UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
ELABORASI NILAI-NILAI MANAJEMEN ORGANISASI DALAM AL-QUR’AN SURAT AS-SHAFF
Sering kita mendengar mengenai dasar berorganisasi yang diambil dari suratAs-Shaff: 4, bahwasanya Allah menyukai orang yang berjuang dijalanyan denganbarisan teratur seperti sebuah bangunan yang kokoh. Dari pemaparan maupun kajianini diharapkan ada pengembangan pengintegrasian ilmu manajemen organisasi secaraumum dan secara manajemen organisasi secara Islam yang nantinya akanmenghasilkan organisasi professional yang sesuai dengan perkembangan zaman tetapitidak bertentangan dengan ajaran dan nilai nilai Islam. Ketika kita membuka kembaliayat-ayat yang terukir indah dalam surat As-Shaff ini, akan banyak sekalikandungan tentang manfaat serta konsep-konsep dalam berorganisasi. Salah satusurat Madaniyah ini mengupas secara rinci tentang konsep berjamaah di dalamIslam. Hal ini memang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW pada masaberdakwah di Madinah, saat surat ini diturunkan. Dimana, pengokohan organisasidan kejamaahan adalah fokus utama dakwah Rasulullah SAW di Madinah, berbedadengan fokus dakwah Rasulullah SAW ketika di Mekkah yang fokus padapengokohan aqidah dan ruhiyah ummat Islam masa itu. Dalam surat ini, terdapatlima konsep besar yang harus ada untuk mewujudkan organisasi yang kokoh.Yaitu,kesesuaian konsep dan pelaksanaan dalam organisasi, soliditas tim, ketepatanmengukur dan mengetahui kekuatan dan tantangan, konsep kesungguhan dalambekerja dan berjuang, serta memiliki kader yang militan (kader yang solid). Sebagaiumat Muslim Pengintegrasian antara ilmu manajemen secara umum dan ilmumanajemen secara Islam harus selalu mutlak dilakukan. Seiring dengan perkembanganzaman umat Muslim dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan dan zaman.Oleh karena itu, di dalam surat As-Shaff terdapat nilai nilai manajemen organisasiuntuk bisa diimplementasikan dalam berorganisasi.Kata Kunci: Elaborasi, Manajemen Organisasi, Surat As-Shaf
KOMODIFIKASI KEAGAMAAN DI KALANGAN PENGEMIS DI KAMPUNG PENGEMIS KOTA BANDUNG
Dalam masyarakat terjadi perbedaan cara pandang tentang pengemis, menurut masyarakat pada umumnya menjadi pengemis adalah sebagai satu pekerjaan yang hina, maka mereka menyebutnya, sampah masyarakat. Di Kelurahan Sukabungah inilah terletak tempat yang sering disebut sebagai “Kampung Pengemis”, tepatnya terdapat di RW 04 dan di RW 11 (Cibarengkok). Penelitian ini mencari tahu bagaimana pengemis memanfaatkan agama sebagai komoditi.Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa Pengemis juga mempunyai gaya hidup hedonis serba materi, agama hanya hayalan belaka. Ini sejalan dengan pemikiran Karl Marx, bahwa manusia merealisasikan diri hanya dalam khayalan agama, karena struktur masyarakat nyata tidak mengijinkan manusia merealisasikan diri dengan sungguh-sungguh. Para pengemis tidak benar-benar menghayati keagaman yang mereka anut, ritual yang dilakukan seperti shalat dan puasa tidak merubah pola pikir dan cara hidup mereka yang tetap memilih menjadi pengemis, sesudah kayapun mereka tetap saja mengemis, bahkan aktivitas itu ditularkan kepada keturunannya hingga empat generasi. Dikalangan pengemis, mereka melakukan modifikasi terhadap ajaran-ajaran agama sehingga mampu menghasilkan keuntungan secara ekonomi sesuai dengan keinginan dan harapan, mereka telah melakukan komodifikasi keagamaan. Barang-barang keagaman dikalangan pengemis muncul dalam berbagai bentuk, rupa, dan warna. Menghafal Al-Qur’an, Al-Qur’an itu sendiri, doa, jampi-jampi, berbagai jenis minyak pengasihan, rajah untuk mendapatkan kekuatan, sesaji, untuk manusia yang dianggap keramat, ini semua memiliki nilai pertukaran dan kegunaan. Barang-barang keagamaan tersebut memiliki satu sifat yakni ekonomi
PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL PADA TOTAL QUALITY SERVICE DI RUMAH SAKIT UMUM QUEEN LATIFA YOGYAKARTA
