UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
DIALEKTIKA DAKWAH DAN KEBIJAKAN PUBLIK PERSPEKTIF UMAR BIN ABDUL AZIZ
Dinasti Umaiyah selama pemerintahannya memiliki empat belas orang khalifah, salah satu khalifah yang gemilang prestasinya adalah khalifah Umar bin Abdul Aziz, ia merupakan khalifah ke delapan dalam urutan para khalifah yang memerintah Dinasti Umaiyah. ia sosok pemimpin yang menjadi primadona dalam sejarah Islam, bukan hanya berkat kepemimpinannya menyandang dua peran bersamaan yakni umara dan ulama (aktor dakwah), melainkan kepiawaian ia dalam menggunakan metode dakwah dan menyusun kebijakan yang tepat guna. Tulisan ini mencoba menguraikan metode dakwah dan kebijakan-kebijakan yang ia implementasikan selama menjalankan roda pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui riset pustaka, dalam pelaksanaannya di awali dengan mengumpulkan data pustaka, membaca dan menganalisis data yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode dakwah yang diimplementasikan Umar bin Abdul Aziz adalah metode uswatun hasanah, al-hikmah dan al-mujadalah. Adapun kebijakan yang diterapkan meliputi kebijakan dalam bidang administrasi pemerintahan, ekonomi, hukum dan kebijakan penunjang lainny
Dekonstruksi Media Sosial Sebagai Media Penyiaran Islam
Akun-akun beberapa ustadz yang aktif dalam media sosial tidak hanya menyiarkan teks agama literer, pesan dakwah yang sifatnya islami, tetapi juga menyiarkan promosi produk komersial. Penelitian ini melakukan dekonstruksi peran, fungsi, dan makna pesan dalam akun-akun ustadz di Twitter sebagai media penyiaran Islam. Selama ini penelitian tentang dekonstruksi lebih berfokus pada teks sastra. Padahal sebagai media sosial, Twitter pun menghasilkan teks yang menimbulkan konstruksi bahkan dekonstruksi. Posisi tulisan ini adalah mengkritisi media sosial sebagai media penyiaran Islam. Akun-akun ustadz @yusuf_mansyur dan @felixsiauw selain menyiarkan konten dakwah islami juga menyiarkan produk komersial milik mereka masing-masing. Akun twitter @yusuf_mansyur misalnya selain mendakwahkan sedekah, sering menyiarkan tentang Paytren yang merupakan aplikasi pembayaran berbagai tagihan. Bahkan ustadz Yusuf Mansyur pernah mendapatkan bully di Twitter karena cuitannya tentang menurunkan kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika dengan cara berdoa. Akun twitter @felixsiauw selain menyiarkan pesan-pesan puitis islami juga sering menyiarkan promosi buku karyanya. Akun @felixsiauw pun pernah membuat kontroversi dengan menyiarkan pernyataan bahwa selfie adalah dosa. Penelitian ini menghasilkan temuan pokok tentang peran, fungsi, dan makna pesan dalam media sosial sebagai media penyiaran Islam sudah bukan lagi otoritas ustadz sebagai ustadz
Religiusitas Masyarakat Islam Pesisir: Studi tentang Perilaku Religi Masyarakat Hena Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah
Manusia pada hakekatnya selalu ingin memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan material (jasmani) maupun spiritual (rohani). Kebutuhan spiritual tersebut menyebabkan segala kelakuan manusia menjadi serba religi, sehingga menyebabkan serba keramat, baik pada perilaku manusia itu sendiri, maupun tempat dimana perilaku manusia itu dilakukan untuk dilaksanakan. Sikap religi tersebut selalu diwujudkan oleh masyarakat dalam bentuk upacara-upacara keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku religi masyarakat Negeri Hena Lima di pesisir utara pulau Ambon-Maluku. Dalam menganalisis data yang ada, penulis menggunakan metode kualitatif, teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perilaku keagamaan masyarakat Negeri Hena Lima adalah perilaku yang berhubungan dengan keyakinan religi tentang leluhur yang dianggap memiliki keistimewaan dan senantiasa