Publikasi Jurnal Universitas Islam 45
Not a member yet
3461 research outputs found
Sort by
Analysis of Building Information Modeling (BIM) Implementation in Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) Works on the Success of Construction Projects
The construction industry has an important role in global infrastructure development, with Building Information Modeling (BIM) an increasingly important innovation to improve efficiency, collaboration and project quality. The transformation of the construction industry that is developing from Industrial Revolution 4.0 to Society 5.0 requires the use of technology that takes advantage of the connection between humans and digital systems. Even though BIM offers great potential in the construction sector, its implementation in Mechanical, Electrical and Plumbing (MEP) work still faces major challenges such as communication barriers, communications and the risk of delays which affect the final project results. The aim of this research is to identify the factors that influence the successful implementation of BIM in MEP work, as well as the benefits and barriers that arise in the field. The analysis method used is factor, namely a multivariate statistical technique that groups mutually inhibiting variables into main factors that can influence the effectiveness of BIM implementation. The research results show that the application of BIM to MEP work provides benefits to the quality of MEP project management, MEP project performance and operational efficiency of MEP work. BIM implementation also has obstacles caused by policy factors, organizational factors and knowledge factors in implementing BIM in MEP work. The Human Resources (HR) readiness factor is the main aspect that influences the success of implementing BIM in MEP work
Pengaruh Variasi Sudut Pahat HSS pada Proses Pembubutan Terhadap Kekasaran dan Kekerasan Baja AISI 1045 Dengan Media Pendingin Dromus
Permukaan yang dihasilkan dari proses pembubutan memiliki peran signifikan terhadap kinerja suatu produk, khususnya dalam aspek gesekan, keausan, dan sistem pelumasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut pahat HSS (High Speed Steel) sebesar 60°, 75°, dan 80° terhadap kekasaran dan kekerasan permukaan baja AISI 1045 (HQ 760) menggunakan media pendingin Dromus. Proses pembubutan dilakukan dengan kedalaman makan 1 mm dan kecepatan putaran tetap sebesar 460 rpm, diikuti pengujian kekasaran menggunakan alat uji TR200 Portable Roughness Tester dan pengujian kekerasan menggunakan Rockwell Hardness Tester. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sudut pahat 60° menghasilkan kekasaran permukaan tertinggi dengan rata-rata 3,745 μm, sementara sudut 75° dan 80° menghasilkan permukaan yang lebih halus, masing-masing dengan nilai rata-rata 3,115 μm dan 3,129 μm. Dalam pengujian kekerasan, sudut pahat 80° memberikan nilai kekerasan tertinggi sebesar 37,50 HRC, disebabkan oleh distribusi tekanan yang merata dan peningkatan suhu selama pembubutan yang memengaruhi struktur mikro baja. Sebaliknya, sudut pahat 60° menghasilkan kekerasan mendekati material awal sebesar 34,70 HRC. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang optimasi sudut pahat dalam proses pembubutan untuk menghasilkan karakteristik permukaan yang diinginkan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variasi parameter lain seperti kecepatan putaran, media pendingin, dan kedalaman makanPermukaan yang dihasilkan dari proses pembubutan memiliki peran signifikan terhadap kinerja suatu produk, khususnya dalam aspek gesekan, keausan, dan sistem pelumasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut pahat HSS (High Speed Steel) sebesar 60°, 75°, dan 80° terhadap kekasaran dan kekerasan permukaan baja AISI 1045 (HQ 760) menggunakan media pendingin Dromus. Proses pembubutan dilakukan dengan kedalaman makan 1 mm dan kecepatan putaran tetap sebesar 460 rpm, diikuti pengujian kekasaran menggunakan alat uji TR200 Portable Roughness Tester dan pengujian kekerasan menggunakan Rockwell Hardness Tester. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sudut pahat 60° menghasilkan kekasaran permukaan tertinggi dengan rata-rata 3,745 μm, sementara sudut 75° dan 80° menghasilkan permukaan yang lebih halus, masing-masing dengan nilai rata-rata 3,115 μm dan 3,129 μm. Dalam pengujian kekerasan, sudut pahat 80° memberikan nilai kekerasan tertinggi sebesar 37,50 HRC, disebabkan oleh distribusi tekanan yang merata dan peningkatan suhu selama pembubutan yang memengaruhi struktur mikro baja. Sebaliknya, sudut pahat 60° menghasilkan kekerasan mendekati material awal sebesar 34,70 HRC. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang optimasi sudut pahat dalam proses pembubutan untuk menghasilkan karakteristik permukaan yang diinginkan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variasi parameter lain seperti kecepatan putaran, media pendingin, dan kedalaman maka
