UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH PADA KONSENTRASI MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN ISLAM (MLKI) DAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM)
Penelitian ini akan mengangkat mengenai perbedaan tingkat kepuasanmahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah pada konsentrasi MLKI danMSDM. Dimana pelayanan yang diberikan oleh Jurusan ManajemenDakwah menjadi sorotan utama. Pelayanan yang berkualitas tentunyaberdampak baik serta dapat meningkatkan mutu pelayanan kepadamahasiswa sedangkan pelayanan yang buruk tentunya akan berdampakpada tingkat kepuasan yakni menimbulkan ketidakpuasan. Dalammengukur pelayanan yang diberikan oleh Jurusan Manajemen Dakwahdilihat dari lima dimensi kualitas jasa, dengan indikatornya bukti langsung(tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (reponsiveness), jaminan(assurance), dan empati (emphaty). Penelitian ini menunjukkan manahasiswa jurusan manajemen dakwahpada kedua konsentrasi paling banyak menyatakan cukup memuaskan padadimensi tangible. Pada dimensi reliability tingkat kepuasan mahasiswaJurusan Manajemen Dakwah konsentrasi MLKI dan MSDM terjadiperbedaan. Hal ini disebabkan oleh dosen yang mengampu konsentrasi MLKIdan MSDM mempunyai kehandalan yang berbeda dalam mengajar. secaraumum konsentrasi MLKI dan MSDM menyatakan cukup memuaskanberdasarkan dimensi responsiveness. Pada dimensi assuranceantarakonsentrasi MLKI dan MSDM tidak ada perbedaan yang signifikan karenakedua konsentrasi tersebut paling banyak responden menyatakan cukupmemuaskan dari pernyataan yang diajukan.Kata Kunci :Kepuasan dan Jurusan Manajemen Dakwa
RESENSI BUKU: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PERSPEKTIF INTEGRATIF
Judul buku : Manajemen Sumber Daya Manusia PerspektifIntegratifPenulis : MeldonaPenerbit : UIN Malang PressTebal : xx + 262 halamanCetakan pertama : April 2009Kota terbit : Malan
PEMBERDAYAAN DAI LOKAL DARI DAKWAH KONVENSIONAL MENUJU DAKWAH PROFESIONAL DI KABUPATEN PASAMAN, SUMATERA BARAT
Program Da’i Nagari merupakan program pemberdayaan elemen masyarakat di kabupaten Pasaman khususnya di bidang keagamaan dengan mengangkat Da’i yang berasal dari SDM lokal nagari (desa) untuk membangun nagari. Program yang dimulai sejak tahun 2003 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pasaman bernomor: 188.45/321/BUP-Pas/2003 hingga saat ini program Da’i Nagari masih tetap berjalan (Arsip Kesra Kabupaten Pasaman).Program Da’i Nagari yang dicanangkan oleh pemerintah kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat, terinspirasi dari keberadaan ulama di Minangkabau pada masa lalu yang memiliki andil besar dan memberikan kontribusi yang luar biasa dalam membangun masyarakat Minangkabau.Keberadaan Ulama “tempo doeloe” bukan sekedar sebatas pendakwah, namun lebih dari itu sebagai motor penggerak pembangunan masyarakat menuju masyarakat yang egaliter, demokratis dan mandiri di Minangkabau. Peran ulama yang besar tersebut dalam masyarakat menjadikan keberadaan ulama pada masa lalu di Minangkabau setara dengan pemimpin pucuk atau yang dikenal dengan “Rajo Tigo Nan Tigo Selo” (Raja yang Tiga Sela) yaitu pertama, Raja Alam yang berkedudukan di Pagaruyung sebagai pimpinan yang menyatukan adat dan dan Agama, kedua, raja adat yang berkedudukan di Buo sebagai pemegang kekuasaan tertingi dibidang adat dan ketiga, Raja Ibadat yang berkedudukan di Sumpur Kudus sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di bidang agama.Perjalanan panjang sejarah di Minangkabau khususnya berbagai peristiwa yang mewarnai perjalanan masyarakat tersebut, mulai dari penaklukan Minangkabau oleh Belanda dan melemahnya otoritas tradisional di Minangkabau, secara perlahan-lahan memberi pengaruh terhadap pelemahan peran dan kedudukan tokoh agama di masyarakat. Tokoh agama pada awalnya setara dengan pimpinan tertinggi di masyarakat melalui pola kepemimpinan Tungku T igo Sajarangan (ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai/ umara, ulama dan cendikia) yang intinya sebagai pimpinan yang memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat. Peran itu lambat laun mulai menyempit dengan pengertian dakwah yang sempit. Dakwah di maknai sebatas hubungan manusia dengan tuhannya (Hablum min Allah), dan sering mengabaikan bahkan melalaikan perannya sebagai transformasi sosial (Hablum min Annas).Keberadaan program pemberdayaan Da’i nagari di Kabupaten Pasaman, memperluas fungsi Da’i bukan saja sebagai pendakwah yang berkutat pada ceramah dan kajian agama semata (dakwah konvensional) tetapi lebih dari itu sebagai transformasi sosial dalam menanggapai dan menyelesaikan persoalan- sosial kemasyarakatan, baik ekonomi, sosial dan budaya umat (Dakwah profesional). Konsekuensi dari Da’i Nagari profesional ini pemerintah kabupaten Pasaman juga memberikan berbagai persyaratan dalam pengangkat Da’i Nagari tersebut berupa persyaratan pendidikan seperti sarjana, dan persyaratan kompetensi sosial, kompetensi personal dan kompetensi profesional lainnnya