dihormati, karena selalu hidup bersama mereka dan diyakini dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Adapun bentuk-bentuk perilaku religi Masyarakat Negeri Hena Lima yang diwujudkan dalam Sistem Upacara-upacara religi yakni Tahalil (upacara religi dalam rangka memberi makan arwah para leluhur yang di padukan dengan nilai Islam), Aroha (upacara religi-keagamaan yang dilaksanakan setiap tanggal 10 hingga 12 Rabiul Awal untuk mengenang jasa para leluhur), Pataniti, (proses pemanggilan arwah leluhur untuk mendampingi mereka yang berhajat baik pada saat susah maupun senang), Hulasi (pengobatan tradisional dengan cara menyebutkan nama para leluhur ketika ada yang jatuh sakit yang diyakini terdapat campur tangan para leluhur) Pakatati (Proses upacara yang dilaksanakan pada saat anak berumur 30-40 hari), Tanahu’a (upacara yang di laksanakan untuk memotong rambut bayi), Jara Baliwe (tradisi menziarahi kuburan karamat leluhur yang dirangkai dengan upacara religi)
INTERNALISASI NILAI ISLAM MELALUI KEBIJAKAN PUBLIK (Studi terhadap Dakwah Struktural Program Bandung Agamis)
Dakwah Struktural melalui Program Bandung Agamis mencerminkan bahwa internalisasi dan transformasi nilai-nilai agama bisa dilakukan oleh pemerintah pada wilayah publik tanpa labelisasi shari’at Islam secara formal seperti pendapat kelompok integralis, dan tidak juga memisahkan agama dengan negara seperti pendapat kalangan sekularis. Hal itu memperkuat pendapat paradigma simbiotik dalam relasi agama dan negara, seperti diungkapkan hasil kajian sebelumnya yaitu: al-Mawardi dalam al-Ahkâm al-Sultâniyah wa al-Wilâyah al-Dîniyah; al-Ghazali dalam al-Tibr al-Masbûk fî-al-Nasîhat al-Mulûk, Kimiyât al-Sa’âdah, dan al-Iqtis}âd fî al-‘Itiqâd; Fazlurrahman, dalam The Islamic Concept State dan Islam and Modernity; dll. Juga membuktikan lemahnya pendapat:1). Kalangan sekularistik yang menyatakan bahwa agama tidak memiliki hubungan dengan Negara; dan 2). Kalangan integralistik yang menyatakan bahwa agama dan negara harus menyatu.Penelitian ini sejalan dengan pendapat Fazlurrahman, dalam Islam and Modernity, bahwa yang terpenting adalah terwujudnya masyarakat muslim bukan negara Islam dan Munawir Sadjali dalam Islam dan Tata Negara, bahwa paradigma simbiotik merupakan alternatif yang kompromis antara integralistik dengan sekularistik, serta hasil penelitian Jose Casanova dalam Public Religions in the Modem World, bahwa agama secara empirik dihubungkan dengan berbagai persoalan sosial-kemasyarakatan. Pendekatan penelitian ini adalah menganalisis Kebijakan Program Bandung Agamis (pada periode 2003 sampai 2010) yang sekaligus dijadikan sebagai data primer
MENGARUSUTAMAKAN PELAYANAN PRIMA DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA (Analisis Strategi Fakultas Dakwah dan Komunikasi)
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis strategi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga dalam mengarusutamakan pelayanan prima. Untuk mewujudkan strategi tersebut terdapat beberapa tolok ukur yang harus diimplementasikan secara konsisten yaitu kualitas layanan dengan indikator ketepatan waktu, kemudahan, biaya, dan akurasi pelayanan. Dalam kajian ini ditemukan fakta bahwa pelayanan yang ada di fakultas dirasakan masih belum prima dan terdapat beberapa beberapa kekurangan yang harus diperbaiki. Hal ini dibuktikan dengan berbagai keluhan yang muncul baik dari dosen maupun mahasiswa. Oleh karena itu terobosan dan strategi dari pimpinan untuk merubah pelayanan yang ada di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi mutlak diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terobosan dan strategi yang ditempuh oleh pimpinan fakultas untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan metode pendekatan personal, pembimbingan, pelatihan, serta implementasi reward dan punishment kepada para karyawan