Banyaknya pemberitaan yang berkaitan dengan pelayanan yang kurang baikpada sebuah rumah sakit menuntut setiap rumah sakit untuk meningkatkankualitas pelayanannya dari segi organisasi pelayanan kesehatan dan mutusumber daya manusia atau tenaga profesional kesehatan. Mutu sumber dayamanusia menjadi kunci penentu atas kualitas pelayanan. Tenaga kesehatanharus mampu memberikan pelayanan yang baik dengan menggunakanhati nurani. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yangmenuntut kita belajar, menciptakan kerjasama, memimpin dan melayani.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Metodepengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket,wawancara, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah tenagakesehatan yang ada di Rumah Sakit Queen Latifa Yogyakarta. Sampel yangdiambil sebanyak 47 responden. Analisis instrumen menggunakan analisisvaliditas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan analisisdeskriptif, analisis korelasi, dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitianini menunjukkan adanya pengaruh secara positif dan signifikan antarakecerdasan spiritual dengan total quality service sebesar 0. 362 atau 36.2%.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruhsecara positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan total qualityservice di Rumah Sakit Queen Latifa Yogyakarta.Kata kunci : Kecerdasan Spiritual dan Total Quality Servic
ANALISIS SIX SIGMA: UPAYA PENINGKATAN KINERJA LAYANAN ZAKAT
Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta merupakan salah satuorganisasi pengelola zakat yang sedang mengalami perkembangan pesat,akan tetapi hal tersebut belum cukup dijadikan ukuran bahwa kinerjaorganisasi ini sudah optimal. Six Sigma muncul sebagai metode perbaikanyang populer karena berfokus pada output organisasi yang penting bagipelanggan sekaligus menjustifikasi perbaikan dengan menunjukkanpeningkatan produktivitas dan kualitas yang jelas bagi organisasi. Jenis penelitian ini disebut dengan mixed methods research, populasipenelitian ini adalah seluruh pelanggan (muzakki dan mustahiq) BAZNASKota Yogyakarta yang aktif pada tahun 2013 berjumlah 1300, sedangkansampel yang diambil adalah 130 responden. Data kuantitatif penelitiandiperoleh melalui kuesioner servperf, sedangkan data kualitatif diperolehdengan wawancara kepada pihak pengelola (amil) BAZNAS KotaYogyakarta disertai dengan observasi dan dokumen dari lembaga.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkatkepuasan muzakki dan mustahiq terhadap kinerja layanan zakat padapengukuran servperf rata-ratanya adalah 3,82 artinya secara keseluruhankinerja layanan zakat BAZNAS Kota Yogyakarta sebesar 76,44% danmasih memberikan peluang munculnya ketidakpuasan muzakki danmustahiq terhadap kinerja layanan tersebut sebesar 23,56%. Pada fasemeasure menunjukkan bahwa kinerja layanan zakat di BAZNAS KotaYogyakarta berada pada level 2,22 sigma, artinyakualitas organisasi inidikategorikan kurang baik dan masih belum menunjukkan kinerja layananyang maksimal.Kata Kunci:six sigma, kinerja layanan, BAZNAS Kota Yogyakart
GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MUZAKKI DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL
This research is aimed to find empirical evidence the influence of GoodCorporate Governance toward muzakki satisfaction on badan amil zakatnasional (BAZNAS) in Sleman-Yogyakarta. Good corporate governance isa concept that important to stakeholder, forming to make institutions freecorruption, transparent, and professional. The research is uses quantitaveapproach. The data analysis using three tests of hypothesis, including rankspearman correlation coefficient, coefficient determination and simple linearregression. All hypothesis testing of the statement result in significant value.It can be concluded influence of Good Corporate Governance in positive andsignificant toward muzakki satisfaction, by the amount contributions of16,3%. The research is expected to provide a new idea for a public institutionto apply the concept of good corporate governance.Keywords: Good Corporate Governance, Muzakki Satisfaction, BAZNASSlema
Dakwah dan Politik: Menakar Kontribusi Organisasi Islam Sayap Partai Politik Bagi Masyarakat Muslim Yogyakarta