ANALISIS KONDISI BISNIS BPRS DALAM MENGANGKAT PASAR INDUSTRI JASA PERBANKAN
Today many bank grow in area districtof Sleman. Increasingly fiercecompetition makes bank are required to further innovate, and have effectivestrategies in order to achieve customer satisfaction as users of banking service.BPRS MCI is one of the banking institutions located in Sleman, in operationcontinues to show positive developments it is not independent of marketattractiveness and business strength BPRS MCI.The results of this studyhave implemented BPRS MCI right strategy in accordance with the multifactorapproach general electric. This is evidenced by the growing number ofcustomers and impressive profits in each years, product quality and servicequalityare increasing.Key Words : Market attractive and business strategy, marketbanking industry owned by BPRS MCI
KERAGAMAN ISLAM DALAM FILM INDONESIA BERTEMA ISLAM
Tanggapan umat Islam terhadap film adalah positif selama film digunakan untuk perjuangan umat Islam dan bukan untuk menghancurkan umat. Simbol-simbol Islam ada di dalam perfilman internasional sudah sejak lama. Film Indonesia bertema Islam diproduksi sudah sejak tahun 1960-an.Kemudian pada tahun 1970-an dan 1980-an bermunculan film-film bertema Islam yang misinya serta inti ceritanya memang untuk dakwah Islam. Di antaranya film-film yang dibintangi dan dibuat oleh Rhoma Irama. Film tersebut penuh dengan simbol Islam, baik dalam dialog di antara para tokohnya maupun dalam kostum mereka. Film-film Indonesia bertema Islam bisa dilihat sebagai film sejarah, drama dan laga. Film Indonesia bertema Islam yang bermuatan sejarah tidak hanya membawa misi Islam, namun juga perjuangan, nasionalisme dan patriotisme. Dari film-film Indonesia bertema Islam yang ada, banyak pemikiran, aliran, mazhab dan warna Islam yang merupakan keragaman Islam. Islam yang ditafsirkan beragam oleh umatnya, hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari yang menunjukkan kekayaannya.Meskipun mendapatkan respon yang beragam baik dalam bentuk pro kontra, namun film bisa menjadi media alternatif yang damai dalam menyampaikan keragaman Islam. Makalah ini akan membuka wawasan studi keislaman dan analisis wacana tentang keragaman Islam yang tercapture oleh film Indonesia bertema Islam dari tahun 1980 hingga tahun 2014
DAKWAH NATIO-EDUCATION PADA MASYARAKAT EKS TAHANAN POLITIK DI KAMPUNG NANGA-NANGA KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA
Kemajemukan bangsa Indonesia tidak hanya pada aspek-aspek yang selama ini populer di masyarakat seperti budaya, suku, bahasa, agama ataupun ras. Lebih dari itu, kemajemuk-an nampak pula pada kondisi sosial yang mengalami pelapisan“atas-menengah-bawah”, terdidik-kurang terdidik, bahkan pelabelan berdasarkan latar belakang afiliasi politik seperti “kiri-tengah-kanan”. Fakta-fakta sosial tersebut menyebabkan terjadinya perbedaan perlakuan bagi masing-masing komunitas yang mengalami polarisasi tersebut baik secara struktural, kultural maupun politik.Mengambil setting pada masyarakat eks tahanan politik di Kampung Nanga-Nanga Kota Kendari Propinsi Sulawesi Tenggara, tulisan ini merupakan upaya melukiskan kondisi suatu komunitas yang mengalami ketidakadilan secara sosial akibat pilihan mereka di masa lalu. Fakta lain yang menjadi sorotan adalah rendahnya partisipasi mereka terhadap pendidikan. Sehingga tulisan ini juga merupakan ikhtiar memberikan tawaran solutif atas permasalahan tersebut.Masyarakat eks tahanan politik Kampung Nanga-Nanga Kota Kendari Propinsi Sulawesi Tenggara adalah komunitas yang diasingkan dari hiruk-pikuk penyelenggaraan negara akibat peristiwa 30 September 1965. Meskipun reformasi pada mei 1998 memberi harapan rehabilitasi, tetapi kondisi traumatik yang demikian kuat tidak memberi perubahan berarti dalam kehidupan sosial masyarakat kampung Nanga-Nanga. Proses isolasi masyarakat eks tahanan politik yang telah berlangsung cukup lama di tempat itu menciptakan stigma bahwa kampung Nanga-Nanga dan masyarakatnya merupakan lapisan asing dalam struktur