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI ANAK YANG BERESIKO STUNTING
This research examines the implementation of a supplementary feeding program (PMT) for children at risk of stunting in Seberang Ulu 1 District, using Edward III's Implementation Theory, which addresses communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. A qualitative case study approach was used, involving detailed interviews with health workers, posyandu cadres, and parents, alongside field observations and document analysis. The study finds that human resources, such as health instructors and posyandu cadres, are effectively utilized, and community engagement is high with mostly positive feedback. However, there is a small group of individuals who do not fully grasp the program’s benefits, highlighting a need for better public education. Overall, the program is operating effectively, though it faces challenges including limited budget, insufficient equipment, and some bureaucratic inefficiencies. To enhance the program’s impact, recommendations include improving resource allocation, streamlining bureaucratic processes, and increasing public education efforts to ensure a broader understanding and participation
OPTIMALISASI PENGELOLAAN KEUANGAN DESA UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : STUDI KASUS DESA PASIRTALAGA
The Village Fund in Indonesia launched in 2015 through the policy of Village Law No. 6/2014 provides a strong impetus for villages to independently manage their financial resources to achieve inclusive, prosperous, and environmentally friendly development. This study aims to analyse how village financial management can be optimised to support sustainable development. The theory used is sustainable development which consists of three main pillars, namely economic, social, and environmental, developed by the Brundtland Commission (1987). This research uses a qualitative approach with a case study method that aims to explore efforts to optimise village financial management in supporting sustainable development in Pasirtalaga Village. The case study was chosen because it provides an in-depth description of the local dynamics of village financial management that is unique and specific to the context of Pasirtalaga Village. The results showed that optimised village financial management can improve the efficiency of allocating funds to development projects that can improve the economy, increase social welfare and maintain sustainability
Pengenalan Olahraga Panjat Tebing bagi Guru PJOK Sekolah Dasar Se-Kecamatan Cibitung
Pengenalan olahraga panjat tebing salah satu pogram yang dituangkan kepada masyarakat melalui aplikasi Zoom dengan target peserta Guru Sekolah Dasar Se-Kecaramatan Cibitung. Panjat Tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing adalah salah satu dari sekian olahraga alam bebas dan adalah salah satu unsur dari memanjat gunung yang tidak dapat dilakukan dengan teknik berjalan kaki tetapi harus memakai peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk dapat melewatinya. Penambahan wawasan baru bagi guru sekolah dasar terhadap Panjat Tebing menjadi salah tujuan dalam program KKN ini. Metode yang digunakan yaitu metode pelatihan yang terbagi menjadi 3 tahap yaitu orientasi, implementasi, dan evaluasi. Tahap pertama yaitu orientasi, dalam tahap ini panitia melakukan pendataan peserta mulai dari menyebarkan surat undangan, pamflet serta mendata peserta yang mengikuti kegiatan ini yang berasal dari guru pendidikan jasmani dalam lingkup Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Comparison of Seismic Performance of L-Shaped Multi-Story Structures with Eccentrically Braced Frame and Friction Dampers