Seperti telah menjadi tradisi, menjelang Pemilu tak sedikit partai politik di Indonesia ramai-ramai mendirikan organisasi Islam. Dua dari sekian banyak partai politik yang mendirikan organisasi Islam sayap partai politik (parpol) adalah Partai Golkar dengan mendirikan Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) dan Pengajian Al-Hidayah serta PDI-P dengan membentuk Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Setidaknya ada lima kontribusi organisasi Islam sayap parpol bagi masyarakat, yaitu: menambah pengetahuan keagamaan masyarakat, menggerakkan masyarakat untuk senantiasa berbuat baik, menambah ketrampilan, melatih dan memberi kesempatan berorganisasi, serta memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Sementara dalam konteks parpol, berbagai pro-gram kerja dan aktivitas keagamaan yang organisasi Islam sayapnya berfungsi untuk menjaga loyalitas simpatisan kepada parpol, mengukur kekuatan parpol dari segi perkembangan jumlah simpatisan, menjaga citra baik parpol, dan menepis stigma parpol non-religius. Selain itu, keberadaan organisasi Islam sayap parpol acapkali dimanfaatkan secara personal oleh fungsionaris partai politik yang hendak men-calonkan diri sebagai anggota legislatif dan pimpinan eksekutif. Penelitian ini menemukan bahwa dakwah yang dilakukan organisasi sayap parpol dilakukan dengan setengah hati. Kegiatan-kegiatan mereka tampak semarak hanya menjelang Pemilu. Hal ini mengindikasikan bahwa fungsi utama organisasi Islam sayap parpol hanya untuk membentuk pencitraan guna meraih simpati umat Muslim
PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN SHALAT KHUSYU’ BERBASIS PARADIGMA INTEGRASI INTERKONEKSI GUNA MEMBENTUK KARAKTER POSITIF DAN KEBERMAKNAAN HIDUP MUSLIM
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggali kebutuhan dasar yang diperlukan bagi muslim guna mencapai shalat khusyu’. Juga untuk menemukan model shalat khusyu’ yang mampu menghantarkan muslim mencapai shalat khusyu’ dalam ritual formal hingga berimplikasi membentuk sikap dan perilaku positif. Penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk berupa modul bimbingan shalat khusyu’ berbasis paradigma integrasi interkoneksi guna membentuk karakter positif dan kebermaknaan hidup muslim. Guna mencapai tujuan tersebut, dilakukan penelitian pengembangan (Research and Development) yang pada saat ini baru sampai pada tahap menggali kebutuhan sasaran penelitian dan pengumpulan bahan modul dari sumber kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum muslim belum memahami hakikat shalat khusyu’, meskipun telah mengerjakannya. Hakikat shalat khusyu’ adalah merupakan tujuan shalat itu sendiri yakni mendirikan kebenaran dalam hidup dan kehidupan. Modul bimbingan shalat khusyu’ dikembangkan dengan memuat dua panduan yakni umum dan khusus. Panduan umum memuat kaifiah shalat sebagaimana diatur fikih. Panduan khusus memuat tata cara guna meraih kahikat dan tujuan shalat dengan memanfaatkan acuan ilmu fikih, aqidah dan tasawuf, dilengkapi dengan teknik-teknik tertentu yang dikembangkan ilmu psikologi dalam mementuk perilaku positif.Kata kunci: shalat khusyu’, karakter positif, kebermaknaan hidup.
PENGARUH SISTEM PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI KARYAWAN PADA CV SIDIQ MANAJEMEN YOGYAKARTA
Penelitian ini untuk mengetahui secara empiris bagaimana pengaruh sistempengembangan karir terhadap motivasi berprestasi karyawan CV. SidiqManajemen Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan(Field Research) yakni penelitian dilakukan dengan melakukan surveilangsung ke obyek penelitian. Subjek (sampel) dalam penelitian ini adalahkaryawan CV. Sidiq Manajemen berjumlah 60 orang (sampel). Metodepenarikan sampel secara non probabilitas dengan convenience samplingHasil penelitian menunjukan bahwa sistem pengembangan karir terhadapmotivasi berprestasi memiliki nilai signifikan akan tetapi pengaruhnyanegatif dikarenakan setiap ada penambahan sistem pengembangan karirmenurunkan motivasi berprestasi karyawan sehingga hipotesis tersebutditolak. Dalam uji koefisien determinasi dimana sistem pengembangankarir hanya menyumbang 11,8% terhadap motivasi berprestasi karyawanCV.Sidiq Manajemen, sedangkan sisanya 88,2 % disebabkan oleh faktorfaktorlain diluar sistem pengembangan karir yang tidak diteliti dalampenelitian ini.Kata kunci: sistem pengembangan karir, motivasi berprestasi