masyarakat di Kota Kendari.Akibat dari pengasingan itu masyarakat kampung Nanga-Nanga menunjukkan beberapa perilaku seperti: pesimisme dalam berbangsa dan bernegara, apriori terhadap lembaga pendidikan, sensitif terhadap agama, dan tertutup dalam pergaulan sosial.Kondisi masyarakat eks tahanan politik di kampung Nanga-Nanga yang mayoritas beragama Islam menghadirkan tawaran tentang perlunya pendekatan agama dalam konteks membangun kesadaran berbangsa dan menumbuhkan semangat untuk bersekolah. Pendekatan strategis tersebut diharapkan menjadi gerakan dakwah kebangsaan dan perbaikan layanan pendidikan. Akibatnya strategi dakwah ini menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat baik pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa dan lembaga pendidikan
KONSEP BIMBINGAN DAN KONSELING COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) DENGAN PENDEKATAN ISLAM UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ALTRUISME SISWA
Abstrak Artikel ini mendeskripsikan tentang konsep bimbingan dan konseling kognitif behavior terapi melalui pendekatan islam untuk membantu menumbuhkan sikap altruisme siswa. CBT merupakan bentuk terapi kognitif pada prilaku yang menyimpang, bimbingan dan konseling ini selain akan merubah tingkah laku juga akan merubah cara berfikir konseli yang salah atau (un reaalistic).Konsep bimbingan dan konseling Islam melalui pendekatan CBT merupakan pendekatan yang akan merubah konseli un realisticc dikaitkan dengan pendidikan agama sehingga lebih maksimal dalam membantu meningkatkan sikap altruisme siswa. Altruisme adalah sikap rela atau ikhlas membantu orang lain tanpa meminta balasan atau imbalan. CBT islami esensinya terletak pada tahap konseling yang dilakukan, konseli diarahkan untuk menemukan tujuan ahkir perbuatan atau tingkah laku yang ia lakukan yaitu untuk mendapat ridho Allah. Kata Kunci : Bimbingan dan Konseling Islam, cognitive behavior therapy, altruism
KEPEMIMPINAN KYAI DALAM MEMBENTUK ETOS KERJA SANTRI
Tulisan ini hendak mendeskripsikan kepemimpinan Kyai dalam membentuketos kerja santri, meliputi strategi Kyai dalam membentuk etos kerja, dan peran Kyaidalam mengkonstruksi etos kerja santri dengan mengambil setting kasus pada BadanUsaha Milik Pesantren An-Nawawi Berjan Gebang Purworejo. Secara kualitatifdalam kajian ini dijelaskan bahwa kepemimpinan Kyai dalam membentuk etoskerja santri terlihat dalam berbagai peran Kyai, terutama sebagai pembimbing, motivatordan uswatun hasanah yang diiplementasikan dalam fungsi-fungsikepemimpinannya. Sementara konstruksi etos kerja santri terbentuk dari nilai-nilaiIslam dan etika sosial yang ditransformasikan oleh Kyai.Kata Kunci: Kepemimpinan, Kyai, Etos Kerja, Santr
ANALISIS DAFTAR UMUR PIUTANG DI BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) MANDIRI SLEMAN YOGYAKARTA
Piutang adalah hak untuk menerima karena transaksi penjualan kredit.Penjualan kredit melibatkan dua pihak, yaitu orang-orang yang memberi dan orangorangyang menerima pinjaman kredit, yang akan dikeluarkan utang untuk kreditordan utang bagi debitur. Sebagai hasil dari kebijakan penjualan kredit akan mengarahpada menumpuknya piutang. Dampak penjualan kredit dapat menyebabkan piutangmenjadi ragu-ragu. Masyarakat pada umumnya selalu menunda pembayaran,menyebabkan penumpukan piutang. Semakin lama keterlambatan semakin besarkerugian yang dimiliki BMT. Jika tidak ada penuaan piutang sehingga dapatmenyebabkan BMT pailit karena utang yang belum dibayar.Kata Kunci: Penuaan Piutang, Baitul Maal Wat Tamwi
PERAN GURU BK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN RELIGIUSITAS SISWA TERHADAP ORIENTASI KERJA
AbstrakMotivasi dan religiusitas merupakan aspek penting tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Motivasi dan religiusitas yang tinggi dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam memilih orientasi kerja secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam meningkatkan motivasi dan religiusitas siswa terhadap orientasi kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman (1992), meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Wawancara melibatkan 8 guru BK di SMKN 1 Depok Sleman, semester kedua tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan oleh guru BK dalam meningkatkan motivasi dan religiusitas siswa terhadap orientasi kerja, antara lain: 1) guru BK sebagai fasilitator, 2) guru BK sebagai motivator, 3) guru BK sebagai director, dan 4) guru BK sebagai transmitter. Kata Kunci: Peran, Guru BK, Motivasi, Religiusitas, Orientasi Kerj