At the stage of planning the design of an asymmetric multi-story structure, the seismic performance of the structure must be considered, especially in earthquake prone areas. A structure can increase its capacity to withstand seismic loads by using an appropriate bracing system, such as eccentric bracing or utilizing seismic dampers like friction dampers. This research aims to compare five L-shaped multi-story steel structural models using Eccentrically Braced Frame and friction dampers. The models that focus of this research are model 1 (Moment Resisting Frame), model 2 (structure with diagonal EBF), model 3 (structure with inverted V EBF), model 4 (structure with diagonal friction damper), and model 5 (structure with chevron friction damper). To analyze each model from the elastic condition to the collapse condition, the ETABS software was used, which employs a nonlinear static pushover approach. As a result, all evaluated structural models meet the Immediate Occupancy performance level, which means that all five models can still function normally even after an earthquake occurs. Because of the higher ductility capacity and better inelastic behavior compared to MRF and EBF structures, structures with friction dampers are the best choice for use in steel structures
Pengaruh Temperatur Dan Waktu Pelapisan Nikel Terhadap Ketebalan Dan Kekerasan Permukaan Pada Baja ASTM A36 Menggunakan Proses Elektroplating
Kompresor adalah suatu alat yang memiliki fungsi untuk mengalirkan dan menambah energi (tekanan) pada Elektroplating merupakan kelompok pelapisan yang mengandalkan larutan kimia (elektrolit) dalam berlangsungnya perpindahan ion-ion logam ke logam lain dengan adanya arus listrik yang mengalir. Elektroplating dilakukan agar dapat mempengaruhi karakteristik yaitu dengan memberikan sifat ketebalan pelapisan, kekerasan dan struktur permukaan pada benda kerjanya dimana diharapkan mengalami pengaruh dalam hal struktur permukaan maupun ketahanan terhadap korosinya. Penelitian menggunakan material jenis baja ASTM A36 yang akan dilakukan proses elektroplating nikel bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu dan temperarure larutan terhadap hasil nilai ketebalan dan kekerasan dari baja. Menggunakan variasi waktu 45, 60, dan 75 menit serta temperatur larutan 350C dan 500C selanjutnya akan dilakukan pengujian ketebalan dengan alat ukur dial gauge digital dan pengujian kekerasan dengan alat ukur Hardness Rockwell A (HRA). Dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketebalan tertinggi terjadi pada spesimen dengan lama waktu 75 menit dan dalam temperatur larutan 500C dengan nilai ketebalan 3,980 mm, dan nilai ketebalan terendah terjadi pada lama waktu 45 menit dan dalam temperatur larutan 350C dengan nilai ketebalan 3,941 mm. Dimana nilai ketebalan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya lama waktu dan temperatur larutan. Sedangkan, nilai kekerasan terendah terjadi pada lama waktu 45 menit dan temperatur larutan 350C dengan nilai kekerasan 47,5 HRA dan hasil kekerasan permukaan tertinggi terjadi pada spesimen lama waktu 60 menit dan temperatur larutan 500C dengan nilai kekerasan 49,6 HRA. Dari data tersebut semakin tinggi temperatur dan lama waktu ketebalan akan meningkat tetapi kekerasannya akan menurun karna lapisan nikel lunak.Kompresor adalah suatu alat yang memiliki fungsi untuk mengalirkan dan menambah energi (tekanan) pada Elektroplating merupakan kelompok pelapisan yang mengandalkan larutan kimia (elektrolit) dalam berlangsungnya perpindahan ion-ion logam ke logam lain dengan adanya arus listrik yang mengalir. Elektroplating dilakukan agar dapat mempengaruhi karakteristik yaitu dengan memberikan sifat ketebalan pelapisan, kekerasan dan struktur permukaan pada benda kerjanya dimana diharapkan mengalami pengaruh dalam hal struktur permukaan maupun ketahanan terhadap korosinya. Penelitian menggunakan material jenis baja ASTM A36 yang akan dilakukan proses elektroplating nikel bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu dan temperarure larutan terhadap hasil nilai ketebalan dan kekerasan dari baja. Menggunakan variasi waktu 45, 60, dan 75 menit serta temperatur larutan 350C dan 500C selanjutnya akan dilakukan pengujian ketebalan dengan alat ukur dial gauge digital dan pengujian kekerasan dengan alat ukur Hardness Rockwell A (HRA). Dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketebalan tertinggi terjadi pada spesimen dengan lama waktu 75 menit dan dalam temperatur larutan 500C dengan nilai ketebalan 3,980 mm, dan nilai ketebalan terendah terjadi pada lama waktu 45 menit dan dalam temperatur larutan 350C dengan nilai ketebalan 3,941 mm. Dimana nilai ketebalan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya lama waktu dan temperatur larutan. Sedangkan, nilai kekerasan terendah terjadi pada lama waktu 45 menit dan temperatur larutan 350C dengan nilai kekerasan 47,5 HRA dan hasil kekerasan permukaan tertinggi terjadi pada spesimen lama waktu 60 menit dan temperatur larutan 500C dengan nilai kekerasan 49,6 HRA. Dari data tersebut semakin tinggi temperatur dan lama waktu ketebalan akan meningkat tetapi kekerasannya akan menurun karna lapisan nikel lunak