SHARING OF RISK PADA ASURANSI SYARIAH (TAKAFUL): PEMAHAMAN KONSEP DAN MEKANISME KERJA
This paper aims to see how the concept and mechanism of sharing of risk on Takaful Insurance. Secondary data has been used such as books and journals of Takaful, daily news, and insurance policies. As an alternative form of conventional insurance-based insurance, Takaful is able to neutralize the contradictions of existing concepts in conventional insurance, so it is acceptable and not contrary to existing sharia principles. This study explains uncertainty that occurs in the future towards the soul as well as the asset requires people to be more alert about the risks that may arise. The need for it makes insurance a financial necessity in the context of minimizing possible risks. The risk that befell the participants of the insurance, not only borne by the company alone, but by all participants Takaful Insurance, this becomes one of the differentiator between Takaful with the conventional insurance
TRADISI HAROA (Dakwah Islam Dalam Masyarakat Marginal Muslim Buton)
Artikel ini mengkaji dakwah islam yang dilakukan oleh masyarakat marginal Muslim Buton melalui tradisi haroa. Tradisi ini dilakukan mulai dari rumah-rumah warga, mesjid dan rumah pejabat. Pada tradisi ini diyakini dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat muslim marginal Buton tentang pentingnya dakwah karena tradisi ini dilakukan pada setiap hari besar islam. Penelitian sejenis telah dilakukan oleh Mahrudin yang mengangkat judul tentang Tradisi Haroa dalam kaitannya dengan resolusi konflik. Kalau penelitian sebelumnya menjadikan tradisi haroa sebagai resolusi konflik, maka penelitian ini menjelaskan bahwa tradisi haroa dapat pula dijadikan media dakwah dalam masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan etnografi, hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi ini telah melestarikan nilai-nilai Islam dari generasi kegenerasi masyarakat muslim marginal Buton berikutnya, karena sampai saat ini tradisi haroa ini masih dilakukan setiap memasuki hari-hari besar islam sehingga keberlangsungan ajaran islam beserta pemeluknya dari generasi kegenerasi berikutnya tidak terputus. Tradisi haroa dalam pemahaman masyarakat marginal buton telah memberikan manfaat yang sangat besar dalam pemahaman keagaman karena melalui acara ini orang yang tidak pernah mendengarkan ayat-ayat suci alqur'an dengan tradisi ini dapat langsung mendengarkan ayat suci al qur’an yang di bacakan oleh Imam, lebe dan Modhi. Demikian pula halnya dengan orang yang tidak pernah shalat melalui tradisi haroa masyarakat marginal buton dalam menghadiri haroa berpenampilan menarik seperti memakai kopiah, sarung dan baju muslim. Oleh karena itu, melalui tradisi haroa masyarakat muslim pesisir Buton dapat diajak untuk melestarikan nilai-nilai islam dari generasi-kegenerasi, sehingga keberlangsungan islam di Buton sampai saat ini masih terjaga dengan baik
SMS TAUHIID SEBAGAI LAYANAN PESAN AGAMA
SMS Tauhiid merupakan layanan pesan dakwah yang dapatdiakses melalui SMS dan dapat diakses secara gratis yang merupakan salah satu terobosan dakwah berkenaan dengan perkembangan media. Sebagaimana media lainnya, SMS memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kekurangan utama yang dimiliki oleh SMS adalah keterbatasan jumlah karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang apresiasi para jamaah (pelanggan) terhadap layanan SMS Tauhiid. Untuk mencapai tujuan hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode studi kasus sehingga tidak bertujuan untuk melakukan generalisasi atas kasus lain yang mungkin memiliki keserupaan di tempat lain. Penelitian ini memperlihatkan bahwa sebagai media dakwah, SMS Tauhiid diapresiasi secara positif oleh pelanggan sebagai jamaah dan memiliki nilai guna bagi pengalaman keberagamaan merekasehari-hari