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENYELESAIKAN PEMBIAYAAN BERMASALAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusanpada PT BPR Wijayamulya Santosa dan PT BPRS Bangun Drajat Warga dalammenyelesaikan pembiayaan bermasalah. Meliputi faktor-faktor penyebab terjadinyapembiayaan bermasalah, mekanisme pengambilan keputusan dalam pembiayaanbermasalah di masing-masing lembaga, dan aplikasi keputusan lembaga dalammenyelesaikan kredit bermasalah di Lapangan. Metode penelitian yang digunakanadalah metode kualitatif. Sedangkan untuk uji validitas data digunakan dua jenismetode triangulasi yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa untuk mengatasi kredit bermasalah BPR Wijayamulya Santosamengeluarkan SP hingga tiga kali, jika tidak berhasil maka direksi mengeluarkansurat tarik jaminan untuk mengambil alih agunan dengan proses penyelesaian litigasidan non-litigasi. Namun jika masalahnya adalah masalah tidak terduga dan diluar kemauan nasabah seperti bencana alam, maka kredit tersebut akandihapusbukukan oleh bank, tetapi bank masih bisa menagih apabila nasabahdianggap sudah mampu membayar pinjamannya kepada bank. Semua prosedur inidari keputusan dewan direksi dengan mengacu pada peraturan Bank Indonesia.Sedangkan untuk mengatasi pembiayaan bermasalah BPRS Bangun Drajat Wargamengeluarkan SP hingga tiga kali. Jika masih bermasalah, maka bank menawarkanrestruktur kepada nasabah dengan berbagai keringanan didalam prosesnya. Namunjika tidak berhasil, maka bank mengeluarkan surat somasi kepada nasabah denganmenggunakan litigasi dan non-litigasi. Tetapi bank masih memberikan kesempatanrestruktur kepada nasabah. Untuk hapusbuku BPRS Bangun Drajat Wargamenggunakannya ketika nasabah benar-benar sudah tidak mampu membayarhutangnya. Semua proses ini didapatkan dari hasil rapat komite dengan mempertimbangkan saran dari Dewan Pengawas Syariah untuk menyesuaikankeputusan dengan syariat Islam.Kata Kunci: Pengambilan Keputusan, Kredit, Pembiayaan Bermasala
DAKWAH INKLUSIF DALAM MASYARAKAT SEGREGATIF DI AOMA DAN AMBESAKOA SULAWESI TENGGARA
Masalah utama penelitian ini adalah: Apakah pola dakwah institusional (berbasis Masjid-Gereja) yang dikembangkan selama ini efektif membangun kesadaran inlusiv pada masyarakat yang tersegregasi secara spasial berdasarkan pilihan keyakinan (Islam-Kristen) sebagaimana yang terjadi di Aoma Ambesakoa? Bagaimana pola dakwah yang dapat dikembangkan untuk membangun visi inklusiv pada masyarakat setempat? Studi ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui model dakwah pada wilayah segregatif yang dapat dijadikan sebagai alternative pada suasana sosial yang sama meski dengan lokus berbeda. Untuk menjawab permasalahan penelitian digunakan pendekatan etnografi dan analisis fenomenologi yang dikembangkan oleh Moustakas. Beranjak dari data yang ditemukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa ada dua pola dakwah yang berkembang di Aoma-Ambesakoa yaitu: pola formal konvensional berbasis khutbah dan ceramah dan pola non formal berbasis komunitas. Pola pertama cenderung rigid sedangkan pola kedua bersifat fleksibel. Pola kedua merupakan model dakwah pembebasan, solutif dan efektif membangun visi inklusiv masyarakat setempat yang selama ini terkunkung oleh ethnocentrisme yang ditandai melalui perekayasaan ruang berbasis ideologi (zona eksklusiv) sebagimana tercermin dalam sejarah hidup mereka selama ini. Temuan penelitian menunjukan, media dakwah inklusiv dikedua tempat, tidak berada pada jalur formal konvensional tetapi justru berada pada pendekatan non formal berbasis komunitas. Namun demikian, kedua jalur tersebut harus berpadu dan saling mengisi, mengingat jika nilai-nilai inklusiv hanya berada pada media tunggal yaitu jalur non formal berbasis komunitas sementara jalur formal konvensional tidak dibenahi dan tetap bertahan dengan model paradigma dakwah berbasis penguatan iman plus penegasian, dikhawatirkan nilai-nilai inklusiv yang dihantar oleh dakwah non formal akan kehilangan ruh keagamaan alias layu dan lesuh dara. Sebab model dakwah non formal berbasis komunitas sebagai katalisator energi inklusiv yang tidak ditopang dengan model formal konvensional, dikhawatirkan tidak dapat menjadi media tumbuh yang subur bagi pohon inklusiv