UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
MENYERU TANPA HINAAN (Upaya Menyemai Dakwah Humanis Pada Masyarakat Kota Langsa yang Pluralis)
Dalam Islam, semangat ekspasionis lazim disebut dengan kegiatan dakwah. Kewajiban berdakwah dianjurkan bagi setiap muslim sejak awal masa kenabian Muhammad Saw. Hakekat dakwah pada dasarnya ialah tindakan menyebarkan pesan-pesan Islam kepada umat manusia agar meyakini kebenaran Islam itu. Dalam kaitannya dengan konteks Kota Langsa, masyarakat yang menjadi sasaran dakwah bukan hanya beragama Islam, tetapi terdapat juga agama lain seperti Kristen dan Budha. Concern dari tulisan ini adalah untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan dakwah pada masyarakat Kota Langsa Provinsi Aceh yang pluralis, sehingga dakwah tidak lagi identik dengan pendiskreditan, penghinaan dan cacian. Untuk mewujudkan paradigma dakwah yang lebih humanis itu, ada tiga hal yang perlu dipahami seorang dai dalam melaksanakan aktivitas dakwahnya. Pertama, dai harus kontekstual dalam merespon realitas sosial yang dihadapi masyarakat pluralitis tersebut. Kedua, seorang dai perlu juga memahami, bahwa satu sisi orang Islam diwajibkan untuk menyiarkan ajaran agamanya, tetapi disisi lain keberadaan agama lain pun mesti dihormati. Ketiga, untuk mewujudukan dakwah yang humanis, kegiatan dakwah tidak lagi cenderung membicarakan Islam-Kafir, beriman dan tidak beriman, sorga-neraka
EFEKTIVITAS OUT BOUND SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN (STUDI PADA OUT BOUND MAHASISWA JURUSAN BKI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA)
Suksesnya sebuah pembelajaran terletak pada strategi dan metode yang tepat, metode ini adalah kemampuan yang bisa dipelajari, salah satu metode pembelajaran yang ditawarkan adalah Outbound yaitu metode pembelajaran berbasis alam terbuka dengan cara-cara yang kreatif dan atraktif, sehingga belajar menjadi aktivitas yang nyaman dan sangat menyenangkan. Tujuan dari outbound ini adalah untuk melatih pengenalan dan membangun kepercayaan diri dalam belajar, membangun motivasi belajar dan berkomunikasi dengan individu lain. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas outbound sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa-mahasiswi Jurusan BKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outbound memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam konseling individu dan kelompok, outbound meningkatkan motivasi belajar dalam bentuk perubahan kearah ketekunan belajar, menyukai tantangan dan penetapan prestasi
PERAN PDHI (PERSAUDARAAN DJAMAAH HAJI INDONESIA) DALAM MENGEMBANGKAN PERADABAN MASYARAKAT (ANALISA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA)
PDHI an organization that helped organize the pilgrims to carry outcommunity service in the form of social activity. The successful implementationof the program of planned activities is dependent upon the management ofhuman resources. The purpose of this study was to describe the managementof human resources in PDHI as a major asset and supporter of the successof social programs that have been implemented. This research is descriptivequalitative, where data collection is done through observation, interviewswith speakers and documentation. Subjects were PDHI board, while theobject of study is the social activities carried out by PDHI. In this study, thevalidity of the data was tested by using the technique of triangulation. Resultsillustrate that PDHI quite actively participated in developing civilization,although the management of human resources in it is still relatively simple.PDHI has initiated the construction of mosques in various regions inYogyakarta, Central Java, East Java, Bali, NTB and establish educationalinstitutions, hospitals, Islamic centers and orphanages. This study provides theconclusion that the management of human resources in PDHI still simple,human resource management has been implemented but not conceptualizedby default and only implicitly applied.Keywords: human resource management, social activities
EVALUATING THE ROLE OF THE USAID IN COMMUNITY BASED SOLID WASTE MANAGEMENT (CBSWM) PROGRAM
