UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
    850 research outputs found

    KEPUASAN SISWA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMKN 1 BADEGAN PONOROGO

    Get PDF
    Layanan bimbingan dan konseling sebagai bagian dari pendidikan pengembangan diri siswa di sekolah perlu dievaluasi agar dapat terukur dengan jelas tingkat keberhasilannya. Salah satu elemen evaluasi yang sangat penting adalah tingkat kepuasan siswa, sejauhmana siswa telah merasakann kepuasan terhadap layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikan oleh guru BK. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan, dan bagaimana kepuasan siswa terhadap masing-masing aspek, yaitu (1) pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri, (2) fasilitas sarana pendukung BK, serta (3) kapasitas dan kemampuan guru BK. Desain penelitiannya adalah survei dengan melibatkan 300 siswa sebagai subjek penelitian yang diambil dengan stratifed cluster random sampling dari kelas X, XI dan XII, masing-masing tingkatan ada 10 kelas dan masing-masing kelas diambil 10 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara umum puas dengan keberadaan BK, yakni sebesar 78%. Sedangkan hasil dari masing-masing aspek; (1) pelayanan bimbingan dan konseling sebesar 30%, (2) terhadapfasilitas sarana pendukung BK sebesar 10%, serta (3) terhadap kapasitas dan kemampuan guru BK sebesar 38%. Hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, siswa SMKN 1 Badegan merasa puas dengan keberadaan BK di sekolahnya, karena prosentase jawaban yang menunjukkan tingkat kepuasan lebih besar dripada yang tidak puas

    KONTRIBUSI FALSAFAH POBINCI-BINCIKI KULI MASYARAKAT ISLAM BUTON BAGI DAKWAH ISLAM UNTUK MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi falsafah Pobinci-Binciki Kuli di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Falsafah ini merupakan warisan Kesultanan Buton dan sudah mulai terlupakan oleh generasi muda Buton saat ini. Falsafah ini diyakini dapat membangun karakter dan kesehatan mental generasi muda Indonesia. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan etnografi, hasil penelitian menujukkan bahwa falsafah Pobinci-Binciki Kuli dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam kehidupan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda masyarakat Buton. Hal ini karena falsafah ini mengajarkan pentingnya nilai-nilai moral dalam bermasyarakat, yaitu pomae-maeka, popia-piara, pomaa-maasiaka, dan poangka-angkataka.Penerapan falsafah ini dalam kehidupan bermasyarakat dapat mempengaruhi perilaku generasi muda untuk tidak melakukan tindak kekerasan, merampas hak orang lain, penggunaan obat-obat terlarang, dan terorisme. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa falsafah ini dapat memberikan kontribusi bagi penyebaran dakwah Islam dalam membangun karakter generasi muda bangsa saat ini

    KEBERSYUKURAN (Upaya Membangun Karakter Bangsa Melalui Figur Ulama)

    Get PDF
    Syukur menjadi salah satu bagian dari psikologi positif yang menggambarkan kondisi psikologis internal dalam nuansa Islam seperti jawaban dari respon terhadap semua yang mengalami. Bagi para ulama, syukur adalah ungkapan terima kasih secara penuh kepada Allah yang diwujudkan melalui tindakan yang terpuji. Proses syukur melibatkan kapasitas kognitif, unsur-unsur budaya dan agama yang dimiliki oleh setiap individu melalui proses belajar yang dialami. Orang-orang yang bersyukur dengan totalitas akan didorong untuk menjadi orang yang ikhlas, sabar, bersahaja, tidak mudah untuk menyalahkan Tuhan, murah hati, cukup, humanis, tidak materialistis, berpikir positif, dan nrimo. Dengan demikian, kondisi psikologis orang-orang yang bahagia, tenang, dan kedamaian dalam keadaan apapun. Orang-orang yang bersyukur mencerminkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar Indonesia , serta menjadi bagian dari upaya untuk membangun karakter bangsa

    PROBLEMATIKA PEMBINAAN MUALLAF DI KOTA SINGKAWANG DAN SOLUSINYA MELALUI PROGRAM KONSELING KOMPREHENSIF

    Get PDF
    Keputusan seseorang melakukan konversi agama, akan menimbulkan sejumlah masalah pada internal individu yang bersangkutan. Di Kota Singkawang, jumlah muallaf cukup banyak, terutama dari etnis Tionghoa dan Dayak. Sebagian besar mereka melakukan konversi ke Islam karena alasan pernikahan. Melihat karakteristik mereka baik dari aspek etnis maupun alasan berkonversi, pembinaan yang bersifat spesifik dengan penerapan manajemen program yang baik menjadi suatu keniscayaan. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi dalam pembinaan pada muallaf dan bentuk-bentuk pembinaan yang dilakukan.Berdasarkan kajian di lapangan ditemukan bahwa masalah-masalah pembinaan pada muallaf dikategorikan ke dalam tiga faktor yaitu dari diri muallaf sendiri, dari tubuh organisasi PITI dan masalah yang dihadapi Kementerian Agama Kota Singkawang. Selanjutnya, untuk mengatasi problematika pembinaan muallaf, peneliti menawarkan solusi berupa program konseling komprehensif bagi muallaf

