Politik Partai
Penelitian ini mengkaji permasalahan karakter komunikasi politik sejauh mana ideologi politik tercermin dalam komunikasi politik para kader. Sehingga perlu untuk melakukan penguatan karakter komunikasi politik yang sesuai dengan prinsip dan nilai perjuangan partai. Maka, akan menimbulkan potensi perbedaan antara komunikasi politik kader partai di tingkat pusat dengan realitas yang terjadi di daerah. Tujuan penelitian melihat nilai-nilai Ideologis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, karakter komunikasi politik berbasis ideologi dapat diterapkan secara efektif dalam konteks partai politik, dan Bentuk-bentuk penguatan karakter komunikasi politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dikenal sebagai partai nasionalis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. In-depth interview dengan narasumber pengurus dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, akademisi (pengamat politik), dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Hasil penelitian menunjukkan penguatan karakter komunikasi politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berdasarkan nilai ideologis partai mencakup penguatan identitas nasionalisme, politik kerakyatan, dan keadilan sosial bagi keberpihakan pada wong cilik mencirikan ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan Marhaenisme. Kesimpulan penelitian ini memberikan gambaran upaya menjaga kesinambungan nilai-nilai ideologis partai dan karakter komunikasi politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Peran Dinas Perdagangan Dalam Pengawasan Terhadap Overclaim Produk Kosmetik
Pengawasan terhadap overclaim produk kosmetik menjadi tantangan besar di era digital, seiring maraknya perdagangan daring dan pesatnya inovasi pemasaran. Overclaim-klaim berlebihan tanpa dasar ilmiah-dapat menyesatkan konsumen dan membahayakan kesehatan masyarakat. Studi ini membahas peran Dinas Perdagangan dalam pengawasan produk kosmetik di pasar konvensional dan digital, menyoroti tantangan utama seperti kurangnya regulasi spesifik untuk platform digital, keterbatasan sumber daya pengawas, serta sulitnya penegakan hukum terhadap pelaku overclaim. Selain itu, penelitian ini mengulas pentingnya kolaborasi antara Dinas Perdagangan, BPOM, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Dinas Kesehatan, serta platform e-commerce dalam menanggulangi peredaran produk kosmetik ilegal dan overclaim. Melalui inspeksi rutin, patroli siber, edukasi, serta operasi gabungan, pengawasan dapat berjalan lebih efektif. Namun, tantangan seperti volume transaksi digital yang tinggi dan celah regulasi masih memerlukan solusi inovatif, seperti pembaruan regulasi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapasitas pengawasan. Kolaborasi lintas sektor terbukti dapat menekan peredaran produk kosmetik overclaim dan ilegal, meningkatkan perlindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan industri kosmetik nasional yang sehat dan berdaya saing. Temuan ini menegaskan perlunya sinergi kebijakan, penguatan regulasi, dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem perdagangan kosmetik yang aman dan transparan