PENGARUH RELIGIUSITAS LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KONSEP DIRI SISWA-SISWI DI MAN PAKEM SLEMAN
Peranan lingkungan sangat penting pengaruhnya terhadap pembentukan konsep diri anak. Terutama lingkungan sekolah, karena anak banyak menghabiskan waktu di sekolah bersama teman-temannya. Lingkungan religiusitas yang diciptakan di sekolah juga sangat mempengaruhi anak bersikap nantinya. Dengan religiusitas lingkungan yang diciptakan baik di sekolah semestinya akan menjadikan siswa-siswi menjadi baik pula. Tetapi kenyataannya ada beberapa siswa-siswi yang tidak sesuai dengan out put yang diharapkan. Melihat permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian lebih lanjut. Penulis menguji seberapa besar pengaruh religiusitas lingkungan sekolah terhadap pembentukan konsep diri siswa-siswi di MAN Pakem Sleman. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan merupakan jenis penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampling dengan cara stratified sampling (sampling berstrata) dikarenakan terdapat kelompok-kelompok subjek yaitu kelas 1,2,3 misalnya kelas 1 terbagi menjadi 6 kelas, kelas 2 terbagi menjadi 5 kelas dan kelas 3 terbagi menjadi 4 kelas. Pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 18 untuk menjawab rumusan masalah yang diajukan peneliti. Adapun uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas dan linieritas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh religiusitas lingkungan sekolah terhadap konsep diri siswa-siswi di MAN Pakem Sleman sebesar 9,6%.Kata kunci: Religiusitas dan Konsep Diri
PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI) PADA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Abstrak Semua PTAI termasuk Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga mesti segera bertindak dengan menyiapkan hal-hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dengan mengacu pada KKNI.Tujuan utama dari penelitian ini adalah menemukan langkah strategis pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang mengacu pada KKNI pada kurikulum lima prodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi setelah dilakukan review. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan dua cara yakni dokumentasi dan Fokus Goup Discussion (FGD). Data yang terkumpul dari dokumentasi dan FGD dipadukan lalu dikonsultasikan dengan pedoman dan juklak penerapan kurikulum berbasis KKNI, yang menghasilkan klasifikasi apa saja yang sudah sesuai dan apa saja yang belum sesuai. Hal-hal yang belum sesuai dengan acuan KKNI selanjutnya direkomendasikan untuk disempurnakan hingga memadai sesuai yang dikehendaki KKNI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) visi, misi dan tujuan, belum menunjukkan spesifikasi keunggulan prodi dibanding prodi lain yang sejenis, dan belum mencerminkan keterukurannya, (2) pemaparan profil lulusan juga belum terukur sebagaimana dikehendaki KKNI, (3) Learning outcomes yang mencakup University Learning Outcome (ULO) dan Program Study Learning Outcome (PLO) juga masih mengandung kerancuan, (4) kurikulum belum mencerminkan level capaian yang dikehendaki KKNI (5) kurikulum yang ada dalam memaparkan capaian kualifikasi pembelajaran juga belum mencakup empat aspek sebagaimana yang dikehendaki KKNI, (6) kurikulum juga belum memaparkan deskripsi umum dan deskripsi spesifik yang harus dicapai pada jenjang pendidikan Strata Satu (S1), (7) core volue keilmuan yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga yakni integratif-interkonektif, juga belum tertuang secara jelas dalam kurikulum, terutama kaitannya dengan level KKNI. Kata kunci: kurikulum, KKN