    OBJEK DAKWAH YANG TERNAFIKAN: Studi Kasus Pada Komunitas Samin

    Get PDF
    Negara kita di dalamnya terdapat berbagai budaya, suku, ras, kepercayaan, dan agama. Secara perundangan, negara mengakui adanya ragam budaya, suku, ras, dan agama, meskipun kepercayaan dipadukan dengan budaya. Meski pemeluk kepercayaan mengaku beragama sesuai dengan keyakinannya, sebagaimana warga Samin mengaku ber-agama Adam, oleh pemerintah dianggap kepercayaan. Pengakuan publik tak banyak mengetahui karena masih membenarkan anggapan kolonial masa lalu bahwa Samin ateis, kolot, miskin, dan introfet. Imbasnya warga Samin tak dijadikan mad’u. Para da’i perlu memahami bahwa ada mad’u yang belum digarap secara optimal. Pedoman yang ditetapkan bahwa Kepercayaan terhadap TYME merupakan budaya spiritual berunsur tuntunan luhur dalam wujud perilaku, hukum dan ilmu suci yang dihayati penganutnya dengan hati nurani dalam kesadaran dan keyakinan terhadap TYME.Da’i yang berperan adalah guru agama Islam di sekolah formal, modin desa, dan guru mengaji. Bagi warga Samin yang kawin dengan cara Islam di KUA, modin desa dapat berperan sebagai pendakwah sejak belajar membaca syahadatain dan dididik memahami ajaran Islam pasca-nikah (mualaf). Begitu pula guru mengaji dapat berperan sebagai pendakwah dengan memberi bekal pemahaman pada mualaf (eks-Samin) dalam forum nonformal seperti kajian agama secara personal atau kelompok. Ketiga sosok da’i ditunggu kiprahnya menjadi da’i sejati

    TRANSFORMASI PERAN DA'I DALAM MENJAWAB PELUANG DAN TANTANGAN (Studi terhadap Manajemen SDM)

    Get PDF
    Seiring perkembangan zaman, Dakwah Islam mengalami persoalan yang kompleks terkait dengan masalah kehidupan. Pada dasarnya Agama Islam mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi Umat Islam itu sendiri. Hal itu tergantung dari para da’i sejauh mana wawasan dalam melihat realita yang ada. Sehingga perlu adanya muballigh yang mampu memiliki peta dakwah terhadap obyek dakwah terkait dengan problematika, budaya, dan karakter yang berbeda-beda. Sedemikian kompleks permasalahan yang dihadapi mad’u, maka perlu da’i yang mampu menjalani multi peran dalam masyarakat sesuai sosio-historis dalam implementasinya.Gambaran tentang pengembangan peran da’i akan penulis sampaikan sebagai referensi. Sehingga da’i mampu tampil prima sebagai pribadi-pribadi yang mencerahkan di dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk memujudkan hal tersebut, para da’i perlu memahami perannya sebagai komunikator, konselor, problem solver, manajer, dan entrepreneur. Dengan demikian proses Dakwah Islamiyah mampu menjadi proses perubahan sosial melalui komunikasi. Sehingga tercipta masyarakat yang kuat dalam aspek aqidah, akhlak, ibadah dan mu’amalah

    DAKWAH TRANSFORMATIF MELALUI KONSELING: Potret Kualitas Kepribadian Konselor Perspektif Konseling At-Tawazun

    Get PDF
    Konseling termasuk ilmu terapan, karena itu pencarian kearifan lokal (local wisdom) sangat penting. Konseling yang selama ini didominasi teori-teori dari Barat, dalam aplikasi di lapangan kerap mengalami hambatan; sebab banyak yang kurang sesuai dengan budaya masyarakat setempat. Beberapa pakar konseling akhirnya memberikan tawaran agar konseling memberikan ruang kepada nilai-nilai budaya lokal. Salah satu pendekatan konseling yang berbasis budaya Indonesia, yaitu konseling yang digali dari nilai-nilai tradisi pesantren. Salah satu penemuan peneliti adalah penemuan model konseling dengan pendekatan at-tawazun, keseimbangan (balance principle counseling approach).Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe etnografi-hermeneutik. Data berasal dari dokumen dan fieldnotes. Langkah-langkah analisis data: data reduction, data display, dan conclusion drawing. Konseling berbasis pesantren menggunakan pendekatan keseimbangan (at-tawazun) dari berbagai unsur dan berorientasi kepada kemaslahatan. Konstruk at-tawazun -pada konteks profil kualitas kepribadian konselor- adanya keselarasan antara kualitas shalahiyyah (kecakapan keilmuan dan ketrampilan) dengan integritas shalih (kekuatan budi pekerti)