The existence of international actor has become hot issue in this globalizationworld. Community Based Solid Waste Management (CBSWM) program is one ofthe commitment of The United States Agency for International Development(USAID) in helping Indonesian government reducing the environmental problems,particularly the problem of waste. Just like another program that is needed to beevaluated and improved, CBSWM also has big attention from public community.The real role of USAID in CBSWM raised a lot of question relates to the successof the program. Many people said agree to the effective role of USAID, and so doesthe program of CBSWM. The core point to understand the role of USAID isconsisted to two urgent questions about the perspective of the program implementationand also the impact that community felt. These two perspectives are the main measurementtool to assess the role of USAID and its key learning of success. While in thisresearch, the quantitative approach the researcher used is Analysis of Variance(ANOVA); it is a technique to test a similarity of mean of the variable in the sametime. After that, the analysis of the role of USAID in CBSWM will be derived intheoritical explanation on the sound governance and community empowerment perspective.From this result, the role of USAID was really good in the process ofimplementation and given good impact to the environmental condition, activity andfacility. The failure on the aspect of community welfare does not make a complexproblem since the main purpose of the program is in the context of environment. Thesuccess of CBSWM program not only comes from the serious role of USAID, itneeds community and government total support. Local government and communityneed to hold a closer partnership to maximize the result USAID has achieved and to make a better condition of community welfare. A good quality life of community willdetermine a good condition of environment.Keywords: Globalization, International Actor, USAID, Sound Governance,Community Empowermen
THE WATER SECURITY MANAGEMENT AND ITS INFLUENCE TOWARDS INTER-STATE CONFLICT IN THE MIDDLE EAST REGION
Water is an irreplaceable element in the human life. Water security was alwayspursued by each country to ensure the prosperity of its people. But in fact, more thana third of the world’s population needs of fresh water are not fulfilled, both for drinkingand sanitation. So that’s why water security management is urgent to implement.That problem was happened in the Middle East region until today. As we know thatmost of the Middle East region is composed from the barren desert. Although underthe desert there are abundant of oil, but the water is a problem for most of the MiddleEast region. Middle East region needs a constant water supply approximately 127.5billion cubic meters per year. Such conditions involve in water scarcity and inter-stateconflicts caused by the water. Conflict in the struggle for water resources is difficult toavoid because the water needs in the Middle East region is bigger than the wateravailability. Those inter-state conflict involving various countries including Israel, Egypt,Jordan, Palestine, Lebanon, and Syria. Appropriate and equitable solutions shouldbe formulated and implemented, such as making water management agreement whichmust be agreed by all countries. Because if not addressed, the seizure of water resourcescan be lead to high tension, conflict, or even war in the Middle East region. Toelaborate the data, this research uses qualitative method, descriptive analysis approach,and emphasize on the literature study.Keywords: Water Security Management, Inter-State Conflict, Middle Eas
Strategi Dakwah Salafi di Indonesia
Pertumbuhan dakwah Salafi di Indonesia mencapai puncaknya setelah tumbangnya rezim Orde Baru. Kemunculannya berawal dari Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA), yang memperkenalkan manhaj salâf as-sâlih kepada umat Islam Indonesia. Mereka didukung oleh lembaga-lembaga donor dari Timur Tengah berupa pendidikan gratis di Timur Tengah serta dana untuk mendirikan lembaga-lembaga untuk menunjang eksistensi dakwah Salafi, seperti pendirian yayasan, sekolah, rumah sakit, pondok pesantren, dan lembaga kursus bahasa Arab. Di samping mendirikan lembaga-lembaga formal, mereka pun mengisi ceramah keagamaan, khutbah, tablig akbar, halaqah, dan daurah.Kegiatan-kegiatan tersebut didokumentasikan menjadi kaset, VCD, DVD, yang kemudian dijual bersama buku, jurnal, dan majalah. Di samping itu, ada pula yang memberikan tausiah, nasehat, dan dakwah melalui media penyiaran, seperti stasiun televisi dan radio, serta dunia maya, seperti website, blog, mailing list (milis), dan jejaring sosial
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, CITRA LEMBAGA DAN RELIGIUSITAS TERHADAP MINAT MUZAKKI UNTUK MENYALURKAN ZAKAT PROFESI
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris baik simultanmaupun parsial pengaruh kualitas pelayanan, citra lembaga, dan religiuisitas terhadapminat Muzakki untuk menyalurkan zakat profesi pada PKPU Cabang Yogyakarta.Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik yang digunakan dalampengambilan sampel yaitu Non Probability sampling dengan teknik sampling Purposive.Untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner, wawancara, dandokumentasi. Hasil penelitian yang diolah dengan program SPSS Versi 17.0 forwindows menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,747 artinya 74,7%minat Muzakki untuk menyalurkan zakat profesi di PKPU Cabang Yogyakartadipengaruhi oleh variabel kualitas pelayanan, citra lembaga, dan religiusitas sedangkansisanya sebesar 25,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalammodel ini seperti faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor sosio kultural. Hasiluji simultan (Uji F) menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya kualitaspelayanan, citra lembaga, dan religiusitas berpengaruh signifikan secara simultanterhadap minat Muzakki untuk menyalurkan zakat profesi pada PKPU CabangYogyakara. Hasil uji parsial (Uji T) menunjukkan bahwa nilai signifikansi kualitaspelayanan (0,668 > 0,05) dan citra lembaga (0,519 > 0,05) artinya kualitaspelayanan dan citra lembaga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minatMuzakki untuk menyalurkan zakat profesi pada PKPU Cabang Yogyakarta.Sedangkan nilai signifikansi religiusitas (0,000 < 0,05) artinya religiusitas berpengaruh secara signifikan terhadap minat Muzakki untuk menyalurkan zakatprofesi pada PKPU Cabang Yogyakarta
DAKWAH PADA MASYARAKAT MUSLIM MINORITAS ETNIS BALI DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA
Penelitian ini difokuskan pada profesionalisme muballigh dalam mengakomodir berbagai keterbatasan masyarakat minoritas muslim etnis Bali di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Keterbatasan dakwah masyarakat muslim etnis Bali tidak hanya pada keterbatasan sarana dan prasarana dakwah tetapi juga keterbatasan muballigh dalam mengakses area ini. Keterbatasan juga terlihat pada kemampuan para muballigh dalam mengakomodir kesulitan menemukan waktu antara muballigh dengan masyarakatnya. Kesulitan-kesulitan ini terjadi karena berprofesi mereka yang variatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisivasi dan analisis telaah dokumen, dengan prosedur analisis data yang digunakan adalah reduksi data (Data reduction), penyajian data (Data Display) dan verivikasi data (Conclusion Drawing). Penelitian ini menghasilkan bahwa pola dakwah pada masyarakat muslim minoritas di wilayah ini adalah pola ceramah. Efektifitas pola ini banyak kelemahan sehingga dikembangkan pola dialog terhadap tema-tema aktual di masyarakat. Upaya tranformasi nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak muslim di wilayah ini. dilakukan dengan beberapa cara : a. Pengajian dasar; b. Pengajian majelis taklim; c. Pengajian kitab kuning; d. Pengiriman anak mereka belajar di luar daerah; e. Melalui kesenian Islami (hadrah). Serta pola dakwah yang tepat untuk digunakan adalah dialog khusus membahas permasalahan sosial keagamaan yang dihadapi oleh masyarakat minoritas muslim di wilayah ini
REFORMULASI MODEL BIMBINGAN DAN PENYULUHAN AGAMA BAGI PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS)
Permasalahan sosial yang dialami umat menjadi tantangan bagi para da'i, istilah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang, keluarga atau kelompok masyarakat yang karena suatu hambatan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani, rohani dan sosial) secara memadai dan wajar. Proses rehabilitasi sosial diperlukan guna memfungsikan mereka sebagai makhluk sosial.Adanya penyuluh Agama Islam diharapkan mampu membimbing masyarakat, khususnya mereka yang mengalami masalah kesejahteraan sosial. Penyuluh agama dapat menjalankan fungsinya rehabilitasi sosial bagi para PMKS melalui tiga metode yaitu: metode persuasif (ajakan), motivatif (dorongan), koersif (pemaksaan). Hal itu dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan antara lain: motivasi dan diagnosis psikososial; bimbingan mental spiritual; bimbingan fisik; bimbingan sosial dan konseling psikososial; pelayanan aksesibilitas; bantuan dan asistensi sosial; bimbingan resosialisasi; bimbingan lanjut; dan rujukan
MENSINERGIKAN SEMANGAT MUJAHADAH, IJTIHAD, DAN JIHAD DI INDONESIA
Perkembangaan Umat Islam diiringi dengan berkembangnya sistem sosial masyarakat dan kebudayaan. Di Indonesia, perkembangan Islam dapat dilihat pada organisasi masyarakat yaitu Nahdhatul Ulama dan Muhamadiyah. Tradisi yang digunakan kedua ormas tersebut jelas perbedaannya, apalagi dibandingkan dengan gerakan Islam ekstrimis yang baru-baru ini muncul. Nahdhatul Ulama yang mayoritas masyarakat pedesaan dan treadisional. Muhammadiyah cenderung menggunakan ijtihad (pengembangan pemikiran) untuk kemajuan dakwah Islamiyah melalui sekolah, rumah sakit dan panti asuhan. Berbeda dengan NU dan Muhammadiyah, ada ormas Islam yang menegaskan diri sebagai penggerak dakwah lewat amar ma’ruf nafi munkar secara tegas. Bahkan kalau perlu dengan menggunakan kekerasan yang mereka anggap sebagai jihad. Oleh karena itu, dipandang perlu penulis membahas kerangka ormas Islam yang ideal dalam melakukan gerakan Dakwah Islamiyah. Sehingga terjadi sinergitas antar ormas Islam yang mengusung mujadahah (diwakili Nahdhatul Ulama’), ijtihad (diwakili Muhammadiyah) dan jihad (diwakili ormas Islam ekstrimis pasca reformasi)