EFEKTIVITAS PEMERINTAHAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DESA: STUDI DI MAIWA KABUPATEN ENREKANG
This research aims to analyze the factors that influence community participation in village governance and the role of the village government in increasing such participation. This study also examines the relationship between village government leadership, transparency, public services, and coordination with community leaders on the level of community participation in village development. The method used in this research is a qualitative approach with a descriptive research type. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation studies. The data were analyzed using thematic analysis. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns that exist among the variables studied. The results showed that transformational leadership, transparency, and active community participation play a significant role in improving the quality of village governance. Communities tend to participate more actively in village meetings and decision-making when there is clarity of information and good public services. In addition, the role of community leaders and the use of information technology also have a positive impact on the community participation process. The implication of this study is the importance of increasing the capacity of village governments in improving transparency mechanisms and public services, as well as strengthening coordination with community leaders to expand community participation
Pengenalan metode permainan motorik kasar anak pada guru TK di Banjarmasin
Tujuan sosialisasi pengabdian masyarakat ini untuk memudahkan pihak sekolah dalam memberikan pembelajaran yang tepat dalam proses pembentukan motorik anak, sehingga dengan terlaksananya kegiatan ini guru mampu memberikan permainan di sekolah yang sesuai dan tepat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara tutorial dan diskusi.untuk teori, serta praktik/latihan dalam kelompok dan diskusi untuk pengalaman praktik. Metode pelaksanaa melalui ceramah dan diskusi tentang teori-teori program pemulihan olahraga, serta praktik pemulihan olahraga, sehingga peserta pelatihan memiliki landasan pemahaman pengetahuan teori dan praktek tentang program pemulihan olahraga. Pengabdian kepada masyarakat yang diberikan oleh Bonita Amalia, M.Pd. dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2023 dengan hasil kegiatan yaitu materi yang diberikan sangat membantu peserta dalam proses pembelajaran motorik kasar antara lain ialah lokomotor dan manipulatif. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dimana tim pengabdian memberikan materi berupa metode permainan motorik kasar dan mencontohkan atau mempraktekkan secara bersama guru-guru TK di Banjarmasin. Pada program pengabdian masyarakat kali ini sangat diperlukan pengembangan dalam hal yang lebih luas dan diharapkan agar para guru-guru TK di Banjarmasin dapat lebih kritis lagi dalam berpikir
Smart Drip Irrigation System with Integrated Soil pH and Moisture Sensors Using RS485 Communication
Agricultural development requires reliable methods for measurable soil condition monitoring to support crop growth. Soil moisture and soil pH are critical parameters that significantly affect plant development. Manual observation of these parameters is inefficient and often produces inconsistent data. This study designed a smart drip irrigation system integrating soil moisture and soil pH sensors with RS485 communication using the MAX485 module. Arduino Nano was applied as the sensor node for data acquisition, and ESP32 was used as the master controller for decision-making in irrigation and fertilization. System validation employed Lavios VT-05 as the reference instrument. Experimental results showed that soil moisture sensors provided consistent readings with minimal deviation across different conditions, while soil pH sensors maintained high accuracy compared to standard buffer solutions. RS485 communication was tested up to 7 meters and demonstrated stable performance. These findings confirm that the system is capable of accurate soil monitoring and reliable communication for smart drip irrigation applications