    TANTANGAN PROFESI PENYULUH AGAMA ISLAM DAN PEMBERDAYAANNYA

    Get PDF
    Penyuluh Agama Islam merupakan profesi yang menjadi ujung tombak dalam syiar Agama Islam baik itu fungsional maupun honorer atau bahkan sukarelawan. Persolaan yang dihadapi pun semakin kompleks dengan berkembangan zaman yang serba digital (modern). Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut, maka penulis menempatkan epistemologi profesi penyuluh agama Islam sebagai landasan berpikir dan memetakan tantangan yang dihadapi oleh penyuluh agama Islam. Melalui proses pemetaan akan tergambar secara jelas tantangan apa saja yang dihadapi oleh penyuluh agama Islam di Indonesia. Diantaranya adalah munculnya gerakan Islam liberal dan fundamental, dimana kehadirannya justru membenturkan masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Oleh karena itu, adanya profesi Penyuluh Agama Islam sebagai kepanjangan pemerintah melalui Kementerian Agama diharapkan mampu menjadi penangkal gerakan yang memecah belah masyarakat khususnya dan Bangsa Indonesia umumnya

    PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI GUNA MENINGKATKAN EFIKASI DIRI DAN OPTIMISME PADA MAHASISWA AKTIVIS ORGANISASI DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bermaksud untuk menguji efektifitas AMT terhadap optimisme dan efikasi diri mahasiswa organisasi (ormawa) di UIN Sunan Kalijaga. AMT merupakan salah satu kegiatan pelatihan bagi peningkatan motivasi berprestasi (need for achievement) dalam diri seseorang. Karakteristik sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa internal; badan otonom dan eksekutif, senat di BEM (badan eksekutif mahasiswa) yang terpilih untuk mengikuti program pelatihan AMT di Kaliurang yaitu para ketua senat: BEM (badan eksekutif mahasiswa) dan BOM (badan organisasi mahasiswa), baik tingkat universitas, fakultas, dan prodi. Bersedia mengikuti pelatihan untuk dapat menjadi peserta aktif selama pelatihan berlangsung. Kelompok eksperimen kuasi ini berjumlah 25 orang mendapat perlakuan berupa pelatihan AMT selama 2 hari. Desain yang digunakan adalah one group multiple pre-testpost-test design. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala efikasi diri dan skala optimisme. Skor efikasi diri sebelum dan setelah pelatihan yaitu nilai p menunjukkan angka 0.145 yang berarti bahwa p>0.05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil skor efikasi diri. Skor optimisme sebelum dan sesudah pelatihan, nilai p menunjukkan angka 0.024 yang berarti bahwa p<0.05 yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan pada tingkat optimisme sebelum dan setelah pelatihan. Hasil analisis pada kelompok eksperimen mempertegas bahwa adanya perbedaan yang signifikan (p=0,024) antara kondisi pre-test dan posttest hanya pada sikap terhadap optimisme saja, sementara pada skor efikasi diri tidak mengalami tingkat perubahan yang signifikan

    URGENSI LABORATORIUM BKI DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI MAHASISWA

    Get PDF
    Laboratorium bagi institusi pendidikan seperti jurusan BKI fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki arti penting bagi eksistensinya, serta berperan penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswanya. Melalui laboratorium inilah kualitas mahasiswa sebagai calon lulusan akan dihasilkan. Oleh sebab itu, laboratorium yang ideal dan representatif guna mendukung Tri Dharma perguruan tinggi harus direalisasikan dan ditingkatkan mutunya, karena keberadaannya sangat strategis bagi eksistensi jurusan BKI, serta kualitas mutu lulusan. Laboratorium yang ideal dan representatif tersebut, paling tidak harus memenuhi empat komponen, yaitu adanya organisasi laboratorium, fasilitas sarana dan prasarana, administrasi serta tata kelola. Melalui empat komponen inilah harapannya laboratorium jurusan BKI dapat menjadi bagian kurikulum yang mampu memfasilitasi pengembangan kompetensi mahasiswa, sehingga mampu mengaplikasikan keilmuannya secara praktis sekaligus dapat memberikan bantuan pelayanan terhadap masyarakat

    726

    full texts

    850

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